Home Blog

UMKM Oleh-Oleh Khas Demak Sukses Perluas Pasar dan Berhasil Naik Kelas Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Keinginan sederhana untuk menghadirkan oleh-oleh khas Demak menjadi titik awal perjalanan bisnis Bambwi Jaya pada 2019. Saat itu, pemiliknya yakni Bambwi Rumiyati melihat belum banyak produk oleh-oleh yang benar-benar merepresentasikan potensi lokal Demak, khususnya buah belimbing yang menjadi salah satu komoditas khas daerah tersebut.

Dari peluang tersebut, berbekal pengetahuan, keahlian serta ketertarikan Rumiyati, ia pun mulai mengembangkan Brownies Mocaf Belimbing, produk olahan berbahan tepung mocaf dan buah belimbing yang menjadi ciri khas usahanya. Perpaduan bahan lokal tersebut membuat produknya memiliki keunikan tersendiri, sekaligus menawarkan pilihan kudapan yang bebas gluten dan tinggi serat bagi konsumen yang semakin peduli pada aspek kesehatan.

Meski begitu, Rumiyati mengatakan perjalanan Bambwi Jaya tidak selalu berjalan mulus. Usaha yang dirintisnya sempat terdampak pandemi Covid-19 hingga mengalami penurunan penjualan. Namun, ia tidak berhenti. Rumiyati kembali menata bisnisnya secara bertahap dan mulai mengembangkan Bambwi Jaya dengan lebih kuat sejak 2023.

Seiring usaha yang mulai kembali bergerak, kebutuhan untuk menata operasional juga semakin terasa. Rumiyati perlu memastikan produksi berjalan lebih stabil, transaksi pelanggan semakin mudah, kebutuhan modal usaha dapat dikelola dengan baik, hingga memperoleh ruang belajar untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya.

Alhasil, dengan berkembangnya usaha, Rumiyati pun mempercayakan kebutuhan layanan keuangannya kepada BRI. Dalam proses tersebut, pendampingan yang diberikan petugas BRI dirasakan lebih dari sekadar layanan perbankan. Ia menyebut, keramahan petugas, komunikasi yang terbuka, serta kesediaan memahami kondisi usaha membuat Rumiyati merasa didampingi dalam setiap tahap pengembangan bisnisnya.

“Saya sudah lama menjadi nasabah BRI. Yang saya rasakan, petugas BRI bukan hanya menawarkan produk, tetapi juga benar-benar mau mendengarkan kebutuhan usaha kami. Kalau ada kendala atau kami membutuhkan informasi, mereka cepat merespons dan membantu mencari solusi. Itu yang membuat saya semakin percaya untuk mengembangkan usaha bersama BRI,” ujar Rumiyati.

Dalam perjalanannya menjadi nasabah, Rumiyati bercerita bahwa suatu hari petugas BRI memperkenalkan Rumah BUMN BRI Demak sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Melihat manfaat yang ditawarkan, Rumiyati memutuskan bergabung pada 2020. Di Rumah BUMN, ia memperoleh pembinaan secara bertahap, mulai dari penataan administrasi usaha, pengembangan kemasan dan pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital. Rumiyati juga mengikuti berbagai program seperti BRI Incubator dan Brilianpreneur yang memperluas wawasannya dalam mengembangkan strategi bisnis serta membuka akses terhadap peluang pasar yang lebih luas.

“Melalui Rumah BUMN BRI Demak, saya banyak belajar bagaimana mengelola usaha dengan lebih baik. Tidak hanya diajarkan soal pemasaran digital, tetapi juga bagaimana membangun produk yang lebih siap bersaing. Pendampingannya benar-benar berkelanjutan, sehingga kami semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha,” kata Rumiyati.

Menurutnya, pendampingan Rumah BUMN tersebut menjadi salah satu dorongan penting bagi Bambwi Jaya untuk naik kelas. Produk yang awalnya dikembangkan sebagai oleh-oleh khas daerah kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Di sisi lain, penggunaan QRIS dan BRImo turut membantu proses transaksi menjadi lebih mudah bagi pembeli, sehingga operasional usaha dapat berjalan semakin efisien. Bahkan, Bambwi Jaya kini mampu membuka lapangan kerja bagi tiga orang tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses produksi hingga operasional usaha sehari-hari.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pemasaran di Rumah BUMN BRI Demak. Selain itu, proses transaksi kami pun sangat terbantu dengan adanya QRIS dan BRImo, sehingga kami dapat menyediakan kemudahan pembayaran bagi pembeli,” ujar Rumiyati.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa kisah Bambwi Jaya menunjukkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan bagi UMKM. Menurutnya, UMKM membutuhkan ekosistem yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas usaha.

“BRI terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan yang menyeluruh bagi UMKM, mulai dari akses layanan keuangan, pendampingan usaha, hingga pembukaan peluang pasar. Melalui Rumah BUMN, pelaku UMKM diharapkan dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Dhanny.

Hingga Mei 2026, BRI telah mengelola 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan. Melalui kehadiran Rumah BUMN, BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra pemberdayaan UMKM agar mampu tumbuh, memperluas pasar, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.***

Diikuti 231 Mahasiswa, FAI UIKA Bogor Gelar Yudisium Ke-5

0

Bogordaily.net – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sukses menggelar Sidang Yudisium ke-5, di Auditorium Prof Abdullah Siddiq, UIKA Bogor pada Sabtu 25 Juli 2026.

Adapun, kegiatan ini diikuti sekitar 231 peserta dan orang tua/wali mahasiswa. Dengan mengusung tema “Mengukuhkan Integritas, Menginspirasi Peradaban, Lulusan Yang Siap Berkarya Di Era Global,”.

Ketua Panitia Yudisium Muhammad Fahri, S.S., M.Pd.I menjelaskan bahwa, sebanyak 231 mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari 8 program studi yang ada di FAI UIKA Bogor.

Menurutnya, tema yang diusung kali ini penting untuk merespons perkembangan global dan menjadikan mahasiswa FAI UIKA Bogor yang unggul dan berkompeten.

“Tema ini penting kita angkat untuk merespon keadaan global serta bonus demografi yang menjadi tantangan kita semua di masa yang akan datang,” kata Muhammad Fahri, Sabtu 25 Juli 2026.

Ditempat yang sama, Wakil Dekan III Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FAI UIKA Bogor, Dr. Yono S.H mengatakan, kegiatan kali ini diisi dengan berbagai kategori dan nominasi yang diberikan kepada para mahasiswa berprestasi di lingkup FAI UIKA Bogor.

“Yudisium ke-5 FAI ini menghadirkan lebih banyak kategorisasi nominasi prestasi mahasiswa yaitu sekitar 15 kategori yang tahun lalu sekitar 8 kategori sekaligus apresiasi dan portofolio diri,” ujar Dr. Yono.

Sementara itu, FAI UIKA Bogor kata dia, akan terus berbenah dari sistem dan digitalisasi data terintegrasi di tengah perkembangan zaman saat ini.

“Sehingga kami mencoba beradaptasi dengan kemajuan ini guna efektivitas dan efisiensi kinerja kami,” ungkap dia.***

Albin

Deswa Dangdut Academy 1 Meninggal Dunia, Perjalanan Sang Finalis Berakhir Setelah Melawan Sakit

0

Bogordaily.net – Panggung dangdut Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Deswa Dangdut Academy 1 meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Kepergian penyanyi bernama asli Dedi Swandi itu meninggalkan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga sahabat, sesama alumni Dangdut Academy, hingga para penggemarnya.

Deswa Dangdut Academy 1 meninggal dunia menjadi kabar yang cepat menyebar di media sosial pada Sabtu (25/7/2026).

Ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai kalangan yang mengenal sosoknya sebagai penyanyi dengan karakter vokal khas sejak mengikuti ajang pencarian bakat Dangdut Academy musim pertama.

Salah satu ungkapan duka datang dari Ridho, juara Dangdut Academy musim kedua. Melalui media sosial, ia mengunggah doa untuk almarhum.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Ya Allah ya Rabbi, tempatkan sebaik-baiknya tempat di sisi-Mu ya Allah. Aamiin,” tulis Ridho.

Ungkapan belasungkawa juga disampaikan Lesti Kejora dan Rizky Billar melalui akun Leslar Entertainment. Keduanya mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Semoga mendapatkan surga terbaik-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan, amin,” tulis akun tersebut.

Nama Deswa bukan sosok asing bagi pencinta Dangdut Academy. Saat tampil pada musim pertama kompetisi tersebut, ia berhasil menembus babak 9 Besar. Penampilannya kala itu dikenal karena warna suara yang kuat serta pembawaan yang khas di atas panggung.

Meski tidak keluar sebagai juara, kiprahnya berhasil meninggalkan kesan bagi para penonton dan sesama peserta. Karakter vokalnya membuat Deswa menjadi salah satu finalis yang masih diingat oleh penggemar Dangdut Academy hingga kini.

Kepergian Deswa Dangdut Academy 1 meninggal dunia menjadi kehilangan bagi keluarga besar Dangdut Academy. Media sosial dipenuhi doa dan ungkapan belasungkawa sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada penyanyi yang pernah menghibur masyarakat melalui suaranya.

Kini, publik hanya dapat mengenang perjalanan Dedi Swandi atau Deswa sebagai salah satu finalis Dangdut Academy musim pertama yang telah memberikan warna tersendiri bagi industri musik dangdut Indonesia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan menghadapi kehilangan ini.***

Pesan Dedie Rachim di Hari Anak Nasional 2026: Sayangi Anak, Hentikan Bullying Sejak dari Rumah

0

Bogordaily.net – Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026), dipenuhi tawa anak-anak. Mereka menari, bernyanyi, berlenggak di panggung fashion show, hingga memainkan beragam permainan edukatif.

Suasananya meriah. Namun, di balik kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan pesan yang jauh lebih dalam.

Ia berbicara tentang rumah. Tentang keluarga. Tentang bagaimana seorang anak dibentuk, bahkan sebelum mengenal bangku sekolah.

Menurut Dedie, memiliki anak bukan sekadar melengkapi sebuah keluarga. Ada tanggung jawab panjang yang tidak berhenti ketika seorang anak lahir, melainkan terus berjalan hingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, beradab, dan berkarakter.

“Anak harus disayangi sepenuh hati, dilindungi, disejahterakan, dan diberikan pendidikan yang benar,” ujarnya saat menghadiri puncak Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor yang digelar Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Dalam berbagai kunjungannya ke sekolah, Dedie mengaku menemukan fakta yang membuatnya prihatin. Ia melihat banyak kasus perundungan atau bullying ternyata tidak berdiri sendiri.

Di balik perilaku agresif seorang anak, sering kali tersimpan pengalaman pahit yang dialaminya di rumah.

Menurutnya, tidak sedikit pelaku bullying merupakan anak yang terbiasa menerima tekanan, bentakan, bahkan kekerasan fisik dari lingkungan keluarga.

Karena itu, penyelesaian persoalan bullying tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi kepada pelaku. Yang jauh lebih penting adalah memperbaiki pola pengasuhan di rumah.

“Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. Adab itulah yang akan menopang bangsa menjadi bangsa yang besar,” kata Dedie.

Dedie juga mengingatkan para guru agar tidak semata-mata mengejar prestasi akademik.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter sekaligus menjaga kesehatan mental peserta didik.

Guru diharapkan hadir sebagai pendamping yang mampu mencari solusi ketika anak menghadapi persoalan, bukan sekadar mengajar mata pelajaran.

Ia menilai seni dan kegiatan kreatif dapat menjadi media bagi anak untuk menyalurkan emosi serta mengekspresikan dirinya secara positif.

Dengan demikian, anak-anak memiliki ruang berkembang tanpa tekanan yang berlebihan.

Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, menjelaskan bahwa puncak Hari Anak Nasional 2026 memang dirancang sebagai panggung bagi anak-anak yang selama ini belum pernah memperoleh kesempatan tampil di tingkat kota.

Mereka diberi ruang untuk menunjukkan bakat melalui pertunjukan seni, fashion show, hingga berbagai penampilan kreatif.

“Kami sengaja memilih anak-anak yang belum pernah tampil agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.

Rangkaian Hari Anak Nasional sebelumnya juga diisi berbagai kegiatan, mulai dari Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan penyandang disabilitas di BTM, Bermain Bersama Anak Panti, hingga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall.

Sebanyak 87 anak terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan, baik sebagai penampil maupun panitia.

Tema Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, tidak berhenti sebagai slogan.

Pesan yang mengemuka justru sederhana, tetapi mendasar.

Kota Layak Anak bukan hanya dibangun lewat taman bermain, panggung pertunjukan, atau berbagai program pemerintah.

Fondasinya dimulai dari rumah yang penuh kasih sayang, sekolah yang aman dari perundungan, serta orang tua dan guru yang sama-sama menghadirkan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, ketika anak tumbuh dengan rasa aman dan dihargai, mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga manusia yang mampu menghargai sesamanya.***

Lawan Kamboja, John Herdman Minta Suporter Pakansari Jadi Pemain ke-12

0

Bogordaily.net – Tiga pekan terasa singkat. Di Bali, para pemain Timnas Indonesia bukan sekadar berkeringat. Mereka membangun kebiasaan baru, menyusun ritme permainan, sekaligus menyatukan cara berpikir di bawah pelatih baru, John Herdman.

Sabtu siang, 25 Juli 2026, rombongan Garuda meninggalkan Pulau Dewata. Bus membawa mereka menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Tujuannya bukan lagi Bali, melainkan Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.

Di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026), ujian sesungguhnya dimulai. Kamboja sudah menunggu pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026.

Bagi Herdman, pertandingan itu bukan sekadar pembuka turnamen. Itulah laga resmi pertamanya bersama Timnas Indonesia sejak dipercaya menangani skuad Garuda.

Selama tiga pekan pemusatan latihan, Herdman melihat perkembangan yang membuatnya optimistis. Namun, ia belum ingin berbicara terlalu jauh.

Pelatih asal Inggris itu menilai setiap hari latihan memberikan kemajuan yang berarti bagi timnya. Meski demikian, ia menegaskan fokus penuh masih diarahkan untuk memaksimalkan dua hari terakhir sebelum menghadapi Kamboja.

“Melihat perkembangan para pemain dari hari ke hari tentu menyenangkan. Kami menjalani semuanya selangkah demi selangkah. Saat ini fokus kami adalah memaksimalkan dua hari terakhir sebelum menghadapi Kamboja,” ujar Herdman.

Kalimat itu menunjukkan satu hal. Timnas Indonesia memang berkembang, tetapi belum merasa selesai. Masih ada detail yang harus dibenahi sebelum peluit pertama dibunyikan di Pakansari.

Ada pelatih yang lebih memilih menyembunyikan kekuatan lawan. Herdman justru terang-terangan mengakui kualitas Kamboja.

Ia mengaku telah mempelajari pertandingan Kamboja saat menghadapi Singapura pada laga pembuka Grup A. Dari pengamatannya, tim berjuluk Angkor Warriors itu memiliki karakter yang tidak mudah menyerah.

Karena itulah, Herdman meminta seluruh pemain tetap waspada.

“Kami sudah melihat bagaimana mereka bermain. Mereka adalah tim yang bagus, tangguh, dan memiliki daya juang yang tinggi. Karena itu kami tidak akan menganggap remeh dan akan melakukan yang terbaik agar pemain siap menghadapi pertandingan pertama nanti,” katanya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak ingin terjebak dalam euforia sebagai salah satu favorit juara.

Laga melawan Kamboja memiliki arti strategis.

Tiga poin pada pertandingan pembuka akan membuka jalan lebih lebar bagi Marc Klok dan rekan-rekannya untuk bersaing memperebutkan tiket menuju fase gugur Piala AFF 2026.

Sebaliknya, hasil kurang maksimal akan membuat perjalanan Indonesia di Grup A menjadi jauh lebih berat.

Karena itu, Herdman ingin timnya tampil dengan intensitas tinggi sejak menit pertama.

Bukan hanya soal taktik dan strategi.

Herdman juga berharap kekuatan datang dari luar lapangan.

Ia meminta Stadion Pakansari dipenuhi lautan Merah Putih seperti yang pernah ia rasakan ketika Timnas Indonesia tampil pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menurutnya, energi suporter mampu memberi dorongan tambahan bagi para pemain.

“Setiap kali kami mendapatkan kehormatan untuk mewakili Indonesia, kami akan memberikan segalanya di atas lapangan. Kami juga ingin suporter tahu betapa berartinya dukungan mereka untuk kami,” tegas Herdman.

Ia berharap atmosfer yang sama dapat tercipta di Pakansari.

“Saat bermain di kandang nanti, stadion akan dipenuhi oleh para suporter dan kami bisa merasakan energi yang mereka berikan. Setiap pertandingan akan berjalan sulit dengan tantangannya masing-masing. Karena itu, di setiap pertandingan kami membutuhkan dukungan yang luar biasa dari suporter untuk mendapatkan hasil terbaik,” pungkasnya.

Kini, Bali tinggal menjadi catatan persiapan. Cerita berikutnya akan ditulis di Pakansari. Di sana, John Herdman akan memulai babak pertamanya bersama Timnas Indonesia. Semua latihan selama tiga pekan akan diuji dalam 90 menit yang menentukan.***

Didukung Pemerintah Pusat, Bupati Bogor Akan Hadirkan 6.500 Rumah Layak Huni

0

Bogordaily.net – Komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam menghadirkan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat mendapat sambutan positif serta dukungan kuat dari Pemerintah Pusat.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bogor terus diperkuat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan persoalan RTLH secara bertahap.

Melalui dukungan APBD Kabupaten Bogor, pemerintah daerah mengalokasikan program renovasi sekitar 2.750 rumah tidak layak huni setiap tahun, yang telah berjalan mulai tahun 2025 dan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, untuk mempercepat penanganan RTLH yang masih, kolaborasi dengan Pemerintah Pusat menjadi langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya hunian yang lebih baik bagi masyarakat.

Kini Pemerintah Kabupaten Bogor mendapat dukungan dari Kementerian PKP bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melalui program perumahan, sehingga percepatan penanganan 6.500 unit RTLH di Kabupaten Bogor semakin diperkuat.

“Alhamdulillah, ikhtiar menghadirkan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus kami lakukan sebagai salah satu program prioritas. Dukungan dari Pemerintah Pusat menjadi penguat agar upaya ini dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Ia menegaskan, pelaksanaan program perbaikan rumah harus dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan berdasarkan data yang akurat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain meningkatkan kualitas hunian, program perbaikan RTLH juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesehatan masyarakat. Pembangunan rumah melibatkan tenaga kerja lokal serta menggerakkan sektor usaha bahan bangunan seperti toko material, industri semen, pasir, cat, dan berbagai kebutuhan konstruksi lainnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Pusat, Rudy Susmanto optimistis upaya menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat dapat terus dipercepat.

“Mohon doa dan dukungannya agar ikhtiar ini berjalan lancar serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.” ujarnya.***

Febrie Adriansyah Merasa Dikriminalisasi Usai Jadi Tersangka TPPU, Nilai Penahanan Terlalu Dini

0

Bogordaily.net – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyatakan dirinya merasa dikriminalisasi setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pernyataan itu disampaikan Febrie seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Setelah diperiksa sebagai tersangka, ia langsung menjalani penahanan.

Meski menghormati proses hukum yang berjalan, Febrie menilai langkah penetapan tersangka hingga penahanan dilakukan terlalu cepat.

Menurutnya, alat bukti yang digunakan penyidik masih perlu didalami dan dikonfirmasi sebelum diambil keputusan hukum yang berdampak besar terhadap seseorang.

“Menurut saya, ini belum cukup untuk dilakukan penahanan. Di Gedung Bundar (Jampidsus), tidak pernah seperti ini,” ujar Febrie kepada wartawan.

Ia menjelaskan, dalam praktik penanganan perkara yang pernah dipimpinnya, penetapan tersangka umumnya dilakukan setelah seluruh alat bukti diuji, dikonfirmasi, dan perkara dipaparkan melalui sejumlah gelar perkara atau ekspos.

Karena itu, Febrie mengaku merasa proses yang kini menjerat dirinya tidak berjalan sebagaimana standar yang selama ini diterapkan di lingkungan Jampidsus.

“Ini sudah menjadi keputusan pimpinan. Saya siap menghadapinya dan saya merasa memang ini kriminalisasi,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Febrie meninggalkan Gedung Utama Kejaksaan Agung sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mengenakan kemeja batik dan tampak tidak mengenakan borgol saat keluar dari gedung.

Sebelumnya pada hari yang sama, Febrie memenuhi panggilan pemeriksaan kedua dari penyidik. Pemeriksaan pertama yang dijadwalkan pada Rabu (22/7/2026) tidak dihadirinya dengan alasan kondisi kesehatan.

Kasus yang menjerat Febrie bermula setelah tim penyidik Kejaksaan Agung yang dikenal sebagai Tim 9 menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 20 Juli 2026.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, sebelumnya menjelaskan bahwa penerbitan sprindik tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menerima pelimpahan berkas perkara beserta barang bukti dari Polri.

Barang bukti yang dialihkan meliputi emas seberat 74 kilogram serta valuta asing dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain sprindik baru tersebut, Kejaksaan Agung juga menerbitkan tiga surat perintah penyidikan lain sebagai tindak lanjut pengalihan perkara dari Polri.

Sprindik pertama bernomor 43 berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU di PT KNI.

Sprindik kedua bernomor 44 menangani dugaan korupsi tata kelola batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang diduga berkaitan dengan peristiwa pemadaman listrik atau blackout.

Sementara sprindik ketiga bernomor 45 mengusut dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam penanganan perkara PT Asabri.

Kasus yang menyeret Febrie Adriansyah kini menjadi perhatian publik karena melibatkan mantan pejabat tinggi penegak hukum. Proses penyidikan masih terus berlangsung, sementara pihak Kejaksaan Agung maupun Febrie sama-sama menyampaikan pandangan masing-masing terkait perkara tersebut.***

Misteri Pangeran Arab Saudi Meninggal di London Akhirnya Terpecahkan, Ini Hasil Autopsinya

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari keluarga Kerajaan Arab Saudi. Seorang pangeran muda dilaporkan meninggal dunia di sebuah hotel mewah di London, Inggris.

Hasil penyelidikan koroner mengungkap kematiannya bukan disebabkan bunuh diri, melainkan akibat konsumsi campuran alkohol dan sejumlah obat-obatan yang berujung pada henti jantung.

Kasus pangeran Arab Saudi meninggal ini menjadi sorotan internasional setelah hasil pemeriksaan resmi dipublikasikan oleh pengadilan koroner di Inggris.

Berdasarkan hasil sidang koroner di London, Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Hotel Marriott, kawasan Kensington, London Barat, pada 25 November 2025.

Pangeran berusia 29 tahun tersebut diketahui telah menginap di hotel berbintang itu sejak 19 November untuk masa tinggal selama satu pekan.

Rekaman CCTV memperlihatkan Abdullah terakhir kali terlihat pada malam sebelum kematiannya ketika keluar hotel untuk merokok. Keesokan harinya, petugas kebersihan mendapati kamar hotel terkunci dari dalam.

Saat pintu berhasil dibuka, Abdullah ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap dan tergeletak di lantai kamar mandi. Tim keamanan hotel bersama petugas ambulans segera melakukan upaya penyelamatan, namun nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal di lokasi.

Penyelidikan medis menemukan kadar alkohol dalam darah Abdullah mencapai 222 mg etanol per 100 ml darah, hampir tiga kali lipat batas legal mengemudi di Inggris.

Selain alkohol, tim forensik juga menemukan:

* Gamma-hydroxybutyrate (GHB) atau “party drug” dalam kadar berpotensi mematikan.
* Jejak ganja.
* Alprazolam (Xanax) dalam dosis rekreasional.
* Sejumlah obat antikecemasan lain dalam dosis terapi.

Dokter menyimpulkan kombinasi berbagai zat tersebut menyebabkan henti jantung yang berujung pada kematian.

Sebelum meninggal, Abdullah diketahui memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol dan Xanax.

Pada Agustus 2025, ia menjalani program rehabilitasi di Priory Clinic, Roehampton, London Barat Daya. Selama menjalani detoksifikasi alkohol, benzodiazepin, dan pregabalin, tim medis menyatakan kondisinya membaik.

Psikiater konsultan Dr. Victoria Chamorro menyebut Abdullah menjalani terapi dengan kooperatif dan mampu berinteraksi baik dengan pasien lainnya.

Meski sempat mengalami kecemasan dan suasana hati yang rendah saat awal perawatan, tim medis tidak menemukan indikasi risiko bunuh diri ketika ia dipulangkan.

Setelah itu, Abdullah melanjutkan rehabilitasi di Rainford Hall Clinic, St Helens, Merseyside, hingga akhirnya keluar pada pertengahan Oktober setelah dinyatakan pulih.

Hasil autopsi menunjukkan Abdullah tidak memiliki penyakit akut maupun kronis.

Asisten Koroner Jean Harkin menyatakan tidak ditemukan bukti adanya niat mengakhiri hidup. Tidak ada surat wasiat, pesan terakhir, maupun tanda keterlibatan pihak lain berdasarkan rekaman CCTV.

Pengadilan akhirnya menetapkan penyebab kematian sebagai death by misadventure, yakni kematian akibat tindakan berisiko yang tidak disengaja. Penyebab medisnya adalah konsumsi berbagai jenis zat atau multi-drug ingestion.

Koroner juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang Pangeran Abdullah.

Kasus pangeran Arab Saudi meninggal di London menarik perhatian publik internasional karena melibatkan anggota keluarga kerajaan serta menyoroti bahaya konsumsi alkohol yang dikombinasikan dengan obat-obatan dan zat terlarang.

Penyelidikan resmi menyimpulkan kematian tersebut merupakan kecelakaan akibat penggunaan berbagai zat secara bersamaan, bukan tindakan bunuh diri maupun tindak pidana.***

Peringati Hari Anak Nasional, Bupati Bogor Serukan Perang Melawan Narkoba demi Lindungi Anak

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan bebas dari berbagai pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam ucapannya memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 yang diperingati pada 23 Juli 2026.

Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional ke-42 ini merupakan refleksi bagi kita semua untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadirkan perlindungan, kesehatan, serta ruang hidup yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

“Sekaligus memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang bersih dari pengaruh negatif, khususnya bahaya narkotika,” ujar Rudy Susmanto.

Rudy Susmanto menegaskan, anak merupakan anugerah dan titipan Allah SWT yang harus dijaga bersama. Karena itu, seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, serta penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian bersama.

Pada momentum Hari Anak Nasional ini, Rudy juga memberikan semangat kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Kabupaten Bogor, agar terus belajar, bermimpi, dan berkarya demi meraih cita-cita.

“Teruslah belajar, bermimpi, dan berkarya. Kalian adalah harapan bangsa dan penentu masa depan Indonesia,” pesan Rudy.

Bupati Bogor berharap peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang ramah anak.

Sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.***

Kepala BGN Sidak Dapur SPPG di Kota Bogor, Tegaskan Tanggung Jawab soal MBG

Bogordaily.net – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, kepedulian, dan hati nurani demi menjamin kualitas makanan bagi para penerima manfaat.

Penegasan itu disampaikan Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG di Kota Bogor, Jumat 24 Juli 2026.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara untuk memenuhi hak gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok penerima manfaat lainnya.

Ia menekankan, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga dari komitmen setiap petugas dalam memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman, layak konsumsi, dan bergizi.

“Pesan saya kepada semua kepala SPPG, pengawas gizi, akuntan, maupun seluruh petugas dapur, kita harus bekerja dengan hati. Bekerja bukan sekadar mencari uang atau hanya memberi makan, tetapi memastikan makanan yang disajikan benar-benar berkualitas,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, seluruh SOP, petunjuk pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknis (juknis) tetap menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan Program MBG.

Namun, ia meminta seluruh petugas tidak hanya terpaku pada aturan, melainkan juga menggunakan akal sehat dan kepedulian dalam menilai kualitas makanan.

“Juklak, juknis, dan SOP tetap dijalankan. Tetapi lebih dari itu, gunakan common sense, hati, dan akal sehat dalam memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh Kepala SPPG segera menyampaikan setiap kekurangan yang ditemukan kepada mitra atau yayasan pengelola agar dapat segera diperbaiki dan tidak mengganggu kualitas pelayanan.

Menurut Sudaryono, keberhasilan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis merupakan hasil kerja keras seluruh petugas di lapangan. Karena itu, BGN akan terus memberikan apresiasi kepada SPPG yang bekerja dengan baik.

Sebaliknya, apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan program, BGN akan segera melakukan pembinaan dan evaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

(Muhammad Irfan Ramadan)