Home Blog Page 1042

Korban Tewas Tertimpa Pohon Beringin di Pemalang Bertambah Satu

0

Bogordaily.net – Pohon beringin di Alun-alun Pemalang tumbang dan menimpa jemaah salat Idul Fitri. Korban tewas bertambah menjadi tiga orang.

“Iya benar satu korban meninggal bertambah,” kata Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo dilansir detikJateng, Selasa 1 April 2025.

Korban tewas ketiga bernama Ramani (71), warga RT 03/ RW 10, Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang. Ramani tewas dalam perawatan di RSUD M Azhari pada pukul 14.30 WIB. Sebelumnya Rasmani sempat kritis hingga dirujuk ke RSUD M Azhari.

Dengan demikian, jumlah total korban tewas tiga orang, semuanya merupakan warga di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang. Berikut data korban tewas akibat tertimpa pohon beringin tumbang:

1. Rasmono (43) Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di TKP)

2. Anita Rahmawati (39) Jalan Nusa Indah, RT 08/RW 08, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di RS Harapan Sehat)

3. Rasmani (71), warga Jalan Teratai, RT 03/RW 10, Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang (meninggal di RS M Azhari)
Diberitakan sebelumnya, dua orang tewas dan belasan lainnya luka akibat pohon beringin tumbang saat pelaksanaan salat Idul Fitri di Alun-alun Pemalang, pagi tadi.

Peristiwa tersebut terjadi saat akan pelaksanaan salat Idul Fitri yang diikuti ribuan warga di Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang hingga di Alun-Alun Pemalang, sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, dua orang tewas sementara 17 lainnya mengalami luka.

Korban langsung dievakuasi di dua rumah sakit, Rumah Sakit Harapan Sehat Kelurahan Pelutan dan Rumah Sakit Prima Medika Kelurahan Mulyoharjo Kabupaten Pemalang.

“Ya ini musibah pada saat dilaksanakan salat Id di Alun-alun, dan ini masih dalam perawatan di rumah sakit korban-korbanya. Korban ada 19 orang, di dua rumah sakit di RS Harapan Sehat dan Prima Medika. Dinyatakan meninggal oleh dokter dua orang. Penyebab pohon tumbang, karena umur,” kata Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada detikJateng di rumah Sakit Harapan Sehat, Senin 31 Maret 2025.

Beringin yang Sama Sempat Tumbang Lagi
Pohon beringin yang sama sempat tumbang kembali sore ini. Beruntung, tidak ada aktivitas warga di bawahnya sehingga korban jiwa pun terhindar.

Diketahui, pohon tersebut sudah tiga kali tumbang. Pertama saat insiden Salat Id pukul 06.30 WIB. Kemudian batang pohon lainnya kembali tumbang masing-masing pukul 13.00 WIB dan 13.30 WIB.

Jurnalis salah satu media televisi, Mukhtarom, mengungkapkan insiden tersebut terjadi saat dirinya tengah bersiap melakukan siaran langsung.

“Dua kali batang pohon roboh. Pertama pukul 13.00 WIB dan kedua setengah jam kemudian. Jadi, saat ini pohon beringin di lokasi itu sudah tidak ada karena roboh,” ucapnya.

Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, membenarkan pohon yang sama roboh.

“Iya roboh lagi, tadi pas lewat lihat,” katanya.

Sebagai antisipasi hal serupa pihaknya saat ini memperluas garis polisi di lokasi Alun-Alun Pemalang.***

 

BRI Menanam “Grow & Green” Transplantasi Terumbu Karang, Jadi Ujung Tombak Pelestarian Ekosistem Laut di NTB

0

Bogordaily.net – Keseimbangan ekosistem laut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan sektor wisata bahari di Indonesia. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Gili Matra, yang terletak di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Sebagai tempat yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, Gili Matra ini dipenuhi dengan flora air yang menakjubkan dan sekaligus menjadi rumah bagi berbagai fauna yang dilindungi, termasuk pula penyu.

Sayangnya, masih terdapat masyarakat yang justru menjadikan kawasan Gili Matra melakukan aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan atau Destructive Fishing.

Bermula dari keprihatinan inilah, Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Gili Matra berdiri dan menjadi garda terdepan dalam melindungi serta melestarikan ekosistem yang ada di Gili Matra.

Terbentuk di tahun 2021, kelompok ini telah banyak berkontribusi dalam membantu menjaga sumber daya alam terutama kelautan dan perikanan dari segala bentuk gangguan di wilayah perairan Gili Matra.

Dengan anggota yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari nelayan, wiraswasta, hingga pengusaha, Kelompok Sadar Masyarakat (POKMASWAS) Gili Matra ini selalu berupaya memastikan bahwa praktik perikanan tetap berjalan secara berkelanjutan dan tanpa merusak ekosistem yang ada di kawasan tersebut.

Upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi Gili Matra ini tidak hanya bergantung pada masyarakat setempat, tetapi juga hasil dari sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BRI.

Melalui program BRI Menanam – Grow & Green, BRI turut berkontribusi dalam melindungi ekosistem bawah laut sekaligus memberdayakan komunitas lokal. Inisiatif ini pun tidak hanya berfokus pada konservasi lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, terutama mereka yang bergerak di sektor wisata bahari.

Menurut Wakil Ketua POKMASWAS Gili Matra Hasanuddin, kolaborasi dengan BRI dalam program BRI Menanam – Grow & Green ini berawal dari pertemuan bersama BKKPN Kupang Satker Kawasan Konservasi Gili Matra, Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI), serta berbagai pihak lainnya.

Hasil dari pertemuan tersebut menunjukkan perlunya restorasi ekosistem laut, terutama dalam pemulihan terumbu karang dan padang lamun di Gili Matra.

Pada aktivasi program ini, BRI melaksanakan berbagai upaya restorasi ekosistem laut di tiga kawasan utama Gili Matra, yaitu Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Salah satu aksi utamanya adalah transplantasi 1.500 karang dengan 100 unit reef star di area seluas 1.000 m² di Gili Trawangan. Selain itu, dilakukan juga transplantasi 2.500 – 3.000 tegakan lamun di area seluas 625 m² di Gili Air untuk mendukung ekosistem laut yang lebih sehat.

Tak hanya itu, program ini juga melibatkan Underwater Clean Up, yakni kegiatan pembersihan bawah laut untuk menjaga kebersihan perairan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lingkungan laut tetap terjaga dan menjadi tempat yang aman bagi biota laut untuk berkembang.

“Ada pula berbagai aktivitas lainnya yang ditujukan kepada kelompok masyarakat pegiat wisata bahari, salah satunya adalah Sertifikasi Eco-Diver & Trainer Diver bagi 10 orang anggota kelompok untuk mendukung ekowisata berkelanjutan. Kemudian, ada pelatihan pemandu wisata snorkeling untuk meningkatkan kualitas layanan wisata bahari, dan pemberian sarana penunjang wisata bawah laut, guna mendukung sektor pariwisata berkelanjutan di Gili Matra,” ujar Hasanuddin.

Hasanuddin sendiri mengaku merasakan manfaat yang diberikan lewat program BRI Menanam – Grow & Green, mulai dari meningkatnya populasi ikan khusus ikan-Ikan target tangkapan nelayan, peningkatan terumbu karang yang sehat, hingga bertambahnya daya tarik wisatawan untuk terus berkunjung ke Gili Matra.

“Suatu kepuasan bisa melihat secara langsung kepedulian masyarakat yang terlibat dalam membantu pemulihan ekosistem laut melalui program BRI Menanam Grow & Green. Semoga kedepannya program ini dapat berlanjut terus di Gili Matra yang tentunya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tanggung jawab atas apa yang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menambahkan bahwa program BRI Menanam Grow & Green di Gili Mantra menjadi contoh nyata upaya BRI dalam menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat setempat.

“Kami terus berkomitmen dalam menjaga ekosistem laut sebagai aksi nyata BRI dalam memerangi perubahan iklim. Semoga kegiatan transplantasi karang yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat bagi keberlanjutan dan kelestarian alam, khususnya ekosistem laut di Gili Mantra. Program ini juga harapannya bisa membantu mendorong ekonomi masyarakat setempat” jelasnya.

Sebagai informasi, Program BRI Menanam Grow & Green di Gili Matra merupakan salah satu bagian dari Program “Grow & Green Coral Reef’ yang merupakan kegiatan transplantasi karang dan tegakan lamun guna menjaga ekosistem dan biodiversitas laut.

Sejak dilaksanakan pada 2022, program ini telah melakukan transplantasi karang sebanyak 3.930 fragment di atas luas area 2.458 meter persegi, serta telah terlaksana transplantasi 2.500 – 3.000 tegakan lamun di area seluas 625 meter persegi. ***

Momen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Sambut Warga di Open House Lebaran

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menggelar open house di rumah dinas Wali Kota Bogor di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (31/3/2025).

Bersama istrinya, Yantie Rachim, Dedie Rachim beserta keluarga menerima berbagai kunjungan silaturahmi dari masyarakat umum, perangkat daerah, dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama.

Hadir juga mendampingi, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin beserta istri, Novia Handayani, serta keluarga.

Kegiatan silaturahmi ini merupakan bentuk rasa syukur setelah melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan, bulan yang penuh hikmah, rahmat, dan ampunan.

“1 Syawal 1446 H ini merupakan hari kemenangan dan menjadi momentum bagi kita untuk mempererat tali silaturahmi, baik antar keluarga maupun dengan masyarakat. Harapannya, tentu dengan momentum silaturahmi ini, Kota Bogor semakin guyub,” ucap Dedie Rachim.

Menurutnya, seluruh unsur masyarakat harus dapat saling berkomunikasi dengan baik. Sebab, berbagai persoalan di Kota Bogor ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Pada kesempatan ini, Keuskupan Bogor yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor, Paskalis Bruno Syukur, hadir lebih awal menghadiri open house.

“Iya, selepas salat Idulfitri saya berkeliling bersilaturahmi ke beberapa tokoh dan Danrem, kemudian Basolia dan tokoh lintas agama sudah menunggu di rumah dinas. Saya juga memprioritaskan kembali ke rumah dinas untuk menerima tamu-tamu kehormatan dari unsur lintas agama dan masyarakat,” ujarnya.

Momentum silaturahmi ini juga menjadi yang pertama diikuti oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dalam mendampingi Dedie A. Rachim sebagai Wali Kota Bogor.

“Yang pertama tentu bersyukur. Dahulu, saya bersilaturahmi sebagai warga yang mendukung di satu kecamatan, sekarang saya bisa menyapa dan menjangkau masyarakat dari berbagai elemen se-Kota Bogor,” ucap Jenal Mutaqin.

Dengan silaturahmi tingkat kota ini, volume komunikasi semakin luas, disertai dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam mendampingi Wali Kota Bogor.

Ia pun berharap bekal yang dimilikinya bisa lebih fokus untuk membantu percepatan berbagai kemajuan di Kota Bogor bersama berbagai elemen masyarakat.

Di lokasi yang sama, Uskup Keuskupan Bogor, Paskalis Bruno Syukur, mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tradisi untuk menyampaikan selamat Idulfitri kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

“Ini salah satu ungkapan penghormatan sekaligus juga bentuk sukacita kami dalam merayakan Hari Raya Idulfitri bersama,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, ia berharap tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Bogor semakin erat dan mendalam. ***

Ini Niat dan Ketentuan Puasa Syawal

0

Bogordaily.net — Di hari kedua Lebaran, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa sunah di bulan Syawal setelah sebulan penuh Ramadhan.

Persis satu hari setelah Idul Fitri, menurut Madzhab Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan ulama lainnya, kita dianjurkan melaksanakan ibadah puasa selama enam hari. Anjuran tersebut berdasarkan hadits:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Sungguh Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim no 1164)

Bila memungkinkan, sebaiknya puasa sunnah Syawal dilaksanakan satu hari setelah hari lebaran dan berurutan, tepatnya 2-7 Syawal. Akan tetapi, bila seseorang ingin melaksanakannya dengan acak, tidak berurutan, atau baru sempat melaksanakan puasa di akhir bulan, itu tidak mengapa. (Lihat, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz 6, hlm 379)

Seperti ibadah lainnya, puasa sunnah Syawal mesti diniati terlebih dahulu. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sah atau tidaknya suatu ibadah itu tergantung pada niatnya.

Sebenarnya, niat cukup di dalam hati, tapi agar lebih mantap, ulama menganjurkan supaya niat, selain dalam hati juga dilafalkan lisan. Adapun niat puasa Syawal dengan ketentuan sebagai berkut:

Pertama, bagi orang yang hendak melafalkannya sejak malam hari mula serta berurutan selama enam hari, adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala

Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Kedua, sementara bagi orang yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Ketiga, bagi orang yang baru ingin berpuasa saat itu juga, sebab misalnya dia belum makan dan minum, padahal waktu sudah siang, adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Kewajiban berniat dalam ibadah puasa sejak malam hari hanya berlaku saat puasa wajib, sementara puasa sunnah, kita tidak wajib berniat sejak malam hari, kita bahkan diperbolehkan baru berniat saat siang jika memang sebelumnya, dari subuh hari itu belum makan dan minum sama sekali. Wallahu a’lam.. (Shafira Amalia, ed: Nashih). ***

Kepercayaan Meningkat, Penghimpunan ZIS Baznas Kota Bogor Melonjak di Ramadhan 1446 H

0

Bogordaily.net – Baznas Kota Bogor berhasil menghimpun dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 8,8 miliar dari masyarakat yang menunaikan ZIS melalui Kantor Baznas Kota Bogor dan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) binaan Baznas Kota Bogor.

Jumlah dana ZIS yang terkumpul tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 1,6 miliar dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu.

Wakil Ketua I Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, menyatakan bahwa kenaikan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat di berbagai sektor di Kota Bogor.

“Dana Rp 8,8 miliar tersebut terdiri dari pengumpulan ZIS yang dihimpun langsung oleh Baznas Kota Bogor sebesar Rp 2,3 miliar, serta dana di luar neraca yang dilaporkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari masjid, sekolah, lembaga, dan instansi pemerintah kota, yang berjumlah kurang lebih Rp 6,5 miliar,” ujarnya.

Menurut Subhan Murtadla, peningkatan penghimpunan ZIS ini disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Kota Bogor serta kesadaran masyarakat yang lebih tinggi dalam menunaikan zakat, terutama zakat harta atau maal, serta zakat sebagai pengurang pajak.

Sebagai pimpinan Baznas, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaannya dalam menitipkan ZIS kepada Baznas Kota Bogor. Peningkatan pendapatan di bulan Ramadhan 1446 H ini akan menjadi bagian dari laporan tahunan yang akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip akuntabilitas dan integritas.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bogor yang telah mempercayakan pembayaran Zakat, Infaq, dan Sedekahnya kepada Baznas Kota Bogor. Kami berkomitmen untuk menyalurkan, mendistribusikan, serta mendayagunakannya dengan penuh amanah dan tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam hal pendistribusian, penyaluran, dan pendayagunaan pada bulan Ramadhan tahun ini, Baznas Kota Bogor telah memberikan bantuan kepada kurang lebih 3.000 orang penerima manfaat atau mustahik.***

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H

Bogordaily.net – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam yang merayakan.

Ia juga menyampaikan harapan agar Idulfitri menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Sastra Winara, Senin 31 Maret 2025.

Selain itu, Sastra Winara mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadikan Idulfitri sebagai momen mempererat persatuan dan membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita terus merajut persaudaraan agar tetap menjadi bangsa yang rukun dan damai, yang bersatu padu membangun Indonesia dari Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tak lupa, ia juga memberikan pesan kepada masyarakat yang tengah bersiap untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Sastra berharap agar perjalanan masyarakat yang hendak bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara diberikan kelancaran serta keselamatan.

“Selamat bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga besar. Saya berharap perjalanan lancar dan selamat,” ungkap Sastra.

Di akhir pernyataannya, Sastra Winara mendoakan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan serta melindungi seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan.

“Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahannya dan senantiasa membimbing serta melindungi kita semua,” tambahnya.

Dengan pesan penuh makna ini, Sastra Winara berharap Idulfitri tahun ini menjadi ajang untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.***

Albin Pandita

Rumah Dibobol Maling Saat Salat Idulfitri di Ciparigi Bogor, Rp 250 Juta Raib!

0

Bogordaily.net – Momen Idulfitri yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka bagi sebuah keluarga di Jl. Mandala No. 4, RT 04 RW 09, Ciparigi, Bogor Utara. Rumah mereka dibobol maling saat ditinggal salat Idulfitri pada Rabu (10/4) pagi.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB, saat penghuni rumah pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Ied. Mereka baru kembali sekitar pukul 07.50 WIB dan mendapati rumah dalam kondisi sudah dijebol oleh pelaku. Pintu rumah tampak dirusak, sementara barang-barang berharga yang disimpan di dalam rumah telah raib.

Korban melaporkan bahwa beberapa barang berharga hilang dalam kejadian tersebut, termasuk emas perhiasan, logam mulia, satu unit laptop, serta uang tunai dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 250 juta.

“Pintu rumah Kami dirusak. Engsel rmah dijebol, salah satu ruang kamar diacak-acak,” ujar korban.***

Bupati Rudy Susmanto Apresiasi PFI Bogor atas Pameran Foto di Open House

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor yang telah menampilkan hasil karya foto dalam acara open house Idul Fitri 1446 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin, 31 Maret 2025, ini menampilkan 60 karya foto yang mendokumentasikan perjalanan Bupati dan Wakil Bupati Bogor dari masa ke masa.

Open house ini terbuka untuk seluruh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyediakan berbagai jajanan UMKM serta hidangan untuk menjamu para pengunjung.

Di sela acara, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyempatkan diri melihat hasil jepretan karya PFI Bogor. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran tersebut. Menurutnya, karya seni seperti ini seharusnya tidak hanya dipajang di ruang-ruang publik sesekali, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat secara luas.

“Ini sangat luar biasa. Kami ingin agar semua karya foto, terutama hasil jurnalis muda berbakat, dapat terus dipamerkan di berbagai gedung milik Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa pameran foto yang diselenggarakan oleh PFI Bogor bukan sekadar memajang gambar. Foto-foto tersebut merupakan dokumentasi perjalanan panjang Kabupaten Bogor, mencerminkan perubahan kepemimpinan dan perkembangan daerah.

“Kita bisa melihat tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia, seperti Presiden Joko Widodo bersama mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin. Ada juga foto Bu Nurhayanti, sosok perempuan hebat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula foto-foto yang menggambarkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor, termasuk potret pejabat Bupati Bogor Ade Yasin dan Iwan Setiawan dalam berbagai kesempatan.

“Ini adalah bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Bogor. Bogor tidak terbentuk dalam sehari, tetapi melalui kebersamaan seluruh masyarakat serta para tokoh yang turut membangun daerah ini,” ungkap Rudy Susmanto.***

Detik-detik Insiden Pohon Tumbang Timpa Jemaah Salat Ied di Alun-alun Pemalang Tewaskan 2 Orang

0

Bogordaily.net – Pohon tumbang di Alun-alun Pemalang menjadi peristiwa tragis yang terjadi pada Hari Raya Idul Fitri 2025, Senin, 31 Maret. Kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya. Insiden tersebut berlangsung ketika warga sedang bersiap melaksanakan sholat Ied sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat kejadian, kondisi cuaca cukup cerah tanpa tanda-tanda adanya angin kencang. Warga yang hadir di Alun-alun Pemalang tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap pohon beringin besar yang berdiri kokoh di tengah alun-alun. Namun, secara tiba-tiba terdengar suara ‘krek’ yang mengindikasikan adanya retakan pada batang pohon. Sebelum sempat menyadari bahaya yang mengancam, pohon beringin tersebut roboh dan menimpa sejumlah jemaah yang berada di bawahnya.

Jemaah yang panik segera berhamburan menyelamatkan diri dengan berlari mencari tempat yang lebih aman. Namun, nahas bagi dua orang yang tertimpa langsung oleh batang pohon yang besar. Mereka dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka yang cukup parah. Selain itu, sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya mengalami cedera serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menyampaikan bahwa insiden pohon tumbang di Alun-alun Pemalang ini diduga disebabkan oleh usia pohon yang sudah terlalu tua. Struktur kayu yang melemah akibat faktor usia membuat pohon kehilangan daya tahannya, hingga akhirnya roboh tanpa adanya faktor eksternal seperti hujan deras atau angin kencang.

Sebagai langkah preventif, Pemkab Pemalang berencana untuk melakukan pengecekan dan peremajaan terhadap pohon-pohon tua di berbagai titik di wilayah kota, terutama di Alun-alun Pemalang yang menjadi pusat keramaian. Anom juga menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan bagi korban insiden ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat.***

Sampaikan Pesan Idul Fitri, Dedie Rachim Ajak Warga Wujudkan Kota Bogor Harmonis dan Maju

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Idulfitri 1446 Hijriah sebagai momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Selain itu, Dedie Rachim juga mengajak untuk bersama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati, serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan sembari menunggu waktu salat Id di Kebun Raya Bogor, Senin 31 Maret 2025.

“Hari ini, gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia. Umat Islam bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari kemenangan, Hari Raya Idulfitri 1446 H,” tutur Dedie Rachim mengawali sambutannya.

Ia menambahkan, dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ia mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita,” ujarnya.

Idulfitri, sambung Dedie Rachim, adalah momen suci untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, dan mempererat persaudaraan.

Setelah sebulan berlatih menahan diri dan peduli sesama, kini saatnya melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

Dedie Rachim menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya akhir dari puasa, tetapi juga awal untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan kepedulian di antara manusia.

Menurut Dedie Rachim, ada perjalanan jauh yang membuat seseorang memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia.

Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus berbuat apa.

“Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Kali ini luasnya dunia memberi kita satu hal lagi, bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajak semua warga untuk bersama mewujudkan kota yang harmonis dan maju.***

Ibnu Galansa