Home Blog Page 1207

Program BRI Menanam – Grow & Green di Tanjung Prepat Berau Berhasil Serap Karbon 2.987 CO2e (Kg) per tahun dan Dorong Ekonomi Masyarakat

0

Bogordaily.net – BRI terus memberikan kontribusi nyata dalam melawan perubahan iklim. Tak sekedar membuat bumi tetap asri, langkah menjaga lingkungan ikut memberikan nilai secara ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan program BRI Menanam – Grow & Green yang dilaksanakan di lahan kritis yang terletak kampung Tanjung Prepat, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Di atas lahan kritis seluas 28 Ha tersebut, BRI Peduli melalui program BRI Menanam – Grow & Green menyalurkan bantuan 2.500 bibit tanaman durian yang telah ditanam Juni 2023. Di sela-sela penanaman bibit durian, juga dilakukan penanaman tanaman produktif seperti jagung, cabai dan sayuran lainnya.

Hasilnya, sejak dilakukan pada Juni 2023, tercatat sebanyak 85% tanaman utama masih bertahan hidup dengan rata-rata pertumbuhan mencapai satu meter per tahun dan berkontribusi terhadap penyerapan karbon sebanyak 2.987 CO2e (Kg).

Tanaman durian yang mati karena kondisi cuaca dan hama dilakukan penyulaman secara berkala. Keberhasilan ini tidak lepas dari praktik penanaman berkelanjutan yang dilakukan oleh BRI Peduli yang berkolaborasi bersama Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU) dan Kelompok Tani (KT) setempat yaitu KT Berkah Usaha Sejahtera.

Program ini tidak hanya mencakup penanaman bibit pohon durian namun juga dilakukan penyulaman bila terdapat bibit yang gagal tumbuh, melakukan monitoring tanaman, hingga perhitungan penyerapan karbon.

“Program ini memberikan tantangan sekaligus mengubah pola pikir masyarakat tentang pemanfaatan lahan melalui tanaman produktif, serta meningkatkan kapasitas kelompok dalam manajemen waktu dan tanggung jawab kelembagaan,” ujar pendamping Lapangan Program BRI Menanam – Grow & Green Tanjung Prepat Sufriady Syam.

Selain keberhasilan tanaman yang masih bertahan hidup, program BRI Menanam – Grow & Green di Tanjung Prepat juga berhasil medorong perekonomian masyarakat melalui keberadaan tanaman sela.

Pada januari 2025, KT Berkah Usaha Sejahtera berhasil melakukan panen 62 kg jagung manis, 160 kg jagung pakan, dan 60 kg cabai.

“Kami mendapatkan banyak manfaat dari program ini, mulai dari peningkatan kapasitas teknologi hingga metode modern dalam pertanian. Program ini juga meningkatkan pendapatan kelompok melalui pemanfaatan tanaman sela seperti jagung dan cabai” ungkap Sekretaris KTH Berkah Usaha Sejahtera Samsul Bahri.

Samsul mengaku banyak manfaat atau keuntungan yang diperoleh dengan adanya program ini, di mana petani bisa mendapatkan penghasilan/upah kerja dan tentunya ada keuntungan dari penjualan yang mereka tanam.

Program ini memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan petani sebesar 15 persen.

“Nantinya tanaman durian yang dipanen akan dibagi juga keuntunganya. Saat program sudah selesai, kami pastikan akan terus melanjutkan perawatan kebun,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan bahwa BRI terus berupaya memperluas program-program keberlanjutan lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.

Hal ini menjadi langkah konkret menuju terciptanya ekosistem yang lestari sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“Kelompok tani setempat tentunya akan mendapatkan manfaat yang besar dari program ini seperti peningkatan kapasitas kelompok melalui program pendampingan, pemahaman mendalam tentang praktek pertanian berkelanjutan, serta akses terhadap modal dan pelatihan untuk mengelola tanaman sela seperti jagung dan cabai,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Program BRI Menanam – Grow & Green yang telah dimulai sejak 2022 ini telah memberikan dampak yang secara nyata dapat membantu mengatasi perubahan iklim dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui berbagai aktivitas yang mendukung upaya pemulihan ekosistem baik di laut maupun di darat.

“Ini adalah bentuk komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang berbasis Environment, Social and Governance (ESG). Program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan yang memiliki tujuan untuk melestarian lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatan perekonomian”, ungkap Catur.

Program BRI Menanam – Grow & Green di Tanjung Prepat merupakan salah satu bagian dari Program Grow & Green Reforestation yang merupakan penanaman pohon di lahan-lahan kritis, yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar sekaligus pemberdayaan kelompok masyarakat di sekitar.

Sejak dilaksanakan pada 2022, program ini telah menanam sebanyak 1.056.927 tanaman produktif dan bakau dengan potensi penyerapan karbon sebanyak 18.946,2 ton CO2e per tahun.

“Kegiatan penanaman pohon produktif juga merupakan upaya nyata dalam membantu pemerintah mengurangi dampak buruk dari lahan kritis seperti banjir, longsor, dan kekeringan, serta berkontribusi dalam pengurangan emisi dan adaptasi perubahan iklim,” tegasnya. ***

RS BSH Hadirkan Layanan Hotline Center untuk Informasi dan Reservasi Cepat

0

Bogordaily.netRumah sakit (RS)  BSH kini menghadirkan layanan Hotline Center untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi seputar jadwal dokter, fasilitas, layanan kesehatan, serta promo terkini.

Melalui layanan ini, pasien juga dapat melakukan reservasi atau mengubah jadwal konsultasi dengan dokter spesialis secara lebih praktis.

Bagi yang membutuhkan informasi cepat dan akurat mengenai layanan dan fasilitas di Rumah Sakit BSH, dapat langsung menghubungi Hotline Center RS BSH di nomor 0251-7556-777 atau 0817-7099-8889.

Tim customer service siap membantu dan memberikan panduan lengkap terkait berbagai kebutuhan medis pasien.

Dengan adanya layanan ini, Rumah Sakit BSH berkomitmen untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan yang profesional dan terpercaya.(Ibnu Galansa)

Jadwal Perpanjang SIM Kota Bogor 9 Februari 2025: Lokasi, Persyaratan dan Biaya

0

Bogordaily.net – Satlantas Polresta Bogor Kota menyediakan layanan perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling di Kota Bogor pada hari Minggu 9 Februari 2025.

Pelayanan keliling ini khusus untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Pastikan Anda mengajukan permohonan perpanjangan sebelum masa berlaku SIM habis.

Jadwal dan Lokasi Perpanjangan SIM Keliling di Kota Bogor

Hari ini, pada Minggu 9 Februari 2025, layanan SIM keliling akan dilaksanakan di Burger King Pajajaran dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Perhatikan bahwa layanan SIM keliling hanya berlaku untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Jadi, pastikan Anda datang tepat waktu ke lokasi yang telah ditentukan.

Biaya Perpanjang SIM Kota Bogor 9 Februari 2025

Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp80.000.

Untuk perpanjangan SIM tipe A dan C, biayanya adalah Rp75.000. Persyaratan perpanjangan SIM A atau C meliputi:

  • Foto kopi KTP yang masih berlaku
    Foto kopi SIM lama dan membawa SIM asli
  • Surat keterangan kesehatan (akan diberikan di lokasi)

Pentingnya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Seperti yang diketahui SIM (Surat Izin Mengemudi) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada individu yang memenuhi persyaratan.

Seperti administrasi, memiliki kondisi kesehatan baik jasmani maupun rohani, serta memahami peraturan lalu lintas dan memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap pengemudi kendaraan di jalan raya wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 281.(Muhammad Irfan Ramadan)

Patrick Kluivert Pantau Pertandingan Dewa United vs Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Ada Apa?

0

Bogordaily.net – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert beserta jajaran staf memantau pertandingan Liga 1 antara Dewa United menghadapi Persija Jakarta, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 8 Februari 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Patrick Kluivert didampingi, Dany Lanzaat, Alex Pastoor dan juga ketua Umum Erick Thohir duduk secara berdampingan melihat performa dari kedua tim.

Kemudian, Patrick Kluivert sempat berdiri dan juga berfoto bersama dengan para penonton yang ada di Stadion.

Kedatangan Patrick Kluivert ke Stadion Pakansari diduga hendak melihat penampilan pemain dari kedua kesebelasan. Serta mencari amunisi tambahan, untuk pemain timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sementara itu, dalam pertandingan antara Dewa United FC melawan Persija Jakarta berlangsung sengit di babak pertama. Skor kacamata masih bertahan di babak pertama.

Tim tuan rumah Dewa United tampil menyerang dengan beberapa kali mengancam gawang dari Persija Jakarta. Egy MV cs bahkan hampir saja mencetak gol pembuka pada menit ke 35.

Namun, bisa digagalkan oleh kiper Persija Jakarta Eduardo yang tampil cukup gemilang. Tim tamu Persija Jakarta pun tampil cukup solid dengan berbagai serangan mematikan dan juga pertahanan yang kokoh.***

Albin Pandita

Begini Jurus Mensos RI Tekan Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor 

0

Bogordaily.net – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menargetkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan graduasi pada 3.310 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bogor sehingga berdaya dan keluar dari garis kemiskinan.

“Kalau kita punya 331 pendamping PKH, dikali sepuluh, maka ada 3.310 KPM minimal dia harus graduasi. Dari susah menjadi orang yang lebih bahagia,” kata Gus Ipul kepada wartawan usai cara Dialog Pilar-Pilar Kabupaten Bogor bersama Gus Mensos dan Wamensos, Sabtu 8 Februari 2025.

Gus Ipul mengatakan, KPM yang sehat dan produktif harus berpindah ke program pemberdayaan supaya bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri.

Ia menegaskan bahwa, semakin banyak KPM graduasi atau lulus dari program PKH, maka semakin sukses kinerja pendamping PKH dan sebaliknya.

“Jangan sampai penerima PKH ada yang 10 sampai 15 tahun, itu namanya bukan program, itu namanya menikmati,” jelasnya.

Kemudian, Kemensos dalam program pemberantasan kemiskinan di Kabupaten Bogor telah menggelontorkan bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp1,2 triliun pada 405.848 KPM tiap tahun.

Dengan anggaran tertinggi yakni Rp867 miliar Program Sembako dan Rp387 miliar Program PKH. Data tersebut menjadikan PKH dan Program Sembako sebagai program paling strategis dalam pemberantasan kemiskinan di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, ujung tombak pelaksanaan program pemberantasan kemiskinam Kemensos  adalah para pilar sosial, seperti pendamping PKH.

Baik-buruknya Kemensos di tengah masyarakat ditampilkan oleh wajah para pilar. Oleh karena itu, para pilar sosial harus optimal dalam menyukseskan program Kemensos di masyarakat.

“Tugas kita adalah mengubah mindset masyarakat supaya mereka bisa hijrah, mau berpindah yang selama ini menerima Bansos, harus kita berdayakan, supaya masyarakat kita bisa mandiri, dan bisa berproduksi, (sehingga) masyarakat bisa tersenyum gemuyu seperti yang dicita-citakan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agus Jabo.

Adapun, pilar-pilar sosial di Kabupaten Bogor sebanyak 709 orang yang terdiri dari 331 Pendamping PKH, 40 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 98 Taruna Siaga Bencana (Tagana), 1 Pelopor Perdamaian, 25 Pendamping Rehabilitasi Sosial dan 214 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Pilar-pilar sosial tersebut merupakan kekuatan strategis Kemensos dalam pemberantasan kemiskinan. Ini merupakan sumber daya penting guna mewujudkan target kemiskinan ekstrem nol persen dan penurunan angka kemiskinan.

“Kita ingin langkah kita sama. Harapan Presiden Prabowo untuk bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem dalam dua tahun ke depan terwujud. Paling cepat tahun ini, selambatnya tahun depan, target di tahun 2029 kemiskinan di bawah lima persen,” ungkap Gus Ipul.***

Albin Pandita

Sekum HMI Kota Bogor Desak Dinkes Selesaikan Dugaan Intimidasi oleh Puskesmas Sempur

0

Bogordaily.net – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor, Rizqi Muhammad Akbar, menyatakan kecaman keras terhadap Puskesmas Sempur atas dugaan tindakan intimidasi dan pelayanan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap salah satu tokoh agama di Kota Bogor.

Rizqi menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi, terutama ketika menyangkut pelayanan kesehatan yang seharusnya diberikan secara profesional dan tanpa diskriminasi.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan intimidasi dan pelayanan yang tidak sesuai SOP oleh Puskesmas Sempur terhadap tokoh agama di kota ini, pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara, dan institusi kesehatan wajib memberikan layanan terbaik tanpa memandang latar belakang atau status sosial pasien,” tegas Sekretaris Umum HMI Kota Bogor, Rizqi Muhammad Akbar.

Rizqi juga mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait insiden ini dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami meminta pemerintah kota dan dinas kesehatan untuk mengambil langkah tegas dalam menyelidiki kasus ini. Dinkes harus menyelesaikan masalah ini, jika hanya diam sama halnya mengaminkan dugaan intimidasi ini,” tambahnya.

Sebagai aktivis yang peduli terhadap keadilan dan hak-hak masyarakat, Rizqi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
“Institusi publik harus menjalankan fungsinya dengan integritas tinggi. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang adil dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Rizqi Muhammad Akbar, berharap agar insiden ini menjadi momentum untuk perbaikan sistem pelayanan kesehatan di Kota Bogor dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi tindakan yang merugikan masyarakat,” tutupnya. ***

Disambut Gelak Tawa, Komeng Hibur Pilar Sosial di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau Komeng tampil menghibur para pilar sosial di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 8 Februari 2024.

Dalam kesempatan itu, Komeng memberikan sedikit hiburan ditengah tengah dialog bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf.

Penampilan senator yang terkenal dengan ‘Uhuy’ itu disambut gelak tawa para pilar sosial yang hadir di kegiatan tersebut.

“Yang terhormat, Pa Sekda, Pa Wamen, Palalu,” ujar Komeng disambut gelak tawa para yang hadir.

Komeng mengatakan, para pilar sosial yang hadir merupakan relawan yang rela tidak dibayar dalam menjalankan tugasnya mengabdi untuk masyarakat.

“Ini kan bicara masalah sosial, disini semua relawan dan mereka ikhlas. Jadi mereka ini gak dibayar,” jelas Komeng.

“Tadi dibelakang mereka, pak tambahin pak, pa menteri kan bilang jangan dikasih dulu dan jangan terus terusan dikasih bansos,” celetuk Komeng

Lebih lanjut, Komeng juga turut menanggapi dengan penuh hiburan terkait angka kemiskinan yang tinggi. Dimana, menurut komeng jika kemiskinan itu turun, maka turun kebawah.

“Jadi garis kemiskinan itu sekarang tinggi, kalau turun itu kemana ?. Ya turun ke bawah,” ucap Komeng.

Sementara itu di acara tersebut hadir pula Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Syaifullah Yusuf yang mengadakan dialog bersama pilar-pilar sosial di Kabupaten Bogor.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng, Pj Bupati Bogor Bachril Bakri, serta ratusan pilar sosial yang ada di Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan pesan dan kutipan langsung dari Presiden Prabowo terkait kepedulian terhadap rakyat kecil. ***

Albin Pandita

Pj Bupati Bogor Puji Festival Durian Leuwiliang, Dorong Kesejahteraan Petani dan UMKM

0

Bogordaily.net – Penjabat atau Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Festival Durian yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Leuwiliang, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani durian dan UMKM dengan memperluas akses pasar.

Festival Durian ini berlangsung meriah di alun-alun Kecamatan Leuwiliang pada Sabtu, (8/2/25).

Pj Bupati Bogor Bachril Bakri mengungkapkan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk mengangkat durian unggulan Leuwiliang dan memperkenalkan kelezatan serta keunikan buah lokal kepada khalayak luas. Ia menambahkan bahwa tujuan utama festival ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani durian dan UMKM dengan memperluas akses pasar, yang memungkinkan para petani dan pengusaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan mereka.

“Bahkan, festival ini memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Kehadiran wisatawan dapat menghidupkan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan ke tempat wisata, pembelian produk lokal, dan penggunaan jasa lainnya,” kata Bachril Bakri.

Pj Bupati Bogor juga menegaskan bahwa Festival Durian Kecamatan Leuwiliang memiliki peran strategis dalam memajukan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata Kabupaten Bogor dengan mengusung tagline “Sport and Tourism”. Untuk itu, ia berharap adanya kerjasama dengan berbagai pihak terkait guna merancang strategi komunikasi yang efektif untuk memperkuat branding Leuwiliang sebagai daerah dengan berbagai varietas durian berkualitas tinggi.

Ia juga menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya menjadi acara tahunan yang menarik perhatian wisatawan, tetapi juga menjadi agenda yang terus berkembang dan semakin populer di kalangan masyarakat.

“Saya berharap festival durian ini tidak hanya menjadi acara sekali lewat, tetapi menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah,” ujar Bachril Bakri.

Lebih lanjut, Bachril Bakri mengungkapkan bahwa Festival Durian ini memiliki tiga aspek penting. Pertama, sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata, terutama dengan memperkenalkan durian Leuwiliang sebagai buah yang sangat lezat.

“Ada dua jenis durian unggulan yang patut dicoba, yaitu Durian Karyasari dan Durian Pabangbon Barengkong,” jelasnya.

Kedua, festival ini juga menjadi wadah untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat, dengan berbagai produk olahan durian yang dipamerkan, seperti dodol, keripik, dan produk olahan lainnya.

Ketiga, acara ini menjadi upaya untuk mengembangkan durian sebagai produk unggulan dari Kecamatan Leuwiliang yang dapat dipromosikan ke tingkat yang lebih luas.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan merasakan langsung kelezatan durian Leuwiliang. Mari bersama-sama mendukung pengembangan ekonomi di wilayah ini,” bebernya

Ia berharap Festival Durian Kecamatan Leuwiliang menjadi bagian dari promosi wisata yang lebih sukses dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. (*)

BEM se Bogor Soroti Lambannya Penanganan Kasus Pelecehan di Ciseeng Bogor

0

Bogordaily.net – Koordinator BEM se Bogor, Hanif Abdullah, menyoroti lambannya penanganan kasus pelecehan terhadap seorang remaja putri berinisial S (16) asal Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Kasus pelecehan yang dialami gadis Ciseeng telah terjadi sejak enam bulan lalu namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut dari pihak berwenang.

Setelah mendengar kabar kasus tersebut, Hanif segera mengunjungi rumah korban di Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, pada Jumat, 7 Februari 2025, pukul 20.00 WIB, untuk bertemu dengan korban dan keluarganya guna mendiskusikan perkembangan kasus ini.

“Setelah mendengar langsung kesaksian korban dan keterangan dari orang tuanya, saya sangat kecewa dengan kinerja Polres Bogor yang tampaknya mengabaikan laporan ini. Sudah enam bulan berlalu, tetapi belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari kepolisian. Apakah karena korban berasal dari keluarga biasa, sehingga hak dan keadilan mereka tidak diperjuangkan? Padahal, mereka juga warga Kabupaten Bogor yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum,” ujar Hanif setelah pertemuan tersebut.

Ia juga mengkritik sikap eksekutif dan legislatif Kabupaten Bogor, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, serta DPRD, yang hingga kini tidak menunjukkan kepedulian terhadap kasus ini. Hanif menilai bahwa seharusnya mereka berperan aktif dalam membantu keluarga korban agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sebagai bentuk kepedulian, Hanif menegaskan bahwa ia bersama BEM se-Bogor akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berkomitmen untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Oke Gas Jadi Hese Gas! Spanduk “Bahlil No, Gas 3 Kg Yes” Bermunculan di Bogor

0

Bogordaily.net – Kota Bogor mendadak ramai dengan pemandangan tak biasa, spanduk-spanduk mencolok berisi ungkapan protes terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  yang bertuliskan “Bahlil No, Gas 3 Kg Yes” menghiasi berbagai sudut kota.

Spanduk itu mencuri perhatian para pengguna jalan dan warga setempat.

Berwarna biru-kuning yang kontras, spanduk ini tak hanya sekadar kain yang terbentang, tetapi juga simbol keresahan dan tuntutan masyarakat.

Wajah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpampang jelas di setiap spanduk, seolah menjadi pusat perhatian di antara hiruk-pikuk kota.

Beberapa lokasi strategis menjadi titik utama pemasangan spanduk ini seperti di Underpass Jalan Sholeh Iskandar yang selalu dipadati kendaraan, kawasan Loji yang dikenal ramai, Jalan Semeru yang penuh geliat aktivitas, hingga Simpang Gunung Batu yang menjadi persimpangan penting di Kota Hujan ini.

Tidak diketahui pasti siapa yang memasang spanduk-spanduk ini, namun satu hal yang jelas, pesan ini menggema lantang di tengah masyarakat.

Tuntutan akan ketersediaan gas 3 kg, yang menjadi kebutuhan utama bagi banyak keluarga, terlihat nyata dalam kalimat sederhana namun penuh makna itu.

“Bahlil No, Gas 3 Kg Yes” bukan hanya sebuah seruan, tetapi jeritan hati yang ingin didengar.

Warga yang melintas tak urung berkomentar, sebagian mengangguk setuju, sementara yang lain terlihat penasaran dan bertanya-tanya.

Fenomena ini menambah dinamika kehidupan Kota Bogor.

Sementara itu sejumlah warga justru memplesetkan kalimat yang ada di spanduk tersebut.

“Oke gas, oke gas. Hese Gas hese gas,” kata seorang warga mengomentari spanduk protes kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang ada di Kota Bogor tersebut.***