HomePolitikJam Pasir Indonesia Menakar Masa Depan Bangsa, Lab 45 Petakan Tiga Skenario...

Jam Pasir Indonesia Menakar Masa Depan Bangsa, Lab 45 Petakan Tiga Skenario Menuju Indonesia Emas 2045

Bogordaily.net – Jam Pasir Indonesia menakar masa depan bangsa menjadi pesan utama yang dibawa Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) melalui buku terbarunya.

Buku berjudul Jam Pasir Indonesia: Menakar Masa Depan Indonesia dari Butir Kuasa dan Ketimpangan itu bukan sekadar kumpulan tulisan akademik. Isinya adalah pembacaan atas arah perjalanan Indonesia hingga 2045, lengkap dengan berbagai kemungkinan yang dapat menentukan berhasil atau gagalnya cita-cita Indonesia Emas.

Diluncurkan di Jakarta, Senin (4/5/2026), buku tersebut menghadirkan analisis mengenai dinamika politik, ekonomi, hingga demokrasi yang dinilai akan sangat menentukan masa depan bangsa.

Penasihat Senior Lab 45, Hariyadi, yang menjadi salah satu penulis buku bersama Andi Widjajanto, mengatakan sejarah Indonesia selalu bergerak di tengah tarik-menarik berbagai variabel. Ada yang saling memperkuat, tetapi tidak sedikit pula yang saling menegasikan.

Karena itu, melalui buku tersebut mereka mencoba membaca trajektori Indonesia menuju 2045. Hasilnya, terdapat tiga skenario besar yang bisa terjadi.

Skenario pertama adalah konsolidasi oligarki yang terus berlanjut. Menurut Hariyadi, jika kondisi itu berlangsung dalam jangka panjang, peluang mewujudkan Indonesia Emas 2045 akan semakin kecil.

Ia menilai dampak paling nyata adalah menyusutnya jumlah kelas menengah. Padahal, kelompok ini selama ini menjadi salah satu penyangga stabilitas ekonomi dan demokrasi.

Ketika kelas menengah melemah, risiko munculnya keresahan sosial atau social unrest akan semakin besar. Di saat yang sama, ruang inovasi juga dinilai semakin sempit karena berbagai kepentingan akan terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Tidak berhenti di situ. Hariyadi memprediksi skenario pertama dapat memicu skenario kedua, yakni meningkatnya konflik identitas dan konflik peradaban. Dua skenario tersebut, menurutnya, merupakan kondisi yang sama-sama tidak diharapkan.

Karena itu, Jam Pasir Indonesia menakar masa depan bangsa menawarkan jalan ketiga, yakni reinstitusionalisasi demokrasi. Dalam pandangannya, penguatan kembali institusi demokrasi menjadi syarat utama agar visi Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Lab 45, Jaleswari Pramodhawardani, menjelaskan pemilihan metafora “jam pasir” bukan tanpa alasan. Jam pasir hanya bergerak ke satu arah. Waktu terus berjalan dan tidak dapat diputar kembali.

Menurutnya, metafora tersebut mengandung dua pesan sekaligus. Indonesia memiliki kebebasan menentukan pilihan, tetapi kesempatan itu tidak berlangsung selamanya.

Ia menegaskan optimisme terhadap masa depan bangsa harus dibangun secara rasional. Optimisme, kata dia, tidak berarti menutup mata terhadap berbagai persoalan, tetapi juga bukan menyerah pada pesimisme.

Lab 45, lanjut Jaleswari, ingin menghadirkan ruang berpikir yang jujur melalui disiplin akademik, berpijak pada empati sosial, sekaligus tidak melupakan pelajaran dari perjalanan sejarah bangsa.

Buku setebal 426 halaman itu terdiri atas 12 bab yang ditulis sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, politik, hingga antropologi. Sejumlah mantan pejabat pemerintahan dan birokrat juga ikut menyumbangkan gagasannya, termasuk mantan Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto.

Melalui berbagai perspektif tersebut, Jam Pasir Indonesia menakar masa depan bangsa berupaya menjadi bahan refleksi sekaligus peta jalan bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan menuju tahun 2045.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here