Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 416

BRI Luncurkan Kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX, Perkuat Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan posisinya sebagai pelopor layanan keuangan digital di Indonesia.

Dalam upaya mendorong inklusi dan literasi keuangan berbasis teknologi, BRI menjalin kolaborasi strategis dengan INDODAX, platform jual-beli aset kripto terbesar di Indonesia, melalui peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX.

Inisiatif ini menyasar komunitas tech-savvy, pengguna aset digital, dan generasi muda yang membutuhkan layanan perbankan modern, aman, dan efisien. Melalui produk terbaru ini, BRI menghadirkan kemudahan bertransaksi dengan berbagai fitur unggulan yang dirancang khusus untuk nasabah INDODAX.

Nasabah INDODAX yang membuka rekening BRI akan memperoleh kartu debit eksklusif dengan berbagai keistimewaan, di antaranya bebas biaya transaksi kartu secara real-time, akses bebas konversi hingga 12 mata uang untuk mendukung transaksi lintas negara serta mendapatkan cashback hingga Rp100.000 dan extra cashback airdrop 25.000 IDRX dengan penempatan dana mulai dari Rp1 Juta.

Selain itu nasabah juga mendapatkan asuransi kecelakaan hingga 250% dari saldo rekening maksimum Rp150 Juta serta akses ke program loyalitas BRI dan Indodax dengan berbagai promo dan benefit menarik.

Proses aktivasi kartu juga dirancang mudah dan seamless, dimulai dari pembukaan rekening dengan flagging khusus, pengiriman data ke INDODAX, hingga penerbitan reward token sebagai bagian dari ekosistem digital yang terintegrasi.

Untuk memperkuat eksposur program ini, BRI bersama INDODAX akan menjadi co-host dalam Official Coinfest Asia 2025 yang diselenggarakan pada 22 Agustus 2025 di Bali. Coinfest Asia merupakan ajang internasional yang mempertemukan komunitas blockchain, startup, investor, dan digital enthusiasts.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquaris Rudianto mengungkapkan melalui kolaborasi ini, BRI ingin menunjukkan sebagai bank yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren kebutuhan nasabah modern.

“Kehadiran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX merupakan langkah nyata kami dalam mendukung pertumbuhan literasi aset digital di Indonesia,” ujarnya.

Program ini diproyeksikan menjadi katalis dalam meningkatkan Dana Pihak Ketiga (CASA) dan fee-based income BRI. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan strategi BRI dalam memperluas basis nasabah baru, mendorong pertumbuhan ekosistem digital, dan memperkuat inklusi keuangan di Indonesia.

“Peluncuran kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX menjadi bukti nyata transformasi BRI dalam menghadirkan inovasi keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan generasi modern. Melalui kolaborasi ini, BRI tidak hanya memperluas akses layanan perbankan berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai universal bank,” pungkas Aquarius. ***

Imigrasi Bogor Gelar Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing Untuk Penguatan Pengawasan

0

Bogordaily.net — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menyelenggarakan
Sosialisasi Keimigrasian terkait Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) di Hotel Royal Bogor.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan hotel, media, serta organisasi terkait, dengan tujuan memperkuat pengawasan keberadaan orang asing di wilayah Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, menegaskan pentingnya keterlibatan pengelola penginapan dalam mendukung sistem pelaporan orang asing.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ada penguatan tugas dan fungsi dalam pengawasan orang asing melalui APOA. Pemilik penginapan wajib melaporkan tamu asing yang menginap sesuai hukum yang berlaku. Imigrasi Bogor berkomitmen memberikan solusi agar tidak terjadi kekeliruan dalam prosedur keimigrasian,” ujarnya.

Pemaparan materi disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Danil Rachman, yang menjelaskan fungsi serta kemudahan penggunaan APOA mulai dari registrasi, verifikasi, hingga pelaporan check-in dan check-out tamu asing.

Menurutnya, aplikasi ini akan mempermudah pengelola penginapan sekaligus memperkuat upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian.

“Dengan adanya APOA, pelaporan tamu asing dapat dilakukan secara cepat dan akurat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya overstay serta memudahkan petugas imigrasi dalam melakukan screening dan evaluasi kebijakan,” ungkap Danil.

Ketua PHRI, Yuno Abeta Lahay, menyampaikan apresiasi kepada Imigrasi Bogor atas kemitraan yang terjalin. Ia menekankan bahwa hotel-hotel di Kota Bogor siap mendukung implementasi
APOA, sekaligus berharap dukungan berupa call center sebagai jalur alternatif jika terjadi kendala teknis.

Melalui kegiatan ini, Imigrasi Bogor menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan sektor perhotelan dan masyarakat. Dengan optimalisasi penggunaan APOA,
diharapkan pengawasan terhadap orang asing dapat berjalan lebih transparan, cepat, dan akurat. ***

KKM Kelompok 23 IUQI Bogor Berikan Edukasi Stunting Bersama Ahli Gizi

0

Bogordaily.net – Institut Ummul Qura Al-Islami (IUQI) melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 23 hadir dengan misi mulia, yaitu memberikan edukasi mendalam tentang stunting di Kampung Pasir Karok, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Misi mulia tersebut didampingi langsung oleh ahli gizi yaitu dr. Okti agu liu, a.md.gz., yang memberikan edukasi sekaligus materi mengenai stunting.

“Stunting bukanlah takdir, tapi sesuatu yang bisa kita cegah bersama,” ujar dr. Okti agu liu, a.md.gz.,.

Dengan semangat yang membara, para mahasiswa dan dr. Okti berbagi ilmu untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan bebas dari stunting.

Ia mencerahkan lewat edukasi stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis, adalah masalah serius yang sering kali terabaikan.

Berangkat dari kesadaran ini, KKM IUQI kelompok 23 berinisiatif menjembatani jurang pengetahuan antara teori dan praktik di lapangan.

Mereka menyadari bahwa tanpa pemahaman yang benar, upaya pencegahan akan sia-sia. Oleh karena itu, acara ini dirancang bukan hanya sebagai ceramah satu arah, melainkan sebagai forum interaktif yang memungkinkan warga bertanya dan berdiskusi langsung dengan ahlinya.

Penyuluhan yang dipimpin oleh dr. Okti agu liu, a.md.gz., tidak sekadar menjelaskan definisi stunting.

Ia dengan lugas memaparkan tanda-tanda stunting pada anak, penyebab utama, dan dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan kognitif dan fisik.

Lebih dari itu, dr. Okti memberikan panduan praktis tentang gizi seimbang untuk ibu hamil, pentingnya pemberian asi eksklusif, dan cara menyiapkan makanan pendamping asi (mpasi) yang benar.

Para mahasiswa kkm turut membantu dengan menyebarkan pamflet dan mencontohkan cara pengolahan makanan bergizi sederhana yang bisa dipraktikkan di rumah.

Diskusi hangat pun terjadi, di mana warga secara aktif bertanya tentang berbagai mitos yang beredar di masyarakat, dan dr. Okti memberikan jawaban yang ilmiah dan mudah dipahami.

Meskipun acara berjalan sukses, isu stunting di daerah pedesaan seperti kampung pasir karo masih menghadapi tantangan besar. Keterbatasan akses terhadap bahan makanan yang bergizi dan minimnya fasilitas kesehatan adalah hambatan utama.

Selain itu, mengubah kebiasaan dan pola pikir yang sudah mengakar kuat di masyarakat bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, kehadiran kkm kelompok 23 ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjuangan panjang.

Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada tindak lanjut yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak.

Keberhasilan kegiatan ini harus menjadi pemicu untuk langkah-langkah selanjutnya. Sebagai penulis, saya berpendapat bahwa idealnya, program ini tidak berhenti di sini.

Perlu adanya program pendampingan berkelanjutan yang melibatkan kader kesehatan lokal. Kkm iuqi dapat bekerja sama dengan puskesmas atau aparat desa untuk membentuk dan melatih kader-kader ini.

Dengan demikian, ilmu yang telah disampaikan akan terus tersebar dan diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Harapan terbesar adalah agar setiap anak di kampung pasir karo mendapatkan haknya untuk tumbuh optimal, menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Kemenkop Gelar Full Day Capacity Building untuk Perkuat SDM Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Memasuki tahap kedua Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yaitu pengembangan dan operasionalisasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar kegiatan strategis berupa pelatihan dan sertifikasi bertajuk Full Day Capacity Building SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di kampus Mandiri University Regional Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Agustus 2025.

Pelatihan ini bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas para pengurus koperasi, sehingga koperasi benar-benar bisa menjadi motor penggerak ekonomi di pedesaan.

Pelatihan diselenggarakan berkolaborasi bersama PT Jaring, Bank Mandiri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Lembaga terkait lainnya.

Dalam pelatihan itu juga para pengurus koperasi dibekali beragam keterampilan esensial, mulai dari manajerial, kewirausahaan, transformasi digital, hingga praktik koperasi modern.

Dalam sambutan pembukaannya secara daring, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih hanya bisa dicapai apabila dikelola SDM yang kompeten dan profesional, serta memiliki kapasitas memadai.

“Maka dari itu, tahap kedua ini yaitu tahap pengembangan dan operasionalisasi, sangatlah menentukan,” tegas Menkop.

Langkah Meningkatkan Kompetensi SDM

Menkop menambahkan, Kemenkop telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM Kopdes/Kel Merah Putih, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BNSP.

“Program ini menggunakan skema okupasi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih pemula, serta skema kluster penerapan prinsip dasar Kopdes/Kel Merah Putih, yang telah dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Bekasi, Surakarta, dan Banyuwangi,” papar Menkop.

Meski begitu, Menkop mewanti-wanti pelatihan tidak boleh berhenti sampai disini. “Penguatan kapasitas harus terus dilakukan secara masif, melibatkan pelaku koperasi, para ahli, akademisi, serta sektor swasta,” kata Menkop.

Bagi Menkop, dengan pendekatan kolaboratif, dapat mempercepat lahirnya SDM koperasi yang handal dalam mengelola kelembagaan maupun mengembangkan usaha secara profesional.

“Kelembagaan dan SDM koperasi juga perlu diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan, manajemen moderen, dan digitalisasi,” ucap Menkop.

Di samping itu, Menkop berharap sinergi antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan mitra strategis, harus terus diperluas.

“Khususnya, dalam hal permodalan, pemasaran, dan penyediaan infrastruktur penunjang,” ucap Menkop.

Lebih dari itu, Menkop memotivasi para peserta pelatihan untuk menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa, bukan sekadar pelengkap. Tetapi, menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Menkop berharap seluruh peserta pelatihan dapat memanfaatkan kegiatan capacity building ini dengan sebaik-baiknya.

“Jadikan momentum ini sebagai bekal berharga untuk mengembangkan koperasi di daerahnya masing-masing agar semakin mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan anggota , serta masyarakat desa,” kata Menkop.

Menkop menginginkan Kopdes/Kel Merah Putih menjadi contoh nyata bagaimana desa dan kelurahan bisa menjadi pusat kekuatan ekonomi nasional.

“Kami juga mendorong agar para pengurus Kopdes Merah Putih mengupdate informasi di Microsite masing-masing secara realtime,” ujar Menkop.

Kegiatan Strategis

Sementara itu, Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari memaparkan, kegiatan strategis ini memiliki beberapa tujuan agar tahap pengembangan dan operasionalisasi Kopdes Merah Putih berjalan dengan baik.

Diantaranya, meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Kopdes/Kel Merah Putih agar profesional dan berkualitas dalam mengelola kelembagaan koperasi, hingga mendorong transformasi Kopdes/Kel Merah Putih menjadi koperasi modern dan berdaya saing berbasis teknologi digital.

Tujuan lainnya adalah memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penyusunan business plan dan kepemimpinan koperasi, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan koperasi digital.

“Kita juga ingin memanfaatkan peluang pembiayaan, pemasaran produk, konsolidator ekspor, dan kemitraan strategis bagi koperasi,” terang Destry.

Destry merinci jumlah peserta pelatihan secara daring sekitar 15 ribu orang pengurus Kopdes/Kel Merah Putih dari seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat 150 orang pengurus yang hadir secara luring dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Kegiatan diselenggarakan satu hari penuh dengan metode offline dan online,” kata Destry.

Bagi Destry, program penyiapan SDM Kopdes/Kel Merah Putih menjadi kunci untuk langkah selanjutnya. Sehingga, Destry menegaskan dua hal penting. Pertama, kolaborasi seluruh stakeholder termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan desa untuk menyiapkan SDM Kopdes Merah Putih yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Jika dilakukan masif, mereka akan menjadi motor produksi, perdagangan, dan jasa, sekaligus meningkatkan daya beli desa yang berdampak pada ekonomi nasional,” jelas Destry.

Kedua, pelatihan yang diselenggarakan ini telah berbasis sertifikasi, sehingga seluruh peserta yang lulus dipastikan telah memiliki kompetensi minimal yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai pengurus koperasi desa.

“Inilah standar baru penguatan SDM koperasi yang perlu kita replikasi di seluruh Indonesia,” ujar Destry.***

KKM IUQI Gelar Seminar Digital Marketing, Bongkar Cara Siswa Bisa Cuan dari Dunia Digital

0

Bogordaily.net – Kelompok KKM 23 Institut Ummul Qura Al-Islami (IUQI) menggelar seminar bertema Peluang Emas di Era Digital di SMA Negeri 1 Leuwisadeng, pada Kamis, 1 Agustus 2025.

Acara ini menghadirkan Rizki Mubarok, seorang praktisi sekaligus pakar digital marketing, yang selama ini aktif mendampingi UMKM dan anak muda dalam mengoptimalkan platform digital.

Dalam pemaparannya, Rizki menekankan bahwa digital marketing kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Menurutnya, keberhasilan di dunia digital bukan hanya soal keberuntungan, melainkan hasil dari strategi yang terukur.

Tiga Kunci Utama Digital Marketing

Dengan gaya penyampaian santai dan mudah dipahami, Rizki membedah tiga kunci utama digital marketing yang wajib dikuasai generasi muda:

Search Engine Optimization (SEO): Teknik agar konten bisa muncul di halaman pertama Google sehingga mudah ditemukan audiens.

Pemasaran Media Sosial: Strategi membangun personal branding di platform populer seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Analisis Data Digital: Kemampuan membaca data audiens agar strategi pemasaran lebih tepat sasaran.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para siswa menanyakan mulai dari cara monetisasi konten hingga tips memulai bisnis online tanpa modal besar.

Namun, Rizki juga mengingatkan tentang tantangan digital, seperti maraknya hoaks, budaya instan, dan isu etika dalam penggunaan media digital.

Ia menekankan pentingnya konsistensi, kerja keras, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Seminar ini disambut antusias oleh siswa SMA Negeri 1 Leuwisadeng. Pihak sekolah dan KKM IUQI berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal terbentuknya komunitas atau ekstrakurikuler digital marketing di sekolah, sehingga para pelajar dapat terus mengembangkan keterampilannya.

“Harapan kami, anak-anak muda di Leuwisadeng tidak hanya menjadi penikmat media sosial, tetapi juga kreator yang mampu menciptakan peluang kerja serta membawa perubahan positif bagi bangsa,” ujar salah satu perwakilan KKM IUQI.

Fetty Anggraenidini Gandeng PWI Kota Bogor dan Warga, Dorong Implementasi Perda Pelayanan Kepemudaan

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Fetty Anggraenidini, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan generasi muda dengan menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelayanan Kepemudaan.

Kegiatan ini berlangsung di kantor PWI Kota Bogor, Jalan Tiro Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Senin, 25 Aguatus 2025.

Tidak hanya melibatkan insan pers di bawah kepemimpinan Herman Indrabudi, acara tersebut juga dihadiri oleh warga dari Kelurahan Kedung Jaya dan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal.

Sosper ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya peran serta pemuda dalam pembangunan daerah.

Pemuda Sebagai Pilar Masa Depan Daerah

Fetty mengatakan bahwa penyusunan Perda ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat, termasuk pemuda.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang mendukung penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda agar mereka mampu berkontribusi secara maksimal. Pemuda adalah tulang punggung masa depan. Perda ini hadir sebagai panduan dalam membentuk pemuda yang mandiri, handal, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Fetty menyebut bahwa Perda ini mengatur delapan asas dalam pelayanan kepemudaan, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Kebangsaan, Kebhinekaan, Demokratis, Keadilan, Keterbukaan, Kepedulian, Partisipatif, Kebersamaan, Kesetaraan, dan Kemandirian.

“Pedoman ini bertujuan menjadi dasar dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan, guna mendukung terwujudnya pemuda yang mampu membangun dirinya, masyarakat, dan daerah,” jelas Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar.

Strategi Implementasi Perda

Pelayanan kepemudaan juga, lanjut Fetty, diarahkan untuk menumbuhkan patriotisme, semangat profesionalitas, budaya berprestasi, serta meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan bangsa.

Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, masih kata Fetty, perangkat daerah diinstruksikan melakukan inventarisasi minat, bakat, serta potensi pemuda, dan kebutuhan sarana prasarana kepemudaan.

Selain itu, dilakukan pengkajian dan penetapan pedoman teknis berdasarkan norma dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Pelayanan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan pemuda dilaksanakan melalui fasilitasi penyadaran dan pemberdayaan.

“Bentuknya antara lain bisa peningkatan wawasan kebangsaan, penguatan mental spiritual, pelestarian budaya dan lingkungan, serta pengembangan kemandirian ekonomi dan apresiasi seni,” jelasnya.

Fetty juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam mendukung pelayanan kepemudaan.

Keterlibatan ini dapat berupa pemberian masukan kebijakan, pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga fasilitasi pendanaan kegiatan pemuda.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda menjadi kunci keberhasilan implementasi Perda ini,” imbuhnya.

Dukungan dari PWI dan Tokoh Politik

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi mengapresiasi dan menyambut positif Sosper yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Dengan kegiatan ini, menunjukan bahwa anggota Dewan sebagai perwakilan rakyat, betul-betul bekerja dan terus menginisiasi lahirnya Peraturan Daerah yang merupakan aspirasi dari masyarakat.

“Melalui Sosper ini, masyarakat jadi tahu tentang perda-perda yang ada di Provinsi Jawa Barat. Berbagai aspirasi warga disampaikan kepada anggota dewan dan diperjuangkan menjadi sebuah aturan. Inilah pentingnya sosialisasi yang dilakukan anggota dewan. Terima kasih ibu Fetty Anggraenidini sudah mensosialisasikan Perda pelayanan kepemudaan, sehingga bisa diketahui informasinya oleh teman-teman media,” ucap Aldo sapaan Ketua PWI Kota Bogor ini.

Senada, Sekretaris DPD Golkar Kota Bogor, Muhammad Alexander menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fetty Angraenidini.

“Kegiatan Sosper ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat. Fetty Anggraenidini rutin mensosialisasikan berbagai Perda yang ada di Provinsi Jabar, sehingga banyak warga yang mengatahui adanya aturan-aturan di Pemprov Jabar,” pungkasnya.

(Ibnu Galansa)

Buka Bupati Cup 2025, Rudy Susmanto Cetak Atlet Muda Bertalenta Menuju POPDA 2025

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi membuka kegiatan Bupati Cup 2025 di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, pada Senin 25 Agustus 2025.

Adapun, ajang tersebut dilakukan untuk menjaring bakat atlet muda Kabupaten Bogor potensial menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2025.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa, Bupati Cup 2025 yang akan berlangsung dari 25-30 Agustus 2025 bukan sekadar kegiatan seremoni, melainkan bukti komitmen ia dalam membangun pondasi prestasi olahraga di Kabupaten Bogor.

“Acara ini kami kemas tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dengan UMKM. Kami ingin agar kegiatan olahraga juga mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat,” kata Rudy, Senin 25 Agustus 2025.

Kemudian, ia menegaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk hampir enam juta jiwa. Bonus demografi ini.

Menurutnya, adalah modal kuat untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai lumbung talenta emas atlet Indonesia, bahkan hingga ke kancah internasional dan dunia.

“Olahraga bukan hanya kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, memperkuat persatuan, dan membuka peluang prestasi hingga level nasional dan internasional,” jelasnya.

Ada delapan cabang olahraga yang dipertandingkan di Bupati Cup 2025 ini,
yakni diantaranya Taekwondo, Karate, Judo, Basket, Panahan, Panjat Tebing, Atletik dan Grasstrack.

POPDA Tahun 2025

Dimana tujuh diantaranya akan menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Bogor pada POPDA Tahun 2025. Melalui kompetisi ini, para atlet muda akan dipersiapkan secara matang untuk membawa nama baik daerah dalam ajang yang lebih besar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan multi-event ini. Saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang ikut serta membangun pondasi olahraga di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Selain itu, ia mengajak seluruh peserta Bupati Cup 2025 untuk bertanding secara sportif dan membawa nama baik keluarga, sekolah, serta Kabupaten Bogor.

“Selamat berjuang dan bertarung. Kami percaya, banyak anak-anak hebat yang akan lahir dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” pungkasnya,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Ketua DPRD Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Percepatan Infrastruktur di Desa Malasari

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menilai gelaran Tour Malasari 2025 menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Desa Malasari.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menghadirkan event berskala nasional, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan.

“Tentu yang tadi disampaikan Pak Bupati, Indonesia merdeka baru hari ini bisa dibangun oleh Pemda. Tentu ini apresiasi luar biasa untuk Pemkab Bogor. Event Tour Malasari akan dilakukan rutin setiap tahun. Insya Allah roda ekonomi di daerah Malasari akan tumbuh,” kata Sastra Winara, Senin 25 Agustus 2025.

Kemudian, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar harus tetap menjadi prioritas. Ia menyoroti masih jauhnya akses warga Malasari terhadap fasilitas kesehatan.

“Makanya kita selesaikan dulu jalannya. Insya Allah kalau jalannya sudah selesai, mungkin dalam waktu dekat nanti akan dibangun puskesmas di daerah Malasari,” jelasnya.

Selain jalan dan layanan kesehatan, Sastra juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan wisata. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai akan memudahkan hadirnya fasilitas penunjang lain.

“Kalau jalannya sudah rapi dan bersih, insya Allah penerangan jalan juga akan kita rapikan supaya wisatawan bisa datang ke sini,” ujar Sastra.

Terkait ajang balap sepeda, Sastra menilai Tour Malasari memiliki nilai historis karena menjadi event pertama yang langsung masuk dalam kalender nasional.

Ia membuka peluang adanya jalur khusus sepeda di masa depan, namun untuk saat ini fokus utama tetap pada perbaikan jalan.

“Mudah-mudahan kalau jalannya rapi, pertumbuhan ekonomi akan timbul di daerah sini,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

 

Upaya Pengendalian TBC, RSUD Bakti Pajajaran Luncurkan Aplikasi TB Care untuk Pasien

Bogordaily.net – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan. Salah satu langkah nyata datang dari RSUD Bakti Pajajaran Cibinong yang baru saja menghadirkan aplikasi TB Care.

Aplikasi ini dirancang sebagai sarana pendukung pasien TBC agar lebih mudah mengakses layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan efektivitas pengobatan.

Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia A. Satoto, menegaskan bahwa aplikasi TB Care hadir untuk mempermudah pasien dalam menjalani pengobatan yang umumnya berlangsung cukup panjang.

“Aplikasi TB Care merupakan bentuk transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi penderita TBC,” kata Yukie, Senin 25 Agustus 2025.

Ia menjelaskan selama ini pasien TB sangat bergantung pada buku kontrol fisik.

“Melalui aplikasi ini, pasien dapat memantau jadwal kontrol, melihat perkembangan pengobatan, mencatat efek samping obat harian, dan berinteraksi langsung dengan petugas melalui fitur call center,” jelasnya.

Ia mengungkapkan TB Care merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk memperkuat literasi kesehatan serta mendorong kemandirian pasien dalam proses penyembuhan.

“Kami percaya bahwa pasien yang berdaya dan keluarga yang terinformasi merupakan mitra terbaik dalam proses penyembuhan,” ujar dr Yukie.

“Aplikasi ini merupakan langkah konkret kami dalam membangun layanan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga sportif dan inovatif,” tambahnya.

(Albin Pandita)

Dedie Rachim Tinjau Pengecekan Akhir Akses Jalan Sementara Saleh Danasasmita, Segera Dibuka untuk Umum

0

Bogordaily.net — Upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mempercepat kelancaran arus lalu lintas kembali ditunjukkan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turun langsung meninjau pengecekan akhir akses jalan sementara di Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Senin, 25 Agustsus 2025.

Dalam peninjauan itu, Dedie didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah I Bandung, serta pihak PT KAI. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan kesiapan jalan sebelum resmi dibuka untuk masyarakat.

Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa secara umum akses jalan sementara ini sudah bisa difungsikan. Namun, Dedie menekankan bahwa masih ada sejumlah catatan teknis yang harus segera diperbaiki demi keselamatan pengendara.

Di antaranya gap antara beton saluran air dengan aspal, penerangan jalan yang perlu ditambah, hingga bottleneck yang harus diselesaikan segera.

“Setelah pengecekan akhir ini sangat memungkinkan untuk segera dibuka, kita akan langsung rapat koordinasi di Balai Kota bersama BTP dan PT KAI,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, perbaikan detail akan segera dikerjakan oleh dinas teknis terkait agar aspek keamanan dan kenyamanan pengendara benar-benar terpenuhi.

Selain akses jalan, pengerjaan bronjong pada tebingan oleh BTP Wilayah I Bandung juga masih terus berlangsung. Kendati demikian, Dedie memastikan proyek tersebut tidak akan menghambat rencana pembukaan jalan sementara ini.

“Karena memang harus di-treatment sedemikian rupa, supaya betul-betul secara keselamatan terpenuhi, secara teknis konstruksi terpenuhi,” ucapnya.

(Ibnu Galansa)