Bogordaily.net – Dewan Pendidikan Kota Bogor menggelar Sarasehan Pendidikan Kota Bogor 2026 bersama komite sekolah untuk menghimpun masukan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bogor.
Kegiatan bertema “Optimalisasi Fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah” tersebut digelar di Hall Politeknik Prasetiya Mandiri, Kamis (20/8/2026), dan diikuti sekitar 130 komite sekolah dari jenjang TK hingga SMK.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Rudi Suryanto, mengatakan sarasehan tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antarkomite sekolah sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan.
“Ini kita inisiatif mengadakan acara sarasehan dengan komite sekolah yang ada di Kota Bogor. Tujuannya, kita sedang mencari masukan dari para komite, apa yang bisa dikolaborasikan dengan komite sekolah,” kata Rudi.
Menurutnya, selama ini komite sekolah cenderung berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, Dewan Pendidikan mendorong terbentuknya forum berdasarkan jenjang pendidikan, termasuk forum komite SMA dan SMK, yang nantinya dapat diarahkan pada kolaborasi dengan dunia kerja.
“Sekolah itu kan saat ini komitenya berjalan sendiri-sendiri. Kita buat forum, misalnya forum SMA, SMK, nanti arahnya bisa ke lapangan kerja,” ujarnya.
Rudi menilai kolaborasi tersebut penting karena masih terdapat lulusan SMK yang masuk dalam kelompok pengangguran terbuka, meski pendidikan SMK memiliki orientasi menyiapkan peserta didik untuk bekerja.
“Tadi Pak Wali juga menyampaikan, banyak pengangguran terbuka itu banyaknya dari SMK, padahal SMK sendiri tujuannya kan untuk bekerja,” katanya.
Ia berharap forum antarkomite dapat membuka peluang berbagi pengalaman dan jejaring, khususnya dari anggota komite yang memiliki latar belakang atau koneksi dengan dunia industri.
“Komite itu terdiri dari berbagai kalangan. Barangkali mereka ada yang punya basic di industri, bisa sharing dengan teman-teman komite lain,” jelas Rudi.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti masih adanya sejumlah tantangan pendidikan di Kota Bogor, mulai dari tingkat pengangguran terbuka yang berada di kisaran tujuh persen lebih hingga persoalan anak putus sekolah.
Menurut Dedie, persoalan tersebut perlu dijawab melalui forum yang mampu menghimpun berbagai usulan, kritik, serta gagasan untuk kemudian dirumuskan menjadi solusi dan rekomendasi.
“Ini kan tadi mengelaborasi, mengumpulkan semua ide. Ini sebuah forum untuk menampung semua usulan, masukan, kritik dan pendapat terkait pendidikan di Kota Bogor,” kata Dedie.
Terkait anak putus sekolah, Dedie menyebut keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dapat menjadi salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan.
Ia mengatakan jumlah PKBM di Kota Bogor dinilai cukup memadai, baik dari sisi jumlah maupun daya tampung. Namun, diperlukan kolaborasi pemerintah wilayah hingga tingkat RT dan RW untuk mendata anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
“Kalau kita bicara apakah anak-anak putus sekolah ini bisa ditampung di PKBM, sangat bisa. Karena jumlah PKBM di Kota Bogor ini sangat memadai, daya tampungnya juga cukup besar,” ujarnya.
Di sisi lain, Dedie menekankan pentingnya menyesuaikan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Ia mencontohkan sektor kafe, restoran, hotel hingga hiburan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu seperti barista dan housekeeping.
“Jangan-jangan yang dibutuhkan itu barista. Nah, jadi coba ke sana, atau hospitality lain, ada misalnya housekeeping dan sebagainya. Itu real kebutuhannya, jadi jangan kemudian suplai pendidikannya tidak nyambung dengan kebutuhan realnya,” kata Dedie.
Selain keterampilan kerja, Dedie juga mendorong penguasaan bahasa asing bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal penting agar lulusan di Kota Bogor mampu berkompetisi secara global.
“Kalau kita bicara generasi emas Indonesia yang siap berkompetisi secara global, artinya harus menguasai bahasa asing, harus mau bersaing dengan tingkat pendidikan orang-orang dari luar,” ucapnya.
Melalui Sarasehan Pendidikan Kota Bogor 2026, Dewan Pendidikan dan komite sekolah diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan kolaborasi dan rekomendasi konkret untuk menangani putus sekolah, mengurangi pengangguran, serta memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.***
