Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 243

Kemenkop Dorong Kopdes Merah Putih di Bali Jadi Motor Hilirisasi Komoditas Unggulan dan Pasok MBG

0

Bogordaily.net–  Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam memperkuat ekonomi desa.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi keunggulan komoditas lokal dan menjadi pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop, Panel Barus dalam Forum Kemitraan dan Sosialisasi Pengembangan Usaha Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih Melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan di Provinsi Bali.

Acara ini diinisiasi oleh Asisten Deputi Pengembangan Produksi Koperasi dan Asisten Deputi Kemitraan pada Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi Provinsi Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kemenkop Panel Barus mengatakan pengurus Kopdes/Kel Merah Putih harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi usaha dalam menjalankan usaha koperasi melalui kerja sama kemitraan dengan BUMN maupun swasta.  Salah satu potensi yang harus dimanfaatkan adalah sebagai penyedia bahan baku MBG, baik itu karbohidrat, protein dan buah.

“Bapak Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata kelola Penyelenggaraan Program MBG. Pasal 38 Perpres tersebut jelas menyebutkan bahwa penyediaan bahan baku memprioritaskan produk lokal dengan melibatkan Koperasi dalam rantai pasok dan logistiknya,” kata Panel Barus dalam keterangannya, Minggu (07/12).

Ia mengemukakan kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya strategis untuk menjawab tantangan kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang, di mana sekitar 54 persen berada di wilayah pedesaan.

Pemerintah juga telah melengkapi regulasi penyelenggaraan Kopdes dengan Inpres No. 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai dan Pergudangan KDKMP.

“Tersedianya sarana gedung, gerai dan transportasi, akan menjadi modal dasar untuk menjalankan peran Kopdes/KelMerah Putih sebagai saluran distribusi barang konsumsi, offtaker produk unggulan daerahnya maupun hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah,” kata Panel Barus.

Saat ini, telah terbentuk lebih dari 82.946 Kopdes/KelMerah Putih di seluruh Indonesia. Adapun di Provinsi Bali terdapat 718 Kopdes/Kel Merah Putih.

Bali memiliki berbagai komoditas unggulan yang sangat potensial dikembangkan melalui hilirisasi, antara lain padi/beras di Tabanan (pengembangan beras premium dan produk turunan, dengan KUD Rejasa sebagai kakak asuh melalui pemanfaatan RMU), kakao di Jembrana (diolah menjadi cokelat premium dan produk turunannya), kopi Arabika Bali (dikembangkan dalam bentuk kopi kemasan, sachet, hingga minuman siap saji).  Selain itu, sektor perikanan seperti di KNMP Seraya Timur, Karang asem yang memiliki potensi besar untuk hilirisasi hasil tangkap nelayan.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan strategis antara koperasi dengan BUMN dan pihak swasta.

“Melalui forum ini, terbuka peluang kerja sama antara Koperasi Nelayan dan KDKMP dengan PLN Icon Plus dan mitra swasta lainnya, baik dalam pengembangan usaha, dukungan infrastruktur, maupun integrasi rantai pasok untuk Program Makan Bergizi Gratis,” lanjut Panel Barus.

Deputi Panel mengajak seluruh pengurus Kopdes/Kel Merah Putih di Bali untuk aktif berpartisipasi dalam program pembinaan, memanfaatkan peluang kemitraan, dan terus mengembangkan unit hilirisasi sesuaipotensi masing-masing desa.***

Musim Hujan Tiba, PLN Ajak Warga Jabar Jaga Kenyamanan dan Keamanan Listrik di Rumah

0

Bogordaily.net — Memasuki musim hujan dengan intensitas yang semakin meningkat, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan listrik akibat cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga banjir. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelanggan tetap aman dan nyaman dalam menggunakan listrik.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama PLN. Ia menjelaskan bahwa kondisi lembap dan genangan air saat musim hujan dapat meningkatkan risiko konsleting, kebocoran arus, hingga kerusakan peralatan listrik jika instalasi tidak dipastikan dalam kondisi baik.

“Musim hujan membawa tantangan tersendiri. Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk memastikan instalasi listrik di rumah aman, kering, dan tidak berada dekat sumber air. Kesadaran sederhana seperti ini sangat penting untuk mencegah potensi bahaya,” ujar Sugeng.

Sebagai langkah pencegahan, PLN UID Jawa Barat menyampaikan beberapa tips keamanan listrik yang dapat diterapkan masyarakat di rumah:

1. Periksa instalasi listrik secara berkala : Pastikan kabel, stop kontak, dan sambungan listrik tidak rusak, longgar, atau terkelupas.

2. ⁠Jauhkan peralatan listrik dari area lembap atau rawan banjir: Hindari menempatkan terminal listrik dan kabel dekat jendela, lantai basah, atau titik rembesan air.

3. ⁠Putuskan aliran listrik dari MCB saat terjadi banjir : Jangan menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah dan pastikan kondisi aman sebelum menyalakan listrik kembali.

4. ⁠Gunakan peralatan listrik berstandar SNI : Pilih perangkat yang memiliki fitur perlindungan arus lebih (grounding).

5. ⁠Hindari penggunaan terminal listrik bertumpuk : Beban berlebih berpotensi menimbulkan panas dan memicu korsleting.

6. ⁠Laporkan gangguan pada jaringan listrik : Tiang miring, kabel tertimpa pohon, atau percikan listrik dapat dilaporkan melalui PLN Mobile atau Contact Center 123.

Ayu, pelanggan PLN di Bandung, turut merasakan manfaat edukasi ini. Ia mengaku sering khawatir saat hujan deras karena adanya rembesan air di dinding rumah.

“Kadang air masuk ke tembok dan mengenai stop kontak. Setelah mendapat edukasi dari PLN, saya jadi lebih tenang dan mulai rutin mengecek kondisi kabel dan stop kontak di rumah,” ujarnya.

Sugeng menambahkan bahwa seluruh unit PLN di Jawa Barat telah menyiagakan petugas selama 24 jam, terutama di daerah-daerah rawan banjir dan potensi gangguan jaringan.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik. Namun, peran masyarakat juga sangat penting. Dengan meningkatkan kewaspadaan, kenyamanan dan keselamatan penggunaan listrik selama musim hujan dapat terus terjaga,” tutup Sugeng Widodo.

Melalui edukasi dan kesiapsiagaan ini, PLN UID Jawa Barat berharap masyarakat dapat menjalani musim hujan dengan aman, nyaman, dan tetap mendapat layanan listrik tanpa gangguan berarti.***

Tim Ekspedisi Patriot IPB University Rekomendasikan Optimalisasi Hilirisasi Kelapa di Kawasan Transmigrasi Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

0

Bogordaily.net – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University secara resmi menyerahkan hasil penelitian yang menjadi rekomendasi strategis untuk pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara dalam rangka mempercepat pembangunan Kawasan Transmigrasi Tinanggea.

TEP merupakan program Kementerian Transmigrasi RI yang berkerjasama dengan 7 kampus utama mitra meliputi IPB University, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadja Mada yang diikuti sebanyak 2.000 peneliti (dosen dan mahasiswa) yang terjun ke 154 wilayah transmigrasi. Ini merupakan inisiatif pemerintah untuk berkomitmen dalam pemerataan pembangunan dan mewujudkan Asta Cita Presiden.

TEP IPB University lokus Tinanggea beranggotakan lima akademisi yaitu, Mutiara Probokawuryan, Ricky Astawan, Eka Rindah Yani, Muh Arif Fitrah Cahyadi, dan Muallifah Shofiatun. Kajian ini telah dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung mulai dari September hingga Desember 2025.

Kajian pada lokus Tinanggea ini memusatkan perhatian pada sektor perkebunan dan hilirisasi kelapa sebagai acuan perumusan kebijakan Pemerintah Daerah Konsel dalam meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Transmigrasi Tinanggea.

Hasil Kajian dan rekomendasi secara resmi diserahkan oleh TEP IPB University kepada Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Disnakertrans) Konsel, Erna Yustiana, dalam kegiatan diseminasi akhir yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Konsel pada Jumat, 5 Desember 2025.

Perumusan rekomendasi ini bagian dari upaya untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan transmigrasi Tinanggea. Dalam Diseminasi akhir turut terlibat TEP Universitas Indonesia (UI) dan TEP Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga memaparkan hasil kajiannya.

Sebelum penyerahan hasil kajian dan rekomendasi, Ketua TEP IPB University terlebih dahulu memaparkan temuan lapangan dan rekomendasi yang telah disusun oleh tim sebagai acuan strategis dalam mengoptimalkan potensi perkebunan kelapa di kawasan transmigrasi Tinanggea.

Kelapa adalah komoditas unggulan Tinanggea dengan produktivitas dan nilai ekonominya yang tinggi, namun pengembangannya masih terkendala rendahnya integrasi usaha, tanaman tua, serta keterbatasan modal dan teknologi. Sehingga diperlukan penguatan kelembagaan dan kemitraan dengan investor dalam rangka memanfaatkan peluang nilai tambah dari turunan kelapa dan mendorong pendapatan masyarakat lokal.

Erna Yustiana menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi ilmiah dari Ekspedisi Patriot.

Ia menegaskan bahwa hasil kajian tersebut tidak sekadar menjadi laporan, melainkan peta jalan yang terukur dan siap diimplementasikan. Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi instrumen penting bagi Pemerintah Daerah Konsel dalam merumuskan kebijakan, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat transmigrasi agar lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, selaras dengan visi pembangunan daerah.***

Sambut Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Taman Safari Bogor Hadirkan “Rimba Warna” dengan Konsep Safari Malam Spektakuler

0

Bogordaily.net – Taman Safari Bogor menghadirkan perayaan akhir tahun paling istimewa dengan tema “Rimba Warna Welcome the Joy – Christmas & New Year
2026”.

Sebuah rangkaian acara spektakuler yang menggabungkan keindahan alam, satwa eksotis, dan kemeriahan perayaan natal serta tahun baru.

Berlangsung Safari Malam selama seminggu dari 25 hingga 31 Desember 2025, pengunjung dapat menikmati pengalaman safari malam yang memukau di tengah jutaan cahaya warna-warni yang menerangi jalur rimba,menciptakan atmosfer magis yang tak terlupakan.

Rimba Warna: Safari Malam dengan jutaan cahaya warna-warni menjadi highlight utama perayaan, Rimba Warna menghadirkan konsep safari malam yang
belum pernah ada sebelumnya.

Sepanjang minggu perayaan (25-31 Desember), jalur safari akan dipenuhi dengan jutaan lampu LED berwarna-warni yang menciptakan panorama spektakuler.

Konsep “A Night Where Rimba Warna Lights Up with Joy” menghadirkan pengalaman unik menjelajahi kehidupan satwa di malam hari dengan latar belakang instalasi cahaya yang memesona.

Dengan perpaduan sempurna antara alam liar dan seni pencahayaan modern yang menciptakan atmosfer magis untuk menciptakan kenangan bersama orang-orang terkasih.

Pertunjukan dan Aktivitas Spektakuler

Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan memukau yang dirancang khusus untuk musim liburan

Pertunjukan Utama

Rangkaian pertunjukan “Finding Santa” menjadi highlight utama dengan konsep
storytelling yang mengajak pengunjung dalam petualangan magis sepanjang malam.

Dimulai dengan sesi welcoming yang meriah, pertunjukan berlanjut dengan kemunculan berbagai satwa eksotis yang mempesona.

Selain pertunjukan utama, Santa Tour akan hadir berkeliling menggunakan kereta Santa pada waktu-waktu tertentu untuk membagikan hadiah, permen,balon puppet, dan sticker kepada anak-anak. Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan

Santa Girls & Flashmob yang energik, dimulai dengan tarian Santa Girls yang memukau, dan diakhiri dengan Santa Claus yang membagikan hadiah spesial. Setiap malam perayaan ditutup dengan Spectacular Fire Dance yang memukau, menciptakan momen tak terlupakan di bawah cahaya Rimba Warna.

Aktivitas Spesial Musim Liburan:

● Fossil Digging Zone – Area penggalian fosil yang edukatif untuk anak-anak
● Egg Hunt – Berburu telur penuh kejutan di area safari
● Crafting Corner – Workshop kerajinan bertema natal dan tahun baru
● Education Panel & Explore with Staff – Sesi edukasi langsung dengan keeper
● Countdown Firework – Pesta kembang api spektakuler menyambut tahun baru 2026
● Guest Star: Pemuda Pemandu Lagu – Penampilan spesial dari grup musik kekinian.

Kuliner Spesial juga hadir untuk melengkapi pengalaman liburan dengan sajian kuliner istimewa berupa Christmas & New Year Dinner Buffet yang menyajikan hidangan lezat dengan suasana meriah.

Tersedia juga berbagai Food Stall dengan pilihan kuliner beragam untuk memenuhi selera seluruh keluarga sepanjang acara. Untuk memberikan kesempatan kepada keluarga Indonesia merayakan akhir tahun dengan cara istimewa.

Taman Safari Bogor menawarkan harga spesial early bird untuk kunjungan tahun baru. Promo terbatas ini memberikan kesempatan pengunjung untuk menikmati seluruh rangkaian acara dengan harga terbaik.***

Albin

Wisata Air Baru di Bogor? Pemkab Mulai Integrasi Setu Kabantenan dan Cikaret

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama jajaran perangkat daerah terkait yakni BPBD, DPUPR, dan DPKPP meninjau Setu Kabantenan dan Setu Cikaret dengan menyusuri area setu menggunakan perahu karet, pada Sabtu (6/12/25).

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung potensi setu sebagai kesiapan rencana mengintegrasikan dua setu tersebut sebagai satu kawasan wisata air yang dapat dinikmati masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa integrasi Setu Kabantenan dan Setu Cikaret tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, pengendali banjir, maupun sumber pengairan pertanian. Lebih dari itu, kawasan ini memiliki keindahan alam yang selama ini tidak terlihat dan berpotensi besar sebagai ruang publik wisata air.

“Banyak titik yang selama ini tidak terlihat, ternyata cukup indah dan luar biasa. Dari Setu Kabantenan kami menyusuri beberapa sungai sepanjang satu kilometer dengan vegetasi yang cukup rapat hingga memasuki Setu Cikaret. Mudah-mudahan dalam dua hingga tiga minggu ke depan masyarakat dan anak-anak sekolah sudah dapat mencoba rutenya,” ujar Rudy Susmanto.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus melengkapi sarana prasarana pendukung, termasuk ketersediaan perahu. Usai peninjauan, Bupati Rudy juga menyambangi Sekretariat Dayung Kabupaten Bogor untuk memastikan seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pada awalnya pemerintah daerah mempertimbangkan pembuatan sodetan sebagai penghubung antar setu. Namun hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa sudah terdapat aliran sungai sepanjang satu kilometer yang menghubungkan Setu Kabantenan dan Setu Cikaret. Hanya beberapa titik yang menyempit dan perlu dinormalisasi.

“Tujuannya adalah menjadikan kawasan ini destinasi wisata air agar masyarakat juga terlibat dalam menjaga kebersihan sungai. Ketika sungai terjaga, pemerintah dan masyarakat dapat bergerak bersama menjaga lingkungan,” tambahnya.

Ke depan, beberapa fasilitas hiburan lain juga sedang dipersiapkan oleh SKPD terkait untuk melengkapi kawasan tersebut. Bupati Rudy menegaskan bahwa potensi integrasi Setu Kabantenan dan Setu Cikaret sangat luar biasa dan akan menjadi ruang publik baru yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.***

Magis Messi Bawa Inter Miami Juara MLS Cup 2025, Beckham: Mimpi Itu Terwujud

0

Bogordaily.net – MLS Cup 2025: Messi bawa Inter Miami juara. Kalimat itu akan terus diulang di Miami pagi ini. Bukan hanya karena Lionel Messi mencetak sejarah baru, tapi karena klub muda itu—yang dulu dianggap proyek mimpi David Beckham—akhirnya menemukan kenyataannya.

Pertandingan final di Chase Stadium, Fort Lauderdale, Minggu pagi WIB, dimulai seperti sebuah drama yang ingin cepat-cepat selesai. Baru delapan menit, sebuah umpan silang Tadeo Allende membentur bek Vancouver, Edier Ocampo. Masuk. Gol. Seperti hadiah pembuka untuk penonton tuan rumah.

Tapi pertandingan besar selalu menyimpan plot twist. Vancouver menyamakan kedudukan melalui Ali Ahmed di menit ke-60. Suasana stadion mendadak seperti kota yang listriknya padam sesaat: hening, khawatir, lalu gelisah.

Lalu Messi muncul. Tidak dengan gol spektakuler seperti masa mudanya, tapi dengan sesuatu yang lebih matang: dua asis yang menuntaskan pekerjaan. Satu untuk Rodrigo De Paul di menit ke-71. Satu lagi untuk Allende di masa injury time. Dua sentuhan, dua keputusan, dua momen yang mengubah Inter Miami dari klub kaya mimpi menjadi klub kaya prestasi.

Skor akhir 3-1. Inter Miami menutup malam paling bersejarah dalam usia mudanya. Ini gelar MLS Cup pertama mereka. Gelar yang pernah hanya ada di papan visi para pemilik klub—terutama satu nama: David Beckham.

“Semua emosi tumpah di menit-menit akhir pertandingan,” kata Beckham, yang malam itu tampak lebih seperti ayah bangga daripada seorang legenda sepakbola.

Ia mengakui banyak malam tanpa tidur, tapi tetap percaya Miami akan sampai ke titik ini. “Kaos kami menunjukkan lambang kebebasan bermimpi, dan kami berjanji kepada para penggemar bahwa kami akan mewujudkannya.”

Dan malam itu, janji itu akhirnya ditepati.

Tahun depan babak baru akan dimulai. Tapi untuk satu malam, Inter Miami boleh merayakan mimpi yang menjadi nyata—dengan Messi sebagai penulis bab terpentingnya.***

Pendidikan Spiritual Sufistik sebagai Solusi Holistik untuk Kesehatan Mental Remaja di Indonesia

0

Fenomena meningkatnya masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia menegaskan urgensi isu yang selama ini kerap berada di bawah permukaan perhatian publik. .

Datata Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 34,9% setara dengan sekitar 15,5 juta remaja berusia 10–17 tahun, mengalami sedikitnya satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

Gangguan yang paling banyak dilaporkan meliputi depresi, kecemasan, stres pascatrauma, masalah perilaku, serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).

Dari keseluruhan temuan tersebut, 5,5% setara 2,45 juta remaja Indonesia memenuhi kriteria gangguan mental yang diakui secara klinis, dengan gangguan kecemasan sebagai diagnosis yang paling dominan.

Meskipun prevalensinya tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin secara umum, pola variasi tetap terlihat, seperti tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada remaja perempuan dan tingkat hiperaktivitas yang lebih tinggi pada remaja laki-laki.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah rendahnya tingkat pemanfaatan layanan kesehatan mental oleh remaja. Hanya 2,6% remaja yang melaporkan pernah mengakses layanan dukungan atau konseling dalam satu tahun terakhir.

Mayoritas memilih menangani permasalahan secara mandiri atau melalui dukungan informal dari teman dan keluarga, sebuah kecenderungan yang mencerminkan kuatnya stigma sosial dan rendahnya literasi kesehatan mental dalam masyarakat. Sebagian besar pengasuh utama memilih untuk menangani masalah tersebut secara mandiri, sementara hambatan stigma, minimnya literasi kesehatan mental, serta akses yang terbatas menjadikan remaja sulit mendapatkan intervensi yang tepat.

Situasi krisis kesehatan mental remaja saat ini merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa, karena kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada kondisi mental generasi muda.

Dalam konteks Indonesia, peluang besar terbuka untuk menggunakan pendekatan yang inklusif, kontekstual, dan mudah diakses, mengingat mayoritas penduduk Indonesia, sekitar 86–87% atau sekitar 244–247 juta jiwa tahun 2025, menganut agama Islam.

Hal ini menandakan bahwa pendekatan kesehatan mental yang mengintegrasikan nilai dan budaya Islam, khususnya pendidikan spiritual sufistik, memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas.

Pendidikan Spiritual Sufistik
Pendidikan spritual tampaknya sudah banyak dibahas secara luas oleh berbagai ahli. Salah satunya Ahmad Suhailah, dia mengemukakan pendidikan spiritual adalah penanaman cinta Allah di dalam hati peserta didik yang menjadikannya mengharapkan ridha Allah SWT di setiap ucapan, perbuatan, sikap, dan tingkah laku, kemudian menjauhi hal-hal yang menyebabkan murka-Nya (Aziz, 2017).

Abu Bakar Aceh mendefinisikan pendidikan spiritual sebagai upaya mencari hubungan dengan Allah yang dilakukan melalui proses pendidikan dan latihan sehingga seseorang dapat menemui (liqa) dan mempersatukan diri dengan Tuhan-Nya (Supriaji, 2019).

Adapun Mudlofir mendefinisikan pendidikan spiritual dalam Islam merupakan upaya pembersihan jiwa menuju Allah SWT. Dari jiwa yang kotor menuju jiwa yang bersih, dari akal yang belum tunduk kepada syariat menuju akal yang sesuai dengan syariat, dari hati keras dan berpenyakit menuju hati yang tenang dan sehat, dari roh yang menjauh dari pintu Allah SWT. lalai dalam beribadah dan tidak sungguh-sungguh melakukannya, menuju roh yang mengenal (arif) kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan hak-hak untuk beribadah kepada-Nya, dari fisik yang tidak mentaati aturan syariat menuju fisik yang senantiasa memegang aturan-aturan syariat Allah SWT (Mudlofir, 2011).

Pendidikan spiritual berbasis sufistik dapat pahami sebagai sebuah upaya sadar dan terencana dalam menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT. melalui upaya memperkenalkan asma dan keagungan-Nya sebagai Tuhan yang harus disembah, ditaati serta dilaksanakan segala aturan, ketentuan dan petunjuk-Nya, baik secara lahiriah maupun ruhaniah melalui latihan pembersihan jiwa sehingga terlahir jiwa yang suci, akal yang bercahaya, akhlak yang mulia serta badan yang bersih dan sehat.

Perihal tersebut disebabkan adanya hubungan yang kokoh antara diri seseorang dengan Allah SWT senantiasa ridha dan pasrah sekaligus yakin akan pertolongan, hidayah dan taufik-Nya (Rohman, 2017).

Strategi pendidikan spiritual dipahami sebagai cara bagaimana mengajarkan pendidikan spiritual kepada anak sehingga diharapkan mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan spiritual secara optimal.

Strategi pendidikan spiritual berbasis sufistik menurut Nazar dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu, (Suhendi, 2017): Pertama, manzilat al-taubat yakni seseorang berupaya meninggalkan berbagai hal yang haram serta melakukan sesuatu yang sudah menjadi kewajibannya sekaligus senantiasa mengutamakan berbagai kebaikan dalam kehidupannya.

Kedua, manzilat alzuhd yakni seseorang mulai melepaskan urusan dunia serta perhiasaan dunia dari dirinya secara proporsional serta menjauhi berbagai ke-subhat-an yang ada disekeliling kehidupannya.

Ketiga, permusuhan dengan dirinya, artinya ia tidak pernah mendengar dan menuruti isyarat-isyarat kehendak nafsunya secara berlebih-lebihan namun ia senantiasa menjaga, mengoreksi, mengawasi jiwanya untuk tunduk kepada perintah Allah SWT. serta terus berjalan menempuh jalur yang menghubungkan kepada-Nya.

Keempat, manzilat al-mahabbah (cinta) dan qurbah (kedekatan). Manzilah ini berbeda dengan tiga manzilah sebelumnya. Dalam tiga manzilah sebelumnya seorang hamba berjalan terus menuju Allah SWT. atau pada tujuan akhir yang ditempuhnya yaitu hikmah dan makrifat dengan mujahadah, meninggalkan, berpaling, menghadang dan mengaitkan hatinya kepada lokus tertinggi (Allah).

Akan tetapi dalam manzilah ini hatinya ditujukan kepada Allah SWT bukan kepada kekuasaan. Sebab kekuasaan itu sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT.

Kelima, manzilah memerangi hawa nafsu. Adapun cara seorang hamba dalam menempuh manzilah yang kelima ini dengan khudu (ketundukan), tadarruj (langkah secara bertahap), dan khashah (ketakutan). Keenam, manzilah ketersingkapan hijab Ketuhanan.

Artinya Allah SWT senantiasa melihat hamba ketika ia tiada henti-hentinya melakukan tadarru (ibadah) kepada-Nya, keterhubungan dengan-Nya dan kekhusyukan terhadap-Nya.

Ketujuh, manzilah penampakan keagungan Ilahi. Ini terjadi ketika seorang hamba mengalami ketersingkapan pada hijab ke-Tuhanan, sehingga ia mengalami keheranan dan kebingungan tiada tara di samudera makrifat.

Kemudian ia diterpa kecemasan dan ketercekaman. Ia tidak tahu sama sekali tentang keberadaannya. Allah SWT. memandang si hamba dengan penampakan (tajalli). Allah SWT menghendaki untuk memberi petunjuk kepadanya sehingga tersingkaplah hijab yang menampakan keagungan ketuhanan.

Maka si hamba mendapat petunjuk untuk menuju kepada Tuhannya, mengenali-Nya, akrab bersama-Nya, dan hidup bersama-Nya. Ia telah menjadi kekasih yang maha pengasih. Ia berada dalam genggaman-Nya. Ia diperlakukan semuanya oleh Allah SWT. Dan ia pun menjadi salah satu diantara tiang-tiang bumi (autad al-ard), sedang bumi tidak dapat berdiri tanpanya.

Selain strategi pendidikan spiritual berbasis sufistik di atas, al-Husaini menjelaskan implementasi pendidikan spiritual berbasis sufistik dapat dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut, (Rahayu, 2021): a) Menggantungkan hati kepada Allah SWT. dan membina hubungan yang erat dengan-Nya. b) Berzikir kepada Allah SWT. secara kontinyu. c) Memperbanyak ibadah baik ibadah shalat, infak, sedekah, membaca al-Qur‟an dan menghidupkan malam (qiyam al-lail) yang dapat menghidupkan hati, membersihkan jiwa, dan membangun relasi dengan Allah SWT. d) Merasakan pengawasan Allah SWT. baik dalam keadaan sendiri ataupun ramai. e) Merenungi dan memikirkan mahluk ciptaan Allah SWT. f) Mencintai Allah SWT. dan mengharapkan ridha-Nya. g) mencintai Rasulullah dan keluarganya. h) mencintai sahabat dan kaum muslimin. i) mengingat mati dan mempersiapkan akhiratnya.
Implikasi Praktis Pendidikan Sufistik: Studi Kasus di Yala Thailand
Thamavittaya Mulniti School berada di wilayah komunitas Muslim Melayu Patani yang cukup kuat di Yala, Thailand Selatan. Sekolah ini menerima siswa pada jenjang menengah pertama dan menengah atas dengan latar sosial ekonomi yang beragam, meskipun mayoritas berasal dari keluarga Muslim pedesaan dan perkotaan menengah ke bawah.

Secara umum, para remaja menunjukkan semangat belajar yang tinggi serta keterikatan kuat terhadap nilai-nilai agama dan keluarga. Namun, hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa tantangan kesehatan mental tetap signifikan, terutama akibat pengaruh lingkungan sosial, tekanan akademik, serta posisi mereka sebagai minoritas di negara dengan mayoritas non-Muslim.

Meskipun tumbuh dalam lingkungan sekolah yang religius, para remaja menghadapi kompleksitas identitas ganda sebagai warga negara Thailand sekaligus bagian dari komunitas Muslim Melayu. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan konflik identitas, terutama ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan luar yang lebih sekuler.

Selain itu, beberapa wilayah di Yala masih memiliki dinamika keamanan yang belum sepenuhnya stabil, sehingga sebagian remaja menyimpan kecemasan laten terkait situasi sosial dan politik setempat.

Berbagai faktor tersebut memperkuat kebutuhan akan dukungan emosional dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman secara psikologis bagi perkembangan mereka.

Pengabdian masyarakat di Thamavittaya Mulniti School memperlihatkan keberhasilan pendekatan pendidikan spiritual berbasis sufistik. Penelitian ini melibatkan guru, konselor sekolah, ustadz pembimbing, serta perwakilan remaja dengan mengintegrasikan program utama pesantren.

Hasil pengamatan menunjukkan beberapa dinamika yang menarik dan penting untuk dijadikan dasar perumusan program pendidikan spiritual sufistik.
Lebih lanjut, nilai-nilai seperti muhasabah (introspeksi diri), dzikrullah (mengingat Allah), dan mujahadah (kesungguhan dalam melawan hawa nafsu) memberikan fondasi kepada para siswa/i untuk mengembangkan ketenangan batin dan kontrol emosi. Praktik-praktik ini membantu mereka membangun daya tahan menghadapi tekanan psikologis dan sosial, terutama dalam konteks minoritas.

Aktivitas spiritual ini secara praktis menumbuhkan keseimbangan emosional remaja melalui rutinitas refleksi dan dzikir yang terstruktur, menurunkan rasa stres, kecemasan, serta memperkuat identitas batin yang resilien dalam keadaan sulit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan stabilitas emosional remaja, yang terukur dengan skor rata-rata 95,2%.

Secara teoretis, pengabdian ini memperkuat basis pendidikan sufistik dengan mengadopsi gagasan Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, yang menekankan bahwa pendidikan spiritual tidak hanya ritual, tapi juga pembentukan kepribadian insan kamil, pribadi yang matang dan seimbang secara spiritual, intelektual, dan sosial. Pemikir modern seperti Haedar Nashir (2013) mengembangkan konsep ini lebih jauh sebagai model pendidikan karakter relevan menghadapi krisis spiritual dan sosial kontemporer.

Model pendidikan sufistik yang diterapkan di Thamavittaya Mulniti mengimplementasikan pendidikan karakter yang holistik melalui pembinaan kesabaran, keikhlasan, dan kepercayaan diri sebagai modal utama dalam menjaga mental dan keseimbangan jiwa. Hal ini menjadi alternatif efektif dalam konteks sekolah Islam minoritas yang menghadapi tekanan ekstrim akibat politik mayoritas dan diskriminasi kebijakan.

Di ranah sosiokultural, nilai sufistik menjadi jembatan penting bagi remaja muslim minoritas dalam navigasi tantangan multikultural. Praktik sufistik yang mengedepankan empati, toleransi, dan refleksi rutin memungkinkan remaja memahami dan mengelola konflik batin.

Interaksi sosial mereka tidak hanya terbentuk atas dasar identitas agama, tapi juga sikap saling menghargai keberagaman yang membawa pada kohesi sosial dan mitigasi stres sosial.
Partisipasi remaja dalam kelompok dzikir dan refleksi spiritual menjadikan mereka aktif membangun ketahanan sosial psikologis, mengurangi rasa terasing, serta membentuk solidaritas dalam masyarakat yang beragam. Eksistensi nilai sufistik menjadi kenyataan nyata bagaimana pendidikan keagamaan dapat berperan strategis dalam memperkuat keberlangsungan sosial dan budaya komunitas minoritas Muslim.

Integrasi Pendekatan Spiritual Sufistik dalam Sistem Pendidikan Indonesia
Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS, 2022) menunjukkan bahwa layanan kesehatan mental formal bagi remaja masih sangat terbatas, baik dari segi ketersediaan tenaga profesional maupun sistem rujukan.

Dalam situasi ini, staf sekolah, termasuk guru, pembina, dan konselor informal sering kali menjadi aktor pertama yang dihubungi ketika remaja mengalami tekanan psikologis. Namun, kemampuan mereka dalam melakukan intervensi masih bersifat sporadis, tidak terstandar, dan bergantung pada pengalaman personal. Hal ini memperlihatkan adanya treatment gap yang signifikan, sehingga dibutuhkan pendekatan alternatif yang dapat melengkapi sistem layanan formal yang belum memadai. Integrasi pendidikan dengan pendekatan spiritual, khususnya sufistik, menjadi salah satu strategi potensial untuk mengisi kekosongan tersebut.

Pendekatan spiritual sufistik memiliki karakter khas yang berpusat pada pembinaan jiwa, penguatan kesadaran diri, dan penanaman ketenangan batin melalui praktik-praktik seperti dzikir, tafakkur, cinta kasih (mahabbah), dan introspeksi diri (muhasabah). Modul pendidikan spiritual yang mengintegrasikan nilai-nilai ini dapat dikembangkan dan diadaptasi ke dalam kurikulum formal pendidikan umum maupun sistem pesantren. Melalui pelatihan guru sebagai pembimbing ruhani (murabbi), pembentukan kelompok sebaya berbasis dzikir dan diskusi spiritual, serta penciptaan ruang aman untuk refleksi emosional, remaja memiliki kesempatan untuk membangun regulasi emosi, ketangguhan psikologis, dan kecerdasan spiritual secara berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif, karena memampukan remaja menghadapi stres sosial, tekanan akademik, serta tantangan perkembangan diri secara lebih holistik.
Strategi ini sekaligus sejalan dengan rekomendasi nasional untuk memperluas cakupan layanan kesehatan mental primer melalui pendekatan multisektor yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial (I-NAMHS, 2022). Integrasi spiritual sufistik dapat berfungsi sebagai bridging mechanism, yakni jembatan penghubung antara kebutuhan kesehatan mental remaja dan kapasitas layanan yang tersedia. Dengan demikian, pendekatan ini dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi kesehatan mental, menurunkan stigma, serta memperluas akses pendampingan emosional bagi remaja di berbagai konteks pendidikan.

Pengalaman pengabdian masyarakat di Yala, Thailand Selatan, menunjukkan bahwa pendekatan sufistik yang terstruktur mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman secara psikologis, sekaligus membantu remaja minoritas menemukan kejelasan identitas dan ketenangan spiritual. Temuan ini, jika dikontekstualisasikan dengan data I-NAMHS, memberikan dasar argumentatif yang kuat bagi para pembuat kebijakan untuk mendorong integrasi pendidikan spiritual sufistik ke dalam pembangunan kesehatan mental remaja di Indonesia, baik melalui RPJMN, standar layanan kesehatan mental sekolah, maupun kurikulum akademik pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan pesantren.

Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, lembaga riset, dan institusi keagamaan menjadi kunci untuk mereplikasi program-program berbasis sufistik secara lebih luas. Upaya ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi preventif, tetapi juga sebagai penguatan mental dan spiritual remaja di tengah perubahan sosial yang cepat, penetrasi digital, dan meningkatnya risiko masalah psikologis. Investasi pada bidang ini berpotensi mengurangi risiko gangguan mental kronis di masa dewasa, menekan beban sosial-ekonomi negara, serta menumbuhkan generasi muda yang tangguh secara psikologis, matang secara spiritual, dan selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni lahirnya generasi yang sehat fisik, mental, dan rohani.

Kesimpulan

Pendidikan spiritual sufistik menawarkan solusi holistik dan kontekstual yang relevan dengan kebutuhan kesehatan mental remaja di Indonesia.

Implementasi dan pengembangan lebih lanjut melalui sistem pendidikan dan layanan sosial dapat menutup akses yang selama ini terbatas, mengurangi stigma, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia utuh secara fisik, mental, dan spiritual.

Rekomendasi ini bukan sekadar aspirasi, melainkan panggilan untuk aksi nyata berbasis bukti ilmiah dan pengalaman lapangan yang mendalam. Masa depan bangsa terletak pada kesehatan mental generasi muda, dan sufisme adalah kunci untuk menguatkan jiwa mereka dalam mengarungi era penuh tantangan.***

GTA 6 Kapan Rilis? Ini Jadwal Resmi, Fitur Baru, dan Detail Lengkap dari Rockstar Games

0

Bogordaily.net – GTA 6 kapan rilis. Pertanyaan itulah yang paling sering muncul sejak Rockstar Games mulai menggoda publik dengan kehadiran Grand Theft Auto VI.

Lebih dari satu dekade setelah GTA 5 lahir, nama GTA 6 kembali menguasai percakapan dunia—seperti magnet yang tidak pernah kehilangan daya tariknya.

Para gamer seolah menahan napas, menunggu apa lagi yang akan meledak dari dapur Rockstar.

GTA 6 kapan rilis sebenarnya sudah beberapa kali diisyaratkan. Setelah kesuksesan besar GTA 5, Rockstar seperti ingin memastikan bahwa langkah berikutnya tidak sekadar besar, tapi monumental.

Dunia fiksi Leonida, dengan Vice City sebagai pusatnya, dipersiapkan menjadi panggung baru yang jauh lebih hidup. Dunia yang memungkinkan pemain bukan hanya menjalankan misi, tetapi juga merasakan denyut kehidupan kota—seindah pantainya, sekeras kriminalitasnya.

Rockstar ingin memberi pengalaman yang lebih dari sekadar open world: mereka ingin dunia yang “bernapas”. Tapi ulang pertanyaan itu muncul lagi: GTA 6 kapan rilis?.

Melansir laman resmi Rockstar Games, jawabannya akhirnya jelas: 26 Mei 2026. Itulah tanggal resmi GTA 6 mendarat di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.

Tanggal baru. Revisi dari rencana sebelumnya yang menyebut tahun 2025. Setiap penundaan—apalagi untuk game sebesar ini—sudah pasti mengundang komentar keras. Tapi Rockstar menulis permintaan maaf secara terbuka, lengkap dengan penjelasan kenapa mereka perlu waktu tambahan.

Mereka ingin melampaui ekspektasi. Itu saja alasan mereka. Tidak kurang, tidak lebih.

Setiap detail tampaknya ingin ditata sehalus mungkin. Dunia terasa “hidup”. AI lebih cerdas. Perubahan besar terjadi pada sistem wanted level—kini polisi tidak lagi terlalu naïf, tapi jauh lebih strategis. Semua itu membutuhkan jam kerja yang lama. Bisa panjang. Bisa menyakitkan. Tapi begitulah seni: sempurna dulu, baru rilis.

Vice City kembali hadir—bukan dalam nostalgia 2002, melainkan dalam wajah modern yang lebih autentik. Jalanan, pantai, klub malam, rawa-rawa Florida yang panas. Semua dibuat ulang dengan detail yang nyaris obsesif. Di luar kota itu masih ada Leonida Keys, Grasserivers, dan wilayah fiksi lain yang membuat map GTA V terlihat kecil.

Karakter? Rockstar kali ini lebih berani. Jason Duval, mantan tentara yang berbelok arah. Lucia Caminos, tokoh protagonis wanita pertama sepanjang sejarah GTA. Bukan sekadar tambahan, tapi tulang punggung cerita. Ada pula Cal Hampton, Bookie Ike, Dre’Quan, Bae-Luxe, Roxy, Raul Bautista, hingga Brian Heder—masing-masing membawa warna kriminalnya sendiri.

Di sinilah ambisi Rockstar terlihat paling jelas. Mereka tidak hanya membuat game, mereka sedang membangun dunia. Dunia yang akan menjadi standar baru industri: grafik next-gen, gameplay realistis, dinamika sosial yang lebih canggih, dan AI yang bisa membuat pemain lupa bahwa mereka sedang bermain game.

Dan kini, pertanyaan itu akhirnya punya jawaban pasti, tertera tegas pada kalender: 26 Mei 2026 hari lahirnya GTA 6.***

Bencana Ekologis Sumatera: Ketika Alam Meminta Pertanggungjawaban Manusia

0

Oleh: Subhan Murtadla
Direktur Eksekutif Indonesian Green Community

Pulau Sumatera kembali berduka. Dalam beberapa hari terakhir, tiga provinsi — Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh — dilanda rangkaian bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan pemukiman, infrastruktur, dan merenggut banyak nyawa.

Air bah datang tanpa ampun, membawa material lumpur, batu, hingga ribuan kubik kayu gelondongan yang hanyut seperti pasukan liar dari hulu sungai.

Kayu-kayu besar itu menghantam jembatan, menutup aliran sungai, menimbun rumah, dan memperparah daya rusak banjir bandang.

Pemandangan ini bukan sekadar musibah. Ini adalah peringatan keras tentang kerusakan ekologis yang sudah lama kita abaikan.

Fakta Lapangan: Banjir Bukan Lagi Sekadar “Bencana Alam”

Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu langsung. Namun akar persoalan jauh lebih dalam: rusaknya daerah aliran sungai (DAS), hilangnya tutupan hutan, dan lemahnya pengelolaan lingkungan di kawasan hulu.

Beberapa temuan di lapangan serta laporan lembaga lingkungan menunjukkan:

1. Banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus tidak mungkin berasal hanya dari pohon tumbang alami.
Ini indikasi kuat adanya kawasan hutan yang melemah atau diganggu aktivitas manusia.

2. Deforestasi massif dalam satu dekade terakhir terjadi di ketiga provinsi tersebut.
Ketika hutan hilang, tanah kehilangan akar penahan, air kehilangan ruang resapan, dan sungai kehilangan penyangga alami.

3. Longsor beruntun menunjukkan tidak stabilnya struktur tanah di lereng-lereng perbukitan yang sebelumnya berhutan lebat.

4. Kerusakan hulu yang tidak tertangani menyebabkan banjir di hilir menjadi berlipat ganda, jauh lebih merusak dibanding sekadar banjir akibat hujan deras.

Bencana ini adalah gabungan dari bencana hidrometeorologi dan bencana ekologis, sebuah “kombinasi maut” akibat intervensi manusia yang berlebihan.

Tanda Serius dari Alam: Kita Sudah Melewati Batas

Kayu-kayu besar yang hanyut bukan hanya material banjir.
Ia adalah pesan visual, tanda dari hulu yang sedang menangis.
Hutan adalah sistem penyerap air. Ia meredam banjir. Ia menstabilkan tanah. Ia menjaga sungai agar tetap berfungsi.

Ketika pohon-pohon itu hilang atau ditebang tanpa kontrol, maka:
√air hujan tidak diserap,
√tanah kehilangan kekuatan,
√sungai kehilangan keseimbangannya,
√dan bencana menjadi tidak terhindarkan.

Bencana di Sumatera adalah bukti bahwa alam sedang menagih utang atas kelalaian manusia.

Kegagalan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan

Tragedi ini menunjukkan adanya:
1. Kelemahan pengawasan perizinan hutan dan tambang
Aktivitas legal maupun ilegal di kawasan hulu seringkali tidak diawasi ketat.
Ketika fungsi hutan terganggu, masyarakat di hilir menjadi korban.

2. Tata ruang yang tidak disiplin
Banyak kawasan rawan banjir, longsor, dan bantaran sungai yang berubah menjadi permukiman, bahkan industri.

3. Minimnya rehabilitasi DAS
Rehabilitasi hulu tidak sebanding dengan laju kerusakan.
Pemulihan hutan berjalan lambat, sementara eksploitasi berjalan cepat.

4. Lemahnya penegakan hukum lingkungan
Tanpa sanksi tegas, kerusakan hanya akan berulang.
Bencana seperti ini hanyalah “episode terbaru” dari siklus kerusakan yang tidak pernah benar-benar dihentikan.

Dampaknya: Bukan Hanya Kerugian Fisik, Tetapi Kehidupan.

Musibah di tiga provinsi tersebut telah:

√menghanyutkan rumah dan kendaraan,
√merusak infrastruktur vital,
√mengisolasi ribuan warga,
√memutus transportasi dan ekonomi,
√serta menyebabkan korban jiwa yang terus bertambah.

Ini bukan kerugian sesaat.
Ini adalah kerugian generasi — dari anak-anak yang kehilangan keluarga hingga masyarakat yang kehilangan masa depan ekonominya.

Seruan Moral dan Spiritual: Alam Adalah Amanah, Bukan Komoditas

Sebagai bangsa yang religius, kita sering lupa bahwa merusak alam berarti merusak amanah.

Kerusakan yang terjadi bukan hanya fenomena ekologis tetapi juga krisis moral.

Kita harus kembali pada prinsip bahwa manusia adalah khalifah, di bumi.
Tugas kita bukan menghabiskan sumber daya, tetapi menjaga keseimbangan kehidupan.

Rekomendasi Mendesak: Jangan Biarkan Bencana Ini Menjadi Rutinitas

Tragedi ini harus menjadi titik balik.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus melakukan langkah konkret:
1. Audit total perizinan hutan dan tambang di hulu DAS
Termasuk aktivitas yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

2. Moratorium aktivitas di kawasan rentan
Seluruh aktivitas berisiko tinggi harus dihentikan sampai kondisi lingkungan dinyatakan pulih.

3. Rehabilitasi besar-besaran kawasan hutan dan DAS
Ini bukan proyek seremonial, tetapi upaya penyelamatan jangka panjang.

4. Penguatan sistem peringatan dini dan tata ruang berbasis risiko bencana

5. Penegakan hukum tanpa kompromi
Kerusakan ekologis adalah kejahatan kemanusiaan.
Pelakunya tidak boleh dilindungi.

6. Gerakan masyarakat untuk konservasi lingkungan
Edukasi publik sangat penting agar masyarakat memahami bahwa menjaga alam sama dengan menjaga hidup.

Penutup: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bukan akhir, melainkan peringatan.

Jika kita tidak berubah sekarang, kita akan terus menyaksikan bencana demi bencana, dengan korban semakin banyak dan kerusakan semakin luas.

Kita harus bertindak.
Kita harus memperbaiki kebijakan.
Kita harus menghentikan kerakusan.
Kita harus menyelamatkan hutan dan sungai kita — karena di sanalah masa depan bangsa ini berada.

Semoga musibah ini membuka mata kita semua.

Alam sudah berbicara. Saatnya kita mendengarkan.***

Menkop Ajak ICMI Perkuat Kopdes Sebagai Ekosistem Baru Ekonomi Kerakyatan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi adalah amanat konstitusi dan fondasi ekonomi rakyat yang kini diperkuat melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ekosistem baru yang memotong rantai pasok, menghadirkan layanan usaha di desa, dan melibatkan jutaan anggota.

Oleh karena itu, Menkop menekankan, penguatan koperasi juga membutuhkan dukungan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang memiliki peran strategis dalam memberikan pandangan keilmuan, pembinaan, dan jejaring intelektual.

“Hal itu untuk memastikan gerakan ekonomi kerakyatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap Menkop, saat menjadi narasumber dalam acara National Leadership Camp dengan tema “Meneguhkan Peran Cendikiawan Muslim untuk Menwujudkan Indonesia Emas” yang diadakan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Bali, Sabtu (6/12)

Hadir dalam acara tersebut, Ahmad Muzani (Ketua MPR RI), Prof Arif Satria – Kepala BRIN (Ketua Umum ICMI), Fadel Muhammad (Anggota DPD), Andi Yuliani Paris (Anggota Komisi XI DPR RI), Dr Priyo (Wakil Ketua Umum ICMI), Andi Irman (Bendahara Umum ICMI), dan Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.

Menkop mengajak kalangan ICMI untuk mengambil kesempatan dan memanfaatkan momentum ini untuk perkuatan ekonomi kerakyatan ke depan. Tahun depan, bakal ada 80 ribu lebih gerai ritel moderen yang dikelola Kopdes Merah Putih.

“Maknanya, kita harus bisa memproduksi barang-barang sendiri untuk dijual di ritel-ritel moderen milik Kopdes Merah Putih,” imbuh Menkop.

Bahkan, bagi Menkop, ini merupakan kesempatan emas dalam mendorong masyarakat koperasi bisa kembali ke sektor produksi. “Kembali ke sektor distribusi, industri dan sektor perkreditan,” tegas Menkop.

Menkop berharap ICMI bisa membangun koperasi atau mendorong pelaku UMKM yang ada di lingkungan keluarga besar ICMI untuk mulai bikin pabrik sabun, pabrik detergen, pabrik shampo, pabrik kecap, pabrik saus, pabrik sambal, dan sebagainya. “Apapun pabriknya, juga industri kecil, dan dalam bentuk koperasi, kita akan dukung,” kata Menkop.

Kemenkop akan mendorong pembentukan industri-industri, produk-produk, hingga pabrik-pabrik, yang akan memproduksi barang-barang kebutuhan masyarakat. “Tidak usah takut, produk-produk itu akan kami jual di Kopdes Merah Putih,” ucap Menkop.

Menurut Menkop, bangsa ini harus kembali percaya diri untuk menjadi produsen. “Kemenkop akan mendukung 100% sekiranya ada yang berkinginan untuk menjadi produsen, pabrik-pabrik, barang-barang, apalagi dalam bentuk badan usaha koperasi, kami akan biayai,” kata Menkop.

Dengan begitu, melalui eksistensi Kopdes Merah Putih, Menkop meyakini bangsa Indonesia akan kembali menjadi bangsa produsen. “Ini menjadi cara kita menuntaskan cita-cita para pendiri republik, pendiri ICMI, hingga tokoh-tokoh ICMI,” ucap Menkop.

Lebih dari itu, Menkop juga mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mulai membuat dan menciptakan mesin-mesin pasca panen, dryer, alat pengatur suhu untuk buah-buahan dan sayuran, cold storage, dan lain sebagainya. “Kita punya semangat yang sama dan kami siap untuk kolaborasi,” ujar Menkop.***