Tuesday, 5 May 2026
Home Blog Page 1285

Pj Bupati Buka DMI Award Tingkat Kecamatan Cileungsi

0

Bogordaily.net – Peringati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2024 mendatang. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Cileungsi menggelar kegiatan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Award tingkat Kecamatan Cileungsi yang dihadiri langsung oleh Pj Bupati Bogor Bachril Bakri, di Desa Limusnunggal Kecamatan Cileungsi pada Sabtu (19/10/24).

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengungkapkan, rasa bangga dan apresiasi dilaksanakannya DMI Award juga beberapa festival yang diikuti oleh para santriawan dan santriawati yang ada di lingkup Kecamatan Cileungsi dan Desa Klapanunggal ini menjadi sarana syiar keagamaan yang sangat luar biasa.

“Tentunya saya sangat mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bogor termasuk kegiatan hari ini. Terlebih masjid bagian yang sangat penting di dalam pengembangan agama kita, masjid sekarang ini tidak hanya sebagai tempat salat tempat ibadah tapi sudah mempunyai fungsi yang sangat luas, jadi ada kegiatan-kegiatan sosial dan lainnya,” tegas Bachril Bakri.

Kemudian, Ketua DMI Kecamatan Cileungsi, Ujang Hidayat menyampaikan, DMI Award ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan Cileungsi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

“Alhamdulillah animo masyarakat cukup antusias, bahkan DMI Award ini telah diakui dan mendapat penghargaan sebegai DMI terinovatif dari PD DMI Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan melalui event ini, kita bisa meningkatkan fungsi masjid itu bukan hanya tempat ibadah tapi berbagai fungsi sosial lainnya,” imbuhnya.

Hadir bersama Pj. Bupati Bogor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Camat Cileungsi, Ketua DMI Kabupaten Bogor, perwakilan Baznas Kabupaten Bogor, Kepala Desa Limusnunggal dan undangan Lainnya.***

Mengenal Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabinet Prabowo-Gibran

0

Bogordaily.net – Nusron Wahid ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ini merupakan kali pertama Nusron dipercaya menduduki jabatan menteri dalam kabinet pemerintahan.

Sebelumnya, Nusron dikenal sebagai anggota DPR RI yang berhasil terpilih sebanyak lima kali.

Pengalaman panjangnya di legislatif menjadi salah satu modal penting dalam karier politiknya.

Selain itu, Nusron juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selama periode 2014-2019, menunjukkan kiprahnya dalam bidang pemerintahan dan kebijakan publik.

Profil Nusron Wahid

Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973. Dia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di tanah kelahirannya.

Nusron kemudian mengambil S1 di Jurusan Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Sedangkan gelar S2 ia raih dari Jurusan Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor.

Sejak menjadi mahasiswa, ia memang sudah menjadi aktivis. Ia pernah menjadi Ketua Suara Mahasiswa UI hingga Ketua Lembaga Kajian dan SDM PCNU Depok.

Nusron pun pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Nusron pun masuk ke dunia politik. Ia bergabung dengan Golkar dan pernah menjadi Koordinator Bidang Agama di DPP Partai Golkar.

Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI dua kali. Yakni periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Kemudian ia ditunjuk menjadi Kepala BNP2TKI pada 2014. Nusron pun pernah menjadi pengurus PB PBSI pada 2012-2019.

Kemudian pada Pilpres 2024, Nusron ditunjuk sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran dan kini ia menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih.***

Presiden Prabowo Tunjuk Hanif Faisol Nurofiq Pimpin Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH

0

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi dipisah menjadi dua kementerian baru yaitu Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.

Pemisahan ini diumumkan oleh Yth. Presiden RI, Prabowo Subianto, Minggu (20/10/2024) pada pukul 21.30 WIB di Istana Negara Jakarta.

Menurut Presiden Prabowo, pemisahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan fokus dalam pelaksanaan tugas serta fungsi masing-masing kementerian.

Pada periode pemerintahan tahun 2024 hingga 2029, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dibentuk sebagai upaya yang lebih responsif, strategis, dan fokus dalam menghadapi tantangan kondisi kualitas lingkungan dan efek perubahan iklim.

Kelembagaan ini diharapkan mampu mendukung visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” yang menjadi pilar pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

KLH diharapkan menjadi garda depan implementasi ekonomi hijau dan memastikan kebijakan investasi pembangunan di Indonesia memenuhi prinsip keberlanjutan.

Bersamaan dengan diumumkannya kelembagaan itu sendiri, Presiden Prabowo juga mengumumkan secara resmi Menteri Lingkungan Hidup dalam susunan kabinet “Merah Putih”.

Ia adalah Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang sebelumnya merupakan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Perubahan kelembagaan memang akan diikuti dengan proses transisi. Namun pelayanan publik di kementerian akan tetap berjalan sesuai peraturan yang ada. Masyarakat dapat mengakses layanan seperti biasa tanpa harus kuatir akan adanya gangguan.” demikian disampaikan oleh Hanif Faisol Nurofiq selaku Calon Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH.***

Pemkot Bogor Gelar Kegiatan Penilaian Interviu Evaluasi SPBE 2024

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar kegiatan Penilaian Interviu Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2024 yang dilaksanakan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (15/10/2024).

Evaluasi ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan digital dan meningkatkan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam sambutannya melalui zoom meeting, Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari menegaskan pentingnya implementasi SPBE dalam menciptakan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

“SPBE ini sangat penting bagi tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel, serta untuk membangun badan publik yang dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya,

Hery menyampaikan bahwa Pemkot Bogor telah melakukan berbagai inovasi berbasis teknologi informasi, termasuk sistem informasi dan aplikasi web untuk layanan publik. Ia menambahkan, hasil indeks SPBE Kota Bogor pada tahun 2023 yang mencapai nilai 3,72 dari skala 5 membuktikan bahwa Kota Bogor berada di jalur yang tepat dalam meningkatkan pelayanan digital bagi masyarakat.

“Semoga tim SPBE Kota Bogor dapat merespons dan menjawab pertanyaan asesor dengan baik agar indeks SPBE kita dapat meningkat,” harapnya sekaligus menutup sambutan.

Sementara itu, asesor dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Fiftin Noviyanto menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi Pemkot Bogor dalam penerapan SPBE di lingkungan pemerintahan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memudahkan administrasi pemerintah dan meningkatkan pelayanan publik. Kami di sini untuk memvalidasi data yang sudah dikumpulkan pada tahap evaluasi sebelumnya agar lebih autentik dan sesuai,” jelas Fiftin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat melaporkan indikator kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diwujudkan melalui aplikasi Bogor Single Window (BSW), sebuah platform yang akan mengintegrasikan seluruh aplikasi layanan di Kota Bogor.

“Bogor Single Window telah diluncurkan pada tahun 2023 dan akan menjadi rumah bagi 144 aplikasi yang ada di Kota Bogor. Selain itu, evaluasi rutin dilakukan oleh Sekda untuk memonitor jumlah aplikasi dan memastikan semua aplikasi bergabung ke dalam BSW,” ungkap Rahmat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menutup acara dengan mengucapkan terima kasih kepada tim evaluator atas masukan yang diberikan.

“Evaluasi ini sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penerapan SPBE di Kota Bogor. Tak lupa, kami juga akan menindaklanjuti masukan yang diberikan dan melengkapi data yang masih kurang dalam 5 hari ke depan,” katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan Pemkot Bogor dapat terus meningkatkan implementasi SPBE untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan pelayanan publik yang semakin baik di era digital.***

Begini Peran Posyandu Cegah Stunting 

0

Bogordaily.net – Upaya memperkuat sistem kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), menetapkan enam pilar transformasi kesehatan.

Pilar-pilar tersebut meliputi transformasi pelayanan kesehatan primer, pelayanan kesehatan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM), dan teknologi kesehatan.

Salah satu yang menjadi fokus utama adalah transformasi Layanan Kesehatan Primer, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Pilar pertama transformasi kesehatan ini diterapkan melalui empat strategi utama. Pertama, edukasi penduduk dengan menguatkan peran kader kesehatan, memanfaatkan platform digital, dan tokoh masyarakat.

Kedua, pencegahan primer melalui peningkatan imunisasi rutin yang mencakup 14 antigen.

Ketiga, pencegahan sekunder dengan skrining penyakit utama serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Keempat, meningkatkan kapasitas layanan primer melalui revitalisasi fasilitas seperti puskesmas, posyandu, dan kunjungan rumah.

Di Kota Bogor, penerapan transformasi Layanan Kesehatan Primer dilakukan dengan menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

ILP ini fokus pada tiga hal utama: pelayanan siklus hidup yang terintegrasi, jejaring layanan kesehatan hingga tingkat desa, serta penguatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).

Saat ini, Kota Bogor memiliki 25 puskesmas dan 31 puskesmas pembantu (Pustu) yang telah menerapkan ILP.

Selain itu, terdapat 983 posyandu dengan 7.791 kader kesehatan yang tersebar di 6 kecamatan dan 68 kelurahan.

Posyandu berperan penting dalam layanan kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lanjut usia.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam layanan posyandu adalah upaya penanggulangan stunting.

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis pada anak balita yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Bogor adalah 18,2 persen, menurun dari 18,7 persen pada tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan angka stunting ini turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Dalam menanggulangi stunting, kader posyandu berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), melakukan skrining kesehatan, dan mengawasi distribusi gizi tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Selain itu, kader posyandu melakukan rujukan bagi anak yang terdeteksi mengalami masalah gizi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Posyandu di Kota Bogor melaksanakan kegiatan rutin setiap bulan dengan lima langkah utama, yaitu pendaftaran, penimbangan berat badan, pencatatan hasil pengukuran, pelayanan kesehatan seperti imunisasi dan pemberian vitamin, serta edukasi masyarakat.

Selain itu, di Kota Bogor juga diterapkan dua langkah tambahan, yaitu intervensi sensitif oleh sektor di luar kesehatan seperti jaminan sosial, serta layanan ketahanan keluarga.

Di luar hari pelayanan posyandu, kader kesehatan juga melakukan kunjungan rumah untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting.

Dengan peran penting posyandu dalam sistem kesehatan primer, masyarakat Kota Bogor diharapkan dapat memanfaatkan layanan posyandu secara optimal guna menciptakan generasi sehat dan berkualitas menuju Generasi Emas 2045.

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

 

Dokter Rayendra – Eka Maulana Bakal Perjuangan Kesejahteraan Guru Honorer

0

Bogordaily.net – Keluhan-keluhan terus disuarakan oleh masyarakat Kota Bogor kepada pasangan calon nomor urut 5 yaitu Dokter Rayendra-Eka Maulana.

Kali keluhan yang datang Dokter Rayendra-Eka Maulana terkait gaji guru honorer. Menurut warga, gaji guru sangatlah minim.

Menanggapi keluhan tersebut, Dokter Rayendra yang juga jebolan S3 IPB Universty mengatakan bahwa dirinya bersama wakilnya yaitu Eka Maulana, memiliki program terkait dengan kesejahteraan guru.

Menurut Dokter Rayendra, gaji honorer guru sangat lah kecil. Bahkan ada di salah satu sekolah negeri di Kota Bogor ada gaji guru honorer sebesar 1,6 juta per bulan dan dibayar tiga bulan. Padahal tugasnya berat mencerdaskan anak bangsa.

“Tapi saya bekerja sama dengan orang tua menggalang melalui peraturan menteri dan peraturan gubernur juga, kita menggalang dan komite dan akhirnya guru guru swasta bisa kita bantu,” kata Dokter Rayendra.

Tapi, lanjut Dokter Rayendra, kalau meliputi skup besar nanti dipelajari dulu kira-kira anggarannya dari mana untuk membuat guru outsourcing atau honorer bisa lebih sejahtera.

“Karena itu benar-benar harus dipikirkan, tidak bisa saya bilang nanti saya akan naikan dua kali lipat tidak bisa, anggarannya ada tidak, karena APBD Kota Bogor cuman Rp 3,2 Triliun” ucap Dokter Rayendra.

Dan, masih kata Dokter Rayendra, dana longgar cuman Rp500 miliar tidak cukup buat apa-apa.

“Karena buat pendidikan, buat kesehatan itu udah diambil 40% dari sumber APBD,” tutup Dokter Rayendra.

Untuk diketahui, pasangan calon nomor urut 5, Dokter Rayendra-Eka Maulana juga akan memberikan subsidi untuk sekolah swasta bagi keluarga kurang mampu.

“Kami tidak hanya berencana membangun sekolah negeri baru, tetapi juga ingin mendukung sekolah-sekolah swasta dengan memberikan subsidi, agar anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tandas Dokter Rayendra.***

Gelar SMEstaTalk, BRI Persiapkan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dengan menyelenggarakan webinar eksklusif, SMEs Loyalty Talks #SMEstaTalks Episode 3 pada akhir September 2024 lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif BRI untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di kancah internasional.

SMEstaTalk merupakan serangkaian pelatihan online yang memberikan pembekalan komprehensif kepada nasabah BRI agar dapat mengembangkan usaha mereka hingga siap untuk ekspor.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi dan inklusi, tetapi juga menghadirkan para ahli kompeten untuk berdiskusi tentang topik terkini yang dapat memaksimalkan potensi usaha nasabah.

Dalam enam bulan terakhir, SMEstaTalk telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan jumlah peserta hampir mendekati seribu orang. Pelatihan online ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BRI dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) serta Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto mengatakan “untuk mendukung pengembangan UMKM agar dapat menjadi lebih tangguh dan maju, kolaborasi semua pihak terkait sangat penting. Tidak cukup bagi bank untuk menjadi satu-satunya pendukung, karena kebutuhan UMKM lebih dari sekadar pendanaan. Meskipun pendanaan dapat mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh UMKM, itu bukan satu-satunya faktor yang diperlukan untuk pengembangan mereka.”

Lebih penting lagi, semua stakeholders harus berkolaborasi untuk memberikan edukasi yang memadai kepada pengusaha UMKM mencakup bagaimana produksi barang dan jasa yang efisien, inovasi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat, dan hal yang perlu dipersiapkan UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dengan inisiatif seperti SMEstaTalk, BRI terus berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi UMKM Indonesia, membantu mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan siap bersaing di pasar global,” imbuh Amam.

Sementara itu Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendesa PDTT (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi) Muhammad Asnawi Sabli menekankan pentingnya membangun daya saing lokal melalui kolaborasi aktif.

Ia menegaskan bahwa keunikan produk lokal adalah daya tarik utama dalam menghadapi persaingan.

Andanu Prasetyo, CEO Maka Group dan Founder Toko Kopi Tuku, memberikan wawasan tentang menjaga keunikan produk sambil terus berinovasi. “Kunci sukses adalah tetap berpegang pada budaya lokal, namun berani bereksperimen. Pelanggan mencari keaslian sekaligus inovasi,” ujarnya.

Nenden Rospiani, CEO Restu Mande, juga berbagi pengalaman tentang bagaimana brand masakan Padang instan ini mendunia berkat dukungan KUR BRI. “Kolaborasi dengan komunitas lokal dan partisipasi dalam pameran internasional telah membuka pintu bagi kami untuk memasuki pasar global,” tuturnya.***

Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Raffi Ahmad Jadi Apa?

0

Bogordaily.net – Nama Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran akhirnya diumumkan.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan menteri maupun wakil menteri yang akan menjadi anggota kabinet Prabowo-Gibran.

Pengumuman itu disampaikan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10/2024) malam.

Nama Menteri dan Kementerian Kabinet Prabowo-Gibran

Berikut daftar lengkap menteri maupun wakil menteri anggota kabinet Prabowo-Gibran yang diberi nama Kabinet Merah Putih:

  1. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Budi Gunawan
  2. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra
  3. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
  4. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno
  5. Menteri Kordinator infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono
  6. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat: Muhaimin Iskandar
  7. Menteri Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan
  8. Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi
  9. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
  10. Menteri Luar Negeri: Sugiono
  11. Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
  12. Menteri Agama: Nasaruddin Umar
  13. Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
  14. Menteri HAM: Natalius Pigai
  15. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto
  16. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
  17. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti
  18. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Satryo Soemantri Brojonegoro
  19. Menteri Kebudayaan: Fadli Zon
  20. Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin
  21. Menteri Sosial: Saifullah Yusuf
  22. Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli
  23. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding
  24. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
  25. Menteri Perdagangan: Budi Santoso
  26. Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia
  27. Menteri Pekerjaan Umum: Dody Hanggodo
  28. Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait
  29. Menteri Desa: Yandri Susanto
  30. Menteri Transmigrasi dan Percepatan Kawasan Timur Indonesia: M. Iftitah Sulaiman
  31. Menteri Perhubungan: Dody Purwagandhi
  32. Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
  33. Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman
  34. Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
  35. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
  36. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Nusron Wahid
  37. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas:Rachmat Pambudy
  38. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widyantini
  39. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir
  40. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Wihaji
  41. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol Nurofiq
  42. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Rosan Roeslani
  43. Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi
  44. Menteri UMKM: Maman Abdurrahman
  45. Menteri Pariwisata: Widianti Putri
  46. Menteri Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya
  47. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifah Choiri Fauzi
  48. Menteri Pemuda dan Olahraga: Ario Bimo Nandito Ariotedjo
  49. Jaksa Agung: Sanitiar Burhanuddin
  50. Badan Intelijen Negara: Muhammad Herindra
  51.  Kepala Staf Kepresidenan: AM Putranto
  52. Kepala Kantor Komunikasi
  53. Kepresidenan: Hasan Nasbi
  54. Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya

Itulah daftar nama menteri dan nama kementerian Kabinet Prabowo-Gibran.***

Profil Mirzan Meer, Suami Pevita Pearce Anak Konglomerat dari Malaysia

0

Bogordaily.net – Profil Mirzan Meer, Suami Pevita Pearce ini jadi sorotan publik.

Maklum namanya jarang terdengar dan kini menjadi sorotan publik usai Pevita Pearce mendadak diperbincangkan lantaran unggahan terbarunya yang dibagikan di Instagram.

Menyusul sang kakak, Keenan Pearce, Pevita telah membagikan kabar bahagia. Pevita akhirnya resmi menikah dan menjadikan hari Minggu (20/10/2024) sebagai hari patah hati nasional.

“Hari ini, dalam balutan cinta yang damai, dikelilingi oleh mereka yang paling berarti, kita menjadi satu,” tulis Pevita dalam unggahannya.

Pada saat yang sama, Pevita tampaknya mencoba menjaga privasinya. Termasuk dengan menjaga privasi serta identitas dari suaminya.

Tak sekadar bukan dari dunia hiburan tanah air, suami Pevita ini juga tidak berasal dari Indonesia. Bernama Mirzan Meer, suami Pevita adalah pria asal Malaysia.

Profil Mirzan Meer Suami Pevita Pearce 

Asal-usulnya ini semakin menjelaskan tipe busana yang dikenakan oleh Pevita saat menikah. Mengingat Pevita memilih busana adat Melayu.

Kembali ke sosok Mirzan Meer, suami Pevita ini tidak memiliki profesi yang sembarangan. Mirzan adalah seorang pengusaha sukses negeri Jiran hingga dijuluki Crazy Rich Malaysia.

Mirzan Meer berasal dari keluarga pemilik merek jam tangan asal Malaysia, Time Zone Sdn Bhd. Tak heran jika dirinya disebut anak konglomerat.

Jika melansir dari laman LinkedIn miliknya, Mirzan pernah menjabat beberapa posisi di perusahaan tersebut. Mulai dari General Manager hingga Executive Director.

Kemudian pada tahun 2019 hingga sekarang, Mirzan mendirikan perusahaan bernama Edunia Creative. Perusahaan di bidang kreatif itu berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Demikian informasi dan ulasan mengenai profil Mirzan Meer.***

Pj Bupati Bogor Buka Kompetisi Futsal Hari Sumpah Pemuda

0

Bogordaily.net – Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri membuka kompetisi futsal yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor, di Laga Tangkas Pakansari, Cibinong, Ahad (20/10). Kompetisi tersebut dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 tahun 2024.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengingatkan kepada para peserta kompetisi, terkait pentingnya momentum Hari Sumpah Pemuda. Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, perwakilan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor.

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengatakan, Hari Sumpah Pemuda selalu menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia, mengingatkan kita akan ikrar para pemuda pada tahun 1928 yang bertekad untuk bersatu demi kemajuan bangsa. Kompetisi ini merupakan wujud nyata dari semangat untuk bersatu, bekerja sama, dan saling mendukung demi mencapai tujuan yang lebih besar.

“Maka perlihatkan kemampuan dalam bermain futsal, dengan mengekspresikan kedewasaan dan karakter positif pemuda Indonesia,” tandas Bachril.

Bachril mengungkapkan, setiap pemain diharapkan mampu menunjukkan sikap fair play, menghormati wasit, lawan, dan rekan satu tim. Kemenangan memang penting, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana kita mencapainya dengan cara-cara yang terhormat dan menjunjung tinggi rasa saling menghargai.

Pemerintah Kabupaten Bogor mengapresiasi dan menyambut baik kepada DPD KNPI Kabupaten Bogor yang telah menggelar dan menyambut baik gelaran acara ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan dan prestasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan di antara para pemuda dari berbagai sekolah.

“Saya berharap, semangat dari Hari Sumpah Pemuda ini dapat terus hidup dalam jiwa para pemuda Kabupaten Bogor,” uaja Bachril.

Pada kesempatan tersebut, Bachril juga mengajak agar sama-sama ikut menyukseskan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bogor tanggal 27 November mendatang, agar aman dan kondusif. Berikutnya, datang ke TPS untuk menggunakan hak suara memilih pemimpin yang akan membangun Kabupaten Bogor lebih baik lima tahun kedepan.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago menjelaskan, dalam rangka peningkatan kapasitas pemuda, DPD KNPI Kabupaten Bogor melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan dimulai hari ini sampai dengan akhir bulan Oktober nanti, dimulai dengan pertandingan futsal ini.

“KNPI Kabupaten Bogor siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam rangka pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang kepemudaan,” jelas Wahyudi.***