Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 131

Kisah Pilu Pedagang Es Gabus Viral Bojonggede, Hidup di Rumah Rutilahu dan 4 Anak Putus Sekolah

Bogordaily.net – Pedagang es gabus Suderajat (49) yang viral dituding menggunakan bahan spons oleh aparat hidup memprihatinkan di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa 27 Januari 2026.

Sebelumnya viral di media sosial pedagang es gabus dituding menggunakan bahan spons oleh sejumlah aparat TNI dan Polisi saat tengah berjualan pada Sabtu 24 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat, rumah pa Sudrajat masuk kedalam gang sempit dengan berlatar tulisan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Rumahnya terbilang sudah banyak yang rapuh pada bagian atap. Pa Suderajat diketahui sudah tinggal bertahun tahun di rumah tersebut.

Ditemui di kediamannya, Salah satu tetangga, Sudedi (72) mengungkapkan bahwa, pa Suderajat bersama keluarga telah tinggal dalam kondisi memprihatinkan selama 30 tahun lamanya.

Menurut tetangga, Suderajat sehari hari berjualan es gabus di wilayah Jakarta.

“Kalo tinggalnya disini udah lama ada 30 tahunan. Iya jualan es itu (es gabus),” kata Sudedi saat ditemui wartawan, Selasa 27 Januari 2026.

Menurut dia, Suderajat memiliki istri dan 5 orang anak, dan 4 diantaranya telah putus sekolah. Suderajat merupakan tulang punggung keluarga.

“Ada Istri, Ama anak nya 5, 4 putus sekolah, setau saya yang 2 udah kerja di Pasar,” jelasnya.

Kemudian, Suderajat memiliki riwayat kurang pendengaran sehingga terkadang sulit mendengar saat sedang berkomunikasi.

“Si bapa itu emang biasa biasa aja, orangnya agak kurang (kurang pendengaran). Kalo yang dibilang itu ga bener,” ujarnya.

Sementara itu, untuk saat ini Pemerintah telah memberikan bantuan untuk Suderajat berupa renovasi rumah yang saat ini telah dilakukan.

“Iya dibenerin pemerintah, baru dari pemerintah aja belum dari yang lain,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Pedagang Es Gabus Viral dituding Pakai Spons Ngaku Sempat Dipukuli Aparat hingga Trauma Tak Mau Berjualan

Bogordaily.net – Pedagang es gabus Suderajat (49) yang viral dituding menggunakan bahan spons oleh aparat mengaku sempat dipukuli dan trauma tak mau berjualan.

Sebelumnya viral di media sosial pedagang es gabus dituding menggunakan bahan spons oleh sejumlah aparat TNI dan Polisi saat tengah berjualan pada Sabtu 24 Januari 2026.

Ditemui di kediamannya di Bojonggede, Suderajat dengan raut wajah penuh kesedihan mengungkapkan kekecewaan saat insiden tersebut.

“Iya dipukuli polisi ama abri, saya kalo lawan saya takut kalo masih jualan,” kata Suderajat saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa 27 Januari 2026.

Ditempatnya sama, sang Anak yakni Zaitun (18) menyampaikan bahwa, sang ayah sempat lemas saat pulang berjualan beberapa waktu lalu.

“Gelap kan, kan gelap jadi gak ketara banget mukanya. Dia lemes, langsung tidur,” ujar Zaitun

Menurutnya, sang ayah mengaku sempat dipukuli oleh aparat dan difitnah bahwa es yang dijual ayahnya menggunakan bahan spons.

“Iya (dipukulin). Awalnya gak percaya, tiba-tiba ada viral gitu. Shock sih, kayak kesel banget gitu. Bisa digituin banget. Katanya sih gara-gara es gabusnya di fitnah,” jelasnya.

Kemudian, dirinya mengaku bahwa, es tersebut didapat dari pabrik langsung dan tidak membuatnya sendiri.

“Esnya gak buat sih, dia dapat dari bosnya. Dia tinggal bawa aja,” tambah dia.

Lebih lanjut, keluarga yang mengetahui insiden tersebut mengaku kesal dan tak menyangka atas tudingan tersebut.

“Kesel banget sih, padahal gak dari spons, emang kayak gitu. Itu kalau udah kering ya, kalau udah airnya udah adem gitu ya, kalau gak dingin lagi,” katanya.

Zaitun mengaku, sang ayah biasa berjualan di wilayah Jakarta dengan penghasilan rata rata sehari mencapai Rp.50 ribu.

“Jualan di Kemayoran, di Manggarai gitu ya. 100 keatas lah. itupun Kasih lagi, nyetor,” ungkap Zaitun.*

(Albin Pandita)

Menuju Transportasi Modern, Pemkot Bogor Siapkan Angkot Ala Jaklingko

0

Bogordaily.net  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menata angkutan perkotaan (Angkot) yang sudah berusia tua. Tujuan tak lain agar pengguna jasa transportasi aman dan nyaman menggunakan jasa transportasi di Kota Bogor.

Upaya pembenahan transportasi publik di Kota Bogor terus berlangsung. Penataan angkot tua ini mengusung konsep ala Jaklingko seperti yang telah diterapkan di DKI Jakarta.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, konsep tersebut menjadi bagian dari realisasi program rerouting, konversi, dan peremajaan angkutan umum yang saat ini sedang berjalan.

“Sebagian sudah terimplementasi melalui program Buy The Service (BTS) BisKita. Peremajaan saat ini sedang dikaji dan akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali),” ujar Dedie.

Dedie menegaskan, Perwali yang sedang disusun tidak mengatur ulang batas usia teknis Angkot. Aturan tersebut, kata dia, hanya akan memperjelas arah kebijakan peremajaan dan konversi angkutan umum di Kota Bogor.

“Dari berbagai masukan masyarakat dan akademisi, konsepnya mengacu pada model Jaklingko di Jakarta yang modern dan nyaman,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Bogor masih merampungkan tata cara dan persyaratan bagi pelaku usaha maupun perorangan yang akan mengikuti program peremajaan angkutan umum tersebut.

Terkait usia teknis, Dedie menegaskan bahwa batas usia operasional angkutan umum tidak bisa diubah. Ketentuan itu telah diatur secara tegas dalam Perda Nomor 8 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013.

“Usia teknis maksimal operasional angkutan perkotaan ditetapkan 20 tahun,” tegasnya.

Dengan demikian, tuntutan perpanjangan usia teknis angkot dari 20 tahun menjadi 25 tahun dipastikan tidak dapat dipenuhi, karena bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

“Tuntutan tersebut mustahil dipenuhi karena sudah final sesuai Perda 8 Tahun 2023,” kata Dedie.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub), jumlah angkot tua di Kota Bogor saat ini mencapai 1.854 unit, dari total 2.714 kendaraan angkutan kota yang masih eksisting.

Dari data tersebut, terdapat tiga trayek dengan jumlah angkot tua terbanyak. Urutan pertama ditempati trayek 02 AK, dengan 196 angkot berusia di atas 20 tahun dari total 309 unit yang masih beroperasi.

Urutan kedua diduduki trayek 17 AP, dengan 188 angkot berusia di atas 20 tahun dari total 216 unit eksisting. Selanjutnya trayek 03 AK, dengan jumlah angkot tua mencapai 140 kendaraan dari total 248 unit yang kini masih mengaspal.

Sekadar diketahui, Jaklingko merupakan sistem transportasi umum terintegrasi yang menggabungkan berbagai moda, seperti TransJakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans.

Ke depan, peran Angkot ini nantinya menjadi Mikrotrans. Mikrotrans dalam sistem Jaklingko berperan sebagai angkutan pengumpan (feeder) utama yang menghubungkan kawasan pemukiman, pasar, dan pemukiman padat langsung ke jaringan transportasi utama seperti halte Transjakarta, stasiun KRL, dan MRT.

Armada Mikrotrans ini standarnya ber-AC dan sistem pembayaran terintegrasi (gratis/subsidi), Mikrotrans meningkatkan konektivitas first-mile dan last-mile serta efisiensi mobilitas warga.

Program Tarif Integrasi adalah keunggulan dari sistem pembayaran JakLingko Indonesia. Sejak Agustus 2022, biaya perjalanan maksimal terintegrasi untuk tiga moda transportasi Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta adalah Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah).

Pengguna akan mendapatkan manfaat tarif integrasi, bila menggunakan lebih dari satu moda transportasi.

Sebaliknya, bila pengguna hanya menggunakan satu moda, maka masing-masing moda transportasi akan mengenakan tarif normal yaitu Rp3.500 untuk Transjakarta, Rp5.000 untuk LRT Jakarta, serta tarif maksimal rute terjauh sebesar Rp14.000 untuk MRT Jakarta.

Manfaat tarif integrasi juga bisa dirasakan oleh pengguna Kartu Uang Elektronik (KUE) non-JakLingko, seperti E-money, Brizzi, Tap Cash, Flazz, dan JakCard.

Prilly Latuconsina Aktifkan Open to Work di LinkedIn, Ini Alasan Sebenarnya Usai Hengkang dari Sinemaku Pictures

0

Bogordaily.net – Prilly Latuconsina kembali menyedot perhatian publik. Setelah resmi mengundurkan diri dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang turut ia dirikan, aktris dan penyanyi ternama itu justru membuat gebrakan tak terduga di dunia profesional.

Nama Prilly mendadak ramai diperbincangkan warganet setelah diketahui mengaktifkan badge “Open to Work” di akun LinkedIn miliknya.

Tanda tersebut lazim digunakan oleh pencari kerja, sehingga memicu tanda tanya besar di kalangan netizen.

Banyak yang heran, mengingat Prilly selama ini dikenal sebagai figur publik multitalenta dengan karier mapan. Ia tak hanya aktif di dunia akting dan tarik suara, tetapi juga terlibat di balik layar industri hiburan serta bisnis kreatif.

Spekulasi pun bermunculan. Tak sedikit warganet mempertanyakan alasan Prilly menandai dirinya sebagai pencari kerja, bahkan menganggap langkah tersebut tidak lazim untuk seorang publik figur dengan rekam jejak kesuksesan panjang.

Menanggapi berbagai reaksi tersebut, Prilly akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi secara langsung melalui media sosialnya. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sama sekali bukan karena minimnya aktivitas atau pekerjaan.

“Hi semuanya, jangan kaget dulu ya, Aku menyatakan bedge ‘open to work’ bukan karena kekurangan aktivitas tapi karena lagi ingin belajar hal yang baru,” ungkap Prilly.

Prilly menjelaskan, selama bertahun-tahun berkecimpung di industri hiburan dan bisnis, ia merasa perlu keluar dari zona nyaman. Rasa jenuh terhadap rutinitas yang itu-itu saja membuatnya ingin mencari pengalaman berbeda di luar dunia yang selama ini membesarkan namanya.

Mantan kekasih Aliando Syarief itu mengaku ingin menantang dirinya sendiri dengan terjun langsung ke pekerjaan yang benar-benar bersentuhan dengan masyarakat.

Office Sales

Salah satu bidang yang menarik perhatiannya adalah office sales, pekerjaan yang menuntut interaksi langsung dengan klien serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen.

“Ketemu orang langsung, ngobrol, memahami kebutuhan mereka, sampai belajar bagaimana sebuah produk benar-benar diterima dan dirasakan langsung oleh konsumen,” tambahnya.

Bagi Prilly, pengalaman tersebut bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan proses pembelajaran untuk memperluas sudut pandang dan keterampilan hidup.

Ia menilai, bekerja di lapangan akan memberinya perspektif baru yang selama ini belum ia rasakan sebagai publik figur.

Lebih lanjut, Prilly menegaskan bahwa dirinya masih berada dalam tahap eksplorasi. Ia membuka diri untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan menjalin koneksi dengan siapa pun yang tertarik berbincang secara profesional.

Sikap terbuka tersebut justru menuai respons positif dari warganet. Kolom komentar akun media sosial Prilly dipenuhi dukungan, pujian, serta apresiasi atas keberaniannya mencoba hal baru di tengah zona nyaman yang telah ia bangun bertahun-tahun.

Dukung Pemulihan Pascabencana, Relawan BRI Peduli Terjun Langsung “Bersih-bersih Sekolah” di Aceh Tamiang

0

BERITA PERS

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menyalurkan dukungannya untuk pemulihan pascabencana di Aceh akibat kerusakan pada sejumlah sarana dan prasarana umum, termasuk fasilitas pendidikan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 70 relawan BRI Peduli melaksanakan kegiatan bersih-bersih di SD Negeri Tugu Upah Aceh Tamiang di Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kegiatan bersih-bersih dilaksanakan dengan memindahkan seluruh puing prasarana yang tidak dapat digunakan lagi ke area yang telah ditentukan agar tidak menghambat kegiatan belajar mengajar. Selain itu, para relawan juga membersihkan dan mengelola area sekolah yang masih berlumpur untuk mencegah lumpur kembali masuk ke ruang kelas saat hujan yang berpotensi menyebabkan banjir, serta menata ruang kelas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sementara waktu.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai rasa kepedulian BRI untuk dapat membantu warga terdampak khususnya bagi para guru, siswa dan komunitas sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan di sekolah tersebut secara aman dan nyaman.

“Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk solidaritas BRI bagi warga yang terdampak di Bencana di Sumatra. BRI Peduli hadir di tengah masyarakat dengan tujuan menghadirkan manfaat nyata melalui program sosial, tanggap darurat bencana, bantuan kemanusiaan dan recovery pascabencana,” ujarnya.

Dhanny pun menambahkan bahwa BRI secara bertahap juga akan terus membantu pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. Ke depan, SD Negeri Tugu Upah Aceh Tamiang akan menjadi bagian dari program BRI Peduli “Ini Sekolahku”, sebuah inisiatif yang difokuskan untuk mendukung sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Melalui program tersebut, BRI membantu perbaikan sarana dan prasarana fisik sekolah secara menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan pemantik semangat bagi siswa dan siswi untuk terus belajar dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan bangunan yang layak, sehingga pada akhirnya sekolah akan menciptakan SDM unggul bagi kemajuan bangsa,” tegas Dhanny.

Sebagai bagian dari Danantara, BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya di Aceh. Di mana, BRI hadir tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak memperoleh pendampingan serta layanan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendirian Posko Bencana yang menyediakan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Diketahui, untuk mendukung pemulihan bencana Sumatra, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatera dengan dukungan 10 unit posko bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, 950 paket survival kit, serta dukungan logistik hunian sementara, 10 tenda, dan 1.680 unit kasur serta selimut. Untuk mendukung aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga telah mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan lima unit perahu karet guna menjangkau wilayah terdampak banjir. Secara keseluruhan, program kemanusiaan ini telah menjangkau sebanyak 100.250 jiwa penerima manfaat di berbagai wilayah terdampak bencana.***

Luncurkan Program Tabungan SimPel, BPR Bank Kota Bogor Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini

0

Bogordaily.net – BPR Bank Kota Bogor terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui Tabungan SimPel, agar ada pemahaman baru bahwa menabung sejak dini adalah penting.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan terhadap nasabah khusunya para pelajar.

Kepala Kas Bank Kota Bogor, Priatno mengatakan bahwa, pihaknya menghadirkan program tabungan khusus untuk para pelajar di kota Bogor yakni Tabungan SimPel.

Adapun, Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) untuk pelajar di bawah usia 17 tahun. Tabungan Umum untuk nasabah berusia di atas 17 tahun.

Selain itu, pihaknya kini tengah rutin mendatangi berbagai sekolah sekolah yang ada di kota Bogor.

“Kami memang memprioritaskan pendekatan ke sekolah dasar dulu, karena jumlahnya cukup banyak di Kota Bogor. Target jangka panjangnya, tentu kami ingin menjangkau SMP dan SMA,” kata Priyatno.

Sementara itu, tabungan tersebut ditujukan agar para siswa dan para orang tua siswa untuk dapat mengelola uang sejak dini.

“Sosialisasi kami bukan bersifat wajib, tetapi kami hadir untuk memberikan edukasi keuangan dasar kepada siswa agar mereka paham pentingnya menabung dan mengelola uang sejak kecil,” ungkapnya.***

Albin

 

Kemitraan Ritel Dorong Pengusaha UMKM Perkuat Ekonomi Nasional

0

Bogordaily.net — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, yang mewakili sambutan Menteri UMKM pada acara Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin (26/1), menyampaikan bahwa keberadaan toko ritel seperti yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian jutaan keluarga Indonesia.

“Selama 18 tahun, SRC hadir sebagai program strategis dan krusial. SRC tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar,” ujar Riza.

Berdasarkan data PT HM Sampoerna, lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah bergabung dalam SRC, didukung oleh 6.300 mitra yang tergabung dalam 10.000 paguyuban. Jaringan toko ini mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun, atau meningkat sekitar 42 persen sejak bergabung dengan SRC. Riza menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pemberdayaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar pengusaha UMKM semakin berdaya saing.

Ia menambahkan, keterlibatan toko ritel SRC turut berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat. Data menunjukkan, 77 persen toko SRC berhasil menambah jenis usaha, sementara 51 persen di antaranya menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar.

Untuk memperkuat kemandirian pengusaha UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan sejumlah program strategis, antara lain integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan lewat Entrepreneur Hub, formalisasi usaha melalui perizinan dan sertifikasi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perluasan akses pasar melalui jaringan kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik.

“Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmen dan kontribusinya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh Mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya, belajar, dan berkolaborasi dengan semangat kebersamaan,” tutur Riza.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun. Sebanyak 250.000 toko ritel yang tergabung dalam SRC juga disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja serta menghidupi 4 juta keluarga, sehingga berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi Indonesia tetap resilien karena peran toko ritel. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ritel sebagai bagian dari pemerataan ekonomi,” kata Airlangga.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menambahkan toko ritel berperan penting dalam memperkuat pengusaha UMKM dan ekonomi nasional melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mencakup penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta literasi digital yang terintegrasi.

“Dampak positif juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari penguatan akses pangan, layanan keuangan, logistik, hingga konektivitas digital,” ujarnya.***

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Bogor : Polri di Bawah Kementerian Ancaman bagi Independensi Penegakan Hukum

0

Bogordaily.net – Wacana terkait penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah sebuah kementerian perlu disikapi secara jernih dan rasional.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Restu Kurniawan Wibawa menjelaskan bahwa, hal ini bukan semata isu teknis kelembagaan, melainkan persoalan mendasar tentang arah demokrasi, independensi penegakan hukum, dan tata kelola kekuasaan dalam negara hukum. 

Menurutnya, gagasan ini layak dipertanyakan, bahkan ditolak, atas dasar konstitusi dan kepentingan publik jangka panjang.

Secara konstitusional, posisi Polri telah diatur dengan jelas. Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Polri adalah alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum.

Serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Frasa “alat negara” memiliki makna penting: Polri berada dalam kerangka kepentingan negara dan rakyat, bukan berada di bawah kepentingan sektoral atau struktur politik kementerian tertentu.

“Menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi mengaburkan prinsip independensi penegakan hukum. Kementerian merupakan bagian dari struktur eksekutif yang secara inheren sarat dengan kepentingan politik pemerintahan yang sedang berkuasa,” kata Restu, Selasa 27 Januari 2026.

Ia mengatakan, ketika penegakan hukum berada dalam hierarki politik-birokratis, risiko intervensi, konflik kepentingan, dan politisasi hukum menjadi semakin terbuka. Dalam konteks demokrasi, kondisi ini merupakan kemunduran serius.

Kemudian, dari perspektif tata kelola negara, reformasi sektor keamanan pasca-1998 justru diarahkan untuk membatasi konsentrasi kekuasaan dan memperkuat prinsip checks and balances. 

“Pemisahan TNI dan Polri merupakan salah satu capaian penting reformasi, dengan tujuan memastikan bahwa fungsi pertahanan dan keamanan tidak terpusat dalam satu struktur kekuasaan yang sulit diawasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, wacana subordinasi Polri ke kementerian bertentangan dengan semangat tersebut dan berpotensi menghidupkan kembali pola relasi kekuasaan yang terlalu sentralistik.

Lebih lanjut, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum merupakan modal sosial yang tidak ternilai. Polri dituntut untuk bersikap netral, profesional, dan imparsial dalam setiap proses penegakan hukum. 

“Ketika posisi kelembagaannya terlalu dekat dengan kekuasaan politik, persepsi publik akan mudah bergeser: hukum dipandang sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai sarana keadilan. Dalam jangka panjang, hal ini justru melemahkan legitimasi negara di mata warganya,” ujarnya.

Argumen yang kerap muncul untuk mendukung wacana ini adalah soal efektivitas, koordinasi, atau penguatan pengawasan terhadap Polri. Namun, perlu ditegaskan bahwa masalah kelembagaan tidak selalu dapat diselesaikan dengan perubahan struktur komando. 

Selain itu, persoalan profesionalisme, akuntabilitas, dan integritas Polri adalah persoalan sistemik yang menuntut solusi kebijakan yang lebih substantif, seperti penguatan pengawasan internal dan eksternal, reformasi manajemen sumber daya manusia, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas publik.

Negara-negara demokrasi modern justru menempatkan kepolisian sebagai institusi profesional yang memiliki jarak aman dari kekuasaan politik, namun tetap bertanggung jawab secara hukum dan konstitusional. 

“Model ini bertujuan menjaga keseimbangan antara efektivitas penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara. Indonesia, sebagai negara hukum demokratis, seharusnya bergerak ke arah penguatan model tersebut, bukan sebaliknya,” katanya.

Oleh karena itu, wacana penempatan Polri di bawah kementerian patut ditolak secara argumentatif dan konstitusional. Penolakan ini bukan bentuk resistensi terhadap perubahan, melainkan ikhtiar menjaga arah reformasi dan kualitas demokrasi. 

“Yang dibutuhkan bangsa ini adalah Polri yang kuat, profesional, dan dipercaya publik bukan Polri yang terjebak dalam pusaran kepentingan politik jangka pendek,” ungkap dia.

“Menjaga independensi Polri berarti menjaga marwah negara hukum. Dan menjaga negara hukum adalah prasyarat utama bagi tegaknya demokrasi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.***

Albin

Melalui Program Tabungan SimPel, BPR Bank Kota Bogor Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini

0

Bogordaily.net – BPR Bank Kota Bogor terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menabung sejak dini.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan terhadap nasabah khusunya para pelajar.

Kepala Kas Bank Kota Bogor, Priatno mengatakan bahwa, pihaknya menghadirkan program tabungan khusus untuk para pelajar di kota Bogor yakni Tabungan SimPel.

Adapun, Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) untuk pelajar di bawah usia 17 tahun. Tabungan Umum untuk nasabah berusia di atas 17 tahun.

Selain itu, pihaknya kini tengah rutin mendatangi berbagai sekolah sekolah yang ada di kota Bogor.

“Kami memang memprioritaskan pendekatan ke sekolah dasar dulu, karena jumlahnya cukup banyak di Kota Bogor. Target jangka panjangnya, tentu kami ingin menjangkau SMP dan SMA,” kata Priyatno.

Sementara itu, tabungan tersebut ditujukan agar para siswa dan para orang tua siswa untuk dapat mengelola uang sejak dini.

“Sosialisasi kami bukan bersifat wajib, tetapi kami hadir untuk memberikan edukasi keuangan dasar kepada siswa agar mereka paham pentingnya menabung dan mengelola uang sejak kecil,” ungkapnya.***

Albin

Air Bersih Jadi Kebutuhan Vital, Perumda Tirta Pakuan Pastikan Kualitas dan Pasokan Tetap Terjaga

0

Bogordaily.net — Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Tanpa pasokan air bersih yang memadai, aktivitas sehari-hari masyarakat berpotensi terganggu, bahkan dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan kuantitas air yang disalurkan kepada pelanggan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan akses air minum yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

“Air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Perumda Tirta Pakuan terus menjaga standar pengolahan air agar tetap memenuhi ketentuan kesehatan,” ujar perwakilan Perumda Tirta Pakuan dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Perumda Tirta Pakuan menekankan bahwa kekurangan air bersih dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari meningkatnya risiko penyakit hingga terganggunya keseimbangan ekosistem. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta memanfaatkan layanan air bersih resmi yang telah terjamin mutunya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Pakuan juga membuka akses informasi melalui layanan call center. Masyarakat dapat menghubungi Call Center 0251-8324111 untuk mendapatkan informasi terkait layanan, pengaduan, maupun kebutuhan teknis lainnya.

Dengan sistem pengelolaan yang terus ditingkatkan, Perumda Tirta Pakuan optimistis dapat terus menjadi tulang punggung penyediaan air bersih bagi warga Kota Bogor, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.***