Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 360

Tak Pernah Sepi Pengunjung, AgenBRILink Ini Jadi Andalan Mitra Koperasi dan Masyarakat

0

Bogordaily.net – AgenBRILink terus menjadi andalan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan di tingkat lokal. Salah satunya AgenBRILink LQQ di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara yang telah menjadi pusat transaksi keuangan warga sekaligus mitra bagi koperasi-koperasi di sekitarnya.

Meski baru dua tahun resmi beroperasi, sejak 16 Agustus 2023, AgenBRILink LQQ milik Ujang Mahmudi menunjukkan perkembangan yang pesat.

Berawal dari melayani masyarakat dengan sarana seadanya di sebuah container box, kini Ujang mampu membangun sebuah ruko yang lebih nyaman dan aman bagi nasabah.

“Alasan membuka usaha jadi AgenBRILink ya karena ingin mempermudah masyarakat di sini yang rata-rata pedagang pasar. Mereka itu kan butuh transaksi cepat, mudah, aman. Selain itu, untuk saya saat buka AgenBRILink, tentu ingin ada sumber pendapatan tambahan lainnya,” jelas Ujang.

Layanan transaksi yang disediakannya pun beragam, mulai dari setoran, tarik tunai, pembayaran tagihan rutin, hingga pencairan dana dengan nilai transaksi yang bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari.

Tak heran, selain banyak individu datang ke tempatnya untuk bertransaksi, sejumlah koperasi juga kerap memanfaatkan layanan ini untuk melakukan setoran dan pembayaran tagihan bulanan rutin.

Mereka bahkan turut mengarahkan anggotanya untuk melakukan pencairan maupun penarikan dana melalui AgenBRILink milik Ujang.

Alhasil, ramainya aktivitas dari masyarakat maupun koperasi itu pun membuat AgenBRILink LQQ nyaris tak pernah sepi setiap harinya.

Namun, bagi Ujang, kondisi tersebut bukan beban, justru jadi peluang untuk memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Alih-alih kewalahan, ia pun memilih untuk memberdayakan empat pemuda setempat untuk bekerja sebagai kasir bergantian, dimana dua orang melayani nasabah pada shift pagi hingga siang hari, sementara dua lainnya bertugas pada sore hingga malam hari.

Menurutnya, pola kerja ini bukan hanya memastikan layanan tersedia sepanjang hari, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda di sekitarnya.

“Sebagian dari mereka adalah mahasiswa yang memanfaatkan waktu luang di sela kuliah untuk bekerja sebagai kasir. Hal ini menjadi cara kami untuk bisa membantu warga sekitar dan menciptakan lapangan kerja,” ucap Ujang.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa AgenBRILink hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, lantaran salah satu kekuatan utama BRI adalah menjangkau lapisan masyarakat luas hingga pelosok negeri.

“Melalui inisiatif ini, BRI terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan merata, sejalan dengan upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan nasional,” ujar Dhanny.

Tercatat, hingga Agustus 2025, lebih dari 1 juta agen tersebar di 66.691 desa, atau setara 80,96% dari total desa di Indonesia. Adapun volume transaksi masyarakat melalui AgenBRILink telah mencapai Rp1.145,22 triliun.***

Koperasi Pernah Berjaya di Sektor Produksi, Distribusi, Industri, Hingga Perkreditan, Menkop: Kita Kembalikan Masa Keemasan Itu

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa eksistensi koperasi saat ini harus kembali seperti awal sejarahnya dimana mampu dan berjaya mengembangkan aneka sektor usaha, seperti produksi, distribusi, industri, hingga perkreditan.

“Gerakan Koperasi Dekopin itu lahir dari induk-induk koperasi yang kuat di sektor-sektor bisnis tersebut. Kita harus kembalikan masa keemasan itu,” ungkap Menkop, pada pembukaan acara Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 24 September 2025.

Oleh karena itu, Menkop menjelaskan, ide strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mengejar ketertinggalan koperasi dari badan usaha lain seperti BUMN dan swasta.

“Maka, menurut saya, pembentukan dan operasionalisasi 80 ribu Kopdes Merah Putih bukanlah sekadar program pemerintah. Ini merupakan Gerakan Negara dalam membangun dan meningkatkan kinerja koperasi di Indonesia,” papar Menkop.

Bahkan, pada tahap kedua ini (operasionalisasi), Menkop menyebutkan, pemerintah sudah banyak merelaksasi aturan untuk melancarkan dan mempermudah langkah Kopdes Merah Putih pada Oktober 2025 mendatang.

Salah satunya adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) hasil revisi terbaru yang menunjuk bank-bank Himbara sudah bisa menyalurkan modal bagi Kopdes Merah Putih sebagai tahap awal operasional.

“Himbara sudah memiliki manual book tentang tata cara pencairan dana untuk operasional Kopdes Merah Putih. Bahkan, sudah sosialisasi tata cara pembuatan proposal pencairan plafon pinjaman,” terang Menkop.

Di samping itu, Menkop menekankan pentingnya peran kerja sama antar Kopdes juga bisa menjadi kunci penting.

Koperasi yang sudah lebih maju dapat bertindak sebagai offtaker, aggregator, maupun konsolidator bagi Kopdes Merah Putih yang baru tumbuh.

“Dengan demikian, tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan mulai dari hulu hingga hilir, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat desa,” kata Menkop.

Menkop pun berharap Dekopin turut mendukung Kopdes Merah Putih sebagai gerakan bangsa dengan membangun koperasi yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

“Juga, sekaligus berperan dalam peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan guna mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel,” ucap Menkop.

Sementara itu, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menekankan pentingnya memperkuat jalinan sinergi antara Dekopin dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia agar roda organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Terlebih lagi, saat ini ada program strategis Kopdes Merah Putih,” kata Bambang.

Bambang berharap, ke depan segala pembatasan bidang usaha bagi koperasi tidak lagi terjadi alias segera dibuka.

“Contoh saja di negara-negara lain, misalnya di Swiss, dimana koperasi bisa menguasai sektor agro. Di Belanda, koperasi bisa memiliki bank besar sekelas Rabo Bank. Atau, di Spanyol, koperasi bisa memiliki klub sepakbola besar Barcelona,” kata Bambang.

Bambang juga merujuk UU Minerba yang kini sudah memberikan ruang lebih luas bagi koperasi untuk mengelola bisnis pertambangan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa kolaborasi dan sinergi terbaik antara pemerintah dan Dekopin harus terus terjalin dan terjaga, terlebih dalam tahap operasionalisasi Kopdes Merah Putih.

“Kita akan kawal dan dukung terus Kopdes Merah Putih agar bisa berjalan dengan baik,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, di Jatim telah terbentuk sebanyak 8494 Kopdes Merah Putih, yang merupakan pembentukan tercepat dan terbanyak dibanding provinsi lain.

“Ini bukti komitmen kita dalam meningkatkan kinerja koperasi,” kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah berharap agar segera merevitalisasi keberadaan Lapenkop agar para pengurus Kopdes Merah Putih memiliki manajerial skill yang baik.

“Jadi, revitalisasi Lapenkop bisa menjadi salah satu solusi,” ujar Khofifah.***

Peringati Hari Tani, Ratusan Petani di Bogor Minta Pemkab Bogor Tuntaskan Permasalahan Konflik Agraria

0

Bogordaily.net – Ratusan petani yang tergabung dari Forum Rakyat Bogor Raya (For-BORA) melaksanakan aksi damai terkait konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Bogor, pada Rabu 24 September 2025.

Koordinator Aksi, Opet menjelaskan bahwa, aksi tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan hari tani, dengan melibatkan organisasi pertanian, di wilayah Nanggung, Klapanunggal, Rumpin, dan juga Cimande.

Pihaknya memberikan 11 tuntutan kepada Pemkab Bogor untuk dapat menuntaskan konflik agraria yang terjadi, salah satunya untuk menghentikan perampasan tanah rakyat dengan mencabut semua klaim tanah oleh militer, lembaga pemerintah, dan korporasi pada seluruh tanah yang telah menjadi ruang hidup rakyat

“Tuntutan yang kami coba tekankan adalah kembalikan tanah² kepada petani yg selama ini diberikan penguasa kepada pihak² yang kemudian ketangkap sebagai penguasa PT,” kata Obet kepada wartawan, Rabu 24 September 2025.

Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan karena kurangnya upaya penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait permasalahan konflik agraria yang saat ini marak terjadi.

“Kami melihat dari beberapa kasus yg kami ceritakan td sampai saat ini tdk ada upaya penyelesaian, rumpin uda hampir 15 thn lebih, nanggung sama. Kasusnya digantung, tdk ada upaya penyelesaian yg kemudian dilakukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dapat mendengar berbagai aspirasi dari para petani. Kemudian dapat mengembalikan lahan garapan para petani yang saat ini dikuasai oleh para penguasa.

“Harapannya adalah menjalankan UPH 5 thn yang artinya mengembalikan tanah petani yang merupakan garapan petani ke petani yang selama ini diberikan ke pihak yang tidak berhak, yakni lembaga² negara,” ungkap Obet.(Albin)

STP Bogor Wisuda 103 Lulusan, Wali Kota Dedie Dorong Inovasi Sektor Pariwisata

0

Bogordaily.net – Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor dari program Diploma hingga Sarjana resmi mengikuti prosesi wisuda yang juga dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Gedung Yasmin Center, Kota Bogor, Selasa 23 September 2025.

Dalam sambutannya, Dedie menyampaikan apresiasi atas perjuangan para wisudawan yang berhasil menyelesaikan studi.

Ia menekankan bahwa kebahagiaan kelulusan bukan hanya milik mahasiswa, tetapi juga keluarga, dosen, dan pihak kampus yang telah mendukung perjalanan akademik mereka.

“Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah para lulusan, melimpahkan berkah, dan menjadikan mereka insan pariwisata yang mampu berinovasi. Sektor ini penuh tantangan, tapi juga menyimpan peluang besar yang harus dijawab dengan kreativitas dan solusi nyata,” ucap Dedie.

Ia menyoroti potensi pariwisata Indonesia yang kaya budaya dan alam, namun jumlah wisatawan asing masih kalah jauh dibandingkan Malaysia maupun Singapura.

“Coba bandingkan, Malaysia berpenduduk sekitar 40 juta, tapi wisatawannya jauh lebih banyak dari kita. Singapura hanya 4 juta penduduk, turisnya bisa dua kali lipat dari jumlah warganya. Ini artinya kita butuh strategi cerdas dan perguruan tinggi pariwisata seperti STP Bogor punya peran penting,” tambahnya.

Dedie juga menyinggung kondisi pariwisata Kota Bogor.

Menurutnya, kunjungan wisatawan menumpuk di akhir pekan, sementara hari kerja hotel-hotel lebih banyak dipakai acara kementerian maupun lembaga.

“Kalau nanti ibu kota resmi pindah, Bogor harus siap. Hotel dan destinasi wisata jangan hanya bergantung pada agenda pemerintah. Perlu inovasi agar sektor pariwisata tetap hidup, dan sinergi dengan STP Bogor jadi salah satu kunci,” ujarnya, menutup sambutan dengan pantun.

Sementara itu, Ketua STP Bogor, Dr. Laurinciana S. Sampebatu, S.P., M.Si., menyatakan rasa syukurnya melepas 103 lulusan tahun ini, terdiri dari 17 Sarjana Pariwisata, 35 lulusan Diploma IV Manajemen, dan 50 lulusan Diploma III Perhotelan.

“Momen ini bukan sekadar perayaan, tetapi tonggak awal perjalanan para lulusan. Kami yakin mereka siap melangkah dengan percaya diri dan memberikan kontribusi nyata bagi industri pariwisata, baik di dalam negeri maupun mancanegara,” katanya.

Laurinciana juga menegaskan komitmen kampus dalam meningkatkan mutu. Saat ini STP Bogor telah memiliki lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1, menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi Mara Malaysia, serta membuka akses magang internasional di Jepang, Taiwan, Amerika, dan Kanada.

“Dengan akreditasi institusi ‘Baik Sekali’ dan dukungan dosen bergelar doktor, kami menargetkan STP Bogor sebagai perguruan tinggi pariwisata yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global menuju 2030,” tandasnya.(Ibnu Galansa)

Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Muprov Kadin Jabar: Harus Jadi Pintu Masuk Investasi

0

Bogordaily.net – Setelah sempat beberapa kali gagal digelar, akhirnya Musyawarah Provinsi (Muprov) ke VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) resmi digelar di The Podium Function Spaces Kota Bogor, Rabu 24 September 2025.

Dalam musprov yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Ketahanan Pangan H. Jayabaya, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan E. N Rotorasiko, serta Anggota DPR RI sekaligus Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Arief Rachman, telah menetapkan Almer Faiq Rusydi sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat.

Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dirinya mengapresiasi atas terselenggaranya Muprov Kadin Jabar ini. Ia juga berharap Kadin Jawa Barat dapat menjadi pintu masuk investasi di Jawa Barat.

“Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Semoga Kadin Jawa Barat terus hadir sebagai mitra pemerintah dan mampu mendorong iklim investasi yang kondusif,” kata KDM.

KDM menambahkan, terselenggaranya Muprov Kadin Jawa Barat ini menjadi tonggak penting bagi dunia usaha di Jawa Barat.

Dengan kepemimpinan baru, Kadin Jawa Barat diharapkan mampu melahirkan terobosan dan program strategis yang mendukung terciptanya iklim usaha sehat, inklusif, dan berdaya saing tinggi, sehingga berkontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Dalam proses Muprov, Almer Faiq Rusydi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat.

Keputusan aklamasi ini menunjukan dukungan penuh dari seluruh peserta musyawarah terhadap kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa Kadin Jawa Barat ke arah lebih maju dan solid.

Ketua Umum Kadin Jawa Barat terpilih, Almer Faiq Rusydi, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara Kadin dengan pemerintah daerah.

“Kadin Jawa Barat harus menjadi wadah bersama yang mampu menyatukan kekuatan dunia usaha dan bersinergi dengan pemerintah demi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang lebih maju,” ungkapnya.

Almer juga menghaturkan terimakasih atas dukungan 27 Kadin Kota/Kabupaten se-Jawa Barat, Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin dari seluruh Jawa Barat yang menjadi bagian integral dalam penguatan organisasi dan dunia usaha di tingkat daerah.

“Kehadiran mereka menambah legitimasi dan semangat kebersamaan dalam Musyawarah Provinsi kali ini,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan E. N Rotorasiko mengatakan, dinamika yang sempat terjadi di tubuh Kadin Jawa Barat kini telah selesai dengan diselenggarakannya Muprov ini.

“Hari ini menjadi momentum penting, karena Musyawarah Provinsi Kadin Jawa Barat terselenggara tepat pada ulang tahun Kadin ke-57. Ini menandai berakhirnya dinamika yang ada dan awal dari langkah bersama menuju masa depan yang lebih solid,” jelasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, H. Mulyadi Jayabaya, yang hadir mewakili Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie yang sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB di luar negeri.

Jayabaya menyampaikan harapan besar bagi Kadin Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah.

“Kami optimis Jawa Barat dapat menjadi barometer pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.(Ibnu Galansa)

Promo Taman Safari Bogor: Tiket Masuk Flash Sale Rp200 Ribu Sampai 30 September

0

Bogordaily.net – Taman Safari Bogor memberikan flash sale untuk para pengunjung hingga tanggal 30 September 2025 baik Weekday maupun Weekend

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan keseruan liburan bersama keluarga agar semakin hemat.

Adapun, untuk HTM Safari Siang + Istana Panda hanya Rp200.000/orang dari harga normal sebelumnya mencapai Rp255.000.

Sementara itu, Taman Safari Bogor juga turut menghadirkan penawaran eksklusif yang dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh Indonesia melalui partisipasinya di ASITA Travel Fair 2025 yang diselenggarakan di Main Atrium 23 Paskal Shopping.

Acara yang berlangsung dari 23-28 September 2025 ini menawarkan paket wisata edukasi premium dengan harga khusus yang tidak tersedia di tempat lain.

Pengunjung booth Taman Safari Bogor di travel fair dapat memperoleh HTM Safari Siang Premium seharga Rp200.000, jauh lebih hemat dibanding harga reguler.

Promo eksklusif ini berlaku untuk semua pengunjung travel fair tanpa batasan domisili  baik warga Bandung, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, maupun kota lainnya di Indonesia yang hadir ke lokasi pameran.(Albin)

KPAD Kabupaten Bogor Tanggapi Penghentian Program Makan Bergizi Gratis

0

Bogordaily.net – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor memberikan tanggapan soal usulan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya diketahui, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar program tersebut dihentikan sementara akibat maraknya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengatakan bahwa, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi kasus keracunan di wilayah Kabupaten Bogor terkait distribusi makanan bergizi gratis.

“Pada prinsipnya Kabupaten Bogor si tidak ada inisiatif atau saran untuk menghentikan program MBG itu. Kenapa? Karena di Kabupaten Bogor itu kan belum ditemukan indikasi ada masalah keracunan segala macem, tapi kalo KPAI pusat melihatnya general se-Indonesia,” kata Erwin kepada wartawan, Kamis 25 September 2025.

Menurutnya, program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang justru harus diamankan keberlangsungannya.

Hanya saja, kata dia, pemerintah perlu memperkuat mekanisme pengawasan agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Tinggal sekarang proses pembenahannya. Pada saat proses pembenahan ini, harus ada penguatan pengawasan,” jelasnya.

“Contohnya mungkin nanti perlu ada satgas pengawasan MBG yang terdiri dari unsur aparat penegak hukum, unsur dinas kesehatan, kemudian unsur akademis terkait gizi, segala macem yang layak atau tidak, intinya disitu,” tambah Erwin.

Kemudian, dirinya juga turut menyoroti soal kualitas makanan yang kerap dipertanyakan akibat persoalan harga dan mekanisme distribusi.

Ia menilai lemahnya pengawasan bisa membuka peluang penyimpangan dari vendor penyedia makanan.

“Umpamanya harganya Rp15 ribu tapi setelah terpotong untuk keamanan, honor ahli gizi, relawan turunnya katakanlah jadi Rp10 ribu, nanti itu masalahnya, orang ada yang mau gak nih, nanti setelah mereka dipindahkan ke vendor lain, tidak ada pengawasan,” ungkapnya.

Selain memperkuat pengawasan, pihaknya menyarankan pemerintah meninjau ulang mekanisme penyaluran MBG.

Menurutnya, bantuan gizi tidak harus berupa makanan matang, melainkan bisa dalam bentuk bahan pangan bergizi yang terjamin kualitasnya.

“Ketika pemerintah mau mendistribusikan makanan bergizi gratis kan tidak harus makanan matang. Bisa saja ke depan dengan subsidi telur, dengan bahan kaya protein lainnya. Jadi pemberian gizi itu tidak harus matang, bisa diolah sendiri tetapi memang bahan-bahannya itu terjamin keamanannya,” tuturnya.

Seentara itu, Ia menambahkan, mekanisme subsidi langsung kepada keluarga penerima bisa menjadi solusi alternatif, misalnya dengan menyalurkan bahan pangan berkualitas seperti telur, beras, susu, atau kacang kedelai.(Albin)

Tertibkan Lalu Lintas, Dishub Kota Bogor Cat Marka Jalan di Martadinata

0

Bogordaily.net – Setelah melakukan pembongkaran kastin beberapa waktu lalu di Jalan Martadinata, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor kembali melakukan penataan lalu lintas.

Pada Kamis 24 September 2025 malam, petugas Dishub terlihat melakukan pengecatan marka jalan pemisah lajur mulai dari simpang RE Martadinata–Alun-Alun hingga jembatan fly over.

Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menjelaskan bahwa di kaki pendekat simpang RE Martadinata pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuat lajur khusus belok kanan.

Upaya ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan yang belok kiri langsung sehingga mengurangi antrean kendaraan.

“Dengan keterbatasan kapasitas simpang, kami melakukan penggeseran satu lajur ke sisi kanan agar pemanfaatan lebih efektif. Kami juga akan memasang rambu belok kiri langsung sebagai penanda bagi pengguna jalan,” jelas Sujatmiko.

Sementara itu, di ujung jembatan fly over, Dishub juga membuka median water barrier yang sebelumnya digunakan sebagai titik U-turn.

Selama ini, median tersebut kerap menimbulkan kemacetan karena adanya aktivitas putar balik kendaraan yang dijaga “pak ogah”.

Sebagai gantinya, Dishub mengarahkan kendaraan untuk melakukan putar balik di jalur eks jembatan lama.

Menurut Sujatmiko, fasilitas tersebut lebih memadai karena radius tikung lebih luas sehingga kendaraan tidak perlu melakukan manuver maju-mundur.

“Ke depan, jalur eks jembatan lama ini juga akan difungsikan khusus bagi angkutan kota trayek 24 yang hendak kembali ke arah Jalan Kebon Pedes. Kami akan melengkapinya dengan rambu petunjuk arah agar pola ini lebih efektif di lapangan,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari penataan lalu lintas di kawasan Martadinata guna mengurangi titik kemacetan dan memperlancar mobilitas kendaraan di Kota Bogor.(Ibnu Galansa)

IWAPI Gelar Seminar Urban Farming di Bogor, Angkat Tema Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Keluarga

0

Bogordaily.net – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menggelar seminar Urban Farming bertajuk “IWAPI Go To Farm” pada Senin, 22 September 2025 mendatang di Villa Arayan, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini mengusung konsep urban farming dengan tujuan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk pemenuhan pangan keluarga.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan narasumber inspiratif, antara lain Rita Sugiarti selaku WKU VI Bidang Perkebunan dan Peternakan, Prof. Umi Cahyaningsih dari Komtap WKU VI, serta praktisi hidroponik Handry dari ACA Hidroponik.

Materi yang akan dibawakan meliputi pemanfaatan pekarangan rumah, teknik hidroponik skala rumah tangga, hingga penanaman tanaman obat beserta manfaatnya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan games interaktif bagi peserta, lengkap dengan doorprize berupa polybag bibit cabai.

Tiket masuk seminar dibanderol Rp50.000, sudah termasuk snack, makan siang, serta bibit cabai.

Dress code yang ditetapkan adalah kebaya Nyi Iteung, dengan titik kumpul di Damri atau kendaraan masing-masing.

Hingga saat ini tercatat 50 peserta dari berbagai wilayah seperti Boteng, Bogut, Bobar, Bosel, Tansa, dan Botim, dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp4.099.000, termasuk dukungan sponsor dan kas DPC.

IWAPI berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan melalui praktik urban farming.(Ibnu Galansa)

Handak Urus KTP Digital, Warga di Citeureup Bogor Kena Tipu Hingga Rp20 Juta dari Aplikasi IKD

0

Bogordaily.net – Seorang warga AK (59) di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, ditipu hingga rugi puluhan juta dari aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Anak korban yakni Chandra Cantika menyebut, peristiwa tersebut bermula ketika orang tuanya AK (59) hendak mengurus pendaftaran Kartu Tanda Penduduk (KTP) digital melalui aplikasi IKD.

Kemudian, ada salah satu oknum yang mengaku dari pihak Kecamatan dengan nomor ponsel, 081374796028 an Rizal Wijaya dan juga 085363297953 Indah Tania Wijaya menelpon untuk membantu dalam pembuatan KTP digital melalui aplikasi IKD.

“Jadi awalnya itu ada yang ngaku dari Kecamatan yang ngaku itu bilangnya buat pendaftaran KTP digital terus bapa saya disuruh mengisi link dan diisilah linknya,” kata anak korban kepada wartawan, Rabu 24 September 2025.

Kemudian, korban diminta untuk mengisi link dalam aplikasi, saat masuk ke aplikasi korban mengaku dimintai verifikasi sidik jari dengan tanda tangan bermaterai. Namun, korban belum memiliki materai digital dan diminta untuk membayar Rp.10 ribu.

“Terus pas udah diisi langsung ke aplikasi IKD dari situ verifikasi pake sidik jari sama wajah, udah gitu ttd materai digital, karena materai digital ngga ada suruh bayar 10 ribu buat materai digitalnya,” jelasnya.

Menurut dia, pembayaran tersebut dilakukan melalui ovo yang sebelumnya telah tersambung dengan salah satu bank Mandiri milik korban.

“Buat bayarnya itu di bank mandiri nya harus nyisain uang senilai Rp. 110 ribu trus di transferin ke e wallet ovo Bapak saya percaya aja karena ovo nya milik pribadi milik rekening yang bapa saya, makanya percaya aja ditransferin dari mandiri ke ovo,” ujar anak korban.

Kemudian, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang dari bank ke akun ovo milik korban. Korban melakukan transaksi hingga total hampir Rp.20 Juta.

“Ternyata transfernya itu secara bertahap pertama 10 juta kedua 5 juta, ketiga 3 juta dan keempat 500, 300 sampai 100, total semua hampir total 19.950 ribu,” tambahnya.

Selanjutnya, korban kaget saat limit dalam akun ovo miliknya telah terkuras habis dan merasa telah ditipu oleh pelaku tersebut.

“Pas limit nya udah abis bapa saya disitu langsung ngeh, ko abis transfer kaya ngestalk di aplikasi IKD nya abis ngestalk saya langsung bilang kalo itu bisa jadi penipuan,” ungkap anak korban.

“Soalnya kalo IKD itu ngga bisa bukan kita yang ngajuin online tetapi desanya yang ngedatengin kita, soalnya saya ngga tau kalo tau juga bakal saya cegah,” sambungnya.

Tak lama, korban logout dari akun ovo serta mematikan hp dan kemudian login kembali ke akun ovo miliknya. Korban kaget ternyata sudah ada riwayat transaksi dari ovo ke rekening bank lain yang diduga milik pelaku.

“Abis itu saya langsung matiin hpnya, pas buka ovo itu sudah ke logout dan pas login lagi ternyata udah ada transaksi ke bank lain, ke rekening BNI orang lain,” ujarnya.

“Transferannya bertahap, dari mandiri ke ovo, kalo dari ovo ke rekening BNI orang lain itu tiba tiba pas saya buka udah ke transfer,” tambahnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya telah memberikan laporan terhadap pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor untuk segera menindaklanjuti kasus penipuan online tersebut.

“Tadi udah laporan ke Polres tapi nanti nunggu seminggu. Hari rabu depan suruh balik lagi,” ungkap Anak Korban.(Albin)