Thursday, 14 May 2026
HomeKota BogorKolaborasi dengan RS, Disdukcapil Kota Bogor Permudah Dokumen Anak

Kolaborasi dengan RS, Disdukcapil Kota Bogor Permudah Dokumen Anak

Bogordaily.net-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor kini mempermudah pengurusan dokumen kependudukan bagi bayi baru lahir melalui layanan terintegrasi yang melibatkan fasilitas kesehatan.

Sekretaris Disdukcapil Kota Bogor, Mugi Lastono mengatakan, layanan ini memungkinkan orang tua langsung memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus mengurus administrasi secara terpisah setelah proses persalinan.

“Program ini dirancang agar masyarakat bisa fokus pada kesehatan ibu dan anak pascapersalinan, tanpa terbebani urusan administrasi,” ujar Mugi

Melalui kolaborasi dengan rumah sakit dan bidan, orang tua akan langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yakni Kartu Keluarga (KK) terbaru, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Jadi satu paket. Begitu persalinannya selesai dan pulang, urusan kependudukan juga sudah selesai. Tidak ada PR lagi bagi masyarakat untuk mengurus dokumen,” ujarnya.

Mugi menjelaskan, program ini dijalankan melalui sistem pemberian akun khusus kepada mitra layanan kesehatan. Rumah sakit atau bidan yang telah bekerja sama dapat langsung mengajukan permohonan dokumen kependudukan secara daring setelah proses kelahiran.

Ia menambahkan, jangkauan kerja sama layanan ini terus meluas sejak mulai digencarkan pada 2022 dan mencapai puncaknya pada periode 2023–2024.

Saat ini, seluruh Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) serta rumah sakit umum di Kota Bogor telah terintegrasi dalam sistem tersebut.

“RSIA dan rumah sakit di Kota Bogor sudah seluruhnya terhubung. Untuk bidan klinik juga sudah puluhan. Ke depan, Puskesmas yang melayani persalinan juga bisa ikut menjalankan layanan ini,” ungkapnya.

Menurut Mugi, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jemput bola Disdukcapil Kota Bogor dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami ingin memperbanyak titik layanan di tengah masyarakat, sehingga tidak ada lagi bayi di Kota Bogor yang terlambat memiliki identitas resmi. Ini sangat penting untuk akses layanan kesehatan dan jaminan sosial ke depan,” pungkasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here