Monday, 4 May 2026
Home Blog Page 1256

Dedie Rachim Janjikan Pemetaan Fasilitas Kesehatan di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyoroti fasilitas kesehatan di Kota Bogor yang masih terbatas. Saat dirinya melakukan kegiatan kewilayahan, Dedie Rachim melihat banyak kebutuhan masyarakat.

Dedie Rachim menemukan masalah banyak titik kunjungannya yang ternyata jaraknya lumayan jauh dari fasilitas kesehatan.

“Misalnya di wilayah Bogor Selatan, ada beberapa daerah yang kami jumpai yang contournya sulit,” tutur dia baru baru ini.

Mengetahui hal itu, calon wali Kota Bogor yang berpasangan dengan Jenal Mutaqin itu akan secepatnya melakukan pemetaan kembali. Mana saja wilayah yang diperlukan atau puskesmas yang yang perlu dibantu.

Meski begitu, Dedie menyadari, untuk merumuskannya, dia harus lebih dulu menghitung ketersediaan tenaga medis dan dokter, agar bisa memenuhi sarana dan prasarana fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bogor.

“Masalah penambahan fasilitas kesehatan juga harus diimbangi dengan jumlah tenaga medis juga dokternya. Ini harus betul betul dihitung, tidak bisa berspekulasi,” urai dia.

Apalagi, ungkap dia kembali, temuan masalah fasilitas kesehatan ini harus sesegera mungkin diatasi.

“Puskesmas di Kota Bogor itu ada 27, sementara jumlah kelurahan ada sekitar 68. Jika ditanya kurang, sudah pasti kurang,” tegas dia.

Selain itu, Dedie Rachim juga melihat banyak sekali masalah ambulans. Jika mengacu pada peraturan Kementerian Kesehatan, harus menyertai tenaga medis dan dokter. Jadi ambulans yang ada sekarang masih tidak mengcover semua kelurahan.

“Untuk sementara (masalah ambulans) kita pakai kendaraan serba guna dulu. Itu sudah jadi rencana kami ketika terpilih nanti,” ungkapnya.***

Ibnu Galansa

Dorong Pemberantasan Narkotika, Hj Hakanna Temuin Penggiat Anti-Narkotika

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi I, Hj. Hakanna mengadakan pertemuan dengan penggiat permasalahan narkotika, Bonni Sofianto, dari Yayasan Asy Griya Mandiri di Gedung DPRD Kota Bogor, Minggu 27 Oktober 2024.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai tantangan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang kian meresahkan di Kota Bogor.

Diskusi ini menjadi langkah konkret bagi Pemerintah Kota Bogor, khususnya pihak legislatif, untuk menggali lebih dalam tentang permasalahan narkotika yang ada di tengah masyarakat.

Hj. Hakanna yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Kota Bogor menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan organisasi masyarakat sangat penting dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

“Kami ingin mendapatkan pandangan dari berbagai pihak, termasuk komunitas dan organisasi yang fokus pada penanggulangan narkotika, agar kita bisa merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Hj. Hakanna.

Sementara itu, menurut Bonni Sofianto dari Yayasan Asy Griya Mandiri keterlibatan berbagai elemen masyarakat akan mempermudah proses pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Kota Bogor.

“Kita harus mulai dari akar masalah, memberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka tidak mudah terjebak dalam lingkaran narkotika,” katanya.

Pertemuan ini juga membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi efektif untuk masalah narkotika di Kota Bogor.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah strategis yang akan diambil ke depan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika,” tandasnya.****

Ibnu Galansa

Ikhtiar Pemkot Bogor Menurunkan Angka Stunting, Intervensi Baduta Jadi Fokus Kelurahan dan Kecamatan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggerakkan jajaran kecamatan hingga kelurahan untuk menangani stunting. Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor juga turun langsung mencari langkah terbaik intervensi stunting.

Hubungan antara sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan program Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan sangatlah penting. Hal itu ternyata berkorelasi erat.

“Pada saat ini kami mengevaluasi data stunting, ternyata stunting beririsan dengan kondisi fisik lingkungan yang kumuh. Di daerah yang ODF-nya tinggi, angka stunting juga tinggi. Makanya, pendekatan sanitasi menjadi sangat penting dalam penanganannya,” ujar Syarifah saat Evaluasi dan Monitoring TPPS di Bogor Creative Center (BCC) belum lama ini.

Dirinya menegaskan pentingnya implementasi yang konsisten dan komitmen dari seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penanganan ODF. Oleh karena itu, Pemkot Bogor telah membentuk tim khusus percepatan penurunan ODF.

“Kami telah bergerak secara bertahap, dimulai dari dua kelurahan yang telah ODF, kemudian bertambah menjadi 18, dan ke depannya akan ada lebih banyak lagi kelurahan yang dibantu,” ungkapnya.

Begitu juga terkait stunting. Ekspos di hadapan semua lurah dan OPD pendampingnya. Ada dua target sasarannya.

‘’Pertama, menurunkan stunting, kedua, keluarga berisiko stunting tidak menjadi stunting alias tidak ada stunting baru,” ujar Syarifah.

Syarifah mengatakan, pada ekspos ini camat menampilkan data-data stunting berdasarkan by name by address setiap anak di bawah umur dua tahun (Baduta). Dari data ini akan terlihat anak-anak mana yang sudah atau yang belum diintervensi, baik dari corporate social responsibilities (CSR), pemberian makanan tambahan, dan lainnya.

“Setiap anak punya persoalan kasus yang berbeda-beda. Misalnya, ada anak yang belum punya Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, ada juga faktor risiko dari orang tua. Pendekatan ini diharapkan bisa menurunkan stunting dan mencegah stunting baru,” jelasnya.

Ia menerangkan, strategi penurunan stunting dengan intervensi langsung kepada Baduta ini menjadi fokus perhatian kelurahan dan kecamatan. Sementara itu, keluarga berisiko stunting yang lain, seperti Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), dan Ibu Menyusui (Busui), diintervensi jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas yang memang sudah memiliki program untuk penambahan vitamin dan pemeriksaannya.

“Provinsi Jawa Barat menargetkan 15 persen penurunan stunting selama enam bulan ini, tapi target ini sangat berat karena penurunan 0,5 persen saja dilakukan selama satu tahun penanganan,” ucap Syarifah.

“Data keseluruhan angka stunting pada 2022, dari 2.300 anak stunting, turun menjadi 1.808 anak. Di data penimbangan bulan Agustus 2024, angka stunting kembali turun menjadi 1.588 anak atau turun 2,3 persen,” sambungnya.***

Penjual Roti Bakar Tewas Tertabrak Kereta Api di Tanah Sareal Bogor

0

Bogordaily.net – Penjual roti bakar tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel KRL di kawasan Tanas Sareal Bogor.

Korban bernama Mustari (59). Ia ditemukan tewas di sekitar rel kereta api kawasan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Mustari tewas usai tertabrak kereta api.

“Menurut keterangan saksi, bahwa korban sejak tiga hari ini sering bolak balik melintas rel kereta api, tepatnya di belakang warung bubur,” kata Kapolsek Tanah Sareal Kompol Ariani kepada wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/10) sekitar pukul 18.10 WIB. Mustari diduga tidak mendengar suara kereta yang melintas.

“Diduga korban tidak mendengar suara tanda kereta api melintas dari arah Jakarta menuju Bogor,” jelasnya.

Korban kemudian terlihat tergeletak di sisi rel. Ariani mengatakan Mustari sempat terlempar.

“Kemudian diketahui korban dan didapati sudah meninggal dunia di tempat dengan keadaan luka pada bagian kepala,” ujarnya.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Bogor.

Korban yang diketahui sebagai penjual roti bakar itu tertabrak kereta dari arah Jakarta menuju Bogor dengan kecepatan sekitar 80-100 kilometer perjam.

Polisi yang mendapat laporan tersebut bergegas menuju lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke untuk pemeriksaan lebih lanjut.***

Waspada Hujan, Simak Ramalan Cuaca Bogor BMKG Senin 28 Oktober 2024

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bogor cerah sampai sore hari Senin 28 Oktober 2024.

Pukul 09.00 WIB, cuaca cerah berawan. Memiliki suhu 31⁰ Celcius, kelembaban 50 persen, dengan kekuatan angin 5 km/jam dari Utara.

Pukul 10.00 WIB, cuaca cerah. Memiliki suhu 32⁰ Celcius, kelembaban 45 persen, dengan kekuatan angin 5 km/jam dari Utara.

Pukul 12.00 WIB, cuaca cerah berawan. Memiliki suhu 34⁰ Celcius, kelembaban 37 persen, dengan kekuatan angin 5 km/jam Timur Laut.

Pukul 13.00 WIB, cuaca cerah berawan dengan suhu 35⁰ Celcius, kelembaban mencapai 35 persen, serta kekuatan angin 5 km/jam Timur Laut.

Pukul 15.00 WIB cuaca udara kabur dengan suhu 33° Celcius. Kelembaban mencapai 40 persen, dengan kekuatan angin 3 km/jam Utara.

Pukul 17.00 WIB, cuaca hujan ringan dengan suhu 29° Celcius, kelembaban 56 persen. Serta memiliki kekuatan angin yang mencapai 3 km/jam dari Utara.

Pukul 20.00 WIB, cuaca hujan ringan suhu 27° Celcius, kelembaban 71 persen. Serta memiliki kekuatan angin yang mencapai 1 km/jam dari Tenggara.

Pukul 22.00 WIB, cuaca hujan ringan dengan suhu 26° Celcius, 75 persen. Dengan kekuatan angin 1 km/jam dari Tenggara.

Bagi kamu yang hendak beraktivitas, agar selalu membawa jas hujan.

Kemudian jaket tebal serta minum vitamin setiap hari saat beraktivitas. Untuk menjaga imunitas tubuh.

Perlu diketahui informasi soal cuaca setiap harinya disampaikan oleh BMKG.

Tak hanya Bogor, seluruh daerah di Indonesia juga memiliki perkiraan cuacanya masing-masing yang perlu dicek secara rutin.

BMKG, merilis data tentang prakiraan cuaca, suhu udara, kecepatan dan arah angin hingga tingkat kelembapan udara, di semua wilayah di Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Untuk informasi lebih lanjutnya, kamu bisa cek akun sosial media Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Instagram maupun Twitter.

Demikian ramalan cuaca menurut BMKG Senin 28 Oktober 2024 di Kota Bogor.***

Wantannas Gelar Diskusi “Bahasa Indonesia Jembatan Menuju Peradaban Maju”

0

Bogordaily.net – Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI menggelar diskusi bahasa dan kebudayaan dengan tema “Bahasa Indonesia Jembatan Menuju Peradaban Maju” yang digelar di Nautic Coffe, Jakarta Pusat, Minggu 27 Oktober 2024.

Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) 2024 serta Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Pembicara utama dalam diskusi ini adalah Sekretaris Jenderal (Sesjen) Wantannas Laksamana Madya TNI T.S.N.B Hutabarat.

Sementara yang menjadi narasumber diskusi yakni Wadek FBS Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Bambang Sumadya, Dosen FIPB Universitas Indonesia Syahrial, serta Peneliti Sastra dan Ilmu Sosial Budaya Imam Muhtarom.

Diskusi yang dimoderatori Dosen DKV Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Puguh TjS Warudju ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengajar, pegiat sastra dan bahasa, sejumlah jajaran Wantannas RI, insan pers, hingga mahasiswa.

Laksdya Hutabarat dalam pemaparannya menekankan pentingnya memelihara dan menyebarluaskan penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat.

“Bahasa Indonesia harus dipelihara dan ditumbuhkembangkan pada masyarakat Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia agar mengglobal,” tuturnya.

Dengan begitu, lanjutnya, bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa akan menjadi jembatan menuju peradaban yang maju, yang membawa Indonesia menjadi bangsa terkemuka di masa mendatang.

“Saya yakin penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta sebagai kebanggaan bangsa, maka bahasa Indonesia ini akan bisa menjadi global dan Indonesia akan menjadi negara yang terkemuka,” tutup Laksdya Hutabarat. (Gibran)

Pemkab Bogor Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana Melalui Tangguh Festival

0

Bogordaily.net – Dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Tangguh Festival tahun 2024, yang berlangsung di halaman kantor BPBD Kabupaten Bogor, Sabtu (26/10/24). Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.

Mewakili Pj. Bupati Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Kabupaten Bogor Zainal Ashari mengatakan, bahwa bulan pengurangan risiko bencana adalah momen reflektif sekaligus strategi untuk meningkatkan kesadaran dan koordinasi dalam menghadapi risiko bencana yang semakin meningkat.

Pendekatan kolaborasi pentahelix dalam pengurangan risiko bencana, yang melibatkan lima sektor utama yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, serta media massa. Menawarkan kerangka kerja komprehensif guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman alam.

“Tangguh Festival ini merupakan upaya konkret untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya mengurangi risiko bencana. Melalui berbagai kegiatan yang menarik dan edukatif, kami ingin menanamkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Aspem Kesra.

Menurutnya, ancaman terhadap megathrus di Kabupaten Bogor lebih dari kepada guncangan gempa yang kuat dan bisa menimbulkan kerusakan struktur rumah dan bagunan sebagaimana potensi gempa lainnya yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bogor. Selain megathrust Kabupaten Bogor juga terancam oleh sesar aktif yakni sesar Cimandiri, sesar Lembang dan yang paling panjang sesar Baribis, yang membentang dari Tangerang melewati Depok dan Kabupaten Bogor hingga ke Majalengka. Jika caesar Baribia terjadi gempa besar akan berdampak di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dengan memahami potensi risiko dan mengintegrasikan upaya mitigasi yang komprehensif, kita dapat mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi, melindungi populasi dan menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan geologis yang dihadapi, sehingga dampak negatif dari bencana alam dapat diminimalisir,” tegasnya.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat menyampaikan, Kabupaten Bogor memiliki potensi bencana alam dampak dari sesar Baribis merupakan sebuah patahan Bumi terpanjang yang berada di pulau Jawa dimulai dari Tangerang Selatan masuk ke Jakarta Selatan kemudian masuk ke wilayah Depok bergeser ke arah Bekasi, ke Cileungsi lalu Citeureup kemudian Karawang dan berakhir di Majalengka. Sesar ini aktif yang bergerak di 5 mm setiap tahun dan pada tahun 1943 pernah terjadi gempa diatas 7.0 SR dan menyebabkan korban dan segala infrastruktur rusak.

“Kami para relawan hadir menyelenggarakan kegiatan ini bukan untuk menakut-nakuti, sesar Baribis megathrust itu merupakan potensi bencana, dan sampai hari ini tidak ada satu alat pun yang paling canggih di dunia pun bisa mendeteksi kapan gempa bumi itu terjadi, tidak ada satu orang ahli pun yang bisa meramalkan gempa bumi itu terjadi. Tetapi ancaman ini merupakan sebuah ancaman yang nyata, oleh karena itu kami dari BPBD dari pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FRB) menggugah kesadaran kita bahwa sungguh kita harus bergerak mempersiapkan diri apabila terjadi bencana, itu tujuan utama diadakannya festival ini,” tegas Ade Hasrat.

Di tempat yang sama, Ketua FRB Kabupaten Bogor Witoro menjelaskan, bulan Oktober ini merupakan bulan pengurangan risiko bencana, hari ini merupakan puncaknya acara bulan PRB dengan menggelar Bogor tangguh festival.

Insya Allah kegiatan ini akan berlangsung 2 hari rangkaian dari pagi sampai malam, akan ada kopi santai bersama seluruh relawan yang ada di Kabupaten Bogor dan luar Kabupaten Bogor, kemudian sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana mitigasi bencana, yang mudah-mudahan besok pagi kita sambung perlombaan tanggap bencana perlombaan-perlombaan dimana kita mengantisipasi ketika kita ada bencana, dari seluruh relawan yang ada dan sekolah-sekolah yang akan hadir,” imbuhnya.***

Mengecap Manisnya Bisnis Stroberi dengan Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut diwujudkan dalam kegiatan Bazaar UMKM BRILiaN yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (18/10).

Dalam acara ini, BRI mendatangkan langsung stroberi segar yang dijual dari kelompok petani untuk memastikan kualitas terbaik sehingga mampu menarik perhatian luas dari para pengunjung.
Di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terdapat kelompok usaha petani stroberi yang tergabung dalam Klaster Mitra Bery. Klaster ini berfungsi sebagai wadah untuk bertukar ilmu dan pengalaman, dengan tujuan meningkatkan penjualan dan kesejahteraan seluruh anggota kelompok.

Melalui klaster ini, para petani tidak hanya saling berbagi pengetahuan mengenai teknik budidaya yang lebih efisien, tetapi juga bekerja sama dalam memasarkan produk mereka. Sinergi ini memungkinkan para petani stroberi di Desa Lebakmuncang memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk mereka, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa secara keseluruhan.

Klaster Mitra Bery saat ini telah memiliki 23 anggota dari sebelumnya hanya berjumlah 10 anggota. Hal ini mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengembangan UMKM di wilayah Ciwidey. Disini, BRI berperan aktif dalam memberikan pendampingan yang komprehensif kepada setiap anggota, mulai dari aspek transaksi hingga akses terhadap program-program yang dirancang untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan bisnis.

Ketua Klaster Mitra Bery Wihaya mengungkapkan bahwa BRI telah menjadi mitra yang membina klister untuk mengembangkan usahanya. “BRI telah memudahkan usaha saya, khususnya dalam kemudahan bertransaksi seperti QRIS dan transfer melalui BRImo. Kemudahan transaksi yang diberikan BRI memudahkan saya dalam menjual produk”, ujarnya.
BRI tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan fasilitas transaksi, tetapi juga membantu memperluas akses pasar, salah satunya melalui acara Bazaar UMKM BRILiaN.

Keikutsertaan Klaster Mitra Bery dalam bazaar tersebut menciptakan peluang baru untuk mempromosikan produk ke pasar yang lebih besar, yang pada akhirnya memperluas jangkauan dan meningkatkan penjualan.

Pada kesempatan terpisah, Senior Executive Vice President Ultra Mikro BRI Muhammad Candra Utama mengungkapkan bahwa pendampingan yang BRI berikan kepada anggota klaster tidak hanya mencakup perihal permodalan, tetapi juga bimbingan dalam pemasaran dan pengelolaan usaha.

“Bazaar UMKM BRILiaN ini adalah salah satu cara BRI untuk meningkatkan visibilitas dan memasarkan produk UMKM, sehingga mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Kami percaya bahwa kolaborasi ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal. Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam perkembangan Klaster Stroberi ini. Melalui program-program inovatif dan sistem yang kami terapkan, kami berharap UMKM ini akan semakin kuat dan mampu berkembang secara berkelanjutan”, jelas Candra.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan fokus pada pertumbuhan ekonomi lokal, BRI berupaya menciptakan ekosistem yang lebih baik untuk UMKM di Indonesia sehingga dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan.***

Karya Bakti TNI Satnonkowil TA 2024, Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Bantu Pengecoran Bantalan Jalan Desa Kemang

0

Bogordaily.net – Berdasarkan Surat Perintah Danjen Kopassus tentang perintah untuk melaksanakan kegiatan Karya Bakti TNI Satnonkowil TA 2024 di satuan jajaran masing-masing.

Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilaksanakan oleh Batalyon 14 Grup 1 Kopassus dalam rangka Kemanunggalan TNI-Rakyat melalui kegiatan yang terpadu dan melibatkan warga masyarakat.

Pada pelaksanaan Karya Bakti TNI Satnonkowil Semester II TA. 2024 dengan tema “TNI AD Bersama Rakyat Bersatu Dengan Alam Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat”, Batalyon 14 Grup 1 Kopassus bekerjasama dengan pemerintah desa Kemang untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan keamanan, kedamaian, kesehatan dan kegotong-royongan di sekitar satuan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus.

Kegiatan Karya Bakti TNI Satnonkowil yang meliputi kegiatan pembuatan bantalan pengecoran jalan sekaligus normalisasi selokan di RW 16 Desa Kemang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan tanggal 27 Oktober 2024.

Kegiatan Karya Bakti TNI Satnonkowil bagian dari metode Binter yang diselenggarakan oleh satuan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus. Implementasi Kegiatan terkoordinasikan dengan satuan kewilayahan untuk menciptakan keterpaduan pelaksanaan kegiatan di sekitar Satuan sesuai situasi dan kondisi wilayah.

Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian Batalyon 14 Grup 1 Kopassus guna menciptakan dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung tugas-tugas satuan Grup 1 Kopassus dengan tidak mengurangi tugas dan kesiapsiagaan satuan serta membantu dan mendukung Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan secara fisik dan non fisik serta untuk membantu percepatan pembangunan di daerah guna mewujudkan stabilitas wilayah. (*)

PERSUS Siap Kawal All Program yang Dipaparkan Rudy Susmanto dalam Debat Perdana

0

Bogordaily.net — Persatuan Relawan Rudy Susmanto alias PERSUS siap mengawal dalam implementasi program digitalisasi yang dipaparkan oleh pasangan Calon Bupati Bogor nomor satu Rudy-Ade.

Ketua PERSUS, Yaya Sunarya, mengatakan, digitalisasi desa bisa mengubah nasib warga pedesaan dalam persaingan dunia ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Seperti yang dipaparkan oleh paslon kami Pak Rudy Susmanto dalam debat kemarin, tentu digitalisasi desa bisa menjadi program prioritas bagi warga desa. Mayoritas wilayah di Kabupaten Bogor adalah pedesaan, tentu dengan program itu warga di pedesaan akan bisa bersaing dengan pelaku ekonomi perkotaan dan mengiklankan potensi desa. Khususnya di bidang pariwisata,” kata Yaya di Ciampea, Ahad, 27 Oktober 2024.

Yaya mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki 416 desa. Tentu di antara ratusan desa itu, terdapat pedesaan yang memiliki potensi di bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan lainnya. Namun, potensi itu tidak akan pernah berkembang jika tidak didukung oleh program pemerintah daerahnya.

Relawan PERSUS bersama Rudy Susmanto.

Yaya mencontohkan seperti pedesaan yang ada di Ubud Bali dan pedesaan yang ada di Banyuwangi. Sebelum adanya digitalisasi, meski memiliki potensi wisata tinggi, belum go international dan tidak berpengaruh signifikan untuk peningkatan ekonomi warga setempat.

“Di bawah pemimpin yang visioner dan memprioritaskan program kerakyatan berbasis teknologi dan digitalisasi, Insya Allah potensi besar di Kabupaten Bogor pun akan sama terangkat dan bisa go international. Sehingga menjadi kebanggaan dan identitas budaya pariwisata yang dimiliki Bogor, serta memberi dampak pada peningkatan ekonomi kerakyatan. Ini yang saya tangkap dari pemaparan pak Rudy Susmanto dan Jaro Ade semalam dalam debat,” kata Yaya.

Selain mendukung dan siap mengawal program yang tertuang dalam visi misi Calon Bupati, Yaya menyebut relawan PERSUS pun memiliki program lain yang akan diimplementasikan mendampingi program Rudy-Jaro Ade jika terpilih nanti dalam pemilihan Bupati Bogor.

“Keanggotaan kami menyentuh angka 35 ribu relawan. Semuanya, tidak hanya bekerja pada suksesi pemenangan Pilkada saja. Namun, ketika nanti terpilih pun kami tetap kawal dalam merealisasikan program Bupati. Selain itu, kami juga memiliki program lainnya yang tentu dampaknya akan bermanfaat untuk warga Bogor,” kata Yaya menutup.
(Acep Mulyana)