Home Blog Page 372

Terkait Michan Cafe, DPRD Minta Satpol PP Tegakkan Perwali Minol

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan Bogor Timur–Bogor Tengah, Subhan, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor agar lebih mempertimbangkan dampak sosial sebelum membuka kembali segel operasional Michan Cafe yang berlokasi di Jalan R3, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Ia menilai, pencabutan segel sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru dan izin operasional perlu dihentikan sementara hingga tercapai kesepakatan antara warga sekitar dengan pihak manajemen kafe tersebut.

“Langkah penundaan ini penting untuk menghindari potensi gesekan lanjutan di masyarakat. Apalagi, ada informasi warga berencana kembali mendatangi lokasi,” kata Subhan kepada wartawan, Rabu 21 Januari 2026.

Subhan mengungkapkan, sejak adanya temuan minuman cocktail yang diduga mengandung minuman beralkohol golongan C, dirinya menerima banyak keluhan dan penolakan dari warga sekitar.

“Banyak laporan yang masuk kepada saya dari masyarakat yang keberatan. Ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Pasal 22 Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 121 Tahun 2022 tentang pengendalian, pengawasan, dan penertiban peredaran minuman beralkohol, disebutkan adanya larangan penjualan minol di sekitar tempat ibadah, fasilitas pendidikan, rumah sakit, gelanggang remaja, serta lokasi-lokasi tertentu lainnya.

“Ketentuan dalam Perwali ini harus ditegakkan. Selain itu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan nilai-nilai dan norma agama yang hidup di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Subhan meminta Satpol PP melakukan pengecekan ulang terhadap pernyataan manajemen Michan Cafe yang mengklaim tidak menjual minuman beralkohol golongan B dan C.

“Informasi yang saya terima, Michan memang mengantongi Surat Keterangan Penjualan Langsung (SKPL) untuk minol golongan A. Namun, warga menemukan adanya penjualan cocktail yang diduga mengandung minol golongan C. Ini yang perlu ditelusuri secara serius,” pungkasnya.***

LH/BPLH Dukung Langkah Presiden Mencabut Izin 28 Perusahaan

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan terbukti melanggar ketentuan lingkungan hidup dan berkontribusi terhadap bencana banjir serta longsor hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra.

Keputusan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Menteri Sekretaris Negara bersama Satgas PKH di Istana Presiden pada 20 Januari 2026.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono mengatakan, bahwa Presiden telah memutuskan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan dan berkontribusi pada bencana banjir dan longsor hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menegaskan, KLH mendukung penuh langkah Presiden sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan hukum lingkungan hidup. Menurutnya, ke-28 perusahaan tersebut dinilai tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Ia menjelaskan, sejak terjadinya bencana, KLH telah melakukan pengawasan dan kajian intensif, termasuk evaluasi kesesuaian pengelolaan lingkungan dengan komitmen yang tertuang dalam persetujuan lingkungan. Proses tersebut melibatkan para pakar untuk mengidentifikasi kegiatan usaha yang memperparah dampak bencana.

“Sebagai tindak lanjut keputusan Presiden, KLH akan mencabut persetujuan lingkungan terhadap 28 perusahaan yang telah diumumkan, tegas Diaz saat konferensi pers di Kantor KLH/BPLH, Plaza Kuningan, Jakarta pada, Rabu 21 Januari 2026.

Dari total perusahaan tersebut, lanjut Diaz, 22 perusahaan bergerak di sektor pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman, sementara enam lainnya berasal dari sektor pertambangan, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu.

“Kami terus berkomitmen untuk menjalankan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai aturan perundang-undangan dalam rangka melindungi masyarakat dan lingkungan menuju ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Pasal 28H ayat 1 UUD 1945,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Penegakan Hukum Gakkum) KLH, Irjen Pol Rizal Irawan, menjelaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai jalur hukum.

“Dalam Satgas sudah ada pembagian tugas. Kami di KLH fokus pada aspek non-pidana. Namun, sanksi administrasi, pidana, dan perdata semuanya tetap berjalan,” katanya.

Ia mengungkapkan, hasil kajian tim ahli menemukan adanya kerusakan lingkungan di lokasi perusahaan. Tim tersebut melibatkan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan IPB University.

“Ditemukan dugaan kuat kerusakan lingkungan akibat aktivitas beberapa perusahaan tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Utama KLH, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah menjalankan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menentukan kondisi eksisting wilayah terdampak serta langkah pemulihan ke depan.

“KLHS ini untuk mengetahui bagian mana yang rusak dan bagaimana strategi pemulihannya. Apakah wilayah tersebut masih memiliki daya dukung dan daya tampung, atau justru tidak lagi memungkinkan adanya kegiatan usaha,” jelas Vivien.

Ia menambahkan, jika ke depan terdapat rencana penerbitan persetujuan lingkungan baru, maka hasil KLHS akan menjadi acuan utama, dengan standar lingkungan yang lebih ketat dibanding sebelumnya.

Terkait dampak pencabutan izin terhadap tenaga kerja, Vivien menyebut KLH akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Namun ia menegaskan, pencabutan izin merupakan langkah penting untuk memulihkan lingkungan dan melindungi masyarakat.

“Dengan dicabutnya izin dan persetujuan lingkungan, maka secara operasional perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi diperbolehkan beroperasi,” pungkasnya.***

Pemkot Lakukan Intervensi Pasar laju Inflasi Terkendali

0

Bogordaily.net – tren kenaikan harga sepanjang tahun ini cukup terkendali, hal itu membuat warga Kota Bogor sekilit lega. Sruasi tu dipicu oleh masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok melalui berbagai intervensi pasar menunjukkan dampak nyata.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan langkah pengawasan ketat terhadap mutu beras di pasar-pasar daerah sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari mengatakan, kebijakan tersebut berangkat dari instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah pusat meminta seluruh daerah memastikan kualitas beras sesuai label kemasan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari mengatakan, kebijakan tersebut berangkat dari instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah pusat meminta seluruh daerah memastikan kualitas beras sesuai label kemasan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Menurut Dewi, kebijakan pengawasan mutu beras ini akan ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUKM Dagin), serta Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Ketiganya akan berkoordinasi untuk memantau peredaran beras dan memastikan tidak ada praktik curang di lapangan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi harga pangan. Pengawasan mutu juga penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah gejolak harga akibat penurunan kualitas produk,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bogor mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 0,20 persen secara bulanan (month-to-month) dan 2,73 persen secara tahunan (year-on-year). Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,13 persen, diikuti emas perhiasan (0,08 persen) dan biaya akademi atau perguruan tinggi (0,06 persen).

13 Langkah Strategis Pengendalian Inflasi Kota dan Kabupaten di Jawabarat

1. Koordinasi TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota secara reguler
2. Laporan data perkembangan inflasi di 27 kabupaten/kota
3. Laporan data perkembangan harga bahan pokok harian melalui aplikasi silinda Jawa Barat
4. Operasi pasar, pemenuhan kebutuhan, pangan serta pemantauan, harga dan migas
5. Mengaktifkan satgas pangan dan satgas migas
6. Komunikasi publik
7. Gerakan penghemat energi
8. Gerakan tanaman pangan cepat peran
9. Kerja sama antar daerah
10. Mengintensifkan jaring pengaman sosial
11. Pengelolaan unjuk rasa
12. Membangun kepedulian sosial (dunia usaha, masyarakat mampu, ASN dll)
13. Pengelolaan keluhan masyarakat

Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan bergengsi di kancah keuangan internasional dengan dinobatkan sebagai Bank of The Year 2025 di Indonesia oleh The Banker, media keuangan global yang berada di bawah naungan Financial Times Group.

Penganugerahan oleh The Banker tersebut dilakukan di London, Inggris, pada 3 Desember 2025 yang lalu. Capaian BRI ini sekaligus menempatkan perseroan sejajar dengan sejumlah institusi keuangan terkemuka dunia, mulai dari Bank of China (Hong Kong), DBS (Singapura), Nomura Bank (Jepang), Crédit Agricole (Prancis), hingga Commerzbank (Jerman).

Dalam rilis resminya, The Banker menyampaikan bahwa para pemenang tahun ini diakui atas kekuatan finansial, kejelasan arah strategi, kemajuan teknologi, serta komitmen mereka kepada nasabah dan komunitas. Para pemenang juga dinilai mampu merespons tantangan ekonomi dan menjalankan tanggung jawab sosial di negara masing-masing.

Atas pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa keberhasilan BRI masuk ke dalam daftar Bank of The Year 2025 ini didedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI dan Insan Brilian (karyawan BRI) yang telah memberikan kontribusi terbaiknya.

“Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa arah baru transformasi yang dijalankan BRI berada di jalur yang tepat dan diakui industri keuangan global. Di tengah akselerasi transformasi BRIVolution Reignite, BRI akan tetap berpijak pada DNA kerakyatannya dengan hadir untuk melayani, memberdayakan, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat dari akar rumput”, ungkap Hery.

Hery Gunardi menambahkan bahwa transformasi bagi BRI bukanlah meninggalkan jati diri, melainkan memperkuat peran sebagai bank yang tumbuh bersama rakyat, menggerakkan UMKM, membuka akses pembiayaan yang lebih adil, serta menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Penilaian The Banker dilakukan melalui metrik kuantitatif dan kualitatif, termasuk inisiatif strategis, inovasi teknologi, pengembangan produk, hingga implementasi prinsip keberlanjutan dan inklusi keuangan.

Secara khusus, The Banker mengapresiasi arah baru transformasi BRI yang dinamakan BRIVolution Reignite. “Transformasi BRI yang berfokus pada penguatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) serta perbaikan kualitas kredit memberikan dampak positif terhadap kinerja. Hal ini secara langsung memperkuat stabilitas pendanaan perseroan sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan,” tulis The Banker.

Selain itu, The Banker juga membahas terkait komitmen BRI dalam menjalankan prinsip sustainable finance. “BRI menonjol melalui penerbitan sustainable social bond senilai Rp5 triliun (US$299 juta) pada Juni 2025 sebagai tahap pertama dari penawaran umum berkelanjutan senilai Rp20 triliun yang selaras dengan peta jalan ESG. Obligasi ini mencatat oversubscription 1,31 kali dengan total komitmen investor Rp6,57 triliun. Adapun dana hasil penawaran umum obligasi tersebut dialokasikan untuk proyek-proyek berdampak sosial seperti infrastruktur dasar, perumahan, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, dan pembiayaan usaha mikro,” ulas The Banker.

Selanjutnya, di bidang teknologi, apresiasi The Banker datang berkat penerapan BRIBrain berbasis AI yang memudahkan tim pemasaran dalam mengakses dan menggunakan informasi perbankan. Lebih jauh, dalam pemanfaatan AI, BRI pun mengembangkan BRImo Voice Assistant sebagai fitur conversational banking dalam aplikasi mobile banking, serta inisiatif BRIAPI.***

Sumarecon Blokir Jalan Desa Cibedug-Cibanon, Warga Sukaraja Protes!

Bogordaily.net – Sebuah video yang diunggah @aryaarya970, memperlhatkan sejumlah warga Sukaraja, memita suaya pihak Sumarecon membuka blokir jalan yang menghungkan dua desa, yaiu Desa Cibeug dengan Desa Cibananon.

Dari video yang diunggah tampa seorang emak-emak mengenakan helem berterian di atas eksapator, meminta upaya jalan penghubung dua desa dibuka embali. Redaksi bogordaily.net menerima video tersbut, pada Rabu 21 Januari 2021, sekira pukul 12:39 WIB.

Dari informasi yang dihimpun penutupan oleh pihak Sumarecon, sudah berlangsung sejak Selasa 20 Januari 2026.

Pada video tersebut tampak warga kampung, berkerumun menyaksikan aksi emak-emak memanjat eksapator. Mereka meminta supaya jalan yang sudah ada sejak dulu dibuka Kembali.

Bahkan, emak-emak tersebut turun ke jalan dengan sambil membawa panci, penggorengan serta peralatan dapur lainnya, sebagai bentuk protes atas penutupan jalan di desa mereka.

Akibat penutupan jalan yang diduga dilakukan sepihak oleh pihak Sumarecon, aktfitas edua desa jadi terhambat.

Terlihat juga aparat keamanan dan juga sejumlah pekerja dari Summarecon tengah tengah melkukan penjagaan di lokasi.

Warga menyampaikan aksi protes atas akses jalan motor yang ditutup dan meminta kepada pihak Summarecon untuk membuka akses jalan tersebut.

“Pa Dedi ibu tolong ke pa Dedi dibantu jalan dibuka lagi kasian yang mau kerja di Summarecon jalan kaki pa Dedi biar dibuka lagi,” ujar warga.

“Buka jalan, buka jalan, buka jalan,” teriak para emak emak meminta akses jalan itu dibuka.

Saat dihubungi, pihak Summarecon masih belum memberikan tanggapan atas kejadian tersebut.***

Manohara Bongkar Luka Lama dan Dugaan Child Grooming, Ungkap Peran Ibu dalam Pernikahan di Usia 16 Tahun

0

Bogordaily.net – Model dan aktivis Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik setelah membagikan rangkaian unggahan emosional di Instagram yang mengungkap pengalaman pahit masa lalunya.

Curahan hati tersebut menyingkap dugaan praktik child grooming yang dialaminya sejak remaja, serta menyeret peran sang ibu kandung, Daisy Fajarina, dalam peristiwa yang selama ini menjadi misteri publik.

Nama Manohara sendiri pernah menghebohkan publik lebih dari satu dekade lalu. Saat itu, ia dikabarkan menikah pada usia 16 tahun dengan Pangeran Kelantan, Malaysia.

Kisah tersebut sempat dibingkai sebagai cerita dramatis tentang penculikan usai ibadah umrah, di mana Daisy Fajarina menyatakan putrinya diculik dan ditahan di luar negeri. Manohara kemudian disebut berhasil melarikan diri dan kembali ke Indonesia.

Namun, bertahun-tahun kemudian, narasi tersebut terbantahkan. Dalam unggahan terbarunya, Manohara secara terbuka menyebut bahwa cerita penculikan itu tidak benar.

Ia mengungkap sendiri kebohongan tersebut setelah isu child grooming kembali ramai diperbincangkan, dipicu oleh viralnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang membahas pengalaman serupa.

Situasi semakin memanas ketika akun Instagram Manohara diserang oleh sebuah akun anonim bernama @aisyah_nadawi, yang diduga kuat merupakan akun palsu milik ibunya sendiri.

Serangan tersebut justru memicu Manohara untuk membongkar berbagai perlakuan yang ia klaim dialaminya sejak masih di bawah umur.

Dalam unggahannya, Manohara menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menyetujui pernikahan di usia muda.

Ia mengaku dipaksa oleh sang ibu, meski telah berulang kali memohon agar rencana tersebut dihentikan.

Ia juga mengungkap bahwa permintaannya untuk tidak ditinggalkan sendirian bersama pria tersebut justru dibalas dengan kekerasan fisik dan verbal.

Manohara juga membantah tudingan yang menyebut dirinya tidak berminat melanjutkan pendidikan.

Ia menyebut justru memiliki keinginan besar untuk bersekolah dan menimba ilmu, namun harus menghadapi tekanan untuk bekerja dan membantu membiayai pendidikan seni saudaranya di Sydney.

Tekanan dan perlakuan tersebut membuatnya merasa kehilangan figur ibu dalam kehidupannya, hingga ia mengaku kesulitan menyebut Daisy Fajarina sebagai “ibu”.

Tak berhenti di situ, Manohara turut mengungkap pengalaman traumatis lain yang ia kaitkan dengan praktik ilmu hitam.

Ia menyebut kerap dibawa ke dukun di wilayah Sukabumi dan Bogor karena dianggap kerasukan dan tumbuh menjadi anak pembangkang.

Berbagai ritual yang ia jalani, mulai dari meminum air ritual hingga mandi dengan cairan tertentu, disebut meninggalkan trauma mendalam yang masih ia rasakan hingga dewasa.

Manohara juga menyoroti sikap sang ibu yang dinilainya kerap memanfaatkan agama demi kepentingan pribadi.

Ia mengungkap bahwa Daisy Fajarina sempat berpindah agama mengikuti lingkungan pertemanan yang didominasi pemeluk Kristen kaya, dan menyebut seluruh tindakan tersebut bersifat transaksional serta berorientasi pada keuntungan.

Pengakuan panjang Manohara tersebut langsung memicu reaksi luas dari warganet. Kolom komentar media sosialnya dipenuhi dukungan, empati, sekaligus hujatan keras terhadap Daisy Fajarina.

Banyak netizen menyebut keputusan Manohara menjaga jarak dari ibunya sebagai langkah yang wajar demi kesehatan mental.***

Capai 40 Persen, Direksi Perumda Pasar Tohaga Monitoring Pembangunan Pasar Leuwiliang

Bogordaily.net – Direksi Perumda Pasar Tohaga bersama PT Maharaja melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta target waktu yang telah ditetapkan.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari komitmen Perumda Pasar Tohaga dalam menghadirkan pasar yang representatif, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Sekaligus mendorong peningkatan aktivitas perekonomian di wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Direktur Operasional Perumda Pasar Tohaga Haris Ibrahim menjelaskan bahwa, monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan pasar Leuwiliang yang saat ini telah mencapai 40 persen.

“Hari ini saya dan dirum melakukan monitoring pembangunan pasar Leuwiliang, dan hari ini pembangunan sudah mencapai 40 persen,” kata Haris, Rabu 21 Januari 2026.

Menurut dia, beberapa kios dan los untuk para pedagang di Pasar Leuwiliang telah dibangun.

“Di sekitar sini kios sudah mulai berdiri dan los juga sudah mulai ada,” jelasnya.

Kemudian, kata Haris, pembangunan tersebut ditargetkan rampung selama 18 bulan.

“Semoga harapan kami dari PT Maharaja sanggup mengerjakan sesuai dengan perjanjian paling lambat 18 bulan,” ujar Haris.

Selain itu, dirinya berharap, Pasar Leuwiliang menjadi salah satu pasar Tradisional kebanggan khususnya bagi masyarakat di wilayah Bogor Barat.

“Semoga pasar kami ini kedepanya akan menjadi pasar kebaanggaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Teror Lama yang Bangkit Kembali, Berikut Sinopsis Film Return to Silent Hill

0

Bogordaily.net – Setelah satu dekade vakum dari layar lebar, dunia horor kembali dihantui oleh kabut kelam Silent Hill melalui film Return to Silent Hill yang dijadwalkan tayang pada 22 Januari 2026.

Film bergenre psychological horror dan body horror ini mengajak penonton kembali menyusuri kota terkutuk yang penuh simbol, trauma, dan ketakutan batin, dengan cerita yang berakar kuat dari gim legendaris Silent Hill 2.

Kisah film ini berpusat pada James Sunderland, seorang pria yang hidupnya terperangkap dalam duka mendalam setelah kematian sang istri, Mary.

Tahun-tahun berlalu, namun luka kehilangan itu tak pernah benar-benar sembuh. James menjalani hari-harinya dengan perasaan hampa, dibayangi rasa bersalah yang terus menghantui pikirannya.

Segalanya berubah ketika James menerima sebuah surat misterius. Tulisan tangan di surat itu begitu familiar, seolah ditulis oleh Mary, istrinya yang telah meninggal.

Isi surat tersebut memintanya untuk kembali ke Silent Hill, sebuah kota yang seharusnya telah lama ia tinggalkan dan lupakan.

Antara harapan dan ketakutan, James akhirnya memutuskan mengikuti panggilan itu, tanpa menyadari bahwa keputusannya akan menyeretnya ke dalam mimpi buruk yang lebih dalam.

Sesampainya di Silent Hill, James menemukan kota yang jauh berbeda dari ingatannya. Kabut tebal menyelimuti setiap sudut jalan, bangunan-bangunan kosong tampak rapuh dan sunyi, sementara suasana terasa menekan seolah kota itu bernapas dan mengawasinya.

Silent Hill bukan sekadar kota mati, melainkan labirin hidup yang terbentuk dari rasa bersalah, penyesalan, dan rahasia kelam yang terpendam di dalam diri James.

Perjalanan James di kota tersebut segera berubah menjadi pengalaman horor yang mengguncang batin.

Ia mulai dihantui oleh makhluk-makhluk mengerikan yang tidak hanya mengancam keselamatannya secara fisik, tetapi juga mencerminkan konflik psikologis terdalam yang selama ini ia pendam.

Batas antara kenyataan dan ilusi kian kabur, membuat James mempertanyakan apakah semua teror yang ia alami benar-benar nyata, atau hanya cerminan dari pikirannya yang retak.

Misteri terbesar yang terus membayangi perjalanan ini adalah sosok Mary itu sendiri. Apakah surat tersebut benar-benar berasal darinya, atau hanya manifestasi dari rasa rindu dan penyesalan James yang berubah menjadi ilusi mematikan?

Pertanyaan itu mendorong James semakin jauh ke dalam kegelapan Silent Hill, memaksanya menghadapi kebenaran yang selama ini ia hindari.

Return to Silent Hill tidak sekadar menyuguhkan teror visual dan kejutan menakutkan, tetapi membangun ketegangan melalui atmosfer yang menyesakkan dan narasi yang perlahan menguliti emosi tokoh utamanya.

Setiap simbol, setiap pertemuan, dan setiap makhluk yang muncul memiliki makna tersembunyi, menjadikan horor dalam film ini terasa personal dan membekas.

Dengan pendekatan yang lebih emosional dan psikologis, film ini menghadirkan perjalanan batin tentang cinta, kehilangan, dan hukuman yang diciptakan oleh rasa bersalah manusia itu sendiri.

Return to Silent Hill hadir bukan hanya sebagai film horor, melainkan pengalaman mencekam yang menantang penonton untuk menyelami sisi tergelap dari jiwa manusia.***

Akun YouTube Farida Nurhan Dijual Berapa? Ini Fakta di Balik Keputusan Pensiunnya

0

 

Bogordaily.net – Keputusan mengejutkan datang dari Farida Nurhan. Kreator konten kuliner yang dikenal luas dengan jargon khas awur-awur emplok itu resmi mengumumkan pensiun dari YouTube, platform yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Farida melalui akun Instagram pribadinya.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan YouTube bukanlah langkah spontan, melainkan hasil pertimbangan panjang yang telah ia pikirkan hampir dua tahun terakhir.

Puncaknya, pada Selasa, 31 Januari 2026, Farida Nurhan secara terbuka menyatakan pamit dari YouTube sekaligus mengucapkan terima kasih kepada platform tersebut atas perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

“BERAT TAPI SAATNYA UNTUK PERGI, TRIMAKASIH YOUTUBE SUDAH MEMBUAT OMAY KAYA RAYA!!”

Ungkapan tersebut mencerminkan perasaan campur aduk antara berat meninggalkan zona nyaman dan rasa syukur atas kesuksesan yang diraih selama menjadi kreator konten. Farida mengakui, proses mengambil keputusan besar ini diwarnai pergulatan batin yang tidak singkat.

Ia menyebut, selama kurang lebih 18 bulan, dirinya bergulat dengan banyak pertimbangan sebelum akhirnya mantap memilih pensiun dari YouTube. Meski demikian, Farida menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti menutup lembaran kreatifnya sepenuhnya.

Selain berterima kasih kepada YouTube, Farida juga mengenang berbagai pencapaian dan rezeki yang ia dapatkan dari aktivitas membuat konten kuliner.

“Last but not least terima kasih buat Harta Karunnya, banyak mimpi masa kecil dan mudaku yang terwujud karena ngonten di platform-mu,” ujarnya.

Akun YouTueb Farida Nurhan Dijual Berapa?

Tak hanya mengumumkan pensiun, Farida Nurhan juga membuat publik terkejut dengan keputusan menjual kanal YouTube miliknya.

Kanal yang telah dibangun selama bertahun-tahun itu dilepas dengan harga yang terbilang fantastis.

“Dijual akun YouTube Farida Nurhan 10 miliar,” tulis Farida Nurhan.

Sebagai informasi, kanal YouTube Farida Nurhan diketahui telah mengunggah sekitar 3.700 video dan memiliki sekitar 5,7 juta subscriber. Angka tersebut membuat banyak pihak menilai kanal itu sebagai salah satu aset digital bernilai tinggi di Indonesia.

Respons netizen pun beragam. Kolom komentar dipenuhi reaksi kocak hingga candaan, mulai dari warganet yang mengaku ingin membeli dengan sistem cicilan Rp10 ribu per hari, hingga komentar yang menyebut uangnya masih kurang Rp10 ribu lagi untuk mencapai angka Rp10 miliar.

Di balik komentar jenaka tersebut, tak sedikit pula penggemar dan sesama kreator yang menyampaikan dukungan serta doa terbaik bagi Farida Nurhan, atau yang akrab disapa Omay.

Tetap Berkarya Lewat TikTok dan Media Sosial Lain

Meski memutuskan pensiun dari YouTube, Farida memastikan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia konten kreator. Ia menegaskan akan tetap aktif berkarya melalui platform lain, khususnya TikTok.

Farida menyebut bahwa ke depan ia akan lebih fokus pada aktivitas siaran langsung di TikTok Live sebagai medium utama berinteraksi dengan para penggemarnya.

“Semoga dengan kegiatan Omay yang terbaru di TIKTOK LIVE juga diberikan kemudahan dan kelancaran,”

Selain TikTok, Farida juga menegaskan akan tetap hadir di berbagai platform media sosial lainnya, termasuk Instagram dan Facebook. Dengan demikian, para penggemarnya masih dapat mengikuti perjalanan Omay, meski tidak lagi melalui YouTube.

Keputusan Farida Nurhan ini menandai babak baru dalam karier digitalnya, meninggalkan platform lama yang membesarkan namanya, sekaligus membuka peluang baru di dunia konten yang terus berkembang.

 

Menu MBG Berbuah Kecapi Jadi Sorotan, SPPG Gunung Sindur Sampaikan Permohonan Maaf

Bogordaily.net – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah salah satu dapur penyedia di Kabupaten Bogor menuai kritik publik.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Pengasinan 1, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf atas penggunaan buah kecapi dalam menu MBG yang dinilai tidak sesuai sasaran.

Sorotan publik bermula dari beredarnya video menu MBG yang menampilkan buah kecapi sebagai pelengkap makanan.

Unggahan tersebut dengan cepat viral di media sosial dan memicu perdebatan, khususnya terkait kesesuaian menu bagi anak-anak usia dini.

SPPG Minta Maaf

Melalui unggahan resmi di akun Instagram @sppgdesapengasinan, Kepala SPPG Gunung Sindur Pengasinan menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada para penerima manfaat.

“Untuk penerima manfaat kami, saya selaku kepala SPPG Bogor Gunung Sindur Pengasinan memohon maaf atas ketidaksesuaian,” kata Kepala SPPG melalui Instagram @sppgdesapengasinan.

Ia mengakui bahwa sajian buah kecapi dalam menu MBG tersebut telah menjadi perhatian luas masyarakat dan memunculkan kritik di berbagai platform media sosial.

“Bahwasanya 19 Januari 2026 telah tersebar video viral yang menyatakan bahwa buah pada menu tersebut tidak tepat sararan untuk kelompok usia balita, TK, PAUD, SD Kelas 1 sampai Kelas 3,”

Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemilihan menu ke depannya.

Kepala SPPG menegaskan bahwa masukan dari masyarakat menjadi bahan penting untuk perbaikan layanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan latar belakang dipilihnya buah kecapi sebagai bagian dari menu MBG. Menurutnya, keputusan tersebut didasari oleh upaya mengenalkan dan mengedukasi penerima manfaat terhadap buah-buahan lokal.

“Lalu hal tersebut menjadi bahan evaluasi kami dalam memilih buah agar tidak terulang kembali,”

Meski memiliki tujuan edukatif, pihak SPPG menyadari bahwa aspek kesesuaian usia dan keamanan konsumsi harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan menu Makan Bergizi Gratis, terutama bagi kelompok anak-anak.

Ke depan, SPPG Gunung Sindur Pengasinan berkomitmen untuk lebih selektif dalam menentukan bahan makanan serta memastikan menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penerima manfaat.