Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 231

PSSI Kabupaten Bogor Sukses Tuntaskan Bogor Junior League 2025, Ini Para Juara KU 9–12

0

Bogordaily.net – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Bogor menuntaskan seluruh rangkaian Bogor Junior League (BJL) 2025 dengan sukses.

Kompetisi sepak bola usia dini dan remaja tersebut menjadi ajang pembinaan berkelanjutan bagi talenta muda di Bumi Tegar Beriman, sekaligus mempertegas komitmen PSSI Kabupaten Bogor dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini.

Laga puncak BJL 2025 untuk empat kelompok usia, yakni U9, U10, U11, dan U12, digelar di Lapangan Yon Armed, Kecamatan Sukaraja, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Pertandingan final berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para pemain, pelatih, orang tua, hingga pengurus klub anggota.

Ketua PSSI Kabupaten Bogor, H. Iswahyudi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh agenda kompetisi BJL tahun ini.

“Alhamdulilah semua program BJL 2025 untuk semua Kelompok Usia (KU) tuntas dan berjalan dengan lancar,” ujar Iswahyudi.

Ajang Pembinaan Berjenjang Usia Dini

Iswahyudi menjelaskan, partai final yang digelar kali ini merupakan puncak kompetisi untuk kelompok usia 9, 10, 11, dan 12 tahun.

Sebelumnya, PSSI Kabupaten Bogor telah lebih dahulu menyelesaikan kompetisi untuk kelompok usia U13 dan U15.

Menurutnya, Bogor Junior League merupakan program tahunan yang secara konsisten dijalankan sebagai sarana pencarian, pembinaan, dan pemetaan bakat pesepak bola muda di Kabupaten Bogor.

“Ada 6 KU yang kami gulirkan dalam BJL 2025. Alhamdulilah klub klub anggota PSSI Kabupaten Bogor sangat antusias dengan event BJL yang menjadi agenda rutin dalam pencarian talenta pesepakbola usia dini atau usia remaja di Kabupaten Bogor,” papar Iswahyudi.

Antusiasme klub-klub peserta dinilai menjadi indikator positif bahwa kompetisi berjenjang sangat dibutuhkan sebagai ruang belajar, bertanding, dan berkompetisi secara sehat bagi para pemain muda.

Dalam kesempatan tersebut, Iswahyudi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, serta Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar roda kompetisi dan pembinaan sepak bola usia dini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Iswahyudi menegaskan bahwa PSSI Kabupaten Bogor akan terus menerjemahkan amanah Bupati Bogor terkait penggalian dan pembinaan potensi atlet sepak bola daerah secara serius dan terstruktur.

Target Lebih Besar di Tahun 2026

Tak berhenti sampai di BJL 2025, PSSI Kabupaten Bogor telah menyiapkan rencana pengembangan kompetisi yang lebih besar untuk tahun mendatang.

Pada tahun 2026, kompetisi BJL U13, U15, dan U17 direncanakan akan digelar dengan format liga penuh dan memperebutkan Piala Bupati Bogor.

Untuk kelompok usia U13 dan U15, kompetisi dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026, sementara U17 akan digelar pasca Lebaran.

“Saya ucapkan selamat kepada para juara KU 9, 10, 11, 12 BJL 2025. Semoga kedepannya akan terus berprestasi dan melahirkan para pemain hebat yang bisa membela Kabupaten Bogor dalam berbagai event sepakbola Jabar ataupun nasional,” pungkas Iswahyudi.

Daftar Juara Bogor Junior League 2025

Kelompok Usia 9 Tahun

  1. Tunas Muda 85
  2. Cibinong City
  3. Cileungsi United
  4. Tunas Gunung Putri

Kelompok Usia 10 Tahun

  1. Indocement
  2. Putra Lebak Khenzi Putih
  3. Prahara
  4. Tunas Cileungsi

Kelompok Usia 11 Tahun

  1. Indocement
  2. Citras Sinatria
  3. Bojong Gede Raya
  4. Annisa Pratama Steel

Kelompok Usia 12 Tahun

  1. Tunas Cileungsi
  2. TPM Gunung Putri
  3. Kabomania Muda
  4. Prahara

Percepat Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Barat, BRI Dukung Pembiayaan Sindikasi Rp2,2 Triliun untuk Proyek Flyover Sitinjau Lauik

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Perseroan turut berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp2,2 triliun untuk proyek strategis Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Proyek Flyover Sitinjau Lauik menjadi salah satu infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat Sumatera Barat, terutama karena kondisi jalur Padang – Solok yang selama ini dikenal ekstrem dengan tingkat kemiringan curam dan risiko kecelakaan yang tinggi.

Dalam kerja sama ini, BRI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners (JMLAB) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), dengan dukungan dari bank peserta lain seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), dan Bank Nagari.

Di saat wilayah Sumatera Barat tengah melakukan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, kehadiran proyek ini memberikan harapan baru bagi peningkatan keselamatan, kelancaran konektivitas, dan percepatan mobilitas masyarakat maupun logistik.

Flyover dengan panjang 2,774 kilometer tersebut memiliki nilai proyek mencapai Rp2,739 triliun, dengan masa konstruksi sekitar 2,5 tahun dan masa operasi selama 10 tahun. Proyek ini mencakup pembangunan jalan dan jembatan (flyover), perencanaan teknis, hingga preservasi selama masa operasional.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam pembiayaan proyek ini merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“BRI memiliki kapasitas pendanaan yang kuat untuk masuk pada proyek-proyek KPBU dengan struktur yang bankable. Kami terus mengoptimalkan peran sebagai institusi keuangan yang mendukung penguatan konektivitas dan produktivitas nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Riko juga mengapresiasi dukungan Kementerian PUPR serta peran PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PPI) yang membantu memastikan struktur pembiayaan dalam proyek ini berjalan prudent, terukur, dan sesuai standar tata kelola. Menurutnya, kelengkapan struktur pendukung tersebut menjadikan proyek ini memiliki tingkat kelayakan pembiayaan yang baik serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“BRI senantiasa menghadirkan solusi pembiayaan yang prudent, terukur, dan berorientasi pada manfaat sosial-ekonomi. Kami meyakini bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting untuk meningkatkan konektivitas, produktivitas, dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Melalui pembiayaan sindikasi Flyover Sitinjau Lauik, BRI berharap akses transportasi menuju dan dari kawasan Sumatera Barat dapat semakin aman dan efisien. Infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Selain memberikan dukungan pembiayaan, BRI juga menghadirkan layanan terintegrasi melalui BRI One Solutions untuk mendukung kebutuhan para pelaku usaha dan mitra terkait proyek.

Layanan tersebut mencakup pengelolaan transaksi melalui Qlola, fasilitas Bank Garansi, Supplier/Vendor Financing, hingga Employee Benefits yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan memperlancar aktivitas bisnis.

“Partisipasi BRI dalam proyek ini menjadi bukti konsistensi perseroan dalam mendukung program pembangunan pemerintah serta komitmen jangka panjang dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Melalui sinergi lintas lembaga dan pemanfaatan kapasitas pendanaan yang solid, BRI terus berperan aktif menghadirkan pembangunan yang inklusif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Riko.

 

Menkop Resmikan Pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih Sokoduwet di Pekalongan

0

Bogordaily.net – Peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan ekonomi desa berbasis kerakyatan di Kota Pekalongan.

Peletakan batu pertama untuk pembangunan aset fisik berupa gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih Sokoduwet dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.

Turut mendampingi dalam Acara, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arsian Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan Mohammad Azmi Basyir, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Kapolres Pekalongan Kota Riki Yariandi, Ketua Pengadilan Negeri Kota Pekalongan Agus Maksum Mulyohadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Direktur Pengembangan Usaha Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Afif Thosin, Ketua Umum Presidium Forum Koperasi Indonesia (FORKOPI) sekaligus Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arsian Djunaid, dan Kepala Dinas Koperasi Kota Pekalongan Supriono.

Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa peletakan batu pertama Kantor KKMP Sokoduwet merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat setempat.

Menkop juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pemerintah Kota Pekalongan, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan tersebut.

Menkop menegaskan bahwa pembangunan koperasi kelurahan ini tidak hanya menghadirkan gerai ritel, pergudangan, dan fasilitas pendukung, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. “Sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi yang mencakup akses permodalan, pelatihan, dan pemasaran,” kata Menkop.

Ia menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan nasional yang menargetkan puluhan ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Latar belakangnya adalah kebutuhan memperkuat ekonomi lokal, memperluas akses usaha kecil, dan menjadikan koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat.

Koperasi Kelurahan di Pekalongan akan dilengkapi fasilitas sembako, gudang, apotek klinik, lembaga keuangan mikro, hingga transportasi. Semua ini dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal yang ada di Pekalongan dan sekitarnya.

Sebagai wujud komitmen Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam upaya mengoptimalkan operasionalisasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Pekalongan, akan dilakukan serangkaian pelatihan peningkatan SDM bagi pengelola ataupun pengurus koperasi. “Kami akan mendukung penuh pelatihan SDM, pengurus, dan digitalisasi koperasi desa,” kata Menkop Ferry.

Menkop Ferry menambahkan bahwa setelah aset fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Desa Sokoduwet tersebut selesai, diharapkan dapat segera beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. Ia mempersilakan pengurus atau pengelola koperasi untuk menjual produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN dan swasta.

Namun ia juga menekankan agar Koperasi Kelurahan Merah Putih di Desa Sokoduwet ini memaksimalkan untuk dapat memfasilitasi produk – produk dari masyarakat di Pekalongan dan sekitarnya.

“Saya menantang supaya produk lokal di Kota Pekalongan dan sekitarnya berani masuk gerai ritel kita sendiri (koperasi),” ucap Menkop Ferry.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyambut baik pembangunan koperasi Kelurahan Merah Putih di 27 titik di Kota Pekalongan. Ia menilai semangat pengurus koperasi di wilayah sangat luar biasa. Namun ia mengingatkan agar koperasi tidak langsung masuk ke simpan pinjam, demi menjaga kesehatan usaha dan tidak menyaingi koperasi besar yang sudah ada.

Ia mengapresiasi dukungan aparat yang terus mengawal jalannya program koperasi desa. Dengan latar belakang pengurus yang beragam dan mumpuni, ia optimistis koperasi Merah Putih di wilayahnya bisa segera berjalan.

“Ke depan saya berharap koperasi dapat disinkronkan atau dikolaborasikan dengan beberapa program strategis dari pemerintah nasional seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan lain,” katanya.***

BRI KC Pasar Minggu Salurkan Jumat Berkah ke Domyadhu Pejaten

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Pasar Minggu kembali menggelar program Jumat Berkah.

Kali ini BRI KC Pasar Minggu menyalurkan program Jumat Berkah ke Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) Jalan H Samalui no.85 Pejaten Barat, Pasar Minggu.

Pimpinan BRI KC Pasar Minggu, Wisnu Wirawan mengatakan, program Jumat Berkah merupakan agenda rutin.

Hanya saja untuk lokasi pembagian bantuan dilakukan ke beberapa lokasi berbeda. Tentunya agar penerima manfaat bisa bergantian merasakan sehingga merata.

“Program Jumat Berkah ini menjadi salah satu agenda rutin kami, semoga bermanfaat,” ungkapnya.

Wisnu menambahkan, Jumat Berkah kali ini BRI KC Pasar Minggu berbagi makanan dengan para penghuni Domyadhu.

Namun memang bentuk pemberian program Jumat Berkah tidak hanya berupa makanan saja, bisa juga diberikan dalam bentuk lain sesuai kebutuhan.

“Kalau bentuk bantuan Jumat Berkah bisa selain makanan siap santap, semua disesuaikan dengan kebutuhan,” tegasnya.

BRI KC Pasar Minggu tak hanya memiliki program Jumat Berkah, ada juga beberapa program lain di bidang kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Semoga harapannya setiap apa yang kami berikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutupnya.

Di Balik Sistem Tempel Peredaran Gelap Narkotika: Konsumen dalam Posisi Paling Rentan yang Selalu Dikorbankan

0

Oleh: Bambang Yulistyo Tedjo
Forum Akar Rumput Indonesia (FARI)

Laporan observasi ini disusun berdasarkan situasi lapangan dan pengaduan berulang yang masuk ke Hotline Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) tentang pola peredaran gelap Narkotika. Operandinya hampir selalu sama: terlihat seseorang mondar-mandir di jalan-jalan sepi, fasilitas umum atau pemukiman warga, sesekali menatap layar ponsel, berhenti di sudut sepi, lalu mengais di titik yang ditandai peta digital.

Ada yang pergi dengan wajah lega karena “barang” ditemukan, ada pula yang pulang dengan umpatan karena titik tersebut zonk. Fenomena ini bukan peristiwa insidental, melainkan manifestasi dari sistem peredaran gelap NAPZA berbasis “tempel” yang kini telah menjadi tren nasional. Dalam praktiknya, pengguna NAPZA yang bergerak di lapangan hampir selalu berada di lapisan paling bawah.

Mereka bukan pengendali, melainkan konsumen atau orang suruhan yang sepenuhnya bergantung pada titik koordinat yang dikirim sepihak oleh operator. Risiko sistem ini sepenuhnya ditimpakan kepada mereka.

Ketika koordinat berujung zonk—barang tidak ada, telah dipindahkan, atau lokasi sudah dipantau aparat—yang menanggung konsekuensi adalah konsumen. Jaringan di atasnya lenyap, aman, dan tak pernah muncul di ruang publik.

Sistem “tempel” sendiri bukan hal baru. Pola ini mulai dikenal di Yogyakarta pada awal 2000-an, lalu menyebar ke Solo, Semarang, dan Bali, sebelum akhirnya menjadi metode peredaran gelap NAPZA ilegal secara nasional.

Mulai marak di Jadebotabek di awal tahun 2016 sampai sekarang. Seiring berjalannya waktu, muncul pula fakta yang berulang dalam berbagai perkara: kendali peredaran tetap berjalan, bahkan dari balik penjara.

Di luar, manusia bergerak dan menanggung risiko; di dalam, komando tetap hidup. Situasi ini diperparah oleh pendekatan penegakan hukum yang masih berorientasi pada hilir.

Aparat lebih mudah membidik individu yang tampak di ruang publik ketimbang membongkar struktur kendali, aliran dana, dan sistem operasional jaringan. Hasilnya paradoksal: angka penindakan naik, tetapi peredaran gelap tidak melemah.

Temuan lapangan memperlihatkan bahwa pengguna NAPZA sebagai konsumen narkotika ilegal berada dalam posisi korban berlapis. Mereka didorong oleh tekanan adiksi , lalu dipaksa masuk ke mekanisme yang sejak awal merugikan.

Konsumen diwajibkan mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu kepada operator. Setelah uang berpindah, barulah titik keberadaan barang dikirim. Tidak ada jaminan apa pun—tidak ada kepastian barang tersedia, lokasi aman, atau titik bukan jebakan.

Ketika transaksi gagal, uang tidak kembali, dan risiko hukum sepenuhnya ditanggung konsumen. Dalam logika jaringan, kegagalan individu bukan persoalan; selalu ada korban berikutnya.

Kondisi ini menegaskan bahwa peredaran gelap bekerja dengan cara memindahkan seluruh risiko ke manusia paling lemah. Pengguna dijadikan objek, tameng hidup, sekaligus alat uji situasi. Jika titik aman, jaringan diuntungkan. Jika titik bermasalah, pengguna yang ditangkap. Aparat memperoleh hasil penindakan, sementara aktor utama tetap berada di luar jangkauan.

Berdasarkan observasi yang dihimpun oleh FARI, baik dari pengalaman komunitas dan keterangan dari dampingan bahwa modus ini sebagian besar dikendalikan dari dalam penjara, rata-rata tidak kenal dengan operator peredaran, hanya komunikasi lewat Handphone.

Pengawasan ketat terhadap lembaga pemasyarakatan juga menjadi keharusan mutlak. Selama alat komunilasi masih digenggam para warga binaan pemasayarakatan , kendali peredaran masih bisa dijalankan dari balik penjara, maka negara secara tidak langsung membiarkan kejahatan beroperasi dari dalam sistemnya sendiri.

Di sisi lain, edukasi publik berbasis realitas perlu diperkuat agar masyarakat memahami bahwa orang yang tampak mencurigakan sering kali adalah korban, bukan ancaman utama.

Bagi warga, situasi ini menciptakan ketegangan sosial. Orang asing di wilayahnya dipersepsikan sebagai ancaman, memicu kecurigaan dan potensi konflik.

Padahal yang terlihat di jalan sering kali bukan pelaku utama, melainkan korban dari sistem ilegal yang terorganisir dan dilanggengkan oleh kegagalan memutus rantai di hulu.

Kolom SAY KNOW TO DRUGS menegaskan bahwa memahami narkotika tidak cukup dengan penindakan semata. Selama kebijakan masih memusatkan bidikan pada pengguna sebagai target utama, peredaran gelap akan terus beradaptasi dan hidup. Map boleh zonk, titik boleh dijaga, korban akan terus berganti.

Yang harus dihentikan bukan langkah manusia di hilir, melainkan sistem yang secara sadar menjadikan mereka tumbal. Tanpa keberanian membongkar sistem dan menggeser paradigma, laporan pengaduan masyarakat akan terus berulang—dengan wajah korban berbeda, tetapi pola yang sama.***

Permata Bank Dorong Konservasi Alam Bersama Kebun Raya Bogor Lewat Program 1 Misi Hijaukan Bumi

0

Bogordaily.net – Menutup tahun 2025, Permata Bank melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Permata Hati menggandeng PT Mitra Natura Raya (Kebun Raya Bogor) menggelar Tour de Kebun Raya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Permata Bank dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta kelestarian flora dan fauna.

Tak sekadar jalan santai, Tour de Kebun Raya merupakan gerakan kolektif yang mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus peduli lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Permata Bank ke-23 yang dimaknai sebagai kontribusi positif bagi bumi.

Melalui kampanye 1 Misi Hijaukan Bumi, Permata Bank mengintegrasikan aktivitas olahraga jalan dan lari dengan aksi pelestarian lingkungan. Setiap 100.000 langkah yang dikumpulkan dikonversi menjadi satu pohon.

Hingga saat ini, Permata Bank berhasil mengumpulkan lebih dari 82 juta langkah, setara dengan penanaman lebih dari 800 pohon. Jumlah tersebut menjadi bagian dari target penanaman 5.000 pohon sepanjang tahun 2025.

Ribuan pohon tersebut akan ditanam di kawasan konservasi Bukit Tigapuluh, Jambi, melalui program Adopt a Tree bekerja sama dengan WWF-Indonesia.

Program ini bertujuan mendukung pelestarian ekosistem Bukit Tigapuluh sekaligus menjaga koridor habitat gajah Sumatra, spesies kunci yang terancam punah dan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan bahwa setiap langkah kecil dengan niat tulus dapat membawa dampak besar bagi lingkungan.

“Kami percaya bahwa setiap langkah dengan niat baik dan tulus akan membawa perubahan yang berarti. Tour de Kebun Raya bukan hanya membuat kita sehat, tetapi juga menggerakkan semangat untuk tumbuh bersama dan menumbuhkan empati terhadap alam. Melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk berbagi ruang dengan alam dan menciptakan masa depan yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” ujar Meliza M. Rusli pada Sabtu 13 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan jalan santai mengelilingi kawasan Kebun Raya Bogor, mengikuti kelas edukasi penanaman dan perawatan tanaman melalui program Tabulampot, serta terlibat langsung dalam aksi penanaman pohon.

Kepedulian Permata Bank terhadap pelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup gajah Sumatra berawal dari inisiatif konservasi alam #SayangiBumi #DenganHati untuk kawasan Bukit Tigapuluh yang dimulai sejak Agustus 2024.

Inisiatif tersebut sejalan dengan tiga pilar Permata Hati, yakni Education, Empowerment, dan Enhancement, yang menjadi fondasi program TJSL Permata Bank.

Melalui program ini, Permata Bank berharap dapat menciptakan ruang aman bagi alam dan manusia untuk hidup berdampingan secara harmonis dan berkelanjutan.

Ditempat yang sama, Managing Director PT Mitra Natura Raya (Kebun Raya), Marga Anggrianto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan misi kebun raya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan.

“Kami senang dapat menjadi bagian sekaligus fasilitator bagi Permata Bank dalam mewujudkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan di Kebun Raya Bogor. Hal ini sejalan dengan fungsi kebun raya untuk turut berperan dalam menjaga kelangsungan ekosistem di Indonesia,” katanya.***

Ibnu Galansa

Dharma Wanita Persatuan Kota Bogor Titipkan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera ke Baznas Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wujud nyata kepedulian terhadap korban bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia terus mengalir dari Kota Bogor. Hari ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor secara resmi menyerahkan donasi yang telah terkumpul untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak musibah di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan oleh Ibu Dr. Hj Dewi Sondari Denny, M.Si. selaku Ketua DWP Kota Bogor kepada Baznas Kota Bogor turut hadir Sekretaris Daerah kota Bogor Bapak Denny Mulyadi dan ketua TP PKK Kota Bogor Ibu Yanti Rachim . Baznas ditunjuk sebagai mitra penyaluran karena rekam jejaknya dalam mendistribusikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran.

Hj Dewi Sondari menyampaikan bahwa aksi penggalangan dana ini merupakan inisiatif dari seluruh anggota DWP Kota Bogor sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

“Hari ini dengan penuh keikhlasan, kami menyerahkan donasi bagi korban banjir Sumatra kepada Baznas Kota Bogor sebagai Lembaga yan gamanah, professional, dan terpercaya untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir di aceh dan Sumatra. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, memperkuat semangat para penyintas, serta membantu proses pemulihan pascabencana” ujar Hj Dewi Sondari

Total donasi yang terkumpul mencapai Rp. 15.000.000 yang berasal dari sumbangan sukarela anggota DWP dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Sementara itu, Subhan Murtadla, S.Ag, M.Si Ketua BAZNAS Kota Bogor mengapresiasi langkah cepat DWP Kota Bogor dan memastikan bahwa amanah tersebut akan segera disalurkan.

“Baznas Kota Bogor mengucapkan terima kasih atas kepercayaan DWP Kota Bogor. Insya Allah, dana ini akan kami alokasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, seperti makanan, obat-obatan, dan perlengkapan sanitasi, melalui tim Baznas yang sudah berada di lokasi,” jelas Subhan.

Dengan adanya sinergi antara DWP dan Baznas, diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan bagi para korban bencana di Aceh dan Sumatera.***

Institut Ummul Quro Al-Islami Raih Juara 3 pada Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2025

0

Bogordaily.net — Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Dalam ajang Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2025, tim mahasiswa IUQI berhasil meraih Juara 3 pada Lomba Duta Inovasi Desa tingkat Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kabupaten Bogor.

Penghargaan kepada para pemenang diberikan secara langsung oleh Bupati Bogor, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi generasi muda dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis kebutuhan masyarakat desa. Kegiatan ini digelar di kantor Bappedalitbang Kabupaten Bogor dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dengan beragam gagasan kreatif.

Tim dari IUQI Bogor menampilkan inovasi unggulan berjudul Greenbite, yaitu Roti Kukus Daun Kelor yang dikembangkan sebagai upaya mendukung program pengentasan stunting di Kabupaten Bogor. Produk pangan ini memanfaatkan daun kelor yang kaya nutrisi, diolah menjadi roti kukus yang mudah dikonsumsi, disukai anak-anak, serta berpotensi menjadi pilihan pangan tambahan bergizi bagi masyarakat pedesaan.

Inovasi Greenbite dinilai memiliki keunggulan dari sisi kandungan gizi, kemudahan produksi, dan peluang implementasi langsung di desa serta menjadikannya salah satu solusi aplikatif untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.

Pihak Bappedalitbang Kabupaten Bogor juga menegaskan bahwa kegiatan Gelar Inovasi Daerah menjadi wadah strategis untuk mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan desa. Kehadiran IUQI Bogor dalam daftar pemenang diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dengan keberhasilan meraih Juara 3, IUQI Bogor berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang berdampak langsung, khususnya dalam sektor kesehatan masyarakat, pemberdayaan desa, dan pengembangan pangan fungsional.***

SSB Bogor United Soccer School Bidik Talenta Muda Bogor, Gelar Coaching Clinic Bareng Mantan Pemain Timnas di Tegal Lonceng

0

Bogordaily.net – Upaya penguatan pembinaan sepak bola usia dini di Kota Bogor terus bergerak. Lapangan Tegal Lonceng, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, disiapkan menjadi salah satu titik penting pengembangan talenta muda melalui agenda coaching clinic sekaligus rencana pembukaan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bogor United Soccer School.

Kegiatan coaching clinic yang akan digelar pada Minggu pagi pukul 07.30 WIB ini terbuka bagi anak-anak dan remaja yang ingin mengembangkan kemampuan bermain sepak bola secara lebih terarah. Panitia mengajak masyarakat untuk memberikan doa restu agar kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang bagi pembinaan atlet muda.

Agenda tersebut akan menghadirkan mantan pemain tim nasional Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo dan Asep Berlian, yang dijadwalkan memberikan materi pelatihan mulai dari teknik dasar, pemahaman permainan, hingga pembentukan mental dan disiplin pemain usia dini.

Selain itu, turut hadir Joni Tukan, mantan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, yang dikenal aktif dalam pemantauan dan pencarian talenta-talenta muda potensial untuk kebutuhan masa depan sepak bola nasional.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bogor United Soccer School juga tengah menjajaki kerja sama dengan pengelola Lapangan Tegal Lonceng Margajaya untuk membuka pusat pelatihan resmi bagi anak-anak dan remaja di wilayah Bogor Barat.

Dalam agenda penjajakan tersebut, pelatih Gunawan Dwi Cahyo meninjau langsung kondisi lapangan yang direncanakan menjadi basecamp SSB Bogor united Soccer School. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas, kualitas lapangan, serta lingkungan sekitar memenuhi standar dasar pelatihan sepak bola usia dini.

Gunawan menjelaskan, lokasi Margajaya dipilih karena memiliki akses yang relatif mudah dijangkau masyarakat serta menyimpan potensi besar perkembangan atlet muda, khususnya dari wilayah Bogor Barat. Ia berharap kerja sama dengan pengelola lapangan dapat segera terealisasi agar program pembinaan bisa segera dibuka untuk umum.

“Jika kerja sama ini berjalan, SSB Bogor Soccer School diharapkan menjadi wadah pembinaan bakat sejak dini dan mendorong lahirnya talenta-talenta muda potensial dari Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Lapangan Tegal Lonceng, Ihawansyah, menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran SSB dan program pembinaan berkelanjutan akan mengoptimalkan fungsi lapangan sekaligus memberikan dampak sosial yang luas.

“Ini langkah positif untuk optimalisasi fasilitas lapangan, sekaligus menjadi ajang pencarian talenta-talenta muda dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, khususnya untuk usia 7 sampai 13 tahun,” kata Ihawansyah.

Dengan kombinasi coaching clinic, penjajakan kerja sama SSB, serta kehadiran figur-figur berpengalaman di sepak bola nasional, Lapangan Tegal Lonceng diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan berorientasi pada regenerasi sepak bola Indonesia.***

Klasemen Sepak Bola SEA Games 2025: Indonesia Menang, Tapi Gagal ke Empat Besar

0

Bogordaily.net – Timnas Indonesia U-22 harus mengakhiri langkah mereka di SEA Games 2025 setelah gagal menembus babak semifinal.

Meski finis di posisi kedua Grup C dengan tiga poin dari dua pertandingan, skuad Garuda Muda kalah dalam persaingan peringkat kedua terbaik dan harus angkat koper lebih cepat.

Anak asih Indra Sjafri menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Myanmar pada laga terakhir, Jumat (12/12) malam WIB.

Dalam pertandingan tersebut, Toni Firmansyah berhasil menyamakan kedudukan setelah Myanmar unggul lebih dulu lewat Min Maw Oo. Dua gol tambahan dari Jens Raven memastikan Indonesia mengamankan tiga poin penting.

Namun kemenangan tersebut belum cukup mengantarkan Timnas Indonesia U-22 ke fase empat besar.

Dengan total tiga gol yang dicetak dan dua kali kebobolan, Indonesia hanya mencatat selisih gol +1.

Catatan ini kalah dari Malaysia, runner-up Grup B, yang memiliki produktivitas lebih baik dengan empat gol dan tiga kebobolan (selisih gol +1 namun unggul jumlah gol).

Kondisi ini membuat Indonesia tersingkir meski secara posisi berada di peringkat kedua Grup C. Filipina tampil sebagai juara grup dengan dua kemenangan, masing-masing atas Myanmar (2-0) dan Indonesia (1-0), sehingga mengumpulkan enam poin penuh.

Di sisi lain, Grup A dan Grup B berjalan tanpa kejutan berarti. Thailand tampil dominan sebagai juara Grup A setelah mengalahkan Timor Leste 6-1 dan Singapura 3-0. Timor Leste finis di posisi kedua dengan tiga poin, sementara Singapura berada di dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan.

Vietnam juga menunjukkan performa meyakinkan di Grup B. Mereka mengalahkan Laos 2-1 dan menundukkan Malaysia 2-0 untuk mengamankan enam poin dan status juara grup.

Malaysia, meski hanya meraih satu kemenangan, tetap beruntung karena menjadi runner-up terbaik yang berhak melaju ke semifinal.

Rekap Hasil Pertandingan dan Klasemen Akhir

Grup A:

– Timor Leste 1-6 Thailand
– Singapura 1-3 Timor Leste
– Thailand 3-0 Singapura

Klasemen Akhir Grup A:

Thailand – 6 poin

Timor Leste – 3 poin

Singapura – 0 poin

Grup B:

– Laos 1-2 Vietnam
– Malaysia 4-1 Laos
– Vietnam 2-0 Malaysia

Klasemen Akhir Grup B:

Vietnam – 6 poin

Malaysia – 3 poin

Laos – 0 poin

Grup C:

– Myanmar 0-2 Filipina
– Filipina 1-0 Indonesia
– Indonesia 3-1 Myanmar

Klasemen Akhir Grup C:

Filipina – 6 poin

Indonesia – 3 poin

Myanmar – 0 poin.***