Home Blog Page 1513

Sendi – Melli Gagas Pekan Raya Bogor, Strategi Jitu Genjot Perekonomian dan Pariwisata Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pasangan calon wali Kota Bogor dan wakil wali Kota Bogor nomor urut 1 Sendi Fardiansyah – Melli Darsa (Sendi – Melli) punya beberapa strategi jitu dalam meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata.

Sekaligus menguatkan citra Kota Bogor sebagai kota jasa, yang menyuguhkan berbagai destinasi hingga agenda wisata menarik.

Salah satunya, Sendi-Melli ingin membuat Pekan Raya Bogor jika nanti dipercaya memimpin Kota Bogor pada 2024-2029.

Pekan Raya Bogor dipercaya bakal meningkatkan animo masyarakat Kota Bogor maupun luar kota untuk datang melihat kegiatan ini.

“Salah satu cara meningkatkan kunjungan wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat adalah kegiatan Pekan Raya Bogor,” kata Calon Wali Kota Bogor nomor urut 1, Sendi Fardiansyah kepada awak media, Jumat 4 Oktober 2024.

Ia mengatakan, Pekan Raya Bogor bakal digelar selama satu bulan penuh dengan menampilkan berbagai kegiatan.

Mulai dari Festival Budaya Sunda, Festival Seni, musik, kuliner dan lainnya.

Pekan Raya Bogor diyakini akan memberikan dampak ekonomis bagi warga Kota Bogor.

“Harapannya, Pekan Raya Bogor akan dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah seperti Jadetabek, Sukabumi, Cianjur dan kota lain-lain,” tegas pria asli Bojongneros, Paledang, Kota Bogor itu.

Menurut dia, pasangan Sendi-Melli percaya bahwa Pekan Raya Bogor akan mendatangkan nilai ekonomi bagi warga Bogor, termasuk pelaku UMKM lokal bogor yang akan dikenal masyarakat luas.

“Berkaca dari PRJ (Pekan Raya Jakarta, red), yang kini jadi ikon Jakarta, jadi agenda tahunan dan memberikan dampak positif secara ekonomi dan juga pariwisata,” ujar dia.

“Kami percaya, itu bisa dilakukan di Kota Bogor, karena punya destinasi wisata yang beragam dan menarik, jajanan hingga kuliner yang enak dan khas. Sehingga jika dikemas jadi Pekan Raya Bogor, kami yakin dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian Kota Bogor,” tutup dia. (*)

Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Angsana 7 Meter Tumbang di Bogor Barat

0

Bogordaily.net – Akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor, membuat pohon angsana dengan tinggi sekitar 7 meter dan diameter 60 cm tumbang di Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Jum’at 4 Oktober 2034 sekitar pukul 16.40 WIB.

Akibat pohon tumbang, lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan, karena Jalan KH Abdulah Bin Nuh merupakan salah satu jalur utama di kawasan Bogor Barat.

Laporan pertama diterima melalui media sosial dari salah satu warga setempat.

Menanggapi laporan tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bersama dengan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor dan warga sekitar, langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Pohon Angsana yang tumbang dengan tinggi sekitar 7 meter dan diameter sekitar 60 cm ini jatuh melintang di jalan, mengakibatkan lalu lintas terhalang,” kata Hidayatullah, Kepala BPBD Kota Bogor, dalam keterangan resminya.

Proses evakuasi pohon yang tumbang memakan waktu sekitar satu jam. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, dan warga setempat bekerja sama memindahkan pohon dari badan jalan, sehingga arus lalu lintas bisa kembali normal.

Penanganan dimulai sekitar pukul 16.35 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 17.30 WIB.

“Alhamdulillah, pohon yang tumbang sudah berhasil kami bersihkan, dan arus lalu lintas di Jalan KH. Abdulah Bin Nuh kini sudah kembali lancar,” ujar Hidayatullah. (Anggita)

Bayu Anugrah, Mahasiswa Asal Bogor Raih Juara 1 Duta Kampus UMY

0

Bogordaily.com – Bayu Anugrah, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan asal Bogor, berhasil meraih gelar juara 1 dalam ajang Pemilihan Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pertama.

 

Bayu Anugrah yang juga dikenal sebagai penggiat sosial dan pendiri Galafund Indonesia ini telah menginspirasi banyak orang melalui kontribusinya di bidang sosial dan pendidikan untuk anak-anak yatim serta masyarakat kurang mampu.

Pemilihan Duta Kampus UMY ini merupakan bagian dari rangkaian acara Muda Mendunia Festival 2024 yang berlangsung selama satu bulan penuh seleksinya. Proses seleksi melibatkan serangkaian tahap ketat, termasuk tes wawancara, presentasi ide, dan uji bakat, yang bertujuan menemukan mahasiswa berprestasi dengan jiwa kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.

Bayu Anugrah, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan asal Bogor, berhasil meraih gelar juara 1 dalam ajang Pemilihan Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pertama.

Bayu berhasil menonjol di antara para peserta berkat pemikiran inovatifnya dan kecakapan dalam mengartikulasikan gagasan.

Malam Grand Final Duta Kampus UMY yang berlangsung di Sportorium UMY pada Rabu malam, 2 Oktober 2024, menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara.

Sebanyak 22 finalis dari seluruh fakultas UMY berkompetisi untuk memperebutkan gelar ini. Acara ini berlangsung dengan sangat meriah, dimeriahkan oleh berbagai penampilan istimewa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), seperti Sunshine Voice UMY, Sang Surya Philharmonic Orchestra UMY, Sentaka Mudya UMY, dan UKM Musik.

Bayu Anugrah, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan asal Bogor, berhasil meraih gelar juara 1 dalam ajang Pemilihan Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pertama.

Dalam kompetisi tersebut, Bayu menunjukkan keunggulannya tidak hanya dari sisi kemampuan intelektual dan akademik, tetapi juga melalui visinya untuk menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan SDGs.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam memecahkan tantangan sosial dan pendidikan, terutama dalam konteks Indonesia. Kepemimpinan Bayu di Galafund Indonesia telah menjadi bukti nyata dari komitmennya untuk membantu anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu, sehingga nilai-nilai yang ia bawa sangat relevan dengan kriteria pemilihan Duta Kampus.

Dalam wawancaranya setelah dinobatkan sebagai Duta Kampus UMY, Bayu mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya untuk terus berkontribusi bagi kampus dan masyarakat luas. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama proses seleksi, keluarganya, dosen, teman-teman mahasiswa, serta komunitasnya di Galafund Indonesia.

Bayu berharap dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk turut serta dalam kegiatan sosial dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Acara Grand Final ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat rasa kebersamaan antar-mahasiswa UMY.

Keberhasilan Bayu Anugrah sebagai Duta Kampus pertama diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Muda Mendunia Festival 2024 berakhir dengan sangat meriah, di mana seluruh finalis mendapatkan apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka.

Bayu Anugrah, sebagai pemenang, akan mewakili UMY dalam berbagai kegiatan sosial, akademik, dan acara kampus lainnya. Perjalanan Bayu menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka. ***

Jumat Berkah, Satuan Propam Polresta Bogor Kota Bagikan Makan Siang Gratis kepada Masyarakat

0

Bogordaily.net – Suasana cerah di Kota Bogor pada Jum’at, 4 Oktober 2024 siang menjadi saksi kebaikan yang dilakukan oleh Satuan Propam Polresta Bogor Kota.

Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Polresta Bogor Kota melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah” dengan membagikan makan siang secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis di seluruh Kota Bogor, mulai dari kawasan pusat kota hingga sudut-sudut tempat yang biasa dilalui oleh masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang mungkin kurang beruntung, serta untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepala Satuan (Kasi) Propam Polresta Bogor Kota, Iptu Suharsono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Bogor Kota untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai lembaga yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, kami bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menunjukkan bahwa kepolisian juga peduli dan selalu siap hadir untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat,” ucap Iptu Suharsono.

Dengan penuh semangat dan senyum ramah, para anggota Propam Polresta Bogor Kota membagikan paket makan siang kepada berbagai kalangan masyarakat mulai dari pengendara, pejalan kaki hingga warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.

Para penerima bantuan tidak hanya berasal dari kalangan yang kurang mampu, tetapi juga warga yang kebetulan melintas dan merasa terbantu dengan adanya aksi ini.

Bagi sebagian besar masyarakat yang menerima bantuan ini, aksi sederhana namun penuh makna ini memberikan kebahagiaan tersendiri.

Selain memenuhi kebutuhan makan siang mereka, bantuan ini juga dianggap sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari kepolisian yang hadir di tengah mereka, yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai aparat penegak hukum.

“Terima kasih kepada Polresta Bogor Kota yang sudah peduli dengan kami. Ini sangat membantu, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang,” ujar salah seorang penerima bantuan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya sebagai bentuk bantuan materi, tetapi juga sebagai inspirasi untuk saling berbagi dan peduli satu sama lain, terutama di tengah kesulitan yang dihadapi banyak orang.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menguatkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta menciptakan rasa saling percaya dan kerja sama yang lebih baik.

“Satuan Propam Polresta Bogor Kota berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial serupa di masa mendatang, dengan harapan dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk turut serta berkontribusi dalam menciptakan kebaikan dan kepedulian sosial di masyarakat,” kata Iptu Suharsono.

Dengan langkah ini, Polresta Bogor Kota berharap dapat terus membawa dampak positif bagi kota ini, serta menegaskan bahwa kepolisian bukan hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan sosial yang ada.

Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Satuan Propam Polresta Bogor Kota turut menyebarkan keberkahan di hari yang penuh berkah, sambil mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus saling peduli dan berbagi demi kebaikan bersama. (Ibnu Galansa)

Miris Lihat UMKM di Kota Bogor Tak Berkembang, Rena Siap Lakukan Ini

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota Bogor Rena da Frina berjanji mewujudkan sentra kreatif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berbasis di setiap kecamatan.

Selama ini, Rena mengatakan, merasa miris sebab banyak potensi yang dapat ditonjolkan dari produksi UMKM Kota Bogor namun tidak berkembang dengan berbagai faktor kendala.

“Miris rasanya mengetahui UMKM di Kota Bogor seperti diam di tempat. Saya ingin nanti seluruh pelaku UMKM di Kota Bogor dapat ruang ekspresi memamerkan produknya yang dekat dengan wilayah usaha mereka,” ucap Rena, Jumat 4 Oktober 2024.

Bahkan, Rena berjanji, dalam menghadirkan sentra Rumah UMKM di setiap kecamatan di Kota Bogor tidak hanya mengandalkan anggaran keuangan daerah karena pasti terbatas.

Bukan hanya itu, Rena melanjutkan, juga ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan manajemen pengelolaan UMKM yang modern dan mampu berdaya saing.

Dengan begitu, papar Rena, setiap pelaku UMKM di Kota Bogor bukan hanya dilengkapi dengan dukungan modal, tetapi juga kebutuhan lainnya guna mendorong kesuksesan usahanya.

“Kalau bantuan modal atau kemudahan kredit usaha itu sudah pasti saya juga berikan. Hanya saja pelaku UMKM bukan butuh itu saja. Mereka juga ingin ada tempat yang dapat menampung produksi mereka tanpa diberatkan biaya,” ujar Rena.

Rena menyebut, meski produk UMKM di Kota Bogor banyak yang bagus namun tidak ada lokasi untuk menyebarluaskannya, maka dirasa sama saja tidak berarti dapat diketahui masyarakat.

“Jadi dengan adanya Rumah UMKM di setiap kecamatan maka para usahawan UMKM tidak bingung lagi ingin menaruh produknya. Mereka bisa mudah menjangkaunya,” imbuh Rena.

Menurut Rena, melalui keberadaan Rumah UMKM di setiap kecamatan di Kota Bogor akan memantik semangat maupun inovasi warga untuk berwirausaha. Dari situ berdampak juga pada pertumbuhan lapangan kerja di Kota Bogor.

Rena Da Frina merupakan birokrat karier di Kota Bogor yang pernah menjabat Lurah, Camat, hingga Kepala Dinas PUPR. Ia berpasangan dengan calon Wakil Wali Kota Bogor Achmad Teddy Risandi. (Ibnu Galansa)

Kata Warga Bogor, Dokter Rayendra – Eka Maulana Pasangan Paling Ganteng

0

Bogordaily.net – Warga dibuat terkesima dengan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024, Dokter Rayendra – Eka Maulana.

Hal ini salah satunya tampak saat Dokter Rayendra blusukan menggelar dialog Ngariung Sehat di Kelurahan Cikaret, pada Rabu (2/10/2024) sore.

Kedatangan Dokter Rayendra disambut teriak antusias ratusan warga Cikaret. Warga rela mengantri untuk dapat bersalaman langsung dengan dokter bergelar Fellow kedokteran tingkat Asia itu.

“Ini mah (Dokter Rayendra) kelihatan lebih ganteng aslinya dari pada di foto,” ucap sejumlah warga.

Dokter Rayendra yang mendengar ucapan warga itu sontak tertawa. Lantas dengan hangat ia bercengkrama bareng warga.

“Alhamdulillah, Ibu-Ibu. Ah, saya jadi malu,” ujar Dokter Rayendra melempar candaan.

Tak mau kalah, warga kembali memberi candaan pada Dokter Rayendra. Mereka berujar bahwa Dokter Rayendra dan Eka Maulana adalah pasangan paling ganteng.

“Kang Eka juga, Dok. Pokonya mah ini pasangan paling kasep,” kata emak-emak.

Tak mau kehilangan kesempatan, emak-emak menyerbu Dokter Rayendra untuk berswafoto. Dokter Rayendra tampak bahagia melayani antrean warga untuk berfoto.

Warga juga melantangkan jargon saat foto bareng. Dengan semangat mereka mengacungkan lima jari yang jadi nomor andalan Dokter Rayendra – Eka Maulana.

“Udah waktunya Bogor glowing! Coblos nomor lima!” lantang warga. ***

Jelang Akhir Tahun, Harga Komoditi Sayuran di Pasar TU Kemang Stabil

0

Bogordaily.net – Menjelang akhir tahun 2024 yang tinggal dua bulan lagi sering kali membuat harga komoditi sejumlah bahan pokok terutama sayuran umbi-umbian mengalami kenaikan.

Namun, komoditi sayuran seperti cabai merah di Pasar TU Kemang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, harganya berangsur stabil.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin menyebut saat ini harga cabai merah tengah turun.

Komoditas yang awalnya seharga Rp18 ribu per kilogram (Kg) itu kini dijual dengan harga Rp15 ribu per Kg. Sementara untuk cabai rawit yang awalnya seharga Rp40 ribu per Kg menjadi Rp35 ribu per Kg.

“Penurunan terjadi sejak pekan ini. Namun tidak terus turun karena masih ada fluktuasi harga,” terang Jenal.

Ia memastikan pihaknya akan menjaga kestabilan harga dengan menjamin tersedianya barang dan memastikan harga barang tersebut masih tetap terjangkau oleh masyarakat.

Sehingga masyarakat yang berbelanja ke Pasar TU Kemang bisa menjangkau semua kebutuhan pokok yang mereka inginkan.

Sementara Itu, Sidiq Rijaldi (27) salah seorang pedagang sayuran di Pasar TU Kemang menyebut, komoditi cabai merah seringkali mengalami kenaikan jika menjelang pergantian tahun.

Namun, kata Sidiq, saat ini justru harga cabai merah masih stabil kisaran Rp 15 ribu per kilogramnya.

“Biasanya naiknya ga langsung, perlahan kalau mau akhir taun mah. Misalnya awal Rp 15 ribu naik perlahan jadi Rp 16, 17, 18 ribu, tapi kali ini mah stabil harganya,” tutup Sidiq. (Muhammad Irfan Ramadan)

Perumda PPJ Kota Bogor Bakal Revitalisasi Pasar TU Kemang

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) bakal revitalisasi Pasar TU Kemang, yang terletak di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Namun proses revitalisasi Pasar TU Kemang, kata Dirut PPJ Jenal Abidin, belum bisa dilakukan dengan segera. Karena masih ada beberapa faktor yang harus diselesaikan.

“Saat ini proses aset Pasar TU Kemang masih dalam proses penyelesaian antara Pemkot Bogor dengan PT Galvindo Ampuh,” kata Dirut PPJ Jenal Abidin kepada wartawan

Jenal berharap, pada tahun 2026 seluruh aset Pasar TU Kemang akan dimiliki oleh Pemkot Bogor dan dikelola Perumda PPJ Bogor sepenuhnya.

Sehingga, lanjut Jrnal, pada tahun 2027 Perumda PPJ sudah mulai revitalisasi untuk Pasar TU Kemang tersebut.

“Sementara sekarang masih bersifat pengelolaan yang kami lakukan,” ujar Jenal

Jenal menambahkan, saat ini pihaknya berfokus menata sarana dan prasarana yang ada di Pasar TU Kemang.

Sehingga para pembeli merasa nyaman dan aman saat berbelanja kebutuhan pokok jika semua fasilitas dan infrastruktur terbangun dengan baik.

“Me-manage agar layanan pada masyarakat dan pedagang dari sisi kenyamanan, kebersihan, ketertiban, perparkiran, MCK, bongkar muat berjalan dengan baik,” sambung Jenal.

Sebelumnya, kondisi infrastruktur Pasar TU Kemang, Kecamatan Tanah Sareal, yang memprihatinkan menjadi sorotan Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari.

Dalam inspeksinya pada Kamis (3/10/2024), Hery mengatakan, terdapat beberapa bagian Pasar Induk TU Kemang yang memerlukan perhatian. Di antaranya bagian atap dan bangunan pasar.

“Ini menjadi atensi bagi saya. Namun karena skema kerja sama (di Pasar TU Kemang) belum secara penuh (dipegang Pemkot Bogor) maka belum bisa diintervensi. Sekarang masih ada konsesi dengan pihak ketiga jadi masih menunggu sampai tahun 2025,” ujarnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Sembilan Bintang Ditunjuk Sebagai Kuasa Hukum Dr. Yenti Garnasih Untuk Mengusut Kasusnya

0

Bogordaily.net – Dunia pendidikan di Kota Bogor sempat diwarnai polemik serius pada awal 2022, terkait dinamika yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Pakuan (Unpak).

Permasalahan ini mencuat ketika sejumlah dosen di Fakultas Hukum Unpak membuat petisi yang meminta Dekan Fakultas Hukum saat itu, Dr. Yenti Garnasih, untuk mundur atau diberhentikan dari jabatannya.

Para dosen menduga Dr. Yenti telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan, baik aturan umum maupun khusus.

Petisi tersebut kemudian tersebar luas ke publik, sehingga memicu kekisruhan di lingkungan internal kampus Universitas Pakuan, khususnya di Fakultas Hukum.

Situasi ini memuncak dengan adanya aksi unjuk rasa pada 7 Maret 2022 di halaman Gedung Rektorat Universitas Pakuan dan Gedung Pembelajaran Fakultas Hukum.

Unjuk rasa tersebut digelar oleh sejumlah mahasiswa dan pengajar dengan tujuan mengkritisi kebijakan Dr. Yenti Garnasih selama menjabat sebagai dekan.

Mereka menuntut agar rektor Unpak, Prof. Bibin Rubini, segera memberhentikan Yenti dari jabatannya.

Beberapa isu yang disorot dalam aksi tersebut antara lain adalah masalah tata kelola fakultas, kebijakan yang dianggap mengabaikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dugaan konflik kepentingan, serta gaya kepemimpinan Yenti.

Setelah berbagai desakan, pada 25 Maret 2022, Rektor Universitas Pakuan, Prof. Bibin Rubini, secara resmi memberhentikan Dr. Yenti Garnasih dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Hukum Unpak.

Namun, Dr. Yenti menolak tuduhan yang dilayangkan oleh para dosen terhadap dirinya.

Ia merasa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menganggap bahwa ada upaya yang mengada-ada untuk melengserkannya dari jabatan dekan. Dalam keterangannya, Yenti menyatakan,

“Persoalan yang terjadi merupakan kewenangan dan tanggung jawab Rektorat Universitas Pakuan, bukan saya!,” katanya.

Sebagai bentuk respons atas tuduhan-tuduhan tersebut, pada 26 April 2022, Dr. Yenti Garnasih membuat laporan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media sosial yang dilakukan secara terbuka tanpa adanya klarifikasi.

Laporan kepolisian itu teregistrasi dengan Nomor: LP/B/0202/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri. Namun, selama dua tahun, laporan ini terkesan tidak ditindaklanjuti, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum.

Merasa diperlambat dalam proses hukumnya, pada September 2024, Dr. Yenti Garnasih mengajukan permohonan bantuan hukum kepada Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners. Abdul Rozak, S.H., salah satu anggota tim kuasa hukum Dr. Yenti, mengonfirmasi bahwa Yenti telah meminta bantuan hukum terkait kasus yang mandek tersebut.

“Kami sedang mendalami kasus ini dan akan segera melakukan konferensi pers dalam waktu dekat. Dari bukti-bukti yang telah diserahkan, kami menemukan adanya indikasi kuat tindak pidana yang layak mendapat perhatian serius dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” ujar Abdul Rozak.

Selain itu, tim kuasa hukum Dr. Yenti juga mengungkap adanya dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang melibatkan sejumlah oknum pengajar dan pejabat struktural di Unpak, baik di tingkat rektorat maupun di Fakultas Hukum. Dugaan KKN tersebut ditemukan dalam data yang saat ini tengah dipelajari oleh tim hukum.

“Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini. Tunggu saja tanggal mainnya!” tegas Abdul Rozak.

Kisruh yang terjadi di Fakultas Hukum Unpak ini masih terus bergulir, dan publik tengah menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus yang telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Bogor tersebut. (Ibnu Galansa)

Dokter Rayendra Bawa Kabar Baik, Siap-siap Warga Kota Bogor Mudah Kaya

0

Bogordaily.net – Dokter Rayendra menjadi tempat curhat paling asyik warga Kota Bogor. Setiap Ngariung Sehat, acara unggulan calon walikota nomor 5 itu,  Dokter Rayendra pasti mendapat keluhan soal mahalnya pendidikan, kesehatan, dan melambungnya harga kebutuhan pokok.

Termasuk saat menghadiri acara Ngariung Sehat bersama ratusan warga di Kelurahan Loji, Kota Bogor pada Kamis (3/10/2024).

Di kesempatan itu, Dokter Rayendra memaparkan berbagai program unggulan yang diusungnya dalam Pilwalkot Bogor 2024. Terlebih di tiga bidang mendasar: kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Di bidang ekonomi, warga mengeluhkan tentang semakin naiknya biaya kebutuhan hidup. Misalnya, harga sembako yang semakin naik. Sejumlah warga juga merasa kesulitan memenuhi biaya pendidikan dan kesehatan.

Salah satu warga yang mengikuti Ngariung Sehat sore itu mempertanyakan tentang dana bantuan sosial (bansos) pada Dokter Rayendra.

“Kami kekurangan duit Pak Dokter. Kalau Pak Dokter jadi wali kota Bogor, apakah akan ada bansos buat masyarakat?,” ujar warga spontan menanggapi pemaparan program Dokter Rayendra.

Dengan arif, dokter yang juga doktor jebolan S3 IPB University itu memberi jawaban. Alih-alih memberi janji manis bansos, Dokter Rayendra lebih memilih komitmen meningkatkan daya perekonomian warga.

“Terpenting adalah bagaimana warga di wilayah bisa berdaya. Kita tingkatkan ekonomi warga,” kata Dokter Rayendra.

Dokter Rayendra juga menjelaskan rancangan yang bisa dilakukan Pemkot untuk meningkatkan ekonomi warga. Salah satunya lewat pemberdayaan UMKM.

Rayendra yang juga pengusaha sukses di bidang kesehatan kulit tak ingin program pemberdayaan warga lewat UMKM hanya sekedar seremonial. Ia menegaskan tekadnya menciptakan UMKM untuk seluruh warga yang membutuhkan dari hulu ke hilir, mulai pra produksi hingga tahap penjualan.

Dengan salah satu rancangan itu, Dokter Rayendra yakin dapat membantu warga berdikari secara ekonomi. Tekad kuat ini senada dengan cita-cita kepemimpinannya untuk memajukan Kota Bogor mulai dari kemandirian keluarga.

“Caranya meningkatkan ekonomi warga gimana? Banyak. Yang penting, Pemkot mau turun langsung dan mau mengentaskan kemiskinan di wilayah,” pungkas Dokter Rayendra.(*)