Tuesday, 5 May 2026
Home Blog Page 1270

Otak Pembunuhan Berencana di Ciampea Bogor Bunuh Diri

0

Bogordaily.net – Pembunuhan berencana di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor akhirnya terungkap.

Polisi berhasil meringkus dua dari tiga tersangka pelaku begal sadis terhadap seorang pria di Desa Cihideung, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Kamis 24 Oktober 2024 .

Diketahui, korban IR (58) meninggal dunia usai dibegal oleh para pelaku saat hendak menjemput anaknya pada Senin 30 September 2024 lalu.

Adapun, ketiga pelaku tersebut yang berhasil diamankan diantaranya R, AJ dan S, namun S bunuh diri, ia tewas gantung diri.

Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP yang ditemukan oleh penyidik terungkap bahwa peristiwa itu sebelumnya telah direncanakan pembunuhan hingga beberapa kali oleh para pelaku terhadap korban.

“Jadi mereka sudah merencanakan beberapa kali namun baru dilakukan eksekusinya pada tanggal 30 September tersebut,” kata Kompol Adhimas kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis 23 Oktober 2024.

Menurut Adhimas, kejadian bermula saat tersangka R datang ke kolam pancing lalu tersangka S yang meninggal dunia memanggil tersangka AJ.

Kemudian para tersangka membicarakan rencana untuk melukai IR dan tersangka S menyiapkan alu untuk melukai korban IR.

Tak lama tiba-tiba tersangka S menunjuk ke arah jalan dan memberitahukan bahwa korban IR baru keluar dari rumah menggunakan sepeda motor.

“Akhirnya tersangka AJ dan tersangka R dengan membawa alat berupa alu berangkat menyusul menggunakan satu unit sepeda motor untuk mengejar korban IR selanjutnya tersangka AJ dan tersangka R berhasil menyusul dan mencegah korban IR,” jelasnya.

Kemudian, tersangka AJ memukul kepala korban dengan menggunakan alu yang menyebabkan korban luka pada bagian kepala dan menyebabkan meninggal dunia

Selanjutnya sepeda motor korban yaitu Honda Beat dengan NOPOL F 4997 AAF diambil oleh tersangka AJ yang kemudian kendaraan Honda Beat tersebut dijual oleh tersangka AJ kepada saudaranya di daerah Kadupandak Kabupaten Cianjur sebesar 2,7 juta rupiah dan.

Dari hasil penjualan tersebut tersangka AJ mendapatkan bagian 2,1 juta dan tersangka R mendapatkan bagian sebesar 600k.

Lebih lanjut, kata Adhimas, tim gabungan berhasil menangkap dua tersangka yaitu AJ di daerah Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, dan tersangka R di desa Sukajadi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

“Sedangkan satu tersangka lainnya yaitu S itu adalah otak pelaku yang merencanakan semua itu ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri pada tanggal 11 Oktober 2024,” ungkap Kompol Adhimas.

Selain itu, kata Adhimas, untuk motif yang didapat dari hasil keterangan pemeriksaan sampai saat ini adalah faktor dendam dan sakit hati terhadap korban.

Adapun terhadap para pelaku, dijerat dengan pasal persangkaan yang dikenakan kepada para pelaku yaitu pasal 340 KUHP terancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.***

Albin Pandita

 

1.456 Siswa Paud Se-Kecamatan Citeureup Ikuti Manasik Haji di KBIHU Nurul Falah Hambalang

0

Bogordaily.net – Sebanyak 1.456 Siswa Paud Se-Kecamatan Citeureup antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji yang diselenggarakan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Citeureup, pada Kamis 24 Oktober 2024.

Dalam kegiatan yang berlangsung di KBIHU Nurul Falah, di Desa Hambalang, Kecamatan  Citeureup, Kabupaten Bogor tersebut berlangsung aman dan tertib.

Terlihat para peserta sangat antusias mengikuti jalanya kegiatan dari awal hingga akhir dengan diawali doa, memasuki area manasik haji, hingga memutari ka’bah yang didampingi langsung oleh panitia maupun orang tua peserta.

Ketua Himpaudi Kecamatan Citeureup Hj Linda Farida mengatakan bahwa dalam kegiatan manasik haji kali ini mendapat antusias dari peserta yang didampingi orang tua, dengan jumlah keseluruhan yang mencapai hingga kurang lebih 2.500 orang.

“Manasik haji Kecamatan Citeureup itu pesertanya 1.456 Siswa itu sekaligus dengan orang tuanya jadi 2000, hampir sekitar 2500,” kata Hj Linda Farida kepada Bogordaily.net, Kamis 24 Oktober 2024.

Menurutnya, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan, dan pada manasik haji kali ini diikuti oleh 59 Paud dari 62 Paud yang ada di kecamatan Citeureup.

“Jadi di kecamatan Citeureup aja, memang kita ga ikut program manapun kita ikut setiap tahun itu mandiri. Ini rutin program wajib di Himpaudi Kecamatan Citeureup,” jelasnya.

“Dari 14 desa, itu jumlahnya 59 paud yang ikut dari 62 paud. Jadi hanya 3 paud yang tidak ikut,” tambah Hj Linda.

Hj Linda menjelaskan, usai melaksanakan manasik haji para peserta juga diajak untuk pariwisata dengan paket berenang yang telah disediakan.

“Biasanya kan ada yang langsung pariwisata ke luar ada juga yang berenang disini. Jadi paket kita itu sekaligus manasik dan berenang,” ujarnya.

Hal tersebut tentu mendapat antusias lebih dari para siswa, karena selain belajar dan mendapatkan ilmu seputar haji, para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama teman maupun orang tua.

“Antusiasnya juga sangat luar biasa karena yang kita sajikan itu bukan hanya ke anal tetapi ke orang tua nya sekaligus, tujuanya memang agar sampai setelah dari orang tua kan bisa disampaikan ke anak. Kalo manyampaikan langsung ke anak kan mungkin tidak konsentrasi,” tuturnya.

“Harapanya kedepanya semoga manjadi acuan atau motivasi untuk mereka nantinya dewasa bahwa naik haji itu memang kewajiban jika mereka mampu,” ungkap Hj Linda.

Sementara itu ditempat yang sama, Bidang Organisasi Himpaudi Kabupaten Bogor Deasi Arisandi S.Pd menyampaikan apresiasi kepada para peserta manasik haji, dengan semangat dan antusias yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

“Tadi saya lihat dari awal pemberangkatan itu bagus ya teratur. Jadi tadi ibunya juga mengantar dengan antusias dan ngena banget karena proses dari pertama kali niat mau ke Padang Arafah jadi semuanya teratur dan tertata dengan pengurusnya yang memang sudah terlatih, dan mereka mengantri secara teratur,” ucap Deasi Arisandi kepada Bogordaily.net.

Ia menilai melalui kegiatan manasik haji dapat membantu perekonomian warga sekitar, karena banyak juga yang ikut berjualan berbagai perlengkapan untuk membantu kebutuhan peserta.

“Selain itu juga memajukan daerah seperti dalam segi ekonominya, disekitarnya juga ikut terbantu ada yang jualan baju, makanan, minyak wangi dan sebagainya insya allah ekonominya terbantu,” imbuhnya.

Kemudian ia mengatakan, kegiatan manasik haji merupakam progam rutin yang dijalankan oleh Himpaudi Kabupaten Bogor, dan dilaksanakan khusus di wilayah Kabupaten Bogor.

“Ini emang Kegiatan rutin dari Himapaudi Kabupaten. Jadi di Kabupaten itu melaksanakanya di beberapa titik, satu otonomi daerahnya juga kita harus masuk, salah satu contohnya itu kita harus ke Jungleland,” katanya.

Selain itu kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pendidikan turut mendukung berbagai program program yang dijalankan oleh Himpaudi, salah satunya kegiatan manasik haji.

“Karena memang Pemerintah sendiri telah membantu kita guru paud pada umumnya untuk memberikan insentif sebesar Rp. 2.400.000. Jadi kita itu terbantu dan tidak harus ke daerah lain seperti di Pondok Gede di Jakarta. Jadi kita menggunakan fasilitas yang ada di Kabupaten Bogor saja,” ujarnya.

“Itu memang ada di program pembelajaran, karena memang harus diajarkan rukun rukun itu kan memang pembelajaran karakter anak diantara kognitif, bahasa, sosial emosional, dan ini diajarkan tentang rukun islam dan rukun iman harus tau. Makanya kita menjalankan ini dengan biaya yang ada. Ada dukungan dari Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui kegiatan manasik haji ini, para peserta mendapatkan pengetahuan lebih seputar ibadah haji, dan kelak bisa menjalankan rukun islam yang kelima tersebut.

“Mereka akan lebih banyak pengetahuan dan tertanam jiwa karakternya dari sejak dini, harapan saya pemda juga terus mendukung kegiatan ini guna memberikan pelayanan terhadap peserta didik,” ungkap Deasi.***

Albin Pandita

Polisi Ringkus Dua dari Tiga Pelaku Begal Sadis Terhadap Pria di Ciampea Bogor, Ini Kronologinya

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil meringkus dua dari tiga pelaku begal sadis terhadap seorang pria di Desa Cihideung, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Kamis 24 Oktober 2024.

Diketahui, korban IR (58) meninggal dunia usai dibegal oleh para pelaku saat hendak menjemput anaknya pada Senin 30 September 2024 lalu.

Adapun, ketiga pelaku tersebut yang berhasil diamankan diantaranya R, AJ dan S, namun S ditemukan dalam meninggal dunia gantung diri.

Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP yang ditemukan oleh penyidik terungkap bahwa, peristiwa itu sebelumnya telah direncanakan pembunuhan hingga beberapa kali oleh para pelaku terhadap korban.

“Jadi mereka sudah merencanakan beberapa kali namun baru dilakukan eksekusinya pada tanggal 30 September tersebut,” kata Kompol Adhimas kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis 23 Oktober 2024.

Menurut Adhimas, kejadian bermula saat tersangka R datang ke kolam pancing lalu tersangka S yang meninggal dunia memanggil tersangka AJ.

Kemudian, para tersangka membicarakan rencana untuk melukai IR dan tersangka S menyiapkan alu untuk melukai korban IR.

Tak lama tiba-tiba tersangka S menunjuk ke arah jalan dan memberitahukan bahwa, korban IR baru keluar dari rumah menggunakan sepeda motor.

“Akhirnya tersangka AJ dan tersangka R dengan membawa alat berupa alu berangkat menyusul menggunakan satu unit sepeda motor untuk mengejar korban IR selanjutnya tersangka AJ dan tersangka R berhasil menyusul dan mencegah korban IR,” jelasnya.

Kemudian, tersangka AJ memukul kepala korban dengan menggunakan alu yang menyebabkan korban luka pada bagian kepala dan menyebabkan meninggal dunia

Selanjutnya sepeda motor korban yaitu Honda Beat dengan NOPOL F 4997 AAF diambil oleh tersangka AJ yang kemudian kendaraan Honda Beat tersebut dijual oleh tersangka AJ kepada saudaranya di daerah Kadupandak Kabupaten Cianjur sebesar 2,7 juta rupiah dan.

Dari hasil penjualan tersebut tersangka AJ mendapatkan bagian 2,1 juta dan tersangka R mendapatkan bagian sebesar 600k.

Lebih lanjut kata Adhimas, tim maupun gabungan dengan posisi Ciampea berhasil menangkap dua tersangka yaitu AJ di daerah Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, dan tersangka R di desa Sukajadi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

“Sedangkan, satu tersangka lainnya yaitu S itu adalah otak pelaku yang merencanakan semua itu ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri pada tanggal 11 Oktober 2024,” ungkap Kompol Adhimas.

Selain itu, kata Adhimas, untuk motif yang didapat dari hasil keterangan pemeriksaan sampai saat ini adalah faktor dendam dan sakit hati terhadap korban.

Adapun terhadap para pelaku, dijerat dengan pasal persangkaan yang dikenakan kepada para pelaku yaitu pasal 340 KUHP terancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.(Albin Pandita)

Mafindo Bogor dan Institut Ummul Quro Al-Islami Gelar Pelatihan Anti Hoax

0

Bogordaily.net – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo Bogor) & Institut Ummul Quro Al Islami Bogor berkolaborasi menggelar pelatihan Tular Nalar Sekolah Kebangsaan di Aula Kampus IUQI Bogor pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Mafindo merupakan organisasi kemasyarakatan yang bertujuan mensosialisasikan bahaya informasi bohong (hoax) dan menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan teliti terhadap informasi hoaks.

Salah satu program Mafindo adalah literasi digital. Tujuannya untuk mengedukasi dan membuka pemikiran yang kritis terhadap informasi yang didapatkan, terlebih saat menghadapi Pilkada 2024, yang mana akan banyak sekali informasi yang bertebaran yang belum tentu berita tersebut valid.

Ahmad Ubaedilah, SH koordinator wilayah Mafindo Bogor menjelaskan bahwa pelatihan literasi digital ini sangat penting untuk mengetahui mana informasi hoaks dan valid.

”Pelatihan literasi digital ini sangat penting yang nantinya kita akan mengetahui informasi yang valid dan tidak, karena pengetahuan yang didapat seputar pemilu, sanksi pemilu dan cara-cara mengetahui berita hoax. Hal ini sangat penting bagi pemilih pemula dan untuk bekal masyarakat,” jelasnya.

Tujuan dan harapan setelah penyampaian edukasi ini, kata dia, yaitu masyarakat tidak hanya membaca judul beritanya saja tetapi juga memahami isi berita dan pemilih pemula sampai lansia.

Sehingga, ketika mendapatkan informasi dicek terlebih dahulu sebelum disharing.

Atau cek fakta dulu sebelum berbicara, dan diverifkasikan terlebih dahulu.

Menurutnya, Mafindo hadir untuk mensosialisasikan pencegahan hoaks terutama vaksinasi perbanking dan debangking.

Sementara itu, relawan sekaligus Kepala Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IUQI Willa Putri, M.Pd berharap, dengan adanya pelatihan ini peserta dapat memiliki pemikiran yang kritis dalam menganalisa berita.

“Harapan kami tentu dengan adanya pelatihan ini peserta dapat memiliki pemikiran yang kritis dalam menganalisa berita. jangan gampang termakan berita hoax. Usahakan semua daya yang di tubuh kita termasuk kognitif (daya pikir) untuk menganalisa sesuatu terlebih dahulu sebelum melakukan sharing,” katanya.

Wirandani, salah satu peserta Tular Nalar Sekolah Kebangsaan mengucapkan terima kasih kepada Mafindo Bogor yang telah memberikan edukasi mengenai literatur digital.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mafindo Bogor yang telah memberikan edukasi dan pengalaman yang baru dan program yang sangat menginspiratif juga memberikan banyak manfaat” ujar Ira sapaan akrabnya.

Ia juga berharap Mafindo terus memberikan manfaat untuk banyak orang.

Kegiatan ditutup dengan Quiz berhadiah,serta memberikan apresiasi kepada peserta yang antusias selama mengikuti pelatihan.**”

Ini Terobosan Melli Darsa untuk Reformasi Hukum dan Birokrasi Kota Bogor yang Transparan dan Efisien

0

Bogordaily.net – Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Melli Darsa, membawa pengalaman panjangnya sebagai pengacara internasional dalam kampanye Pilkada 2024 dengan mengusulkan program reformasi hukum dan birokrasi di Kota Bogor.

Program ini ditujukan untuk memperbaiki layanan publik yang sering kali lambat, tidak efisien, dan kurang transparan, khususnya dalam urusan administrasi dan perizinan.

Berdasarkan data BPS Kota Bogor, rata-rata waktu pemrosesan perizinan usaha di Kota Bogor mencapai 15 hari, jauh lebih lambat dibandingkan kota besar lainnya seperti Bandung yang hanya memakan waktu 7 hari kerja.

Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Kota Bogor masih rendah, dengan hanya 45% warga yang merasa puas.

Melli melihat ini sebagai masalah mendasar yang perlu segera diperbaiki.

“Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang cepat dan transparan, tanpa harus terjebak dalam birokrasi yang rumit dan lambat,” ujar Melli.

Untuk mengatasi masalah ini, Melli Darsa mencetuskan program “Bogor Transparan dan Efisien” yang terdiri dari beberapa poin fokus utama.

“Program Bogor Transparan dan Efisien ini merupakan jawaban atas empat masalah utama birokrasi dan hukum Kota Bogor. Digitalisasi layanan publik, pengawasan dan transparansi, pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta layanan konsultasi hukum gratis,” gagas perempuan kelahiran Kota Bogor ini.

Dengan program ini, Melli berharap bisa mempercepat waktu pemrosesan perizinan menjadi hanya 5 hari kerja, meningkatkan kepuasan masyarakat menjadi 80%, dan secara signifikan mengurangi kasus korupsi di sektor publik.

“Kota Bogor harus menjadi contoh transparansi dan efisiensi dalam pemerintahan,” jelas Melli.

Program ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi warga Kota Bogor, dengan layanan publik yang lebih cepat, bersih, dan akuntabel.***

Rena Da Frina – Teddy Risandi Usung Program “Aspal 24 Jam” untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan Permukiman

0

Bogordaily.net – Pasangan calon Rena Da Frina dan Teddy Risandi menawarkan solusi inovatif untuk perbaikan infrastruktur jalan permukiman melalui program unggulan mereka yang dinamai “Aspal 24 Jam”.

Program ini dirancang untuk menanggapi keluhan warga terkait kondisi jalan setapak dan jalan lingkungan di permukiman yang sering kali luput dari perhatian pemerintah.

Selama ini, perbaikan jalan di wilayah permukiman kerap terhambat oleh pembagian tanggung jawab antar dinas, di mana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berfokus pada pemeliharaan jalan-jalan besar, sementara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) bertanggung jawab untuk jalan lingkungan.

Namun, Disperumkim sering kali menghadapi kendala anggaran untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.

“Dalam program Aspal 24 Jam, kami berupaya menjawab kebutuhan warga di wilayah permukiman yang belum bisa langsung ditanggapi pemerintah,” ujar Rena Da Frina saat menyapa warga Babakan Pasar, Selasa 22 Oktober 2024.

Rena menegaskan, program ini dirancang untuk mempercepat proses perbaikan jalan setapak dan jalan lingkungan yang selama ini terbengkalai.

Melalui Aspal 24 Jam, warga tidak lagi harus menunggu lama akibat prosedur birokrasi yang berbelit atau pembagian tanggung jawab antar dinas. Perbaikan jalan dilakukan cepat dan tepat, sehingga tidak ada lagi daftar tunggu yang panjang.

“Kami fokus pada perbaikan infrastruktur jalan di permukiman yang menjadi tanggung jawab Disperumkim, agar masalah jalan yang rusak segera teratasi,” jelas Rena.

Program Aspal 24 Jam diharapkan menjadi jawaban atas masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat di daerah permukiman, terutama bagi mereka yang merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal infrastruktur.***

Ibnu Galansa

Reses di Bogor Selatan, Dedi Mulyono Serap Aspirasi Milenial, Bahas Bahaya Judi Online

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Dedi Mulyono melaksanakan reses masa sidang pertama tahun 2024.

Dalam resesnya itu, Sekretaris DPD PKS Kota Bogor ini menyerap aspirasi yang terjadi di masyarakat, terlebih para anak muda.

Dedi mengatakan, reses ini merupakan diskusi terbuka, dan juga menjadi wadah penting bagi masyarakat maupun anak muda untuk menyampaikan aspirasinya dengan berdiskusi langsung bersama wakil rakyat.

Kata Dedi, saat ini tengah marak judi online (judol), dan banyak anak muda yang mengutarakan kekhawatiran mereka terkait dampak negatif judi online yang semakin meresahkan.

Menurut Dedi, judi online tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, tetapi juga menurunkan produktivitas dan merusak masa depan generasi muda.

“Saya prihatin dengan banyaknya kasus anak muda yang terjerat dalam judi online. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga berdampak luas pada mental dan produktivitas anak-anak muda kita. Kita harus bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah ini,” kata Dedi

Ia pun berkomitmen untuk mencegah anak muda agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif tersebut. Kemudian, dia juga menekankan pentingnya peran pemerintah, masyarakat, dan komunitas pemuda dalam mencegah dan mengatasi masalah judi online yang kian mengkhawatirkan.

Pihaknya akan membawa isu ini ke dalam agenda DPRD Kota Bogor dan mendorong adanya regulasi yang lebih ketat, serta program-program pemberdayaan yang dapat membantu anak muda mengalihkan fokus mereka kepada kegiatan yang lebih produktif.

“Masalah judi online ini perlu penanganan yang serius. Saya akan membawa aspirasi ini ke DPRD dan bekerja sama dengan pemerintah serta stakeholder terkait untuk memberikan edukasi dan alternatif kegiatan positif bagi anak muda,” jelas Dedi.

Selain masalah judi online, Dedi juga mendorong anak-anak muda untuk memperkaya kapasitas diri dan mengembangkan mindset positif sebagai bekal menuju masa depan yang lebih cerah.

Menurutnya, anak muda harus berani bermimpi besar dan fokus pada pengembangan diri melalui berbagai pelatihan, pendidikan, serta kegiatan produktif yang mampu meningkatkan keterampilan dan wawasan.

“Anak muda Bogor Selatan harus berani untuk bermimpi besar dan bekerja keras mencapai mimpi itu. Kalian harus memperkaya kapasitas, baik secara intelektual maupun mental. Jangan biarkan hal-hal negatif seperti judi online menghalangi masa depan kalian yang cerah. Fokuslah pada pengembangan diri dan mindset positif,” tegasnya.

Dedi pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memperjuangkan aspirasi anak-anak muda di Kota Bogor, khususnya di wilayah Bogor Selatan.

Ia berjanji untuk terus mengawal program-program pemberdayaan yang fokus pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan anak muda.

“Kalian adalah masa depan Kota Bogor. Saya akan terus mendukung dan memastikan bahwa aspirasi kalian didengar dan diwujudkan dalam program-program nyata yang dapat membantu kalian mencapai potensi terbaik. Kita harus bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif,” tandasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Underpass Batutulis Resmi Dibuka

0

Bogordaily.net – Underpass Batutulis yang terletak di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kini resmi difungsikan sebagai jalur dua arah yang menghubungkan Jalan Cipaku dengan Jalan Batutulis. Meskipun telah dibuka untuk umum, jalur ini masih dalam tahap penyempurnaan.

Pembukaan jalur under pass ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengalihan arus lalu lintas menyusul pengerjaan segmen 5 di perlintasan sebidang Stasiun Batutulis. Proses pengerjaan tersebut telah dimulai pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa pembukaan jalur under pass ini bertujuan untuk meminimalisir dampak pengerjaan segmen 5 terhadap arus lalu lintas.

“Ketika segmen 5 dikerjakan, arus lalu lintas dialihkan melalui under pass. Jadi, kendaraan dari Batutulis menuju Cipaku atau sebaliknya menggunakan jalur under pass,” ujar Dimas Tiko, Kamis 24 Oktober 2024.

Meskipun sudah difungsikan, Dimas menegaskan bahwa penyempurnaan masih akan terus dilakukan, khususnya di segmen 5 yang masih terdapat beberapa undakan kecil di jalan.

Menurutnya, penyempurnaan ini dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, untuk memastikan uji kelayakan dan keamanan.

“Selain itu, stabilitas wilayah juga melibatkan kerja sama dengan camat, lurah, dan LPM setempat,” tambah Dimas.

Sementara itu, Dishub Kota Bogor bersama dengan Satlantas Polresta Bogor Kota terus melakukan pemantauan terhadap arus lalu lintas di jalur under pass ini.

Pemantauan dilakukan terutama untuk mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di akhir pekan saat mobilitas kendaraan biasanya meningkat.

“Kami berharap arus lalu lintas tetap lancar. Jika diperlukan, akan ada penyesuaian melalui evaluasi yang terus menerus dilakukan,” ungkap Dimas.

Dari hasil pemantauan awal, Dimas mengakui bahwa masih ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki di jalur under pass ini.

Namun, ia tetap optimis bahwa perbaikan akan dilakukan secara simultan dengan progres pengerjaan segmen 5.

“Intinya, kami ingin arus lalu lintas tetap lancar dan keselamatan pengguna jalan terjamin,” ungkapnya.***

Ibnu Galansa

Warga Sukajadi Nyatakan Siap Memenangkan Rayendra – Eka Maulana di Pilwalkot

0

Bogordaily.net – Calon Wakil Wali Kota Bogor, Eka Maulana, menerima sambutan hangat dari warga Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, dalam kampanye blusukan yang dilakukannya. Dalam kunjungannya, Eka berkeliling menyapa warga di setiap gang, mengunjungi rumah-rumah penduduk di kawasan yang dikenal padat penduduk tersebut.

Eka Maulana memulai blusukan sekitar pukul 09.00 WIB, didampingi tim relawan dan pendukungnya. Kehadirannya di Kampung Sukajadi disambut antusias dan gembira oleh warga yang telah menunggu untuk bertemu langsung pria berkacamata yang memiliki wajah tampan ini. Mereka terlihat bahagia, menyambut Eka dengan senyum dan harapan.

Di setiap gang yang dilalui, Eka menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan keluhan serta aspirasi mereka terkait berbagai masalah, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga soal kesehatan yang selalu dikeluhkan warga.

Salah satu warga, Nurlaela mengungkapkan bahwa warga sangat berharap adanya perbaikan jalan dan fasilitas umum. Apalagi banyak rumah warga berada di pinggiran sungai, sehingga di Kampung Sukajadi sering terjadi longsor.

“Persoalan infrastuktur dan perhatian pemerintah ke warga, soal bidang pendidikan dan kesehatan. Banyak warga yang sulit memasukan anaknya ke sekolah negeri, dan banyak warga belum memiliki BPJS PBI,” ucapnya.

Warga di Kampung Sukajadi juga menilai, program-program yang diusung dan disiapkan oleh Paslon nomor 5 Dokter Rayendra – Eka Maulana, adalah program terbaik yang bisa mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan warga.

“Kami semua siap memenangkan nomor 5 Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Pokonya di pemilihan nanti, nomor 5 harus menang,” suara lantang dari seluruh warga dengan penuh semangat.

Eka Maulana pun menegaskan pentingnya mendengarkan suara masyarakat. “Saya ingin setiap program yang kami jalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Saya berkomitmen untuk menjadi wakil yang selalu ada untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain mendengarkan aspirasi, Eka juga menjelaskan beberapa program unggulan yang menjadi bagian dari visi misi pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Ia menjelaskan rencana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, memperbaiki akses pendidikan, serta pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

Dukungan terhadap pasangan ini semakin kuat terlihat saat beberapa warga mengungkapkan komitmennya untuk memberikan suara mereka di pemilihan kepala daerah mendatang.

“Kami sudah mantap memilih Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Mereka adalah sosok yang kami butuhkan untuk membawa perubahan di Kota Bogor,” kata Leni seorang ibu rumah tangga yang turut hadir dalam acara tersebut.

Eka Maulana pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diterima. “Saya merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan warga dan mendengar harapan serta kebutuhan mereka. Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih baik,” tambahnya.

Kunjungan ini bukan hanya sekadar momen bertemu dengan warga, tetapi juga menunjukkan komitmen pasangan Rayendra-Eka untuk fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Bogor. Terkait masalah kesehatan, bagi warga Kota Bogor, nanti cukup menggunakan KTP saja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dengan dukungan yang terus menguat, kami ini optimis dapat meraih suara mayoritas dalam pilkada mendatang, dan membawa Kota Bogor ke arah yang lebih baik,” katanya.***

Dicurhati Warga Miskin, Cawalkot Bogor Rena Da Frina Siapkan Solusi Tangani Kemiskinan

0

Bogordaily.net – Sorot mata Nur Atiah, seorang ibu berusia 49 tahun yang tinggal di Kampung Margajaya, Kertamaya, Bogor Selatan, penuh haru saat menyaksikan anaknya sedang menulis.

“Alhamdulillah, dia bisa melanjutkan sekolah ke SMP meskipun orang tuanya hanya bekerja serabutan. Dulu, saat menebus ijazah SD-nya, saya harus berutang ke sana-sini,” kata Nur Atiah, Rabu 23 Oktober 2024.

Bagi Nur Atiah, garis kemiskinan masih membayangi keluarganya, meskipun ada janji dari pemerintah Kota Bogor sebelumnya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kami sekeluarga tetap hidup pas-pasan, yang penting masih bisa makan dan anak-anak sekolah. Janji menghapus kemiskinan belum terbukti,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Siyatmi, seorang janda yang bekerja sebagai guru mengaji, dan kini berusia hampir 60 tahun.

Tinggal di Ciparigi, Bogor Utara, Siyatmi merasa tidak ada perubahan signifikan dalam peningkatan kesejahteraan ekonominya, meskipun ada janji-janji dari pemerintahan Kota Bogor sebelumnya.

“Katanya akan ada kenaikan honor untuk guru mengaji, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Saya terpaksa berjualan kecil-kecilan di rumah untuk menambah penghasilan,” kata Siyatmi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2022 menempatkan Kota Bogor di peringkat keempat sebagai kota termiskin di Jawa Barat, dengan indeks kemiskinan 7,10 persen.

Berdasarkan data yang sama, jumlah penduduk miskin di Kota Bogor pada tahun 2022 mencapai 79,2 ribu jiwa, atau sekitar 7,10 persen dari total penduduk.

Sementara itu, menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Kota Bogor tahun 2023, persentase masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 35,63 persen.

Calon Wali Kota Bogor 2024-2029, Rena Da Frina, menegaskan bahwa untuk mengatasi kemiskinan diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pemberian insentif modal usaha.

Rena menjelaskan bahwa ia telah merencanakan program bantuan, mulai dari kemudahan menebus ijazah sekolah hingga pemberian beasiswa S1 hingga S3.

Dengan meningkatnya kualitas pendidikan, ia yakin masyarakat akan memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Saya juga akan memberikan pelatihan di sektor ekonomi kreatif dan bantuan insentif usaha. Dengan menciptakan banyak lapangan kerja, saya yakin angka kemiskinan akan berkurang,” kata Rena.***