Bogordaily.net – Jeffrey Epstein kembali membuat dunia gaduh. Bukan karena persidangan baru. Bukan pula karena kesaksian baru dari para korban. Kali ini, publik dikejutkan oleh kemunculan tulisan tangan terakhir pria yang pernah menjadi pusat skandal seks paling kontroversial di Amerika Serikat itu.
Catatan yang diduga kuat ditulis beberapa pekang sebelum kematiannya di penjara Manhattan akhirnya dipublikasikan ke publik. Isinya pendek. Namun cukup membuat banyak orang kembali membuka lembar lama kasus yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Dalam tulisan itu, Jeffrey Epstein terdengar seperti orang yang ingin membela diri di ujung jalan hidupnya.
“Mereka menyelidiki selama berbulan-bulan dan tidak menemukan apa pun!!!” demikian salah satu isi catatan yang dikutip media Amerika.
Kalimat lain bahkan lebih menggetarkan.
“Merupakan sebuah kelegaan bisa memilih sendiri waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.”
Begitulah bunyinya.
Tulisan tangan itu disebut dibuat setelah percobaan bunuh diri Epstein pada Juli 2019 di Metropolitan Correctional Center, Manhattan. Saat itu ia baru beberapa hari ditahan terkait tuduhan perdagangan seks terhadap perempuan di bawah umur.
Kasusnya langsung meledak ke seluruh dunia. Bukan hanya karena dakwaan kejahatannya. Tetapi karena lingkaran pergaulan Epstein yang terlalu besar. Terlalu elit. Terlalu kuat.
Nama mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pernah dikaitkan dalam sejumlah laporan mengenai hubungan sosial dengan Epstein. Nama Donald Trump juga beberapa kali muncul dalam pemberitaan lama terkait jejaring sosial sang miliarder.
Di titik itulah teori konspirasi mulai tumbuh liar.
Apalagi setelah Epstein ditemukan tewas pada Agustus 2019. Kamera pengawas di sekitar sel disebut tidak berfungsi. Petugas jaga dilaporkan tertidur. Publik Amerika langsung curiga.
Banyak yang tidak percaya Epstein benar-benar bunuh diri.
Catatan tulisan tangan yang baru dipublikasikan ini semakin memperpanjang daftar misteri tersebut.
Menurut laporan yang beredar, dokumen itu pertama kali ditemukan oleh Nicholas Tartaglione, teman satu sel Epstein. Tartaglione kemudian menyerahkan catatan tersebut kepada pengacaranya sebagai bukti bahwa dirinya tidak mencoba membunuh Epstein saat insiden percobaan bunuh diri sebelumnya.
Belakangan, dokumen itu diverifikasi sebagai tulisan tangan asli milik Jeffrey Epstein.
Tetapi publik telanjur sulit percaya.
Kasus Epstein sudah berubah menjadi lebih dari sekadar perkara kriminal biasa. Ia menjadi simbol gelap hubungan antara uang, kekuasaan, seks, dan elite global. Banyak spekulasi menyebut Epstein mengetahui terlalu banyak rahasia orang-orang penting.
Karena itu, setiap dokumen baru yang muncul selalu memancing kegaduhan baru.
Dan kini, secarik tulisan tangan itu kembali membuka luka lama yang belum pernah benar-benar tertutup.***
