Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 358

Geger! Warga Bogor Ditemukan Tewas di Kontrakan Sindang Barang

0

Bogordaily.net – Jumat sore (26/9/2025), suasana di Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mendadak berubah.

Warga yang biasanya sibuk dengan rutinitas sore, tiba-tiba dikejutkan oleh bau menyengat dari sebuah rumah kontrakan di RT 05 RW 01, tidak jauh dari Pondok Pesantren Tahfidz Ar Rozzaq.

Awalnya, bau itu samar. Lama-kelamaan makin kuat hingga menusuk hidung warga sekitar. Rasa penasaran bercampur curiga membuat beberapa orang memberanikan diri mendekati kontrakan.

Pintu diketuk, tak ada jawaban. Jendela digedor, tetap sepi. Hingga akhirnya, warga membuka paksa pintu dan menemukan kenyataan: seorang pria sudah tidak bernyawa.

Diduga, korban meninggal beberapa hari sebelumnya. Tubuhnya baru terungkap setelah baunya menyebar ke luar rumah. Peristiwa itu pun membuat warga geger.

Kematian yang diam-diam. Tanpa suara. Tanpa tanda. Itulah yang terjadi di kontrakan sederhana Sindang Barang.

Suasana kampung itu langsung heboh. Warga ramai, sebagian merekam dengan ponsel, sebagian lainnya berbisik-bisik tak percaya.

Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi tersebut. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak suasana lokasi kejadian yang ramai dikerubuti warga yang penasaran.

Video tersebut pertama kali dibagikan oleh Denis, salah seorang warga setempat.

Peristiwa ini membuat sore di Sindang Barang mendadak sunyi. Warga pulang dengan pikiran masing-masing, membawa cerita tentang kematian yang datang diam-diam, tanpa sempat ada yang tahu.***

Kota Bogor Raih Penghargaan Institusi Publik Terpopuler di Media Sosial AHI 2025

0

Bogordaily.net-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih penghargaan sebagai Institusi Publik Terpopuler di Media Sosial versi Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rudiyana, dalam malam puncak AHI 2025 yang digelar di Ballroom Hotel JW Marriott, Surabaya.

Dedie Rachim, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas penghargaan ini.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan informasi yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat melalui media sosial mendapat pengakuan nasional. Tentunya capaian ini tidak lepas dari peran serta seluruh jajaran, khususnya Diskominfo, serta dukungan warga Bogor yang aktif berinteraksi dengan kanal resmi Pemkot,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Pemkot Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

“Kami ingin media sosial pemerintah tidak hanya sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan aspirasi warga, sehingga tercipta pemerintahan yang partisipatif dan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rudiyana, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif tim komunikasi Pemkot Bogor.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga konsistensi dalam menyajikan konten yang informatif, edukatif, sekaligus interaktif. Media sosial pemerintah bukan hanya menyampaikan informasi satu arah, tetapi juga membangun dialog yang sehat dengan masyarakat. Ke depan, kami akan terus berinovasi agar kanal resmi Pemkot semakin relevan dan dekat dengan warga,” jelas Rudiyana.

Selain Kota Bogor, kategori Kota juga diberikan kepada Kota Tangerang dan Kota Surabaya. Untuk kategori Kabupaten, penghargaan diraih oleh Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Bogor.

Sementara pada kategori Provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).***

Muhammad Irfan Ramadan

Harga Daging Ayam di Pasar Kabupaten Bogor Naik, Sastra Winara Usulkan Pasar Murah di Tiap Kecamatan

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara menanggapi soal kenaikan harga daging ayam di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor.

Menurut Sastra, kenaikan tersebut disebabkan adanya regulasi baru yang dilakukan oleh Pemerintah. Sehingga harga daging ayam melonjak dari awalnya Rp. 26 ribu menjadi Rp.32 ribu.

“Mungkin kenaikan-kenaikan ada regulasi-regulasi yang baru mungkin ya, tapi kita berharap semua bisa stabil supaya semua rumah tangga masyarakat kita bisa memenuhi itu,” kata Sastra kepada wartawan, Jum’at 26 September 2025.

Ia menjelaskan bahwa, pihaknya akan bekerjasama dengan dinas terkait untuk dapat menindaklanjuti, terkait penyebab naiknya harga daging ayam.

“Ya kita liat nanti diskanak atau disperindag coba kita undang apa si penyebab masalah-masalah itu kenapa harga ayam bisa sebesar itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk kembali melaksanakan pasar murah di tiap Kecamatan.

“Usulan nya mungkin dengan cara pasar murah di setiap kecamatan supaya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Sastra.**

Albin

Dari Hobi Jadi Bisnis, Usaha Kopi Lokal Ini Semakin Bertumbuh dan Naik Kelas berkat Pendampingan BRI

0

Bogordaily.net – Kecintaan terhadap kopi tak hanya membuat seseorang ingin terus menikmati dan mencoba beragam varian produk kopi yang ada. Lebih dari itu, ketertarikan tersebut ternyata juga dapat memberikan inspirasi untuk membuka peluang usaha.
Hal ini seperti yang dialami oleh Veronica, perempuan asal Slipi Kemanggisan, Jakarta Barat.

Berawal dari kopi yang menjadi minuman favorit, ia terinspirasi memberdayakan diri dan memulai usaha produk minuman kopi dengan nama Kopi Toejoean.

Pandemi tahun 2021 menjadi momentum tak terduga bagi Veronica. Saat aktivitas banyak dilakukan dari rumah, ia menemukan celah untuk mengembangkan minatnya terhadap kopi menjadi peluang bisnis.

“Waktu pandemi saya sering nonton video di internet. Karena suka kopi, algoritmanya menampilkan konten seputar kopi. Dari situ saya berpikir untuk mulai usaha kopi. Saya belajar lewat kelas barista, baik gratis maupun berbayar, lalu kumpulkan tabungan untuk beli mesin kopi. Saya juga ikut komunitas entrepreneur Jakarta buat nambah ilmu,” ungkap Veronica.

Dengan modal keberanian dan ketekunan belajar, lahirlah Kopi Toejoean. Brand ini menghadirkan beragam minuman kopi dan non kopi kekinian yang memanfaatkan biji kopi Nusantara dari petani lokal maupun distributor. Tak hanya bisa dipesan secara online, Kopi Toejoean juga hadir secara offline lewat coffee shop di Rumah BUMN Jakarta Barat.

Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya pada 2024, Veronica mendapat kesempatan bergabung menjadi bagian dari UMKM binaan BRI. Dari sinilah, langkah bisnisnya terasa semakin matang.

”Sejak bergabung dan mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN BRI, usaha saya semakin berkembang. Banyak ilmu yang saya dapat. Mulai dari strategi pemasaran, manajemen, keuangan hingga cara memanfaatkan teknologi digital. Pendampingan yang diberikan membuat saya lebih percaya diri dalam mengelola usaha dan berani mengambil langkah untuk memperluas pasar”, lanjutnya.

Salah satu dukungan pemberdayaan BRI yang ia manfaatkan adalah LinkUMKM, platform digital terintegrasi besutan BRI yang dirancang khusus untuk pemberdayaan UMKM. Melalui platform ini, pelaku usaha seperti Veronica bisa mendapatkan akses informasi, konsultasi, pelatihan, hingga fasilitas pasar digital.

”LinkUMKM sangat membantu saya mengembangkan usaha. Fitur favorit saya UMKM Smart, karena ada sistem scoring level 1–4 yang menunjukkan kelemahan usaha dan memberi checklist untuk naik kelas. Dulu saya di level 1, sekarang sudah level 3,” ujar Vero.

Selain UMKM Smart, Veronica juga memanfaatkan fitur etalase untuk mempromosikan produknya secara lebih luas. Dari LinkUMKM juga, Veronica mendapatkan banyak informasi terkait pelatihan dan pendampingan usaha.

Tantangan dalam pemasaran digital sempat menjadi kendala, namun dengan bimbingan dan fasilitas dari BRI, Veronica lebih mudah dan mampu menghadapinya. Ia bahkan berhasil menghadirkan inovasi-inovasi baru untuk memperkuat Kopi Toejoean di pasar. Ia pun percaya diri dengan produk yang dihasilkan Kopi Toejoean karena kualitas yang selalu dijaga.

”Kopi Toejoean ini menggunakan biji kopi lokal yang berkualitas, diracik langsung dengan peralatan, digiling sendiri dan kita olah menjadi espresso untuk meracik minuman. Semua proses kita lakukan sendiri sehingga produk kita bisa tetap fresh, dan pastinya ini adalah produk lokal yang juga mendukung petani lokal,” ungkap Vero.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan maupun pelatihan berbasis kebutuhan melalui platform digital LinkUMKM. Dimana saat ini platform LinkUMKM tercatat sudah memiliki lebih dari 13,4 juta user.

”LinkUMKM tidak hanya menjadi tempat bertemu antara pelaku usaha dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Kisah sukses Kopi Toejoean ini merupakan sebuah kisah inpiratif yang dapat dijadikan contoh oleh pengusaha UMKM lainnya dalam memanfaatkan platform LinkUMKM untuk meningkatkan penjualan usaha maupun skala bisnis”, pungkasnya.***

Menkop Ferry Tegaskan Peran Strategis Koperasi Dalam Ekonomi Kerakyatan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya penguatan Koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dalam implementasi Asta Cita.

Hal tersebut disampaikan dalam Menkop Ferry dalam Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan sebagai Implementasi Asta Cita dan Nilai Filosofis Pancasila di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 26 September 2025.

Turut hadir dalam acara tersebut Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat UPI Didi Sukyadi, Guru Besar UPI Eeng Ahman dan Ustadz Adi Hidayat.

Dalam pemaparannya Menkop Ferry Juliantono menerangkan bahwa pada tahun 1960 telah ditulis Naskah Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang dimana kata koperasi dan desa sudah banyak termaktub dalam naskah tersebut sebagai tiang utama pembangunan ekonomi Indonesia.

Menkop mengatakan, selama ini masyarakat desa lebih banyak menjadi obyek, bukan subyek dalam kegiatan ekonomi, sehingga koperasi harus menjadi wadah yang memberdayakan rakyat kecil secara kolektif.

“Semua dari kita ini adalah rakyat. Tetapi rakyat yang lemah dan dhuafa yang perlu dibantu bisa membentuk badan usaha koperasi, yang kecil-kecil, yang lemah-lemah ini menjadi satu kekuatan, yaitu koperasi. Itulah hakikat ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Keberadaan Modal Asing

Menkop Ferry menuturkan, Indonesia tidak menolak dominasi kapital besar, namun bukan yang merugikan rakyat kecil. Presiden Prabowo Subianto tidak menolak modal asing atau kapital besar, tapi jangan sampai mereka kemudian mengatur negara dan menindas yang lemah.

“Karena itu, hakikat ekonomi kerakyatan ini menjadi badan usaha koperasi. Jadi koperasi bersama BUMN, swasta dan korporasi tumbuh menjadi sama-sama besar,” ujarnya.

Menkop Ferry menegaskan, dalam upaya membangkitkan koperasi, Presiden Prabowo juga mengamanatkan perlunya pembaruan regulasi. Pemerintah bersama DPR tengah mengusulkan Rancangan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional yang lebih relevan dengan kondisi saat ini, menggantikan Undang-Undang Koperasi tahun 1992 yang dianggap sudah usang.

“Hal ini sangat selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang hendak menjadikan Desa sebagai salah satu pusat perputaran perekonomian Indonesia,” ucap Menkop Ferry.

“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan menjadi proyek strategis nasional yang terintegrasi dengan berbagai sektor. Ini sejalan dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” kata Ferry.

Koerasi Jadi Tiang Perekonomian

Dia menekankan, koperasi harus menjadi tiang utama perekonomian nasional, menggerakkan industri agro-maritim dan hasil pertanian, serta mendukung pemerataan kesejahteraan.

Diakui Menkop Ferry, terdapat beberapa kendala yang dihadapi koperasi, seperti adanya 22 regulasi yang membatasi ruang gerak koperasi, termasuk larangan mendirikan bank, rumah sakit, dan penyelenggaraan umroh-haji. Padahal, koperasi pernah memiliki Bank Umum Kooperasi Indonesia (Bukopin) yang kini telah menjadi milik mayoritas investor asing.

Selain itu, industri tekstil dan pertanian yang dikelola koperasi juga mengalami tekanan akibat masuknya produk impor yang tidak terkendali. “Pemerintah berkomitmen mencabut regulasi yang menghambat dan menyelamatkan industri dalam negeri agar koperasi dapat bangkit kembali,” katanya.

Menkop Ferry juga berpesan, dalam rangka mendukung pembangunan desa dan koperasi, Pemerintah menggandeng akademisi dan tokoh masyarakat untuk mengembangkan sistem data desa presisi.

“Sistem ini bertujuan memperbaiki akurasi data, terkait kebutuhan dan potensi desa, sehingga kebijakan dan bantuan sosial dapat tepat sasaran,” ucap Menkop.

Dia mengatakan, belajar dari pengalaman China yang berhasil mengurangi kemiskinan secara signifikan melalui data desa yang akurat. Indonesia juga perlu mengelola data desa dengan baik, agar program pembangunan efektif.

“Penting kiranya dari dunia pendidikan, UPI turut memberikan rekomendasi dan mengusulkan kepada Presiden soal dibutuhkannya data desa presisi. Karena kalau data tidak tepat alias semu, bisa menghasilkan keputusan yang semu atau tidak valid juga,” imbuhnya.

Maka dari itu Menkop Ferry mengharapkan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia agar cita-cita para pendiri bangsa dan Presiden Prabowo Subianto yaitu menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa dapat terwujud secara paripurna.***

Jadi Program Prioritas, Bupati Bogor Targetkan 3.750 Unit Rutilahu Segera Diperbaiki

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto menargetkan sebanyak 3.750 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) untuk segera diperbaiki.

Adapun, Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui percepatan penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan program Rutilahu dalam waktu maksimal tiga tahun, lebih cepat dari proyeksi umum sebelumnya yang membutuhkan lima tahun.

Berdasarkan data yang ada, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 14 ribu unit. Angka ini tentu menjadi perhatian serius, karena menyangkut kualitas hidup ribuan keluarga.

“Oleh karena itu, kami mengambil langkah percepatan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk memiliki hunian yang layak,” kata Rudy, Jum’at 26 September 2025.

APBD Perubahan 2025

Melalui APBD Perubahan 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan kurang lebih 3.750 unit rumah untuk diperbaiki, tersebar di 40 kecamatan dan 416 desa.

Program ini berjalan paralel dengan intervensi pembangunan lain, termasuk melalui sinergi bersama TNI, Polri, hingga program pusat melalui DPR RI.

“Yang dari APBD murni ada sekitar 3.750 rumah. Selain itu, kami juga memiliki program kolaborasi dengan TNI maupun Polri, tujuannya sama percepatan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat. Bahkan program pusat melalui DPR RI pun tetap terkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Bogor menegaskan bahwa seluruh data penerima bantuan diverifikasi secara berlapis, mulai dari tingkat RT/RW, desa/kelurahan, hingga dihimpun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, agar program benar-benar tepat sasaran.

Ia menambahkan, keberhasilan percepatan program Rutilahu akan sangat ditentukan oleh kemampuan fiskal daerah. Namun, ia optimistis target ini dapat tercapai karena tren pendapatan daerah menunjukkan pertumbuhan positif, seiring stabilnya sektor ekonomi lokal seperti perdagangan, industri kecil, dan pariwisata.

“Di APBD Perubahan nanti, kita akan prioritaskan anggaran untuk program Rutilahu. Ini bagian dari upaya kami menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Kami tidak ingin mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hunian yang lebih baik,” ujar Rudy.

Sementara itu, program Rutilahu tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga akan diintegrasikan dengan program bantuan sosial serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan begitu, rumah layak huni bukan sekadar tempat tinggal, melainkan titik tolak bagi kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.

Langkah progresif ini mencerminkan keberpihakan Pemkab Bogor terhadap warga yang paling membutuhkan. Melalui strategi yang tepat dan sinergi antarlembaga, Kabupaten Bogor bertekad menghapus wajah-wajah kemiskinan struktural, satu rumah demi satu rumah.

(Albin Pandita)

Hasil Sementara POPDA XIV, Kota Bogor Top Tiga Besar

0

Bogordaily.net – Kota Bogor menduduki peringkat top tiga besar klasemen sementara dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat.

Top tiga klasemen sementara ini berdasarkan perolehan medali hingga Jumat, 26 September 2025.

Persaingan semakin sengit di mana para pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat berjuang untuk menjadi yang terbaik dengan mengedepankan profesional dan sportivitas serta membangun persahabatan.

Kota Bogor yang berada di posisi ketiga berhasil meraih 60 medali, dengan rincian 22 emas, 22 perak, dan 16 perunggu.

Jumlah tersebut berada di bawah Kota Bandung yang berhasil meraih 131 medali, dengan 58 emas dan Kabupaten Bandung dengan total medali 51 dengan 24 emas.

Perjuangan Kontingen Kota Bogor pada POPDA XIV ini dilepas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat, 12 September 2025 lalu.

Bawa Nama Bik Kota Bogor

Dedie Rachim menuturkan kepada para atlet untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan berjuang maksimal agar mampu membawa nama baik Kota Bogor, sehingga dapat memberikan prestasi gemilang dan membanggakan.

“Dalam keolahragaan harus kalian tumbuhkan rasa percaya diri. Kota Bogor sebagai salah satu daerah yang elite di Jawa Barat dari 27 kabupaten/kota yang lain, tidak pernah kalah, tidak pernah ada kata menyerah. Kalian harus betul-betul menunjukkan dan percaya diri sebagai orang Kota Bogor. Ini salah satu modalitas kita,” ucap Dedie Rachim.

Kota Bogor dalam setiap kegiatan olahraga, baik di tingkat lokal, provinsi, hingga nasional, selalu menempatkan diri di posisi elite keolahragaan dan prestasi lainnya.

Dedie Rachim juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kontingen Kota Bogor yang cukup besar, mulai dari para orang tua, guru, sekolah, pelatih, official, hingga KONI Kota Bogor.

“Pengorbanan-pengorbanan ini harus terukir dalam sebuah bentuk prestasi nyata yang bisa membanggakan kita semua. Jaga nama baik Kota Bogor,” ungkapnya.

Dedie Rachim juga menekankan agar kegiatan ini dijadikan ajang silaturahmi dan pembelajaran. Ia berpesan kepada para atlet untuk menunjukkan jati diri orang Bogor yang tahu sopan santun, menjunjung adab, bertanding sportif, serta menjaga kondusifitas, baik saat pertandingan maupun di luar pertandingan.

“Saling hormat-menghormati, jangan membawa hal-hal yang negatif,” kata Dedie Rachim.

Kehadiran Denny Mulyadi

Setelah dilepas oleh Dedie Rachim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi sempat meninjau langsung pertandingan kontingen Kota Bogor pada Selasa (23/9/2025).

Kehadiran Denny Mulyadi sekaligus memberikan semangat kepada para kontingen Kota Bogor yang sedang bertanding.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan bahwa emas yang diraih Kota Bogor cukup meningkat tajam.

Ia menyebut, hampir semua cabang olahraga berhasil melebihi target.

“Kondisi saat ini sangat baik. Emas kita melebihi target. Ada yang ditargetkan mendapat dua emas Alhamdulillah berhasil meraih lima, ada yang ditargetkan satu alhamdulillah berhasil meraih dua emas. Perjuangannya sangat luar biasa atas dukungan semua pihak,” ujar Anas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/9/2025).

Saat ini lanjut Anas, masih tersisa kurang lebih lima hari lagi dan masih ada beberapa cabang olahraga yang akan bertanding.

Meski perolehan medali ini masih akan bisa berubah, namun ia percaya bahwa kontingen Kota Bogor akan berjuang dengan optimal.

Sebab, lanjut Anas, POPDA ini merupakan langkah awal para pelajar untuk bisa mengikuti ajang yang lebih besar lagi hingga tingkat nasional, bahkan internasional.

“Bisa dilihat dari hasil ini menunjukkan bahwa Kota Bogor memiliki potensi atlet-atlet yang mampu dibanggakan bersaing meraih prestasi dengan daerah yang luas, jumlah penduduknya banyak, dan potensi anggarannya juga besar, tapi kita bisa duduk di peringkat tiga,” ujarnya.

Seperti apa yang disampaikan Dedie Rachim, Anas menitipkan pesan, bahwa perjuangan masih panjang, maka berusaha dengan maksimal berjuang dengan optimal menjunjung profesionalisme dan sportivitas serta membangun persahabatan dan jaringan sekaligus silaturahmi seluas dan sebanyak-banyaknya.

“Percayalah bahwa kontingen ini tidak mewakili diri sendiri, tapi masyarakat, keluarga, orang tua, kebanggan Kota Bogor, dan kalau sampai berprestasi mendapatkan emas maka akan ada bonus, bisa juga mengikuti Japres dan jika juara PON bisa langsung masuk di BUMN yang diinginkan,” ujarnya.

Cara Membangun Sales Funnel Efektif dengan Marketing Automation

0

Bogordaily.net – Menjalankan bisnis di era digital tak lepas dari persaingan yang ketat. Proses penjualan tidak ampuh lagi jika hanya mengandalkan intuisi dan asumsi. Perjalanan calon pelanggan dari pertama kali mengenal produk hingga akhirnya membeli membutuhkan strategi yang terstruktur. Inilah mengapa bisnis perlu memahami sales funnel, kerangka alur kerja yang membantu bisnis mengarahkan dan mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan.

Namun, mengelola funnel secara manual sangat menyita waktu dan rawan kesalahan. Marketing automation adalah solusi untuk menjaga konsistensi komunikasi dan mengumpulkan data sebagai sumber perbaikan strategi penjualan. Mari kita telusuri lebih lanjut.

Pentingnya Sales Funnel dalam Strategi Penjualan Modern

Strategi pengelolaan perjalanan pelanggan sering kurang diperhatikan, padahal aktivitas marketing dan sales harus berjalan beriringan. Sales funnel membentuk kerangka kerja sistematis agar kedua tim tersebut dapat berkoordinasi efektif.

Setiap calon pelanggan tidak langsung membeli setelah melihat iklan pertama kali. Ada proses yang harus mereka lalui — dari kesadaran hingga keputusan. Dengan memahami posisi prospek dalam funnel, bisnis dapat menyesuaikan pendekatan komunikasi yang tepat pada waktu yang tepat.

Keterkaitan Sales Funnel dengan Efektivitas Konversi

Efektivitas konversi adalah hasil dari strategi funnel yang terkelola baik. Funnel membantu menemukan titik drop-off (tempat prospek berhenti berinteraksi) sehingga bisnis dapat mengoptimalkannya.

Untuk menjaga prospek tetap bergerak, perusahaan besar memanfaatkan teknologi. Salah satu contoh adalah WhatsApp blast — saluran yang menjaga interaksi tetap aktif melalui pesan personalisasi yang dikirim massal. Jika diintegrasikan dengan baik ke dalam funnel, broadcast WhatsApp dapat meningkatkan efektivitas nurturing dan menjaga brand tetap diingat calon pelanggan.

Tahapan Sales Funnel yang Wajib dalam Marketing Automation

Walaupun rincian bisa berbeda antar industri, pola umum funnel meliputi:

  • Awareness — Prospek pertama kali mengenal produk lewat edukasi atau konten kredibel.
  • Consideration — Prospek mulai membandingkan solusi dan mencari bukti (testimoni, studi kasus).
  • Decision — Prospek memutuskan membeli; faktor seperti urgensi, penawaran, dan jaminan mempengaruhi keputusan.

Peran Marketing Automation dalam Funnel Penjualan

Dengan menerapkan otomatisasi ke funnel, bisnis memastikan setiap prospek mendapat pengalaman personal tanpa membebani tim sales dengan tugas manual berulang. Berikut peran kunci automation:

Otomatisasi komunikasi di setiap tahap

Automation menjaga komunikasi aktif melalui alur otomatis—dari menyambut prospek baru, edukasi berkala, hingga penawaran saat waktunya tepat.

Penerapan personalisasi pesan untuk tiap segmen

Data interaksi memungkinkan personalisasi mendalam: rekomendasi produk berdasarkan riwayat, pengingat untuk prospek yang tertarik, atau penawaran khusus untuk segmen tertentu.

Analisis data untuk perbaikan berkelanjutan

Automation memberi metrik penting (open rate, click-through, conversion rate) sehingga bisnis bisa menemukan pola dan menutup celah dalam funnel.

Panduan Membangun Funnel Penjualan Otomatis

Mengotomatisasi funnel bukan sekadar memasang software—dibutuhkan perencanaan dan pengujian. Berikut langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:

  1. Menentukan tujuan dan target audiens
    Tuliskan tujuan spesifik (mis. menambah prospek 30%/kuartal, mempercepat closing 20%, meningkatkan retensi). Petakan demografi, perilaku, minat, dan pain points audiens.
  2. Memilih automation tool yang tepat
    Pilih platform sesuai kebutuhan: sederhana untuk email automation, atau lengkap dengan CRM & integrasi multi-channel. Perhatikan skalabilitas, integrasi, dan analitik.
  3. Mengintegrasikan seluruh saluran komunikasi
    Satukan email, WhatsApp, social media, dan landing page agar pesan konsisten dan tidak berulang. Contoh: setelah pendaftaran lewat landing page, jalankan rangkaian edukasi lewat email + opsi follow-up via WhatsApp.
  4. Mendesain workflow komunikasi otomatis
    Buat peta trigger → pesan → waktu → kondisi lanjutan. Uji A/B untuk subjek, waktu pengiriman, dan CTA guna menemukan kombinasi yang paling efektif.
Tip cepat: Mulai dengan satu segmen kecil dan workflow sederhana. Ukur hasil, lalu skala ke segmen lain setelah terbukti efektif.

Kesimpulan

Sales funnel adalah kerangka fundamental untuk menavigasi perjalanan pelanggan. Mengelola funnel secara manual rentan kehilangan peluang. Marketing automation menjaga relevansi komunikasi di setiap tahap, menyediakan data untuk memperbaiki strategi, dan meningkatkan efisiensi penjualan.

Membangun funnel penjualan otomatis adalah investasi jangka panjang: bisnis yang memanfaatkannya secara strategis akan lebih siap bersaing, meningkatkan konversi, dan memperkuat loyalitas pelanggan.***

UMKM Bogor Hadirkan Peyek Bundoh, Camilan Tradisional dengan Sentuhan Modern

0

Bogordaily.net – Dunia kuliner Bogor kembali diramaikan dengan hadirnya Peyek Bundoh, sebuah brand camilan tradisional yang resmi berdiri pada Februari 2024.

Mengusung konsep “renyah, gurih, dan penuh topping”, UMKM ini menawarkan peyek khas Indonesia dengan cita rasa autentik yang dikemas secara modern dan higienis.

Peyek Bundoh menghadirkan berbagai varian, mulai dari kacang tanah, kacang hijau, teri, hingga udang rebon.

Setiap lembar peyek dibuat tipis, gurih, dan renyah dengan taburan topping melimpah, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun dijadikan oleh-oleh khas Bogor.

Tidak hanya soal rasa, kualitas produk juga menjadi prioritas. Peyek Bundoh telah tersedia dalam kemasan praktis berisi 120 gram, memiliki izin edar PIRT, serta resmi tersertifikasi halal oleh MUI, sehingga aman dan nyaman untuk dikonsumsi.

Produk ini juga tahan hingga dua bulan pada suhu ruang, menjadikannya pilihan camilan praktis untuk berbagai kesempatan.

Dengan harga ramah kantong, Peyek Bundoh menargetkan keluarga muda, ibu rumah tangga, hingga para pecinta camilan gurih.

UMKM Peyek Bundoh menghadirkan cita rasa tradisional Indonesia yang tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih modern, higienis, dan mudah dijangkan.

Untuk pemesanan, konsumen dapat menghubungi WhatsApp resmi 0856-9711-0105 atau melalui Instagram @peyekbundoh.

Kehadiran Peyek Bundoh menjadi bukti bahwa UMKM lokal Kota Bogor terus berinovasi menghadirkan camilan khas Nusantara dengan kualitas premium namun tetap terjangkau untuk semua kalangan.

(Ibnu Galansa)

Modus Lowongan Kerja Bandara, Puluhan Orang Tertipu Ratusan Juta oleh Warga Ciampea

0

Bogordaily.net — Puluhan orang dari berbagai daerah menjadi korban modus penipuan lowongan kerja di bandara yang dilakukan seorang pria bernama Rudi S, warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Adapun, terduga Pelaku menggunakan nama PT Lingkung Gunung Sejahtera untuk melancarkan aksinya dengan membuat iklan lowongan kerja di media sosial. Total kerugian ditaksir hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, sedikitnya ada 43 orang dari berbagai daerah telah menjadi korban dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Modus yang digunakan yakni menjanjikan korban untuk bekerja di bidang jasa bandara, khususnya Ground Handling dan Passenger Service Assistance (PSA) di Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Raden Intan Lampung.

Kasus ini bermula pada Februari 2025 ketika Dirut PT Lingkung Gunung Sejahtera, Irfan Fauzi, dikenalkan oleh seorang GM Resort di Pancawati Caringin Bogor, kepada Rudi S.

Rudi mengaku sebagai pihak yang berpengalaman di bidang bisnis jasa penerbangan, namun usahanya terkendala modal dan perizinan. Ia kemudian menawarkan kerja sama pengembangan usaha PT. Lingkung Gunung.

“Dia mengaku ahli di bidang ground handling dan PSA di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi mengeluh usahanya terkendala modal dan perizinan,” kata Irfan Fauzi, Jum’at 26 September 2025.

Hingga 4 Juni 2025, Irfan mengaku telah mentransfer dana lebih dari 90 juta kepada Rudi S untuk pengurusan izin komersial. Namun hingga 22 September 2025, izin tersebut tak kunjung terbit.

Kronologi Kasus Terkuak

Kasus ini terkuak ketika ada beberapa korban menghubungi staf PT Lingkung Gunung Sejahtera untuk menanyakan gaji bulanan yang tidak kunjung mereka terima selama 1-3 bulan bekerja dengan Rudi S.

Padahal mereka mengaku telah membayar biaya administrasi sebesar 8-10 juta rupiah per orang sebagai syarat untuk diterima bekerja oleh Rudi S sebagai staf ground handling di bandara Soekarno Hatta dan Bandara Raden Intan.

“Para korban membayar Rp8–12 juta per orang dengan janji dipekerjakan sebagai staf di Bandara Soekarno-Hatta dan Raden Intan Lampung,” jelasnya.

Dalam pertemuan virtual pada 16 September 2025, terungkap informasi ada 18 korban di Lampung dan 25 korban di Jakarta.

Nama lain yang disebut terlibat dalam jaringan Rudi S ini antara lain Norys, Magdalena PS, dan Elisabet S dimana ketiganya bertugas melakukan rekruitmen calon korban di daerah Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, selain PT Lingkung Gunung, ada beberapa perusahaan yang si duga telah ditipu oleh Rud S dengan modus yang sama, diantaranya PT Kamil Wisata Mandiri, Bapak Satimin Pengelola Executive Lounge Bandara Raden Intan Lampung, dan PT Aruna.

Direktur Utama PT Aruna, Andrico, mengaku telah ditawari kerja sama pengelolaan usaha di Bandara Soekarno Hatta oleh Rudi S, dan telah menyetorkan sejumlah uang yang nilainya puluhan juta rupiah.

Hingga kini, Rudi S diduga masih beroperasi di Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan nama PT Lingkung Gunung maupun pakai cover perusahaan lain.

Kasus ini telah dilaporkan oleh Dirut PT Lingkung Gunung ke pihak kepolisian resort Bogor di Cibinong. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Polres Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan tersebut.

“Saya berharap pihak Kepolisian Resort Bogor bisa segera menindaklanjuti laporan kami, agar tidak semakin banyak pihak yang menjadi korbannya, karna hingga saat ini terduga pelaku masih terus beroperasi di Bandara Soekarno Hatta dan terus melakukan rekruitmen” ungkap Irfan.

(Albin Pandita)