Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 222

Specialty Gas Forum 2025: Langkah Strategis Samator dalam Mendukung Standar dan Kesiapan Industri Nasional

0

Bogordaily.net – PT Samator Indo Gas Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan industri Indonesia melalui penyelenggaraan Specialty Gas Forum 2025 bertajuk Beyond Calibration in Laboratory Gases, yang digelar di Swiss-Belhotel Bogor pada Rabu 17 Desember 2025.

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan praktisi untuk mendorong penguatan standar, keandalan sistem pengukuran, serta peningkatan kapabilitas nasional di bidang specialty gas.

Dirancang tidak sekadar sebagai forum diskusi teknis, kegiatan ini bertujuan mendorong terwujudnya. kolaborasi nyata, mempercepat adopsi inovasi, serta menempatkan Indonesia sebagai bagian integral dari rantai nilai teknologi global.

Melalui penguatan fondasi presisi dan standarisasi, Sanator berkomitmen mendukung kesiapan industri nasional agar mampu bersaing dan berperan aktif dalam ekosistem specialty gos internasional.

Dalam sambutannya saat membuka forum, Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, menyampaikan bahwa Samator secara berkelanjutan melakukan pembaruan seiring pergeseran paradigma industri, di mana keunggulan ke depan tidak lagi ditentukan oleh kapasitas produksi semata, melainkan oleh presisi teknologi, keandalan sistem, dan standar yang diterapkan. Dalam konteks. tersebut, specialty gas dipandang sebagai fondasi penting akurasi, keselamatan, dan daya saing industri.

Untuk menjawab tuntutan tersebut, Samator memperkuat kapabilitasnya melalui penerapan teknologi gravimetric filling system berbasis otomasi penuh, yang memungkinkan tingkat akurasi komposisi, konsistensi kemurnian, serta keterlacakan yang selaras dengan standar internasional.

“Jika Indonesia ingin naik kelas dalam industri dan teknologi, maka kita harus mulai dari hal yang paling fundamental akurasi, standar, dan keandalan. Specialty gas bukan sekadar produk teknis, melainkan fondasi presisi dan kepercayaan yang menentukan masa depan industri. Melalui forum ini, kami ingin membangun. kolaborasi nyata agar Indonesia tidak hanya mengikuti, tetapi mampu mengambil peran penting dalam rantai nilai teknologi global,” ujar Rachmat.

Specialty Gas Forum 2025 menghadirkan narasumber dari regulator dan industri yang membahas penguatan presisi dan standar pengukuran.

Narasumber pertama yakni Ramos Managis, S.Si., Manajer Aplikasi Gas dan Gas Khusus Samator Group, memaparkan aplikasi gas serta solusi pintar untuk memenuhi kebutuhan gas industri yang menuntut akurasi, efisiensi, dan keandalan tinggi.

Sementara itu, Dr. Harry Budiman, M.Sc. dari Direktorat Standar Nasional Satuan Ukuran Termoelektrik dan Kimia, Badan Standardisasi Nasional (BSN), menekankan peranan penting gas kalibrasi dalam proses kalibrasi dan validasi peralatan di berbagai sektor industri dan laboratorium sebagai fondasi keakuratan pengukuran.

Dari perspektif regulator lingkungan, Ir. Wisnu Eka Yulianto dari Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH membahas pemilihan dan kesesuaian gas standar untuk kalibrasi continuous gas analyzer pada pemantauan udara ambien dan emisi.

Pembahasan ini menyoroti pentingnya keselarasan antara praktik teknis di lapangan dengan regulasi serta kebijakan pengelolaan lingkungan hidup, guna memastikan keandalan sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dan kredibilitas data lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Sigit Purwanto, meyakini bahwa forum ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kesiapan kapabilitas nasional, baik dari sisi pengembangan sumber daya manusia, pemahaman terhadap standar, maupun praktik implementasi di lapangan.

Keseragaman standar pengukuran dan keandalan sistem pemantauan menjadi faktor krusial untuk memastikan kepatuhan regulasi serta kredibilitas pengambilan keputusan teknis industri.

“Melalui forum ini, kami berharap Samator mampu mendorong peningkatan kompetensi dan kemandirian industri nasional dalam membangun sistem pengukuran dan pengelolaan lingkungan yang andal dan berkelanjutan, dengan kolaborasi erat antara industri, regulator, dan praktisi sebagai kunci agar Indonesia mampu mengambil peran strategis di tingkat global,” tutup Sigit.

Dengan adanya Specialty Gas Forum 2025, Samator menegaskan perannya sebagai mitra strategis industri dalam mendorong presisi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri nasional.***

Ibnu Galansa

 

Jelang Hari Natal Harga Bahan Pokok di Pasar Jambu Dua Bogor Stabil

0

Bogordaily.net-Menjelang perayaan Natal, harga bahan pokok di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, masih relatif stabil. Tercatat dua komoditas yang mengalami fluktuatif harga, yakni telur dan cabai rawit hijau.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua, Iwan Arief Budiman, mengatakan hingga saat ini harga bahan pokok masih relatif stabil. Namun, telur dan cabai rawit hijau sempat mengalami kenaikan harga.

“Untuk komoditas telur dan cabai rawit hijau memang sempat mengalami kenaikan. Yang lainnya masih relatif stabil,” ujar Iwan

Iwan menjelaskan kenaikan harga telur mulai terjadi pada 10 Desember, yang normalnya berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram, sempat melonjak menjadi Rp31 ribu per kilogram.

Saat ini, harga telur sudah mengalami penurunan menjadi Rp29 ribu per kilogram, meski belum kembali ke harga normal.

“Sekarang sudah turun lagi, tapi belum di harga normal. Kan normalnya telur di Rp28 ribu,” ujar Iwan.

Hal serupa juga terjadi pada cabai rawit hijau. Harga normal cabai rawit hijau berada di kisaran Rp48 ribu per kilogram. Namun pada 11 Desember lalu, harganya naik menjadi Rp52 ribu per kilogram. Saat ini, harga telah turun menjadi Rp49 ribu per kilogram, meski masih sedikit di atas harga normal.

“Cabai rawit hijau sekarang sudah di Rp49 ribu, tapi belum sepenuhnya ke harga normal,” tambah Iwan.

Adapun harga bahan pokok hari ini untuk beras medium Rp14 ribu per kilogram, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp20 ribu per kilogram dan minyak goreng premium Rp20 ribu per liter, Minyakita Rp18 ribu per liter, dan tepung terigu Rp12 ribu per kilogram.

Sedangkan daging sapi Rp130 ribu per kilogram, daging ayam boiler Rp38 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp60 ribu dan cabai merah biasa Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp90 ribu per kilogram, bawang merah Rp45 per kilogram, serta bawang putih Rp30 ribu per kilogram.

Iwan memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok di pasar terbilang masih aman. Stok diperkirakan mencukupi hingga sembilan hari menjelang Hari Raya Natal.

“Untuk stok aman,” tegas Iwan.

Pihak pengelola pasar bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok guna menjaga stabilitas menjelang perayaan Natal dan akhir tahun.***

Muhammad Irfan Ramadan

Menkop: RUU Koperasi Diusulkan Jadi UU Sistem Perkoperasian Nasional

0

Bogordaily.net – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian kembali menguat sebagai agenda prioritas menjelang masa sidang paripurna DPR RI awal tahun mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengusulkan agar regulasi tersebut tidak lagi berbentuk revisi, tetapi hadir sebagai Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional yang baru. Usulan ini dinilai penting untuk memberikan landasan menyeluruh bagi arah perekonomian Indonesia berbasis gotong royong.

“Ini (RUU Perkoperasian) akan kita ajukan sebagai Undang-Undang baru terkait Sistem Perkoperasioan Nasional,” kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Symposium II Koperasi Indonesia bertajuk Urun Rembug Masyarakat Koperasi untuk Perubahan RUU Perkoperasian, Jakarta, Rabu (17/12).

Dorongan untuk percepatan pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang baru ini menguat seiring langkah pemerintah mempercepat transformasi koperasi hingga ke desa, termasuk Target Presiden untuk membentuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Saat ini proses legislasi sudah memasuki tahap inventarisasi masalah (Daftar Inventarisasi Masalah/DIM) oleh pemerintah, setelah sebelumnya DPR RI menuntaskan serangkaian agenda mulai dari pendalaman materi, rapat kick-off, hingga Focus Group Discussion dengan forum koperasi nasional.

“Kemenkop akan melakukan percepatan inventarisasi masalah dengan menggandeng gerakan koperasi, akademisi dan di awal Januari 2026 akan kita sempurnakan prosesnya,” katanya.

Terkait legislasi, Menkop Ferry memastikan RUU Perkoperasian yang selama ini sudah berjalan proses diskusinya akan dilakukan perubahan secara menyeluruh termasuk penambahan bab khusus yang mengatur tentang Kopdes/Kel Merah Putih. Oleh sebab itu ia menilai jika RUU Perkoperasian tersebut nantinya disebut Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional karena memayungi semua kluster, lintas kementerian, daerah, dan gerakan koperasi.

Menkop Ferry mengajak semua pihak untuk turut mengawal pembahasan RUU Perkoperasian agar kedepan koperasi tidak kalah dalam kompetisi pasar termasuk dengan swasta atau BUMN. Melalui payung hukum yang kuat dalam bentuk Undang-Undang, Menkop Ferry optimis koperasi akan mampu kembali menjadi Soko Guru Perekonomian Nasional.

Menurut Menkop Ferry, keberpihakan Presiden terhadap upaya menumbuh-kembangkan koperasi sebagai sebuah lembaga ekonomi kerakyatan yang berasas kegotongroyongan telah ditunjukkan dalam beberapa kesempatan. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginginkan agar koperasi dapat bangkit dan mampu mengembalikan peran negara dalam memperkuat perekonomian nasional.

“Presiden ingin koperasi kembali pada jalur yang benar dimana Koperasi bisa memainkan peran di sektor produksi, distribusi, hingga industri agar kesejahteraan tumbuh bersama, bukan kaya sendiri,” katanya.

Menkop Ferry menyebut kemajuan koperasi tidak hanya ditopang oleh regulasi saja melainkan harus berbasis data dalam pengembangannya. Kemenkop sedang merampungkan data desa presisi yang dikembangkan bersama akademisi dan DPR guna dengan menyiapkan peta pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih.Dengan infrastruktur digital yang mulai berjalan, Menkop Ferry optimistis babak baru koperasi akan terbuka tahun depan. Ia bahkan menilai koperasi berpeluang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyatakan saat ini menjadi kesempatan paling strategis untuk mengesahkan RUU Sistem Perkoperasian Nasional. Oleh karena itu pembahasan RUU Perkoperasian harus dilakukan terbuka dan partisipatif karena perangkat hukum tersebut menyangkut arah ekonomi bangsa.

Ia menegaskan bahwa DPR dapat menjadi “rumah rakyat” dengan membuka seluruh rapat pembahasan RUU Perkoperasian ke publik, termasuk terlibat langsung dalam setiap agenda rapat. Menurutnya waktu untuk pengesahan RUU Perkoperasian menjadi Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional di tahun depan cukup pendek sehingga perlu dioptimalkan.

“Yang terpenting jangan terlalu lama. Undang-undang ini (perkoperasian) sudah terlalu lama, saya mendorong persidangan (pembahasan RUU Perkoperasian) terbuka bagi publik,” ujar Rieke.

Rieke menegaskan keberhasilan RUU bergantung pada komitmen kolektif pemerintah, DPR, dan masyarakat koperasi. Ia mendukung perubahan istilah menjadi Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional karena melibatkan lebih dari sekadar Kemenkop, melainkan lintas kementerian, pemda, hingga pemerintah desa.

“Semua tergantung bagaimana komitmen seluruh stakeholder termasuk masyarakat untuk memberikan dukungan, memang harus ada perubahan menjadi suatu Undang-Undang tentang Sistem Perkoperasian Nasional,” katanya.***

BRI BO Jakarta Warung Buncit Serahkan Hadiah Undian Simpedes 2025, Nasabah Bawa Pulang Motor Suzuki Nex II

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki program rutin di setiap tahunnya yaitu Undian Simpedes.

Di penghujung 2025, BRI menyerahkan hadiah dari program undian Simpedes di seluruh cabang termasuk di BRI Branch Office (BO) Jakarta Warung Buncit.

Untuk pemenang undian hadiah Simpedes, nasabah BRI BO Jakarta Warung Buncit, Riamsa Sijabat memenangkan satu unit Sepeda Motor Suzuki Nex II.

“Alhamdulillah nasabah kami memenangkan sepeda motor, selamat kepada pemenang,” ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi.

Ahmad mengatakan, program undian hadiah Simpedes ini menjadi salah satu unggulan BRI. Pasalnya ini merupakan program yang dinantikan oleh para nasabah.

Dimana nasabah yang menabung di jenis tabungan Simpedes bisa mengikuti program ini dan berkesempatan memenangkan hadiah yang telah disediakan.

“Cukup menabung dan tambah saldo, bisa mengikuti undian berhadiah Simpedes,” jelasnya.

Disini nasabah cukup menabung dengan minimal Rp100 ribu dan berlaku kelipatan bisa mendapat kupon undian.

Hadiah yang disediakan beragam, mulai dari produk elektronik hingga kendaraan bermotor.

Pengundian hadiah program Simpedes ini biasanya digelar 2 kali dalam setahun dan ini rutin digelar setiap tahunnya.

“Ayo tingkatkan terus saldo tabungan Simpedes, bagi yang belum punya segera buka dan menangkan hadiahnya,” tutupnya.***

Dukung Layanan Kemanusiaan, BRI KC Depok Serahkan Ambulance ke Yayasan IMANI Care

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Kantor Cabang (KC) Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebutuhan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, BRI KC Depok menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada Yayasan IMANI Care yang berlokasi di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Penyerahan bantuan ambulans tersebut dilaksanakan pada 5 Desember 2025, bertempat di halaman Kantor Cabang BRI Depok, Jalan Margonda Raya Nomor 33, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Pemimpin BRI KC Depok, Aris Abdillah menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BRI.

Aris mengatakan, penyerahan bantuan program TJSL BRI diberikan kepada Ketua Yayasan IMANI Care, dr. Ahmad Jamaluddin, M.Kes.

“Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ungkapnya.

Pemberian bantuan TJSL BRI ini menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar.

Tak hanya berupa ambulance, program TJSL BRI juga memiliki beberapa bentuk lain dari berbagai bidang seperti sosial, keagamaan, pendidikan dan lainnya.

“Kami siap berkontribusi ke masyarakat, ini merupakan salah satu bentuk apresiasi BRI terhadap lingkungan,” tutupnya.***

 

BRI KC Pancoran Turut Meriahkan HUT ke-130, Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menorehkan perjalanan sejarah panjangnya dengan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130.

Momentum bersejarah ini dirayakan serentak oleh seluruh unit kerja BRI di Indonesia, termasuk BRI Kantor Cabang (KC) Pancoran yang turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan tersebut.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang lebih dari satu abad, BRI KC Pancoran menggelar acara sederhana namun penuh makna, salah satunya melalui prosesi potong tumpeng.

Kegiatan ini menjadi simbol euforia sekaligus refleksi atas kiprah BRI dalam melayani masyarakat dari generasi ke generasi.

Pimpinan BRI KC Pancoran, Ainul Wardi mengatakan, pihaknya terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat.

Berbagai produk dan program unggulan BRI disediakan guna memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

Pada tahun ini, BRI mengangkat tema “Satu Bank Untuk Semua” sebagai wujud komitmen dalam melayani berbagai lapisan masyarakat, mulai dari segmen mikro, ritel, hingga korporasi, dengan dukungan ekosistem digital yang terus diperkuat.

Tema tersebut mencerminkan semangat BRI sebagai institusi perbankan yang modern, inklusif, dan adaptif, selaras dengan agenda transformasi berkelanjutan yang sedang dijalankan perusahaan.

Dengan perjalanan panjang, BRI kini tumbuh menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Memasuki usia ke-130 tahun, BRI tetap konsisten hadir sebagai bank yang berpihak dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya pelaku usaha kecil.

“Di usia yang 130 tahun ini akan selalu berupaya memberikan manfaat untuk masyarakat,” tutupnya.***

 

Gelar RUPSLB, BRI Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Kinerja Tahun 2026

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Desember 2025. RUPSLB yang diselenggarakan di Kantor Pusat BRI Jakarta dan dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI menyetujui tiga mata acara rapat, yakni Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Dalam agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku. Perubahan tersebut antara lain mencakup penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, termasuk pengaturan mengenai hak-hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, perubahan Anggaran Dasar juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak, untuk menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya.
Pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan Pengurus Perseroan sebagaimana telah ditetapkan, sehingga susunan Direksi dan Komisaris perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen
Parman Nataatmadja
Komisaris
Helvi Yuni Moraza
Komisaris
Awan Nurmawan Nuh
Komisaris Independen
Lukmanul Khakim
Komisaris Independen
Edi Susianto

*Anggota Dewan Komisaris yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Direksi
Direktur Utama
Hery Gunardi
Wakil Direktur Utama
Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari*
Direktur Micro
Akhmad Purwakajaya
Direktur Commercial Banking
Alexander Dippo Paris Y.S
Direktur Treasury and International Banking
Farida Thamrin
Direktur Corporate Banking
Riko Tasmaya
Direktur Network and Retail Funding
Aquarius Rudianto
Direktur Information Technology
Saladin Dharma Nugraha Effendi
Direktur Operations
Hakim Putratama
Direktur Legal and Compliance
Mahdi Yusuf*
Direktur Manajemen Risiko
Ety Yuniarti*
Direktur Finance and Strategy
Achmad Royadi*
Direktur Consumer Banking
Aris Hartanto*

*Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan kinerja Perseroan menunjukkan tren yang konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan dapat berada dikisaran guidance tahun 2025 Perusahaan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik. Sementara kualitas Aset diperkirakan tetap berada pada level yang terkendali.

Adapun, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang terjaga hingga Triwulan III Tahun 2025, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta pengelolaan risiko yang pruden. Secara konsolidasian, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp2.123 triliun, didorong oleh pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan sebesar 6,26% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi pendanaan, Perseroan mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.475 triliun, tumbuh 8,25% yoy yang sebagian besar terbentuk dari dana murah (giro dan Tabungan) dengan komposisi 67,7%, sehingga mendukung efisiensi biaya dana Perseroan.

Kualitas aset Perseroan tetap terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada pada level 3,1%, dengan NPL Coverage mencapai 183,1%. Hal ini mencerminkan kehati-hatian Perseroan dalam mengelola risiko kredit di tengah dinamika perekonomian.

Dari sisi funding, struktur DPK diproyeksikan masih ditopang oleh dana murah dengan rasio Current Account & Saving Account (CASA) yang mendukung efisiensi biaya dana secara berkelanjutan. Adapun profitabilitas diperkirakan tetap terjaga sejalan dengan kinerja asset.

“Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp41,23 triliun, didukung oleh capaian Return on Asset (ROA) sebesar 2,7% dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,0%. Sementara itu, tingkat permodalan Perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4% dan 23,0%, yang memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang”, ungkap Hery Gunardi.***

Video Botol Golda Viral 19 Detik dan Fakta Sebenarnya di Balik Isu yang Ramai di Media Sosial

0

Bogordaily.net – Video botol golda viral 19 detik. Kalimat itu mendadak ramai berseliweran di lini masa media sosial. Bukan karena ada konferensi pers. Bukan pula karena ada klarifikasi resmi.

Kehebohan ini muncul begitu saja—seperti isu-isu viral lain yang lahir dari rasa penasaran kolektif netizen.

Beberapa hari terakhir, warganet dibuat sibuk oleh istilah “Botol Golda viral 19 detik”. Sebuah frasa yang terdengar sederhana, tapi efektif memancing klik. Disebut-sebut ada sebuah video pendek berdurasi sekitar 19 detik yang berkaitan dengan botol minuman kopi Golda. Isinya? Tidak ada yang benar-benar tahu.

Namun, justru karena ketidakjelasan itulah isu ini membesar. Algoritma media sosial bekerja cepat. Tagar masuk FYP. Pencarian melonjak. Rasa ingin tahu mengalahkan logika.

Padahal, Golda sejatinya hanyalah produk kopi botolan. Kopi latte siap minum. Dijual di minimarket. Pernah viral juga, tapi karena stoknya cepat habis. Bukan karena video misterius.

Yang terjadi kemudian adalah pola lama yang berulang. Istilah produk populer dipinjam. Disematkan pada narasi video berdurasi singkat. Lalu dibiarkan tumbuh menjadi rumor. Netizen pun beramai-ramai mengetik kata kunci video botol golda viral 19 detik di kolom pencarian.

Mulailah beredar klaim link video full. Disebut-sebut tersedia di mediafire, terabox, doodstream, hingga videy co. Lengkap. Meyakinkan. Padahal, sampai hari ini, tidak ada satu pun yang bisa diverifikasi kebenarannya.

Ini mengingatkan pada tren-tren sebelumnya. Video 19 menit. Video sekian detik. Judul sensasional. Isinya nihil. Yang ada justru tautan palsu.

Para ahli keamanan digital sudah lama mengingatkan. Link viral semacam ini sering kali hanyalah pintu masuk. Malware. Phishing. Penipuan digital. Korbannya? Mereka yang terlalu penasaran.

Sejauh ini, tidak ada informasi kredibel tentang siapa pembuat video tersebut. Tidak ada sumber resmi. Tidak ada klarifikasi. Yang beredar hanyalah potongan klip, spekulasi, dan saling sambung cerita.

Maka, jika ditanya: adakah link video Botol Golda 19 detik yang asli? Jawabannya singkat saja—tidak ada. Semua klaim tentang video botol golda viral 19 detik belum bisa dibuktikan secara independen.

Justru di sinilah pelajarannya. Media sosial hari ini tidak selalu butuh fakta untuk membuat sesuatu viral. Cukup kata kunci yang tepat. Cukup rasa penasaran massal. Sisanya, algoritma yang bekerja.

Fenomena Botol Golda 19 detik akhirnya lebih tepat disebut sensasi. Bukan peristiwa. Sebuah rumor yang tumbuh karena dibicarakan, bukan karena benar-benar ada.***

Posyandu Anggrek 11 Perkuat Layanan Kesehatan Warga, Sinergi Aktif dengan Puskesmas Ciapus

0

Bogordaily.net — Upaya penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas terus digencarkan. Posyandu Anggrek 11 yang berlokasi di Perumahan Ciomas Permai, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, aktif memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kolaborasi erat bersama Puskesmas Ciapus.

Kegiatan Posyandu Anggrek 11 tidak hanya berfokus pada pelayanan rutin ibu dan anak, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan warga, mulai dari pemeriksaan balita, ibu hamil, hingga edukasi kesehatan preventif. Sinergi dengan tenaga medis dari Puskesmas Ciapus menjadi kunci untuk memastikan layanan berjalan sesuai standar kesehatan.

Ketua Posyandu Anggrek 11, Robbyatun, menegaskan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan profesional memberikan nilai tambah bagi kualitas pelayanan di tingkat lingkungan.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang optimal bagi warga. Kehadiran dokter dan tenaga medis dari Puskesmas Ciapus sangat membantu, terutama dalam pemeriksaan dan edukasi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Posyandu Anggrek 11 Perkuat Layanan Kesehatan Warga, Sinergi Aktif dengan Puskesmas Ciapus

Dalam pelaksanaannya, Posyandu Anggrek 11 didukung oleh kader-kader aktif, di antaranya Sri Wahyuni dan Fransisca Irawati, serta para istri ketua RT di RW 11 Perumahan Ciomas Permai.

Para kader ini berperan penting dalam mobilisasi warga, pendataan, hingga pendampingan selama kegiatan posyandu berlangsung.

Layanan kesehatan semakin diperkuat dengan kehadiran dokter dari Puskesmas Ciapus, dr. Rania, yang secara langsung memberikan pemeriksaan dan konsultasi medis kepada warga.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, sekaligus menekan risiko penyakit melalui langkah preventif sejak dini.

Model sinergi antara Posyandu Anggrek 11 dan Puskesmas Ciapus ini mencerminkan peran strategis layanan kesehatan berbasis komunitas dalam mendukung sistem kesehatan nasional, khususnya di tingkat desa dan permukiman.

Ke depan, Posyandu Anggrek 11 menargetkan penguatan program promotif dan preventif agar manfaat layanan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.***

Gibran

Taman Safari Indonesia Dukung Masterplan Stadion Pakansari, Fokus Kembangkan Bogor Bird Zoo

0

Bogordaily.net — Taman Safari Indonesia (TSI) menyatakan kehormatannya dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penyusunan Masterplan Stadion Pakansari, khususnya pada pengembangan Bogor Bird Zoo. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitas konservasi satwa yang berkelanjutan dan berbasis sains di kawasan perkotaan.

Dalam kerja sama tersebut, TSI berperan sebagai mitra strategis dengan memberikan keahlian dan pendampingan teknis agar visi pengembangan Bogor Bird Zoo dapat terwujud secara optimal. Peran TSI mencakup pemberian arahan konsep, peninjauan perencanaan, serta memastikan prinsip konservasi, kesejahteraan satwa, dan edukasi terintegrasi secara ketat di setiap tahapan pembangunan.

Kemitraan ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam membangun fasilitas konservasi modern yang tidak hanya berorientasi pada wisata, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesadaran publik. Keberadaan Bogor Bird Zoo diharapkan menjadi pusat edukasi dan konservasi burung yang relevan dengan perkembangan kawasan perkotaan Bogor.

Melalui kolaborasi ini, TSI dan Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan kota, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.***