Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 405

Makin Mudah dan Cepat, Nasabah Kini Bisa Aktifkan Rekening Dormant Lewat Super Apps BRImo!

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kini memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengaktifkan kembali rekening dormant (tidak aktif) secara digital melalui super apps BRImo.

Dengan fitur baru ini, proses reaktivasi dapat dilakukan dengan cepat, gratis, dan tanpa kewajiban setoran dengan nominal tertentu.

Bagi nasabah yang lebih nyaman datang langsung, layanan reaktivasi rekening dormant juga tersedia di kantor BRI terdekat dengan membawa dokumen identitas diri serta bukti kepemilikan rekening. Setelah itu, nasabah hanya perlu melakukan transaksi, baik setor tunai, pemindahbukuan, maupun tarik tunai untuk mengaktifkan kembali rekening tersebut.

Jika berstatus dormant, rekening memang tetap bisa menerima transaksi transfer masuk. Namun, hal tersebut tidak membuat status rekening menjadi aktif. Rekening dormant tidak dapat digunakan oleh nasabah untuk transaksi pendebetan seperti penarikan tunai, transfer, maupun pembelanjaan di merchant.

Untuk itu, perlu dilakukan aktivasi ulang untuk rekening dormant, baik secara langsung di BRImo maupun di unit kerja BRI.

Adapun, dalam mencegah rekening menjadi dormant, nasabah disarankan melakukan transaksi secara rutin, baik melalui super apps BRImo maupun kanal layanan BRI lainnya yang telah menyediakan solusi berbagai kebutuhan finansial.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa BRI terus mengedukasi nasabah untuk menggunakan layanan perbankan secara tepat dan aman, antara lain dengan tetap aktif bertransaksi dan memonitor rekening miliknya, serta tidak menyalahgunakan rekening untuk tujuan yang melanggar hukum.

“Meskipun rekening dormant, BRI memastikan dana dan rekening nasabah tetap aman. Meski begitu, nasabah diharapkan untuk selalu memperbarui data kontak agar dapat menerima notifikasi secara tepat waktu dan menjaga komunikasi dengan pihak bank,” pungkas Hendy.

Cara Mengaktifkan Kembali Rekening Dormant (Tidak Aktif)

Untuk mengaktifkan kembali rekening BRI yang berstatus dormant, dapat dilakukan dengan mudah melalui beberapa cara sebagai berikut:

  • Melalui Super Apps BRImo (online)
    Login ke BRImo (minimal versi 2.87.0)
    Di dashboard Home, pilih menu “Semua Tabunganmu”
    Pilih rekening dengan keterangan ”Rekening Tidak Aktif”, dan Pilih “Aktifkan Sekarang”.
    Selanjutnya, masukkan PIN untuk memulai proses aktivasi, kemudian masukkan kode OTP untuk verifikasi data.
  • Ikuti instruksi untuk scan KTP dan verifikasi wajah sebagai bagian dari rangkaian proses e-KYC.
  • Setelah proses verifikasi e-KYC berhasil, nasabah dapat melanjutkan aktivasi rekening dengan melakukan top up saldo ke rekening tersebut untuk mengaktifkan kembali.
    Setelah transaksi berhasil, rekening akan aktif kembali.

Apabila tidak memiliki BRImo, Nasabah cukup mendatangi Kantor Cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen identitas diri dan bukti kepemilikan rekening.

Untuk mengetahui status rekening, nasabah dapat menghubungi Contact BRI di 1500017. Petugas akan memberikan panduan lebih lanjut terkait proses aktivasi di Kantor Cabang BRI terdekat.***

Perumda Pasar Pakuan Jaya Jadi Garda Terdepan Kendalikan Inflasi di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) terus memainkan peran strategis dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kota Bogor.

Melalui berbagai langkah konkret, PPJ menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung pengendalian inflasi, khususnya di pasar tradisional.

Kasubag Humas Perumda Pasar Pakuan Jaya, Andrian Hikmatulloh, menjelaskan bahwa PPJ berfungsi sebagai stabilizer dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok.

“Kami juga berperan sebagai penghubung antara pedagang, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan supply-demand agar inflasi terkendali,” ujar Andrian Hikmatulloh pada Kamis 28 Agustus 2025.

Perumda PPJ memiliki sejumlah strategi utama, di antaranya melakukan pemantauan harga harian di lima pasar pantauan, yaitu Pasar Jambu Dua, Sukasari, Merdeka, Gunung Batu, dan Tekum.

Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Kota Bogor, Bank Indonesia, dan masyarakat sebagai informasi harga real-time.

Selain itu, PPJ menjalin kerja sama dengan Bulog dan distributor besar untuk memastikan pasokan barang tetap tersedia.

Ketika harga mulai melonjak, PPJ bersama pemerintah daerah juga rutin menggelar operasi pasar murah.

“Operasi pasar murah menambah pasokan dengan harga di bawah pasar sehingga mencegah harga naik lebih tinggi. Dampaknya, harga lebih stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan inflasi bisa ditekan, terutama menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Nataru,” jelas Andrian.

Dalam menjaga inflasi, koordinasi erat dilakukan melalui forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

PPJ bertugas memberikan data harga dan kondisi pasar, sementara Pemkot Bogor dan Bank Indonesia menyiapkan kebijakan strategis, serta Bulog memastikan stok barang tersedia.

“Sinergi ini sangat penting untuk langkah cepat, misalnya ketika harga beras atau cabai naik tajam. Dengan data yang kami laporkan, kebijakan intervensi bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Pemantauan harga harian dilakukan secara langsung oleh petugas PPJ di lima pasar pantauan.

Harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, daging, dan telur dicatat setiap hari lalu dikompilasi ke dalam Sistem Informasi Harga Pangan Pemkot maupun Bank Indonesia. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebijakan intervensi.

Meski begitu, PPJ mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam menekan inflasi.

Faktor eksternal seperti cuaca, biaya transportasi, hingga fluktuasi harga global sangat memengaruhi harga komoditas di pasar.

“Kami juga memiliki keterbatasan kewenangan karena PPJ hanya mengelola pasar, bukan produsen. Fluktuasi pasokan dari daerah pemasok, seperti sayuran dari Puncak atau beras dari Karawang, juga kerap menimbulkan gejolak harga,” ungkap Andrian.

Selain itu, kebiasaan penimbunan oleh oknum pedagang serta keterbatasan infrastruktur pasar tradisional untuk distribusi cepat menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mengantisipasi hal itu, PPJ berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan Polresta Bogor Kota dalam mencegah penimbunan, sekaligus meningkatkan transparansi informasi pasokan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Perumda Pasar Pakuan Jaya berkomitmen menjaga inflasi di Kota Bogor tetap terkendali.

“Kunci utamanya ada pada kolaborasi. PPJ tidak bisa berjalan sendiri, tapi bersama Pemkot, BI, Bulog, distributor, dan masyarakat, kita bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok,” pungkas Andrian.(Ibnu Galansa)

Sinopsis Film Dia Bukan Ibu, Horor Keluarga Penuh Misteri dan Teror

0

Bogordaily.net – MVP Pictures kembali mengguncang layar lebar dengan menghadirkan film psychological horror terbaru berjudul Dia Bukan Ibu (2025).

Disutradarai oleh Randolph Zaini, sosok di balik film Preman dan serial Katarsis, film ini mengadaptasi thread horor viral karya Jeropoint yang sempat menghebohkan media sosial.

Kehadiran film ini langsung membuat tagar #DiaBukanIbu dan #SiapaIbuSebenarnya menduduki trending topic, bahkan sebelum rilisnya.

Film ini diperkuat oleh deretan aktor papan atas seperti Aurora Ribero, Ali Fikry, Sita Nursanti, Dian Sidik, Artika Sari Devi, Khiva Iskak, Husein Alatas, dan Fara Shakila.

Mereka tidak hanya menjadi wajah di layar, tetapi juga nyawa yang membangun atmosfer mencekam penuh misteri, di mana teror muncul bukan dari hantu asing, melainkan dari sosok paling dekat: seorang ibu.

Kisah Keluarga yang Berubah Menjadi Teror

Cerita berpusat pada Vira (Aurora Ribero), seorang remaja yang hidup dalam keluarga broken home bersama adiknya, Dino (Ali Fikry). Setelah perceraian kedua orang tua mereka, Vira dan Dino tinggal bersama sang ibu, Yanti (Sita Nursanti). Awalnya, Yanti terlihat rapuh dan terpuruk karena ditinggalkan sang suami. Namun, perlahan ia berubah.

Setahun terakhir, Yanti mulai tampil lebih ceria, lebih sering berdandan, bahkan sukses membuka salon kecil di rumah barunya.

Meski lokasinya tidak strategis, anehnya salon itu selalu ramai oleh pengunjung, dan Yanti seolah tidak pernah merasa lelah. Vira pun sempat merasa bangga karena ibunya berhasil bangkit.

Namun, perubahan itu justru menjadi awal dari mimpi buruk. Vira mulai melihat kejanggalan demi kejanggalan ekspresi Yanti yang terasa dingin, tatapannya yang tajam, hingga senyumnya yang tidak lagi memberi kehangatan seorang ibu.

Kehidupan yang Kian Mencekam

Bersama Dino, Vira merasakan bahwa rumah mereka kini bukan lagi tempat yang aman. Ada aura gelap yang menyelimuti sosok Yanti.

Sang ibu terlihat semakin cantik dan penuh percaya diri, tetapi di balik itu, seolah ada sesuatu yang menyeramkan menguasainya.

Kecurigaan Vira semakin besar ketika ia menemukan hal-hal tak wajar di sekitar rumah dan salon ibunya.

Rahasia besar mulai terbongkar apakah Yanti benar-benar masih manusia? Ataukah ada sesuatu yang bersemayam di balik tubuh dan wajahnya yang kian bersinar? Dia Bukan Ibu siap menghantui bioskop Indonesia mulai 25 September 2025.***

Gedung DPRD Kalbar Porak-Poranda Usai Aksi Mahasiswa, Sampah, Coretan, hingga Bendera Terbakar

0

Bogordaily.net – Aksi unjuk rasa bertajuk Seruan Kalbar Bergerak yang digelar ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat pada Rabu, 27 Agustus 2025, meninggalkan jejak kericuhan yang cukup memprihatinkan di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Pasca demonstrasi tersebut, suasana di halaman dan sekitar gedung wakil rakyat terlihat porak-poranda.

Pantauan terkini menunjukkan sampah berserakan di berbagai titik, mulai dari botol plastik, ranting pohon, hingga sisa ban yang sebelumnya dibakar massa.

Bahkan, sejumlah barang pribadi seperti sandal dan sepatu milik peserta aksi juga tercecer begitu saja di lokasi.

Kerusakan semakin parah dengan adanya bendera merah putih yang ikut terbakar dalam insiden itu.

Pemandangan tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat simbol negara yang seharusnya dijaga justru menjadi korban dalam kericuhan.

Di bagian depan gedung DPRD Kalbar, coretan bernada makian tampak jelas memenuhi tembok.

Tulisan “Dewan Perwakilan Rakyat Daerah” yang menempel di dinding pun mengalami kerusakan, dengan beberapa huruf copot dan berantakan.

Kondisi ini menambah kesan semrawut pasca aksi yang awalnya digelar dengan damai namun berakhir dengan tindakan destruktif.

Meski kerusakan terlihat nyata, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Kalbar maupun aparat kepolisian terkait langkah penanganan dan tindak lanjut atas peristiwa tersebut.

Publik pun menanti kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas negara, termasuk potensi adanya tindak hukum terhadap peserta aksi yang diduga melakukan perusakan.

Aksi Seruan Kalbar Bergerak sendiri digelar sebagai bentuk aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah.

Namun sayangnya, penyampaian aspirasi tersebut justru diwarnai dengan kericuhan yang meninggalkan citra buruk serta kerusakan fasilitas umum.***

Menkop Budi Arie: Presiden Prabowo Menegaskan akan Membesarkan Koperasi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menghadiri Pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) : Trade, Tourism, Investment, and Procurement di International Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang yang dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Di dalam pidatonya Presiden Prabowo kembali menyinggung soal komitmen pemerintah untuk membesarkan koperasi sebagai amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945.

“Pasal 33 mengingatkan kita bahwa perekonomian Indonesia harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Inilah dasar dari demokrasi ekonomi yang kita junjung,” ujar Presiden Prabowo.

Menkop Budi Arie Setiadi menyatakan komitmennya untuk melaksanakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan koperasi di Indonesia.

Salah satu yang digagas untuk membesarkan koperasi di Indonesia yaitu melalui program Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih.

“Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi merupakan jalan untuk menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesuai dengan semangat Pasal 33, koperasi akan menjadi penggerak ekonomi rakyat yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Menkop Budi Arie yang turut menghadiri Pameran APKASI Otonomi Expo 2025 di Tangerang, Kamis 28 Agustus 2025.

Menkop Budi Arie menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong penguatan kelembagaan dan usaha koperasi agar mampu menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Melalui keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih yang digerakkan secara nasional, diharapkan tercipta kesejahteraan bersama dan peningkatan daya saing ekonomi lokal.

“Saya ingin koperasi hadir di desa, hadir di kota, dan hadir di setiap sudut negeri. Koperasi harus memberi dampak nyata bagi rakyat kecil,” ucapnya.

Sebagai upaya mewujudkan misi tersebut, Menkop Budi Arie mengajak semua pihak untuk terlibat dalam upaya suksesi operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih.

Komitmen dukungan tersebut telah dinyatakan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Menkop Budi Arie berharap koperasi dapat menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan gerakan koperasi ini akan mempercepat hadirnya kesejahteraan yang merata. Dengan koperasi, rakyat bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekonomi,” tambah Budi Arie.

Melalui program Kopdes/ Kel Merah Putih ini, Menkop Budi Arie juga berharap agar koperasi dapat menjadi tulang punggung ekonomi dan kemandirian desa.

“Dengan adanya Kopdes Merah Putih, kita ingin memastikan setiap desa memiliki pusat ekonomi yang dikelola bersama dan untuk kesejahteraan bersama,” katanya.***

Bocah 5 Tahun Asal Bogor Raih Medali Perak di Olimpiade Matematika Internasional Hongkong

0

Bogordaily.net – Bogor kembali melahirkan prestasi membanggakan. Seorang bocah berusia 5 tahun bernama Abdullah Khairi Rasyid, murid TK Enderun Bogor, berhasil meraih medali perak di ajang Final Round Hongkong International Mathematical Olympiade (HKIMO) yang digelar secara offline di Hongkong pada 23–24 Agustus 2025.

Rasyid berhasil tampil gemilang setelah sebelumnya lolos babak penyisihan yang dilaksanakan di Bogor.

Dengan penuh percaya diri, ia berkompetisi melawan ribuan peserta dari 19 negara/region yang mengikuti ajang internasional bergengsi tersebut.

Usai pengumuman pemenang, Rasyid dengan polosnya menyebut, “Ini hadiah untuk ulang tahun Indonesia.”

Prestasi ini bukanlah yang pertama bagi Rasyid. Sebelumnya, ia juga sukses membawa pulang medali perunggu dari ajang internasional lain di Hongkong, yaitu Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area Mathematical Olympiade.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2025 saja, bocah jenius ini sudah mengoleksi dua medali di ajang olimpiade matematika tingkat nasional serta menyabet gelar Champion (nilai tertinggi) pada Olimpiade Sains tingkat TK di Bandung.

Bakat berhitung Rasyid memang sudah terlihat sejak dini. Sejak usia 3 tahun ia gemar memainkan angka, dan di usianya yang masih 5 tahun kini, ia bahkan sudah hafal perkalian.

Dukungan penuh orang tuanya yang selalu mengasah kemampuan dengan berbagai kursus dan les matematika membuat prestasinya semakin bersinar.

Ketekunan serta semangat belajar Rasyid membuat banyak orang kagum. Tak heran jika bocah ini disebut-sebut sebagai salah satu calon peserta berbakat yang bisa mewakili Indonesia di berbagai ajang besar, bahkan diprediksi berpotensi menjadi kandidat kuat International Champions of Champions (COC) 2040 mendatang.***

KKM Kelompok 20 IUQI Bogor Gelar Aksi Clean Up, Wujudkan Kampung Tapos Babakan yang Bersih dan Ramah

Bogordaily.net – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 20 Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor kembali mengadakan program kerja unggulan yang berfokus pada kepedulian lingkungan, yaitu Clean Up.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kolaborasi bersama Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di Kampung Tapos Babakan, Desa Tapos 2, Kecamatan Tenjolaya.

Adapun rangkaian kegiatan dimulai dengan Pembuatan Mading Sampah dan dilanjutkan dengan Pembuatan Lubang Biopori. Melalui program ini, mahasiswa KKM bersama warga berupaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta mengelola sampah secara bijak.

Pembuatan Mading Sampah

Dalam agenda Pembuatan Mading Sampah, mahasiswa KKM menghadirkan media edukasi kreatif yang berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah yang tidak terkelola, serta cara-cara sederhana memilah sampah organik dan anorganik.

Media tersebut tidak hanya ditujukan untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak dan remaja agar tumbuh kesadaran sejak dini dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, kegiatan Pembuatan Lubang Biopori menjadi praktik nyata yang melibatkan warga secara langsung. Lubang Biopori yang dibuat bersama ini memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai tempat resapan air hujan, mengurangi potensi banjir, sekaligus mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.

Partisipasi warga dalam kegiatan ini sangat antusias. Mereka turut serta membersihkan lingkungan sekitar, mendengarkan penjelasan mahasiswa, hingga ikut berlatih membuat biopori. Antusiasme ini menunjukkan adanya semangat gotong royong serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka.

Melalui kegiatan Clean Up yang berkolaborasi dengan Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL), KKM Kelompok 20 IUQI Bogor berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu berkelanjutan.

Mahasiswa berharap masyarakat dapat terus melestarikan kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa IUQI Bogor dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, keberadaan KKM bukan hanya sebatas kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.

(Irfan)

BRI KC Mabes TNI CIlangkap Berbagi Jumat Berkah di Empat Lokasi

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI CIlangkap kembali menggelar program Jumat Berkah.

Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Kali ini program Jumat Berkah diadakan di empat lokasi pada 22 Agustus 2025.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI CIlangkap, Pranathan Triatmojo menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan di empat lokasi yaitu di Yayasan Fadhilah Ihsan, Yayasan Rumah Harapan Cilangkap, Yayasan Rumah Harapan Cipayung dan Yayasan PYI.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Pranathan menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan ke empat lokasi merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan. Sebanyak 40 bingkisan sembako dibagikan ke empat lokasi tersebut.

“Kami membagikan 40 bingkisan sembako kepada empat yayasan yang ada disekitar lingkungan kantor,” tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan.

Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

Disini nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRImo.

“Sebagai salah satu perbankan yang banyak menerima penghargaan, BRI terus memaksimalkan pelayanan kepada nasabah. Setiap nasabah yang datang akan dilayani dengan baik, mulai dari pintu masuk hingga ke layanan yang diperlukan seperti teller maupun customer service,” tutupnya.***

Sekda Ajat Sebut Pemkab Bogor Siap Kolaborasi Tangani Kemacetan dengan DKI Jakarta

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor turut serta dalam melakukan penanganan masalah lalu lintas dan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jabodetabek.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan bahwa, kemacetan bukan hanya masalah DKI Jakarta, tetapi juga dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga, termasuk Kabupaten Bogor.

“Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kebijakan baik Pemprov Jakarta maupun daerah sekitarnya,” kata Ajat kepada wartawa Kamis 28 Agustus 2025.

Ia menyebut, tingginya jumlah komuter asal Bogor menuju Jakarta. Dari data, jumlah penumpang dari Bogor mencapai 6.000 orang per hari, jauh di atas target awal sebanyak 2.000 penumpang.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat besar, sekaligus menandakan kontribusi wilayah sekitarnya sangat berpengaruh terhadap lalu lintas di DKI Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Ajat, kolaborasi ini diharapkan ada pembagian peran dan fungsi yang jelas antarwilayah dalam penanganan transportasi. Dengan begitu, tidak menjadi beban sepihak.

“DKI Jakarta adalah kota global dan kebanggaan Indonesia, maka sudah seharusnya semua pihak bekerja sama dalam mengurai permasalahan kemacetan,” ungkap Ajat.*

(Albin Pandita)

Dorong Partisipasi Warga, Disparbud Kota Bogor Luncurkan GEMAR PARIWISATA

0

Bogordaily.net – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor terus berupaya meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan sektor pariwisata.

Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah Gerakan Masyarakat Sadar Pariwisata (GEMAR PARIWISATA), sebuah program yang mengajak warga untuk lebih peduli, ramah, dan aktif dalam mendukung ekosistem wisata berkelanjutan.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus menjelaskan, pariwisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi, melainkan juga oleh kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah.

“Masyarakat adalah garda terdepan yang membentuk citra Kota Bogor. Jika warganya ramah, lingkungannya bersih, dan pelayanannya baik, wisatawan tentu akan merasa nyaman dan ingin kembali,” ujarnya.

Empat Strategi Utama

Program GEMAR PARIWISATA hadir dengan empat strategi utama, yakni:

1. Edukasi dan Sosialisasi, melalui pelatihan, workshop, serta kampanye sadar wisata bagi warga, komunitas, dan pelaku usaha.

2. Kolaborasi Lintas Sektor, melibatkan perangkat daerah, komunitas kreatif, akademisi, dan UMKM agar bergerak bersama.

3. Pemberdayaan Ekonomi Lokal, mendorong produk dan jasa masyarakat agar menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata.

4. Promosi Digital, memanfaatkan website resmi, media sosial, hingga aplikasi pariwisata untuk memperluas jangkauan informasi.

Manfaat Nyata Bagi Warga

Melalui gerakan ini, masyarakat tidak hanya didorong menjaga kebersihan destinasi wisata, tetapi juga berperan sebagai pelaku aktif.

Mulai dari memberikan pelayanan ramah, mengembangkan produk lokal, hingga ikut mempromosikan potensi wisata secara digital.

“Harapannya, GEMAR PARIWISATA bisa menjadi gerakan bersama. Dengan keterlibatan masyarakat, pariwisata Kota Bogor tidak hanya berkembang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” tambahnya.

Dengan strategi tersebut, Disparbud optimistis pariwisata Kota Bogor akan semakin inklusif, berkelanjutan, serta mampu menjadikan Bogor sebagai destinasi wisata berdaya saing yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

(Ibnu Galansa)