Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 1290

Resmikan Balai Rakyat Indonesia, Kolaborasi BRI dan IPB University Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

0

Bogordaily.net – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen dalam program pemberdayaan masyarakat.

Terbaru, BRI melalui Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) dan IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim meresmikan Balai Rakyat Indonesia di Agribusiness and Technology Park IPB, Dramaga, Bogor pada Selasa (17/10).

Diresmikan secara simbolis oleh Direktur Utama BRI sekaligus Ketua Badan Pembina YBM BRILiaN Sunarso bersama Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P, M.Si, Balai Rakyat Indonesia merupakan bangunan serba guna yang didirikan dan dikelola bersama masyarakat yang mendukung aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat sehingga ke depannya dapat menjadi sentra pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pembangunan Balai Rakyat Indonesia ini merupakan salah satu dari 3 (tiga) kerja sama yang dijalin antara YBM BRILiaN dan IPB, selain Program Peningkatan Kapasitas Fasilitator dan Pengembangan Ekosistem Desa Binaan YBM BRILiaN serta Pengembangan Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berbasis Market Driven.

Sunarso mengungkapkan inisiatif ini dirancang sebagai Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang akan berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya di sekitar kampus IPB.
“Dengan adanya Balai Rakyat Indonesia ini, kita harap masyarakat desa dapat semakin berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujar Sunarso.

Sementara itu Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. menyampaikan ucapan apresiasi kepada BRI dan YBM BRILiaN yang senantiasa mendukung IPB, utamanya dalam pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat desa yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut SEVP BRI sekaligus Badan Pengawas YBM BRILiaN Achmad Royadi, M. Candra Utama, dan Aestika Oryza Gunarto serta Ketua Pengurus YBM BRILiaN M. Dadang Permana KF. Adapun dari pihak IPB turut hadir di antaranya Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM (Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB), Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, M.Si (Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB), Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim IPB), Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc, IPU, ASEAN Eng (Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni IPB), dan Dr. Handian Purwawangsa, S.Hut., M.Si. (Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB).***

Rena Da Frina Akan Pertahankan Pasar Bogor: Saya Tidak Akan Membongkar, Hanya Menata

0

Bogordaily.net – Rena Da Frina, calon Wali Kota Bogor nomor urut empat, meluangkan waktunya untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan para pedagang.

Suasana hangat tampak ketika Rena berdialog dengan sejumlah pedagang yang mencurahkan kekhawatiran mereka mengenai masa depan pasar tradisional ini.

Bagi pedagang, Pasar Bogor adalah bagian penting dari hidup mereka, bahkan turun-temurun. Kekhawatiran utama yang disuarakan adalah rencana pembongkaran pasar yang telah lama dibicarakan.

“Mereka sangat khawatir pasar ini dibongkar, mengingat nasib mereka akan terancam,” ungkap Rena usai berbincang dengan pedagang.

“Saya mendengar keluhan terkait pendapatan mereka yang menurun drastis setelah bagian depan pasar ditutup setahun setengah lalu,” tambahnya.

Penutupan tersebut, meskipun belum disertai pembongkaran, sudah memberi dampak besar pada kondisi usaha pedagang yang berada di bagian belakang.

Keprihatinan pedagang ini membuat Rena mempertegas komitmennya untuk mempertahankan Pasar Bogor jika ia terpilih menjadi wali kota.

“Saya tidak akan membongkar Pasar Bogor. Menata dan merapikannya tentu diperlukan, tapi tidak untuk menghancurkan tempat yang menjadi sumber kehidupan pedagang ini,” tegasnya.

Isu perpindahan pedagang ke Pasar Sukasari atau Pasar Jambu Dua yang sempat dilontarkan pemerintah juga menjadi sorotan. Namun, bagi para pedagang, pindah ke tempat baru bukanlah solusi yang menjanjikan.

Biaya untuk kios di lokasi baru bisa mencapai ratusan juta, meskipun pemerintah menawarkan keringanan, ketidakpastian mengenai prospek usaha di lokasi baru membuat mereka enggan untuk pindah.

Dalam kesempatan itu juga, beberapa pedagang menyerahkan dokumen perjanjian kepemilikan kios mereka kepada Rena, berharap ia bisa membantu memperjelas status hukum mereka.

“Saya sudah menerima dokumen ini, dan akan saya pelajari lebih lanjut dengan tim hukum,” ujar Rena.

Blusukan Rena ke Pasar Bogor ini tidak hanya sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga menjadi momen penting bagi para pedagang untuk menyuarakan harapan sederhana mereka.

Sementara itu, H. Abas, Ketua Forum Silaturahmi Pedagang Pasar Bogor, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan pasar tradisional yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bogor.

Berdiri sejak tahun 1620 pada masa penjajahan Belanda, Pasar Bogor bukan hanya sekadar tempat bertransaksi, pasar Bogor merupakan bagian dari sejarah dan identitas budaya kota ini.

“Pasar Bogor ini adalah pasar UMKM dan pasar tradisional tertua. Kami percaya bahwa pasar ini seharusnya dilindungi sebagai cagar budaya,” ungkap Abas.

Bagi Abas menekankan bahwa keberadaan Pasar Bogor memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah. (PAD) Kota Bogor.

“Adanya pasar ini tidak merugikan, bahkan menguntungkan pemerintah. Para pedagang juga tidak membebankan kepada pemerintah,” tegasnya.

Dalam pandanganya, pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memperkuat komunitas.

Namun, tantangan datang kala isu pemindahan pedagang ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua muncul. Abas menjelaskan bahwa para pedagang menolak keras pemindahan tersebut.

“Pasar Jambu Dua adalah pasar baru yang dibangun tanpa jaminan untuk kelangsungan hidup pedagang. Kami berharap ada kepastian dari pemerintah bahwa jika kami pindah, kehidupan kami di sana akan terjamin,” ujarnya.

Ia berharap, apabila Rena Da Frina, terpilih sebagai wali kota, dapat mendengarkan suara pedagang dan memastikan keberlangsungan Pasar Bogor.

“Kami hanya ingin berjualan dengan tenang dan nyaman di tempat yang sudah kami bangun dari generasi ke generasi. Kalau alasannya soal kerapihan kota, kami yakin masih ada cara lain tanpa harus membongkar pasar ini,” tuntasnya.***

Ibnu Galansa

Dedie-Jenal Apresiasi DF Company Luncurkan Crowdfunding Djuara

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A. Rachim bersama wakilnya Jenal Mutaqin menyampaikan apresiasinya atas inisiatif DF Company yang memperkenalkan Crowdfunding Djuara.

Peluncuran Crowdfunding Djuara dilangsungkan di Posko Pemenangan Dedie-Jenal yang berlokasi di Jalan Ciremai, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Dedie mengungkapkan, kehadiran platform crowdfunding ini menjawab keinginan masyarakat yang ingin turut serta dalam mendukung kampanye Dedie-Jenal secara langsung.

“Awalnya kami ragu apakah mungkin menciptakan platform yang bisa mengajak masyarakat terlibat langsung. Namun setelah melakukan berbagai konsultasi, kami memutuskan ini adalah langkah yang tepat untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Kami sangat menghargai antusiasme masyarakat yang ingin mendukung kami dengan cara yang legal dan teratur,” jelas Dedie.

Dia juga menekankan bahwa platform crowdfunding ini mencerminkan keterbukaan dalam pengelolaan dana kampanye.

“Setiap warga yang ingin berkontribusi dapat melihat aliran dana secara terbuka, dan dana yang terkumpul akan dikelola sesuai peraturan KPU. Kami akan memperbarui laporan keuangan secara berkala agar masyarakat bisa memantau penggunaan dana kampanye ini dengan transparan,” ujar Dedie.

Dedie berharap inisiatif ini menjadi contoh bagaimana kampanye bisa dilaksanakan dengan terbuka dan bertanggung jawab.

“Kami ingin membuktikan bahwa kampanye tidak harus mengandalkan dana besar. Dukungan masyarakat yang tulus dan transparan adalah kunci untuk meraih kemenangan. Kami optimis langkah ini akan membawa kami lebih dekat dengan tujuan,” tambahnya.

Dengan adanya platform crowdfunding yang transparan dan akuntabel, pasangan Dedie-Jenal berkomitmen menjalankan kampanye yang patuh pada aturan, sekaligus melibatkan masyarakat dalam proses politik yang jujur dan terbuka.

Sementara itu, Founder Crowdfunding Djuara, Dinna Fazjrina menyatakan dukungannya terhadap kampanye Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin.

Sebagai warga Bogor, Dinna merasa bahwa digital marketing bisa dimanfaatkan secara positif dalam mendukung pasangan calon ini.

“Kita harus memaksimalkan digital marketing untuk hal-hal baik, seperti mendukung Dedie dan Jenal. Inspirasi ini datang setelah melihat keberhasilan tokoh-tokoh seperti Obama dan Ahok yang juga menggunakan platform digital dalam kampanye mereka. Ini menjadi kesempatan bagi warga Bogor untuk lebih dekat dan memahami visi serta misi pasangan calon ini,” tutur Dinna.

Dinna menekankan bahwa keterlibatan warga Bogor dalam mendukung Dedie-Jenal tidak hanya pada hari pemilihan.

“Suara warga sangat penting, tetapi yang lebih krusial adalah bagaimana kita bisa terus mendukung dan mengawal perjalanan mereka. Kami juga telah menyediakan call center sebagai pusat informasi agar masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program mereka. Selain itu, kami sudah menyiapkan nomor rekening resmi yang terdaftar di KPU, memastikan seluruh proses ini berjalan transparan,” ungkapnya.

Dinna juga menegaskan bahwa semua donasi yang diterima telah memenuhi persyaratan dari KPU, termasuk verifikasi administrasi seperti KTP dari para penyumbang.

“Transparansi adalah faktor utama, dan melalui sistem yang kami bangun, masyarakat dapat melihat asal dana kampanye dan bagaimana dana tersebut dimanfaatkan secara jelas,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

Sapa Warga di Kedung Halang, Dokter Rayendra Terima Keluhan Soal Honor Guru Ngaji

0

Bogordaily.net – Pasangan calon nomor urut 5, Dokter Rayendra-Eka Maulana kembali mendapatkan keluhan dari warga. Kali ini keluhan datang dari warga Kedung Halang, Kota Bogor saat kegiatan Ngariung Sehat yang dilakukan di lapangan Caffe Soka.

Dalam keluhannya, warga meminta agar pembayaran guru ngaji dilakukan secara merata. Karena selama ini pembayaran guru ngaji yang dinilai tidak merata dan belum memadai.

“Pembayaran guru ngaji di lingkungan kami masih belum teratur, padahal peran mereka sangat penting dalam mendidik anak-anak kami,” kata salah satu orang warga yang bertanya.

Sementara itu, menanggapi keluhan tersebut, Dokter Rayendra berjanji akan melakukan pendataan lebih mendalam dengan bekerja sama dengan RT dan RW setempat untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih adil dan terstruktur.

“Kami akan pastikan ke depannya pendataan dilakukan dengan lebih rapi agar guru ngaji bisa mendapatkan hak mereka secara tepat,” ujar Dokter Rayendra yang juga jebolan S3 di IPB Universty.

Selain itu, Dokter Rayendra juga memaparkan sejumlah program unggulannya, seperti berobat gratis menggunakan KTP, subsidi untuk sekolah swasta, program satu RW satu beasiswa, serta gagasannya mengenai alun-alun kampung glowing, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ***

KemenKopUKM Berkolaborasi dengan PT Pos untuk Penguatan dan Pengembangan UMKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan PT Pos Indonesia (Persero) mempererat kolaborasi dalam rangka mendukung penguatan dan pengembangan UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, penguatan kerja sama akan dilakukan melalui optimalisasi aset yang dimiliki PT Pos Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan dalam pengembangan aset PT Pos Indonesia melalui Pos Bloc sebagai UMKM Center akan direplikasi di kota-kota lainnya di Indonesia.

“Kami ingin memanfaatkan fasilitas dan aset PT Pos yang sangat luar biasa untuk menjadi tempat promosi UMKM terutama untuk brand fesyen, kuliner, dan kriya,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R Djoemadi dan perwakilan local brand di kantornya, Jakarta, Kamis (17/10).

Perluasan kerja sama dengan PT Pos Indonesia menjadi strategi bagi KemenKopUKM untuk mengimbangi maraknya toko-toko atau ritel modern yang berpotensi mematikan usaha UMKM. Dengan semakin banyaknya UMKM Center yang dibangun dan dikembangkan PT Pos Indonesia diharapkan akan mendorong peningkatan kapasitas dan pangsa pasar produk UMKM atau brand lokal.

“Kami juga ingin memperkuat brand lokal supaya bisa naik omzetnya, dan brand lokal semakin dikenal sehingga mereka tidak hanya sekadar menjual produk tetapi juga dapat meningkatkan _brand value_,” kata Menteri Teten.

Dipastikannya, semua UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk menjajakan produknya di Pos Bloc setelah melalui proses kurasi. Untuk UMKM yang belum dapat memenuhi standardisasi yang ditetapkan, KemenKopUKM dan PT Pos Indonesia (Persero) akan melakukan pendampingan agar nantinya produknya dapat semakin berkualitas.

“PT Pos ini jaringannya banyak sekali mulai dari provinsi sampai kecamatan, kalau kerja sama ini berhasil maka akan berdampak besar pada UMKM kita. Jadi ini harus kita perkuat dan dikelola secara profesional,” ujar Menteri Teten.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi menambahkan, sampai sejauh ini sudah ada empat lokasi yang dikembangkan untuk menjadi UMKM Center dengan brand Pos Bloc yaitu di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung. Nantinya akan dilakukan ekspansi untuk membangun Pos Bloc dengan skala yang lebih kecil di 42 titik di berbagai wilayah.

“Kami ingin memperluas skema bisnis seperti Pos Bloc ini di kota kedua dan ketiga agar produk UMKM kita tidak dikuasai oleh produk asing. Di Pos Bloc ini semua adalah lokal brand, tidak ada produk asing,” kata Faizal.

Selain menyediakan lapak untuk berjualan yang lebih representatif dan kekinian, PT Pos Indonesia melalui UMKM Center di kantor-kantor cabangnya juga menyiapkan beberapa fasilitas seperti Service Center hingga Education Center. Dengan strategi ini diyakini semua kebutuhan UMKM dapat difasilitasi sehingga dapat mudah tumbuh berkembang.

Bahkan PT Pos Indonesia (Persero) siap memberikan dukungan akses pembiayaan yang lebih mudah dan murah dengan menggandeng pihak ketiga.

“Kami siapkan distribution center hingga fullfillment center atau warehousing. Jadi UMKM bisa menyimpan produknya di situ (UMKM Center),” kata Faizal.

Transformasi bisnis yang dilakukan PT Pos Indonesia (Persero) ini diklaim berhasil terutama dalam mendorong UMKM naik kelas. Dia berharap melalui kerja sama dengan KemenKopUKM ke depan akan semakin banyak UMKM yang berkembang.

“Ide Pak Menteri (Teten Masduki) kita sambut baik karena sesuai dengan transformasi yang kita lakukan. Terima kasih atas kesempatannya mempertemukan kami dengan UMKM binaan KemenKopUKM,” katanya.

Di tempat yang sama perwakilan dari Koperasi Kota Kreatif Indonesia Hardinansyah Putra Siji mengapresiasi kolaborasi yang dijalin antara KemenKopUKM dan PT Pos Indonesia (Persero) karena memberikan ruang yang lebih lebar untuk mendorong UMKM lokal berdaya saing. Pihaknya siap terlibat aktif untuk memperkuat daya saing UMKM tersebut.

“Kami melihat peluang dan potensi yang bisa kami dapatkan dari kerja sama ini. Kami selain sebagai aggregator (bagi UMKM), kami sudah siapkan skema kerja sama lanjutan dengan pelaku usaha dan pemilik brand lokal,” kata Hardinansyah.

Hal yang sama juga disampaikan Chief Executive Officer JakCloth Ruddy Lasut. Sebagai pemilik brand fesyen lokal, Ruddy sangat merasakan manfaat kerjasama yang telah dijalin KemenKopUKM dengan PT Pos Indonesia (Persero). Pangsa pasar dari produk fashion miliknya diakui semakin bertambah setiap periodenya.

“JakCloth banyak menjalin kerja sama dengan KemenKopUKM tapi goal tahun ini sangat baik karena mimpi kita untuk menaikkan kelas temen – temen di brand lokal itu bisa terjadi karena kerjasama yang dilakukan antara KemenKopUKM yang menginisiasi untuk ketemu dengan PT Pos Indonesia,” kata Ruddy. ***

Terima Keluhan Soal Kesehatan, Eka Maulana : Nanti Berobat Cukup Pakai KTP Saja

0

Bogordaily.net – Blusukan di Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, membuat calon wakil wali kota Bogor nomor urut 5, Eka Maulana semakin optimis untuk membangun Kota Bogor.

Hal itu lantaran di kegiatan sapa warga (blusukan), banyak aspirasi dan juga keluhan yang didapat Eka Maulana mulai soal biaya pendidikan sekolah swasta yang mahal, hingga banyaknya pengangguran di kampung tersebut.

Bahkan ditengah blusukannya, Eka Maulana bertemu seorang nenek berusia 80 tahun. Nenek itu pun mencurahkan keluhan kesehatan yang dialaminya. Sang nenek mengaku tengah sakit dibagian dada dan tidak kunjung sembuh.

Kemudian, dia tidak berani berobat ke rumah sakit karena kartu BPJS Kesehatan (mandiri) yang dimilikinya tidak bisa dipakai lantaran menunggak.

“Saya lagi sakit, ini (di bagian dada) ga sembuh-sembuh. Mau berobat takut, karena BPJS-nya ga bisa dipakai. Buat biaya sehari-hari juga pas-pasan,” ucap sang Nenek kepada Eka Maulana sembari menunjukkan rasa sakit di dadanya, Rabu, 16 Oktober 2024.

Mendengar keluhan tersebut, Eka mengatakan, bahwa pihaknya akan berupaya untuk mencari solusinya. Kemudian, permasalahan yang dialami sang nenek itu lantaran BPJS nya mandiri dan sudah tidak sanggup lagi untuk membayar perbulannya.

“Memang sebagian orang menganggap iuran BPJS Kesehatan tidak begitu mahal, tapi bagi si nenek mahal. Nah, ketika menunggak kemudian dia sakit dan berobat ke rumah sakit, ternyata tidak bisa langsung ditangani dengan alasan harus melunasi dulu BPJS-nya, sedangkan si nenek ini tidak punya uang,” kata Eka di sela blusukan di Kampung Cibogor.

Eka melanjutkan, dengan ditemukannya kasus yang terjadi di Cibogor ini maka sebagai solusinya ialah cukup menggunakan KTP (kartu tanda penduduk) dan hal tersebut menjadi salah satu program yang dimiliki pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana.

“Jadi kedepannya cukup menggunakan KTP (Kota Bogor), tidak ada alasan lagi masyarakat tidak ditangani oleh rumah sakit. Semua rumah sakit harus menanganinya dan masyarakat cukup menunjukkan KTP,” ujar dia.

Selain itu, Ia juga menyampaikan bahwa program pembangunan alun-alun di perkampungan bisa diterapkan di wilayah Cibogor tersebut. Sebab, setelah berkeliling dirinya melihat ada lahan yang mencukupi untuk pembangunan alun-alun.

“Tinggal kita diskusi dengan masyarakat dan juga pengurus RT/RW setempat. Intinya, di tempat ini memungkinkan untuk kita bangun alun-alun mini yang ada di setiap perkampungan. Tujuannya, kita ingin ditengah majunya teknologi ini dan manusia sebagai makhluk sosial masih tetap bisa berkomunikasi secara langsung dengan berkumpul dan tentunya diisi dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya. (*)

Prabowo Subianto Tinggalkan Kediaman saat Pembekalan di Hambalang Tengah Berlangsung, Sinyal Bertemu Megawati?

0

Bogordaily.net – Presiden Terpilih Prabowo Subianto meninggalkan kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Kamis siang 17 Oktober 2024.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net di lokasi terlihat Prabowo meninggalkan kediamannya menggunakan mobil Alphard putih dengan nopol berplat merah 1-00.

Saat keluar dari kediamannya di Hambalang, Prabowo Subianto sempat menyapa para wartawan yang sedang berada di sekitar untuk meliput kegiatan pembekalan Calon Wakil Menteri yang saat ini masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

Adapun, Prabowo meninggalkan para kegiatan pembekalan tersebut dan belum diketahui menuju kemana, berdasarkan informasi yang beredar Prabowo infonya akan bertemu Megawati Soekarnoputri untuk membahas beberapa hal.

Sementara itu, pertemuan antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri memang santer terdengar, namun belum diketahui di mana pertemuan tersebut akan berlangsung.

Sebelumnya sejumlah calon menteri mengikuti pembekalan di hari kedua. Hari ini pula bertepatan dengan ulang tahun Prabowo Subianto ke 73 tahun. (Albin Pandita)

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Murni Teguh Ciledug Edukasi Ibu-Ibu Tentang Persiapan Persalinan

0

Bogordaily.net – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Esfi Triana, Sp.OG, yang bekerja di RS Murni Teguh Ciledug memberikan edukasi kepada para ibu-ibu mengenai persiapan persalinan. Edukasi ini berlangsung di Ruang Pertemuan RS Murni Teguh Ciledug pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Esfi menjelaskan pentingnya mempersiapkan segala sesuatu dengan matang menjelang persalinan.

Para ibu diharapkan mempersiapkan beberapa aspek penting, termasuk perlengkapan dan kebutuhan baik untuk ibu, bayi, pendamping, hingga dokumen kelengkapan yang harus dibawa ke rumah sakit.

Selain persiapan fisik dan mental, dr. Esfi juga menekankan pentingnya dukungan dari keluarga serta kesiapan dalam hal pembiayaan persalinan.

“Persiapan persalinan tidak hanya melibatkan aspek kesehatan, tetapi juga mental, dukungan keluarga, dan tentu saja pembiayaan yang harus diperhatikan sejak awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Esfi juga membahas tentang pentingnya pemilihan tempat persalinan yang tepat, apakah akan dilakukan di klinik, rumah sakit umum, atau rumah sakit rujukan.

Para ibu perlu mempertimbangkan jenis penolong persalinan, seperti bidan, dokter umum, atau dokter spesialis kebidanan (obgyn).

“Pilihan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu serta bayi untuk memastikan proses persalinan berjalan lancar dan aman,” tambahnya.

Tiga Aspek Penting dalam Persiapan Persalinan

Dr. Esfi menekankan bahwa ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan para ibu menjelang persalinan memiliki kemauan yang kuat, bersikap santai dan tidak tegang, serta menjaga pikiran tetap terbuka.

“Dengan persiapan yang baik, ibu-ibu bisa melalui proses persalinan dengan lebih tenang dan nyaman,” ujarnya.

Salah satu peserta, Mutiara, bertanya mengenai cara untuk tetap rileks ketika menghadapi kontraksi serta apa saja yang harus dipersiapkan menjelang persalinan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Esfi menekankan pentingnya kepercayaan antara pasien dan tenaga medis, baik dokter maupun bidan.

“Rasa percaya kepada dokter atau bidan yang menangani sangat penting agar ibu bisa tetap rileks dan tenang selama proses persalinan,” ungkapnya.

Acara edukasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif antara dokter dan peserta, sehingga para ibu yang hadir mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai persiapan persalinan.

RS Murni Teguh Ciledug berharap acara ini bisa membantu para ibu menghadapi persalinan dengan lebih siap, baik secara fisik maupun mental. (Ibnu Galansa)

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia Tahun 2024 di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober merupakan kampanye global yang dicanangkan oleh Global Handwashing Partnership sejak tahun 2008.

HCTPS Sedunia dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kematian anak-anak akibat berbagai jenis penyakit pernapasan serta diare. Padahal kedua penyakit tersebut sebenarnya menyerang bukan hanya akibat dari penularan, melainkan juga dipicu kesadaran individu untuk mencuci tangan.

Sesuai dengan tema HCTPS Sedunia Tahun 2024 yaitu “Mengapa Tangan Bersih Masih Penting?” Tidak dapat dipungkiri, mencuci tangan menggunakan sabun merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk memutus mata rantai penyebaran berbagai penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernapasan, bahkan Covid-19 yang sempat melanda dunia.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 40% dan infeksi saluran pernapasan akut hingga 20%. Selain itu, sebanyak 80% wabah penyakit menular ternyata menyebar ke orang lain melalui sentuhan tangan.

Pada masa pandemi Covid-19, cuci tangan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Mencuci tangan dengan sabun secara benar dan teratur akan meminimalkan risiko infeksi dan mengurangi angka kematian.

Momentum peringatan HCTPS ini menjadi pengingat bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari di 5 (lima) tatanan yaitu dimulai dari tatanan rumah tangga, tempat kerja, tempat-tempat umum, institusi kesehatan dan sekolah. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator PHBS rumah tangga.

Dari hasil survey PHBS Rumah Tangga tahun 2023 yang dilaksanakan di 214.135 Rumah Tangga di Kota Bogor, diperoleh hasil bahwa sebanyak 211.052 rumah tangga (98,6%) sudah membiasakan mencuci tangan pakai sabun. Masih ada 3.083 rumah tangga (1,4%) yang belum membiasakan mencuci tangan pakai sabun. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut tentunya memerlukan kolaborasi kerjasama seluruh elemen masyarakat mulai dari keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga instansi pemerintah dan swasta untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan tangan;

Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun tentunya harus dilakukan secara teratur khususnya pada waktu-waktu tertentu (misalnya sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bersin atau batuk, dan sebagainya) serta mengikuti teknik mencuci tangan yang benar, yaitu 6 (enam) langkah mencuci tangan selama 40-60 detik sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan Kampanye Kesehatan Pada Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tahun 2024 pada hari Rabu, tanggal 16 Oktober 2024 di SDN Sukadamai 3 Bogor.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia tahun 2024 sebagai bukti dukungan global dan komitmen dari Pemerintah Kota Bogor dalam upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya CTPS, maka akan dilaksanakan serangkaian kegiatan peringatan HCTPS di Kota Bogor yang dimulai dengan kompetisi video reels tingkat SD se-Kota Bogor dan Kader Posyandu se Kota Bogor untuk mengkampanyekan kesehatan melalui cuci tangan pakai sabun. Selanjutnya, untuk puncak acara akan diadakan kegiatan Kampanye Kesehatan Pada Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tahun 2024 pada hari Rabu, tanggal 16 Oktober 2024 pukul 07.30 WIB di SDN Sukadamai 3 Bogor dengan peserta terdiri dari ±450 siswa dan ±150 peserta dari lintas sektor terkait. Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi antar institusi pemerintah terkait serta bekerjasama dengan berbagai jejaring kemitraan diantaranya institusi pendidikan, TP PKK Kota Bogor, media, serta berbagai pihak swasta diantaranya She Max by Arumi Clean dalam mengkampanyekan pentingnya membiasakan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Pada kegiatan kampanye kesehatan tersebut akan dilaksanakan pencanangan peringatan HCTPS berupa cap tangan sebagai simbol dukungan oleh Bapak PJ Wali Kota Bogor sekaligus peragaan CTPS serentak oleh institusi pemerintah Kota Bogor terkait, TP PKK Kota Bogor, perwakilan siswa sekolah, serta lintas sektor terkait. Selain itu, akan diadakan juga storyteller nasional Bonchie Yoska, penampilan seni dari Duta KPAID Bogor, serta pembagian 1.000 sabun She Max kepada para siswa sekolah.

Permasalahan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, diharapkan melalui kegiatan kampanye Kesehatan pada peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) ini dapat terus meningkatkan kolaborasi kerjasama “Pentahelix” dari semua pihak baik akademisi, pihak swasta, komunitas (organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan sebagainya), institusi pemerintah, serta media dengan semangat kemitraan menyelenggarakan kegiatan CTPS secara serentak pada tanggal 15 Oktober setiap tahun dalam berbagai bentuk kegiatan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Menjaga kebersihan diri dengan membiasakan mencuci tangan pakai sabun sejak dini yang dapat berdampak pada kesehatan khalayak orang banyak. ***

 

Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor Gelar Pengabdian Masyarakat di Kampung Susu Mandiri Kebonpedes

0

Bogordaily.net – Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Susu Mandiri, Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengembangkan potensi produk berbahan dasar susu dan memperkuat strategi branding Kampung Susu Mandiri sebagai destinasi wisata edukasi dan kuliner.

Pelatihan pertama digelar pada Selasa, 1 Oktober 2024, dengan fokus pada pengembangan produk berbahan dasar susu.

Pelatihan ini dipimpin oleh Nisa Rahmaniyah, M.Pd, Dosen Pastry dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, yang didampingi oleh mahasiswa program S1 Pariwisata.

Mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing membuat produk berbeda permen susu (candy moo), nugget susu, dan mochi susu.

Para peserta, yang terdiri dari pelaku usaha UMKM, ibu-ibu PKK, kader, serta peternak sapi setempat, turut serta dalam proses pembuatan produk tersebut dengan menggunakan susu murni yang berasal dari peternakan di Kampung Susu Mandiri.

“Diharapkan setelah pelatihan ini, para peserta dapat memproduksi dan menjual produk-produk tersebut untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Nisa, Kamis 17 Oktober 2024.

Pelatihan kedua diadakan pada Rabu, 16 Oktober 2024, yang berfokus pada strategi branding untuk Kampung Susu Mandiri.

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu UMKM, ibu-ibu PKK, dan kader dalam mempromosikan Kampung Susu Mandiri serta produk susu yang dihasilkan agar lebih dikenal masyarakat luas.

Narasumber pertama,Dewi Puspasari, S.M., M.M. dari STIE Wibawa Karta Raharja, menyampaikan materi tentang Strategi Branding untuk Membangun Bisnis”

Sementara narasumber kedua, Samuel, SST.Par., M.M.Par. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, memberikan pemaparan tentang aplikasi media sosial dalam membangun kesadaran merek (Brand Awareness).

Kedua materi ini menekankan pentingnya pemberian nama yang mudah diingat dan penggunaan media sosial untuk mempromosikan produk.

Kampung Susu Mandiri kini memiliki branding baru dengan nama KAMPUSS (Kampung Mandiri Susu Sapi Perah), yang diharapkan dapat menjadi identitas unik Kampung Susu Mandiri di mata masyarakat.

Lurah Kebonpedes, Muhammad Al Farhan menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor dan para narasumber atas kontribusi mereka.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut dan mendukung perkembangan Kampung Susu Mandiri sebagai salah satu kampung tematik unggulan di Kota Bogor.

Sebagai bentuk dukungan, Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor memberikan hibah papan reklame KAMPUSS dan freezer box yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk menyimpan produk susu.

“Semoga Kampung Susu Mandiri semakin berkembang dan dikenal sebagai kampung penghasil produk susu murni di tengah Kota Bogor,” tutup Lurah Al Farhan.***