Home Blog Page 403

Polisi Tindak Lanjuti Aksi Tawuran Sekelompok Remaja di Sukaraja Bogor

Bogordaily.net – Polisi menindaklanjuti aksi tawuran sekelompok remaja yang terjadi di Kampung Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Sebelumnya diketahui, sekelompok orang yang diduga membawa s3nj4t4 t4j4m dilaporkan beraksi di wilayah Kampung Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian serupa telah terjadi dua kali di lokasi yang sama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman menjelaskan bahwa, pihaknya telah menindaklanjuti adanya video tentang adanya tawuran di Sukaraja tersebut.

Kemudian sekitar jam 15.30 WIB anggota Polsek Sukaraja dipimpin pawas melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga TKP tawuran.

“Hasil dari keterangan warga sekitar bahwa mereka tidak mengetahui adanya peristiwa tawuran tersebut dan tidak mengenal para pelaku yang ada di video tersebut serta tidak ada juga warga yang melakukan pengobatan di faskes terdekat,” kata Kompol Wagiman, Selasa 6 Januari 2026.

Sementara itu, pihaknya mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas aduan dari masyarakat tersebut.

“Untuk mengetahui kepastian kasus tersebut Polsek Sukaraja akan terus melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Kelahiran Bayi Panda di TSI Bogor Perkuat Posisi Indonesia sebagai Penggerak Konservasi Global

Bogordaily.net – Taman Safari Indonesia  (TSI) Bogor secara resmi mengumumkan kelahiran seekor bayi panda raksasa yang lahir pada 27 November 2025.

Kelahiran ini merupakan hasil dari riset konservasi lintas negara yang dijalankan melalui kemitraan utama antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, serta menjadi salah satu capaian penting dalam konservasi panda raksasa di luar Tiongkok.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa,
kehadiran bayi panda ini bukan sekedar kelahiran satwa, tapi menjadi bukti nyata kerjasama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang telah dibangun secara berkelanjutan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

Selain itu, kehadiran panda di Indonesia merupakan hasil usaha dari tiga kepemimpinan presiden RI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo.

“Keberhasilan ini dicapai melalui penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) dengan kolaborasi ilmiah antara TSI dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP) sebagai mitra utama, serta didukung oleh mitra peneliti nasional dan internasional,” kata Raja Juli Antoni.

Co-Founder Taman Safari Indonesia Group dan penggagas program konservasi panda di Indonesia, Jansen Manansang, menyampaikan bahwa, capaian ini menegaskan tidak hanya komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam konservasi panda raksasa dunia tetapi juga keberhasilan TSI dalam pendekatan konservasi berbasis sains, disiplin ilmiah jangka panjang, serta standar kesejahteraan satwa berkelas global.

“Riset konservasi dijalankan sebagai bagian integral dari pilar konservasi TSIG, serta menjadi fondasi bagi program edukasi dan rekreasi,” ujar Jansen.

Melalui pendekatan ini, TSIG membangun ekosistem konservasi yang berkelanjutan, mengintegrasikan penelitian ilmiah, tata kelola kesejahteraan satwa yang bertanggung jawab, serta peningkatan literasi konservasi masyarakat.

Menurutnya, panda raksasa telah lama menjadi ikon hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok dan simbol diplomasi lingkungan kedua negara. Program konservasi panda ini merepresentasikan kepercayaan dan kemitraan strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati.

“Sejalan dengan hal tersebut, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok menyampaikan apresiasi atas kelahiran bayi panda ini sebagai hasil kemitraan strategis jangka panjang Indonesia–Tiongkok di bidang konservasi satwa liar dan simbol persahabatan kedua negara,” tambahnya.

Direktur Operasional dan Life Science Taman Safari Indonesia Group, Esther Manansang menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja tim lintas disiplin—mulai dari dokter hewan, perawat satwa, peneliti, hingga mitra internasional.

“Fokus kami bukan hanya pada kelahiran, tetapi memastikan setiap tahapan dijalankan secara bertanggung jawab.”
Kelahiran bayi panda ini memiliki arti strategis secara global,” ungkap Ester.

Bayi panda tersebut merupakan satu-satunya kelahiran panda raksasa di luar Tiongkok sepanjang tahun 2025, sekaligus menjadi capaian penting bagi kawasan ASEAN yang menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam konservasi panda raksasa dunia.

Sebagai informasi, sebagai bentuk apresiasi negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan nama “Satrio Wiratama” kepada bayi panda tersebut, dengan penulisan dalam bahasa Mandarin Li Ao (里奥).

Presiden menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan momen bersejarah sekaligus simbol keberhasilan kerjasama konservasi antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.

Serta menekankan pentingnya penguatan kerjasama ekologi internasional, riset ilmiah lintas negara, dan keseimbangan antara perlindungan keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan konservasi panda raksasa ini berjalan seiring dengan komitmen TSI dalam melestarikan satwa endemik Indonesia.

Selama bertahun-tahun, TSI secara  konsisten menjalankan program konservasi berbasis riset terhadap berbagai spesies kunci nasional, termasuk melalui pengembangbiakan terstruktur, pelepasliaran, rescue, pengelolaan studbook, hingga pengembangan genome bank.

Pendekatan ini menegaskan bahwa konservasi satwa Indonesia tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan peran TSI dalam kerjasama konservasi global.

Selain itu, TSI berharap momentum ini dapat membangun semangat konservasi yang lebih kuat di Indonesia, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kesadaran publik bahwa konservasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan bangsa.

(Albin Pandita)

Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang sedang dikebut.

Dirinya menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan Pemerintah Daerah (Pemda) mampu menghasilkan kemajuan signifikan dalam waktu singkat. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemda pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di 3 provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Rosan juga menekankan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana bukan sekadar solusi jangka pendek, namun merupakan tahapan pemulihan yang lebih besar di berbagai sektor.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik. Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun Huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.

“PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara. Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya.

Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di Huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan Huntara. Sehingga, masyarakat dapat segera tinggal, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit dari bencana,” pungkas Darmawan.

Izin PUPR Belum Terbit, Pembongkaran Pasar Bogor Tertunda

0

Bogordaily.net – Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Haris Maraden, mengatakan izin terkait pembongkaran bangunan Pasar dan Plaza Bogor belum diterbitkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

Haris menyebut izin tersebut menjadi syarat utama agar pembongkaran pasar dapat segera dilakukan.

Sementara itu, sambung Haris, pengurusan izin itu dilakukan oleh pemenang lelang pembongkaran yakni PT Tami Raya Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp7,5 miliar.

“Untuk pemenang lelang bongkar kan sudah diketahui. Dia saat ini sedang mengurus izin pembongkaran. Yang mengeluarkan izinnya itu PUPR,” kata Haris Maraden.

PPJ mendorong agar pemenang lelang mempercepat proses pengurusan izin tersebut. Pasalnya, pembongkaran Pasar Bogor ditargetkan dapat dimulai pada akhir Januari 2026, atau paling lambat awal F

“Pembongkaran ditargetkan harus bisa dilakukan pada akhir Januari ini. Paling telat awal Februari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haris mengatakan tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan beauty contest untuk menentukan investor pembangunan Pasar Bogor, tentunya setelah proses pembongkaran rampung.

“Paling telat di tengah tahun proses beauty contest sudah bisa dilakukan,” katanya

Ia berharap tahapan mulai dari pembongkaran hingga pembangunan Pasar Bogor, dapat berjalan lancar hingga beroperasi dengan baik.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Bogor Bukan Lagi Sekadar Kota Hujan, Tapi Kota Healing Nasional

0

Bogordaily.net – Bogor selama puluhan tahun dikenal dengan satu julukan yang sama, Kota Hujan. Julukan itu melekat kuat dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia.

Setiap kali langit Jakarta terasa terlalu panas, orang-orang spontan berkata, “Ke Bogor saja, di sana dingin.”

Namun hari ini, citra Bogor telah berkembang jauh melampaui sekadar kota dengan curah hujan tinggi. Bogor kini menjelma menjadi destinasi utama bagi mereka yang ingin menenangkan diri sebuah kota healing nasional.

Perubahan ini bukan terjadi dalam semalam. Ia lahir dari pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang semakin lelah dengan ritme hidup serba cepat, dari pengaruh media sosial, hingga meningkatnya kesadaran bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan produktivitas. Bogor, dengan segala kekayaan alam dan warisan sejarahnya, hadir sebagai jawaban atas kegelisahan zaman.

Dari Kota Transit Menjadi Ruang Pulang

Dulu, Bogor dikenal sebagai kota persinggahan. Orang datang hanya untuk menghirup udara sejuk Kebun Raya Bogor, makan siang di sekitar stasiun, lalu kembali ke Jakarta. Kini wajah kota ini berubah. Bogor tidak lagi sekadar menjadi tempat lewat, tetapi tujuan utama untuk melepas penat dari rutinitas yang semakin melelahkan.

Setiap akhir pekan, pusat kota Bogor selalu hidup. Deretan coffee shop dengan konsep unik dipenuhi anak muda yang bekerja sambil menyeruput kopi, keluarga-keluarga memilih bersantai di resto bernuansa alam, sementara museum-museum di sekitar Istana Bogor ramai oleh pelajar dan wisatawan.

Mereka tidak datang terburu-buru. Ada yang menghabiskan sore di sudut kafe favorit, ada yang menikmati makan siang bersama keluarga, ada pula yang seharian menjelajahi museum demi menambah wawasan. Bogor bukan lagi kota transit, melainkan ruang pulang, tempat orang merasa diterima, tenang, dan ingin kembali.

Kebun Raya Bogor: Jantung Healing Kota

Tidak berlebihan jika menyebut Kebun Raya Bogor sebagai jantung healing kota ini. Di tengah kepadatan lalu lintas dan deru mesin kendaraan, Kebun Raya berdiri sebagai oasis hijau yang menenangkan. Masuk ke dalam kawasan ini seperti berpindah dimensi.

Suhu terasa lebih sejuk, suara burung lebih dominan daripada klakson, dan langkah kaki terasa lebih ringan. Di sanalah healing terjadi secara alami, tanpa perlu kata-kata motivasi atau sesi meditasi mahal.

Banyak orang datang ke Kebun Raya bukan untuk berfoto semata, tetapi untuk berjalan perlahan, membaca buku di bawah pohon kenari, atau sekadar mengamati dedaunan yang bergoyang tertiup angin. Aktivitas sederhana ini justru menjadi obat mujarab bagi kelelahan mental.

Healing Lewat Edukasi: Museum sebagai Ruang Refleksi

Selain Kebun Raya, Bogor juga memiliki potensi besar sebagai kota healing berbasis edukasi. Deretan museum seperti Museum Zoologi, Museum PETA, hingga museum-museum kecil di sekitar Istana Bogor menawarkan pengalaman yang berbeda: healing lewat pengetahuan.

Di museum, waktu seakan melambat. Pengunjung diajak merenung, memahami sejarah, dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Healing di sini bukan tentang melarikan diri dari kenyataan, melainkan memahami kenyataan dengan lebih jernih.

Bagi pelajar dan mahasiswa, Bogor menjadi ruang belajar yang hidup. Sejarah perjuangan bangsa, keanekaragaman hayati, hingga perkembangan kota dapat dipelajari langsung, bukan hanya dari buku teks.

Healing dan Generasi Digital

Di era digital, banyak orang merasa terhubung, tetapi sebenarnya semakin terasing. Media sosial membuat kita sibuk membandingkan hidup sendiri dengan orang lain. Di sinilah Bogor memainkan peran penting: menghadirkan ruang untuk kembali menjadi manusia.

Kebun Raya, museum, dan taman-taman kota menyediakan tempat di mana seseorang bisa melepaskan diri dari layar ponsel, walau hanya untuk beberapa jam. Healing di Bogor tidak selalu harus spektakuler. Terkadang cukup dengan duduk di bangku taman, melihat keluarga lain tertawa, atau menyimak penjelasan pemandu museum tentang sejarah kota.

Pariwisata yang Menyentuh Hati, Bukan Sekadar Kamera

Bogor menawarkan jenis pariwisata yang berbeda dari kota-kota lain. Ia tidak menjual wahana ekstrem atau gemerlap hiburan malam, tetapi pengalaman yang menyentuh hati.

Kebun Raya tidak memerlukan filter untuk terlihat indah. Museum tidak membutuhkan dekorasi berlebihan untuk terasa bermakna. Keaslian inilah yang menjadikan Bogor sebagai kota healing yang sesungguhnya. Namun di balik itu, tantangan besar mengintai.

Lonjakan jumlah wisatawan membuat ruang-ruang publik semakin padat. Jika tidak dikelola dengan bijak, ketenangan yang menjadi daya tarik utama Bogor justru akan terkikis.

Antara Ekonomi dan Ketentraman Kota

Pariwisata membawa manfaat ekonomi yang nyata. Pedagang kecil di sekitar Kebun Raya dan museum merasakan peningkatan pendapatan. Hotel dan penginapan bermunculan. Namun pertanyaannya, apakah semua ini sejalan dengan konsep healing?

Kemacetan di pusat kota, parkir liar, dan kepadatan pengunjung sering kali justru menambah stres, baik bagi wisatawan maupun warga lokal. Kota healing seharusnya memberi rasa nyaman, bukan menambah beban.

Menjaga Bogor sebagai kota healing nasional bukan hanya tugas pemerintah. Setiap pengunjung memegang peran penting.

Healing sejati bukan hanya tentang merasa lebih baik, tetapi juga tentang meninggalkan tempat dalam keadaan lebih baik. Kebun Raya dan museum bukan ruang konsumsi semata. Ia adalah ruang bersama yang perlu dirawat, dijaga, dan dihormati.

(Frando Samosir)

Pemerintah Sambut Baik Kehadiran Bayi Panda Pertama di Indonesia, Diberi Nama Satrio Wiratama

0

Bogordaily.net – Pemerintah Republik Indonesia menyambut baik kehadiran bayi Panda pertama di Indonesia. Bayi panda itu diberi nama Satrio Wiratama.

Diketahui, bayi panda yang akrab disebut Rio itu lahir di Taman Safari Bogor pada 25 November 2025 lalu sekitar pukul 17 31 WIB.

Bayi panda Rio merupakan keturunan induk Hu Chun dan pejantan Cai Tao, pasangan Panda raksasa yang dihadiahkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jin Ping kepada Indonesia pada tahun 2017 melalui kerjasama konservasi Internasional.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa, Presiden Prabowo memberikan nama langsung Satrio Wiratama yang berarti pejuang mulia, berani dan berbudi luhur.

“Lahirnya bayi panda yang diberi nama oleh bapak Presiden Prabowo Subianto nama yang sangat indah nama yang sangat bermakna yaitu Satrio Wiratama,” kata Raja Juli Antoni kepada wartawan, Selasa 6 Januari 2026.

“Ini adalah kelahiran yang menggembirakan karena ini kita menunggu di waktu yang cukup lama ada empat kali usaha untuk perkawinan akhirnya kita memiliki art atau disebut bayi tabung, akhirnya pada tanggal 27 November 2025 Rio namanya kemudian lahir pada sekitar jam 17.31 ditempat ini,” tambahnya.

Sebelumnya, kata Juli, usaha untuk mendatangkan dua panda yakni Hu Chun dan Cai Tao hingga kelahiran bayi panda Rio telah melewati beberapa periode kepemimpinan Presiden.

“Usaha untuk mendatangkan dua ekor panda bapa ibunya Rio ini telah dilakukan pada masa SBY, kemudian diterima pada tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo, akhirnya lahirnya Rio ini pada kepemimpinan bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Raja Juli.

Kemudian, hal ini merupakan satu hal yang luar biasa, dikarenakan tiga Presiden menyaksikan perkembangan sejarah Panda yang ada di Indonesia sebagai memperkuat diplomasi antara Indonesia dan Republik Tiongkok

“Kelahiran panda ini bukan hanya kelahiran satwa yang luar biasa penting dimuka bumi. Namun, ini menyimbolkan kuatnya hubungan diplomasi antara Indonesia dan Republik Tiongkok,” ucapnya.

Sementara itu, dirinya turut menyampaikan apresiasi kepada Taman Safari Bogor yang telah bersedia untuk merawat dengan baik bayi panda Satrio Wiratama.

“Sekali lagi selamat dan terima kasih kepada p Jensen dan Taman Safari Indonesia yang telah mendedikasikan waktu, ilmu, pendanaan lahirnya bayi Panda Rio ini,” ungkap Raja Juli.

(Albin Pandita)

Depresi Istri Meninggal, Pria di Klapanunggal Bogor Gantung Diri

0

Bogordaily.net – Seorang Pria KK (31) ditemukan tewas gantung diri di Perumahan Nirwana Residence Blok F11 Nomor 9, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Klapanunggal, Iptu Gayuh Agrisukma menjalaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada Senin 5 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

“Betul, adanya laporan dari warga terkait penemuan orang gantung diri di dalam rumah,” kata Gayuh, Selasa, 6 Januari 2026.

Kemudian, ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh kecurigaan warga sekitar terhadap rumah korban yang gelap saat menjelang malam.

“Saat itu saksi JN mendatangi rumah korban yang belum menyala lampunya pada pukul 18.30 WIB dan melihat ke bagian jendela, tiba-tiba korban sudah tergantung dengan kain dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Selanjutnya, JN kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga lainnya dan pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban.

Korban diduga depresi karena istrinya telah meninggal sebulan yang lalu.

“Hasil keterangan pihak keluarga, kemungkinan depresi korban gantung diri karena istrinya meninggal satu bulan lalu,” ungkap Gayuh.

Sementara itu, untuk saat ini, pihak keluarga telah merelakan kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak adanya autopsi.***

Albin

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Imbau Pelanggan Bayar Tagihan Air Sebelum 25 Januari

0

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menghimbau agar pelanggan dapat segera melakukan pembayaran tagihan air.

Adapun, untuk batas waktu pembayaran tagihan air pada bulan ini jatuh pada tanggal 25 Januari 2026.

Kemudian, Perumda Air Minum Tirta
Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan diskon pemasangan sambungan baru.

Adapun, promo tersebut berlaku untuk kategori rumah tangga dan niaga, dan sudah terdapat jaringan pipa retikulasi dan sisa kapasitas.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk dapat selalu menjaga meter air di rumah.

Dikarenakan meteran air adalah bagian dari tanggung jawab pelanggan. Kemudian Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor meminta kepada masyarakat.

Tentunya untuk tidak mudah percaya jika menemui petugas yang mencurigakan, apabila menemukan hal tersebut, segera hubungi nomor pelayanan atau datang langsung ke kantor, 1500862 atau WhatsApp di 082119969008.***

Albin

BRI Visa Infinite Perkuat Layanan Nasabah Prioritas dan Private dengan Desain Eksklusif serta Beragam Premium Benefits

0

Bogordaily.net — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkenalkan BRI VISA Infinite dengan desain baru serta penguatan premium benefits untuk mendukung kebutuhan perjalanan, transaksi internasional, dan gaya hidup modern nasabah prioritas dan private.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan premium yang relevan, konsisten, dan mampu memberikan pengalaman menyeluruh bagi segmen prioritas dan private. Kehadiran versi terbaru ini juga menunjukkan langkah BRI dalam memperkuat kapabilitas layanan premium seiring meningkatnya ekspektasi kenyamanan dan efisiensi.

Seiring meningkatnya preferensi nasabah prioritas dan private terhadap layanan pembayaran berstandar internasional, BRI mengembangkan kartu kredit premium yang mampu memberikan benefit yang relevan bagi kebutuhan perjalanan dan transaksi global. BRI VISA Infinite kini menawarkan kemudahan transaksi lintas negara, rewards yang kompetitif, serta layanan concierge yang mendukung mobilitas nasabah.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pembaruan BRI VISA Infinite merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapabilitas perseroan di segmen konsumer.

“Penyempurnaan BRI VISA Infinite dilakukan untuk memperkuat fleksibilitas layanan bagi nasabah prioritas dan private, terutama dalam mendukung transaksi internasional dan kebutuhan perjalanan. Penyesuaian ini memastikan layanan tetap selaras dengan kebutuhan nasabah premium yang terus berkembang, sekaligus menegaskan komitmen BRI dalam menjaga kualitas layanan premium secara berkelanjutan,” ujar Dhanny.

BRI VISA Infinite dilengkapi serangkaian premium benefits yang dirancang untuk memberikan kenyamanan tinggi bagi nasabah prioritas dan private. Nasabah dapat memperoleh welcome bonus GarudaMiles setara tiket Jakarta–Singapura pada saat aktivasi, cashback Rp1.000.000 untuk transaksi internasional, serta kurs transaksi luar negeri yang kompetitif. Fasilitas cicilan 0% hingga 36 bulan tersedia untuk berbagai pembelanjaan ritel, sementara program Everyday Miles memungkinkan akumulasi 1 GarudaMiles untuk setiap transaksi valid sebesar Rp10.000.

Layanan VISA Concierge 24/7 melalui WhatsApp turut melengkapi kemudahan nasabah dalam mengatur kebutuhan perjalanan.

Signature Merchant Program turut menjadi bagian dari benefit BRI VISA Infinite melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis, antara lain layanan kesehatan Mayapada, maskapai Garuda Indonesia dan Qatar Airways, platform perjalanan Klook, serta restoran di Asia Pasifik dengan potongan harga hingga 20%. Ketentuan program mencakup syarat aktivasi welcome bonus, periode kampanye cashback, validitas transaksi untuk Everyday Miles, ketentuan minimum dan kebijakan merchant untuk fasilitas cicilan, serta regulasi FX rate sesuai ketentuan Visa dan BRI pada saat posting. Seluruh penawaran ini berlaku pada periode tertentu sesuai ketentuan yang ditetapkan BRI, dan untuk informasi lebih lanjut nasabah dapat menghubungi Relationship Manager atau mengakses situs resmi www.bri.co.id.

Dhanny menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk keseriusan BRI dalam melayani kebutuhan transaksi dan gaya hidup segmen affluent dan High Net Worth Individual, melalui penyediaan layanan yang selaras dengan standar global. “Melalui BRI VISA Infinite, BRI menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan nasional yang menyediakan layanan premium berstandar global bagi nasabah prioritas dan private. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan BRI menjadi satu bank untuk semua di tengah dinamika kebutuhan keuangan modern yang semakin beragam,” pungkas Dhanny.***

dr Richard Lee Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Laporan Dokter Detektif

0

Bogordaily.net – dr Richard Lee jadi tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Penetapan status hukum tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Reonald Simanjuntak.

Menurut Reonald, penyidik menetapkan Richard Lee sebagai tersangka berdasarkan laporan yang dilayangkan oleh Dokter Detektif (Doktif) Samira Farahnaz. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya dan dibuat pada 2 Desember 2024.

“Kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan pada 15 Desember 2025 terhadap saudara RL,” ujar Reonald kepada wartawan, dikutip Selasa (6/1/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi perkara maupun peran Richard Lee dalam kasus tersebut. Reonald hanya menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan kini berada pada tahap penyidikan.

Dalam proses penyidikan, polisi telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Richard Lee yang dijadwalkan pada 23 Desember 2025. Namun, yang bersangkutan disebut meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.

“Dari keterangan penyidik, yang bersangkutan meminta reschedule ke tanggal 7 Januari. Sampai saat ini belum ada informasi lanjutan terkait kehadirannya,” jelas Reonald.

Sementara itu, dr Richard Lee jadi tersangka di tengah perkara lain yang juga melibatkan kedua belah pihak. Sebelumnya, Richard Lee melaporkan Doktif ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik. Dalam kasus tersebut, Doktif justru lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Desember 2025.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Dwi Manggala Yuda menyampaikan bahwa Doktif tidak ditahan dan hanya dikenakan kewajiban wajib lapor. Hal itu lantaran pasal yang disangkakan merupakan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Ancaman hukumannya di bawah lima tahun, yakni maksimal dua tahun, sehingga tidak dilakukan penahanan,” ujar Dwi.

Lebih lanjut, kepolisian juga membuka peluang penyelesaian perkara melalui jalur mediasi. Polres Metro Jakarta Selatan telah menjadwalkan pemanggilan kedua pihak untuk proses mediasi pada 6 Januari 2026.

“Pemanggilan mediasi sudah kami lakukan. Kami menunggu kehadiran kedua belah pihak di Polres Metro Jakarta Selatan,” katanya.

Dengan perkembangan tersebut, dr Richard Lee jadi tersangka menambah daftar panjang kasus hukum yang melibatkan figur publik di ranah kesehatan dan media digital, yang kini menjadi perhatian luas masyarakat dan publik pasar.***