Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 1333

Gelar Stakeholder Meetup, KemenKopUKM Fasilitasi Wirausaha Membangun Koneksi dan Memperluas Jejaring Bisnis

0

Bogordaily.net – Sebagai upaya menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif bagi wirausaha di tanah air, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggelar kegiatan Stakeholder Meetup sebagai rangkaian tahapan dalam Program Entrepreneur Development (Entredev). Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku wirausaha untuk berkonsultasi, berkolaborasi dan berjejaring bisnis dengan Stakeholders terkait.

Stakeholder Meetup diikuti oleh 90 peserta Entreprenuer Development (Entredev) dari 17 provinsi yang merupakan wirausaha sektor Agrikultur, Health, Beauty & Wellness dan Teknologi yang telah dipilih mengikuti tahapan Stakeholder Meetup dan kurang lebih 60 Stakeholders dari Kementerian/Lembaga, Asosiasi Bisnis dan Pelaku Bisnis di berbagai bidang usaha, yang diharapkan mampu membuka akses pengembangan bisnis secara berkelanjutan dan membantu akselerasi pertumbuhan usaha.

Stakeholders tersebut di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, BSN, BPOM, PLN, Astragrahpia, Paragon, Proxsis, SETC, APINDO, ASYX, Agradaya, BSI, ANGIN, BTPN, Nano Bank Syariah, Fundex, ALAMI, Evermos, Lokasoka, Gambaran Brand, Sarinah, AMATI dan masih banyak lagi.

“Peserta diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem bisnis sesuai dengan kebutuhan, baik dari aspek pembiayaan, pengembangan produk dan SDG’s, pemasaran, perluasan pasar, legalitas, hingga sertifikasi dan ekspor,” kata Bastian, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM saat mewakili Deputi Bidang Kewirausahaan Pada kegiatan Stakeholder Meetup di Jakarta, Kamis (3/10).

Bastian menuturkan, wirausaha memiliki peranan penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Penciptaan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci, ditambah dengan semangat inovasi wirausaha yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional hingga berperan di perekonomian global.

“Kewirausahaan bahkan secara signifikan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mulai dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan PDB, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Bastian.

Bastian menambahkan, Indonesia memiliki potensi kewirausahaan yang luar biasa dengan komposisi demografi yang didominasi oleh generasi muda. Kondisi tersebut yang harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan melalui penumbuhan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif.

Potensi kewirausahaan dari sisi demografi adalah generasi muda yang bisa didorong semangat dan kemampuan kewirausahaannya. Sehingga dapat meningkatkan rasio kewirausahaan melalui penumbuhan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif.

“Untuk itu, Pemerintah telah menyiapkan ekosistem kewirausahaan yang berkualitas, mulai dari segi kebijakan, penguatan wirausaha melalui program strategis kemudahan akses, perlindungan hingga pemberdayaan wirausaha, serta mewujudkan startup bisnis dan go global,” tutur Bastian.

Peran kolaborasi para pemangku kepentingan dan Stakeholder menjadi kunci keberhasilan keberlanjutan program kewirausahaan yang diinisiasi oleh KemenKopUKM, seperti Pengembangan Ekosistem Bisnis lewat eHub, Inkubasi Usaha lewat iStartUp.id, Program Pembiayaan Wirausaha melalui Entrepreneur Financial Fiesta, hingga Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Usaha pada Entredev.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam Stakeholder Meetup 2024 ini telah dilakukan mulai dari diskusi panel, konsultasi akses program Pemangku Kepentingan, pembahasan picth desk/proposal usaha peserta, hingga jejaring bisnis.

Bastian berharap, Stakeholder terkait dapat memberikan akses kemudahan fasilitasi program bagi peserta untuk penguatan produk dan pengembangan bisnisnya. Sedangkan bagi para peserta, agar dapat proaktif menjajaki peluang siap untuk mengakselerasi pencapaian target bisnis yang sudah dirancang melalui tahapan program Entredev yang sudah dijalani.

Stakehoder Meetup ini telah memberikan potensi kerjasama peserta dengan Stakeholder yaitu adanya komitmen dan ketertarikan Stakeholder terhadap keberlanjutan peserta sehingga membuka potensi kerjasama kepada 84 bisnis terkait Pembiayaan, 49 bisnis terkait Pengembangan Produk dan SDGs, 59 bisnis terkait Pemasaran dan 27 bisnis terkait Perluasan Pasar (Digital), 16 bisnis terkait Legalitas dan 26 bisnis terkait Akselerator.

Hasil dari Stakeholder Meetup ini dapat menjadi dasar penilaian terpillihnya 30 orang peserta Entredev yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu Networking Day. Dimana 30 orang peserta terpilih akan dipertemukan dengan calon mitra yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan untuk keberlanjutan usaha peserta pada kegiatan Networking Day.

Informasi terkait Entredev 2024 dapat dilihat melalui sosial media Kementerian Koperasi dan UKM (ig @kemenkopukm), website (https://entredev.id) dan Instagram (ig @entredev.id).***

Batikorganik Wakili Jawa Barat dalam Program Nasional Bangun Wirausaha Perempuan Berdaya: KUB “TUMBUH” Resmi Diluncurkan di Desa Cipaku

0

Bogordaily.net – Kelompok Usaha Bersama (KUB) “TUMBUH” resmi diluncurkan di Desa Cipaku sebagai langkah pemberdayaan ekonomi perempuan melalui inovasi batik berbahan pewarna alam dan pertanian berkelanjutan.

Program ini diinisiasi oleh Batikorganik sebagai bagian dari upaya mendukung perempuan pengusaha untuk berinovasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan pemerintah daerah, media, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha lokal.

KUB “TUMBUH” hadir untuk menguatkan kolaborasi perempuan pengusaha di sektor batik organik serta petani lokal di Cipaku, dengan pendekatan ekonomi sirkular dan praktik ramah lingkungan.

Dalam peluncuran ini, Batikorganik memperkenalkan batik berbahan dasar organik, di mana pewarna alami yang digunakan diambil dari tanaman lokal, mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan dan pelestarian budaya.

Inovasi ini tidak hanya membantu perekonomian lokal, tetapi juga melindungi lingkungan.

Sebagai bagian dari program Bangun Wirausaha Perempuan Berdaya (BUILD) yang diinisiasi oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia), KUB “TUMBUH” mendapat dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Program BUILD ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha di Desa Cipaku dalam mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran.

Ana, Founder Batikorganik, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan ekonomi lokal serta peran strategis perempuan dalam perubahan.

“Kami percaya perempuan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Melalui KUB ‘TUMBUH,’ kami ingin menyediakan akses keterampilan, sumber daya, dan kesempatan bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Ana, Kamis 3 Oktober 2024.

Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang mengedepankan keberlanjutan, dan dapat diadaptasi oleh komunitas lain di Indonesia.

Dengan dukungan dari Program BUILD dan jaringan ANGIN, KUB “TUMBUH” berpotensi berkembang lebih besar, menjangkau pasar domestik hingga internasional.

Peluncuran ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi perempuan yang tidak hanya memberikan dampak sosial-ekonomi positif, tetapi juga menginspirasi desa lain untuk mengadopsi konsep serupa dengan prinsip inklusif dan berkelanjutan.***

Ibnu Galansa

KemenKopUKM Tekankan Pentingnya Inovasi Pembiayaan untuk Dorong Pertumbuhan UKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkomitmen mendukung pertumbuhan usaha tak hanya di kelas mikro, tetapi juga mendorong kelas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) salah satunya melalui pengusulan insentif serta inovasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan KUR Agregator.

Plt (Pelaksana Tugas) Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Temmy Satya Permana mengatakan, pembiayaan menjadi isu penting bagi UMKM termasuk di sepanjang 10 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi. Bapak Presiden telah mengeluarkan banyak kebijakan pembiayaan menjadi karpet merah bagi UMKM, pemberian Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk modal kerja pelaku usaha mikro dan restrukturisasi kredit.

Saat ekonomi mulai pulih, Presiden memberikan arahan untuk porsi pembiayaan bagi UMKM sebesar minimal 30% dari total kredit perbankan serta memberikan program KUR klaster yang sangat membantu usaha produktif yang dimiliki para pelaku usaha mikro dan kecil dalam suatu klaster. Penyaluran KUR juga meningkat setiap tahunnya, tahun ini ditargetkan hingga Rp 297 triliun.

Tantangannya masih 47 persen kebutuhan pembiayaan UMKM yang belum dapat terlayani oleh lembaga jasa keuangan. (OJK)

“Maka, pembiayaan UMKM harus terus diperbesar dan dipermudah untuk dapat menjangkau karakteristik pelaku UMKM yang tidak seragam. Ada Mikro, Kecil, dan Menengah,” kata Temmy Satya Permana dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Hasil kajian Ernts and Young dan AFPI (2023) menunjukkan adanya kesenjangan antara permintaan dan suplai pembiayaan UMKM pada tahun 2026, yakni kebutuhan pendanaan sebesar Rp4.300 triliun dan suplai hanya Rp1.900 triliun. Permintaan kredit sangat besar namun supply kredit dari lembaga keuangan masih terbatas.

Temmy menyebut, mayoritas penerima kredit UMKM adalah usaha mikro sebesar 46,21 persen, diikuti oleh usaha kecil sebesar 31,26 persen, dan menengah sebesar 22,53 persen.

“Target porsi kredit perbankan ke UMKM sebesar 30 persen kami juga tidak yakin bisa tercapai. Sampai saat ini baru sekitar 19,6 persen. Maka, ada pekerjaan rumah yang belum selesai,” ujarnya. Namun hal itu dapat di dukung melalui pembiayaan klaster, aggregator, dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Temmy menyampaikan, UKM juga membutuhkan insentif terkait pembiayaan dan investasi. Maka, inovasi kebijakan pembiayaan untuk UMKM perlu terus diperkuat.

Temmy menekankan, melalui mekanisme rantai pasok agregator, memperluas jangkauan ini dapat membantu mengatasi masalah kredit rantai pasok melalui skema supply chain financing.

“KUR Klaster misalnya yang ada saat ini, dapat memperkuat rantai pasok dengan mendukung perajin lokal dalam meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Pada rantai pasok Pemerintah dan BUMN, terdapat lebih dari 8.146.219 produk dan 346.857 penyedia UMKM dalam ekatalog LKPP, tetapi
realisasi transaksi belanja produk UMKM baru mencapai Rp208,5 triliun atau 43% dari total belanja sebesar Rp844,2 triliun. Kami berharap realisasi tahun ini bisa mencapai Rp 400 triliun, semua UMKM dapat mengambil manfaat dari program ini.

“Maka, pasarnya masih besar bagi UKM, yang salah satunya perlu didorong melalui sektor pembiayaan,” kata Temmy.

KemenKopUKM berharap, tahun ini usulan terkait KUR tersebut bisa didorong dalam Pemerintahan baru maupun hingga akhir tahun ini.

Selain itu, selama ini juga telah dilakukan beberapa inovasi pembiayaan yang dilakukan. Seperti, Sistem Innovative Credit Scoring (ICS) dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dengan proses yang lebih cermat dan berbasis teknologi.

“Juga beberapa alternatif pembiayaan berbasis teknologi semakin penting seperti P2P (Peer to Peer) lending dan security crowd funding,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi KemenKopUKM Ali Manshur menambahkan, tujuan KemenKopUKM mengusulkan adanya KUR Agregator ini adalah untuk memperkuat pembiayaan bagi pelaku UKM.

“Skema-skema pembiayaan itu menyasar pelaku usaha mikro dengan mendorongnya dari bawah untuk naik kelas. Sementara kami mencoba menariknya dari atas. Karena itu, kami sedang merumuskan KUR Agregator di atas plafon Rp500 juta. Tetapi harus dipastikan pengaksesnya adalah pelaku UMKM” ucapnya.

Ali menambahkan, dalam mendukung inovasi pembiayaan dan investasi bagi UMKM, KemenKopUKM juga mengembangkan beberapa program prioritas.

Pertama, Program SME EPIC memberikan pendampingan kepada UMKM untuk terhubung dengan investor, termasuk pelatihan pitching dan business link up.

Kedua, Program Bisnis Layak Funding (BISLAF) menyediakan bantuan bagi lebih dari 180 UMKM dalam melakukan pitching kepada penyandang dana, sementara lebih dari 1.720 UMKM lainnya akan tetap mendapatkan akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.

Ketiga, SME IPO membantu UMKM memasuki pasar modal melalui forum pasar modal, pelatihan terstruktur, business matching, serta kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memonitor proses IPO (Initial Public Offering). ***

Rilis Survei Terbaru LS Vinus, Elektabilitas Pasangan Rudy-Jaro Melesat dari Bayu-Musya di Pilkada Kabupaten Bogor 2024

0

Bogordaily.net – Lembaga Survei Visi Nusantara (LS Vinus) merilis terbaru hasil survei elektabilitas Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

Dalam rilis hasil survei LS Vinus tersebut, elektabilitas pasangan Rudy Susmanto -Jaro Ade unggul dengan memperoleh 64,82 persen, dari pasangan Bayu – Musya dengan memperoleh 14,17 persen suara.

Founder Lembaga Survei (LS) Visi Nusantara Vinus Yusfitriadi mengatakan bahwa, walaupun hasil survey menunjukan Pasangan Rudy-Jaro lebih unggul. Namun hal tersebut tak menjamin, karena dukungan dari koalisi gemuk sebanyak 18 partai politik tak memberikan pengaruh yang signifikan.

Lembaga Survey (LS) Visi Nusantara (Vinus) merilis terbaru hasil survei Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024. (Albin/Bogordaily.net).

“Kita lihat dari hasil survei dahulu, gabungan partai politik yang berkoalisi gemuk mendukung Rudy Jaro itu tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap paslon itu, buktinya saat survei terdahulu jika digabungkan suara Rudy Jaro,” kata Yusfitriadi kepada wartawan di Cibinong, Kamis 3 Oktober 2024.

Menurut Yus, berbanding dengan Pasangan Bayu-Musya walaupun hanya diusung satu partai, tetapi angka tersebut diperkirakan dalam waktu dekat akan terus bertambah.

“Sama halnya dengan Bayu, suara PDIP hanya 6,8 persen. Tetapi disini ia mendapat 14 persen artinya suara Bayu diusung satu partai itu loncat. Artinya ini bagi Bayu dan Musya untuk mencapai 2x lipat hanya butuh seminggu,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Yusfitriadi, faktor utama yang menentukan Pasangan Calon dalam meningkatkan jumlah pemilih yakni, faktor popularitas yang hingga kini masih diunggulkan pasangan Rudy-Jaro.

“Faktor yang membuat unggulnya paslon popularitas, artinya branding paslon menjadi faktor terkuat untuk dapat elektabilitas dri publik,” ujar Yusfitriadi.

Selain itu, kedua paslon saat ini masih melakukan branding dan juga melakukan kampanye, untuk dapat terus meningkatkan elektabilitas dan juga jumlah pemilih dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

“Oleh karena itu branding-branding ini harus dilakukan oleh 2 paslon, paslon Bayu Musya baru mulai brandingnya saat ini dengan mulai baliho-baliho besar, sebelumnya kan nggak ada,” ungkapnya. (Albin Pandita)

Viral! Happy Asmara nggak Sengaja Makan Daging Babi Saat Live, Begini Reaksinya

0

Bogordaily.net – Penyanyi dangdut Happy Asmara mendadak viral lantaran nggak sengaja makan daging babi saat berada di Taiwan.

Video kepanikan Happy Asmara beredar di jagat maya. Saat itu ia tengah makan daging sambil melakukan live atau siaran langsung.

Selama di Taiwan, Happy Asmara sempat melakukan siaran langsung di media sosialnya sambil menyantap makanan dalam kemasan menggunakan sumpit.

Saat makan, Happy Asmara tampak memastikan daging yang dimakannya itu benar daging sapi

“Daging sapi? Empuk nih dagingnya,” kata Happy Asmara sambil mengunyah makanan tersebut.

Sambil mengunyah makanan, Happy Asmara tampak menikmati daging yang disantapnya itu sebelum warganet mengungkap dugaan yang dimakan sang pedangdut adalah daging babi.

“‘Bunda nggak baca ya?’ ‘Pokoknya nggak tau nggak apa-apa’ ‘udah habis baru tahu kalau itu babi,’,” ujar Happy Asmara sambil membacakan komentar warganet.

Gilga Sahid yang mendengar Happy Asmara langsung mengonfirmasi hal tersebut.

“Lo, babi to bund?,” tanya Gilga Sahid.

Happy Asmara yang merasa yakin bahwa makanan yang disantapnya daging sapi itu langsung panik dan berhenti mengunyah untuk buru-buru ke kamar mandi.

“Nggak tahu, tulisannya beef,” kata Happy dalam bahasa Jawa.

“Rasanya tenggorokanku kayak nggak rela. Tulisannya gini, nggak ada bahasa Inggrisnya,” lanjutnya.

Namun, Happy Asmara justru menyebutkan bahwa rasa daging babi memang enak, meski dirinya tak mengetahui makanan apa yang masuk ke mulutnya.

“Nggak apa-apa, penting doyan, penting nggak sengaja,” beber Happy Asmara, dilihat dari unggahan TikTok @/kazumi1976.

“Namanya orang beli nggak mungkin gitu (cek tiap makanan di toko. Tapi enak, Cah,” pungkasnya sambil meminum kopi. (*)

Djalan Djalan ke Ardio, Dedie – Jenal Serap Aspirasi Para Pedagang Pasar

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim melakukan kegiatan Sapa Warga dan berdialog dengan para pedagang pasar.

Kegiatan sapa warga dilaksanakan di Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 3 Oktober 2024. Sementara sapa pedagang pasar dilakukan Dedie – Jenal di Pasar Anyar, Kebon Kembang.

Dalam dialognya, Dedie A Rachim menyapa para pedagang dan melakukan dialog bersama mereka, serta menyerap aspirasi yang disampaikan kepada dirinya.

Terlihat, para pedagang juga turut menghampiri mantan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024 ini, dan melakukan dialog yang cukup lama dengan berbagai aspirasi disampaikan oleh para PKL Pasar Kebon Kembang.

“Para pedagang prinsipnya sangat ingin berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Bogor, mereka ingin juga sentuhan dalam bentuk penataan yang berkeadilan, dan berkeinginan untuk penataan yang menunjukan keberpihakan,” kata Dedie A Rachim.

Dengan begitu, Pemkot Bogor harus melakukan langkah-langkah yang cukup adil dalam melakukan penataan terhadap para pedagang, dengan tidak ada yang namanya penggusuran dan pembongkaran, tapi dengan cara dilakukan penataan.

“Kalau ada yang namanya dialog dan juga komunikasi yang efektif Insya Allah ke depan penataan akan lebih baik lagi dan berkeadilan, Insya Allah akan diwujudkan nanti,” ucap Dedie A Rachim.

Setelah melakukan dialog, Dedie A Rachim pun kembali melanjutkan kegiatan Sapa Warga ke Kampung Ardio.

Menariknya, pada saat melakukan Sapa Warga di Kampung Ardio, Dedie A Rachim berserta dengan istrinya Yantie Rachim disambut oleh warga sekitar dengan menggunakan drumband.

Tidak hanya itu, drumband yang dibawa oleh warga sekitar itu merupakan suatu dukungan terhadap pasangan Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin dengan menyanyikan yel-yel.

Di sisi lain, Dedie A Rachim mengungkapkan, selama melakukan Sapa Warga di setiap wilayah di Kota Bogor masalah yang sering dijumpai oleh dirinya ini berkaitan tentang permasalahan kesehatan.

“Permasalahan yang sering dijumpai di Kota Bogor, rata-rata mereka kendalanya sudah sepuh dan mendapatkan permasalahan kesehatan itu mobilitasnya,” ungkap Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3 ini.

“Makannya didalam program Bogor Sehat kunjungan dokter keluarga itu menjadi sentra dan penting. Kedepan bagaimana efektifkan dan memaksimalkan langkah-langkah kunjungan dokter ke rumah rumah, terutama keluarga yang membutuhkan,” sambung dia.

Di penghujung Sapa Warganya, Dedie A Rachim disambut oleh ibu-ibu yang sudah menunggu di lapangan yang ada Kampung Abesin, Kelurahan Cibogor dan langsung melakukan senam bersama. (Ibnu Galansa)

Ibu Tukang Nasi Kaget Lihat Wajah Asli Wakilnya Dokter Rayendra, Ceritanya Gemesin

0

Bogordaily.net – Momen hangat dan penuh canda terjadi saat seorang ibu penjual nasi bertemu langsung dengan calon wakil wali kota Bogor, nomor urut 5, Eka Maulana.

Sang ibu memuji ketampanan sang wakil yang juga pendamping Dokter Rayendra, calon wakil wali kota Bogor.

Tidak hanya terkejut dengan ketampanannya, melihat sosok asli dari calon wakil wali kota Bogor Eka Maulana, ibu penjual nasi tersebut juga sempat terperangah.

“Ya Allah, ganteng banget, Pak,” ujar si ibu dengan ekspresi penuh kekaguman.

Eka Maulana pun tersanjung dan tersenyum dengan omongan tersebut bahkan sembari bercanda, Eka menanyakan nomor rekening sang ibu.

“Nomor rekening berapa, Bu?” disambut gelak tawa oleh semua orang yang ada di lokasi.

Dalam pertemuan itu, Eka tidak hanya berbagi canda dan tawa, tetapi juga mendengarkan dengan serius permasalahan yang disampaikan oleh warga.

Salah satu yang mencuat adalah persoalan terkait fasilitas pendidikan di wilayah Bogor.

“Sekolah, Pak. Susah banget nyari yang gratis,” ucap salah satu ibu.

“Betul, masalah zonasi juga bikin pusing,” sahut yang lain.

Eka Maulana pun merespons keluhan tersebut dengan penuh perhatian.

Eka Maulana menjelaskan bahwa dirinya bersama Dokter Rayendra berencana memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta agar bisa menampung lebih banyak siswa.

“Kita sebenarnya tidak kekurangan sekolah, tapi yang kurang adalah sekolah gratis. Solusinya, kita akan memberikan subsidi kepada sekolah swasta agar biaya pendidikan bisa lebih terjangkau,” jelas Eka Maulana.

Pertemuan tersebut ditutup dengan rasa haru dan tawa. Ibu penjual nasi yang sebelumnya terkejut melihat wajah asli sang Wakil Bupati kini bisa pulang dengan senyuman, membawa harapan akan adanya perbaikan di bidang pendidikan untuk anak-anak mereka.

Cerita menggemaskan ini menunjukkan bahwa kedekatan Eka Maulana dengan warganya memang dapat menciptakan suasana yang lebih cair dan bersahabat. ***

5.000 Kali Atang Menyapa Warga, Bekal 9 Program Misi Bogor Nyaman Hidupnya

0

Bogordaily.net – Pasangan Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor, Jawa Barat nomor urut 2 pada Pilkada 2024 Atang Trisnanto dan Annida Allivia mengusung misi Bogor Nyaman Hidupnya pada Pilkada 2024 dengan 9 gagasan konkret program kerja bidang kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial.

Menurut Cawalkot Bogor Atang Trisnanto, pengalaman selama 5 tahun menjadi Ketua DPRD sedikitnya telah menghantarkan 5.000 langkah menyapa warga dari gang ke gang, di gedung dewan dan lainnya, meski tidak banyak terekspos ke publik, tanpa disadari telah mengisi ide kebijakan-kebijakan pro rakyat yang dieksekusi pemerintah Kota Bogor 5 tahun ke belakang.

Di antaranya program tebus ijazah dan perda-perda, sehingga ke depan jadi salah satu bekal program yang konkret membuat warga Bogor Nyaman Hidupnya dari hulu ke hilir.

Cawalkot Atang Trisnanto memaparkan, bahwa sepekan lebih berkampanye menyosialisasikan program kerja dari 4 misi terobosan peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan yang diusungnya, 9 program kerja misi Bogor Nyaman Hidupnya menyentuh langsung kehidupan masyarakat Kota Bogor dari dalam keluarga, seperti aspirasi warga.

Masa kampanye Pilkada 2024 berlangsung sejak 25 September-23 November 2024 yang berarti lebih kurang 2 bulan untuk masyarakat mendapatkan sosialisasi program pasangan calon kepala daerah.

Kesembilan program kerja dari misi Bogor Nyaman Hidupnya Atang-Annida ialah, jika menang Pilkada 2024 Pemerintah Kota Bogor di kepemimpinan mereka menargetkan 1 Keluarga 1 Sarjana, Penambahan 6 SMP Negeri Baru, Bantuan Biaya Masuk Sekolah Swasta, pembangunan 1 RSUD baru, Dokter Keluarga dan Psikolog: Bogor Sehat Jiwa Raga, Santunan bagi Penyandang Disabilitas, Janda dan Lansia.

Lalu ada santunan kematian yang dapat diakses keluarga yang ditinggal meninggal dunia anggota keluarganya saat-saat darurat seperti pemakaman dan kebutuhan mendesak lain. Selanjutnya, ada insentif marbot, guru ngaji dan rohaniwan serta insentif guru swasta dan pesantren.

“Saya berkeliling ke warga Kota Bogor sudah lama, sedikitnya 5 tahun terakhir sejak menjadi Ketua DPRD, bukan hanya dapil saya, tetapi hampir semua warga di penjuru kota hujan ini 3 sampai 5 kali sehari, sudah sekitar 5.000 keliling saya menyapa langsung dan disapa warga yang tidak semua terekspos, ingin nyaman hidupnya, bukan hanya sekedar indah kotanya,” ungkapnya.

Atang berpandangan, kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial ini menjadi pertumbuhan penting dari dalam keluarga yang harus diprogramkan pemerintah. Bertahun-tahun, isu kesejahteraan dan sosial lain di Kota Bogor cukup tinggi, seperti PPDB, zonasi, salah satunya karena jumlah sekolah dan bantuan biaya sekolah swasta belum menjadi fokus pemerintah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2023 jumlah penduduk di kota hujan mencapai 1.063. 513 jiwa.

Jumlah sekolah taman kanak- kanak (TK) 153, sekolah dasar (SD)/ madrasah ibtidaiyah (MI) 342, sekolah menengah pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) 174, sekolah menengah atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) 74 dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 103.

Dengan total kelompok usia sekolah mencapai 530.604 orang mulai dari 0-4 tahun sebanyak 67.513 orang, 5-9 tahun 97.355 orang, 10-14 tahun 98.154 orang, 15-19 tahun 83.591 orang, 20-24 tahun 92.842 orang dan 25-29 tahun 91.149 orang.

Dari data itu, kata Atang, Kota Bogor harus mempunyai langkah gerak cepat (gercep) dan solutif untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 11,04 tahun untuk laki-laki dan 10,24 tahun untuk perempuan, menjadi rata-rata 12 tahun dengan penambahan 6 SMP baru dan bantuan biaya sekolah swasta agar tidak ada lagi siswa putus sekolah karena tidak sanggup membayar, bahkan ke depan bisa menghasilkan 1 sarjana 1 keluarga.

Dalam upaya mendukung pendidikan yang maju di Kota Bogor, langkah konkret Atang-Annida di bidang pendidikan, bukan hanya infrastruktur gedung dan biaya sekolah, tetapi juga memberikan insentif bagi guru swasta dan pesantren sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Selain itu, insentif marbot, guru ngaji dan rohaniwan yang membina spiritual dan moral masyarakat sangat penting tidak terpisahkan dari misi Nyaman Hidupnya.

Atang meyakini, optimisme harus lahir untuk mewujudkannya visi Bogor Nyaman Untuk Semua, salah satunya dengan 9 program kongkret misi Bogor Nyaman Hidupnya ini.

“Bekal pengalaman penganggaran di DPRD, dengar langsung keluhan warga selama ini, sekarang jadi calon wali kota, Insyaallah saya, neng Annida dan kita semua wujudkan warga Bogor Nyaman Hidupnya,” ujar Cawalkot Bogor Atang.

Begitu juga program bantuan khusus bagi janda, lansia dan disabilitas yang selama ini belum cukup memadai untuk meningkatkan kualitas hidup dan martabat mereka, akan menjadi program Atang-Annida.

Sebagai contoh, kata Atang, hasil sapa warga Kampung Warung Bandrek, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Tengah sebelumnya, ada penyandang disabilitas, janda dan lansia sebagai kelompok renta yang perlu santunan rutin kebutuhan dasar menjalani kehidupan yakni kesehatan, pangan dan perawatan sehari-hari.

Para kelompok renta di seluruh Kota Bogor ini yang menjadi gagasan program santunan bagi penyandang disabilitas, janda dan lansia Atang-Annida agar mereka hidup lebih sejahtera dan bermartabat.

Jumlah lansia Kota Bogor, menurut data BPS mencapai 107.830 jiwa atau 10,1 persen dan angka harapan hidup warganya mencapai 72,77 tahun untuk laki-laki dan 78,4 tahun untuk perempuan.

Di bidang kesehatan, lanjut Atang menjelaskan, bahwa akses kesehatan di Kota Bogor sudah cukup baik. Namun, perlu ditingkatkan dengan pembangunan RSUD baru karena hampir 60 persen akses pelayanan kesehatan RSUD Kota Bogor saat ini oleh warga Kabupaten Bogor dan memang jauh untuk dijangkau warga Bogor Selatan, sehingga pembangunan RSUD baru yang aksesnya strategis untuk semua warga perlu direalisasikan.

Jumlah tenaga kesehatan Kota Bogor 6.768 orang dengan jumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sebanyak 25, rumah sakit sebanyak 22 dan klinik 149.

Rumah sakit baru harus memiliki fasilitas medis modern dan berbagai spesialisasi, termasuk bedah, kardiologi, onkologi dan perawatan intensif untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Dengan ada RSUD baru tunggu pasien dapat dikurangi dan layanan kesehatan dapat diberikan dengan lebih cepat dan efisien.

“Semua gagasan ini dari mana akarnya? Dari warga. Semoga Allah restu, masyarakat juga restu, kita buat RSUD baru, santunan disabilitas, janda, lansia. Untuk apa? Karena hidup nyaman bisa terwujud kalau ada kesehatan, pendidikan, spiritual yang baik dan restu orang tua, lansia kita di Kota Bogor, janda, harus terawat. Kita mulai 5.000 langkah lagi ke depan,” ujarnya. ***

Rudy Susmanto Ajak Relawan Bogor Istimewa Bersama Sama Bangun Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Calon Bupati Bogor nomor urut 1 Rudy Susmanto terus memperkuat dukungannya untuk mengarungi Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

Kali ini, Rudy Susmanto melaksanakan kunjungan serta bertemu dengan relawan “Bogor Istimewa”, setelah sebelumnya bertemu dengan para tokoh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Dapil III di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Hari ini bertemu dengan tokoh gerindra PAC se dapil 3 dan ranting, setelah ini kita ketemu dengan relawan Bogor Istimewa dapil 3,4,5,6 kurang lebih 700 orang,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis 3 Oktober 2024

Menurut Rudy, pihaknya akan terus memberikan semangat kepada para pendukung, untuk bersama sama memenangkan perjuangan pasangan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Kita memberikan semangat kepada rekan-rekan bahwa kita berjuang hari ini bukan untuk Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi, tapi kita berjuang untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Rudy, beberapa hal yang ditekankan kepada para pendukung jika nantinya terpilih di Dapil III, dalam hal ini adalah pembangunan infrastruktur dan juga transportasi yang memadai khususnya di wilayah Puncak yang terkenal rawan kemacetan.

“Tentunya wilayah Bogor Selatan yg paling utama adalah sektor potensi pariwisata, pariwisata akan berkembang pesat apabila ditunjang oleh beberapa aspek, salah satunya aksesibilitas wilayah khususnya jaringan transportasinya mencukupi dan memadai,” ungkap Rudy. (Albin Pandita)

Berharap Dapat Pekerjaan, Ratusan Pelamar Kerja Ikuti Job Fair di Gedung Tegar Beriman Cibinong

Bogordaily.net – Ratusan pelamar kerja dari berbagai wilayah ikuti Job Fair yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Kamis 3 Oktober 2024.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net terlihat ratusan peserta yang terdiri dari para kaum muda tengah melamar pekerjaan dengan langsung mendatangi booth perusahaan yang ada di job fair.

Salah satu Pelamar asal Depok, Gina Kamelia, lulusan D3 Universitas Jendral Sudirman mengatakan bahwa, ia telah mengunjungi berbagai booth yang ada di job fair untuk menaruh lamaran yang sesuai dengan keahlianya.

“Kalo tadi yang saya kunjungi itu ada Alfamart, PNM, BCA, Anteraja juga, tetapi karena masih banyak PT yang belum saya ketahui jadinya tergantung ya mereka lagi rekrutmen apa yang saya butuhkan juga tujuanya kemana,” kata Gina Kamelia kepada Bogordaily.net, Kamis 3 Oktober 2024.

“Jadi beberapa mungkin saya melihat pertama PT nya dulu kemudian posisi apa yang saya akan aply, lalu nanti kalo tertarik baru saya datang ke booth itu lagi,” tambahnya.

Menurut Gina, dengan adanya job fair ini dapat membantu dalam mencari informasi lapangan kerja, serta berharap akan dapat diterima kerja oleh perusahaan.

“Kalo informasi itu banyak ya, tetapi kalo yang aku baru ikutin itu baru 2, yang ini juga. Harapanya mungkin setelah saya datang ke job fair semoga ada hasil yang membuahkan dan hasil yang baik juga,” jelas Gina.

Ditempat yang sama pelamar lainya asal Gunungputri Septian, lulusan D3 penyiaran Broadcasting mengungkapkan bahwa, sudah sering mengikuti job fair. Dan pada job fair kali ini dirinya menaruh lamaran di beberapa booth perusahaan.

“Tadi udah Indo Kordsa sumiden, ga banyak sih. Kalo job fair si sebelumnya udah sering di Jakarta, kalo di Bogor baru pertama kesini. Saya cuma naro tiga aja, naro cv cuma satu, sisanya link link aja,” ujar Septian.

Lebih lanjut kata Septian, dengan adanya job fair ini dapat membantu lulusan SMA dan fresh graduated dalam mencari lapangan pekerjaan.

“Semoga yang pada lamar di sini semoga dpt pekerjaan aja sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Ga ribet, sangat tertib, daripada asal masuk aja, tadi daftar dulu di depan, scan barcode dicap dulu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ada sekitar 40 perusahaan serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat yang menyediakan lebih dari dua ribu lowongan pekerjaan di dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah menjelaskan bahwa, penyelenggaraan Job Fair Kabupaten Bogor tahun 2024 ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor.

Kemudian, mempermudah para pencari kerja untuk menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan potensi dirinya masing masing, serta untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaan pemberi kerja yang sesuai dengan kualitas pegawai yang dibutuhkan.

“Serta untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat pekerja dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan karir profesional,” ujar Juanda Dimansyah.

“Juga untuk mendukung pertumbuhan lokal dengan membangun perusahaan-perusahaan lokal dalam meningkatkan pelayanan yaitu di Kabupaten Bogor,” tambahnya. (Albin Pandita)