Home Blog Page 1137

Tanggap Bencana Banjir Jabodetabek, BRI Peduli Gerak Cepat salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

0

Bogordaily.net – Banjir menerjang wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi sejak Minggu (02/03) hingga Selasa (05/03). Akibatnya banyak warga terdampak dan mengungsi serta mengalami kerugian material.

BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak di berbagai wilayah di Jabodetabek antara lain di Cisarua dan Parungpanjang, Bogor; wilayah Pondok Gede, Bekasi; wilayah Cawang Ciliwung, Jakarta Timur dan wilayah Pejaten Jakarta Selatan.

Bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji, air mineral, sembako, obat-obatan, survival kit, pakaian dan selimut dan lain-lain. Bantuan diserahkan langsung oleh satuan tim tanggap bencana atau Tim Elang Relawan BRI dan pekerja-pekerja BRI melalui Unit Kerja BRI terdekat di wilayah yang terdampak bencana banjir.

Selain itu, BRI Peduli juga membuka Posko Kesehatan di beberapa lokasi yang terdampak banjir, dimana warga yang terdampak dapat mendapatkan pertolongan dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

BRI juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa BRI memastikan masyarakat yang terdampak bencana banjir mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka dan mempercepat pemulihan pasca bencana. Melalui program BRI Peduli, BRI selalu turut berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana.

“Kami pastikan BRI selalu aktif dan bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ketulusan BRI kepada masyarakat agar dapat segera pulih”, tambah Catur. ***

Banjir Surut, Warga Gunungputri Bogor Bersihkan Puing hingga Lumpur

Bogordaily.net – Banjir di Villa Nusa Indah 2, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor surut, sejumlah warga membersihkan puing hingga lumpur pada Rabu 5 Maret 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net di lokasi terlihat warga tengah membersihkan beberapa sisa sisa banjir di area rumahnya masing masing.

Terlihat juga beberapa sampah dan juga lumpur bekas banjir berserakan disekitaran jalan. Sehingga membuat jalanan licin dan juga tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Beberapa petugas kebersihan juga terlihat tengah membersihkan puing puing hingga sampah yang masih menumpuk di bantaran kali Cikeas.

Salah satu warga sekaligus pemilik toko sembako Sumiyati menjelaskan bahwa, peristiwa banjir itu sudah surut sejak pukul 02.00 WIb dini hari kemarin. Diperkirakan banjir tersebut mencapai setinggi kurang lebih 5 meter.

“Udah 2 hari ini banjir nya, baru surut tadi jam 2 malam. Kira kira sampai setinggi atap lantai 2 5 meteran lah tinggi nya, karena kan ini posisi deket sungai,” kata Sumiyati kepada wartawan, Rabu 5 Maret 2025.

Menurut Sumiati, beberapa barang dan juga dagangannya terbawa derasnya aliran arus banjir. Namun, dirinya mengikhlaskan dan menanggapi bencana ini sebagai musibah.

“Sekarang masih bersih bersih ini lumpur banyak banget, udah dari semalem belum beres. Banyak barang barang juga kebawa, tapi gapapa kita ikhlasin ajah namanya musibah,” jelasnya.

Sementara itu, warga lainya Siti mengatakan bahwa, lokasi tersebut merupakan lokasi terparah, dengan tinggi diperkirakan hampir setinggi atap rumah.

“Ini yang paling parah, hampir seatap barang barang juga pada kebawa, itu juga barang tinggal bangku ama meja,” ujar Siti

Lebih lanjut, kata dia, banjir ini merupakan yang terparah dari sebelumnya yang pernah terjadi tepatnya di tahun 2020

“Dulu pernah tahun 2020 banjir juga tapi nggak separah sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, akibat meluapnya Sungai Cikeas, banjir merendam ribuan rumah tepatnya di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor surut pada Rabu 5 Maret 2025.

Banjir tersebut membuat ribuan warga terdampak dan sempat dievakuasi ke tempatnya lebih aman oleh BPBD.***

Albin Pandita

DPRD Kota Bogor Lanjutkan Program Tarawih Keliling Bersama Forkopimda, Hadir Juga Pimpinan DPRD Jabar

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, kembali melanjutkan program Tarawih Keliling (Tarling) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan Tarling dilaksanakan di DKM Musholla Al Barokah, Jalan Bubulak RT. 005/006, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu 5 Maret 2025.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor sekaligus Ketua Fraksi PKS, Karnain Asyhar, serta anggota Komisi 1 DPRD Kota Bogor yang juga politisi muda PDIP, Banu L. Bagaskara.

Selain itu, beberapa kepala dinas, camat, serta lurah juga turut menghadiri acara ini. Kehadiran para pimpinan legislatif dan unsur pemerintahan menunjukkan komitmen dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendukung program keagamaan di Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Adityawarman Adil menyampaikan pentingnya kegiatan Tarling sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Program ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga momentum bagi kami untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain unsur pemerintahan, kegiatan ini juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat, ulama, dan ustadz dari wilayah Kecamatan Tanah Sareal. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna kebersamaan dan persatuan dalam membangun Kota Bogor yang lebih religius dan harmonis.

Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif DPRD Kota Bogor yang rutin mengadakan Tarling.

Menurutnya, program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pembinaan umat serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor sekaligus Ketua Fraksi PKS, Karnain Asyhar, menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan.

“Momentum Ramadan ini harus kita manfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial. Kami berharap program seperti ini terus dilaksanakan dan bisa menjangkau lebih banyak wilayah,” ungkap Haji Karnain.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kota Bogor juga turut memberikan bantuan sebesar Rp25 juta kepada DKM Musholla Al Barokah sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan peningkatan sarana ibadah.

Kegiatan Tarling di Musholla Al Barokah berlangsung dengan khidmat, diawali dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan shalat Tarawih dan tausiyah. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Bogor dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

Masyarakat setempat menyambut antusias kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang.

“Dengan adanya program Tarling ini, kami segenap unsur DPRD mengharapkan semakin memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kota Bogor yang lebih maju dan religius,” tutup Adityawarman Adil. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Viral! Mbok Yem Ditandu Turun dari Puncak Gunung Lawu

0

Bogordaily.net – Sebuah video yang memperlihatkan Mbok Yem yakni sosok legendaris di Gunung Lawu ditandu turun dari puncak, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang mengusung Mbok Yem menyusuri jalur pendakian yang curam.

Bagi para pendaki, Mbok Yem bukanlah nama asing. Wanita bernama asli Wakiyem ini adalah pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu, tepatnya di ketinggian 3.150 mdpl.

Warungnya menjadi tempat singgah favorit para pendaki setelah menempuh perjalanan panjang selama 6 hingga 7 jam melalui jalur Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah.

Karena lokasinya yang ekstrem, warung Mbok Yem dijuluki sebagai warung tertinggi di Indonesia.

Tak hanya menyediakan makanan dan minuman hangat, keberadaan warung ini juga menjadi penyelamat bagi banyak pendaki yang kelelahan setelah menaklukkan jalur terjal Gunung Lawu.

Namun kini, pemandangan yang berbeda terlihat. Mbok Yem harus ditandu turun oleh beberapa orang.

Banyak warganet yang berspekulasi apakah ini pertanda bahwa warung legendaris di puncak Lawu akan tinggal kenangan.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Mbok Yem pernah mengatakan bahwa ia akan tetap bertahan di puncak Lawu selama masih kuat bekerja.

“Selama saya masih kuat untuk bekerja di sini, saya akan tetap bekerja,” ucapnya dalam bahasa Jawa.

Namun seiring berjalannya waktu, usia yang tak lagi muda membuat Mbok Yem akhirnya harus turun dari gunung.

Banyak pendaki yang merasa kehilangan dan berharap warung Mbok Yem Gunung Lawu tetap bisa beroperasi, meskipun tanpa kehadirannya.***

3 Keuntungan Piknik di Taman Safari Bogor, Bebas Polusi Udara!

0

Bogordaily.net – Polusi udara di Jakarta yang semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir tentu menjadi momok bagi masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Jika kamu butuh tempat piknik untuk menghirup udara segar dan melepas penat, ada satu destinasi yang wajib dikunjungi yakni Taman Safari Bogor!

Terletak di kawasan sejuk dengan luas lebih dari 270 hektare, Taman Safari Bogor bukan hanya menawarkan udara bersih, tetapi juga pengalaman seru yang sulit dilupakan.

Selain bisa menikmati suasana alam yang bebas polusi, ada tiga keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan saat berkunjung ke sini.

3 Keuntungan Piknik di Taman Safari Bogor

1. Dekat dengan Alam dan Satwa Liar

Di Taman Safari Bogor, kamu bisa berinteraksi langsung dengan berbagai satwa dari seluruh dunia. Dari jerapah, zebra, hingga harimau, semuanya bisa kamu lihat dalam habitat yang dibuat semirip mungkin dengan alam aslinya.

Ditambah lagi, ada pemandu profesional yang siap memberikan informasi menarik tentang satwa-satwa tersebut.

2. Wisata Kuliner dengan Suasana Asri

Liburan belum lengkap tanpa kulineran! Di sini, kamu bisa mencicipi berbagai makanan khas dari berbagai penjuru dunia sambil menikmati pemandangan hijau dan udara yang segar.

Bayangkan menikmati secangkir kopi hangat di tengah suasana sejuk pegunungan—benar-benar pengalaman yang sulit ditemukan di kota besar!

3. Sehat untuk Paru-Paru dan Jantung

Tak hanya menyegarkan pikiran, liburan ke Taman Safari Bogor juga baik untuk kesehatan. Udara di sini bebas polusi dan kaya oksigen, sehingga bisa membantu membersihkan paru-paru dari paparan polutan.

Ditambah lagi, berjalan kaki mengelilingi taman yang luas akan membuat jantungmu semakin sehat.

Menurut General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Lies Yuwati, tempat ini memang dirancang tidak hanya sebagai lokasi konservasi, tetapi juga sebagai destinasi healing terbaik bagi para pecinta alam.

“Selain wahana konservasi, Taman Safari Bogor juga menjadi tempat healing bagi pecinta alam. Ada satu spot favorit yang cocok untuk bersantai bersama keluarga besar, yaitu Villa Hijau Safari Resort. Pengunjung bisa bermalam sambil menikmati pemandangan pegunungan dari ketinggian,” ungkapnya.

Jadi, kalau kamu butuh liburan yang menyehatkan sekaligus menyenangkan, tak perlu jauh-jauh! Taman Safari Bogor siap memberikan pengalaman liburan yang bebas polusi, asri, dan tentunya seru!***

Melonjak Tajam, Harga Cabai di Mataram Tembus Rp 210 Ribu!

0

Bogordaily.net – Harga cabai di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meroket hingga menyentuh angka fantastis. Dari yang semula Rp 60 ribu per kilogram, kini harga cabai rawit lokal mencapai Rp 210 ribu per kilogram, sementara cabai rawit Jawa menyentuh Rp 160 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Uun Pujianto, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh stok cabai yang semakin menipis dan adanya gagal panen akibat musim hujan.

“Produksi cabai di Mataram sendiri sebenarnya tidak ada, kami bergantung dari Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Tapi karena stok berkurang, harga ikut melambung,” ujarnya, Rabu 5 Maret 2025.

Para pedagang di pasar pun mulai waswas. Mereka tak berani menyetok cabai dalam jumlah banyak karena takut rugi jika harga terus melonjak atau pembeli semakin berkurang.

“Harga cabai naik terus tiap hari. Sabtu lalu masih Rp 120 ribu, sekarang sudah tembus Rp 200 ribu lebih. Banyak pembeli yang kaget dan memilih tak jadi beli,” kata Rahmah, seorang pedagang di pasar tradisional.

Pemerintah Kota Mataram kini berupaya menstabilkan harga dengan menggelar operasi pasar keliling sejak 3 Maret hingga 26 Maret, bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia.

Namun, upaya ini tampaknya belum cukup meredam kegelisahan masyarakat yang harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan dapur.

Apalagi, dengan harga yang terus naik, tak sedikit warga yang mulai mengurangi konsumsi cabai atau bahkan memilih alternatif lain.

“Biasa beli sekilo, sekarang beli setengah ons saja sudah mahal. Makan jadi kurang sedap, tapi mau bagaimana lagi?” keluh seorang pembeli.***

Miris! Saat Warga Kebanjiran, Istri Wali Kota Bekasi Justru Mengungsi ke Hotel

0

Bogordaily.net – Di tengah ribuan warga Bekasi yang berjuang menghadapi banjir besar, sebuah video yang memperlihatkan istri Wali Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menginap di hotel mewah malah menjadi sorotan tajam. Video tersebut viral di media sosial dan langsung menuai kontroversi.

Dalam video yang beredar, terlihat Wiwiek tiba di Hotel Horison dengan didampingi beberapa orang. Seorang wanita yang merekam kejadian itu memberikan narasi yang membuat publik terkejut.

“Wali Kota kita rumahnya kebanjiran, gaes. Jadi nginepnya di Horison,” ujar wanita dalam video yang dikutip pada Rabu 5 Maret 2025.

Sebelum masuk ke dalam hotel, Wiwiek bahkan sempat berpamitan dan mencium pipi wanita yang merekam video tersebut.

Sontak, rekaman itu langsung memicu amarah warganet. Banyak yang mempertanyakan kepekaan istri Wali Kota Bekasi, mengingat ribuan warga lain masih bertahan di pengungsian dengan fasilitas seadanya.

“Rakyatnya kedinginan di tenda pengungsian, yang satu santai di hotel. Mantap!” tulis seorang netizen.

“Harusnya kasih contoh, bukan malah kabur cari kenyamanan sendiri,” timpal yang lain.

Hingga kini, pihak Pemkot Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait viralnya video tersebut.

Sementara itu, warga korban banjir masih terus berjuang menghadapi dampak bencana, dengan bantuan yang disebut-sebut belum merata.***

Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Rabu 5 Maret 2025, Apakah Hujan Lagi?

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa Kota Bogor hujan petir sampai sedang Rabu 5 Maret 2025.

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 75–97%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 22-28 °C
Kelembapan: 75–97%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 70–98%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 23–30 °C
Kelembapan: 70–98%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 23-29°C
Kelembapan: 70–98%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 23–30 °C
Kelembapan:70–98%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Rabu 5 Maret 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Kemakan Marketing, Warga Perumahan Arthera Hill 2 Diterjang Banjir

0

Bogordaily.net – Perumahan dengan embel-embel “bebas banjir” ternyata tak selalu sesuai kenyataan. Sejumlah rumah warga di Perumahan Arthera Hill 2, Desa Jaya Sampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, justru terendam banjir setinggi 170 sentimeter pada Selasa 4 Maret 2025.

Akibat banjir tersebut, warga panik dan harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Tak hanya hujan deras yang mengguyur sejak Senin 3 Maret 2025 malam, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Kali Cikarang yang berada di samping perumahan tersebut.

Padahal, saat membeli rumah, banyak warga tergiur dengan klaim perumahan aman dari risiko banjir.

Data sementara mencatat sebanyak 300 kepala keluarga (KK) terdampak dalam bencana ini.

Air yang masuk dengan cepat ke dalam rumah membuat banyak warga tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

“Dari jam empat pagi kita mulai evakuasi, air naik drastis akibat tiga titik tanggul yang jebol. Dalam dua jam, ketinggian mencapai 170 sentimeter,” ujar relawan, Yuda.

Proses evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, balita, serta ibu-ibu.

Hingga kini, sedikitnya 50 warga telah berhasil dievakuasi, sementara beberapa lainnya masih menunggu pertolongan.

“Sebagian sudah dievakuasi, tapi masih ada warga yang terjebak. Sebelumnya, ada juga yang memilih evakuasi mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku di lokasi untuk menyelamatkan warga dan menyalurkan bantuan darurat.

Hingga saat ini, situasi di Perumahan Arthera Hill 2 Banjir masih dalam pemantauan, terutama dengan potensi hujan deras yang masih mengancam.

Banjir ini membuat banyak warga menyesal dan mempertanyakan klaim pengembang soal “bebas banjir”. ***

Menaker Pastikan Aturan THR untuk Pegawai Swasta Segera Terbit

0

Bogordaily.net – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah kembali menyoroti kewajiban perusahaan dalam memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pegawai swasta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa aturan mengenai pemberian THR bagi pegawai swasta akan segera diterbitkan dalam bentuk Surat Edaran (SE).

Aturan ini diharapkan memberikan kepastian bagi para pekerja terkait hak mereka menjelang Lebaran.

“Besok akan kita launching aturan THR-nya, SE (Surat Edaran) besok di Kemenaker yang untuk karyawan swasta,” ungkap Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 4 Maret 2025.

Selain pegawai swasta, pemerintah juga tengah mengupayakan imbauan pemberian THR bagi para pengemudi ojek online (ojol).

Meskipun belum bersifat wajib, regulasi ini diharapkan dapat mendorong perusahaan aplikator digital untuk turut memperhatikan kesejahteraan para mitra pengemudinya.

“Untuk ojol, akhir minggu ini kita usahakan,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah untuk Kesejahteraan Pekerja

Pemberian THR merupakan kewajiban perusahaan yang telah diatur dalam regulasi ketenagakerjaan.

Dalam hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan akan melakukan pengawasan guna memastikan perusahaan mematuhi ketentuan tersebut.

SE yang diterbitkan akan memberikan pedoman terkait besaran THR, waktu pencairan, serta sanksi bagi perusahaan yang tidak menunaikan kewajibannya.

Bagi pekerja informal seperti pengemudi ojol, pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk Surat Edaran (SE) yang bersifat imbauan kepada perusahaan aplikator digital.

Meskipun tidak memiliki hubungan kerja formal seperti karyawan swasta, pemerintah berharap ada kebijakan internal dari perusahaan aplikator untuk tetap memberikan apresiasi kepada para pengemudi menjelang Lebaran.

Kebijakan THR tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga menjadi stimulus bagi perekonomian nasional.

Dengan adanya pencairan THR, daya beli masyarakat meningkat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan konsumsi di berbagai sektor, terutama ritel, transportasi, dan pariwisata.

“THR tidak hanya penting bagi pekerja, tetapi juga bagi perekonomian secara keseluruhan. Dengan daya beli yang meningkat, sektor usaha akan mendapatkan dampak positif,” kata seorang ekonom dari Universitas Indonesia.

Namun, tantangan dalam pelaksanaan kebijakan ini tetap ada, terutama dalam memastikan perusahaan benar-benar menunaikan kewajibannya.

Oleh karena itu, pemerintah juga membuka jalur pengaduan bagi pekerja yang mengalami kendala dalam pencairan THR mereka.

Dengan dikeluarkannya aturan ini, diharapkan kesejahteraan pekerja, baik di sektor formal maupun informal, semakin diperhatikan.***