Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 334

Masyarakat Peduli Cagar Budaya Desak Pembangunan Jalan Lawang Gintung Tak Rusak Situs Sejarah

0

Bogordaily.net – Isu pembangunan jalan di kawasan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, kembali menjadi sorotan publik.

Kelompok Masyarakat Peduli Cagar Budaya (MPCB) menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek tersebut berjalan tanpa merusak situs sejarah dan kepentingan budaya masyarakat Sunda Bogor.

Ketua MPCB, Santi Chintya Dewi, S.H., bersama timnya telah mengirimkan tiga surat resmi kepada pihak terkait di Kota Bogor, yaitu Kapolresta Bogor Kota, Dinas PUPR, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Surat-surat tersebut berisi permohonan informasi dan pemberitahuan adanya potensi pelanggaran hukum terkait pembangunan akses jalan di kawasan Lawang Gintung.

Adapun surat tersebut meliputi:

  1. Surat kepada Kapolresta Bogor Kota Nomor 161025/MPCB/Lawanggintung/Bgr-Selatan/X/2025, berisi pemberitahuan upaya hukum jika terbukti adanya pelanggaran hukum.
  2. Surat kepada Kadis PUPR Kota Bogor Nomor 151025/MPCB-Sumur7/Lawanggintung/Bgr-Selatan/X/2025, terkait permohonan peta pembangunan jalan dan jawaban tertulis.
  3. Surat kepada Kadisparbud Kota Bogor Nomor 141025/MPCB-Sumur7/Lawanggintung/Bgr-Selatan/X/2025, mengenai permohonan jawaban resmi dari instansi terkait.

Dalam Legal Memorandum bertajuk Konseptual Penyelesaian Lahan di Jalan Lawang Gintung untuk Kepentingan Umum, Sejarah, dan Pribadi (2018–2025), MPCB menyampaikan enam poin utama.

Salah satunya, pembangunan jalan tetap dapat dilanjutkan selama tidak mengganggu kawasan sejarah dan objek diduga cagar budaya (ODCB) di lokasi tersebut.

“Pembangunan jalan memang penting untuk kepentingan umum. Namun, kami ingin memastikan tidak ada satu pun situs sejarah yang rusak atau berubah fungsi,” tegas Santi.

MPCB Ajak Pemda dan Masyarakat Sunda Bogor Kolaborasi

MPCB juga mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah Kota Bogor yang bersedia berkolaborasi dengan masyarakat Sunda Bogor, terutama para penggiat budaya.

Kolaborasi ini bertujuan melakukan pengawasan langsung di lapangan agar pembangunan tidak melewati kawasan bersejarah, seperti Dayeuh Pakuan Pajajaran.

Salah satu tokoh masyarakat, Abdurahman Bazenet, disebut secara sukarela menyerahkan sebagian lahan bernilai sejarah kepada masyarakat Sunda Bogor.

Lahan tersebut diusulkan untuk ditetapkan sebagai Kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran oleh Disparbud Kota Bogor.

Peringatan Hukum bagi Penghalang Proyek

MPCB juga menyoroti adanya potensi gangguan terhadap proyek pembangunan jalan.

Dalam rilisnya, MPCB mengingatkan bahwa tindakan menghalangi proyek pembangunan yang tidak berada di kawasan sejarah dapat dijerat pasal pidana sesuai KUHP Pasal 207–241 dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sanksinya dapat berupa kurungan, denda, atau keduanya, tergantung bukti pelanggaran di lapangan.

“Kami mendukung pembangunan untuk kepentingan publik, tetapi harus ada batas jelas agar cagar budaya tetap terlindungi,” tambah Santi.

Kolaborasi Pemerintah dan MPCB

Menindaklanjuti surat tersebut, MPCB mengaku telah menerima tanggapan dari pihak Kepolisian dan dinas terkait.

Hasilnya, disepakati adanya kolaborasi sistematis antara Pemerintah Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, dan MPCB untuk menyeimbangkan dua kepentingan besar:
pembangunan jalan untuk masyarakat umum, serta pelestarian kawasan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Sunda Bogor.

MPCB menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sebagai dasar perlindungan warisan sejarah di Kota Bogor.***

Kemenkop Perkuat Kopdes Merah Putih Menjadi Agregator Produk Pangan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengakui, dalam mengembalikan peran strategis koperasi sebagai badan usaha yang diamanatkan dalam konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 menghadapi tantangan besar. Kini di era Presiden Prabowo Subianto kini berkomitmen, mengembalikan ‘khitah’ ekonomi nasional sesuai dengan konstitusi, di mana Pemerintah hadir dan aktif mengatur pasar.

“Dalam konteks ini, Kemenkop dituntut untuk bergerak cepat dalam digitalisasi dan tata kelola koperasi, agar dapat bersaing dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian,” kata Menkop Ferry Juliantono saat menjadi panelis dalam acara Talkshow 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Menkop Ferry menyampaikan, salah satu langkah besar yang diambil pemerintah adalah pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu pilar utama ekonomi rakyat. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.9 Tahun 2025 terkait percepatan pembentukan kopdes yang melibatkan 18 kementerian/lembaga, serta keluarnya Perpres No. 9 Tahun 2025 terkait Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, Kemenkop berhasil meluncurkan dan melegalisasi pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Sudah terlalu lama masyarakat desa hanya menjadi objek dalam sistem ekonomi, bukan pelaku utama. Melalui Kopdes/Kel Merah Putih, masyarakat desa kini menjadi subjek ekonomi yang memiliki badan usaha sendiri,” kata Ferry.

Menkop mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi aggregator produk pertanian di desa melalui penyediaan coldstorage untuk memperpanjang umur hasil panen pertanian. Dengan menjadi offtaker juga dapat memenuhi kebetuhan masyarakat desa misalnya tanaman pangan yang dilengkapi pengering (dryer).

Namun, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur dasar seperti listrik dan internet di banyak desa.
Selain itu, data desa yang akurat dan lengkap masih minim, sehingga sulit untuk mengoptimalkan potensi dan aset desa secara maksimal.

Dalam mengatasi hal tersebut, Kemenkop mengembangkan sistem pengumpulan data sendiri dengan menggunakan teknologi drone geospasial dan melatih masyarakat desa sebagai responden lapangan. Hasilnya, terkumpul 280 parameter data yang mendukung pengembangan kopdes di seluruh desa.

Setelah pembentukan dan pengumpulan data, Kemenkop melakukan relaksasi regulasi mulai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga kementerian terkait lainnya. “Hal ini memungkinkan Kopdes Merah Putih mendapatkan waktu dan ruang untuk operasionalisasi secara efektif,” ujarnya

Kini, Kopdes Merah Putih mulai menjalankan fungsi sebagai off-taker kebutuhan masyarakat desa, seperti penyediaan pengering (dryer) untuk tanaman pangan dan turbin untuk produksi sayur-sayuran, yang selama ini terhambat, karena minimnya fasilitas cold storage di desa.

Presiden Prabowo, sebut Menkop, juga menegaskan pentingnya kedaulatan pangan (food sovereignty) yang didasarkan pada potensi dan kekuatan ekonomi lokal.

“Kami percaya Presiden Prabowo berhasil menjaga stabilitas pangan nasional, sehingga harga pangan tetap terkendali dan ketahanan pangan terjaga,” katanya.

Dengan langkah strategis ini, koperasi desa diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

*Implementasi Asta Cita Ke-6*

Menkop Ferry menyebut, Asta Cita ke-6 yakni, Membangun dari Desa dan Dari Bawah, untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.

Di mana banyak terjadi problem sosial di desa, masih banyak praktek rentenir masyarakat. Masih adanya terlalu berkuasa middle man membuat harga di tingkat konsumen tak terkendali.

“Insya Allah dengan mulai operasionalisasi Kopdes Merah Putih pada Oktober ini, fungsi Kopdes bisa dieksekusi dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Di mana koperasi menjadi penyalur sehingga memperpendek mata rantai, membuat harga terjangkau dan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat desa. “Target pertumbuhan ekonomi akan hanya bisa tercapai di 8 persen, jika ada pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” tutur Ferry.***

Daftar Tokoh Jebolan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dari KH Said Aqil hingga Ning Imaz

0

Bogordaily.net – Daftar tokoh jebolan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri kembali jadi bahan perbincangan publik.

Bukan hanya karena reputasi pesantren ini yang sudah mendunia, tapi karena satu peristiwa yang membuat namanya kembali melambung di jagat maya — kasus Trans 7 yang dinilai menyinggung salah satu kyai sepuh Lirboyo.

Ya, peristiwa kecil di layar televisi itu memantik gelombang reaksi besar. Dari Gus Miftah hingga para kiai muda di berbagai daerah, semuanya bersuara.

Tapi di tengah keramaian itu, publik justru kembali menengok ke akar — ke Lirboyo, pesantren tua yang menjadi kawah candradimuka ribuan santri dan lahirkan ulama besar.

Didirikan pada 1910 oleh KH Abdul Karim, Lirboyo bukan hanya tempat menimba ilmu agama.

Ia juga pernah menjadi basis perjuangan melawan penjajah. Para santri Lirboyo bahkan turun ke Surabaya saat peristiwa 10 November 1945.

Sejak itu, Lirboyo bukan sekadar pesantren — ia simbol. Simbol keikhlasan, keberanian, dan intelektualitas.

Daftar tokoh jebolan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pun tak bisa dihitung dengan jari. Mulai dari ulama, cendekiawan, hingga pengusaha sukses — semuanya punya satu kesamaan: mereka pernah duduk bersila di serambi Lirboyo.

Sebut saja KH Said Aqil Siradj. Mantan Ketua Umum PBNU ini adalah salah satu murid terbaik dari Lirboyo. Di masa mudanya, ia menimba ilmu langsung dari KH Mahrus Aly dan KH Marzuqi Dahlan.

Ilmu dan keteguhan yang ia bawa dari pesantren itu, kelak membentuk karier panjangnya di dunia keulamaan dan kebangsaan.

Lalu ada KH Mahrus Aly. Sosok legendaris yang awalnya datang ke Lirboyo sebagai santri, tapi kemudian menjadi salah satu pengasuh paling disegani.

Lahir di Cirebon, perjalanan hidupnya adalah kisah tentang pencarian ilmu tanpa lelah. Dari pesantren ke pesantren ia berkelana, hingga akhirnya menetap di Lirboyo di bawah bimbingan pendirinya langsung.

Namun Lirboyo tak hanya melahirkan ulama. Dari asrama dan ruang ngaji yang sederhana itu juga muncul pengusaha sukses seperti Mohammad Amirudin.

Alumni tahun 1992–1998 ini memulai usaha sepatu dari rumahnya di Mojokerto, berbekal pesan dari KH Anwar Mansur: “Tetaplah mengaji meski sudah di rumah.” Kini Amir punya 40 karyawan dan omzet mencapai Rp600 juta per bulan.

Di sisi lain, muncul generasi baru seperti Ning Imaz Fatimatuz Zahra. Santriwati cerdas, hafizah, dan dai muda yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dunia digital.

Ia aktif di media sosial, membawakan kajian melalui kanal YouTube NU Online, dan menjadi panutan santri perempuan di seluruh Indonesia.

Daftar tokoh jebolan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri membuktikan satu hal: bahwa pesantren bukan tempat yang memenjarakan masa depan. Justru dari sana lahir para pembuka jalan — yang memadukan ilmu, akhlak, dan keberanian menghadapi zaman.

Dan mungkin, dari asrama kecil yang masih berdiri kokoh di Kediri itu, akan terus lahir tokoh-tokoh besar berikutnya.

Karena Lirboyo, pada dasarnya, bukan hanya tempat belajar agama. Ia adalah tempat membangun karakter — dengan ilmu, ketulusan, dan doa yang tidak pernah putus.***

IG Julia Prastini Jadi Sorotan, Isu Perselingkuhan dengan Pria Misterius Hebohkan Warganet

0

Bogordaily.net – IG Julia Prastini kembali jadi sorotan. Nama perempuan muda yang dulu dikenal karena kisah cintanya dengan pria asal Korea Selatan, Na Daehoon, kini mencuat lagi—tapi bukan karena kisah inspiratifnya seperti dulu.

Kali ini, kabarnya jauh lebih panas: isu perselingkuhan.

Semuanya bermula dari media sosial. Dunia maya mendadak ramai setelah beredar beberapa foto yang memperlihatkan sosok mirip Jule—panggilan akrab Julia Prastini—bersama seorang pria.

Foto itu tersebar cepat di berbagai platform, dari X, TikTok, sampai Instagram.

Bahkan, di salah satu akun gosip bernama @secrett, tampak lima foto yang disebut-sebut sebagai bukti kedekatan mereka.

Dalam salah satu foto, terlihat sosok perempuan mirip Jule tanpa hijab. Tak butuh waktu lama, publik langsung heboh dan mulai mencari siapa pria dalam foto tersebut.

Beberapa warganet menyebut nama Safrie Ramadan sebagai sosok yang diduga menjadi selingkuhan. Namun yang membuat isu ini makin misterius: akun Instagram @safrie.ramadan tiba-tiba hilang setelah rumor itu mencuat. Dan tentu saja, hal itu malah menambah rasa penasaran.

Padahal sebelumnya, IG Julia Prastini dikenal dengan unggahan-unggahan bernuansa positif.

Ia sering membagikan kisah perjalanan spiritualnya, sejak memutuskan menjadi mualaf di usia muda, hingga kehidupan pernikahannya yang lintas budaya bersama Daehoon.

Tapi kini, linimasa berubah. Komentar warganet dipenuhi pertanyaan, kekecewaan, dan desakan agar Jule segera memberikan klarifikasi.

Sementara itu, publik masih terus menebak-nebak. Apakah foto-foto itu benar dirinya? Atau sekadar kemiripan belaka?

Di tengah derasnya arus gosip, satu hal yang pasti: dunia maya punya daya ledak luar biasa. Sekali viral, semua mata langsung tertuju. Dan bagi Jule, kali ini sorotan itu terasa jauh lebih panas daripada sebelumnya.***

Proyek SIG di Budi Agung Bukti Nyata Lemahanya Pengawasan Tingkat Kota

0

Bogordaily.net – Pemerhati kebijakan publik, Army Setyo Wibowo, turut menyoroti proyek pembangunan proyek SIG yang membuat warga Budi Agung, Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi resah.

“Keresahan warga Budi Agung menunjukkan lemahnya pengawasan proyek di tingkat kota. Pemkot Bogor seharusnya turun langsung memastikan pelaksana proyek tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Army Setyo Wibowo, kepada Bogordaily.net, Kamis 16 Oktober 2025

Ia menyebut, seharusnya pihak proyek memberlakukan jam operasional armada mobil-mobil besar, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Terlebih, kata Army, jika mobil-mobil besar tersebut beroperasi di pagi hari, akan mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Solusinya, tetapkan jam operasional kendaraan berat, wajibkan pembersihan jalan setiap hari, dan libatkan warga dalam pengawasan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat.” tegas Army

Sebelumnya diberitakan, proyek SIG di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, saat ini menimbulkan keresahan warga.

Bagaimana tidak, proyek yang masuk ke akses warga Budi Agung, Kota Bogor tersebut membuat jalanan warga menjadi kotor dan basah akibat banyaknya mobil proyek yang berukuran besar.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi proyek pada Kamis 9 Oktober 2025 pagi sampai siang hari, terlihat mobil-mobil proyek beroperasi menghambat aktivitas warga sekitar yang menggunakan kendaraan.

Kemudian akses jalan aspal menuju wilayah Budi Agung terlihat kotor layaknya jalanan yang tidak terurus oleh pemerintah akibat mobil proyek.

Lalu suara-suara bising dari pengerjaan proyek juga membuat warga sekitar tidak nyaman. Terlebih lokasinya tidak jauh dari RS. Islam Bogor.

Sementara itu warga sekitar proyek AA (37) menjelaskan bahwa, sebelum adanya proyek akses jalan Budi Agung bersih terawat.

Namun semuanya menjadi berantakan setelah adanya proyek tersebut. Terlebih mobil-mobil proyek yang berukuran besar menghambat mobilitas warga.

“Coba dipikir sekarang mobil molen sebesar itu lalu-lalang masuk ke budi agung pagi hari, jam sibuk-sibuknya warga aktivitas, yang sekolah, yang kerja, jadi kena imbas, macet, terhambat,” kesalnya

Ia menambahkan, seharusnya pengerjaan proyek tersebut memperhatikan jam operasional kendaraan mereka yang berukuran besar tersebut.

“Di depan gang budi agung kan udah jalan raya, sekarang masuk ke budi agung kalau gaada jam operasionalnya truk mereka ya udah pasti macet,” tegasnya

Ia berharap agar ada evaluasi dari pemilik proyek tersebut untuk memperhatikan jam operasional mobil-mobil mereka.

“Harusnya perencanaan proyeknya matang, jangan asal-asalan begini, warga jadi terhambat aktivitas,” tutupnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Program MBG Ciptakan 28.500 Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Beberkan Dampak Ekonomi Bogor

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, program Makan Bergizi (MBG) bukan hanya menyangkut peningkatan kualitas kesehatan anak sekolah, tetapi juga strategi cerdas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan sebagai motor penggerak ekonomi lokal, yang diyakini mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan memutar uang pusat hingga triliunan rupiah di Kabupaten Bogor.

Ia menekankan pentingnya mengejar Program MBG karena dampak multi-sektor yang ditimbulkannya. Menurutnya, skema serapan tenaga kerja dari program ini luar biasa. Kabupaten Bogor menargetkan pendirian 570 dapur yang beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi.

“Satu dapur itu rata-rata mempekerjakan 50 orang, mulai dari tukang masak, tukang membersihkan, hingga tukang cuci. Kalau kita punya 570 dapur, maka ada 28.500 orang yang akan mendapatkan pekerjaan baru,” kata Rudy Susmanto, Kamis 16 Oktober 2025.

Kemudian, ia juga menyoroti keuntungan finansial makro bagi daerah. Uang yang berputar untuk operasional MBG adalah dana dari Pemerintah Pusat, bukan dari APBD Kabupaten atau Provinsi.

“Total dana pusat sebesar Rp6,12 Triliun per tahun akan berputar di Kabupaten Bogor. Nilai ini setara dengan setengah APBD kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dana sebesar itu dipastikan akan digunakan untuk membeli bahan-bahan pokok dari pedagang dan petani di Kabupaten Bogor Bogor.

Tentunya dipakai untuk beli beras, beli cabai, beli bawang, beli telurnya orang Bogor. Tentu ini murni menggerakkan ekonomi pedagang lokal. Mekanisme MBG juga membuka peluang bisnis yang baik bagi masyarakat.

“Saya berharap seluruh jajaran segera menindaklanjuti dan menggarap Program MBG ini secara serius untuk memastikan perputaran ekonomi lokal berjalan optimal dan lapangan kerja tercipta sesuai target,” ungkap Rudy Susmanto.

(Albin Pandita)

Hari Pangan Sedunia ke-45, DKP Kabupaten Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Cibinong

Bogordaily.net – Peringati Hari Pangan Sedunia yang ke-45, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan setu Cibinong, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Kepala DKP Kabupaten Bogor Teuku Mulya menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut digagas langsung oleh Badan Pangan Nasional secara serentak di seluruh wilayah indonesia, termasuk ada 9 titik yang digelar di wilayah Kabupaten Bogor.

“Hari ini di Kabupaten Bogor kita mengadakan gerakan pangan murah dengan di 9 titik yang ada, Untuk di Cibinong berpusat di taman pemuda ini ada gerakan pangan murah yang bisa langsung diakses oleh seluruh masyarakat,” kata Teuku Mulya kepada wartawan, Kamis 16 Oktober 2025.

Menurut Teuku, pihaknya menghadirkan berbagai stand stand yang menjual bahan pokok dengan harga murah seperti, beras, ayam, telur dan lain sebagainya.

“Tentunya seperti beras, telur, minyak, ayam dan sayur mayur. Saya kira ini yang menjadi bahan masyarakat untuk akses pangan yang murah,” jelasnya.

Ia menambahkan, gerakan pangan murah ini akan dilaksanakan selama setahun kedepan di berbagai wilayah. Tentunya untuk mengakses keterjangkauan bahan pokok yang aman, bergizi dengan harga murah kepada masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini tidak berhenti disini saja dan ini terus berlangsung sampai dengan akhir tahun ini untuk satu tahun anggaran ini,” ujar Teuku.

“Jadi kira kira itu intinya, hari pangan sedunia ini, disamping kita menyadarkan diri kita semua yang merasakan bahwa hari pangan sedunia ini adalah kita setiap individu itu butuh yang namanya pangan atau hak pangan yang bergizi yang terjangkau dan aman,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai bentuk kerjasama menguatkan produk ekonomi lokal baik di tingkat lokal, nasional, hingga tingkat global.

“Itu di satu sisi, disisi lain, stakeholder ini sama sama untuk menguatkan pangan ini menjadi satu sistem kedaulatan pangan yang ada di global, nasional maupun di lokal,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Santri PMUQI Latih Kemampuan Mengajar Lewat Modelling Bahasa Inggris dan Arab

0

Bogordaily.net – Santri putra dan putri kelas Niha’i Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) mengikuti kegiatan Modelling Bahasa Inggris dan Arab yang berlangsung pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan ini digelar terpisah, santri putra bertempat di basement Masjid Jami’ Ummul Quro Al-Islami, sedangkan santri putri di Gedung Serba Guna PMUQI.

Dalam sesi santri putra, Achmad Seva Ramadhan tampil mewakili Bahasa Inggris, sedangkan Ahmad Nurudin mempresentasikan pembelajaran dalam Bahasa Arab.

Sementara dari kelompok santri putri, Nasywa Maulida (kelas 6 IPA 1) berperan dalam sesi Bahasa Inggris, dan Adzkiaturrohmah (kelas 6 Sains) tampil membawakan Bahasa Arab dengan penuh percaya diri.

Setiap peserta tampil seolah menjadi seorang guru sesungguhnya — menyusun tujuan pembelajaran, membuka pelajaran dengan interaktif, hingga menutup dengan refleksi dan motivasi.

Pembimbing Tekankan Nilai Pedagogik dan Kesiapan Mengajar

Pembimbing Amaliah Tadris, Hidayat, memberikan apresiasi sekaligus penekanan penting mengenai nilai pendidikan di balik kegiatan modelling ini.

Menurutnya, pengalaman semacam ini bukan sekadar latihan berbicara, tetapi merupakan bekal nyata menghadapi dunia pendidikan di masa depan.

“Ya kegiatan ini secara tidak langsung itu sangat berguna bagi kalian di masa depan terutama kalian yang akan bekerja di ranah pendidikan. Memang sekarang kalian di amaliah tadris ini diajarkan untuk memahami persiapan sebelum mengajar, karena target dari seorang guru adalah membuat muridnya paham terhadap apa yang diajarkan,” ujar Drs. Hidayat dalam arahannya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan mengajar tidak hanya diukur dari kefasihan berbicara, tetapi juga dari kesiapan mental, penguasaan materi, serta kejelasan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran.

Sementara itu, Ustadz Dian Firmansyah turut memberikan penguatan pada aspek perumusan General Object dan Specific Object dalam proses mengajar. Ia menilai, pemahaman terhadap dua hal ini menjadi pondasi agar pembelajaran lebih terarah dan efektif.

“Saya memberikan penekanan pada General Objects dan Specific Object karena dari sini bisa dilihat tujuan dari mengajarnya, maka harus sesuai. Jangan sampai di specific object berbeda ketika mengajar,” katanya dalam sesi diskusi kelompok.***

 

Menkop: Kucuran Dana CSR Untuk Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Model Keterlibatan Swasta

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa adanya kucuran dana Corporate Social Responsilibility (CSR) di wilayah Kabupaten Tangerang bisa menjadi model dan bukti nyata keterlibatan pihak swasta (korporasi) dalam mendukung dan menyukseskan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

“Seluruh Kopdes/Kel Merah Putih di Kabupaten Tangerang akan mendapatkan dana CSR, di mana tahap awal sebanyak 60 Kopdes Merah Putih, yang bisa digunakan sebagai langkah awal kegiatan operasionalnya,” kata Menkop, usai acara Bimtek Perkoperasian dan serah terima dana CSR kepada Kopdes Merah Putih Mock Up, di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (16/10).

Menkop juga mengajak dunia usaha dan swasta untuk ikut serta dalam program Kopdes Merah Putih, di mana koperasi bisa menjadi mitra bisnis dalam rantai pasok atau pemasaran produk.

“Sekaligus menjadi saluran yang efektif bagi perusahaan menyalurkan program CSR,” kata Menkop.

Keberadaan CSR

Lanjut Menkop, CSR bukan hanya bantuan sesaat, tapi benar-benar memberdayakan masyarakat sesuai dengan bidang usaha perusahaan. Bagi Menkop, Bimtek ini amat penting agar pengurus memahami cara mengelola koperasi dengan baik dari tata kelola keuangan, pelayanan anggota, hingga pengembangan usaha.

“Koperasi yang kuat juga butuh pengawasan. Tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari anggotanya sendiri dan masyarakat sekitar. Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menjaga kepercayaan dan memastikan koperasi berjalan transparan dan akuntabel,” jelas Menkop.

Maka, Menkop mengapresiasi peran aplikasi Jaga Desa milik Kejaksaan Agung sebagai langkah mitigasi risiko dan pengawasan.

“Di dalam aplikasi Jaga Desa, sudah ditambahkan fitur tentang koperasi desa,” ucap Menkop.

Bagi Menkop, ini bisa menjadi proses yang akan meyakinkan semua pihak bahwa kegiatan Kopdes/Kel Merah Putih bisa termonitor dengan baik.

“Termasuk melibatkan asosiasi pengawas desa yang sudah didirikan di setiap daerah yang akan melaporkan kegiatannya ke kejaksaan-kejaksaan di daerah,” kata Menkop.

Komentar Jaksa Agung Muda Intelijen

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani menegaskan bahwa yang sudah dilakukan Kabupaten Tangerang bisa diikuti daerah lain dalam mengajak pihak swasta terlibat penuh dalam pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih di Indonesia.

“Daerah lain bisa mengikuti pola ini, dimana pihak swasta di wilayahnya terlibat dengan dana CSR yang dimilikinya. Kabupaten Tangerang bisa dijadikan sebagai percontohan,” kata JAM-intel.

JAM-intel juga meyakini bahwa melalui Kopdes Merah Putih bisa menciptakan banyak pengusaha dari desa.

“Kita juga memiliki aplikasi Jaga Desa untuk memonitor dan mengkontrol operasional Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Karena, nantinya, gudang dan gerai Kopdes Merah Putih akan menjadi aset desa,” kata JAM-intel.

Manfaat Bimtek

Dengan adanya Bimtek ini, JAM-intel berharap para pengurus Kopdes Merah Putih bisa mengelola bisnisnya dengan baik, benar, dan lancar.

“Sehingga, bisa mensejahterakan kehidupan para anggotanya di desa,” kata JAM-intel.

Dengan Bimtek ini juga bisa memberikan pemahaman hukum bagi para pengurus Kopdes Merah Putih, agar bisa diterapkan di desanya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyebutkan, pihaknya optimis sebanyak 1.551 Kopdes Merah Putih yang ada di Banten dapat menciptakan pemerataan perekonomian dan memberantas kemiskinan. “Kita banyak lakukan sinergi juga untuk program Ketahanan Pangan,” kata Gubernur Banten.

Menurut Gubernur Banten, melalui Kopdes Merah Putih, setiap desa memiliki peluang dan dana untuk mengelola potensi di wilayahnya masing-masing. “Saya berharap semakin banyak terbentuk desa mandiri di Banten,” kata Gubernur Banten.

Bahkan, Gubernur Banten mendorong ada sinergi antar kepala desa untuk melahirkan suatu produk unggulan dari desanya. “Dengan Kopdes Merah Putih bisa membangun One Village One Product di Banten,” kata Gubernur Banten.

Bupati Tangerang M Maesyal Rasyid menambahkan, melalui program CSR, perusahaan properti raksasa Agung Sedayu Group siap menyalurkan bantuan pendanaan tahap pertama sebesar Rp6 miliar kepada 60 Kopdes Merah Putih yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dana Rp6 miliar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh 60 koperasi untuk pengembangan usaha produktif di tingkat lokal, permodalan anggota koperasi, dan peningkatan kapasitas manajerial koperasi di desa maupun kelurahan.***

PSSI Resmi Putuskan Kontrak Patrick Kluivert, Berakhirnya Era Singkat Pelatih Timnas Indonesia

0

Bogordaily.net – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, beserta seluruh jajaran tim kepelatihannya.

Kabar mengejutkan ini diumumkan secara resmi melalui rilis PSSI pada Kamis, 16 Oktober 2025 siang, menandai berakhirnya masa kepemimpinan Kluivert di skuad Garuda setelah hanya sembilan bulan bertugas.

Dalam pernyataan resminya, PSSI menegaskan bahwa pemutusan kontrak tersebut dilakukan dengan mekanisme mutual termination, atau pengakhiran kerja sama atas dasar kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis PSSI dalam pernyataannya.

Disebutkan pula bahwa kesepakatan ini telah ditandatangani oleh kedua pihak, meski pada awalnya Patrick Kluivert dikontrak untuk durasi dua tahun penuh.

“Kesepakatan ini ditandatangani antara PSSI dan para pihak di tim kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama berdurasi dua tahun,” lanjut pernyataan itu.

Pertimbangan Strategis di Balik Keputusan

PSSI menjelaskan bahwa keputusan penghentian kerja sama ini bukan diambil secara tiba-tiba. Ada berbagai pertimbangan menyeluruh yang melibatkan aspek teknis, manajerial, hingga strategi jangka panjang pembinaan Timnas Indonesia.

“Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan,” bunyi lanjutan pernyataan PSSI.

Dengan keputusan ini, Patrick Kluivert dan timnya tidak lagi menangani Timnas Indonesia di semua level kelompok umur, baik tim senior, U-23, maupun U-20.

“Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, tim kepelatihan tersebut tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20,” tegas PSSI.

Patrick Kluivert, legenda sepak bola asal Belanda yang pernah memperkuat Barcelona dan AC Milan, resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada 8 Januari 2025.

Kehadirannya sempat membawa harapan besar di kalangan publik sepak bola tanah air. Dengan pengalaman internasional dan latar belakang prestisiusnya di Eropa, Kluivert digadang-gadang mampu membawa transformasi taktik serta disiplin ala Belanda ke tubuh Tim Garuda.

Namun, sembilan bulan berjalan, kolaborasi tersebut berakhir lebih cepat dari rencana. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa hasil yang belum konsisten, ditambah perbedaan visi teknis dalam pengembangan pemain muda, menjadi salah satu alasan di balik keputusan ini.

Kendati demikian, PSSI memilih untuk menutup kerja sama ini dengan cara elegan, tanpa menimbulkan gesekan antara federasi dan pihak pelatih.

Dalam rilis resminya, federasi menegaskan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi Kluivert serta seluruh anggota tim kepelatihannya selama masa bertugas.

Selama periode tersebut, mereka dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam membangun atmosfer profesional di lingkungan Timnas.

“PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional,” tulis pernyataan resmi tersebut.***