Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 154

Polres Bogor Gelar Nobar Persib vs Persija, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas

Bogordaily.net – Polres Bogor menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Liga 1 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta bersama jajaran dan para suporter, bertempat di Aula Sanika Satyawada (SS) Mako Polres Bogor, Minggu 11 Januari 2026 sore.

Adapun, kegiatan nobar tersebut dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 150 orang yang terdiri dari pejabat utama Polres Bogor serta perwakilan suporter Persib dan Persija.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat silaturahmi serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang dan selama pertandingan berlangsung.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa, kegiatan nonton bareng ini merupakan sarana untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, dan sportivitas antarpendukung klub sepak bola, sekaligus sebagai bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

Pertandingan dimulai dengan kick off babak pertama pada pukul 15.00 WIB. Pada menit awal pertandingan, tepatnya pukul 15.05 WIB, Persib Bandung berhasil mencetak gol pembuka yang membawa keunggulan sementara 1–0 atas Persija Jakarta.

Kemudian, pada babak pertama berakhir pada pukul 16.20 WIB dengan skor sementara 1–0 untuk keunggulan Persib Bandung. Selanjutnya, seluruh peserta kegiatan melaksanakan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan mempererat hubungan antara Polri dan para suporter.

Kick off babak kedua dimulai pada pukul 16.35 WIB. Selama pertandingan berlangsung, situasi di Aula Sanika Satyawada tetap terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Pertandingan berakhir pada pukul 17.27 WIB dengan skor akhir tetap 1–0 untuk kemenangan Persib Bandung. Kegiatan nonton bareng secara keseluruhan selesai pada pukul 17.30 WIB dan berjalan dengan aman serta lancar.

“Melalui kegiatan ini, Polres Bogor berharap dapat menumbuhkan semangat sportivitas, persaudaraan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto.

(Albin Pandita)

Kericuhan Usai Nobar Persib vs Persija di Bogor, Seorang Suporter Jadi Korban

0

Bogordaily.net – Seorang suporter sepak bola menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok oknum suporter usai nonton bareng (Nobar) pertandingan sepak bola Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Kejadian pengeroyokan itu terjadi di simpang Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Minggu 11 Januari 2026.

Korban diketahui dikeroyok oleh oknum suporter saat dalam perjalanan pulang (nobar). Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka-luka dan sepeda motor hancur.

“Peristiwa tersebut terjadi di Jl. Sholeh Iskandar, Cibadak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Korban sempat di keroyok oleh beberapa oknum suporter”, ujar salah satu saksi mata.

Pengendara motor yang mengetahui kejadian tersebut melerai aksi pengeroyokan sampai oknum suporter itu pergi,

Menanggapi hal kejadian tersebut, Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi menghimbau untuk jangan konvoi dan merayakan kemenangan yang berlebihan (euforia).

Dengan kejadian tersebut Polsek Tanah Sareal menggelar patroli bersama Polresta Bogor Kota.***

Hasbi Ramadhani

Polres Gelar Nobar Persib vs Persija, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas

0

Bogordaily.net – Polres Bogor menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Liga 1 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta bersama jajaran dan para suporter, bertempat di Aula Sanika Satyawada (SS) Mako Polres Bogor, Minggu 11 Januari 2026 sore.

Adapun, kegiatan nobar tersebut dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 150 orang yang terdiri dari pejabat utama Polres Bogor serta perwakilan suporter Persib dan Persija.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mempererat silaturahmi serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang dan selama pertandingan berlangsung.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa, kegiatan nonton bareng ini merupakan sarana untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, dan sportivitas antarpendukung klub sepak bola, sekaligus sebagai bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

Pertandingan dimulai dengan kick off babak pertama pada pukul 15.00 WIB. Pada menit awal pertandingan, tepatnya pukul 15.05 WIB, Persib Bandung berhasil mencetak gol pembuka yang membawa keunggulan sementara 1–0 atas Persija Jakarta.

Kemudian, pada babak pertama berakhir pada pukul 16.20 WIB dengan skor sementara 1–0 untuk keunggulan Persib Bandung. Selanjutnya, seluruh peserta kegiatan melaksanakan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan mempererat hubungan antara Polri dan para suporter.

Kick off babak kedua dimulai pada pukul 16.35 WIB. Selama pertandingan berlangsung, situasi di Aula Sanika Satyawada tetap terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Pertandingan berakhir pada pukul 17.27 WIB dengan skor akhir tetap 1–0 untuk kemenangan Persib Bandung. Kegiatan nonton bareng secara keseluruhan selesai pada pukul 17.30 WIB dan berjalan dengan aman serta lancar.

“Melalui kegiatan ini, Polres Bogor berharap dapat menumbuhkan semangat sportivitas, persaudaraan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto.***

Albin

Didukung PWI dan Gentama Media Grup, Warga Cibuluh Gelar Fogging Mandiri

0

Bogordaily.net – Warga RT 004/RW 002, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, menggelar fooging mandiri sebagai langkah pencegahan penyakit Flu Tulang/chikungunya , Minggu 11 Januari 2026.

Kegiatan ini di laksanakan bersama Gentama Media Grup dan mendapat dukungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor.

Foging ini dilakukan setelah di temukan sejumlah warga yang terjangkit chikungunya/Flu tulang. Selain itu warga juga melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan melibatkan kader Posyandu Anggrek Putih 2C untuk memutus perkembangbiakan nyamuk.

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk di fokuskan pada pembersihan lingkungan, seperti menguras genangan air, pot bunga, serta tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk penyebab flu tulang/chikungunya dan deman berdarah (DBD).

Ketua RT 004/RT 003 Cibuluh,Qadar Nurqodar Rachman, menyampaikan apresiasi penuh atas dukungan Gentama Media Grup dan PWI Kota Bogor dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.

“Terima Kasih Kepada Gentama Media Grup dan PWI Kota Bogor atas dukunganya. Fogging ini kami lakukan sebagai langkah antisipasiagar penularan chikungunya/flu tulang dan DBD tidak semakin meluas”, ujar Qadar.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian insan pers terhadap kesehatan masyarakat melalui gerakan Jurnalis Peduli Kesehatan.

“PWI tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga turun langsung menbantu masyarakat. Ini bentuk kepedulian media terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat”, ujar Herman

Sementara itu, Owner Gentama Media Grup, Dadan Gandara, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan sosial dan kesehatan warga

“Melalui fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk ini, kami berharap penyebaran penyakit akibat nyamuk bisa di tekan dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat”, ujar Owner Gentama Media Grup.***

Hasbi Ramadhani

Persib Tekuk Persija 1-0, Beckham Putra Antar Maung Bandung Juara Paruh Musim

0

Bogordaily.net – Gol itu datang terlalu cepat. Menit kelima. Stadion Gelora Bandung Lautan Api belum sepenuhnya duduk tenang, tetapi Beckham Putra sudah berlari lebih dulu. Satu sentuhan. Satu tembakan. Satu gol. Persib unggul. Dan rupanya, itu cukup.

Hasil Persib vs Persija di Super League 2025–2026 akhirnya ditentukan oleh momen singkat itu. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan, Minggu (11/1/2026) sore. El Clasico Indonesia kembali panas. Kali ini, Bandung yang bersorak lebih lama.

Sejak awal, laga ini memang bukan pertandingan biasa. Persib dan Persija selalu membawa beban sejarah, ego kota, dan jutaan pasang mata. Di GBLA, puluhan ribu Bobotoh berdiri seperti dinding hidup. Mereka tidak hanya menonton. Mereka ikut bertanding—dengan suara.

Persib paham betul situasi itu. Bojan Hodak meminta timnya langsung menekan. Tidak menunggu. Tidak membaca. Langsung menggigit. Dan Persija, yang datang dengan kawalan ketat, belum sepenuhnya siap.

Kesalahan kecil di lini belakang Persija dimanfaatkan Beckham Putra. Carlos Eduardo sudah bergerak. Tapi bola lebih cepat. Jala bergetar. Stadion meledak.

Setelah itu, pertandingan berubah arah. Persija mencoba bangkit. Umpan terobosan dilepas. Bola-bola panjang dikirim. Allano dan Eksel Runtukahu berusaha membuka ruang. Tapi pertahanan Persib rapi. Disiplin. Tidak panik.

Justru Persib beberapa kali hampir menambah gol lewat serangan balik. Thom Haye mengatur ritme. Beckham Putra terus merepotkan. Persija sempat nyaris menyamakan kedudukan ketika tembakan Allano membentur tiang. Bola liar datang, peluang terbuka, tetapi gagal diselesaikan.

Babak kedua lebih keras. Lebih emosional. Lebih berisiko.

Menit ke-53 menjadi titik krusial. Bruno Tubarao menginjak kaki Beckham Putra. Wasit tidak ragu. Kartu merah. Persija tinggal sepuluh pemain. Dalam laga sebesar ini, kehilangan satu orang terasa seperti kehilangan separuh tenaga.

Namun Persija tidak menyerah. Mereka tetap menekan. Mencoba. Memaksa. Dan di sinilah Teja Paku Alam mengambil peran penting. Beberapa penyelamatan krusial membuat gawang Persib tetap utuh. Teja bukan sekadar penjaga gawang sore itu. Ia menjadi penjaga kemenangan.

Persib memilih menunggu. Mengandalkan serangan balik. Ramon Tanque dan Adam Alis sempat mendapatkan peluang. Tapi satu gol rupanya memang cukup. Tidak lebih. Tidak kurang.

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor tetap 1-0. Persib menang. Persija tertunduk.

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Persib resmi mengunci status juara paruh musim Super League 2025–2026 dengan koleksi 38 poin. Persija harus puas tertahan di papan atas dengan 35 poin. Selisihnya tipis. Rasanya pahit.

Di Bandung sore itu, satu gol kecil membawa makna besar. Dan Beckham Putra, dengan sepakan cepat di awal laga, menuliskan namanya dalam cerita panjang rivalitas dua kota.***

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Menjadi Pimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah

0

Bogordaily.net – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi menetapkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Sementara Ketua Umum MES yaitu Rosan Roeslani yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

 

Munas VII tersebut digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu (11/1) yang dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin. Hadir juga sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.

Kehadiran para tokoh tersebut menandai pentingnya Munas VII MES sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Terpilihnya Menkop sebagai Ketua Harian MES dan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES diharapkan dapat memajukan organisasi tersebut.

 

Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa melalui kepengurusan baru yang terbentuk diharapkan dapat memajukan ke depan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya koperasi dengan MES untuk terus mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

 

“Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif,” kata Menkop Ferry.

 

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah banyak contoh dan praktek baik dari koperasi-koperasi berbasis syariah yang sukses mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga dapat menjadi tumpuan bagi pengembengan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis di sektor pertanian.

 

“Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. MES didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.

 

Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik, dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum MES Rosan Roeslani menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat. “Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

 

Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah Haji khususnya dari Indonesia dapat lebih baik.

 

“Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” kata Rosan dalam sambutannya.

 

Rosan menutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Ia berharap dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.

 

“Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.

 

Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memberikan refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

 

“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” ungkapnya.

 

Ma’ruf menegaskan target ke depan MES adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen atau dengan istilah lainnya mensyariahkan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini satu dari dua target tersebut telah tercapai yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah, namun saat ini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.

 

“Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

 

Ia menutup dengan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal sholeh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya terutama kepada seluruh pengurus organisasi MES. Ma’ruf Amin berharap keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.

 

“Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” katanya.***

Masjid Al Amin Semplak Resmi Buka Maktab Qur’an Nabawi, Fokus Cetak Generasi Qur’ani

0

Bogordaily.net – Masjid Al Amin Semplak resmi membuka program pendidikan Al-Qur’an bertajuk Maktab Qur’an Nabawi. Program ini ditujukan sebagai wadah pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak dan remaja guna menyiapkan generasi Qur’ani sejak usia dini.

Peresmian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Amin Semplak, H. Deni Irawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter dan akhlak generasi penerus.

“Pembinaan Al-Qur’an sejak dini menjadi modal utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar H. Deni Irawan.

Maktab Qur’an Nabawi merupakan gagasan Ustadz Muchlis Handoko, Lc, putra asli Semplak yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Kairo. Program ini dirancang untuk mencetak hafidz dan hafidzah yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan dan nilai-nilainya secara komprehensif.

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan keislaman di lingkungan masyarakat, seluruh kegiatan pembelajaran Maktab Qur’an Nabawi diselenggarakan secara gratis. Program ini mendapat dukungan penuh dari DKM Masjid Al Amin yang mengusung konsep pengelolaan masjid modern dan futuristik, serta partisipasi aktif masyarakat sekitar.

Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di wilayah RT 04 RW 03 Semplak. Adapun jadwal pembelajaran berlangsung setiap Senin, Rabu, dan Jumat, mulai pukul 17.00 hingga 17.40 WIB.

Ke depan, Masjid Al Amin Semplak menargetkan Maktab Qur’an Nabawi dapat berkembang menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu memberi dampak positif bagi agama serta bangsa.***

KPK OTT Pegawai Pajak KPP Madya Jakut, Terungkap Suap Pengaturan Pajak Rp 75 Miliar

0

Bogordaily.net – KPK ott pegawai pajak kembali membuka halaman lama yang selalu terasa baru: uang, emas, dan ruang-ruang gelap di balik meja pelayanan negara.

Di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, kotak-kotak barang bukti dibuka. Isinya bukan dokumen, melainkan kilau logam mulia dan tumpukan uang tunai. Total nilainya Rp 6,38 miliar.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut penyitaan tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara. Barang bukti itu terkait dugaan suap pengaturan pajak PT Wanatiara Persada. “Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, KPK mengamankan sejumlah barang bukti dengan total nilai mencapai Rp 6,38 miliar,” ujarnya singkat, datar, tapi menghentak.

Rinciannya menarik. Uang tunai Rp 793 juta. Valuta asing 165.000 dolar Singapura—setara Rp 2,16 miliar. Sisanya emas Antam seberat 1,3 kilogram, senilai Rp 3,42 miliar. Jika disusun rapi, semuanya tampak seperti laporan keuangan. Bedanya, ini laporan dari ruang penyidikan. Inilah wajah lain dari KPK ott pegawai pajak.

Kotak-kotak itu diperlihatkan ke publik. Emas berkilau. Kamera menyala. Semua tahu, setiap kilau punya cerita. Cerita tentang bagaimana angka pajak bisa diturunkan. Tentang bagaimana selisih dihitung. Dan tentang bagaimana “fee” menjadi bahasa yang paling dipahami.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka bukan orang jauh. Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi. Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi Agus Syaifudin. Seorang tim penilai Askob Bahtiar. Lalu dari luar kantor pajak: konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin dan staf PT Wanatiara Persada, Edy Yulianto. Lima nama, satu pola.

Awalnya sederhana. KPP Madya Jakarta Utara menemukan potensi kekurangan bayar pajak bumi dan bangunan PT Wanatiara Persada sebesar Rp 75 miliar. Angka besar memang selalu mengundang diskusi. Perusahaan mengajukan sanggahan. Di titik itulah cerita berubah arah. Kekurangan diminta diturunkan menjadi Rp 23 miliar. Dari sana, Rp 8 miliar disebut sebagai “fee” untuk dibagi-bagi.

Perusahaan keberatan. Negosiasi terjadi. Angka pun turun lagi. Disepakati Rp 4 miliar. Tidak semua keinginan terpenuhi. Tapi cukup untuk membuka pintu perkara. Dari sinilah KPK ott pegawai pajak bermula.

Asep menjelaskan, setelah kecukupan alat bukti terpenuhi, perkara naik ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka dilakukan. Pasal-pasal pun disiapkan. Abdul Kadim dan Edy dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor. Sementara Dwi Budi, Agus, dan Askob dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 12B UU Tipikor, juncto KUHP baru.

Cerita ini belum selesai. Biasanya tidak pernah. Setiap OTT selalu menyisakan pertanyaan: siapa lagi yang tahu, siapa lagi yang terlibat. Tapi satu hal pasti, setiap kali kotak emas dibuka di depan kamera, publik kembali diingatkan bahwa angka pajak bukan sekadar hitungan. Ia juga soal integritas. Dan di situlah, KPK ott pegawai pajak kembali menjadi cermin.***

Peserta Berharap Lintas Sentul Trail Run Jadi Kalender Tahunan

0

Bogordaily.net – Lintas Sentul Trail Run 2026 merupakan salah satu event olahraga lari yang sangat menantang dengan jalur yang terjal disertai pemandangan alam yang sangat bagus dan asri.

Tak heran jika, hajatan KORMI Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu event favorit yang banyak diikuti oleh para pelari dari berbagai daerah dan juga para pelari mancanegara.

” Lintas Sentul Trail Run ini sangta bagus dan mempunyai track lumayan naik turun,” ujar Budi Santoso salah satu peserta dari Kabupaten Bogor usai mengikuti Lintas Sentul Trail Run 2026, Sabtu (10/1/2026)

Ia mengatakan, venue atau lokasinya Trail Run 2026 ini sangat enak dan masih asri serta banyak kabut.

” Saya seperti berlari di kawasan Eropa saja. Karena jam 10 pagi saja masih ada Kabut di semua jalur Lintas Sentul Trail Run 2026,” papar Busan panggilan akrab dari Budi Santoso

Dalam Lintas Sentul Trail Run 2026, Budi mengakui ikut dalam Kategori 5 KM dengan jarak tempuh 90 menit.

Menurutnya, jalur yang sangat menarik di Lintas Sentul Trail Run 2026 ini sangat bagus dan menjadi daya tarik bagi semua peserta yang tampil dalam semua kategori seperti 5KM, 10 KM, 21 KM dan 36 KM.

Tak hanya itu, sambung Budi, Lintas Sentul Trail Run 2026 ini bisa jadi ajang promosi bagi pariwisata Sport Tourism Kabupaten Bogor.

” Saya berharap ajang Lintas Sentul Trail Run ini menjadi kalender rutin dan bisa dimanfaatkan secara optimal dalam memperkenalkan destinasi wisata alam Kabupaten Bogor,” pungkas Budi Santoso.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan, Lintas Sentul Trail Run 2026 jauh lebih besar dibandingkan edisi perdana tahun 2025 di Sentul. Pemilihan lokasi kali ini pun bukan tanpa alasan. Selain masih berada di wilayah Kabupaten Bogor, kawasan tersebut dinilai memiliki keindahan alam yang belum banyak terekspos.

“Banyak peserta bilang suasananya mirip Swiss, dari kabut, kontur alam, sampai pemandangannya. Ini potensi besar Kabupaten Bogor,” ujar Akew panggilan dari Rike Iskandar.

Selain prestasi atlet, dampak ekonomi menjadi poin penting dari penyelenggaraan event ini. Rieke menyebut hampir seluruh hotel, vila, hingga penginapan di sekitar lokasi lomba dan kawasan Puncak terisi penuh.

“Para pelari hampir semuanya menginap. Hotel dan vila full. Ini bukti event olahraga bisa memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dari sisi teknis, lintasan trail run dinilai cukup menantang. Akses jalan yang sempit serta kondisi lintasan licin akibat hujan menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, terutama pelari pemula. Hingga siang hari, sekitar 50 persen peserta telah mencapai garis finis, dengan batas akhir waktu lomba ditetapkan hingga pukul 17.00 WIB.***

Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) Gelar Raker

0

Bogordaily.net —Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Semester II Tahun Ajaran 2025-2026 di Bogor, Jumat-Sabtu, 9-10 Januari 2026.

Raker tersebut dihadiri langsung oleh Director in Charge (DIC) Bosowa Education, sekaligus Ketua Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI), Asrul Hidayat; Sekretaris YBBI Dedeh Soeria Atmadja; Bendahara YBBI Hayat Hafid Surur; Direktur Finance Bosowa Bina Insani Adriyadi; Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Haposan Andy Citra; CAO Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Eko Arianto; Executive Principal SBBI Yudi Oktiadi Nugraha; Executive Principal SBAC Cucup Shohibul Maqomat; Principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bina Insani; Tim Research & Development (R & D) Bosowa Education ; dan Tim Supporting SBBI.

“Raker ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan pelayanan Sekolah Bosowa Insani, memberikan gambaran Planning Sekolah Bosowa Bina Insani serta membangun Engagement SDM melalui Principal TK, SD , SMP dan SMA agar ada upaya untuk terus melakukan perbaikan,” kata CAO SBBI Haposan Andy Citra dalam laporannya.

Haposan Andy menambahkan, SBBI juga memperhatikan masukan dari para orang tua, masyarakat maupun internal SBBI untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa maupun orang tua siswa.

“Teman-teman dari tiap unit, R & D maupun supporting harus selalu saling komunikasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haposan Andy juga mengungkapkan ada dua kegiatan besar yang akan dilaksanakan oleh SBBI pada tahun 2026, yakni: Homestay Luar Negeri (Australia) dan Homestay Dalam Negeri (Jogjakarta).

Director in Charge (DIC) Bosowa Education Asrul Hidayat saat memberikan pengarahan Raker mengingatkan pentingnya semua stakeholder SBBI, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa dan orang tua siswa. “Kompetitor kita berlari. Kita tidak bisa hanya diam saja,” kata Asrul Hidayat.

Secara khusus, Asrul Hidayat menegaskan pentingnya para guru SBBI untuk terus mengembangkan dirinya. “Para guru harus selalu mengembangkan diri. Kita tidak bisa mengajar hari ini dengan ilmu yang kita dapat saat kuliah dulu,” kata Asrul Hidayat.

Asrul juga mengapresiasi kegiatan PTLP (Parents Teacher Learning Program) yang sudah dilaksanakan di SBBI. Menurutnya, PTLP sangat baik untuk meningkatkan kualitas guru.

“PTLP merupakan program yang sangat baik. Ini merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon guru SBBI. Karena itu PTLP harus terus kita kembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asrul Hidayat juga menyampaikan pentingnya SBBI menerapkan 8 prinsip utama manajemen mutu untuk meraih sukses hari ini dan di masa depan.

Delapan Prinsip Utama Manajemen Mutu itu adalah:

1. Pendekatan fokus pelanggan dalam pengembangan dan pengiriman produk (Layanan Unggul)

2. Kepemimpinan Mutu dan Keterlibatan dengan Karyawan

3. Pendekatan berbasis proses terhadap standar mutu (Fokus dan Disiplin dalam Eksekusi)

4. Peningkatan berkelanjutan (Berusaha untuk Unggul)

5. Pengambilan keputusan berbasis data dan fakta.

6. Optimalisasi Kapasitas – Mengembangkan dan Mempertahankan Karyawan

7. Pemenuhan dan Pemeliharaan Fasilitas

8. Manajemen hubungan yang kuat dengan pelanggan, pemasok, dan regulator

“Kalau ke-8 langkah tersebut dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh semua stakeholder di SBBI dan Bosowa Education pada umumnya, maka kita akan mudah mencapai target yang telah ditetapkan oleh Bosowa Education,’’ kata Asrul Hidayat.

Asrul juga menyebutkan target Bosowa Education ke depan untuk melakukan ekspansi. “Ke depan, kita ingin Bosowa Education hadir di berbagai kota,” ujar Asrul Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bosowa Bina Insani menandatangani RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan).***