Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 1302

Isi Bensin Pertalite Gunakan Barcode Mulai Diberlakukan di SPBU Kabupaten Bogor, Supir Angkot Ngeluh

0

Bogordaily.net – Pemberlakukan aplikasi Mypertamina atau Barcode untuk isi bensin jenis pertalite bagi para pengguna roda empat mulai diberlakukan di SPBU wilayah Kabupaten Bogor.

Namun, dalam pemberlakuan itu masih menuai polemik baik bagi para pengguna kendaraan roda empat khususnya angkutan umum, maupun para pengguna lain.

Salah satu pengawas SPBU yang berada di wilayah Bojonggede, Fahri Burhanudin mengatakan bahwa pemberlakuan Barcode itu telah dilakukan terhitung sejak akhir September 2024.

“Di daerah kabupaten di SPBU ini pemberlakuan mulai tanggal 30 September 2024,” kata Fahri kepada wartawan, Senin 14 Oktober 2024.

Menurutnya, pemberlakuan Mypertamina atau Barcode tersebut justru menuai keresahan bagi para pengguna. Sehingga pengguna yang tidak memiliki aplikasi dialihkan untuk mengisi BBM jenis pertamax.

“Nah disini sudah mulai aktif semua Barcode yang tidak punya Barcode dialihkan ke jalur pertamax,” jelasnya.

Bagi para pengguna kendaraan roda empat, kata dia, jika masih belum memiliki akun Mypertamina, bisa langsung mendatangi SPBU di wilayah masing-masing untuk dilakukan pendaftaran.

“Untuk sekarang ini tahapan pembuatan Barcode itu lebih di minimalis karna menggunakan handphone sendiri, pembuatannya itu tahap awal itu kita memasukan akun identitas kendaraan,” ujar Fahri.

Kemudian, bagi para pengguna kendaraan yang tidak memiliki Handphone bisa menggunakan Barcode cetak yang dibantu oleh petugas SPBU.

“Kalo di SPBU kita ini alternatifnya dibantu oleh pihak SPBU dan juga nanti disediakan print barcode berbentuk kertas,” imbuhnya.

Ia mengakui bahwa, ketika pembuatan Barcode bagi para pengguna itu kerap kali terdapat beberapa hambatan.

“Kesulitannya banyak, ada kendaraan yang nomor plat nya itu tidak terlalu jelas, ada yang tidak mempunyai STNK ada juga yang pernah mendaftar lewat HP sendiri tetapi tidak diteruskan sampai selesai jadi datanya ngagantung,” tuturnya.

Sehingga kata dia, sejak pemberlakuan Barcode diberlakukan Fahri menambahkan, agar para pengguna segera memiliki akun masing-masing untuk pengisian BBM bisa kembali dilakukan para konsumen.

“Untuk warga yang belum tahu ya tanya aja ke SPBU dengan mendatangi SPBU ditempat masing-masing,” ujar Fahri.

Sementara itu, salah satu Supir Angkot trayek 05 Bojong-Citayem, Iwan (60) mengungkapkan bahwa, dengan memberlakukan menggunakan barcode untuk angkutan umum dinilai cukup memberatkan, khususnya bagi yang tidak memiliki hanphone.

“Memberatkan lah, kalo yang punya hp kalo yang kaga, kalo kaya saya orang udah tua mana ngerti hp hp begitu, yang fleksibel aja lah, yang gampang gampang ajah karena kita tuh orang ga punya,” ucap Iwan.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat dikaji kembali oleh Pemerintah khususnya kepada para supir angkutan umum.

“Kalo saya sih ngisi cuman 30 ribu 40 ribu ntar dari sini ke Bojong Citayem balik lagi 40 ribu lagi gitu kaga banyak, masa kaya begitu aja pake barcode, kecuali yang pribadi kaya gitu mah pribadi, kalo dari saya fasilitas atau angkutan umum lebih baik ga usah begitu, kalo mau pribadi baru itu masuk akal, karena kita kan orang kecil orang susah,” ungkapnya soal isi bensin pertalite menggunakan barcode MyPertamina.***

Albin Pandita

Geger! Mayat Ditemukan Membusuk di Ciampea Bogor

0

Bogordaily.net – Warga digegerkan dengan penemuan mayat dengan kondisi telah membusuk di Perum Greenland River Villa, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu 13 Oktober 2024.

Kapolsek Ciampea Kompol Suminto, mengatakan bahwa berdasarkan hasil olah tkp, seorang saksi mencium bau busuk dan pada hari Sabtu sekitar jam 10.00 WIB. Kemudian melakukan pencarian sumber bau tersebut, ternyata banyak lalat di sekitar rumah korban.

“Saksi ngintip dari ventilasi jendela kamar dan kelihatan mayat dalam keadaan telentang dan sudah membusuk selanjutnya dilaporkan kejadian tersebut kepada polisi,” kata Kompol Suminto, Senin 14 Oktober 2024.

Menurut Kapolsek, korban tinggal di rumah tersebut bersama istrinya yang bernama Inda namun jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Kemudian, pada hari Jumat tanggal 11 Oktober 2024 sekira jam 22.00 saksi melihat istri korban datang ke rumahnya dan parkir kendaraan jauh dari rumahnya namun saat mayat ditemukan warga, istri korban tidak ada.

Adapun, identitas korban hasil pemeriksaan yakni Adintho Dunggio Pasaribu, jenis kelamin laki-laki, usia 38 tahun, warga perumahan Greenland River Villa, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea.

“Hasil pemeriksaan pihak kepolisian di TKP diketahui mayat terlentang di atas tempat tidur menggunakan celana pendek warna gelap dan kaos warna gelap dengan kondisi sudah bengkak dan membusuk,” jelasnya.

Selanjutnya, korban sudah dibawa ke rumah sakit Leuwiliang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diduga awal hasil olah TKP pihak kepolisian dan keterangan para saksi diduga korban dalam keadaan sakit.

“Namun demikian pihak Kepolisian masih melakukan investigasi penyelidikan lanjut dan menunggu hasil otopsi jenazah,” kata Kapolsek menjelaskan penemuan mayat yang suda membusuk di Ciampea Bogor tersebut.***

Albin Pandita

Rena Da Frina Soroti Pengangguran di Kota Bogor, Janji Ciptakan 44 Ribu Lapangan Kerja

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina, menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran di Kota Bogor, terutama di kalangan generasi muda.

Bersama calon Wakil Wali Kota, Achmad Teddy Risandi, Rena bertekad menciptakan 44 ribu lapangan kerja jika mereka terpilih pada pemilihan Wali Kota yang akan digelar November mendatang.

“Saya sangat prihatin melihat jumlah pengangguran di Kota Bogor yang begitu tinggi, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Seolah-olah, warga lokal sulit mendapatkan pekerjaan di kotanya sendiri,” ujar Rena pada Senin 14 Oktober 2024.

Menurut Rena, target menciptakan 44 ribu lapangan kerja bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Ia dan Teddy berencana mendorong para pengusaha lokal agar memberikan prioritas kepada warga Bogor dalam hal perekrutan tenaga kerja, dengan memperhatikan kuota khusus bagi warga setempat.

Rena mengungkapkan bahwa menciptakan 44 ribu lapangan kerja akan berdampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran di kota tersebut.

“Dari data yang kami peroleh, ada sekitar 100 ribu pengangguran di Kota Bogor. Jika kita berhasil menciptakan 44 ribu lapangan kerja, artinya kita bisa mengurangi hampir separuh dari angka pengangguran itu,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa program penciptaan lapangan kerja ini akan difokuskan pada generasi muda, termasuk perempuan kepala keluarga atau janda.

Menurut Rena, kelompok ini harus diberdayakan agar memiliki masa depan yang lebih baik dan kemandirian finansial.

“Generasi muda dan perempuan kepala keluarga sangat membutuhkan peluang kerja yang layak. Kami ingin warga lokal menjadi ‘tuan rumah’ di kota mereka sendiri, memiliki kesempatan bekerja di sini,” tegasnya.

Program penyediaan lapangan kerja tersebut merupakan salah satu dari rangkaian misi Rena-Teddy yang terangkum dalam program Bogor Ready Kreatif.

Selain itu, pasangan ini juga menawarkan program lain seperti Bogor Ready Cerdas, Bogor Ready Sehat, dan Bogor Ready Melayani. ***

Ibnu Galansa

Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Dipilih Jadi Menteri Pendidikan Kabinet Prabowo

0

Bogordaily.net – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dipilih menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam Kabinet Prabowo.

Ia juga akan didampingi dua wakil menteri (wamen) dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri.

“Tadi Pak Prabowo menyampaikan memberikan amanah pada saya untuk memimpin kementerian pendidikan dasar dan menengah, dan insya Allah saya didampingi dua Wamen,” ujarnya saat ditemui wartawan di kediaman presiden terpilih, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).

“Tapi wamennya siapa belum tahu, itu otoritas beliau,” ujarnya.

Ia ditunjuk untuk melaksanakan dan memajukan pendidikan. Sebab, kata dia, pendidikan dasar adalah kunci membangun bangsa.

“Terutama kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat dalam pembukaan UUD 45,” jelasnya.

“Dan kami sampaikan ke Pak Prabowo agar menjadikan pendidikan ini sebagai gerakan mencerdaskan untuk Indonesia raya yang berkemajuan,” tambahnya.

“Tadi beliau sampaikan beberapa hal untuk gimana saya bisa bekerja sebaiknya dan saya bercanda tadi tak perlu pantun ya pak Prabowo,” katanya.***

Dorong Perekonomian Ibu-ibu Single Parent, Cawalkot Rena Da Frina Janjikan Insentif Usaha

0

Bogordaily.net – Peningkatan kesejahteraan para ibu yang jadi single parent menjadi salah satu fokus perhatian calon Wali Kota Bogor, Rena Da Fina.

Rena berkomitmen membantu meringankan beban ekonomi mereka dengan memberikan bantuan insentif usaha kepada 4.000 ibu yang jadi single parent di Bogor.

Komitmen ini tercermin dalam program “Bogor Ready Kreatif” yang diusungnya. Insentif usaha tersebut bertujuan untuk memberdayakan perempuan kepala keluarga agar dapat mandiri secara ekonomi melalui wirausaha.

“Saya ingin para ibu janda di Kota Bogor bisa lebih ringan menjalani tanggung jawab mereka karena memiliki usaha sendiri,” kata Rena pada Senin 14 Oktober 2024.

Rena menegaskan bahwa program insentif ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perempuan yang harus berperan sebagai tulang punggung keluarga.

Ia berharap bantuan ini dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dan hidup lebih layak tanpa kesulitan ekonomi sehari-hari.

“Harapannya, para janda di Kota Bogor bisa mandiri, bekerja dengan baik, dan tidak mengalami kesulitan finansial yang memberatkan,” tambahnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi kesulitan hidup yang sering dihadapi oleh para janda. Menurut Rena, bantuan insentif tersebut adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk meringankan beban mereka.

“Pemberian dana insentif usaha kepada 4.000 janda di Kota Bogor adalah bagian dari wujud empati dan kemanusiaan,” ujar Rena.

Jika terpilih sebagai Wali Kota Bogor, Rena berjanji akan merealisasikan program ini dalam 100 hari pertama masa kerjanya.

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi para perempuan kepala rumah tangga di Bogor melalui insentif usaha tersebut.

“Saya ingin membangun ‘jembatan’ kehidupan yang lebih baik bagi 4.000 janda di Kota Bogor dengan memberikan insentif usaha ini,” tutup Rena.***

Ibnu Galansa

Ironi Kota Hujan, Saat Warga Kesulitan Air Bersih

0

Bogordaily.net – Dalam acara Ngariung Sehat yang digelar di kawasan Bubulak, Kota Bogor, Dokter Rayendra menerima langsung keluhan warga tentang sulitnya mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Pakuan.

Keluhan ini menjadi sorotan dalam sesi tanya jawab saat seorang warga dengan penuh emosi menyuarakan keresahannya.

“Di mana-mana enggak ada air, padahal Bogor kan airnya melimpah! tapi airnya kok susah?” ujar warga dengan nada kecewa.

Menanggapi hal ini, Dokter Rayendra mengakui bahwa masalah air memang sudah meresahkan banyak pihak.

“Ibu, betul sekali. Air itu sumber kehidupan. Kalau tidak ada air, bagaimana kita bisa mandi, beribadah, apalagi menjaga kesehatan? Ini memang masalah serius,” ujar Dokter Rayendra yang juga jebolan S3 di IPB Universty.

Dokter Rayendra menambahkan bahwa keluhan serupa telah ia dengar di berbagai titik, seperti di Cipaku dan Sukaresmi, di mana air PDAM bahkan tidak mengalir sama sekali.

“Bukan hanya air netes, tapi di beberapa tempat, air PDAM sama sekali tidak masuk ke rumah warga,” jelas Dokter Rayendra.

Menurut Dokter Rayendra, masalah air ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga soal bagaimana PDAM sebagai BUMD mengelola sumber daya alam yang ada.

“Ini harus menjadi perhatian utama. BUMD seperti PDAM Tirta Pakuan seharusnya bisa lebih tanggap, tidak hanya fokus di pusat kota, tetapi juga di pinggiran. Masyarakat Bogor semuanya berhak mendapatkan akses air bersih,” kata Dokter Rayendra.

Lebih jauh lagi, Dokter Rayendra menyentil tentang pentingnya memanfaatkan potensi sumber air lokal dengan baik.

“Sumur bor bisa jadi solusi sementara, tapi tanah Bogor ini sebenarnya kaya air. PDAM seharusnya bisa mengelola ini dengan lebih efektif.”

Sebagai calon Wali Kota Bogor, Dokter Rayendra juga berjanji akan membawa perubahan nyata jika terpilih nanti.

“Insya Allah, kalau kami diberi amanah untuk memimpin, PDAM akan menjadi prioritas kami. Bukan hanya soal debit air, tapi bagaimana air bisa sampai ke seluruh warga. Ini tanggung jawab kami untuk memastikan Bogor benar-benar menjadi kota yang nyaman untuk semua,” ucap Dokter Rayendra.

Dengan pernyataan tersebut, Dokter Rayendra kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang lebih baik, di mana akses air bersih bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warganya.***

Sukses Majukan Sektor Peternakan, HPDKI Bogor Raya Beri Gelar Rudy Susmanto Sebagai “Bapak Peternak”

0

Bogordaily.net – Peternak Kambing Indonesia yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Bogor Raya menjuluki Rudy Susmanto calon Bupati Bogor 2024 sebagai “Bapak Peternak”.

Rudy Susmanto dianggap sudah berhasil memajukan para peternak Kambing dan Domba di Kabupaten Bogor.

“Kami peternak bangga memiliki pembina atau tokoh seperti Pak Rudy Susmanto. Beliau kami beri gelar bapak peternak Kabupaten Bogor, karena keberhasilannya memajukan sektor peternakan,” kata Ketua DPC HPDKI Bogor Raya, Diaz Yudha, pada Senin (14/10/24).

Diaz menuturkan, kepedulian Rudy Susmanto terhadap para peternak bukan baru saat ini saja. Menurutnya, sejak tiga tahun lalu saat Rudy menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Bukan hanya memberikan support dan bantuan, Rudy juga menggelar Festival Ternak Domba-Kambing dan Seni Ketangkasan Domba tingkat Kabupaten Bogor yang sudah berjalan selama 3 tahun.

“Ucapan terimakasih atas support perjuangan pikiran dan aksi nyata untuk para peternak. Selama menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor, agenda kontes ternak di Bumi Tegar Beriman menjadi agenda rutin,” tuturnya.

“Kegiatan kemarin (Event Ketangkasan Domba) menjadi tahun ke-3 terselenggaranya event pesta peternak domba kambing,” sambungnya.

Dengan event pestanya para peternak ini, lanjut Diaz, nilai ekonomi pendapatan peternak bisa berdampak naik, kesejahteraan bahkan UMKM lokal bisa juga terdampak ekonominya.

Bahkan, jelas Diaz, dengan penyuluhan pelayanan motor yang diberikan Rudy Susmanto melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menjadi bukti nyata untuk mempermudah peternak yang ada di pelosok jika ada kendala kesehatan hewan.

“Bukti nyata dari beliau untuk mempermudah dan menjamin pelayanan publik khususnya kami para peternak yang berada di pelosok yang tidak terjangkau oleh kendaraan besar dan jarak titik puskeswan yang jauh dll, adalah dengan memberikan bantuan motor roda tiga,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat Kabupaten Bogor khususnya peternak, bisa memberikan amanah untuk Rudy Susmanto menjadi Bupati Bogor.

“Kami berharap berbarengan dengan kebetulan beliau sedang ikhtiar ke level karir selanjutnya yakni mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor, dapat tercapai,” harapnya

Senada, Ketum DPP HPDKI, Yudi Guntara Noor juga sangat berterima kasih kepada Rudy Susmanto atas perhatiannya kepada para peternak di Kabupaten Bogor.

“Kami berterimakasih kepada bapak Rudy Susmanto yang sudah sangat peduli kepada para peternak di Kabupaten Bogor,” ucapnya.***

Heboh Bayi Kena Kanker Ovarium. Apakah Bisa Sembuh?

0

Bogordaily.net – Bayi berusia 19 bulan didiagnosis kena kanker ovarium stadium 3 viral dan bikin heboh, lantas apakah bisa sembuh?

Ya, bayi itu bernama Daneen Auni Riksi di Sabah, Malaysia. Awalnya sang ibu, Fallarystia Sintom, mulai menyadari ada yang tidak beres pada anaknya.

Daneen awalnya mengalami sembelit dan perut kembung berkepanjangan. Kondisi itu diketahui pada Agustus lalu.

Bayi itu juga kurang aktif dari biasanya. Dia merengek hanya ingin digendong.

“Anak saya tidak nyaman dan karena dia belum bisa berbicara. Dia hanya menangis ketika kesakitan,” kata Fallarystia.

Bayi itu lantas dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, trombositnya menurun drastis.

Dokter menemukan ada kanker dalam tubuh bayi itu. Daneen kemudian dipindahkan ke rumah sakit wanita dan anak-anak.

Dokter mendeteksi adanya tumor sepanjang 13,5 cm. Setelah menjalani operasi pada 2 Oktober, petugas medis mengkonfirmasi bahwa Daneen mengalami kanker ovarium stadium tiga.

Apakah Bayi Kena Kanker Ovarium Bisa Sembuh?

Menurut Aliansi Penelitian Kanker Ovarium (Ocra), ada empat stadium kanker ovarium, dengan stadium empat sebagai yang paling parah.

Pada kanker ovarium tiga, berarti sel kanker telah menyebar dari satu atau kedua ovarium ke area di luar panggul seperti perut, kelenjar getah bening di dekatnya, atau permukaan hati.

Berdasarkan data Ocra, sekitar 90 persen wanita yang terkena kanker ovarium adalah berusia di atas 40 tahun.

“Ketika diberi tahu, saya patah hati karena anak saya masih sangat kecil dan ovarium kanannya sudah diangkat,” tutur Fallarystia.

Berdasarkan informasi, orang tua Daneen juga memiliki seorang putra berusia empat tahun dengan autisme.

Mengetahui kondisi Daneen, banyak yang berharap bayi 19 bulan itu bisa segera memulai kemoterapi setelah pulih dari operasi.

“Selama ada pengobatan, masih ada harapan,” ungkap Fallarystia.***

Yasmine Ow Keturunan Mana? Jasi Sorotan Usai Resmi Cerai dari Aditya Zoni

0

Bogordaily.net – Silsilah dan keturunan Yasmine Ow jadi perhatian usai resmi cerai dari Aditya Zoni.

Pengadilan Agama Cibinong memutus gugatan cerai Yasmine Ow terhadap Aditya Zoni hari ini, Selasa (24/9/2024).

Lewat sistem e-court, hakim mengabulkan perceraian yang dikehendaki Yasmine.

“Hasil musyawarah majelis hakim yang memeriksa perkara, telah memberikan putusan yang amarnya, dalam konpensi atau permintaan awal Yasmine, mengabulkan gugatan penggugat. Artinya, gugatan Yasmine dikabulkan,” ujar Humas Pengadilan Agama Cibinong, Dadang Karim dalam keterangannya.

Yasmine Ow Keturunan Mana?

Yasmine Ow memiliki nama lengkap Yasmine bin Omar. Ia lahir di Malaysia pada 2 Mei 2001, sehingga tahun ini dirinya sudah genap berusia 22 tahun.

Selain lahir di Negeri Jiran, Yasmine Ow juga memiliki keturunan dari Jerman. Hal ini karena sang ayah yang berasal dari negara yang memiliki julukan Negeri Panzer tersebut.

Lebih lanjut, Yasmine Ow diketahui beragama Islam, sama seperti sang suami yang merupakan seorang muslim.

Pernikahan Yasmine Ow dan Aditya

Yasmine Ow dan Aditya Zoni pertama kali berkenalan lewat direct message (DM) di Instagram. Dari sini keduanya lantas menjalin hubungan asmara secara long distance relationship (LDR).

Setelah beberapa waktu menjalin hubungan jarak jauh, akhirnya adik Ammar Zoni itu memantapkan diri untuk melamar sang kekasih pada 15 Desember 2023. Selang 13 hari, keduanya melangsungkan pernikahan.

Saat ini, Yasmine Ow dan Aditya Zoni telah dikaruniai satu orang anak yang diberi nama Zayn Serdar Enver Warman. Buah hati adik ipar Irish Bella itu lahir pada 12 November 2022.

Biodata Yasmine Ow

  • Nama lengkap: Yasmine bin Omar
  • Nama panggung: Yasmine Ow
  • Tempat, tanggal lahir: Malaysia, 2 Mei 2001
  • Usia: 22 Tahun
  • Agama: Islam
  • Pekerjaan: Selebgram, Model
  • Pasangan: Aditya Zoni
  • Anak: Zayn Serdar Enver Warman.

Itulah ulasan dan informasi mengenai keturunan Yasmine Ow yang resmi bercerai dengan Aditya Zoni.***

 

Unit Quick Respon Tim Hukum Bogor Beres Minta Penangguhan Penahanan hmm Abah Rowi yang Bela Kebun dari Pencuri

0

Bogordaily.net – Unit QUICK Respon TIM Hukum Bogor Beres meminta Polresta Bogor Kota untuk menangguhkan penahanan terhadap Abah Rowi, seorang pria lanjut usia yang tengah menghadapi kasus hukum terkait pembelaan diri saat mempertahankan kebunnya.

Desta Lesmana, S.H., selaku Koordinator UNIT QUICK RESPON TIM Hukum Bogor Beres, mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpa Abah Rowi (62), pemilik kebun di RT 005 RW 007, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat. Abah Rowi terpaksa berurusan dengan hukum setelah melindungi haknya dari pencurian yang berulang di kebunnya.

“Abah Rowi adalah pemilik kebun talas. Karena sering terjadi pencurian di kebunnya, pada Minggu dini hari (13/10) sekitar pukul 02.00 WIB, ia memutuskan untuk berpatroli di sekitar kebunnya. Saat itu, ia mendapati seorang pencuri yang telah menebang salah satu pohon talas. Spontan, Abah Rowi berteriak ‘maling!’,” jelas Desta, menirukan kesaksian Abah Rowi saat ditemui di sel Polresta Bogor Kota pada Senin (14/10).

Setelah berteriak, lanjut Desta, Abah Rowi mengejar pencuri tersebut. Namun, pencuri yang merasa lebih muda dan kuat, justru berbalik mengejar Abah Rowi, yang memicu terjadinya duel antara keduanya.

“Abah Rowi, yang memang bertugas menjaga kebunnya, sudah mempersiapkan diri dengan membawa sebilah golok. Di sisi lain, pencuri tersebut juga membawa sebilah belati. Ketika pencuri menyerang, Abah Rowi berhasil menangkis serangan tersebut dan membalas dengan mengayunkan goloknya, melukai betis, tangan, dan kepala pencuri itu,” lanjut Desta.

Setelah perkelahian, pencuri tersebut terkapar tak berdaya. Alih-alih melarikan diri, Abah Rowi segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.

“Abah Rowi langsung menuju rumah Pak RT untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak lama kemudian, warga berkumpul bersama RT, RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Sayangnya, pencuri itu kehabisan darah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi,” ujarnya.

Saat petugas dari Polsek Bogor Barat tiba, Abah Rowi tetap kooperatif dan tidak menunjukkan niat untuk melarikan diri. Ia segera dibawa ke Polresta Bogor Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami dari UNIT QUICK RESPON TIM Hukum Bogor Beres sesuai dengan Visi Misi menjadi garda terdepan dalam membela Hak dan rasa keadilan masyarakat miskin kota meminta kepada Polresta Bogor Kota untuk menangguhkan penahanan Abah Rowi dengan Bu jaminan dari pihak kami selama proses penyidikan berlangsung,” tegas Desta.***