Home Blog Page 1338

Kemenkop dan Inkopontren Siap Berkolaborasi Sukseskan Program MBG Di Lingkungan Pondok Pesantren

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (KemenKop) bersama Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) menjajaki kerja sama untuk melakukan uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Uji coba ini penting dilakukan untuk memetakan permasalahan dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan pondok pesantren agar nantinya saat program ini dijalankan dapat berjalan dengan baik.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono menjelaskan bahwa program MBG perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk pondok pesantren yang nantinya menjadi salah satu dari penerima manfaat program. Untuk itu pondok pesantren perlu menyiapkan beberapa unit pelayanan teknis terutama untuk dapur bersama.

“Sebuah konsep kalau tidak diujicobakan takutnya nanti repot sendiri. Jadi kita perlu mulai untuk melangkah secara sistematis untuk uji program MBG ini, makanya dapurnya kalau bisa sudah ada,” kata Wamenkop Ferry Juliantono saat menerima audiensi Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) di kantornya, Selasa (10/12).

Wamenkop juga menyarankan agar pembangunan dapur umum pesantren dibangun dengan kapasitas yang luas lantaran harus ikut dalam penyediaan makanan dan logistik.

Sebelumnya Kemenkop telah melakukan uji coba pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah tingkat dasar di beberapa wilayah di Indonesia salah satunya di Sukabumi. Dari pelaksanaan uji coba tersebut disimpulkan untuk pelaksanaan program MBG di satuan pendidikan relatif lebih lancar tanpa hambatan yang berarti.

Wamenkop Ferry meminta agar uji coba pelaksanaan MBG di lingkungan Pondok Pesantren dilakukan minimal dalam kurun waktu tiga hari ini sehingga bisa mendapatkan gambaran yang utuh terkait pola distribusi dan ekosistem pelaksanaan program. Diharapkan pondok pesantren melalui koperasi pondok pesantren (Kopontren) dapat masuk dalam bagian dari rantai pasok kebutuhan bahan baku dalam program tersebut sehingga dapat memperoleh manfaat dari sisi ekonomi.

Untuk memastikan kesiapan Kopontren menjalankan program MBG, Wamenkop Ferry meminta para pengurusnya untuk dapat belajar dari kesuksesan Kopontren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung dan Kopontren Sidogiri di Jawa Timur. Kedua Kopontren ini telah siap menjadi rantai pasok bagi kebutuhan bahan baku untuk menyukseskan program MBG di wilayahnya masing-masing.

“Saya ingin supaya semua koperasinya pondok pesantren dapat belajar dari kesuksesan Kopontren di Sidogiri dan Al-Ittifaq. Nanti saya minta mereka untuk jadi kakak angkat untuk membangun, membina
koperasi-koperasi pondok pesantren,” kata Wamenkop Ferry.

Sementara itu Ketua Umum Inkopontren Hapi Zajuli mengapresiasi upaya pemerintah yang komitmen membangun SDM yang unggul melalui program MBG khususnya di lingkungan satuan pendidikan informal pondok pesantren.

Baginya program ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan SDM anak-anak Indonesia namun juga akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat terutama di lingkungan pesantren.

“Tentunya ini menjadi lompatan yang insya allah akan berdampak positif bagi perekonomian khususnya di wilayah pesantren,” kata Hapi Zajuli.

Diakuinya bahwa Inkopontren telah melakukan penandatanganan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung kelancaran program MBG di lingkungan pesantren dengan mendirikan hingga 1.500 dapur sebagai unit pelayanan dari program tersebut.

Tidak hanya itu, Inkopontren juga diminta untuk terlibat dalam rantai distribusinya sehingga hal ini menjadi peluang untuk dapat mengembangkan koperasi pondok pesantren secara lebih masif.

Kepercayaan pemerintah terhadap Inkopontren untuk masuk dalam ekosistem program MBG ini telah melahirkan semangat baru dari para pengurusnya untuk melakukan hilirisasi. Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan berbagai produk hilir yang akan digunakan untuk program MBG seperti susu sapi perah hingga minyak goreng secara mandiri.

“Ketika kita mendapatkan (kepercayaan) untuk menjalankan program makan bergizi gratis ini kita akan mengalokasikan sekian persen dari keuntungan kita untuk dana pendidikan yang insya Allah akan kami serahkan ke Ikopin University (Universitas Koperasi Indonesia),” katanya.

Dalam audiensi itu, Hapi juga melaporkan bahwa koperasinya sudah mendapatkan minat investasi dari Jepang terkait pengembangan industri susu. Dengan investasi ini diharapkan pabrik susu milik koperasinya bisa mendapatkan teknologi yang mumpuni.***

Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Raih Dua Penghargaan di Sektor Pengembangan Masyarakat

0

Bogordaily.net – Upaya-upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, melalui pengembangan program tanggung jawab sosial dan lingkungan serta inisiatif keberlanjutan di sekitar area operasional, kembali menorehkan catatan gemilang dengan diraihnya dua penghargaan yaitu, Tamasya Awards 2024 dan Indonesian SDGs Awards 2024 kategori Gold.

General Manager SBI Pabrik Narogong, Muhamad Istifaul Amin, menyampaikan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi lintas fungsi yang terus mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap proses bisnis Perusahaan.

Stakeholders Engagement Coordinator SBI Pabrik Narogong, Suyatno, mewakili perusahaan menerima penghargaan ISDA 2024.

“Kami tidak hanya berfokus pada keberhasilan bisnis, tetapi juga membangun fondasi masa depan yang kuat melalui pemberdayaan masyarakat yang berbasis pembangunan ekonomi, kepedulian sosial dan lingkungan. Oleh karenanya, kami percaya keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan demi menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tutur Istifaul Amin.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan CFCD Foundation (Corporate Forum for CSR Development), SBI Pabrik Narogong berhasil mendorong transformasi Koperasi Swadaya Pribumi Klapanunggal dari kelompok dampingan menjadi mitra usaha untuk mengembangkan program usaha berbasis perempuan, penguatan usaha mikro,  pertanian terpadu, DESTANA (Desa Tangguh Bencana) dan Bank Sampah bernama KORSA BUMI (Kooperasi Peduli Bumi).

“Kami berupaya untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak positif sekaligus memiliki keunggulan pada pendekatan yang holistik dan inklusif. Melalui program ini, Koperasi Swadaya Pribumi Klapanunggal telah melahirkan beragam unit usaha inovatif yang berasal dari kelompok marginal sekaligus merubah pola pikir masyarakat sekitar agar lebih produktif dalam mencapai usaha mikro yang berkelanjutan,” lanjut Istifaul.

Ke depan, SBI akan terus fokus dan memperkuat langkah-langkah strategis yang inovatif seperti penggunaan energi baru terbarukan, efisiensi energi di proses produksi hingga pengembangan solusi-solusi konstruksi yang ramah lingkungan dan sesuai kebutuhan pembangunan agar dapat mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan solusi yang bernilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan masa depan yang kita mau,” tutup Istifaul. ***

Menkop Dukung Inkopdit Bikin Perusahaan Asuransi Sendiri Asalkan Spin-Off

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh langkah Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) yang berencana mendirikan perusahaan asuransi berbadan hukum koperasi.

“Saya mendukung penuh rencana tersebut, asalkan dengan skema spin-off atau melalui koperasi sekunder yang didirikan Inkopdit” ucap Menkop, yang didampingi Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, saat beraudiensi dengan jajaran pengurus Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), di Jakarta, Selasa (10/12).

Bagi Menkop, sejatinya memang ranah koperasi bisa dan harus masuk ke seluruh sektor dunia usaha di Indonesia, termasuk industri asuransi. “Terlebih lagi, Inkopdit memiliki total anggota sebanyak 4 juta orang yang dijadikan sebagai potensi besar untuk digarap,” ucap Menkop Budi Arie.

Dalam hal itu, Menkop mendorong Inkopdit untuk mendirikan berbagai berbagai koperasi sekunder yang salah satunya bergerak di sektor industri asuransi. “Toh, dalam UU P2SK juga sudah dimungkinkan koperasi merambah sektor usaha jasa keuangan di Indonesia,” kata Menkop.

Jika sudah memiliki koperasi asuransi, Menkop menyebutkan bahwa Inkopdit bisa bergerak di pelayanan asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, hingga asuransi kredit.

Meski begitu, Menkop mewanti-wanti bahwa memasuki industri asuransi bukanlah pekerjaan mudah karena dibutuhkan soft skill tersendiri. Selain besarnya modal, harus juga memiliki skill, manajeman, dan knowledge.

“Bisa juga dilakukan dengan mengajak perusahaan asuransi lain dari luar negeri yang sudah kuat sebagai expertises dalam wadah Koperasi Multi Pihak,” kata Menkop.

Dengan besarnya potensi jumlah anggota yang mencapai 4 juta orang dengan total aset sebesar Rp50 triliunan, Menkop meyakini Inkopdit bisa memasuki ranah industri asuransi nasional. “Yang perlu diingat, bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan,” kata Menkop.

Menkop juga mendukung Inkopdit bila berkeinginan menjadi penyalur KUR, tapi harus dengan sasaran yang jelas. “Bisa juga dijalankan dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. Koperasi kredit bisa memberikan pinjaman kredit ke masyarakat miskin dengan memakai skema KUR. Misalnya, pinjaman selama 20 tahun dengan bunga 1%,” kata Menkop.

Usai pertemuan, Sekretaris Inkopdit Yohanes de Deo Wiyastoko menjelaskan bahwa selama ini pelayanan asuransi untuk anggota Inkopdit dilakukan PT Pialang Asuransi Nasional Indonesia (Pandai) dimana Inkopdit memiliki saham disana.

“Namun, di kemudian hari timbul banyak masalah karena ada aturan yakni Peraturan OJK, yang membatasi hal tersebut,” terang Deo Wiyastoko.

Berdasarkan itu, lanjut Deo Wiyastoko, Inkopdit berencana untuk mendirikan koperasi asuransi (spin off) yang nantinya akan melayani seluruh anggota Inkopdit. “Kita akan bikin koperasi asuransi yang di tahap awal akan bergerak di sektor asuransi jiwa dan kredit. Kita juga sudah bertemu dengan OJK terkait hal itu,” kata Deo Wiyastoko.

Selain itu, Inkopdit juga berkeinginan untuk menjadi penyalur KUR. “Baru ada satu anggota kami yang menjadi penyalur KUR. Kami berkeinginan untuk juga dilibatkan sebagai penyalur KUR di daerah kami masing-masing,” ujar Deo Wiyastoko. ***

Dua Rumah Warga dan Jembatan  Terdampak Longsor dan Angin Kencang di Pamijahan Bogor, 9 Orang Mengungsi

0

Bogordaily.net – Dua rumah dan jembatan milik warga ambruk terdampak tanah longsor dan angin kencang, yang menerjang Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Selasa 10 Desember 2024.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin mengatakan bahwa, peristiwa tersebut disebabkan akibat hujan deras cukup tinggi disertai angin kencang yang mengguyur sejak sore hari di Kecamatan Pamijahan.

“Kondisi tanah yang labil membuat jembatan alternatif warga ambruk, dan longsor panjang 10 meter dan tinggi 8 meter,” kata Jalaludin, Selasa 10 Desember 2024.

Ia menyatakan, 1 unit rumah warga Pamijahan yang terdampak longsor mengalami kerusakan pada bagian dapur dan kamar mandi. Sedangkan satu ruma lainya mengalami rusak sedang.

“Dampak angin kencang dan kondisi material bangunan yang sudah rapuh sehingga rumah mengalami kerusakan pada bagian atap ambruk,” jelasnya.

Adapun sebanyak 9 warga mengungsi akibat peristiwa tersebut yakni atas nama Saepudin 1 KK 6 jiwa, dan juga Dudih Supriyatna 1 KK 3 jiwa mengungsi kerumah keluarga di alamat yang sama.

Sementara itu kata Jalal, untuk saat ini matrial jembatan yang ambruk sedang dirapikan kembali oleh warga setempat dengan kerja bakti. Sedangkan untuk bagian rumah yang mengalami kerusakan belum diperbaiki.***

Albin Pandita

Diguyur Hujan Deras, Persija Jakarta Imbang 1-1 Atas Borneo FC di Stadion Pakansari Bogor

0

Bogordaily.net – Persija Jakarta imbang 1-1 atas Borneo FC dalam lanjutan pertandingan pekan ke-14 BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 10 Desember 2024.

Dalam pertandingan yang dihadiri ribuan Jakmania itu, tim tuan rumah Persija Jakarta harus puas berbagi angka dengan Borneo Fc dan membuat persaingan papan atas BRI Liga 1 semakin ketat.

Pada babak pertama, kedua tim langsung tampil saling serang, tim tamu Borneo FC sempat beberapa kali melancarkan tendangan kearah gawang Persija Jakarta. Namun berhasil digagalkan oleh Rizky Ridho cs.

Pertandingan sempat diguyur hujan deras pada menit 10”, sehingga membuat kedua tim bermain harus ekstra hati hati karena kondisi lapangan yang licin.

Kemudian pada menit ke 27”, tim tuan rumah Persija dengan bomber utamanya Marko Simic sempat melakukan tembakan yang mengancam gawang tim tamu. Namun berhasil digagalkan oleh kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Pada menit ke 37”, pemain Persija Jakarta nomor 17 Ondrej Kudela mendapatkan kartu merah usai melanggar pemain Borneo FC di luar kotak penalti, dan membuat tim tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain. Skor kacamata berakhir hingga babak pertama.

Pertandingan dilanjutkan pada babak kedua, tim tuan rumah Persija Jakarta langsung melancarkan serangan ke pertahanan Borneo Fc. Namun masih bisa digagalkan oleh pertahanan dari tim tamu Borneo Fc.

Pada menit ke 74” Persija Jakarta sempat mencetak gol lewat kaki Rio Matsumura, namun setelah di cek Var, gol tersebut dianulir oleh wasit, karena dinilai telah offside.

Akhirnya gol yang ditunggu tunggu Persija tercipta pada menit ke 85”, pemain nomor 70 Gustavo Almeida berhasil menceploskan bola kedalam gawang Borneo Fc berkat kesalahan yang dilakukan oleh kiper Nadeo Argawinata. 1-0 Persija Jakarta unggul.

Tak mau tinggal diam, tim tamu yang tertinggal langsung menggempur pertahanan tim tuan rumah Persija Jakarta hingga akhir laga.

Hasilnya, pada menit tambahan 90+5” tim tamu Borneo Fc berhasil mencetak gol penyama kedudukan lewat sepakan pemain nomor 68 Habibe A Jusuf yang tak mampu dibendung oleh kiper Andritany. Skor 1-1 untuk Borneo Fc.

Hingga pluit akhir dibunyikan tidak ada gol kembali yang tercipta, dan hasil imbang Persija Jakarta atas Borneo Fc 1-1 menutup laga yang cukup sengit tersebut di Stadion Pakansari Bogor. ***

Albin Pandita

DPRD Kota Bogor Anggarkan Rp10 Miliar Untuk Kelanjutan BisKita Transpakuan

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor menganggarkan Rp10 miliar APBD Kota Bogor tahun 2025, untuk kelanjutan operasional transportasi massal Biskita Transpakuan.

Anggaran tersebut dikeluarkan lantaran BisKita Transpakuan tidak lagi disubsidi oleh Pemerintah Pusat tahun depan.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, mengatakan operasional Biskita Transpakuan akan berlanjut dengan mekanisme yang sama dengan yang selama ini berjalan, yaitu pembelian layanan atau buy the service (BTS).

“Kami baru bisa menganggarkan untuk buy the service itu sekitar Rp10 miliar untuk tahun 2025,” kata Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman.

Ia menjelaskan, anggaran yang diberikan untuk kelanjutan operasional Biskita Transpakuan ini, masih belum sebesar yang dibutuhkan.

Secara teknis, kata Adityawarman, kelanjutan operasional Biskita Transpakuan ada di Dishub Kota Bogor, yang akan menyesuaikan terhadap anggaran yang dihasilkan.

Ia menyebut bahwa sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyampaikan kebutuhan anggaran untuk operasional transportasi massal tersebut sebesar sekitar Rp50 miliar.

“Karena memang beberapa kebutuhan kita kan RTLH, dan antisipasi bencana di Kota Bogor dan lain-lain. Sehingga dari anggaran yang bisa kita posting untuk buy the service sekitar Rp10 miliar,” jelasnya.

Di samping itu, ia berharap pelaksanaan Biskita Transpakuan dikaji dengan seksama. Sebab anggaran operasional untuk melanjutkan BTS cukup besar bagi Kota Bogor.

“Berharapnya nanti ada juga kebijakan provinsi ataupun pusat terhadap kontribusi kegiatan BTS itu. Karena memang kalau dibebankan semua di kota Bogor ini cukup besar biayanya,” tutup Adityawarman. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Dua Koridor BisKita Transpakuan Kota Bogor Bakal Berhenti, Ini Alasannya

0

Bogordaily.net – Dua koridor BisKita Transpakuan Kota Bogor bakal berhenti beroperasi mulai 2025 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan, subsidi Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan distop oleh pemerintah pusat pada tahun depan.

“Dua koridor berhenti operasi itu koridor 5 rute Ciparigi-Stasiun Bogor dan koridor 6 jurusan Parung Banteng-Air Mancur,” kata Kepala Dishub Kota Bogor Marse Hendra

Sementara itu, koridor 1 Bubulak-Baranangsiang dan koridor 2 Bubulak-Ciawi tetap beroperasi.

Marse menyebut, pihaknya akan memastikan bahwa operasional Biskita disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Yang mana kekuatan APBD Kota Bogor sendiri hanya mampu membiayai operasional dua koridor Biskita lantaran hanya dianggarkan Rp10 miliar pada 2025.

“Jadi koridor yang tingkat keterisian penumpang sedikit akan dihentikan,” jelas Marse

Marse menyebutkan, saat ini Pemkot Bogor masih berupaya agar pemerintah tetap menyubsidi BisKita Trans Pakuan. Sebab, menurutnya, keberadaan BisKita memberi manfaat tinggi bagi masyarakat Kota Bogor.

“Kita juga menyampaikan surat usulan (ke Kemenhub) apabila memungkinkan masih dianggarkan kembali oleh pemerintah pusat. Nah, itu belum dijawab,” kata Marse.

Saat ini Pemkot Bogor terus mencari solusi agar transportasi massal Biskita Transpakuan bisa tetap melayani di seluruh koridor tahun depan, dengan anggaran Rp10 miliar dari APBD Kota Bogor 2025.

Namun Biskita Transpakuan tetap beroperasi tahun depan meski hanya di dua koridor dengan load factor atau bangkitan penumpang tertinggi. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkot Bogor Teken Kerjasama dengan LSM

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada Selasa, 10 Desember 2024, Yayasan Asy Griya Mandiri bersama enam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) resmi menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Acara yang mengusung tema “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa” ini berlangsung di ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, dan diresmikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Srinowo Retno, MARS.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat dukungan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Pemerintah Kota Bogor melalui berbagai lembaganya menegaskan komitmen penuh dalam mendukung upaya penanganan isu kesehatan ini secara inklusif dan berkesinambungan.

Acara tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Kota Bogor, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bogor, siswa-siswi SMA, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain penandatanganan kerjasama, agenda acara juga mencakup pemberian penghargaan kepada beberapa komunitas yang berkontribusi dalam penanggulangan HIV/AIDS, serta talkshow interaktif yang dilakukan secara hybrid dengan melibatkan siswa-siswi dari berbagai SMA di Kota Bogor.

dr. Srinowo Retno mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mengatasi tantangan besar seperti HIV/AIDS.

“Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memberikan akses layanan kesehatan yang setara dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut ambil bagian dalam penanggulangan HIV/AIDS,” ujarnya.

Melalui acara ini, Kota Bogor tidak hanya menunjukkan solidaritas terhadap pengidap HIV/AIDS, tetapi juga memberikan ruang untuk dialog edukatif dan apresiasi bagi komunitas-komunitas yang telah bekerja keras di lapangan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak nyata dalam penanganan HIV/AIDS di tingkat lokal.***

Ibnu Galansa

Rumah Sakit Azra Bogor Ikut Memeriahkan Acara Puncak HKN ke 60

0

Bogordaily.net – Pada 7 Desember 2024 lalu, Rumah Sakit AZRA turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara hari Puncak HKN (Hari Kesehatan Nasional ) 2024 yang diselenggarakan di Rumah Sakit Marzuki Mahdi.

Acara ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor serta Fasyankes yang terdiri dari rumah sakit, klinik, pelayanan penunjang medis seperti laboratorium dan masih banyak lagi lain nya.

Adapun Kegiatan pada puncak acara ini merupakan gabungan dari rangkaian kegiatan – kegiatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya seperti lomba olahraga, lomba kesenian, kegiatan ilmiah, kegiatan pengabdian masyarakat dan masih banyak lagi.

Rumah Sakit AZRA selain berpartisipasi dalam kegiatan puncak acara, juga mengikuti berbagai macam lomba yang diadakan oleh panitia HKN 2024.

Dalam acara puncak tahun ini Rumah sakit AZRA menurunkan beberapa personil untuk turut serta mengikuti kegiatan senam bersama serta pawai kesehatan yang diramaikan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kota Bogor.

Personil Rumah Sakit AZRA tetap terlihat ceria walaupun kota Bogor pada saat itu diguyur sedikit air hujan, hal itu tidak melunturkan semangat untuk tetap beraktivitas olahraga sesuai tema Hari Kesehatan Nasional tahun 2024 yaitu Gerak Bersama, Sehat Bersama

Melalui kegiatan olahraga bersama ini, Rumah Sakit AZRA berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bogor khususnya untuk menjaga kesehatan dengan berpola hidup sehat sehingga kualitas hidup lebih baik dan teratur. Salam sehat selalu keluarga AZRA. ***

 

 

 

 

 

 

Universitas Teknologi Nusantara Gelar Pengabdian Masyarakat Untuk Tingkatkan Kapasitas UMKM di Kedunghalang

0

Bogordaily.net – Fakultas Sosial dan Ekonomi Universitas Teknologi Nusantara melalui Program Studi Manajemen menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Kapasitas UMKM dalam Mengelola Keuangan Melalui Literasi Keuangan dan Digitalisasi Bisnis”.

Acara ini bertempat di Kelurahan Kedunghalang dan dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan penerapan digitalisasi dalam bisnis mereka.

Melalui acara ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas mereka, baik dari sisi manajerial maupun teknis, untuk menghadapi tantangan ekonomi modern.

Ketua Tim Pelaksana Sekaligus Dosen Manajemen, Dita Aulia, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Teknologi Nusantara untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap melalui program ini, pelaku UMKM dapat memahami pentingnya literasi keuangan dan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas pasar mereka. Dengan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.

Dalam sesi wawancara, Dita Aulia mengaku senang melihat antusiasme para pelaku UMKM dalam mengikuti kegiatan ini.

“Semoga ilmu yang dibagikan hari ini dapat langsung diterapkan dan membawa dampak positif bagi usaha mereka,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh tim dosen yang terdiri atas M. Zeinny Hasbunallah Sasmita, S.E., M.B.A., Sofyan Sandy, S.E., M.Ak., dan Muhammad Tegar, S.E., M.M., dengan dukungan mahasiswa yang bertugas sebagai panitia, salah satunya Arvel Daverley Zuhri.

Selain itu, sebanyak enam mahasiswa turut membantu pelaksanaan kegiatan, memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung selama setengah hari dan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Wilayah Kelurahan Kedunghalang, yang menyatakan apresiasi atas inisiatif Universitas Teknologi Nusantara dalam memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM.

Dalam Kesempatan Lain, Dekan Fakultas Sosial & Ekonomi UTN, Muhammad Zeinny berharap program seperti ini dapat rutin dilakukan untuk memberdayakan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat, Sehingga mampu berdampak kurang lebihnya terhadap perekonomian bangsa.

Selama acara, para peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan, termasuk pengelolaan laporan keuangan sederhana, perencanaan anggaran, serta strategi digitalisasi bisnis melalui platform media sosial dan marketplace. Pelatihan ini dipandu oleh para dosen dengan pendekatan praktis yang mudah dipahami oleh pelaku UMKM.

Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam mengelola bisnis mereka.

Dengan suasana yang interaktif dan hangat, para peserta terlihat sangat bersemangat dan termotivasi untuk mengimplementasikan materi yang telah dipelajari.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada peserta dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Universitas Teknologi Nusantara melalui Fakultas Sosial & Ekonomi terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam memberdayakan UMKM dan mendorong kemajuan ekonomi berbasis masyarakat. ***