Home Blog Page 1100

Dapat Antusias dari Guru dan Siswa, Wapres RI Tinjau Workshop Teknologi AI di Cibinong Bogor

Bogordaily.net – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan workshop teknologi Artificial Intelligence (AI) di SMA IT Al Madinah, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 18 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto, disambut meriah para guru maupun siswa siswi yang telah antusias menunggu sejak pagi.

Menurutnya, kegiatan workshop tersebut digelar rutin untuk melihat antusias dari para guru maupun siswa khususnya di SMAIT Al Madinah Cibinong terkait adanya perkembangan teknologi AI.

“Acara seperti ini kita mulai pertama itu minggu lalu di salah satu SMA di Jakarta. Minggu ini kita ada di tiga sekolah, kita ingin trial, melihat respons dari para guru-guru, murid-murid, seperti apa,” kata Gibran dalam sambutanya, Selasa 18 Maret 2025.

Gibran menjelaskan, dengan perkembangan teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan kreativitas para siswa.

“Ini pertama kalinya kalian mendapatkan pelajaran AI secara proper kayak gini ya memang gunanya AI untuk menunjang produktivitas dan kreativitas,” jelasnya

Adapun, pada hari ini, pihaknya memberikan pengajaran dasar kepada para siswa untuk dapat mencari jawaban menggunakan teknologi AI.

“Hari ini kita belajar basic prompting, terus kita tadi belajar cara pakai rubiks, itu nggak akan memberikan jawaban langsung. Ada step by step cara mendapatkan jawabannya dan gunanya AI seperti itu,” ujar Gibran.

Kemudian, lanjut Gibran, adanya teknologi AI tersebut juga dapat memudahkan para siswa dalam mengerjakan tugas secara cepat.

“Nanti di luar jam sekolah, jam pelajaran kalau kalian punya PR, punya tugas, bisa cari jawabannya sendiri. Jadi sangat menghemat sekali. Jadi nggak perlu manggil guru les atau apapun itu. Jadi AI itu sangat membantu sekali,” tuturnya.

Selain itu, Gibran turut meminta agar para siswa tidak bergantung sepenuhnya terhadap AI. Namun, harus dibarengi dengan kesungguhan dalam belajar.

“Tapi sekali lagi, tanpa kalian belajar prompting yang benar, kalau kalian inputing datanya nggak benar, kalian nggak akan dapat jawaban yang benar juga” ungkap Wapres Gibran.***

Albin Pandita

Sehari Penuh dengan Petualangan: Dari TMII menjadi Kenangan Manis

0

Bogordaily.net – Memasuki awal semester 2, saya mendapatkan mata kuliah Festival Budaya, mata kuliah yang mengharuskan mahasiswa untuk mendalami dan menampilkan suatu budaya tertentu. Pada kesempatan ini, saya bersama teman saya mendapat tugas untuk memperdalam budaya Jawa Timur. Sebagai bagian dari tugas tersebut, kami harus melakukan survei langsung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mempelajari lebih dalam tentang budaya dari provinsi ini.

Kami merencanakan perjalanan dengan matang dan sepakat untuk bertemu di Stasiun Bogor pada pagi hari. Sesampainya di stasiun, kami menaiki kereta menuju Jakarta Kota lalu melanjutkan perjalanan hingga turun di Stasiun Tanjung Barat.

Dari stasiun tersebut, kami menggunakan beberapa transportasi umum hingga akhirnya tiba di TMII. Meskipun perjalanannya cukup panjang, tetapi semangat kami tetap tinggi karena kami sangat antusias untuk mengeksplorasi budaya Jawa Timur secara langsung.

Sesampainya di TMII, kami disambut dengan pemandangan yang luar biasa. Area yang luas dan penuh dengan anjungan daerah dari seluruh Indonesia membuat kami semakin bersemangat.

Setelah membeli tiket masuk, kami langsung berjalan menuju halte bus wisata yang disediakan untuk pengunjung. Kami menaiki bus tersebut menuju kawasan Jawa, dimana anjungan Jawa Timur berada.

Sesampainya di anjungan Jawa Timur, kami disambut dengan dua buah patung, Kotbuto dan Angkobuto, yang langsung menyambut kami di pintu masuk. Arsitekturnya mencerminkan filosofi masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, keseimbangan, dan kebijaksanaan.

Kami mengelilingi area tersebut dan menemukan berbagai benda budaya seperti pakaian adat, pakaian pengantin, wayang kulit, serta alat musik tradisional seperti gamelan dan angklung.

Kami juga berkesempatan berbincang dengan pemandu yang menjelaskan lebih dalam tentang budaya Jawa Timur. Ia menceritakan tentang sejarah rumah adat, makna dari motif batik khas Jawa Timur, serta tradisi khas seperti Reog Ponorogo dan Ludruk.

Mendengar penjelasan tersebut membuat kami semakin kagum akan kekayaan budaya yang dimiliki provinsi ini.

Setelah lama di anjungan Jawa Timur, kami memutuskan untuk berkeliling di Taman Mini Indah Indonesia (TMII) menggunakan bus yang disediakan.

Dalam perjalanan, kami melewati Anjungan Bali yang memikat dengan arsitekturnya yang khas dan nuansa budayanya yang kental.

Terpesona oleh keindahannya, kami pun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan mengambil momen dengan berfoto-foto.

Setiap foto terasa begitu istimewa, menambah kesan mendalam dalam perjalanan kami hari itu. Ditambah lagi dengan kenangan lucu di setiap foto yang diambil.

Meskipun lelah, perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai budaya Jawa Timur, tetapi juga semakin memahami betapa pentingnya melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Perjalanan ini menjadi momen yang tak terlupakan. Saya dan teman saya merasa semakin siap untuk menampilkan budaya Jawa Timur dalam mata kuliah Festival Budaya, dengan bekal ilmu yang telah kami dapatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kunjungan ke TMII bukan hanya sekadar tugas akademik, tetapi juga sebuah pengalaman yang membuka wawasan dan menumbuhkan kecintaan kami terhadap budaya Indonesia.

Setelah menikmati waktu di TMII, kami memutuskan untuk makan di Hokben, menikmati hidangan yang mengisi kembali energi kami yang hampir habis di kota orang.

Setelah makan, kami pulang ke Bogor dengan transportasi umum, menikmati perjalanan yang penuh cerita. Setibanya di kota Bogor, kami berboncengan menuju kostan teman.

Di sana, kami berkumpul sejenak, melepas lelah sambil ngobrol santai, menertawakan hal yang terjadi disana, dan mengenang keseruan hari itu.

Setelah momen kebersamaan yang hangat, akhirnya kami berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing.***

 

Nabila Aura Difa                                                                                              Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Jadi Kontroversial, Puan Maharani Tepis Hidupkan Lagi Dwifungsi ABRI di RUU TNI

0

Bogordaily.net – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan isi pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan. DPR juga telah memastikan isu kembalinya Dwifungsi ABRI lewat RUU TNI ini tidak benar.

“Kan sudah tadi disampaikan oleh Ketua Panja dan pimpinan DPR yang lain bahwa itu tidak (benar), dan silakan dilihat nanti, tadi sudah disebarkan juga hasil dari Panjanya,” kata Puan menepis soal isu Dwifungsi ABRI terkait RUU TNI di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (18/3/2025).

Kemarin, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Komisi I DPR menggelar konferensi pers untuk menjelaskan substansi pasal-pasal yang dibahas dalam RUU TNI. Adapun RUU TNI dibahas di Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, serta telah dibuat Panitia Kerja (Panja).

Dalam penjelasan Panja, RUU TNI hanya memuat pembahasan pada tiga klaster yakni mengenai kedudukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI, lingkup baru penempatan TNI aktif di kementerian/lembaga atau instansi mengingat kebutuhan penempatan prajurit TNI di kementerian/lembaga yang semakin meningkat, serta usia masa pensiun prajurit.

Saat konferensi pers tadi, Panja juga membagikan dokumen cetak berisi bunyi pasal-pasal yang dibahas dalam RUU TNI sebab di media sosial banyak beredar dokumen yang tidak sesuai dengan pembahasan di DPR. Puan mengatakan, pembahasan tiga pasal itu pun sudah berdasarkan masukan-masukan dari berbagai kalangan.

“Tiga pasal ini sudah dibahas, sudah mendapatkan masukan dari seluruh elemen masyarakat, dan tidak ada hal pelanggaran. Tidak ada hal yang melanggar. Dalam penjelasan konferensi pers tadi kan harusnya sudah jelas apa saja yang direvisi dan itu tidak mengubah hal-hal yang dicurigai,” imbuh Puan.

Berdasarkan keterangan Panja, RUU mengubah aturan pada pasal 43 undang-undang TNI yang saat ini eksis yakni batas usia pensiun bintara dan tamtama dari 53 tahun menjadi 55 tahun. Kemudian batas usia pensiun bagi perwira menjadi 58-62 tahun sesuai pangkat. Khusus bintang 4, usia pensiun disesuaikan dengan kebijakan presiden.

Pembahasan penambahan usia pensiun personel TNI ini juga sudah dilakukan penelitian oleh Kementerian Keuangan, sehingga tidak ada masalah dari sisi anggaran. Kemudian RUU TNI juga membahas kedudukan TNI yang dapat berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Terakhir RUU TNI pun membahas soal perubahan Pasal 47 di mana dalam UU TNI, prajurit dapat menduduki jabatan pada 10 kementerian atau lembaga. Dalam RUU terbaru, perwira TNI aktif dapat menjabat di 16 kementerian/lembaga. Untuk di Kejaksaan Agung (Kejagung), prajurit TNI aktif hanya akan menjabat untuk posisi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).

Penambahan jumlah pos untuk prajurit TNI aktif dicantumkan pada RUU TNI mengingat karena dalam UU terkait kementerian/lembaga yang dimaksud memang sudah dicantumkan aturan tentang hal tersebut sehingga agar lebih rigid, maka dimasukkan juga di dalam RUU TNI.

Puan menyatakan, di luar 16 kementerian atau lembaga yang ditetapkan oleh DPR dan Pemerintah maka prajurit TNI aktif harus mengundurkan diri. “Kalau kemudian bukan dalam jabatan-jabatan tersebut, TNI aktif harus mundur. Dalam revisi UU TNI itu sudah jelas dan clear,” tegas Puan.

Puan juga menyatakan, saat ini tiga pasal yang dimaksud masih dalam proses pembahasan di Panja antara DPR bersama Pemerintah.

“Nanti dalam keputusannya kita bisa lihat bersama dan itu sudah mendapatkan masukan dari seluruh elemen. Sudah dipanggil juga pihak-pihak untuk memberikan masukannya,” ucapnya.

Adapun tanggapan terkait ramainya berita penggerudukan rapat panja RUU TNI oleh koalisi sipil di Hotel Jakarta Pusat, Ia mengajak semua pihak yang ingin menyampaikan pendapat dan ekspresi dilakukan dengan cara baik dan sesuai dengan aturan.

“Kalau dalam suatu acara apapun itu kemudian masuk tanpa izin ya kan tidak diperbolehkan. Tidak patut untuk dilakukan itu, masuk ke dalam rumah yang bukan rumahnya,” sebut Puan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjawab isu yang dwifungsi ABRI yang mengiringi pembahasan RUU TNI. Ia menegaskan DPR akan menjaga supermasi sipil.

“Nah bahwa kemudian ada yang berkembang tentang ada dwifungsi TNI dan lain-lain, saya rasa kalau sudah lihat pasal-pasal itu sudah jelas bahwa kami juga di DPR akan menjaga supremasi sipil dan lain-lain,” ungkap Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers soal RUU TNI di Gedung DPR.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Panja RUU TNI, Utut Adianto mengatakan isu dwifungsi ABRI tidak akan terjadi. Ia menegaskan, RUU TNI justru membatasi dwifungsi. “Kalau kekhawatiran dwifungsi ABRI saya sudah berkali-kali bicarakan, justru ini melimitasi,” ujar Utut.

DPR RI pun merinci hanya ada tiga pasal yang dibahas dalam RUU TNI yakni Pasal 3, Pasal 47, dan Pasal 53. Adapun Pasal 3 mengatur kedudukan TNI, Pasal 53 mengatur usia pensiun TNI, dan Pasal 47 mengatur pos kementerian/lembaga yang dapat diduduki prajurit. (*)

Menemukan Keheningan di Tengah Kota: Sehari di Perpustakaan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Bogor seringkali diidentikkan dengan hujan, kemacetan, dan aroma kuliner yang menggoda. Namun, di balik keramaian itu, terdapat sebuah tempat yang menawarkan ketenangan dan kesempatan untuk menyelami dunia literasi lebih dalam yaitu Perpustakaan Kota Bogor. Sebuah tempat yang jarang disebut dalam daftar destinasi wisata, tetapi memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang mencari ruang untuk berpikir, membaca, atau sekadar melarikan diri dari rutinitas.

Saya memutuskan untuk berkunjung ke perpustakaan ini, bukan karena tugas kuliah atau keperluan akademik, tetapi karena rasa penasaran. Apakah di era digital seperti sekarang, perpustakaan masih memiliki daya tarik? Saya ingin mencari tahu, merasakan sendiri atmosfernya, dan menemukan alasan mengapa tempat ini tetap bertahan di tengah dominasi informasi instan dari internet.

Perjalanan Menuju Ruang Sunyi

Perpustakaan Kota Bogor terletak di Jalan Kapten Muslihat, sebuah lokasi yang cukup strategis dan mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari luar, bangunannya tampak sederhana, begitu melangkah masuk, saya langsung merasakan perbedaan suasananya.

Udara di dalam perpustakaan terasa lebih sejuk, mungkin karena perpaduan pendingin ruangan dan deretan jendela besar yang membiarkan cahaya alami masuk. Rak-rak buku berjajar rapi, penuh dengan koleksi yang menggoda untuk dijelajahi. Ada deretan buku referensi akademik, novel fiksi dari berbagai genre, hingga buku-buku sejarah yang seakan mengundang saya untuk tenggelam dalam kisah-kisah masa lalu.

Saya mengambil tempat duduk di salah satu sudut ruangan, menghadap jendela yang memberikan pemandangan hijau dari pepohonan di luar. Saya memperhatikan bagaimana pengunjung lainnya menikmati perpustakaan ini. Ada yang datang sendiri, tenggelam dalam bacaan mereka, ada pula kelompok kecil yang berdiskusi dengan suara pelan. Setiap sudut terasa hidup dalam keheningan yang menenangkan.

Lebih dari Sekadar Tempat Membaca

Di era digital ini, banyak orang berpikir bahwa perpustakaan mungkin sudah kehilangan daya tariknya. Namun, tempat ini membuktikan bahwa asumsi itu salah. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, perpustakaan ini juga menjadi ruang refleksi, tempat di mana orang bisa melarikan diri dari kebisingan dunia luar dan masuk ke dalam dunia yang diciptakan oleh kata-kata.

Saat saya membuka buku yang baru saja saya pilih, saya menyadari bahwa pengalaman membaca di perpustakaan sangat berbeda dengan membaca di rumah atau di kafe. Tidak ada gangguan suara notifikasi ponsel, tidak ada godaan untuk mengecek media sosial. Hanya ada saya, buku, dan keheningan yang begitu langka di kehidupan sehari-hari.

Menikmati Perpustakaan dengan Cara yang Tepat

Bagi yang ingin merasakan pengalaman membaca di tempat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kunjungan ke Perpustakaan Kota Bogor ini lebih menyenangkan. Datanglah di pagi hari jika ingin suasana lebih tenang, karena pada siang hari perpustakaan biasanya lebih ramai oleh pelajar dan mahasiswa. Patuhi aturan yang berlaku, seperti menjaga ketenangan dan tidak membawa makanan atau minuman ke dalam ruang baca. Jika ingin meminjam buku, pastikan sudah terdaftar sebagai anggota.

Selain itu, jangan lupa untuk menikmati prosesnya. Jangan terburu-buru, pilihlah buku yang benar-benar menarik perhatian, dan nikmati setiap halaman yang dibaca. Dalam keheningan rak-rak buku yang berjajar, selalu ada cerita yang menunggu untuk ditemukan.

Sebuah Perjalanan dalam Kata-Kata

Ketika saya akhirnya menutup buku yang saya baca, saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Membaca di perpustakaan bukan hanya tentang mendapatkan informasi, tetapi juga tentang memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menyelami dunia yang diciptakan oleh kata-kata.

Dalam suasana yang jauh dari kebisingan kota, perpustakaan ini memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menikmati waktu dengan buku di tangan. Tidak perlu tergesa-gesa, tidak perlu mencari validasi dari media sosial. Hanya ada diri sendiri, imajinasi, dan keheningan yang membawa ketenangan.

Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa membaca bukan hanya aktivitas, tetapi juga pengalaman. Dan terkadang, di tempat-tempat sederhana seperti perpustakaan, kita bisa menemukan momen paling berharga yaitu kesempatan untuk benar-benar tenggelam dalam dunia kata-kata.***

Putri Yuliadisti                                                                                                  Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Masa Depan Apresiasi Seni di Era Digital

0

Oleh: Putri Yuliadisti – Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Seni selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai cara mengekspresikan perasaan maupun menyampaikan pesan. Namun, dengan berkembangnya teknologi, cara kita menikmati dan menghargai seni juga ikut berubah. Dulu, untuk melihat sebuah karya seni, kita harus datang ke galeri, museum, atau pameran langsung. Sekarang, seni dapat dengan mudah ditemukan di media sosial seperti Instagram, TikTok, ataupun Pinterest.

Hal ini tentunya memberikan banyak manfaat, terutama bagi seniman yang ingin menampilkan karya mereka ke lebih banyak orang. Kini, siapa saja bisa melihat dan menikmati seni tanpa harus pergi ke tempat tertentu. Seniman pun tidak perlu lagi bergantung pada galeri atau pameran untuk mendapatkan pengakuan. Media sosial memungkinkan mereka menjangkau audiens yang lebih luas dengan hanya mengunggah karya mereka ke internet.

Namun, ada juga tantangan yang muncul. Salah satunya adalah cara orang mengapresiasi seni. Sebelumnya, melihat karya seni membutuhkan waktu untuk memahami makna dan detailnya. Kini, banyak orang hanya melihat seni dalam hitungan detik sebelum beralih ke konten berikutnya. Seni tidak lagi dinikmati dengan penuh perhatian, tetapi lebih sebagai hiburan singkat yang mudah berlalu.

Selain itu, media sosial bekerja dengan algoritma, yaitu sistem yang menentukan konten mana yang lebih sering muncul di beranda pengguna. Algoritma ini lebih mementingkan jumlah like, komentar, dan share dibandingkan kualitas karya itu sendiri. Akibatnya, karya yang cepat menarik perhatian dan mudah viral lebih sering muncul, sementara karya yang lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam sering kali tenggelam.

Situasi ini menimbulkan dilema bagi seniman. Mereka harus memilih antara tetap setia pada gaya seni mereka atau mengikuti tren agar lebih mudah dikenal. Jika mereka mengikuti selera pasar, karya mereka mungkin lebih cepat terkenal tetapi bisa kehilangan keunikan. Sebaliknya, jika mereka bertahan dengan gaya sendiri, ada risiko karya mereka tidak mendapat banyak perhatian.

Meskipun begitu, bukan berarti apresiasi seni akan hilang di era digital. Ada banyak cara agar seni tetap dihargai dengan baik. Pertama, kita sebagai penikmat seni bisa lebih selektif dalam memilih karya yang kita dukung. Daripada hanya melihat karya yang viral, kita bisa meluangkan waktu untuk memahami pesan dan usaha yang ada di balik sebuah karya. Kedua, seniman bisa menggunakan media sosial sebagai alat untuk membangun komunitas yang benar-benar menghargai seni, bukan sekadar mencari popularitas.

Selain itu, teknologi juga bisa digunakan untuk meningkatkan pengalaman dalam menikmati karya seni. Misalnya, dengan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), kita bisa melihat pameran seni digital yang lebih interaktif. Dengan cara ini, karya seni tetap bisa dinikmati dengan lebih mendalam, meskipun melalui platform digital.

Dunia digital saat ini memang mengubah cara kita mengakses dan mengapresiasi seni. Media sosial membuka peluang besar bagi seniman, tetapi juga membawa tantangan dalam cara kita memahami dan menikmati karya seni. Oleh karena itu, kita perlu menemukan keseimbangan antara menikmati kemudahan akses seni dan tetap memberikan apresiasi yang pantas bagi setiap karya. Dengan begitu, seni tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.***

Diresmikan Presiden Prabowo, Stadion Pakansari Masuk 17 Stadion Berstandar FIFA di Indonesia

Bogordaily.net – Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor masuk dalam 17 Stadion yang telah berstandar FIFA di Indonesia. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Stadion bantuan Pemerintah, Senin 17 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Sehingga dapat meresmikan 17 stadion yang memiliki standar internasional yang telah diinspeksi oleh FIFA, dan dinyatakan memenuhi syarat FIFA.

“Ini adalah prestasi dan bagaimanapun ini adalah prestasi pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo sebelum saya, saya kebagian meresmikannya,” kata Presiden Prabowo.

Kemudian, Presiden Prabowo mengatakan, pemerintah sudah buktikan, bahwa ingin mendorong dan membina olahraga sepak bola. Dengan berbagai upaya, konsentrasi, kreativitas, mencari kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong prestasi yang hebat, prestasi yang baik.

“Indonesia harus masuk Piala Dunia, itu tekad kita. Dan saya kira dengan keberhasilan 17 stadion ini juga membangkitkan tekad kita,” jelas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan, kedepan pihaknya akan menambah 17 atau 20 stadion yang akan dibangun. Sehingga semua daerah nanti mempunyai stadion yang baik.

Sebagai informasi, 17 stadion yang diresmikan secara serentak diantaranya :
1. Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang.
2. Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.
3. Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
4. Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi.
5. Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
6. Stadion Gelora bandung Lautan Api.
7. Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman.
8. Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara.
9. Stadion Jatidiri, Kota Semarang.
10. Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
11. Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan.
12. Stadion Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo.
13. Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan.
14. Stadion Joko Samudro, Kabupaten Gresik.
15. Stadion Demang Lehman, Kabupaten Banjar.
16. Stadion Segiri, Samarinda.
17. Stadion B.J. Habibie, Kota Parepare.

Albin Pandita

Kreativitas di Era Digital: Bagaimana AI Mengubah Komunikasi Visual?

0

Bogordaily.net – Perkembangan AI (Artificial Intelligence) telah membawa perubahan besar dalam dunia kreatif dan komunikasi visual, terutama dalam meningkatkan efisiensi. AI semakin canggih dalam menghasilkan gambar yang sebelumnya hanya bisa dibuat oleh manusia. Berdasarkan data Litbang Kompas (2023), sekitar 26,7 juta tenaga kerja di Indonesia telah terbantu oleh AI.

Teknologi AI ini memungkinkan pekerjaan kreatif, seperti pembuatan desain atau ilustrasi, dilakukan secara otomatis tanpa harus dilakukan secara manual, sehingga pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu lama kini dapat diselesaikan lebih cepat.

Dengan bantuan AI, siapa saja dapat membuat desain atau ilustrasi hanya dengan memasukkan perintah teks, tanpa perlu memiliki keterampilan desain yang mendalam.

Penggunaan AI dalam industri kreatif terus berkembang pesat, terutama dalam bidang desain grafis, ilustrasi digital, dan pemasaran visual.

Misalnya, AI dalam desain grafis digunakan untuk mempercepat pembuatan layout, pemilihan warna, dan pengeditan gambar secara otomatis.

Seperti dijelaskan di Grafisify, Platform seperti Canva dan Adobe Sensei memungkinkan tugas-tugas dasar seperti pengaturan layout, pemilihan warna, atau pengeditan foto dapat dilakukan secara otomatis.

Sementara teknologi desain generatif seperti DALL-E dapat menciptakan variasi visual berdasarkan perintah teks dari pengguna.

AI telah menjadi alat yang semakin penting dalam komunikasi visual, khususnya dalam membantu kreativitas desainer. Banyak desainer yang menggunakan AI untuk mengeksplorasi ide baru, menciptakan variasi desain, atau menghasilkan sketsa awal yang kemudian mereka sempurnakan secara manual.

AI tidak hanya mempercepat proses kreatif tetapi juga membantu menghilangkan hambatan teknis bagi seseorang  yang tidak memiliki keahlian desain mendalam.

Meskipun AI dapat menciptakan desain yang cepat, ada kekhawatiran bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat menghasilkan karya yang terkesan mekanis, mempengaruhi nilai personal dalam desain, dan mengurangi sentuhan kreatif manusia (Reza, 2024).

Salah satu masalah utama dalam penggunaan AI ini adalah orisinalitas dan kreativitas. AI bekerja dengan menganalisis dan meniru pola dari kumpulan data yang sudah ada, sehingga hasil yang dihasilkan seringkali tidak sepenuhnya orisinal.

Hal ini dapat menyebabkan desain yang terlalu standar atau seragam, sehingga mengurangi keunikan dalam komunikasi visual.

Perkembangan AI dalam komunikasi visual diperkirakan akan terus berkembang, tetapi perannya hanya sebagai alat bantu dan bukan pengganti kreativitas manusia sepenuhnya.

AI dapat membantu desainer dalam mengeksplorasi ide-ide baru yang kreatif, menyusun komposisi, atau menyesuaikan desain dengan tren pasar.

Namun, faktor utama dalam menciptakan komunikasi visual yang bermakna tetap berada pada intuisi dan pemahaman manusia terhadap konteks budaya serta emosi yang ingin disampaikan dalam sebuah karya.

Misalnya, walaupun AI dapat menghasilkan karya dengan kualitas tinggi dalam hitungan detik, tetapi hanya manusia yang dapat memahami nilai estetika dan emosi yang ingin disampaikan dalam sebuah karya.

Dengan memahami cara menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, maka industri kreatif dapat terus berkembang di era digital.

Hal inilah yang membuat masa depan komunikasi visual dengan AI lebih menekankan pada kolaborasi antara manusia dan teknologi AI, bukan didominasi oleh AI sepenuhnya.

Cara kita memanfaatkan teknologi ini akan menentukan apakah AI menjadi tantangan atau justru peluang bagi masa depan komunikasi visual.***

 

Putri Yuliadisti                                                                                                  Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

Tanggul Jebol, Perumahan Pantai Mutiara Pluit Banjir

0

Oleh: Mezayya Puspita Maharani Komunikasi Digital dan Media

Banjir rob yang melanda Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, pada 3 Juni 2016 kembali  mengingatkan kita akan pentingnya infrastruktur penahan air yang kuat dan kesiapsiagaan  dalam menghadapi fenomena alam. Kejadian ini diakibatkan oleh jebolnya tanggul pantai  akibat kombinasi faktor alam, seperti pasang laut dan hujan deras, serta kemungkinan adanya  erosi di dasar tanggul.

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun genangan air dengan  ketinggian 30 hingga 100 cm di beberapa blok perumahan tentu menyebabkan kerugian  materi yang tidak sedikit.

Respons cepat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), BPBD DKI Jakarta, serta berbagai instansi terkait patut diapresiasi. Dengan upaya  bersama, tanggul darurat berhasil dibangun dalam waktu yang relatif singkat, sehingga  kondisi mulai kembali normal.

Namun, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi lebih lanjut, terutama dalam hal ketahanan  infrastruktur penahan air di wilayah pesisir. Jakarta, sebagai kota dengan elevasi rendah dan  berhadapan langsung dengan laut, memang sangat rentan terhadap banjir rob. Oleh karena  itu, perencanaan dan pemeliharaan tanggul menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan.

Sebagai sisi dari warga yang melihat kejadian ini dari perspektif yang lebih dekat, saya  merasa cukup heran bagaimana sebuah perumahan tergolong elite seperti Pantai Mutiara bisa  mengalami jebolnya tanggul.

Dengan harga properti yang tergolong mahal dan eksklusif,  seharusnya sistem pertahanan terhadap banjir di kawasan ini lebih diperhatikan. Hal ini  menimbulkan pertanyaan besar, apakah infrastruktur yang ada sudah benar-benar sesuai  standar?

Bagaimana pengawasan dan pemeliharaannya selama ini? Kejadian ini menegaskan  bahwa status elite sebuah kawasan tidak menjamin keamanannya dari bencana jika  pengelolaan infrastrukturnya tidak dilakukan dengan baik.

Tentu, kita tidak bisa serta-merta menyalahkan pihak yang membangun tanggul tersebut.  Konstruksi tanggul pada dasarnya sudah mempertimbangkan faktor teknis dan lingkungan,  namun alam sering kali memberikan tantangan yang sulit diprediksi.

Apalagi, perubahan  iklim juga memperburuk kondisi dengan meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca  ekstrem. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih proaktif diperlukan dalam pengelolaan  infrastruktur pesisir.

Solusi Jangka Panjang Evaluasi dan Teknologi Modern

Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan adalah evaluasi berkala terhadap kondisi  tanggul di seluruh wilayah pesisir Jakarta. Pemerintah daerah, bersama dengan pakar teknik  sipil dan lingkungan, dapat melakukan inspeksi rutin untuk memastikan kondisi tanggul tetap  aman. Selain itu, penggunaan material yang lebih tahan terhadap erosi serta penerapan  teknologi modern dalam pembangunan tanggul bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, aliran pembuangan air juga menjadi faktor penting. Jika saluran air di sekitar  tanggul tidak berfungsi dengan baik, maka air yang seharusnya bisa mengalir keluar bisa  terjebak dan memperparah kondisi banjir.

Oleh karena itu, selain memperbaiki tanggul,  pemerintah dan pengelola kawasan juga perlu memastikan bahwa saluran pembuangan air di  sekitar perumahan berfungsi dengan baik.

Di sisi lain, kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menghadapi  kemungkinan bencana serupa. Sosialisasi mengenai tanda-tanda kerusakan tanggul serta  prosedur evakuasi harus terus dilakukan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan  rob.

Pemanfaatan sistem peringatan dini juga perlu diperkuat agar masyarakat dapat bersiap  lebih cepat ketika ada potensi bencana. Selain itu, kerja sama antara masyarakat dan  pemerintah dalam menjaga dan melaporkan kondisi infrastruktur penahan air juga sangat  diperlukan.

Mewujudkan Sistem Perlindungan Pesisir yang Lebih Baik

Kejadian jebolnya tanggul di Pantai Mutiara seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua,  bahwa pengelolaan wilayah pesisir harus dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh.

Infrastruktur yang kuat, respons cepat dari pemerintah, serta kesiapsiagaan masyarakat adalah  kunci dalam meminimalisir dampak dari bencana serupa di masa mendatang. Dengan  langkah-langkah ini, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan lingkungan dan menjaga  keamanan serta kenyamanan masyarakat pesisir.

Hanya dengan sinergi antara pemerintah,  masyarakat, dan para ahli, kita dapat mewujudkan sistem perlindungan pesisir yang lebih  baik dan berkelanjutan untuk masa depan.***

Eka Merdekawati: Dari Kecintaan pada Akuntansi Hingga Menjadi Dosen di IPB

0

Bogordaily.net – Dibesarkan di Lebak, Banten, Eka Merdekawati tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan pentingnya pendidikan sejak dini. Lahir pada 24 Mei 1987, Eka terinspirasi oleh ayahnya yang berprofesi sebagai guru, yang menjadikannya bercita-cita sebagai pengajar.

Namun, ketertarikannya pada akuntansi baru muncul ketika duduk di bangku SMP melalui mata pelajaran akuntansi sebagai bagian dari muatan lokal. Awalnya, ia mengalami kesulitan memahami konsepnya, tetapi rasa ingin tahu dan ketekunannya membuatnya semakin tertarik hingga akhirnya memilih jurusan akuntansi di SMK.

Perjalanan akademiknya menunjukkan bahwa meskipun akuntansi bukan bidang yang mudah, dengan kerja keras dan dedikasi, ia berhasil menguasainya dengan baik.

Pada tahun 2005, Eka merantau ke Bogor untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pakuan jurusan akuntansi. Ia memilih Bogor karena ingin merasakan lingkungan yang lebih sejuk dibandingkan Banten, serta mencari tantangan baru di luar daerah asalnya.

Selama kuliah, Eka aktif dalam kegiatan akademik dan berhasil menjadi asisten dosen sejak semester lima. Pengalaman ini semakin memperkuat minatnya di dunia pendidikan. Ia menikmati mengajar dan membimbing mahasiswa lainnya, yang memberikan gambaran tentang peran seorang dosen.

Setelah lulus pada tahun 2009, Eka sempat kembali ke Banten, tetapi kemudian mendapat tawaran mengajar di IPB dari dosen pembimbingnya. Tanpa menunggu lebih lama, ia menerima kesempatan tersebut dan resmi menjadi dosen di IPB pada Maret 2010.

Seiring dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan dosen memiliki gelar S2, ia melanjutkan studi di Program Pascasarjana Universitas Pancasila dan berhasil meraih gelar magister akuntansi.

Tantangan dalam Dunia Akademik

Banyak yang mengira bahwa menjadi dosen adalah profesi dengan jadwal fleksibel, tetapi menurut Eka, tugas seorang dosen jauh lebih kompleks. Ia menjelaskan bahwa dosen tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Ternyata setelah jadi dosen ada banyak hal yang harus dikerjakan selain mengajar, karena seperti diketahui bahwa memang tugas dosen itu ya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Tantangan ini membuatnya harus terus berinovasi dan mengembangkan keilmuan agar tetap relevan di dunia akademik yang terus berkembang.

IPB sendiri memberikan banyak kesempatan bagi para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat setiap tahunnya. Eka melihat hal ini sebagai peluang besar untuk terus belajar dan berkembang.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa mengajar di lingkungan akademik seperti IPB memberikan pengalaman yang sangat berharga dan membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkontribusi.

Kontribusi dan Proyek Penelitian

Sebagai akademisi, Eka aktif dalam berbagai penelitian dan program pengabdian masyarakat. Adapun penelitian terbaru yang telah ia lakukan adalah pengembangan sistem pencatatan keuangan untuk Koperasi KUD Giri Tani, bekerja sama dengan dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) pada tahun 2022.

Ia juga berhasil mendapatkan dana penelitian yang bersifat kompetitif di Sekolah Vokasi IPB. Selain itu, ia berkolaborasi dengan dosen dari berbagai program studi dalam penelitian RISPRO (Riset Inovatif Produktif) Kementerian Keuangan LPDP pada tahun yang sama. Tahun 2024 menjadi momentum penting baginya karena ia dipercaya menjadi ketua penelitian di Program Studi Akuntansi IPB.

Selain penelitian, Eka juga aktif dalam program pengabdian masyarakat, termasuk pengabdian di desa lingkungan kampus, program “Dosen Pulang Kampung,” serta pengabdian di Makassar yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat.

Ia merasa bahwa berbagi ilmu tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi juga harus memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan berbagai proyek yang telah ia jalankan, Eka berupaya membangun jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Pencapaian dan Harapan untuk Masa Depan

Bagi Eka, pencapaian terbesar dalam kariernya bukan hanya penghargaan atau gelar akademik, tetapi juga kesempatan untuk menjadi ketua penelitian serta pembicara di berbagai seminar akademik.

Ia merasa bangga bisa menyeimbangkan peran sebagai akademisi dan ibu rumah tangga. Eka berusaha untuk tetap memberikan kontribusi di dunia akademik tanpa mengesampingkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

Mengenai perkembangan dunia vokasi, khususnya di bidang akuntansi, Eka menyoroti tantangan yang dihadapi profesi akuntan di era digital.

“Harapannya, akuntansi bisa lebih maju dan para mahasiswa terus meningkatkan keterampilan mereka. Jika kita hanya mengikuti arus tanpa menambah skill, maka lama-kelamaan kita bisa tergantikan oleh teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang, manusia tetap memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan yang kompleks.

Oleh karena itu,Eka Merdekawati, selalu mendorong mahasiswa untuk terus mengasah keterampilan dan memperdalam ilmu agar tetap relevan di dunia kerja.

Dengan dedikasi dan semangatnya, Eka Merdekawati terus berupaya memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ia berharap dapat terus menginspirasi mahasiswa untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Melalui berbagai proyek penelitian dan keterlibatan dalam program pengabdian, Eka ingin membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang melihat pentingnya peran akademisi dalam membentuk masa depan yang lebih baik.***

Putri Yuliadisti                                                                                                  Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Derry Dardanella: Perjalanan dari Asisten Dosen hingga menjadi Dosen Manajemen Industri Sekolah Vokasi IPB

0

Bogordaily.net – Derry Dardanella lahir di Bogor pada 8 Januari 1984. Sejak kecil, ia sudah mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk mengejar pendidikan dan karier sesuai dengan pilihannya sendiri. Tidak ada paksaan atau tekanan untuk mengikuti profesi tertentu, yang membuatnya bebas menentukan jalannya sendiri dalam dunia akademik dan profesional.

Pendidikan dan Awal Karier

Derry menempuh pendidikan S1 di IPB University dengan mengambil jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIN). Setelah lulus, ia memutuskan untuk terjun ke dunia kerja terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Derry memutuskan melanjutkan pendidikannya hingga jenjang S2 yang ditempuh di IPB University dengan jurusan Ilmu Manajemen , yang lebih relevan dengan minat dan kariernya.

Sebelum menjadi dosen, Derry memiliki berbagai pengalaman kerja di industri. Salah satu pekerjaannya adalah dalam pengembangan jarak pagar sebagai bahan baku biodiesel di Lombok pada tahun 2008-2009. Setelah itu, ia kembali ke Bogor dan mencoba berbagai usaha sendiri, termasuk bekerja sebagai staff pendukung di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengalaman ini semakin memperkaya wawasan dan keterampilannya dalam dunia profesional.

Perjalanan Menjadi Dosen

Derry memulai perjalanan karier di bidang pendidikan sebagai team teaching di jurusan Teknik dan Manajemen Lingkungan (LNK) di Sekolah Vokasi IPB. Selama berada di lingkungan pendidikan,  ia berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan rekan-rekan yang memiliki latar belakang serupa. Interaksi ini membuka peluang baru bagi Derry untuk mengembangkan kariernya di dunia akademik.

Kesempatan besar datang ketika ia berbincang dengan rekan-rekannya dan Kaprodi MNI yang kemudian mengarahkannya untuk bergabung sebagai dosen di jurusan Manajemen Industri (MNI). Derry yang menerapkan prinsip semangat dan dedikasi yang tinggi, ia semakin mendalami bidang tersebut hingga akhirnya diangkat sebagai dosen tetap. Perjalanan ini menjadi bukti komitmen dan ketekunan Derry dalam dunia pendidikan serta kontribusinya dalam mencetak generasi muda yang siap terjun ke industri.

Kontribusi di Dunia Akademik

Sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB, Derry tidak hanya mengajar tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah sebagai pembimbing dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), di mana ia telah mendampingi tim hingga ke tingkat nasional (PIMNAS) dan mendapatkan emas. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), khususnya dalam program yang dilakukan di Desa Mulia Harja.

Derry memiliki visi untuk terus meningkatkan kualitas jurusan Manajemen Industri di Sekolah Vokasi IPB. Ia berharap sebagai alumni dari Manajemen Industri (MNI) dapat masuk ke dunia industri dengan bekal yang kuat dan mampu berkontribusi secara maksimal. Selain itu, ia ingin meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak serta melibatkan mahasiswa dalam berbagai proyek industri dan kegiatan akademik lainnya.

Prinsip Hidup dan Pesan untuk Mahasiswa

Dalam menjalani hidup dan kariernya, Derry memegang prinsip bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan hati dan ketulusan. Ia percaya bahwa harapan terbesar sebaiknya diletakkan pada usaha sendiri dan doa kepada Tuhan, bukan pada orang lain. Prinsip ini membantunya tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh pandangan negatif dari orang lain.

Untuk mahasiswa dan generasi muda, ia berpesan agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, dalam hidup pasti ada tantangan tetapi yang paling penting adalah bagaimana seseorang bangkit setelah jatuh. Ia juga menyarankan agar setiap orang memiliki tokoh panutan atau role model sebagai inspirasi dalam menentukan tujuan hidup mereka.

Dengan perjalanan yang penuh pengalaman dan dedikasi dalam dunia akademik, Derry Dardanella terus berusaha memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan institusi tempatnya mengajar. Melalui semangatnya dalam mendidik dan membimbing generasi muda, ia berharap dapat menciptakan lulusan yang siap menghadapi dunia industri dengan kompetensi yang unggul.

Nabila Aura Difa                                                                                              Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB