Bogordaily.net – Penyebab tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara seperti membuka kembali luka lama jalan lintas Sumatera: lubang jalan, sopir kelelahan, dan maut yang datang dalam hitungan detik. Rabu siang itu, api membubung tinggi di Jalinsum Karang Jaya, Muratara. Asap hitam terlihat dari kejauhan. Orang-orang berlarian. Sebagian mencoba menolong. Sebagian hanya bisa menatap ngeri.
Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Di saat bersamaan, truk tangki PT Seleraya datang dari arah berlawanan. Polisi menduga sopir bus berusaha menghindari lubang di jalan. Bus oleng. Kendali hilang. Lalu masuk ke jalur lawan.
Benturan itu keras sekali.
Tangki menghantam bagian depan bus. Dalam beberapa detik api langsung membesar. Penumpang terjebak. Jeritan terdengar di tengah kobaran. Banyak korban tak sempat menyelamatkan diri.
Kamis dini hari, sebanyak 16 kantong jenazah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang sekitar pukul 05.10 WIB. Mayoritas korban mengalami luka bakar berat sehingga proses identifikasi harus dilakukan secara intensif oleh Tim DVI gabungan Polda Sumsel dan Mabes Polri.
Di ruang forensik, suasana begitu sunyi. Keluarga korban berdatangan dengan wajah pucat. Sebagian membawa foto anggota keluarga. Sebagian lagi hanya berharap kabar baik yang nyaris mustahil datang.
“Yang kami tunggu cuma kepastian,” ujar salah seorang keluarga korban sambil menahan tangis.
Data sementara mencatat total 20 korban dalam tragedi itu. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, tiga mengalami luka berat, dan satu korban luka ringan. Korban selamat kini masih dirawat di RSUD Rupit.
Polisi telah mengidentifikasi sejumlah korban, di antaranya Aryanto, sopir truk tangki asal Lubuk Linggau; Alif, sopir Bus ALS asal Jawa Tengah; serta beberapa kru dan penumpang lainnya. Namun enam korban lain masih menjalani pencocokan data ante mortem dan post mortem karena kondisi jenazah sulit dikenali.
Penyebab tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki kini menjadi fokus penyelidikan aparat. Selain dugaan menghindari lubang jalan, polisi juga mendalami kondisi kendaraan, kecepatan laju bus, hingga kemungkinan faktor kelelahan pengemudi.
Jalan lintas Sumatera memang lama dikenal sebagai jalur yang keras. Aspalnya panjang. Truk besar melintas tanpa henti. Banyak titik rusak belum diperbaiki sempurna. Sopir sering berpacu dengan waktu.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan bangkai kendaraan hangus, barang pribadi penumpang, mesin motor, hingga tabung gas yang ikut terbakar. Bau hangus masih terasa kuat beberapa jam setelah api padam.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya memastikan proses identifikasi dan penyelidikan dilakukan secara profesional.
“Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara transparan,” katanya.
Sementara itu, warga sekitar mengaku dentuman tabrakan terdengar seperti ledakan besar.
“Saya kira ban meledak. Pas keluar rumah, api sudah tinggi sekali,” ujar Dedi, warga Karang Jaya yang ikut membantu evakuasi.
Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa satu lubang kecil di jalan bisa berubah menjadi bencana besar. Dan penyebab tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki bukan sekadar soal kendaraan bertabrakan, melainkan juga tentang keselamatan jalan yang kerap diabaikan sampai nyawa melayang.***
