Home Blog Page 355

Sudah Dapat Motor dari Kapolres Depok, Kini Sudrajat Pedagang Es Gabus Berharap Bisa Punya Mobil

0

Bogordaily.net – Nama Sudrajat, pedagang es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, belakangan menjadi sorotan publik setelah dirinya viral karena tuduhan tidak berdasar.

Ia sempat dituding menjual es gabus berbahan spons bedak, sebuah kabar yang menyebar luas di media sosial dan membuat hidupnya berubah dalam sekejap.

Meski kasus tersebut sudah berakhir dengan permintaan maaf dari pihak terkait, serta hadiah sepeda motor dari kepolisian, Pak Sudrajat ternyata masih menyimpan satu harapan lain yang cukup mengejutkan.

Dalam sebuah acara bincang-bincang televisi, Pak Sudrajat secara spontan mengungkapkan keinginannya untuk memiliki sebuah mobil.

Hal itu disampaikan dengan gaya khasnya yang sederhana namun mengundang senyum.

“Saya mau minta mobil, takut mobil,” selorohnya saat ditanya mengenai hadiah motor yang diterimanya dari Kapolres Depok.

Ucapan tersebut sontak menjadi perhatian karena menunjukkan betapa lugu dan polosnya Pak Sudrajat di tengah badai persoalan yang menimpanya.

Ingin Ajak Keluarga Jalan-jalan Bersama

Di balik permintaannya yang terdengar jenaka, tersimpan alasan yang sangat menyentuh.

Pak Sudrajat mengaku ingin memiliki mobil bukan untuk gaya-gayaan, melainkan demi bisa membawa keluarganya bepergian dengan lebih nyaman.

“Mobil buat jalan-jalan sekeluarga,” tambahnya sambil tersenyum.

Namun, ia juga mengungkapkan keterbatasannya karena dirinya tidak bisa mengemudi. Jika suatu hari impian itu terwujud, ia berharap anaknya bisa menjadi sopir keluarga.

Meski kini mulai tersenyum kembali, Pak Sudrajat tidak menampik bahwa kejadian viral tersebut meninggalkan luka yang dalam.

Ia menceritakan pengalaman pahit saat dirinya didatangi sekelompok orang, mengalami intimidasi, bahkan kekerasan fisik.

Ia mengaku sempat dipukul di bagian dada dan dipaksa memakan dagangannya sendiri.

“Trauma saya, badan saya lemas, kepala pusing,” ungkap Pak Sudrajat.

Akibat tekanan mental itu, ia sempat jatuh sakit dan memilih berhenti berjualan selama beberapa hari karena ketakutan.

Di tengah ramainya perhatian publik, pengacara kondang Hotman Paris sempat menawarkan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada Pak Sudrajat.

Namun, pedagang sederhana itu justru memilih jalan damai.

“Maafin saja, Yang Maha Kuasa sudah tahu,” ucapnya dengan tulus.

 

 

Didukung BRI dan LinkUMKM, Kenes Lalita Berhasil Kembangkan Bisnis Busana Anak Wastra Khas Jepara

0

Bogordaily.net – Kenes Lalita merupakan usaha busana anak dari Jepara, Jawa Tengah, yang menyasar kebutuhan sekolah dan acara formal.

Produk dikembangkan dengan pendekatan desain yang memadukan unsur tradisi dan tampilan modern, dengan keunggulan pada kenyamanan serta kualitas.

Pemilik usaha Kenes Lalita Effy Retno Indarwati mengatakan bahwa usahanya lahir dari inspirasi keluarga yang membentuk arah desain dan cerita di balik produk.

“Kenes Lalita berdiri tahun 2022, berangkat dari kecintaan saya pada dunia fashion dan terinspirasi oleh anak perempuan saya yang bernama Kenes. Awalnya sangat sederhana, saya ingin membuat pakaian anak yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga nyaman dipakai, fungsional, dan punya nilai cerita. Sebagai seorang fashion designer yang terbiasa menjahit untuk kebutuhan pribadi, saya melihat peluang untuk menghadirkan busana anak yang dibuat dengan hati dan proses yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Produk yang paling diminati pelanggan adalah koleksi Gempita Wastra, inovasi Kenes Lalita yang merayakan keindahan Nusantara dalam balutan desain modern untuk anak-anak.

Koleksi tersebut menonjolkan motif batik, menggunakan material berkualitas dan nyaman, menerapkan pemilihan warna yang selektif, serta memberi opsi personalisasi sehingga terasa lebih eksklusif.

Daya tarik Gempita Wastra hadir dari perpaduan tradisi dan estetika, menghadirkan busana formal yang tetap stylish untuk kebutuhan sekolah hingga acara anak.

Untuk menjangkau pasar, Kenes Lalita memasarkan produk melalui marketplace Shopee dan Tokopedia, serta kanal penjualan di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Selain itu, usaha ini memanfaatkan layanan perbankan BRI, termasuk QRIS BRI dan mesin EDC BRI. Dukungan ini membuat proses pembayaran lebih cepat sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan.

Kebutuhan untuk terus bertumbuh di tengah tantangan yang kian kompleks mendorongnya mencari ekosistem pembelajaran yang relevan. Effy menyampaikan bahwa LinkUMKM dari BRI menyediakan ruang belajar untuk memperkuat kapasitas usahanya, sehingga pengembangan bisnis dapat dijalankan secara lebih terarah dan konsisten.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI dan media sosial. Yang membuat saya tertarik adalah konsepnya yang tidak hanya sebagai platform, tetapi juga sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi UMKM. Di tengah tantangan UMKM yang semakin kompleks, saya merasa perlu berada di ekosistem yang suportif dan relevan,” ujarnya.

Effy menyampaikan bahwa LinkUMKM mendorong langkah pengembangan usahanya menjadi lebih strategis, lebih berani menetapkan target, serta lebih siap menangkap peluang kolaborasi dan pengembangan pasar.

Seiring waktu, pesanan kian stabil dan brand awareness Kenes Lalita semakin meningkat.

“LinkUMKM membantu saya melihat usaha secara lebih terstruktur, tidak hanya dari sisi kreatif, tetapi juga dari sisi manajemen dan pengembangan bisnis. Pelatihan dan challenge yang saya ikuti mendorong saya untuk melakukan evaluasi brand, memperkuat storytelling produk, serta lebih percaya diri dalam memasarkan Kenes Lalita,” ungkapnya.

LinkUMKM adalah platform digital BRI yang dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM untuk mendukung kenaikan kelas usaha secara sistematis dan berkelanjutan.

Dengan strategi berbasis data dan teknologi, LinkUMKM memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui fitur Self Assessment naik kelas yang memetakan posisi usaha sekaligus memberikan rekomendasi pelatihan yang relevan.

LinkUMKM juga membuka akses pendampingan dan perluasan pasar melalui UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, Komunitas, dan kanal Media, didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring serta jaringan Rumah BUMN untuk pembelajaran yang aplikatif bagi kebutuhan usaha sehari-hari.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa UMKM dapat memanfaatkan platform pemberdayaan BRI, yakni LinkUMKM, untuk memperkuat pengelolaan usaha dan pemasaran agar pertumbuhannya lebih terarah.

“Kenes Lalita menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya pada kreativitas produk, tetapi juga membutuhkan disiplin manajemen dan konsistensi strategi pemasaran.

LinkUMKM BRI menyediakan ruang pembelajaran dan pendampingan agar pelaku usaha dapat konsisten mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Melalui ekosistem ini, BRI berkomitmen untuk memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh,” pungkasnya.

Proyek Bembangunan Alun-Alun Kabupaten Bogor Siap Digerakan, Pemkab Bogor Gelontorkan Rp11 Miliar

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mempersiapkan pembangunan Alun-alun Kabupaten Bogor yang berlokasi di kawasan Kecamatan Cibinong.

Proyek ini direncanakan menjadi salah satu hadiah spesial bagi masyarakat menjelang perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang akan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

Keberadaan alun-alun ini juga disebut sebagai langkah besar Pemkab Bogor dalam menghadirkan ruang terbuka publik yang representatif, mengingat Kabupaten Bogor selama ini belum memiliki alun-alun utama seperti daerah lain

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa pembangunan alun-alun ini merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

“Pak Bupati ingin dibuatkan Alun-alun Kabupaten Bogor yang saat ini kan belum punya, jadi pak Bupati ingin konsepnya berada di kawasan Tegar Beriman,” ujar Ajat.

Kawasan Tegar Beriman sendiri selama ini dikenal sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, sehingga alun-alun ini diharapkan menjadi ikon baru sekaligus ruang interaksi masyarakat.

Rencana Lama Sejak 2015 Kini Direalisasikan

Ajat menjelaskan bahwa ide pembangunan alun-alun sebenarnya sudah lama masuk dalam perencanaan daerah.

Ia menyebut, konsep ini telah disusun sejak tahun 2015, ketika dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor.

“Jadi nanti terintegrasi mulai dari Taman Siliwangi, Masjid Baitul Faizin, Lapangan Tegar Beriman, Cibinong Situ Plaza, hingga ke Siliwangi Teater,” katanya.

Integrasi kawasan ini akan menciptakan pusat ruang publik baru yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga destinasi kegiatan budaya, olahraga, hingga aktivitas masyarakat.

Salah satu perubahan besar dalam proyek ini adalah transformasi kawasan pemerintahan yang sebelumnya terkesan tertutup menjadi ruang terbuka yang ramah warga.

Ajat mengatakan, Bupati Bogor menginginkan kawasan Lapangan Tegar Beriman benar-benar dapat diakses masyarakat tanpa batasan pagar.

“Pak Bupati ingin ga ada pager gerbang di depan Lapangan Tegar Beriman dan hilang pindah ke belakang. Jadi, area Lapangan Tegar Beriman itu betul-betul area terbuka,” bebernya.

Langkah ini dinilai sebagai simbol keterbukaan pemerintah sekaligus upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif.

Anggaran Rp11 Miliar, Mulai Dikerjakan Februari

Ajat menyampaikan bahwa dari sisi perencanaan teknis, proyek ini sudah cukup matang.

Detail Engineering Design (DED) telah diselesaikan oleh Bagian Umum Setda Kabupaten Bogor, sementara proses lelang konstruksi saat ini masih berjalan.

“Anggaran sekitar Rp11 miliar dan mulai pengerjaan di Februari,” terangnya.

Dengan anggaran tersebut, pembangunan alun-alun diharapkan dapat menghadirkan fasilitas lengkap seperti taman, area pedestrian, ruang duduk publik, serta sarana pendukung lainnya.

Pemkab Bogor menargetkan pembangunan dapat selesai tepat waktu sebelum perayaan Hari Jadi Bogor.

Ajat optimistis pengerjaan selama lima bulan cukup untuk menuntaskan proyek tersebut.

“Februari, Maret, April, Mei, Juni. Jadi, sudah selesai harusnya,” tandasnya.

Jika sesuai jadwal, Alun-alun Kabupaten Bogor akan menjadi salah satu proyek monumental yang dikenang sebagai hadiah HJB ke-544 sekaligus ikon baru Kabupaten Bogor di pusat Cibinong.

 

Retakan Jalan Batutulis Bogor Ditutup Sementara, Sekda Tunggu Kajian Teknis sebelum Jalan Dibuka Lagi

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menunggu hasil evaluasi lapangan terkait pembukaan kembali ruas jalan khusus sepeda motor di kawasan Batutulis.

Ruas jalan tersebut saat ini ditutup sementara dikarenakan adanya retakan yang terjadi di ruas jalan tersebut pada, Jumat 30 Januari 2026.

“Hari ini kita tutup sementara sampai ada hasil kajian dari tim teknis. Kalau dinyatakan aman, akan dibuka kembali sambil dilakukan perbaikan. Tapi jika tidak layak, tentu akan tetap ditutup,” jelasnya.

Denny mengatakan saat terjadinya keretakan jalan, pihaknya langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pemeriksaan teknis di lokasi.

“Informasi mengenai retaknya jalan saat saya terima, dan saya langsung tugaskan PUPR untuk turun ke lapangan guna memastikan kondisi jalan tersebut,” ujar Denny

Ia menjelaskan, penutupan dilakukan hingga hasil pengecekan teknis memastikan apakah jalan tersebut masih layak digunakan atau tidak. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan demi keamanan masyarakat.

“Mudah-mudahan masih aman untuk roda dua. Kalau memang aman, bisa dibuka kembali dengan catatan tetap dilakukan perbaikan,” katanya.

Selain penanganan jalan Batutulis, Denny juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mendorong percepatan pembangunan Jalan Danasasmita.

“Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Sekda Provinsi Jawa Barat terkait percepatan pembangunan Jalan Danasasmita,” tandasnya.

Pemkot Bogor pun mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari ruas jalan tersebut dan mematuhi petunjuk petugas yang berjaga di lapangan.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Tanah Bergerak di Batutulis Bogor, Jalur Motor Retak dan Ditutup Sementara

0

Bogordaily.net – Bogor kembali diuji. Bukan oleh banjir besar. Bukan pula oleh longsor yang tiba-tiba. Kali ini yang bergerak pelan tapi pasti adalah tanah. Retak. Lalu turun. Tepat di Jalan Saleh Danasamsita, Batutulis, Bogor Selatan.

Jalur yang sehari-hari dilalui ribuan pengendara motor itu kini berubah wajah: bergaris patah, sedikit amblas, dan tampak tak lagi rata.

Penyebabnya klasik. Hujan deras beberapa hari terakhir. Air masuk ke pori-pori tanah. Beban aspal menekan. Gravitasi bekerja tanpa kompromi. Maka tanah pun menyerah.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim tidak mau ambil risiko. Ia langsung memerintahkan tim teknis turun ke lokasi. Jalan ditutup sementara. Bukan untuk bergaya. Tapi untuk memastikan satu hal: aman atau tidak.

“Saya minta dicek menyeluruh. Kalau masih aman kita perbaiki dan bisa dibuka kembali,” katanya, Jumat siang. Kalimat singkat. Tapi penuh makna. Di kota hujan seperti Bogor, satu retakan kecil bisa menjadi pintu masuk bencana besar.

Yang dikhawatirkan bukan sekadar aspal pecah. Yang lebih menakutkan adalah apa yang ada di bawahnya. Apakah tanahnya masih kuat? Atau sudah rapuh seperti kue basah? Jika yang kedua, turap harus dibangun. Struktur harus diperkuat. Tidak cukup hanya menambal permukaan.

Karena itu, tim ahli diberi ruang bekerja. Jalur motor ditutup. Pengendara dialihkan. Bagi warga, ini mungkin merepotkan. Tapi jauh lebih baik daripada membiarkan risiko terbuka.

Pemerintah Kota Bogor paham betul, cuaca ekstrem bukan sekadar istilah di layar televisi. Ia nyata. Ia merusak. Dan ia datang tanpa mengetuk pintu. Maka pemantauan titik rawan kini diperketat. Dari Bogor Selatan sampai Bogor Utara. Dari lereng kecil sampai bantaran sungai.

Pesan pemerintah pun sederhana: waspada. Terutama saat langit gelap dan hujan turun deras. Jangan memaksa melintas di jalur yang sudah memberi tanda bahaya. Retakan itu bukan sekadar garis di aspal. Ia peringatan.

Bogor memang kota hujan. Tapi bukan berarti harus pasrah. Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya payung, tapi kesiapan teknis, keputusan cepat, dan keberanian menutup jalur demi keselamatan warga. Karena pada akhirnya, yang terpenting bukan cepat sampai tujuan. Tapi selamat sampai rumah.***

Viral di Medan, Makam Kakek Warga Dipreteli Maling hingga Tak Bersisa Besi

0

Bogordaily.net – Fenomena pencurian besi di Kota Medan kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan di media sosial viral dan menuai keprihatinan luas. Seorang pengguna Threads dengan akun @_hazelchoco membagikan kondisi makam kakeknya yang rusak parah akibat aksi pencurian material besi oleh oknum tak bertanggung jawab.

Melalui unggahan tersebut, pemilik akun memperlihatkan foto kondisi makam sebelum dan sesudah kejadian.

Pada awalnya, keluarga hanya menyadari hilangnya pintu gerbang makam. Namun dalam waktu singkat, pelaku kembali beraksi dan mengambil seluruh bagian besi yang tersisa, mulai dari pagar hingga atap pelindung makam.

“Kuburan opungku di Medan. Awalnya masih pintu gerbangnya aja yang hilang dicolong orang, sekarang paket komplit semua-muanya dicolong. Emang lengah dikit besi-besi hilang di Medan,” tulis akun @_hazelchoco dalam unggahannya.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memantik respons warganet. Banyak pengguna media sosial yang mengaku tidak terkejut dan bahkan membagikan pengalaman serupa terkait maraknya pencurian besi di wilayah Sumatera Utara. Tak sedikit pula yang menyampaikannya dengan nada satire.

“Di Medan kalau nggak dijaga-jaga, besi resleting celana pun bisa hilang,” canda akun @yuliantoqin di kolom komentar.

Komentar lain datang dari akun @vebyayulidiaa yang mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke Siantar.

“Waktu pertama kali main ke rumah mertua di Siantar, sendalku aja disuruh masukin ke rumah. Kata mertuaku: di sini batu kerikil di rel kereta pun habis dicuriin orang, apalagi sandal,” tulisnya.

Kasus ini menambah deretan laporan pencurian di area pemakaman yang belakangan kerap terjadi.

Jika di Medan material besi makam menjadi sasaran untuk dijual ke pengepul barang bekas, netizen dari daerah lain turut membagikan kisah serupa.

Di Yogyakarta, misalnya, bunga tabur di makam disebut kerap diambil kembali oleh oknum untuk diperjualbelikan.***

Kerak Membandel di Bodi Mobil? Ini Cara Deep Cleaning Aman Tanpa Merusak Cat

0

Bogordaily.net – Bagi pemilik mobil, khususnya SUV yang kerap digunakan melibas jalur off-road, kerak di sela-sela bodi kendaraan merupakan masalah yang hampir tak terhindarkan. Sisa lumpur, mineral air, hingga kotoran jalanan dapat mengendap, mengeras, dan sulit dibersihkan hanya dengan pencucian biasa.

Jika dibiarkan terlalu lama, kerak ini bukan hanya mengganggu tampilan, tetapi juga berpotensi merusak lapisan pelindung cat.

Untuk mengatasinya, diperlukan teknik pembersihan mendalam atau deep cleaning yang tepat agar bodi kembali bersih tanpa menimbulkan efek samping. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan secara aman dan profesional.

Cara Deep Cleaning Kerak Membandel di Bodi Mobil

1. Pastikan Permukaan Siap Dibersihkan

Sebelum masuk ke tahap pembersihan detail, mobil wajib dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu.

Langkah ini bertujuan menghilangkan debu dan kotoran ringan agar fokus pembersihan tertuju pada kerak membandel. Setelah itu, basahi area yang berkerak agar lapisan kotoran melunak dan lebih mudah diangkat.

2. Racik Cairan Pembersih dengan Formula Aman

Degreaser dikenal efektif mengangkat kerak, namun penggunaannya perlu kehati-hatian. Sifat kimianya yang keras berisiko mengikis lapisan coating atau membuat cat tampak kusam jika digunakan langsung.

Untuk meminimalisir risiko, campurkan degreaser dengan air, lalu tambahkan sedikit sabun pencuci piring.

Sabun berfungsi sebagai pelumas (lubricant) yang menjaga permukaan tetap licin, memudahkan proses pembersihan, sekaligus mencegah munculnya baret halus atau swirl marks.

3. Gunakan Teknik Pembersihan Detail

Aplikasikan larutan pembersih ke area berkerak, kemudian gosok secara perlahan dengan gerakan memutar.

Gunakan kuas detailing berbulu lembut namun padat agar mampu menjangkau area sempit seperti celah emblem, grille, lipatan pintu, dan sudut bodi yang sulit dibersihkan dengan tangan.

4. Lakukan Inspeksi dan Finishing

Setelah proses penggosokan, bilas area tersebut dan periksa hasilnya. Jika masih terdapat residu kerak, ulangi pembersihan secara lebih presisi menggunakan kuas berukuran lebih kecil.

Variasi ukuran kuas membantu memastikan seluruh area tersembunyi benar-benar bersih tanpa merusak permukaan cat.

Dengan teknik deep cleaning yang tepat, kerak membandel akibat aktivitas off-road dapat diatasi secara aman.***

Remaja di Sukoharjo Digigit Anak Ular Kobra dari Paket Belanja Online

0

Bogordaily.net – Sebuah kejadian mengejutkan dialami seorang remaja perempuan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia harus mendapatkan perawatan medis setelah digigit anak ular kobra yang diduga keluar dari dalam paket belanja online yang baru diterimanya.

Insiden tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026, dan langsung menyita perhatian warga sekitar. Peristiwa ini menjadi viral lantaran sumber ancaman berasal dari paket kiriman yang selama ini dianggap aman oleh masyarakat.

Kakak korban, Devia Khaerunnisa, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat adiknya, Sakinah, membuka paket berisi karpet yang dipesan melalui platform belanja daring. Proses pembukaan dilakukan seperti biasa tanpa kecurigaan apa pun.

“Isinya hanya karpet. Saat dikeluarkan, tidak terlihat ada sesuatu yang mencurigakan,” tuturnya.

Namun situasi berubah drastis ketika seekor anak ular kobra tiba-tiba muncul dari dalam gulungan karpet tersebut.

“Ularnya tiba tiba keluar dan secara refleks menggigit tangan kiri adik saya, tepat di bawah siku,” tambahnya.

Serangan mendadak itu membuat keluarga korban panik. Mereka segera membawa Sakinah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengantisipasi kemungkinan racun ular masuk ke dalam tubuh korban.

Saat ini, Sakinah masih menjalani perawatan intensif di RS Ir Soekarno Sukoharjo. Tim medis melakukan pemantauan ketat guna memastikan kondisi korban tetap stabil dan mencegah dampak lanjutan akibat gigitan ular berbisa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu perkembangan terbaru terkait kondisi kesehatan Sakinah.***

Aplikasi WhatsApp Masih Aman Digunakan di 2026? Pengguna Baca Ini!

0

Bogordaily.net – Keamanan aplikasi WhatsApp kembali menjadi sorotan tajam setelah dua tokoh besar dunia teknologi, Pavel Durov dan Elon Musk, secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap aplikasi pesan instan milik Meta tersebut.

Keraguan mereka mencuat di tengah bergulirnya gugatan class action terhadap WhatsApp di Amerika Serikat, yang klaim perlindungan privasi dan enkripsi data pengguna.

CEO Telegram Pavel Durov bahkan menyampaikan pernyataan kontroversial melalui akun X pribadinya.

Ia menilai kepercayaan terhadap keamanan WhatsApp di tahun 2026 sebagai sesuatu yang keliru, seiring munculnya gugatan hukum di Pengadilan Distrik AS untuk California Utara, San Francisco.

“Jika Anda percaya WhatsApp aman di 2026, maka Anda benar-benar bodoh. Saat kami menganalisis cara WhatsApp menerapkan enkripsi, kami menemukan banyak celah serangan,” tulis Durov.

Durov mengklaim tim internal Telegram menemukan berbagai attack vectors dalam sistem enkripsi WhatsApp.

Meski demikian, ia tidak membeberkan secara rinci aspek teknis yang dimaksud, sehingga pernyataannya memicu perdebatan luas di kalangan pengamat keamanan siber dan pengguna.

Selama ini, WhatsApp secara konsisten menegaskan bahwa mereka menggunakan Signal Protocol, sistem enkripsi yang telah diaudit secara independen.

Melalui protokol ini, fitur end-to-end encryption (E2EE) diklaim aktif secara default, sehingga pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima.

Kritik terhadap WhatsApp semakin ramai setelah Elon Musk ikut angkat suara. CEO Tesla sekaligus pemilik platform X itu menyindir keamanan WhatsApp dan bahkan meragukan aplikasi pesan lain yang selama ini dikenal aman.

“WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal juga patut dipertanyakan. Gunakan X Chat,” tulis Musk di X.

Pernyataan Musk muncul sebagai respons terhadap unggahan akun DogeDesigner yang mengutip laporan Bloomberg mengenai gugatan hukum terhadap Meta, induk perusahaan WhatsApp.

Tak tinggal diam, pihak WhatsApp langsung memberikan bantahan. Kepala WhatsApp Will Cathcart menegaskan bahwa, perusahaan tidak memiliki akses untuk membaca pesan pengguna karena sistem enkripsi yang digunakan.

“Ini sepenuhnya salah. WhatsApp tidak bisa membaca pesan karena kunci enkripsi disimpan di perangkat pengguna, dan kami tidak memiliki akses ke sana,” tulis Cathcart melalui akun X.

Cathcart juga menyebut gugatan class action tersebut tidak berdasar dan cenderung mencari sensasi.

Ia bahkan menyoroti latar belakang firma hukum penggugat yang disebut pernah membela NSO Group, perusahaan spyware yang kerap dikaitkan dengan kasus peretasan jurnalis dan pejabat pemerintah.

Berdasarkan laporan Bloomberg, gugatan ini diajukan oleh kelompok penggugat internasional yang mewakili pengguna dari sejumlah negara, seperti India, Brasil, Australia, Meksiko, dan Afrika Selatan. Para penggugat mempertanyakan klaim pemasaran Meta terkait enkripsi end-to-end WhatsApp.

Meta pun membantah tudingan tersebut secara tegas. Juru bicara Meta Andy Stone menyebut gugatan itu tidak berdasar dan berlebihan.

Ia menegaskan WhatsApp telah menerapkan enkripsi end-to-end berbasis Signal Protocol selama lebih dari satu dekade.

“Setiap klaim yang menyebut pesan WhatsApp tidak dienkripsi adalah sepenuhnya salah. Gugatan ini adalah fiksi sembrono, dan kami akan menempuh langkah hukum terhadap kuasa hukum penggugat,” ujar Stone kepada Bloomberg.

Polemik ini kembali membuka diskusi global mengenai keamanan data digital, transparansi sistem enkripsi, serta tingkat kepercayaan publik terhadap platform pesan instan di 2026.***

Aktifkan Open to Work di LinkedIn, Prilly Latuconsina Diserbu Puluhan Ribu Tawaran Kerja

0

Bogordaily.net – Aktris dan produser Prilly Latuconsina mendadak mencuri perhatian publik setelah diketahui mengaktifkan fitur Open to Work di akun LinkedIn pribadinya. Langkah yang awalnya tampak sederhana itu justru berujung pada banjir tawaran kerja dari berbagai sektor profesional.

Sejak menyalakan lencana hijau Open to Work pada 25 Januari 2026, akun LinkedIn Prilly mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan.

Tercatat lebih dari 30 ribu permintaan koneksi masuk dalam waktu singkat. Tak hanya itu, berbagai tawaran kerja pun berdatangan, mulai dari perusahaan media, brand ternama, hingga komunitas profesional lintas bidang.

Fenomena tersebut diungkap Prilly melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya pada Kamis 29 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, Prilly memperlihatkan bagaimana notifikasi di LinkedIn miliknya terus berdatangan tanpa henti.

Ia mengaku cukup terkejut dengan respons besar yang diterimanya dan kini tengah memilah tawaran yang dianggap paling relevan untuk dijajaki lebih lanjut.

Meski demikian, Prilly menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari pekerjaan penuh waktu. Ia lebih tertarik pada skema kerja fleksibel, dengan keterlibatan proyek yang bisa disesuaikan dengan waktu dan kesepakatan bersama.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk membuka peluang baru tanpa harus meninggalkan aktivitas kreatif lain yang masih dijalani.

Aktivasi status Open to Work tersebut juga bertepatan dengan keputusan Prilly mundur dari jajaran direksi rumah produksi Sinemaku.

Walau tak lagi berada di posisi struktural, Prilly memastikan tetap aktif berkarya dan ingin mengeksplorasi pengalaman profesional di luar jalur yang selama ini ia tekuni.

Respons warganet terhadap langkah Prilly pun beragam. Banyak yang menilai hal ini sebagai bukti kuatnya peran jejaring profesional digital dalam membuka peluang karier, bahkan bagi figur publik yang sudah mapan.***