Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 1050

Perkuat Program Lewat Pembekalan Dandim 0621/Kabupaten Bogor Ingin PBJI Lebih Berprestasi

Bogordaily.net – Ketua Umum Pengurus Besar Ju-Jitsu Kabupaten Bogor, yang sekaligus Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Anton Prasetyo, SE, MIP, memberikan motivasi kepada jajaran pengurus, pelatih dan atlet, pada kegiatan pembekalan yang dilaksanakan di Dojo Ju-Jitsu Kabupaten Bogor, di Makodim 0621/Kabupaten Bogor, Kamis (2/1/2025).

Dalam pesannya Ketua Umum PBJI Kabupaten Bogor, Letkol Infanteri Anton Prasetyo, SE, MIP mengatakan, pembekalan ini tujuan untuk menyamakan visi-misi antara pengurus, pelatih dan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat tahun 2026 mendatang di Kota Bogor.

Apalagi kata Dandim Letkol Inf, Anton Prasetyo, SE, MIP, cabor Ju-Jitsu termasuk salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Poprov 2026 mendatang. Maka dari itu pembekalan ini penting dilakukan.

“Prestasi atlet-atlet Ju-Jitsu Kabupaten Bogor sudah sangat baik. Tapi kita ingin prestasi kedepanya juga harus lebih baik dari yang sebelumnya sudah diraih oleh atlet PBJI ‘Bumi Tegar Beriman’ disetiap event-event resmi, baik di tingkat Jawa Barat, Nasional maupun Internasional,” kata Letkol Inf Anton Prasetyo, S.E, M.I.P, yang didampingi Kasdim 0621/Kab.Bogor, Mayor Cke Rohman Khoiruloh Amin, disela-sela pembekalan, di Makodim 0621/Kabupaten Bogor, Kamis (2/1/2024).

Jadi, kata Mayor Cke R. Khoiruloh Amin, inti dari pembekalan ini merupakan rangkaian dari persiapan PBJI Kabupaten Bogor dalam menatap prestasi emas di ajang Poprorv XV Jawa Barat 2026.

“Persiapan kita hanya tinggal satu tahun. Jadi saya ingin program pelatihan harus bisa lebih maksimal lagi. Mengingat PBJI Kabupaten Bogor mempunyai target emas di ajang Porprov XV Jabar 2026 mendatang,” kata Mayor R. Khorul.

Selain pembekalan kata Mayor Cke R. Khoiruloh Amin, kegiatan kali ini juga sekaligus pemberian insentif yang sudah menjadi hak bagi atlet-atlet yang memang berlatih sesuai jadwal dan program latihan dari PBJI Kabupaten Bogor.

”Kita berharap, dengan diberikannya insentif ini, bisa membangkitkan semangat para atlet-atlet PBJI Kabupaten Bogor, untuk lebih giat berlatih lagi kedepan, dalam mempersiapkan diri untuk mencapai target emas di ajang Poprov Jabar 2026, serta event-event resmi ditingkat nasional dan internasional,” kata Mayor Cke R. Khoiruloh Amin. ***

Ipeck Resmi jadi Nahkoda Cabor Atletik

Bogordaily.net – Muhammad Irvan Maulana, yang juga merupakan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, menjadi Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bogor, periode 2024-2028.

Dia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang (Muscab), di Gedung Serbaguna DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (2/1/2025).

Usai ditetapkan menjadi ketua, pria yang akrab disapa Ipeck ini menegaskan bahwa dirinya siap melanjutkan dan mengembangkan program pembinaan atlet di Kabupaten Bogor.

Pembinaan yang dimaksud bertujuan untuk mencetak dan melahirkan atlet-atlet berpotensi tinggi yang siap bersaing di berbagai ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional.

“Sebagai Ketua PASI Kabupaten Bogor, saya berkomitmen untuk terus melanjutkan program pembinaan yang sudah ada, sekaligus meningkatkan kualitas atlet yang ada di Kabupaten Bogor. Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet berpotensi mendapat kesempatan yang lebih baik untuk berkembang,” ujar Ipeck.

Lebih jauh, Ipeck menargetkan prestasi yang lebih gemilang bagi Kabupaten Bogor, terutama di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

“Target kami adalah membawa Kabupaten Bogor meraih prestasi maksimal pada Porprov Jabar 2026. Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki atletik yang berkualitas dan mampu bersaing dengan daerah lainnya,” tambahnya.

Dengan visi dan misi yang jelas, Irvan Maulana bertekad untuk membawa perubahan positif bagi dunia olahraga atletik di Kabupaten Bogor.

Dia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan penuh dalam menciptakan prestasi gemilang bagi Kabupaten Bogor. ***

Perumda Pasar Tohaga Putus Kontrak Pengelolaan MCK di Seluruh Pasar untuk Naikan PAD

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga melakukan pemutusan kontrak dengan pihak ketiga dalam pengelolaan MCK pada seluruh pasar tradisional di Kabupaten Bogor per 1 Januari 2025 kemarin.

Dirut Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan menjelaskan, pemutusan kontrak dengan pengelola MCK itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Perumda Pasar Tohaga memiliki kewenangan untuk mengelola dan menaikkan profit dan juga PAD diambil lah kebijakan tersebut, ” kata dia, Kamis 2 Januari 2025.

Ia menjelaskan, pemutusan kontrak tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab, kata dia, perpanjangan kontrak dilakukan setiap satu tahun sekali.

“Karena semua kerja sama MCK dengan pihak ketiga dilakukan PKS (perjanjian kerjasama) secara tenor. Tenornya satu tahun sekali dalam hal ini ketika Desember itu berakhir perjanjian kerja sama berakhir,” jelas dia.

Ia menjelaskan, pemutusan kontrak itu dilakukan berdasarkan kesepakatan seluruh direksi dan masukan dari seluruh pengelola pasar di Kabupaten Bogor.

“Secara hukum kita pun sudah berpikir panjang dan sudah melalui kajian tidak ada fraud tidak ada kesalahan hukum di sana. Karena memang pergantian semua itu semua tenornya satu tahun,” tutup dia. ***

Bakso Pak Sugeng Menteng, Kuliner Legendaris Bogor Sejak 1995, Wajib Coba!

0

Bogordaily.net – Siapa yang tak kenal dengan Bakso Pak Sugeng di Kota Bogor?

Tempat makan legendaris yang telah memanjakan lidah warga sejak tahun 1995 ini tetap menjadi favorit banyak orang di Kota Bogor.

Terletak di dekat Kantor Kelurahan Menteng, warung bakso ini menawarkan pengalaman kuliner yang tak tergantikan.

Dilansir dari YouTube bogoraninfo, Warung ini menghadirkan pilihan menu yang menggugah selera.

Ada bakso super tetelan seharga Rp30.000, bakso tetelan Rp25.000, hingga bakso polos tanpa tetelan seharga Rp22.000.

Tak ketinggalan, ada berbagai topping seperti kerupuk pangsit dan siomay stik yang siap melengkapi santapan Anda.
Bakso Pak Sugeng memang beda. Kuahnya gurih, tetelannya empuk, dan pentol baksonya punya cita rasa khas.

Uniknya, suasana di sekitar warung juga menambah daya tarik. Lokasinya yang berada di kawasan perumahan dengan taman bermain membuat pengalaman makan jadi lebih menyenangkan.

Saat mencoba, jangan lupa menambahkan sambal, saus, dan kecap sesuai selera. Rasanya? Tidak ada yang bisa menandingi kenikmatan bakso kaki lima yang satu ini.

Bagi Anda yang penasaran, jangan ragu mampir ke Bakso Pak Sugeng di Menteng Kota Bogor. Tempat ini cocok untuk mengisi waktu makan siang atau sekadar bersantai sambil menikmati kuliner legendaris Bogor.***

Preman Viral di Dramaga Bogor Minta Maaf, Polisi Fasilitasi Perdamaian dengan Penjual Pizza

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengamankan preman yang memalak penjual Pizza di sekitaran kampus IPB, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang viral di media sosial pada Rabu 1 Januari 2025.

Diketahui, berdasarkan video yang diterima redaksi Bogordaily.net, terlihat seorang pembeli merekam aksi premanisme kepada penjual Pizza yang masih duduk di bangku sekolah.

Kemudian, preman itu meminta secara gratis Pizza dan memaki penjual karena Pizza yang ia pesan secara gratis tak kunjung dibuatkan.

Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto Rahim menjelaskan bahwa kejadian itu berada di Babakan Raya RT 003 RW. 001 Desa Babakan, Kecamatan Dramaga.

“Setelah dilakukan pendalaman, didapati bahwa pelaku yang ada di dalam video tersebut adalah  AGS alias Sobur, Pekerjaan sopir. Sementara korban berinisial GG, merupakan seorang pelajar,” kata AKP Hartanto dalam keteranganya, Kamis 2 Januari 2025.

Menurutnya, setelah dilakukan mediasi oleh Polsek Dramaga,  keduanya sepakat untuk berdamai dan tidak meneruskan ke jalur hukum.

“AGS alias SOBUR meminta maaf kepada pemilik D’Pizza dan pegawai yang berjaga pada saat itu sdr.RM dan berjanji tidak akan melakukan hal serupa dan pemilik D’Pizza dan pegawai D’Pizza menerima permintaan maaf dari pelaku dan tidak ingin melanjutkan masalah ini ke ranah hukum,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, perdamaian antara kedua belah pihak itu tidak sama sekali ada unsur paksaan dari siapapun. Keduanya, lanjut dia, berdamai karena keinginan masing-masing.

“Dalam hasil pertemuan tersebut adanya musyawarah mufakat antara kedua belah pihak, dan tidak ada unsur pemaksaan antara kedua belah pihak di mana sudah sama sama saling menerima dan dituangkan dalam surat pernyataan yang difasilitasi dan dampingi pihak kepolisian Polsek Dramaga,” ungkap AKP Hartanto.***

(Albin Pandita)

Layanan Dihentikan, Komisi II Akan Panggil Pengelola BisKita Transpakuan

0

Bogordaily.net – Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas menyayangkan pemberhentian sepihak pelayanan BisKita Trans Pakuan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Ia mengaku selama dua hari ini mendapatkan banyak keluhan dari warga yang merasa tidak mendapatkan informasi perihal pemberhentian layanan BisKita.

Untuk itu, ia menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Kota Bogor akan segera menjadwalkan rapat kerja dengan Dishub, Organda, Perumda Trans Pakuan dan PT. Kodjari selaku operator layanan BisKita.

“Kami akan segera memanggil semua pihak agar mendapatkan kejelasan duduk perkara pemberhentian layanan BisKita ini. Sudah seharusnya komunikasi intensif bisa terjalin antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk memastikan layanan transportasi publik di Kota Bogor tetap berjalan secara optimal demi mendukung pelayanan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Hasbi, Kamis 2 Januari 2025.

Hasbi menekankan penghentian sementara operasional BisKita dapat mengganggu mobilitas warga, terutama masyarakat yang bergantung pada transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, berbisnis dan wisatawan.

Hal ini berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi masyarakat yang harus mencari alternatif transportasi lain.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemberhentian layanan BisKita dapat memberikan dampak terhadap sektor ekonomi yang dapat memengaruhi produktivitas dan konektivitas ekonomi, terutama bagi sektor informal dan UMKM.

“Selain itu, pengurangan mobilitas masyarakat juga bisa berdampak pada kelancaran aktivitas perdagangan dan jasa yang merupakan tulang punggung ekonomi Kota Bogor,” jelas Hasbi.

Sebagai mitra eksekutif yang juga memiliki peran di Badan Anggaran (Banggar), Hasbi memastikan bahwa DPRD Kota Bogor terus berupaya agar layanan publik seperti BISKITA tidak terhenti.

“Prinsip kami adalah bahwa setiap pos anggaran harus memberikan kebermanfaatan yang maksimal bagi masyarakat. Kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa layanan transportasi publik, yang merupakan kebutuhan vital masyarakat, seharusnya tidak boleh terganggu demi menjaga keberlangsungan pelayanan dan kesejahteraan warga Kota Bogor,” tutupnya.***

(Ibnu Galansa)

Kisah Dokter Gigi Gratis di Bogor yang Inspiratif, Demi Dedikasi dan Pelayanan Masyarakat

0

Bogordaily.net – Ini kisah inspiratif dokter gigi gratis di Bogor. Namanya drg, Fatmasari Pangesti.

Siapa sangka, perjalanan seorang dokter gigi bisa dimulai dari mimpi yang berbeda. Begitu pula kisah dokter gigi muda asal Bogor, yang awalnya bercita-cita menjadi dokter umum ini.

Takdir sudah membawanya menempuh pendidikan di jurusan kedokteran gigi, hingga kini ia menjadi sosok yang dikenal tak hanya karena keahliannya, tetapi juga karena dedikasinya membantu masyarakat dengan layanan kesehatan gratis.

“Sebenarnya, awalnya saya ingin jadi dokter umum, tapi ya namanya jalan hidup, saya diterima di kedokteran gigi. Awalnya terpaksa, tapi lama-lama saya menikmati. Apalagi saat saya sadar, banyak yang membutuhkan bantuan kesehatan gigi dan mulut, terutama karena biaya perawatan gigi itu mahal,” ungkapnya saat berbincang.

Dedikasi Dokter Gigi Gratis di Klinik  Ibnu Sina Baznas Kota Bogor

Bekerja di Klinik Ibnu Sina Baznas Kota Bogor, dokter ini merasa menemukan panggilan hatinya. Dengan layanan gratis, ia membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa memikirkan keuntungan.

“Kadang sedih sih, ada pasien yang baru mau ke dokter kalau sudah parah sakitnya. Padahal, kalau rutin kontrol setiap enam bulan sekali, banyak masalah bisa dicegah,” katanya.

Ia juga bercerita tentang tantangan selama pendidikan. “Kita nggak cuma belajar teori, tapi harus benar-benar menyelesaikan kasus pasien. Misalnya bikin gigi palsu, itu nggak bisa setengah-setengah. Pasien harus nyaman dan puas dengan hasilnya.”

Membawa Harapan untuk Masyarakat

Dokter muda ini juga mengaku merasa bahagia saat mendengar pasien berterima kasih setelah sembuh. “Pernah ada kakek-kakek bilang, ‘Makasih ya, Dok, sekarang saya sudah bisa makan enak.’ Itu rasanya nggak bisa digantikan uang.” ujarnya.

Meski gaji di klinik gratis jauh dari kata besar, ia tetap bersyukur. “Yang penting hati saya tenang. Melihat orang sembuh dan merasa terbantu itu sudah cukup buat saya.” katanya.

Dukungan Keluarga dan Semangat Membantu

Lahir dari keluarga sederhana—ayah seorang perawat dan ibu seorang guru—ia merasa bersyukur bisa mencapai cita-citanya.

“Orang tua saya sering diremehkan karena penghasilan yang pas-pasan. Tapi mereka selalu yakin sama saya, dan Alhamdulillah sekarang saya bisa membanggakan mereka.”

Ia pun berpesan kepada generasi muda yang ingin menjadi dokter. “Nggak harus pintar banget, kok. Yang penting rajin dan mau berusaha. Kalau ada dosen galak atau tantangan lain, jangan menyerah. Karena jadi dokter itu lebih dari sekadar profesi, ini soal memberi manfaat untuk orang lain.”

Ajakan untuk Masyarakat

Bu dokter ini juga mengajak masyarakat Bogor untuk memanfaatkan layanan di Klinik Ibnu Sina Baznas Kota Bogor.

“Klinik kami buka setiap Senin sampai Kamis, pagi sampai selesai. Semuanya gratis, termasuk obat-obatannya. Jadi, jangan ragu untuk datang, ya,” ujarnya soal layanan praktek dokter gigi gratis di Bogor ini.

Kisahnya menjadi bukti bahwa profesi dokter gigi tidak hanya soal keahlian medis, tetapi juga tentang hati yang tulus untuk membantu sesama.***

Polres Bogor Catat 353 Korban Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang Tahun 2024

0

Bogordaily.net – Polres Bogor mencatat sebanyak 353 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2024.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan bahwa, tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang 2024 di Bumi Tegar Beriman mengalami peningkatan yang signifikan.

“Laka lantas selama 2023 ke 2024 telah mengalami kenaikan, dari 912 kejadian menjadi 950 kejadian. Artinya, naik 3,8 persen,” kata AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Menurutnya, dari jumlah kejadian di 2024 itu korban meninggal dunia mengalami penurunan yakni 353 orang, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 400 orang.

Sedangkan, luka berat mengalami kenaikan dari 90 orang menjadi 257 orang atau naik 53,8 persen, luka ringan dari 779 orang menjadi 921 orang atau naik 18,2 persen, dan kerugian materil dari 1,6 miliar menjadi 2,5 miliar atau naik 56 persen.

“Total meninggal dunia 400 orang menjadi 353 itu turun, tapi menurut kami ini tinggi karena ini adalah nyawa masyarakat nyawa kita semua yang harus kita zero (0) kan,” jelasnya.

Lebih lanjut Rio menjelaskan, tingginya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di 2024 disebabkan oleh beberapa faktor.

“Faktor terbesarnya adalah ketertiban masyarakat terhadap lalu lintas kurang, contohnya tidak pakai helm, ngebut, dan faktor eksternal seperti peraturan jalan misalnya truk yang mengangkut dengan muatan yang berlebih,” ujar AKBP Rio.

Selain itu, untuk memperbaiki catatan itu di 2025, ia meminta kepada seluruh personelnya untuk gencar menertibkan pengendara roda dua maupun empat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Kami mohon kolaborasinya dengan Dishub agar bisa menertibkan seluruh pengemudi di seluruh Kabupaten Bogor yang kita cintai ini,” ungkapnya.***

(Albin Pandita)

Viral, Pengemis di Bogor Bikin Jengkel, Maksa Minta Uang, Ketahuan Top Up Saldo di Minimarket

0

Bogordaily.net — Dunia maya kembali dihebohkan oleh aksi seorang pengemis yang kini dijuluki “Sultan” di Kota Bogor yang viral karena tingkahnya yang jauh dari kesan memelas.

Dalam sebuah video yang beredar, pengemis ini terekam marah-marah lantaran tak diberi uang, namun justru ketahuan melakukan top up saldo di minimarket.

Insiden ini bermula ketika seorang pengguna Twitter bernama Chica membagikan pengalaman tak menyenangkan saat sedang menikmati makan siang bersama kekasihnya di dekat Mall Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor Timur.

Pengemis Memaksa dan Marah-marah

Chica mengisahkan bahwa pengemis, yang mengenakan pakaian serba hitam dan masker, menghampiri mereka untuk meminta uang.

Namun, saat permintaannya ditolak dengan sopan karena Chica tidak membawa uang tunai, pengemis itu malah memaksa dan mengeluarkan kata-kata kasar.

“Dia terus maksa minta uang, walau sudah ditolak dengan baik-baik. Pas ditolak lagi, dia malah marah dan ngata-ngatain saya,” ungkap Chica dalam unggahannya.

Sikap kasar pengemis itu memicu kemarahan pacar Chica, yang akhirnya terlibat adu mulut dengan pengemis tersebut.

Dalam video yang dibagikan, pacar Chica terdengar menegur pengemis itu karena bahasanya yang tidak sopan, namun pengemis malah semakin emosi.

Kepergok Top Up di Minimarket

Drama belum berakhir. Setelah kejadian itu, Chica dan kekasihnya mampir ke sebuah minimarket terdekat. Tak disangka, mereka kembali bertemu dengan pengemis tersebut, yang kali ini justru sedang melakukan top up saldo di kasir.

“Gak nyangka banget, tadi maksa-maksa minta uang, tapi sekarang dia malah top up saldo. Ironi banget,” kata Chica.

Warga dan Pemerintah Angkat Suara

Setelah pengemis itu pergi, sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa pengemis tersebut memang sering membuat keributan.

Mereka mengatakan pengemis itu kerap memaksa orang hingga terlibat pertengkaran dengan warga.

Viralnya kisah ini akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota Bogor. Melalui akun resminya, Pemkot Bogor memastikan akan menindaklanjuti laporan terkait pengemis yang meresahkan tersebut.

“Terima kasih atas laporannya. Telah kami sampaikan ke dinas terkait,” tulis akun resmi Pemkot Bogor di kolom komentar unggahan Chica.

Warganet pun ramai-ramai mengecam aksi pengemis tersebut, bahkan menjuluki dia sebagai “pengemis sultan” karena ketahuan top up saldo di tengah aksinya meminta-minta dengan kasar.

Pengemis viral di Bogor yang dijuluki “pengemis sultan” itupun kini jadi perbincangan netizen di jagat maya.***

Pemkab Bogor Siapkan Rp1,5 Miliar per Desa di 2025

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) siap mengucurkan dana fantastis, yakni Rp1,5 miliar untuk setiap desa di tahun 2025.

Dana tersebut tidak hanya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung berbagai program prioritas lainnya.

Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, mengungkap bahwa bantuan ini dirancang untuk mendukung program-program desa yang beragam dan dinamis.

“Banyaknya program yang harus diakomodasi di tingkat desa membuat Pemkab Bogor merasa perlu memberikan dukungan penuh. Kami ingin memastikan program pemerintah, baik pusat maupun daerah, berjalan optimal hingga level desa,” ujar Renaldi.

Fleksibilitas untuk Desa

Renaldi menjelaskan bahwa dana bantuan ini dirancang agar desa memiliki keleluasaan dalam mengimplementasikan program-program mereka. Bantuan ini juga menutupi kebutuhan yang tidak terakomodasi oleh anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Dengan dana ini, desa bisa lebih fleksibel menjalankan program yang relevan dan mendukung pembangunan di segala aspek,” katanya.

Ia mencontohkan program seperti Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang sudah dijalankan di Desa Gunung Putri. Menurutnya, Pemkab Bogor akan terus mendukung program-program serupa di desa lain agar lebih banyak inovasi lahir dari desa.

Tidak Hanya Infrastruktur

Dana Rp1,5 miliar ini tidak akan diberikan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. Renaldi menegaskan, fokusnya bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada program-program non-infrastruktur yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat.

“Kami melihat potensi besar dari berbagai program desa. Infrastruktur tetap ada, tapi porsinya akan disesuaikan. Yang penting, dana ini mampu menjawab kebutuhan prioritas desa secara menyeluruh,” jelasnya.

Aturan Perbup Sedang Disiapkan
Agar bantuan ini berjalan lancar, Pemkab Bogor sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan hukum pengelolaan dana bantuan desa ini. Renaldi memastikan bahwa penyusunan aturan ini melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Perbup-nya sedang kami godok bersama semua pihak. Harapannya, dengan aturan ini, pelaksanaan bantuan keuangan desa bisa lebih transparan dan efektif,” tutupnya.

Dengan rencana besar ini, tahun 2025 diprediksi akan menjadi momentum penting bagi desa-desa di Kabupaten Bogor untuk lebih maju dan mandiri.***