Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 350

RS Islam Bogor Perkenalkan Poliklinik Syifaa: Pelayanan Praktis, Efisien, dan Ramah Pasien

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan menghadirkan Poliklinik Syifaa, sebuah layanan kesehatan modern yang mengutamakan profesionalisme, kenyamanan, dan kemudahan bagi pasien.

Poliklinik Syifaa dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Beberapa fasilitas unggulan yang disediakan antara lain tempat tunggu yang nyaman, sehingga pasien dan keluarga merasa tenang saat menanti pelayanan.

One stop service untuk pendaftaran dan pemeriksaan, membuat proses lebih cepat, praktis, dan efisien.

Tim dokter dan perawat ramah serta profesional, yang selalu siap memberikan penanganan medis terbaik dengan penuh kepedulian.

Humas RS Islam Bogor, Muliana Yunita, menegaskan, dengan dukungan tenaga medis yang berpengalaman dan berdedikasi.

Poliklinik Syifaa berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan optimal yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pasien.

“Di Poliklinik Syifaa, kami ingin setiap pasien merasakan kemudahan sejak mendaftar hingga selesai mendapatkan pelayanan. Kenyamanan dan profesionalisme menjadi prioritas utama,” ungkap Yunita pada Rabu 1 Oktober 2025.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman pelayanan kesehatan yang optimal, dapat langsung berkunjung ke RS Islam Bogor Poliklinik Syifaa. Informasi lebih lanjut dan reservasi dapat menghubungi nomor 0899 8278 777.***

Ibnu Galansa

Selama September 2025 Satres Narkoba Polresta Bogor Kota Ungkap 28 Kasus Narkoba, 33 Tersangka Diamankan

0

Bogordaily.net – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap puluhan kasus peredaran narkoba sepanjang bulan September 2025.
Polisi mengamankan 33 orang tersangka.

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, AKP Ali, menjelaskan bahwa kasus yang berhasil diungkap mencakup penyalahgunaan sabu, tembakau sintetis, ganja, hingga peredaran psikotropika dan obat keras tertentu.

“Barang Bukti yang berhasil diamankan kami menyita sejumlah barang bukti, sabu sebanyak 569,42 gram, tembakau sintetis 1.650 gram, ganja 522 gram dan obat keras tertentu 51.092 butir,” kata AKP Ali saat jumpa pers di Makopolresta Bogor Kota pada Rabu 1 Oktober 2025.

Para tersangka dijerat dengan berbagai pasal sesuai jenis barang bukti yang diamankan.

Untuk tersangka narkotika (sabu, ganja, dan tembakau sintetis), dijerat UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mulai dari 4 tahun hingga pidana seumur hidup, serta denda hingga Rp10 miliar.

Untuk tersangka penyalahgunaan obat keras tertentu, dijerat UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda hingga Rp5 miliar.

AKP Ali menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Bogor Kota.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba.

“Bagi masyarakat yang mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba, silakan segera melaporkan ke nomor aduan 110 atau langsung menghubungi nomor aduan Kapolresta Bogor Kota di +62 858-89-110-110,” ungkapnya.

Dengan pengungkapan ini, Polresta Bogor Kota berharap dapat menekan peredaran narkotika sekaligus menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba.

Sebagai informasi, berikut kasus dan tersangka :

1. Kasus sabu: 7 LP, dengan 8 tersangka berinisial M.F.B (26), C (32), E.S (32), R (34), A (18), R.R (27), S.S (31), dan R (37) yang merupakan residivis.

2. Kasus tembakau sintetis: 10 LP, dengan 12 tersangka berinisial A.M.M (23), Z.H (20), A.Y (26), M.G.R (27), D.H.W (29), D (27), M.I.B (23), R (20), J.R (22), M.S.G (25), H.N (24), dan M.F.A (31).

3. Kasus ganja: 1 LP, dengan 1 tersangka berinisial M.I.F (26).

4. Kasus psikotropika & obat keras tertentu: 10 LP, dengan 12 tersangka berinisial D (22), N.A (31), M.I (29), J (30), M.D.A (19), D (26), M.I.S (27), M.K (23), A.R (27), M.A (23), M.A (23), dan M (25).***

Ibnu Galansa

Pemkab Bogor Siapkan Rute Transportasi Publik Baru Terkoneksi Stasiun KRL

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menambah rute transportasi publik baru pada tahun 2026 mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa, pihaknya akan terlebih dahulu membangun halte, yang nantinya akan terintegrasi langsung dari kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menuju Stasiun KRL Bojonggede.

“Kita ingin ada integrasi transportasi, misalnya dari Stasiun Bojong Gede bisa terkoneksi dengan pusat pemerintahan di Tegar Beriman dan Sentul yang terhubung JR Connection,” kata Ajat, Rabu 1 Oktober 2025.

Ajat menyebut, perbaikan infrastruktur, menata kebersihan lingkungan serta tengah merancang sistem konektivitas transportasi truk dilakukan.

Tentunya, untuk memudahkan perpindahan penumpang dari stasiun menuju pusat kota hingga ke kawasan Sentul.

Ia berharap, pada tahun 2026 nanti akan ada satu rute transportasi publik baru yang dapat memudahkan masyarakat beraktivitas.

“Harapannya, pada 2026 minimal satu rute transportasi publik baru bisa terealisasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga bakal menambah jumlah armada bus listrik, yang akan melintasi berbagai jalan strategis di bumi Tegar Beriman.

Diketahui, saat ini Pemkab Bogor sudah memiliki dua bus listrik bantuan dari Provinsi Jawa Barat. Meskipun belum optimal, hal ini disebut langkah awal yang baik.

Adapun, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perubahan menuju layanan transportasi publik yang lebih baik. ***

Albin

Ario Danu: Dari Arena Balap Hingga Menjadi Inspirasi Kepemimpinan di Kota Bogor

0

Bogordaily.net — Nama Ario Danu bukanlah sosok asing di dunia otomotif maupun bisnis nasional. Perjalanan hidupnya penuh warna—dari lintasan reli nasional, panggung politik, hingga kursi kepemimpinan di dunia usaha. Kini, ia menorehkan kiprah sebagai Komisaris Utama salah satu Perusahaan PMA Nasional sekaligus tokoh pengusaha yang aktif menggerakkan roda ekonomi dan sosial di Kota Bogor.

Tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, Ario Danu juga menorehkan peran penting dalam dunia otomotif Indonesia. Ia dipercaya sebagai Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengcab Kota Bogor, wadah yang membina talenta muda untuk terus berkembang di ajang balap nasional. Dengan semangat kaderisasi, ia mendorong lahirnya generasi baru otomotif Bogor yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan Ario Danu di dunia otomotif juga tercermin dalam putranya, Danesh Dario, peslalom muda berbakat Kota Bogor yang kini berada di bawah naungan PT Sarana Muda Nusantara sebagai Brand Ambassador dari U23 Academy. Sebagai seorang ayah sekaligus mentor, ia memberi ruang agar estafet prestasi otomotif terus berlanjut melalui darah muda bangsa.

Tak berhenti di dunia otomotif, kiprah sosial Ario Danu juga patut diapresiasi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mengedepankan peran sosial sebagai bagian integral dari kepemimpinan. Berbekal latar belakang akademik Magister (S2) dan pengalaman panjang sebagai mantan perally nasional, Ario Danu terus menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari pengalaman, dedikasi, dan keberanian mengambil tantangan.

“Bagi saya, bisnis, olahraga, dan sosial adalah satu kesatuan. Semua harus tumbuh bersama, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa anak bangsa mampu bersaing,” ungkap Ario Danu dalam salah satu kesempatan.

Dari lintasan reli hingga ruang rapat korporasi, Ario Danu membuktikan diri sebagai figur serba bisa—seorang pengusaha, pemimpin, ayah, sekaligus inspirator yang mengedepankan integritas dan semangat untuk membangun.

Dengan perjalanan yang terus berkembang, Ario Danu kini menegaskan misinya: menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu pusat lahirnya generasi muda unggul, baik di dunia otomotif, bisnis, maupun kepemimpinan nasional.***

KNPI Kemang Ajak Pemuda Jadikan Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Refleksi Kebangsaan

0

Bogordaily.net – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober, Bendahara Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Kemang, Alwi Asparin, mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi mendalam bagi seluruh anak bangsa, terutama kami para pemuda, untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Alwi, Rabu 1 Oktober 2025.

ia menegaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital, semangat persatuan dan kesatuan yang berlandaskan Pancasila harus tetap dijaga.

Pemuda, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

“Kami di KNPI Kemang terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, memperkuat semangat gotong royong, serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alwi Asparin menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat atas pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

“Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa. Momentum ini harus menjadi penguat semangat kolektif kita untuk melawan segala bentuk upaya yang dapat memecah belah bangsa,” ungkap Alwi.

Sementara itu, DPK KNPI Kemang melalui berbagai program kepemudaan akan terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kesaktian dan kelestarian Pancasila.***

Albin

JDIH Kabupaten Bogor Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Tingkat Jawa Barat 2025

0

Bogordaily.net – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Bogor berhasil meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Pertemuan dan Penghargaan JDIH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

JDIH Kabupaten Bogor dinobatkan sebagai Juara I Kategori Anggota JDIH Pemerintah Daerah Terbaik Tahun 2025 serta Juara III Kategori Anggota JDIH Pemerintah Daerah Dukungan Terbanyak Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, pada Senin (29/9/25).

Mewakili Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Zaenal Ashari hadir untuk menerima penghargaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zaenal Ashari menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas pencapaian ini.

Prestasi ini bukan hanya merupakan hasil kerja keras seluruh tim JDIH Kabupaten Bogor yang terus berinovasi dalam pelayanan informasi hukum berbasis teknologi digital, namun juga kontribusi perangkat desa yang menjadi kontributor atas produk hukum desa yang memperkaya dokumen hukum di website JDIH.

“Tak lupa, kami juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang turut memberikan penilaian atas layanan JDIH. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi tim JDIH Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas komitmen dan kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum daerah. Keberhasilan tersebut menegaskan konsistensi JDIH Kabupaten Bogor dalam mewujudkan layanan informasi hukum yang transparan, akuntabel, serta mudah diakses oleh masyarakat.***

Berapa Uang Pensiun Sri Mulyani? Ini Fakta Tunjangan dan Hak Menteri Purnatugas

0

Bogordaily.net – Berapa uang pensiun Sri Mulyani? Itulah pertanyaan yang sejak kemarin jadi bisik-bisik orang di media sosial.

Setelah PT Taspen (Persero) menyerahkan manfaat Program Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT) kepada mantan Menteri Keuangan itu, publik seperti penasaran: berapa sih angka yang dibawa pulang seorang menteri setelah puluhan tahun mengabdi?

Taspen tidak menyebut angka. Yang diunggah justru foto-foto seremoni. Direktur Utama Rony Hanityo Aprianto datang langsung, ditemani Direktur Operasional Tribuna Phitera Djaja, serta Plt Dirut Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama. Mereka menyalami Sri Mulyani dengan senyum resmi khas BUMN.

“Komitmen pelayanan proaktif kepada ASN dan Pejabat Negara yang memasuki masa pensiun,” tulis akun resmi @taspen. Bahasa standar. Bahasa kantor. Bahasa yang tidak pernah menjawab rasa ingin tahu publik: berapa uang pensiun Sri Mulyani?

Dasarnya ada di PP No. 50 Tahun 1980. Di sana tertulis jelas: pensiun pokok sebulan adalah 1% dari dasar pensiun untuk tiap bulan masa jabatan.

Tapi jangan lupa, ada batas bawahnya: minimal 6% dari dasar pensiun. Itulah hitung-hitungan resmi yang berlaku untuk menteri.

Sri Mulyani sendiri punya catatan panjang. Pernah jadi Menteri Keuangan di era SBY (2005–2010). Lalu balik lagi di era Jokowi (2019–2024). Terakhir, ia dipercaya Prabowo Subianto (2024–2025). Tiga presiden. Tiga zaman.

Belasan tahun mengurusi APBN. Dan sekarang, waktunya menerima tanda terima kasih negara.

Selain pensiun, ada bonus lain. Presiden Jokowi sempat meneken Perpres No. 121 Tahun 2024. Isinya: jaminan pemeliharaan kesehatan bagi menteri purnatugas. Gratis.

Berlaku dua kali masa jabatan bila pensiunnya di bawah umur 60. Kalau sudah lewat 60, seumur hidup. Termasuk untuk pasangan. Di fasilitas kesehatan pemerintah atau BUMN.

Lengkap sudah. Uang pensiun, tabungan hari tua, plus jaminan kesehatan. Mantan menteri seperti Sri Mulyani tidak perlu pusing soal biaya hidup di masa senja. Yang pusing justru publik yang penasaran, menghitung-hitung, menebak-nebak: sebenarnya, berapa uang pensiun Sri Mulyani?.***

Rp50 Triliun Digelontorkan, BGN Gandeng Pemda Awasi MBG di Jabar

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Badan Gizi Nasional (BGN) melangsungkan rapat koordinasi terbatas membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bale Pakuan Pajajaran (Bakorwil), Kota Bogor, Senin (29/9/2025).

Beberapa kepala daerah di Jawa Barat diundang, termasuk Kota Bogor yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengaku akan memberikan hibah untuk teknis MBG di daerah-daerah di wilayah Jawa Barat.

“Dan kami sudah sepakat agar program ini bisa dilaksanakan bersama-sama dan kami, BGN, akan mengirim uang ke Jawa Barat kurang lebih Rp50 triliun dan mohon dianggap sebagai bagian dari pendapatan asli daerah (PAD),” urai Dadan Hindayana.

Dadan menambahkan, bantuan hibah tersebut menjadi kontribusi pemerintah pusat ke daerah. Meskipun uangnya tidak dikelola oleh pemerintah daerah, tetapi seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menambahkan, bahwa sudah melakukan evaluasi kerangka kerja yang dilakukan ke depan sambil menunggu peraturan Presiden.

“Pemprov Jawa Barat akan membentuk tim evaluasi,” ujar Dedi Mulyadi, usai rapat.

Tim tersebut berfungsi sebagai monitoring sebelum nantinya ada tim dari pemerintah pusat yang mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan. Mulai dari penyiapan bahan baku, proses memasak, pengiriman bahan, hingga makanan dicicipi siswa.

“Nanti yang mencicipi tidak boleh guru. Yang mencicipi adalah tim yang akan melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan bahan pangan yang disiapkan,” tegasnya.

Selain itu, gubernur juga tidak memungkiri bahwa masih banyak aduan tentang MBG yang langsung masuk ke pemerintah daerah. Aduan datang dari masyarakat, guru, maupun siswa.

“Karena kalau melihat alokasi pembiayaan angka Rp10 ribu itu tidak boleh berkurang. Keuntungannya sudah disiapkan Rp2 ribu per porsi. Artinya, nilai makanan yang diterima siswa harus Rp10 ribu. Kalau tidak, nanti ada tiga implikasi yang disiapkan oleh tim,” ujar gubernur.

Tiga dampak atau implikasi tersebut, pertama adalah sanksi administratif, lalu penghentian sebagai mitra, dan yang terakhir adalah proses pidana korupsi.

“Karena ada uang yang digelapkan yang tidak disajikan dalam bentuk makanan yang diterima siswa. Ketiga hal itulah yang menjadi fokus kita, sehingga penyelenggaraan MBG ke depan jauh lebih baik,” tegasnya.

Masih kata Dedi Mulyadi, untuk sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa lebih dari seribu, dimungkinkan bagi Pemprov atau Pemkot Bogor membangun dapur sendiri di sekolah.

“Sehingga nanti bisa menggerakkan orang tua siswa untuk secara bersama-sama menjadi relawan pengelola MBG. Terakhir, rekrutmen tenaga kerja diharapkan bersumber dari wilayah setempat. MBG ini harus menjadi bagian stimulus untuk mengisi ruang fiskal yang hari ini berkurang,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut pemprov serta kota/kabupaten berinisiatif membuat komitmen bersama untuk pengawasan MBG oleh pemerintah daerah.

“Maka narasi yang muncul tadi adalah dibentuknya sebuah satgas atau tim khusus yang memang ikut mengawasi berjalannya SOP di masing-masing dapur. Karena kalau semua SOP dijalankan di masing-masing dapur, rasanya agak minim kasus keracunan yang beredar ini,” jelas Jenal Mutaqin.

Saat ini ada sekitar 102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 34 di antaranya sudah beroperasi. Semuanya dimiliki oleh pihak swasta atau yayasan.

Semua SPPG, kata Jenal Mutaqin, harus dipastikan tidak ada SOP yang dilanggar. Misalnya, durasi pengiriman makanan dari dapur menuju siswa tidak boleh lebih dari 30 menit.

“Nah, mungkin ada yang lebih dari 30 menit, itu berarti tidak sesuai. Sehingga boleh tidak kami, pemerintah daerah, melakukan report ke BGN? Bahwa jarak dapur dan sekolah terlalu jauh,” jelasnya menutup.***

Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan Pemenang Pilar Sosial dalam ajang Katadata Environmental, Social, and Governance (ESG) Index Awards 2025 untuk kategori Finance – Bank Sector.

Penghargaan ini diberikan pada malam puncak Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta (10/9).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan sosial khususnya di segmen UMKM.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan apreasiasi atas keseriusan BRI melakukan internalisasi prinsip sustainability dalam seluruh proses bisnis dan operasional. Ia menegaskan bahwa Pilar Sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis BRI.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi BRI dalam mengelola Pilar Sosial sebagai bagian dari kerangka keberlanjutan. BRI akan terus menginternalisasi prinsip sustainability ke dalam sistem kerja organisasi secara menyeluruh, salah satunya melalui program-program pemberdayaan UMKM yang dijalankan secara terstruktur. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders dan bagi Indonesia,” ungkapnya.

Fokus Bisnis BRI

Sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan nasabah dan fokus bisnis BRI pada segmen UMKM, Perseroan telah menyalurkan social loan sebesar Rp715,5 triliun pada semester I tahun 2025, atau mencapai 56,68% dari total loan portfolio BRI.

Pemberdayaan yang dilakukan BRI tidak berhenti pada pembiayaan semata, tetapi mencakup strategi menyeluruh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Beberapa diantaranya adalah pemberdayaan BRI pada 41.217 klaster usaha sebagai bagian dari penguatan sektor produktif berbasis komunitas, serta terdapat 4.625 Desa BRILian yang dibina dan dikembangkan.

Di samping itu, juga terdapat dukungan BRI terhadap lebih dari 12,9 juta pelaku UMKM yang memanfaatkan platform LinkUMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha dan mempercepat naik kelas menuju usaha yang lebih maju dan kompetitif.

Tidak hanya itu, BRI juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). TJSL BRI adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan.

Melalui berbagai inisiatif, BRI mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui penghargaan ini, BRI semakin menegaskan perannya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada people dan planet. BRI percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai jika manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan, sehingga kontribusi BRI akan terus memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” tutup Hery Gunardi.***

Pemkot Bogor Incar Predikat Utama Kota Layak Anak

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan peningkatan predikat dalam ajang Kota Layak Anak (KLA) dari Nindya menjadi Utama di 2026.

Setelah dua kali berturut-turut mempertahankan predikat Nindya, kini Pemkot Bogor fokus mempersiapkan segala sesuatunya.

Kota layak adalah impian masyarakat yang ada di Indonesia. Ya, dengan kota layak anak, ada perlindungan anak, baik di dalam maupun luar rumah.

Nah, untuk mewujudkan hal ini, faktor terbesar ada pada kebijakan pemerintah daerah, membuat infrastruktur, serta pemerintah daerahnya mendorong kolaborasi lintas sektor agar hak-hak anak terpenuhi lebih optimal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian sebelumnya. Namun, menurutnya, capaian itu belum cukup.

“Kita sudah mendapatkan predikat yang cukup bagus, tapi kita berharap tahun depan kita bisa lebih bagus lagi, bisa meraih peringkat Utama,” ucapnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan Pemkot tidak akan berhenti di level Nindya. Ia menekankan perlunya langkah nyata dalam membangun infrastruktur ramah anak serta penguatan aturan dan kebijakan yang berpihak pada anak.

“Kita bersyukur Kota Bogor sudah yang kedua kalinya meraih predikat KLA Tingkat Nindya. Namun demikian, tentu masih harus kita perjuangkan, terutama bagaimana meningkatkan kualitas hak-hak anak secara berkelanjutan dan berkualitas,” ujar Dedie.

Dedie menambahkan, upaya menuju predikat Utama tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Butuh kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar penilaian dapat meningkat.

“Kita harus meningkatkan terus kemampuan kita dan juga kolaborasi dengan berbagai stakeholder agar kekurangan dari sisi penilaian bisa dinaikkan menjadi predikat Utama,” katanya.

Kota Layak Anak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan penghargaan yang sudah diraih bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar. Menurutnya, konsistensi Pemkot Bogor dalam melaksanakan program ramah anak akan menjadi kunci untuk naik ke level berikutnya.

“Dengan meraih predikat ini, ini menjadi salah satu tanggung jawab yang luar biasa, agar Pemkot Bogor terus konsisten dan sesuai dengan penghargaan yang diraihnya, yaitu sebagai predikat Nindya,” jelasnya.

Pemkot Bogor kini menyiapkan serangkaian program untuk memperkuat posisi menuju predikat Utama. Mulai dari peningkatan ruang publik ramah anak, layanan kesehatan yang inklusif, akses pendidikan yang lebih baik, hingga kebijakan perlindungan anak yang lebih komprehensif.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Bogor optimistis mampu meningkatkan kualitas kota yang ramah bagi anak-anak dan menjadikan predikat Utama KLA sebagai target yang bisa diwujudkan dalam waktu dekat.***