Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 227

IWGFF Rilis Indeks Investasi Hijau III 2025: Bank Nasional Memimpin, Redflag Lingkungan Masih Minim

0

Bogordaily.net — Indonesian Working Group on Forest Finance (IWGFF) merilis Indeks Investasi Hijau III 2025, laporan independen yang menilai kinerja lingkungan, sosial dan tata Kelola (Environment Social and Governance-ESG) dari 13 bank nasional dan asing.

Hasil tahun ini menunjukkan pencapaian signifikan: bank-bank nasional untuk pertama kalinya unggul di sebagian besar kategori, menggeser bank asing yang sebelumnya mendominasi sejak 2018.

Bank Nasional Unggul

Indeks Investasi Hijau 2025 menempatkan Panin, Mandiri, BCA, BNI, CIMB, Danamon, BSI, dan BRI sebagai bank dengan skor tertinggi. Bank asing seperti OCBC dan DBS berada di papan tengah, sementara satu bank asing besar masuk kategori merah.

Perbandingan hasil kajian
Indeks Investasi Hijau II dan Indeks Investasi Hijau III

IWGFF Rilis Indeks Investasi Hijau III 2025:  Bank Nasional Memimpin, Redflag Lingkungan Masih Minim

Direktur Eksekutif IWGFF, Willem Pattinasarany, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan kemajuan penting bagi transformasi keuangan berkelanjutan Indonesia, namun tetap membutuhkan kehati-hatian:

“Perbankan nasional menunjukkan kemajuan dalam laporan keberlanjutan, namun ternyata mereka belum memiliki Standard Redflag yang memadai di sektor lingkungan dan kehutanan, yang dapat mengidentifikasi investasi dan dugaan terjadinya kerusakaan bahkan kejahatan akibat investasi mereka di sektor lingkungan dan sumberdaya alam. Hal ini ditunjukan dengan minimnya Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan-LTKM (Suspicous Transacation Report-STR) yang dilaporkan oleh perbankan kepada PPATK terkait dugaan kejahatan di sektor kehutanan dan lingkungan yang dilakukan oleh nasabahnya.

Data PPATK menunjukkan LTKM sepanjang Januari 2023 -Februari 2025 hanya 0,05 persen di sektor kehutanan, dan 0,33 persen di sektor lingkungan dari total 428.021 laporan yang masuk ke PPATK, demikian disampaikan Willem.
Peneliti IWGFF, Marius Gunawan, menjelaskan:

“Kebijakan ESG di atas kertas sudah lebih baik dengan memperlihatkan indeks investasi hijau perbankan ke jalur investasi yang pro lingkungan, namun Perbankan perlu meningkatkan Risk Assessment dan Enhance Due Diligence terhadap dukungan investasi mereka di sektor lingkungan yang berpotensi menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, dan sumberdaya alam, bencana hidrometereologis, serta gejolak sosial di lapangan.

Peneliti IWGFF lainnya, Derry Wanta, menambahkan:

“Risiko lingkungan harus menjadi bagian wajib dalam proses Anti Money Laundering (AML) dan uji tuntas kredit. Tanpa integrasi menyeluruh, bank akan tetap rentan mendanai aktivitas yang dapat menimbulkan risiko hukum, reputasi, dan finansial.”

IWGFF menilai bahwa sektor perbankan Indonesia berada pada jalur yang benar menuju praktik keuangan berkelanjutan, namun beberapa hal yang perlu dilakukan oleh perbankan maupun regulator guna pencapaian target iklim nasional dan menciptakan ekonomi hijau yang lebih kuat dan resilien antara lain:

  1. Integrasikan Indeks Investasi Hijau sebagai bagian dari sistem pengawasan OJK dan penilaian risiko bank.
  2. Perlu transparansi kredit sektor berisiko tinggi, termasuk laporan berkala yang dapat diakses publik.
  3. Hentikan pembiayaan baru untuk aktivitas tidak berkelanjutan seperti energi fosil dan kegiatan yang tidak memenuhi izin lingkungan.
  4. Perkuat integrasi OJK–PPATK, menjadikan risiko lingkungan sebagai komponen penting dalam sistem AML.
  5. Percepat penerapan Taksonomi Hijau Indonesia, termasuk daftar pengecualian (exclusion list) untuk aktivitas yang tidak dapat dibiayai.***

Pedal Kopling Mobil Terasa Berat? Ini Biang Keroknya!

0

Bogordaily.net – Pedal kopling mobil yang terasa keras dan sulit diinjak bukan sekadar soal kenyamanan. Kondisi ini menjadi tanda awal adanya gangguan pada sistem transmisi manual yang bisa berdampak pada keselamatan dan performa kendaraan.

Jika dibiarkan, pengemudi akan cepat lelah, terutama saat terjebak macet panjang atau menempuh perjalanan jauh seperti mudik.

Masalah kopling berat umumnya berasal dari beberapa komponen utama yang bekerja saling berkaitan.

Ketika salah satunya bermasalah, tekanan pada pedal akan meningkat dan membuat perpindahan gigi terasa tidak nyaman.

Berikut penjelasan penyebab paling umum pedal kopling terasa keras beserta perannya dalam sistem transmisi mobil.

1. Kabel Kopling Mengalami Kekakuan

Pada mobil dengan sistem kopling mekanis, kabel kopling berfungsi menyalurkan tenaga injakan pedal menuju mekanisme pembebas kopling.

Seiring usia pemakaian, kabel dapat kehilangan pelumasan, mengalami karat, atau kotoran menumpuk di dalam selongsongnya.

Kondisi tersebut memicu gesekan berlebih di dalam kabel sehingga gerakannya menjadi berat.

Dampaknya, pedal kopling terasa keras saat diinjak. Jika struktur kabel sudah rusak atau seratnya mulai putus, penggantian menjadi solusi paling aman.

Namun bila hanya disebabkan oleh kekeringan, pelumasan khusus biasanya cukup untuk mengembalikan kelenturan kabel.

2. Pegas Diafragma pada Clutch Cover Melemah

Pegas diafragma yang berada di dalam clutch cover berperan penting dalam proses penekanan dan pelepasan kampas kopling dari flywheel.

Komponen ini bekerja setiap kali pengemudi menginjak pedal kopling saat ingin memindahkan gigi.

Ketika pegas diafragma mulai aus atau melemah, dibutuhkan tenaga injakan yang lebih besar untuk memisahkan kampas kopling dari flywheel.

Akibatnya, pedal terasa lebih berat dari biasanya. Selain membuat kaki cepat lelah, kondisi ini juga dapat menyebabkan perpindahan gigi tidak mulus dan berpotensi mempercepat keausan komponen lain.

3. Release Bearing Mengalami Aus atau Macet

Release bearing bertugas menekan pegas diafragma ketika pedal kopling diinjak. Komponen ini bekerja sebagai perantara agar tekanan dari pedal dapat diteruskan secara optimal ke sistem kopling.

Jika release bearing mengalami keausan atau macet, tekanan yang seharusnya diteruskan menjadi tidak maksimal.

Hal ini membuat pemisahan antara kampas kopling dan flywheel tidak berjalan sempurna. Dampaknya langsung terasa pada kaki pengemudi berupa tekanan balik yang lebih besar, sehingga pedal kopling menjadi keras dan sulit dilepas.

Pedal kopling yang berat sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan lanjutan dan menjaga kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Jika gejala ini mulai terasa, membawa mobil ke bengkel untuk pengecekan menyeluruh menjadi langkah bijak sebelum masalah semakin parah.***

Dapur MBG Tak Sesuai Standar, Insentif Fasilitas 6 Juta Per Hari Bakal Dipangkas

0

Bogordaily.net – Para Mitra, Yayasan dan Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) harus mengelola fasilitas SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal ini sangat penting agar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu terjaga kualitasnya, sehingga terhindar dari kemungkinan insiden keamanan pangan. Untuk itu, masing-masing dapur mendapat insentif fasilitas SPPG sebesar Rp 6 juta per hari operasional per SPPG.

“Anda jangan keenakan dengan insentif besar ini. Sudah dapat insentif Rp 6 juta per hari kok malah ongkang-ongkang. Blender rusak nggak mau ganti, akhirnya Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan patungan beli blender. Gimana tuh,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, dalam pengarahannya di acara Koordinasi dan Evaluasi Program BGN di Hotel Aston Cirebon, Minggu, 7 Desember 2025.

Insentif fasilitas SPPG sebesar Rp 6 juta per hari adalah pembayaran tetap sebagai kompensasi atas ketersediaan fasilitas yang memenuhi standar BGN. Pemberian insentif fasilitas SPPG ini bertujuan untuk menjamin kesiapsiagaan (stand of readiness). “Besaran ini berlaku untuk 2 tahun pertama, selanjutnya akan dievaluasi,” kata Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Kedeputian Sistem dan Tata Kelola BGN Eny Indarti.

Pembayaran insentif fasilitas SPPG tidak bergantung kepada jumlah porsi yang dilayani masing-masing SPPG. Rupanya pemberian insentif itu menimbulkan kecemburuan. Nanik mengaku diprotes mitra dan yayasan yang merasa diperlakukan tidak adil. “Masa saya yang sudah bangun dapur 400 meter persegi di tahap pertama disamakan dengan dapur-dapur sekarang yang kurang dari 400 meter persegi,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Infestigasi itu menirukan protes mereka.

Namun Nanik memastikan bahwa pemerintah, dalam hal ini BGN, akan tetap menerapkan prinsip keadilan kepada seluruh SPPG. Tim appraisal akan bekerja secara independen. “Mereka akan menilai dapur-dapur anda dengan adil. Kalau ternyata dapur anda tidak sesuai standar, atau nilainya rendah, insentif fasilitas akan dipangkas. Jangan sembarangan…!,” kata Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Pengelolaan Program MBG itu.

Selain pemenuhan SOP dan kelengkapan standar dapur MBG, setiap SPPG juga harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Halal, sementara para relawan harus mendapat Pelatihan Penjamah Makanan. Untuk Kota Cirebon, dari 21 SPPG yang sudah beroperasi, 15 SPPG sudah memiliki SLHS, 11 SPPG sedang dalam proses pengajuan, sementara 2 SPPG sama sekali belum mengajukan SLHS.

Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon, dari 139 SPPG yang sudah beroperasi, 106 SPPG telah memiliki SLHS, 24 SPPG sedang dalam proses uji, sementara 9 SPPG masih belum mengajukan. “Tolong ya… yang belum harus segera mendaftar. Saya beri waktu 1 bulan. Kalau dalam 1 bulan belum juga mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan, saya perintahkan agar di-suspend,” kata Nanik.

Nanik kemudian mengapresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Sumanto dan Kepala Dinas Keamanan Pangan Wati Prihastuti. Sebab, sebagai Ketua Satgas MBG Kota Cirebon, Sekda sudah mengeluarkan aturan bahwa SPPG tidak boleh memberikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jika belum memiliki SLHS. Sementara Wati sudah menyiapkan pelatihan rapid test pangan. “Itu aturan yang bagus Pak. Saya setuju dengan aturan itu. Juga dengan rencana pelatihan rapid tes dari Dinas Ketahanan Pangan,” kata mantan wartawan senior itu. ***

Kemenkop Masuk 10 Besar Badan Publik Informatif Dalam Anugerah KIP 2025

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berhasil meraih masuk dalam jajaran 10 besar Badan Publik dengan predikat Informatif dengan nilai 98,01 kategori Kementerian pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi dalam hal ini mewakili Menteri Koperasi mengungkapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) RI atas anugerah penghargaan yang diberikan kepada Kemenkop di Jakarta, Senin (15/12).

Seskemenkop juga mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan Kemenkop mempertahankan predikat Badan Publik Informatif. “Setelah berubah nomenklatur dari Kementerian Koperasi dan UKM menjadi Kementerian Koperasi, Kementerian Koperasi berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif dan masuk 10 besar. Penghargaan ini akan menjadi penyemangat sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kemenkop agar terus meningkatkan kinerja berdasarkan indikator dan kriteria penilaian yang ada,” ujar Zabadi.

Melalui penghargaan ini pula, Zabadi berkomitmen Kemenkop akan terus meningkatkan penyelenggaraan pelayanan publik ke depan. “Anugerah ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan publik, dan terus meningkatkannya setiap tahun,” kata Seskemenkop.

Seskemenkop menyatakan, keberhasilan Kemenkop menjadi Badan Publik Informatif tidak lantas menjadikan pihaknya berpuas diri agar di tahun-tahun selanjutnya dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaian tersebut.

“Apresiasi ini merupakan sebuah amanah, kepercayaan, dan motivasi untuk meningkatkan kualitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) kami, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh lapisan masyarakat,” tutur Zabadi.

Selain itu, Zabadi menyatakan bahwa hasil ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi reformasi birokrasi pemerintah, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan publik dan dapat terus dikembangkan ke depan.

Lebih dari itu, bagi Seskemenkop, keterbukaan informasi publik merupakan fondasi utama untuk membangun transparansi sekaligus sarana pemenuhan hak masyarakat atas layanan informasi yang akurat. Oleh karena itu, Kemenkop berkomitmen untuk menyediakan kemudahan akses terhadap informasi bagi masyarakat terkait program-program strategis Kementerian.

“Uji publik menjadi ruang strategis untuk memperlihatkan keseriusan Kemenkop dalam memastikan informasi dapat diakses oleh seluruh warga negara,” ujar Zabadi.***

Manjakan Nasabah di HUT ke-130, BRI Tebar Ragam Promo Diskon Spesial hingga Suku Bunga KPR Spesial 1,30%

0

Bogordaily.net – Memasuki usia ke-130 tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat komitmennya untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah melalui berbagai program promo nasional bertajuk “Belanja Bijak, Jadi Hemat, Berlimpah Promo”. Program ini berlangsung hingga 31 Desember 2025 dan menghadirkan berbagai penawaran menarik di lebih dari ratusan merchant ternama di seluruh Indonesia.

Mengusung semangat perayaan perjalanan panjang BRI sebagai bank terbesar yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, program ini memberikan beragam keuntungan bagi pengguna BRI Debit, BRI Kartu Kredit, dan QRIS BRImo. Mulai dari diskon hingga Rp1,3 juta, cashback hingga Rp130 ribu, hingga harga spesial mulai Rp13 ribu yang berlaku untuk kategori Food & Beverage, Fashion, Travel, Beauty & Wellness, Electronics, E-commerce, Home Living, Groceries, hingga Hobbies & Entertainment.

Corporate Secretary BRI Dhanny, mengatakan bahwa promo HUT BRI ke-130 ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh nasabah setia BRI. “Selama 130 tahun, BRI telah tumbuh sebagai bank yang selalu dekat dengan masyarakat. Melalui rangkaian promo ini, kami ingin menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih hemat, mudah, dan menyenangkan, sekaligus memperluas manfaat layanan BRI dalam mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.

Program promo BRI dalam rangka hari jadinya ini mencakup penawaran spesial, seperti:

Diskon Rp130 ribu untuk berbagai restoran favorit, termasuk Kimukatsu, Paradise Dynasty, Pepper Lunch, Sushi Tei, dan lainnya.

Cashback Rp13 ribu hingga Rp130 ribu untuk transaksi QRIS BRImo di merchant F&B, fashion, groceries, hingga travel.
Harga spesial Rp13 ribu – Rp130 ribu untuk produk dan layanan dari brand seperti Rejuve, Mako, Roti’O, Monsieur Spoon, Point Coffee, hingga pendopo & Azko.

Diskon besar hingga Rp1,3 juta di merchant seperti iBox, Samsung by Erafone, Erafone, Electronic City, Voila.id, hingga Jamtangan.com.

Travel Deals yang mencakup diskon di Traveloka, Tiket.com, Agoda, ANA Airlines, D’Prima Hotel, serta Grab.
BRI Special Offers untuk kredit konsumtif, asuransi, hingga biaya remitansi dengan tarif spesial 1,30 USD.

Lebih lanjut, program HUT ini tidak hanya menarik dari sisi besaran promo, tetapi juga menghadirkan fleksibilitas pembayaran melalui cicilan hingga 24 bulan di berbagai kategori belanja seperti elektronik, gadget, dan home living.

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-130, BRI juga menghadirkan penawaran suku bunga KPR spesial HUT BRI yang hanya tersedia sepanjang Desember 2025. Melalui program ini, nasabah dapat menikmati pilihan suku bunga fixed dan floating yang kompetitif, dengan DP mulai dari 1,30% dan tenor fleksibel hingga 25 tahun untuk nasabah fixed income, sehingga memudahkan masyarakat memiliki hunian idaman dengan ketentuan yang lebih menguntungkan. Penawaran ini dihadirkan khusus untuk properti dengan harga di bawah Rp1 miliar, sebagai wujud nyata BRI dalam mendukung kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia.

“BRI ingin memastikan bahwa momentum ulang tahun ke-130 ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendorong transaksi non-tunai yang aman dan efisien di seluruh ekosistem digital BRI,” tambah Hery.

“Dengan rangkaian promo berskala nasional ini, BRI berharap dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin relevan dan dekat dengan kebutuhan masyarakat modern, sejalan dengan visi transformasi BRIVolution Reignite dan peran BRI sebagai satu bank untuk semua,” pungkas Heri.

Seluruh promo BRI dalam rangka HUT ke-130 ini dapat diakses melalui microsite resmi: bbri.id/promobri130, termasuk daftar lengkap tenant, mekanisme transaksi, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.***

SMP ITA ÈL MA’MUR Satukan Parenting dan Aksi Kemanusiaan, Himpun Donasi untuk Korban Bencana Sumatra–Aceh

0

Bogordaily.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam sekaligus penguatan pendidikan karakter, SMP ITA ÈL MA’MUR, Kota Bogor, menggelar kegiatan parenting yang dirangkaikan dengan puncak penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh, Senin (15/12/2025).

SMP ITA ÈL MA’MUR yang beralamat di Jl. Cimanggu Barata ÈL Ma’mur No.02, RT.02/RW.04, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, mengusung tema “Mengasuh dengan Hati, Membangun Karakter Sejak Dini”.

Kegiatan ini diikuti oleh orang tua dan wali murid dari SDITA, SMPITA, dan SMAITA ÈL MA’MUR, serta menjadi ruang edukasi keluarga dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era modern.

Penggalangan donasi telah dilaksanakan sejak 8 Desember 2025 melalui keterlibatan aktif para siswa. Puncak penyerahan donasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan parenting.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, berhasil dihimpun dana sebesar Rp17.509.000 yang disalurkan kepada korban bencana Sumatra dan Aceh melalui kerja sama dengan LAZNAS Yatim Mandiri.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Ma’mur Manaf Assalamah, K.H. Deden Syarief Hidayatullah, S.HI., yang menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membangun pendidikan karakter.

“Pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Pengasuhan yang dilandasi ketulusan hati serta nilai keimanan adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Materi parenting disampaikan oleh dai nasional Ust. Samsam Nurhidayat, yang menyoroti peran strategis orang tua sebagai teladan utama bagi anak. Ia menekankan bahwa keteladanan di lingkungan keluarga memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan kepribadian anak.

“Orang tua adalah teladan pertama dan utama bagi anak-anak. Apa yang mereka lihat di rumah akan jauh lebih membekas dibandingkan apa yang hanya mereka dengar. Keteladanan adalah metode pendidikan karakter yang paling efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMP ITA ÈL MA’MUR, Jusman, menegaskan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam pendidikan karakter anak. Menurutnya, sekolah berfungsi sebagai mitra orang tua dalam memperkuat nilai-nilai yang ditanamkan di rumah.

“Pendidikan sejatinya tidak dimulai dari ruang kelas, tetapi dari rumah. Sekolah memiliki peran penting, namun orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Setiap sikap dan keputusan orang tua akan menjadi pelajaran hidup bagi mereka,” kata Jusman.

Ia menambahkan bahwa tema parenting yang diangkat sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, sosial, dan spiritual.

“Kami ingin membangun generasi yang berakhlak mulia, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Ketua Komite Sekolah selaku pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kegiatan parenting dan aksi sosial ini menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik sejak dini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMP ITA ÈL MA’MUR menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, peran keluarga, dan kepedulian kemanusiaan dalam satu rangkaian kegiatan yang edukatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.***

m fidri takhrimsyah

DWP Kementerian UMKM dan ID FOOD Salurkan Bantuan Perlengkapan Bayi untuk Korban Bencana di Sumatera

0

Bogordaily.net — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama ID FOOD menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan bayi bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Bantuan tersebut akan disalurkan di posko nasional penanganan bencana Sumatera yang ada di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera.

“Musibah yang terjadi menjadi duka kita bersama. Melalui bantuan perlengkapan bayi ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak-anak tetap terpenuhi di tengah kondisi yang sulit,” ujar Penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, saat melepas bantuan secara simbolis di Jakarta, Senin (15/12).

Penyaluran bantuan ini, kata dia, merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap korban bencana, khususnya kelompok rentan seperti bayi dan ibu.

Tina menyampaikan perhatian terhadap kebutuhan dasar bayi menjadi sangat penting dalam situasi darurat bencana, ketika keluarga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dan fasilitas dasar.

Tina menegaskan kolaborasi antara DWP Kementerian UMKM dan ID FOOD merupakan wujud nyata sinergi antarlembaga dalam memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.

Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para penerima, tetapi juga menjadi penguat moral bagi masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Tina juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya ID FOOD, yang telah berkontribusi aktif dalam proses pengumpulan dan pendistribusian bantuan.

DWP Kementerian UMKM berharap bantuan ini dapat sampai dengan aman kepada para korban bencana di Sumatera serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pemulihan, menumbuhkan harapan baru, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.***

Hadiri Peresmian SDN Cimanggu dan Kencana 1, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

0

Bogordaily.net – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Riyanto Andhika Putra mendampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, menghadiri peresmian gedung SDN Cimanggu dan SDN Kencana 1, Senin 15 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Riyan berkesempatan mengelilingi kawasan dua sekolah yang selesai direnovasi dengan menggunakan APBD Kota Bogor.

Riyan pun meminta komitmen kepada Pemerintah Kota Bogor untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bogor.

“Harus ada komitmen dari Pemkot karena kami menginginkan mutu pendidikan yang naik kelas dengan pendidikan yang merata, aman dan nyaman bagi seluruh anak di Kota Bogor,” kata Riyan.

Lebih lanjut Riyan menjelaskan. Berdasarkan hasil rapat kerja dan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Kota Bogor, terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Bogor kedepan.

Pertama adalah peningkatan mutu tenaga pendidik. Menurut Riyan, untuk menciptakan generasi emas, perlu tenaga pendidik yang mumpuni.

Riyan mengungkapkan dengan adanya penambahan ruang kelas ataupun sekolah-sekolah baru, maka akan menghadirkan tantangan baru, yakni kurangnya tenaga didik yang harus diselesaikan.

Berdasarkan data yang ia pegang, di tahun 2025, belum ada tenaga didik baru untuk mengajar di sekolah, sedangkan data menyebut 20 guru pensiun setiap bulannya.

“Nah disini tugas Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memastikan, setiap guru yang mengajar di Kota Bogor memiliki kapabilitas, maka harus diberikan pelatihan yang baik pula, serta perencanaan perekrutan yang jelas,” kata Riyan

Kedua, Riyan menyinggung soal pemerataan dan akses fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan masih jauh dari kata cukup.

Beberapa kelurahan yang berada di pinggiran kota masih belum memiliki sekolah negeri, dan sebarannya masih terpusat di tengah saja.

Sehingga ia berharap dengan adanya program Bogor Cerdas yang dicanangkan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, pemerataan sekolah bisa tercapai.

“Selain itu, fokus utama kami juga akan memastikan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat sasaran sehingga tidak ada lagi peserta didik yang putus sekolah. Terkait fasilitas, saya berharap adanya penambahan sarana prasarana seperti meja dan bangku untuk ruang kelas yang harus di isi,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

Situasi Terkini Kasus Flu Babi di Kota Bogor

0

Bogordaily.net- Sehubungan dengan adanya kasus flu babi di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Flu babi (swine influenza) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Influenza A yang awalnya berasal dari babi, terutama subtipe H1N1, tetapi dapat juga H1N2 atau H3N2.

Virus ini dulu banyak beredar pada populasi babi, namun beberapa strain mengalami mutasi sehingga mampu menginfeksi manusia dan menular antarmanusia seperti flu biasa.

Saat ini, istilah “flu babi” paling sering merujuk pada virus Influenza A/H1N1pdm09, yaitu virus yang menyebabkan pandemi influenza tahun 2009 dan sekarang sudah menjadi bagian dari flu musiman.

Pada manusia, penyakit ini umumnya menimbulkan gejala mirip influenza musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan.

Namun, pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, termasuk pneumonia atau perburukan penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya.

Masa inkubasi flu babi berada pada rentang yang sama dengan influenza musiman, yaitu sekitar 1–4 hari, dengan rata-rata 2–3 hari. Pada periode ini, individu yang terinfeksi dapat mulai menularkan virus meskipun belum menunjukkan gejala.

Risiko penularan meningkat pada individu yang memiliki kontak erat dengan babi, baik di peternakan, fasilitas pemeliharaan, maupun tempat penjualan hewan.

Selain itu, lingkungan yang padat, kurang ventilasi, serta interaksi dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu tanpa menggunakan pelindung diri turut memperbesar peluang penularan.

Virus dapat menyebar melalui percikan pernapasan saat batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak langsung dengan hewan atau permukaan yang terkontaminasi virus.

Beberapa strain virus influenza asal babi yang telah beradaptasi juga dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa flu babi tidak menular melalui konsumsi daging babi yang dimasak dengan benar.

Infeksi flu babi pada manusia umumnya menimbulkan gejala mirip flu musiman, namun pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi berat. Risiko kesehatan meliputi:

Demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan.

Pneumonia atau infeksi saluran pernapasan bawah pada kasus berat.

Perburukan penyakit kronis, seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes.

Risiko lebih tinggi terjadi pada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan imunitas rendah.

Pengobatan flu babi secara umum mengikuti tata laksana influenza. Pada sebagian besar kasus, penyakit ini bersifat ringan hingga sedang dan dapat pulih dengan perawatan suportif di rumah.

Namun, pasien dengan gejala berat, kelompok berisiko tinggi, atau yang mengalami komplikasi memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Pencegahan flu babi dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, menggunakan masker di fasilitas pelayanan kesehatan atau saat bergejala.

Menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat dan nutrisi yang baik, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala mirip influenza untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Pelaksanaan surveilans penyakit influenza di Kota Bogor dipantau melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang dilaporkan setiap minggunya oleh 22 Rumah Sakit dan 25 Puskesmas se-Kota Bogor melalui variabel penyakit Influenza Like Illness (ILI).

Situasi ILI Kota Bogor tahun 2025 sampai dengan minggu epidemiologi 47 total kasusnya adalah 2905 kasus. Berdasarkan analisis mingguan, kasus ILI di Kota Bogor menunjukkan fluktuasi mingguan dengan rata-rata 62 kasus/minggu, titik tertinggi terjadi pada Minggu 42 dengan 122 kasus, sementara kasus terendah tercatat pada Minggu 14 dengan 11 kasus.

Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor belum mendapatkan laporan atau menemukan kasus Flu Babi di Kota Bogor. Sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap penyakit Flu Babi, Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan upaya sebagai berikut :

Memantau tren kasus ILI melalui SKDR dan menghimbau kepada unit pelapor (Rumah Sakit dan Puskesmas) untuk segera melapor melalui menu EBS-SKDR jika ditemukan klaster penyakit infeksi pernafasan
Berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terkait perkembangan informasi terkait kasus Flu Babi.

Memberikan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit influenza melalui media sosial dan Puskesmas.***

Muhammad Irfan Ramadan

Polresta Bogor Kota Ungkap Kasus Penipuan Tukar Kartu ATM, Kerugian Korban Capai Rp210 Juta

0

Bogordaily.net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan pencurian dengan modus penukaran kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terjadi di wilayah Kota Bogor.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan polisi yang diterima pada 10 Desember 2025.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025, di sebuah mesin ATM yang berada di salah satu minimarket di Kelurahan Muljaharja, Bogor Selatan.

Korban, seorang perempuan, saat itu tengah melakukan transaksi penarikan tunai. Namun, kartu ATM milik korban tersangkut di dalam mesin dan tidak dapat digunakan.

Melihat kondisi tersebut, pelaku kemudian berpura-pura membantu korban. Dalam aksinya, pelaku mengamati nomor PIN korban, lalu menukarkan kartu ATM korban dengan kartu lain yang telah disiapkan sebelumnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp210 juta.

“Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri menggunakan kendaraan roda empat,” ujar Kompol Aji pada Senin 15 Desember 2025.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial Z, R, dan A, sementara dua pelaku lainnya berinisial M dan W masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Seluruh pelaku diketahui berasal dari wilayah Lampung.

Kompol Aji menjelaskan bahwa pelaku berinisial SA berperan sebagai otak kejahatan dan diketahui merupakan residivis dengan kasus serupa di wilayah Semarang dan Sukabumi.

Para pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari memantau situasi, menutup kamera ATM, hingga menjadi pengemudi kendaraan.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 41 kartu ATM dari berbagai bank, beberapa alat tusuk ATM, serta satu unit kendaraan roda empat.

Motif kejahatan tersebut, kata Kompol Aji, adalah untuk memenuhi gaya hidup para pelaku, termasuk berpesta dan mengonsumsi minuman keras.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman pidana penjara.

Kompol Aji juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan ATM. Masyarakat diminta tidak menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal, segera membatalkan transaksi jika kartu ATM tertelan, menutup keypad saat memasukkan PIN, serta segera melapor ke pihak bank atau kepolisian apabila mengalami kejadian serupa.***

Ibnu Galansa