Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 1044

Pemkot Bogor Serahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2025 kepada perangkat daerah di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, pada Kamis (2/1/2025).

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, secara simbolis menyerahkan DPA kepada kepala perangkat daerah, di antaranya Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan BKAD.

Hery menyampaikan bahwa penyerahan DPA Tahun 2025 merupakan momentum penting dalam perjalanan program pembangunan di Kota Bogor.

Dokumen tersebut, menurutnya, adalah simbol amanah dari masyarakat Kota Bogor yang harus dikelola secara bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel.

“Tentunya kita berharap pengelolaan keuangan tahun 2025 harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Hery.

Kepada perangkat daerah, Hery memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah rinci, baik untuk pencapaian realisasi pendapatan maupun perencanaan belanja.

Ia menegaskan bahwa kinerja keuangan tahun 2025 harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Hery mengingatkan bahwa sesuai Surat Edaran (SE) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bagi perangkat daerah yang realisasinya berada di bawah target, perlu diberikan atensi tertulis atau teguran dari kepala daerah.

Sebagai informasi, acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkot Bogor dan Bank BJB Cabang Bogor.

Kepala Bank BJB Cabang Bogor, Heru Baharudin, mengatakan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud nyata dukungan Bank BJB kepada Pemkot Bogor.

Heru menyampaikan, bahwa Kota Bogor menjadi satu-satunya kota di Jawa Barat yang telah berhasil menerapkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) di seluruh perangkat daerah.

“Bank BJB Cabang Bogor menjadi kantor BJB pertama yang menyelesaikan pembayaran SP2D. Ini berkat dukungan BKAD Kota Bogor melalui SP2D online,” ujarnya.***

Kisah Inspiratif Dev Bakery Toko Roti Halal di Bogor yang Bermula dari Garasi Rumah

0

Bogordaily.net – Siapa sangka dari garasi rumah sederhana, Devia Sherly Bos Dev Bakery bisa mewujudkan impian besarnya.

Dev Bakery, toko roti yang kini dikenal luas di Bogor, bermula dari langkah kecil seorang perempuan tangguh yang memutuskan untuk mengubah tantangan pandemi menjadi peluang.

Pada awalnya, bisnis ini hanyalah usaha kecil-kecilan yang dimulai di tahun 2018. Namun, pandemi COVID-19 menjadi titik balik.

Ketika perusahaan branding, media, dan konsultan politik yang dimilikinya terpaksa terhenti, sang pemilik memutuskan untuk menjual mobil Fortuner kesayangannya demi membeli oven dan mixer. Mobil keluar, oven masuk, dan perjalanan baru pun dimulai.

“Mengapa tidak?” pikirnya saat itu. Dengan bekal pengalaman otodidak, ia mulai mengolah adonan, menciptakan resep-resep autentik, dan memasarkan produk secara daring. Pesanan mulai datang, bahkan hingga ke luar pulau seperti Sumatra Utara dan Kalimantan Timur.

Momentum besar terjadi saat ia mengikuti sebuah acara di Sumatra Utara. Respon masyarakat luar biasa, mendorongnya membuka toko fisik. Namun, keputusan akhirnya jatuh di Bogor, tempat ia membangun toko pertamanya di ruko Taman Cimanggu.

Dev Bakery Bukan Sekadar Roti, Tapi Warisan

Bagi sang pemilik, Dev Bakery bukan hanya sekadar bisnis. Ini adalah warisan yang ia siapkan untuk anak-anaknya.

Setiap anggota keluarga memiliki peran: dari manajemen, desain logo, hingga pemasaran. “Saya ingin anak-anak bisa melanjutkan bisnis ini, bahkan jika saya sudah tidak ada,” ungkapnya penuh haru.

Dengan pendekatan manajemen yang tegas namun humanis, ia juga membimbing karyawannya untuk berkembang. Banyak dari mereka yang awalnya hanya memiliki kemampuan dasar kini mampu membuat kue, mengelola media sosial, hingga berurusan dengan supplier.

Setiap Roti Punya Cerita

Produk-produk Dev Bakery dibuat dengan bahan berkualitas tanpa pengawet, bersertifikat halal, dan tentunya penuh cinta. Filosofi “Setiap roti punya cerita” tercermin dari proses pembuatannya yang sarat perjuangan dan inovasi.

Kini, Dev Bakery terus berkembang dengan berbagai inovasi, seperti pizza party “buy one get one” dan produk yang menyasar segmen keluarga hingga anak muda.

Pesan untuk UMKM dan Anak Muda

Sebagai Ketua Persikindo (Perempuan Srikandi Kreatif) Kota Bogor dan Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional BPC Kota Bogor, sang pemilik aktif memotivasi para pelaku UMKM dan anak muda.

“Jangan pernah berhenti berusaha. Saat kalian menghadapi masalah, carilah solusi, bukan masalah baru. Selalu berbakti kepada orang tua, karena doa mereka adalah kunci kesuksesan,” pesannya.

Dev Baker bukan sekadar toko roti, melainkan simbol keberanian, kreativitas, dan harapan. Jika Anda berada di Bogor atau sekitarnya, mampirlah ke Dev Baker, karena setiap gigitan roti di sana membawa cerita perjuangan dan cinta.***

Gangster Mengamuk di Ciomas Bogor Viral, Warung Hancur Warga Resah

0

Bogordaily.net – Kelompok Gangster ngamuk dan meneror kawasan Padasuka, di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Jumat malam, 3 Januari 2025.

Dalam aksinya, kelompok ini merusak beberapa warung milik warga setempat. Pemilik warung, dan warga sekitar merasa resah dengan aksi tersebut.

Dalam video yang beredar nampak sebuah bangunan hancur akibat aksi kelompok ini. Warung itu hancur tak karuan.

Warga mendesak kepolisian untuk bertindak tegas dan cepat menangkap pelaku agar situasi kembali kondusif.

“Kami khawatir aksi ini akan terulang jika dibiarkan begitu saja,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga kini belum diketahui siapa pelaku aksi kelompok gangster yang mengamuk di Ciomas Bogor tersebut.***

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercu Buana Perkenalkan Inovasi Fluid oil Handling Distribution di Pameran PASTI

0

Bogordaily.net – Gelaran Pameran PASTI (Capstone Project) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai inovasi teknologi yang aplikatif.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah produk bertajuk *Fluid Handling Distribution (FHD)*, hasil kolaborasi tiga mahasiswa Teknik Industri, yaitu Rafie Fikhar, Wirawan Danu Seto, dan Hafizzul Fattah.

FHD merupakan solusi inovatif yang fokus pada penanganan dan distribusi cairan, khususnya minyak, dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Yang membedakan produk ini adalah penggunaan limbah puntung rokok sebagai bahan utama untuk menyerap tumpahan minyak di laut maupun di area industri. Ide ini menunjukkan kreativitas yang tak hanya berdampak positif pada efisiensi industri, tetapi juga terhadap keberlanjutan lingkungan.

Mendukung SDGs 12 dan 14

Inovasi ini dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

– SDG 12: Mengedepankan produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab melalui pengurangan limbah puntung rokok.
– SDG 14: Melindungi ekosistem laut dengan mencegah pencemaran dari tumpahan minyak serta menjaga keberlanjutan biota laut.

“Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya membantu dunia industri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Limbah puntung rokok yang selama ini menjadi masalah bisa kami ubah menjadi bahan penyerap minyak yang efektif,” jelas Rafie Fikhar, Ketua Tim.

Produk ini juga dilengkapi dengan desain teknologi canggih, termasuk fitur penyaringan berbasis IoT, yang memungkinkan pengawasan jarak jauh untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Detail dan Keunggulan Inovasi

1. Bahan Ramah Lingkungan: Limbah puntung rokok diolah sedemikian rupa menjadi material penyerap minyak yang efektif.
2. Aplikasi Luas: Dapat digunakan untuk menangani tumpahan minyak di laut, sektor industri, hingga area tangki penyimpanan.
3. Teknologi IoT: Memungkinkan pemantauan penggunaan dan efisiensi produk secara real-time.
4. Mendukung Produksi Berkelanjutan: Mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi.

Dukungan Industri dan Pemerintah

Tim FHD berharap inovasi ini dapat dilirik oleh industri dan pemerintah untuk implementasi skala besar.

“Kami percaya, dengan dukungan yang tepat, inovasi ini bisa menjadi salah satu solusi nasional untuk menangani pencemaran minyak dan mendukung Indonesia mencapai target SDGs,” ungkap Wirawan Danu Seto, anggota tim lainnya.

Pameran ini juga memberikan peluang besar bagi para mahasiswa untuk mendapatkan masukan dari pakar industri, akademisi, dan pemerintah. Banyak peserta pameran yang mengapresiasi ide inovatif ini karena menggabungkan elemen keberlanjutan lingkungan dengan efisiensi teknologi.

Langkah Selanjutnya

Setelah sukses menarik perhatian di Pameran PASTI, tim FHD merencanakan pengembangan lebih lanjut, termasuk pengujian skala besar dan penyempurnaan teknologi IoT yang terintegrasi. Hafizzul Fattah menambahkan,

“Kami ingin memastikan bahwa produk ini siap digunakan secara masif oleh industri, khususnya di sektor maritim dan energi.”

Pameran PASTI tahun ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif. Fluid Handling Distribution adalah salah satu contoh bagaimana ide kreatif dapat menjawab tantangan industri sekaligus memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan global.***

Lantik 23 Pejabat Pimpinan Baru, Menkop Budi Arie Siapkan Kemenkop Tancap Gas di Tahun Koperasi Sedunia

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) melantik sebanyak 23 pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama baru di lingkungan Kemenkop. Diharapkan dengan adanya pelantikan di awal tahun ini, membawa semangat baru bagi Kemenkop, dan sejalan dengan spirit periode Pemerintahan 2024-2029 Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berjalan, sangat menaruh perhatian besar terhadap peran koperasi dalam pembangunan selama lima tahun ke depan.

“Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi koperasi untuk berkontribusi dalam menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya dalam Upacara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kemenkop di Kantor Kemenkop, Jumat (3/1/2025).

Bahkan Menkop Budi Arie menyatakan, dukungan nyata Presiden Prabowo terhadap koperasi dibuktikan dengan beberapa kabar baik. Pertama, adanya tambahan anggaran sebagai modal kepada koperasi dalam bentuk dana bergulir sebesar Rp10 triliun melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM).

“Ini bukti nyata dari rapat terbatas (ratas) bersama Presiden bahwa ada tambahan Rp10 triliun dana bergulir melalui LPDB-KUMKM. Semoga ini bisa membooster kita semua terhadap pengembangan koperasi, khususnya di sektor riil,” katanya.

Budi Arie mengatakan, angka tersebut bukan angka yang kecil, sehingga tanggung jawab besar. Untuk itu, ia meminta harus ada pengawasan. Kedua, penyaluran pupuk bersubsidi dengan melibatkan koperasi. Ketiga, dorong untuk digitalisasi induk Koperasi Unit Desa (KUD).

“Keempat, Kemenkop terus berkoordinasi dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus menggunakan produk lokal. Melibatkan desa, koperasi dan BUMdes,” rinci Menkop.

Ia menekankan, dengan jumlah staf Kemenkop yang relatif sedikit, pejabat pimpinan tinggi perlu mengembangkan
team work yang solid dan efektif. Selain itu, anggaran kementerian yang relatif terbatas harus digunakan secara efektif agar output dan outcome lebih tepat sasaran.

“Kemenkop harus bisa adaptif dan dinamis untuk menjawab kebutuhan koperasi modern. Untuk itu, saya minta kepada bapak dan ibu pejabat pimpinan tinggi agar mengkapitalisasi sumber daya manusia yang ada,” harapnya.

Budi Arie juga meminta, agar pejabat yang baru dilantik ini juga melakukan koordinasi internal dan koordinasi eksternal dengan stakeholder lain.

Secara khusus, sambungnya, ia menyampaikan beberapa instruksi untuk para pejabat yang baru saja dilantik. Yakni, memastikan kinerja pelaksanaan agenda kementerian koperasi dilakukan secara tercatat, terukur, dan berdampak
positif secara signifikan bagi masyarakat.

“Harus juga menerapkan prinsip akuntabilitas di setiap kegiatan kementerian koperasi,” tegasnya.

Menkop Budi Arie juga meminta untuk menghindari ego sektoral baik di internal kementerian, maupun dengan stakeholder lain.

Ia juga mengingatkan kembali bahwa tanggung jawab yang diemban setelah pelantikan ini bukan tanggung jawab yang ringan.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada segenap keluarga besar Kemenkop, agar senantiasa bersinergi dalam melaksanakan program kerja dan mengelola anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Pihaknya juga memohon dukungan seluruh sivitas Kemenkop, beserta ekosistem terkait untuk menyukseskan agenda-agenda yang telah dirancang bersama.

“Ke depan, saya minta kita semua untuk selalu optimis, kompak, solutif, inovatif, dan progresif,” harapnya.

Berikut ini empat pejabat pimpinan tinggi madya yang dilantik. Yakni, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, dan Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono.

Selain itu, sepuluh pejabat pimpinan tinggi pratama. Mulai dari jabatan Kepala Biro, Sekretaris Deputi hingga Asisten Deputi. Dan sebanyak 9 pejabat sebagai pelaksana tugas (Plt), mulai dari jabatan Kepala Biro, Asisten Deputi hingga Sekretaris Deputi. ***

Rozi Putra Soroti Pemberhentian Sepihak Layanan BisKita Transpakuan Bogor

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Rozi Putra menyoroti pemberhentian sementara moda transportasi BisKita Transpakuan.

Ia sangat menyayangkan keputusan secara sepihak atas pemberhentian sementara, yang dinilai sangat menyusahkan masyarakat.

“Padahal dewan sudah memberikan stimulus Rp 10 M, untuk operasi 2 koridor yang diamanahkan agar tetap jalan,” kata pria yang juga Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor tersebut.

Rozi menegaskan, Pemkot Bogor seharusnya lebih aktif mencarikan tambahan stimulus serta solusi kongkrit, agar layanan BisKita tetap berjalan.

Ia juga mendesak Pemkot Bogor agar intensif melobby Pemerintah pusat, supaya tetap memberi subsidi untuk layanan BisKita Transpakuan.

“Agar rakyat tidak dikorbankan dengan kebijakan serta keputusan sepihak atas dihapusnya sementara layanan transportasi BisKita. Layanan terhadap masyarakat adalah harga mati kewajiban pemerintah,” tegas Rozi

Rozi menambahkan, transportasi yang digunakan masyarakat merupakan satu urat nadi ekonomi serta mobilitas sehari-hari.

Oleh karena itu, lanjut Rozi, keputusan sepihak pemberhentian sementara BisKita Transpakuan dinilai tidak tepat.

Seperti yang diketahui, layanan Biskita Transpakuan Kota Bogor di semua koridor dihentikan sementara. Penghentian layanan berlaku mulai 1 Januari hingga masa evaluasi dan transisi selesai.

Penghentian layanan BisKita dilakukan karena masa transisi imbas perubahan bentuk kelembagaan yang mengelola Biskita di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang semula mengelola Biskita melalui program Buy The Service (BTS), kini berubah secara kelembagaan menjadi Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda.**

Muhammad Irfan Ramadan

Dishub Kota Bogor Siapkan Bus Pengganti Kekosongan BisKita Transpakuan

0

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan menyediakan bus pengganti untuk mengisi kekosongan pemberhentian sementara BisKita Transpakuan Bogor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menyebut, terdapat beberapa moda transportasi yang menjadi pilihan untuk menggantikan BisKita Transpakuan.

“Pilihannya yakni Bus Sekolah. Saat ini Kota Bogor memiliki 3 unit Bus Sekolah yang dimungkinkan menggantikan BisKita Transpakuan,” kata Kepala Dishub Kota Bogor Marse Hendra Saputra

Namun, kata Marse, pilihan itu perlu dibahas karena jumlah armada yang terbatas dan jam sekolah yang berbeda-beda.

Marse mengatakan, para pelajar di Kota Bogor banyak yang menggunakan Biskita Transpakuan sebagai transportasi utama.

Marse menambahkan, ide lain untuk mengisi kekosongan BisKita yakni kendaraan operasional kepala dinas diberdayakan untuk membantu pelayanan masyarakat.

“Nanti kami tempatkan di shelter Biskita Transpakuan untuk memberikan pelayanan. Tapi itu perlu dibahas teknis dan operasionalnya,” ungkap Marse.

Marse mengaku, Dishub harus membahas rute, serta informasi kepada pihak sekolah mengenai layanan sementara Bus sekolah.

“Dan kemudian kita menyampaikan informasi awal juga kepada sekolah tersebut. Kan jam sekolah masing-masing berbeda. Pastinya ada keterbatasan, tidak semua kita miliki ini harus bahas bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Marse sementara ini menyarankan warga yang kerap menggunakan Biskita untuk menggunakan moda transportasi lainnya seperti angkutan kota (angkot) dan transportasi online. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Video Viral Ini Ungkap 9 Motor Milik Warga Bogor Selatan Raib di Malam Tahun Baru

0

Bogordaily.net – Video yang diunggah warga Bogor Selatan, Kota Bogor dengan akun Instagram @senmancung, pada 1 Januari 2025 mendadak viral.

Sebab, dalam video tersebut pemilik akun mengungkap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bogor Selatan saat malam tahun baru lalu. Bahkan dirinya menyebut korban kesembilan.

“Berarti kemarin malam di BNR itu 8 motor hilang?” tanyanya kepada polisi saat membuat laporan kehilangan motor.

“Iya di Bogor Selatan,” jawab polisi.

“Yang lapor ke sini 8 motor hilang, kesembilan aku?” katanya.

Ya, dari video yang diunggahnya pemilik akun memang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) .

Ia mengaku kehilangan motor Yamaha Nmax saat malam tahun baru. Dalam video tersebut, terlihat korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Bogor Selatan.

Video yang kembali diunggah akun Instagram @bogordailynews ini pun mendapat respons yang beragam dari sejumlah netizen.

“Malah dikasih tau 8 motor hilang,” ujar salah satu netizen.

“Dalam semalam 9 motor hilang di lokasi dekat polsek. Gak aman sih,” timpal yang lain. (*)

 

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Yatim di Bawah Umur di Sukaraja Bogor

Bogordaily.net – Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial A (35) yang telah melakukan pencabulan terhadap anak yatim dibawah umur di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Jum’at 3 Januari 2024.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Birman Simanullang membenarkan adanya kasus pencabulan kepada seorang bocah berinisial R (10) di wilayah hukumnya tersebut.

“Iya betul (perkara pencabulan),” kata Kompol Birman saat dikonfirmasi Bogordaily.net,  Jum’at 3 Januari 2025.

Ia menjelaskan, tindak pidana pencabulan diketahui olehnya ketika pelaku A telah diamankan dengan kasus dugaan pencabulan kepada anak di bawah umur.

“Laporan dari Bimas dan Babinsa pasir jambu telah mengamankan diduga pelaku pencabulan anak di bawah umur,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini pelaku tersebut sudah diserahkan kepada Polres Bogor untuk dilakukan penyelidikan mendalam.

“Kami membawa pelaku malam tadi kita serahkan ke unit reskrim Polres Bogor menggunakan mobil patroli Polsek Sukaraja,” ujar Birman.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Bogor, Ipda Ndaru Cahya Diana mengaku bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku pencabulan di bawah umur.

“Pelaku sudah kami amankan,” ungkap Ipda Ndaru.***

Albin Pandita

Di Awal Tahun 2025, Pj Bupati Bogor Minta Pelayanan Publik Dapat Maksimal

Bogordaily.net – Penjabat atau Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri meminta pelayanan publik dapat berjalan maksimal kepada masyarakat, yang mulai berjalan di awal tahun 2025.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar ada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Di awal tahun baru 2025 ini, kita sudah harus “berlari”, mengingat banyaknya agenda penting pemerintahan yang sudah menanti, untuk itu dapat segera dipersiapkan dengan baik,” kata Bachril, Jum’at 3 Januari 2025.

Ia menjelaskan, di tahun lalu sudah pencanangan zona integritas (ZI) di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

“Saya berharap tahun ini 2025 pencanangan ZI juga dapat diterapkan di perangkat daerah, khususnya di perangkat daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

“Tema pembangunan pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2025 adalah “Optimalisasi Kinerja Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik”, tambah Bachril.

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan tiga prioritas pembangunannya yaitu, stabilisasi ekonomi daerah, peningkatan tata kelola pelayanan publik, kinerja aparatur, dan penataan administrasi. Serta pemenuhan sarana dan prasarana pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Hadijana menjelaskan, Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor memberikan tambahan anggaran untuk pengadaan mobil pelayanan keliling karena memang dirasakan manfaatnya untuk wilayah Kabupaten Bogor yang cukup luas, terutama untuk pelayanan di hari-hari libur.

“Kedepan setiap Sabtu-Minggu kita membuatkan jadwal wilayah mana yang permintaan pelayanan dari warganya yang banyak, termasuk di wilayah Pakansari. Selain itu di hari kerja juga tetap kami layani jika ada permintaan masyarakat melalui mobil keliling,” ungkap Hadijana.

Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kepada masyarakat, nanti juga pelayanan kependudukan bisa difasilitasi di tingkat desa.

“Di bulan Juni dan Juli kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada aparatur desa bagaimana mengoperasionalkan aplikasinya, dan insya Allah akan berjalan di tahun 2025 ini,” tuturnya.***

Albin Pandita