Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 426

Dosen dan Mahasiswa UPNVJ Pasang Eco-Filter di Indramayu, Bantu Jaga Kualitas Air Kolam Ikan

0

Bogordaily,net – Desa Pabean Udik di Kecamatan Indramayu dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi budidaya ikan, terutama ikan nila. Namun, dalam praktiknya, banyak kolam warga yang belum memiliki sistem penyaringan air. Air cepat kotor akibat kotoran ikan dan sisa pakan, sehingga kolam harus sering dikuras. Selain boros air dan tenaga, kondisi ini juga kurang baik bagi kesehatan ikan dan lingkungan. Karena otu Dosen dan Mahasiswa UPNVJ hadir di sana.

Menanggapi situasi tersebut, dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta hadir melalui kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (Abdimas 2025) untuk mendampingi warga dengan memasang sistem penyaringan air sederhana, yaitu BioFilter, di salah satu kolam ikan nila milik warga di kawasan Taman Cumi-Cumi, Desa Pabean Udik.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini. Mereka menunjukkan ketertarikan dan partisipasi aktif, mulai dari pemasangan hingga pemahaman cara kerja dan perawatan filter. Banyak warga yang merasa terbantu karena selama ini kolam mereka sering mengalami air keruh, namun belum memiliki cara penanganan yang efektif dan mudah dijangkau.

Kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara warga dan tim UPNVJ untuk saling berbagi pengetahuan seputar filterisasi air dan media yang digunakan.
EcoFilter yang diterapkan merupakan sistem penyaringan air kolam berbasis bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dan ramah lingkungan. Dalam sistem ini, digunakan tiga media utama, yaitu:

– Biofoam: menyaring kotoran kasar seperti sisa pakan dan lumpur sekaligus menjadi
tempat hidup bakteri baik untuk proses biologis.

– Momogi (keramik berpori): menjadi tempat berkembangnya bakteri pengurai senyawa
berbahaya seperti amonia.

– Cangkang oyster (kerang tiram): berfungsi untuk menjaga kestabilan pH air serta
memberikan tambahan mineral alami bagi ekosistem kolam.

Ketiga media ini dipasang bersama pompa air celup yang membantu mengalirkan dan menyaring air secara terus-menerus, sehingga kolam tetap bersih tanpa harus dikuras terlalu sering.

Setelah EcoFilter dipasang, diharapkan kondisi air kolam ikan nila akan terus menjadi jauh lebih bersih dan jernih. Frekuensi pengurasan air berkurang, kualitas air membaik, dan pertumbuhan ikan pun menjadi lebih optimal. Selain dampak teknis, kegiatan ini juga membawa manfaat edukatif: warga jadi lebih memahami pentingnya filterisasi air dan merasa lebih percaya diri untuk mengelola kolam secara mandiri ke depannya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UPNVJ berupaya menunjukkan bahwa teknologi
sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika diterapkan tepat sasaran. EcoFilter bukanlah teknologi baru, namun kehadirannya dalam kegiatan pengabdian ini menjadi bentuk nyata dari semangat kolaborasi kampus dengan masyarakat.

UPNVJ berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat dalam mengelola lingkungan dan budidaya ikan secara lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.***

UPN Veteran Jakarta Gencarkan Inovasi Pembelajaran Lewat Program STEM di SD Negeri 3 Pabean Udik Indramayu

0

 

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar di daerah pesisir. Tim UPN Veteran Jakarta sukses melaksanakan Pengabdian Masyarakat yang menyasar guru dan siswa SD Negeri 3 Pabean Udik, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dan minat belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran inovatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan bagi guru, pendistribusian modul STEM, serta demonstrasi langsung alat peraga edukatif yang interaktif.

Guru-guru dilatih menggunakan pendekatan STEM untuk menyusun kegiatan belajar yang lebih menarik, sementara siswa diberikan pengalaman belajar melalui eksperimen seperti volcano eruption, mobil panel surya, dan generator listrik sederhana.

Tujuan Diadakannya Program

Tujuan utama dari program ini adalah menjawab permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa dan minimnya inovasi dalam pembelajaran di SDN 3 Pabean Udik, dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan aplikatif.

Pendekatan STEM dianggap penting untuk diperkenalkan sejak dini, karena mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta kreativitas siswa.

Terlebih di wilayah seperti Desa Pabean Udik, yang menghadapi tantangan pendidikan serius, termasuk angka putus sekolah yang tinggi dan minimnya dukungan belajar di rumah. Dengan metode STEM, siswa diajak untuk belajar melalui praktik langsung dan observasi, bukan sekadar hafalan.

Di sisi lain, guru-guru yang sebelumnya masih mengandalkan metode konvensional, kini didorong untuk menciptakan kegiatan belajar yang lebih kolaboratif dan kontekstual, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Sosialisasi dan pelatihan metode STEM yang dilakukan di SDN 3 Pabean Udik disambut dengan sangat antusias. Para guru terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik penggunaan modul. Sementara siswa terlihat sangat bersemangat ketika mengikuti demonstrasi alat peraga.

Kepala SDN 3 Pabean Udik, Ibu Ayu Rahayu, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini, “Program ini sangat bermanfaat, guru-guru jadi punya bekal baru dalam menyampaikan materi. Anak-anak pun sangat senang karena belajarnya jadi menyenangkan dan penuh eksperimen.”

Bu Nurul, salah satu guru menyampaikan, “Awalnya kami belum terbiasa dengan pendekatan seperti ini, tapi setelah melihat langsung, kami jadi lebih semangat untuk mencoba metode baru di kelas.”

Kemudian Anin, salah satu siswa kelas 5 turut berkomentar, “Seru banget lihat gunungnya meletus! Aku jadi pengen tahu cara kerjanya.”

 

Pasha Ungu Klarifikasi Video Joget DPR, Ekspresi Gembira Usai Pidato Prabowo

0

Bogordaily.net – Suasana Sidang Tahunan MPR 2025 yang biasanya berlangsung penuh formalitas mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena isi pidato Presiden Prabowo Subianto semata, melainkan beredarnya video joget anggota DPR.

Fenomena ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Salah satu figur yang kemudian memberikan klarifikasi adalah Sigit Purnomo Said, atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasha menegaskan bahwa apa yang terlihat di video viral tersebut bukan bentuk kelalaian tugas anggota dewan, melainkan ekspresi kegembiraan yang spontan.

“Sebenarnya saya nggak tahu ya, maksudnya spontanitas kawan-kawan gitulah karena memang sebenarnya yang terjadi itu adalah kegembiraan teman-teman terkait dengan pidato kenegaraan Bapak Prabowo,” kata Pasha.

Puas Akan Capaian Presiden Prabowo

Menurutnya, banyak anggota DPR merasa puas dengan capaian Presiden Prabowo Subianto dalam 10 bulan terakhir. Hal itulah yang kemudian menciptakan suasana riang hingga berujung pada aksi berjoget di ruang sidang

Pasha menjelaskan bahwa sejumlah program yang digagas pemerintah saat ini mendapat penerimaan positif di kalangan legislatif.

“Pak Prabowo Subianto dalam membawa nakhoda pembangunan di Republik Indonesia, khususnya dalam kurun 10 bulan terakhir ini, on track gitu, baik itu soal swasembada, baik itu soal penegakan hukum, baik itu soal kesejahteraan masyarakat, baik itu soal makanan bergizi dan lain sebagainya, inilah jadi kegembiraan kawan-kawan,” ungkapnya.

Menurut Pasha, ekspresi bahagia para anggota dewan tersebut adalah wujud apresiasi terhadap keberhasilan pemerintah.
Meski begitu, video para anggota DPR yang berjoget di ruang sidang tahunan menuai beragam respons.

Ada yang menilai hal itu wajar sebagai ekspresi spontan, namun ada pula yang mengkritik bahwa perilaku tersebut tidak sesuai dengan etika formal acara kenegaraan.

Sejumlah komentar warganet menilai aksi itu “tidak elok”, terlebih mengingat sidang tahunan MPR merupakan forum resmi negara yang sakral. Namun, sebagian lainnya justru melihat sisi manusiawi dari para pejabat yang mengekspresikan kegembiraan.

Menanggapi kritik, Pasha menegaskan bahwa tidak ada niat dari para legislator untuk meremehkan tugas mereka.

Ia menekankan peran DPR RI tetaplah utama, yakni memperjuangkan aspirasi masyarakat serta mengawasi jalannya pemerintahan.***

Menkes Budi Pastikan Balita di Sukabumi Meninggal Bukan Karena Cacingan

0

Bogordaily.net – Kasus meninggalnya Raya, balita asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Pasalnya, tim medis sempat menemukan lebih dari satu kilogram cacing gelang di dalam tubuhnya.

Temuan itu memicu anggapan bahwa sang balita meninggal akibat cacingan parah. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kematian Raya bukan disebabkan oleh cacingan.

“Yang bersangkutan meninggal bukan karena cacingan, melainkan karena infeksi,” ujar Budi.

Menurut Menkes, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Raya mengarah pada infeksi berat yang menjalar ke seluruh tubuh atau dikenal dengan istilah sepsis.

“Infeksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya meningitis atau tuberkulosis (TBC), karena almarhumah sudah menderita batuk berdahak selama tiga bulan tanpa henti,” jelas Budi.

Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan daya tahan tubuh melemah sehingga bakteri mudah menyebar ke organ vital. Inilah yang kemudian membuat penanganan medis menjadi lebih sulit.

“Jadi penyebab kematiannya adalah sepsis atau infeksi yang menjalar ke seluruh tubuh,” tegasnya.

Kasus ini menurut Budi menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli pada deteksi dini penyakit. Ia mengingatkan agar layanan cek kesehatan gratis yang telah disiapkan pemerintah benar-benar dimanfaatkan.

“Kalau ketahuan lebih dini, seharusnya tidak perlu sampai meninggal. Presiden Prabowo ingin agar 280 juta masyarakat bisa mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, termasuk untuk penyakit infeksi, TBC, maupun cacingan,” kata Budi.

Menkes menambahkan, pemerintah sudah memastikan obat cacing tersedia di seluruh puskesmas dengan harga murah namun tetap efektif. Hal itu harus diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara berkala.

Terkait dugaan kurang optimalnya pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi, Kemenkes akan segera melakukan evaluasi. Budi menekankan pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi penyakit menular maupun kasus cacingan di wilayahnya.

“Kalau ada kasus cacingan, puskesmas harus segera membagikan tablet anti cacing. Kalau ada TBC, harus langsung dilakukan deteksi dan pengobatan. Kami berharap masyarakat juga sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis ini,” pungkasnya.***

Pakar Hukum Soroti OTT KPK Terhadap Wamenaker, Ironis Usai Pidato Antikorupsi Presiden

0

Bogordaily.net – Ahli hukum pidana khusus korupsi dan pencucian uang, Yenti Garnasih, memberikan tanggapan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, bersama sejumlah orang lainnya.

“Kita saat ini menunggu penjelasan resmi KPK mengenai OTT terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer beserta pihak lain yang ikut diamankan, termasuk barang bukti yang sudah disita,” ujar Yenti, Sabtu 23 Agustus 2025.

Menurut Yenti, penangkapan ini terasa sangat kontras karena hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pidato 17 Agustus 2025 untuk memberantas praktik korupsi di tanah air.

“Baru saja Presiden menyatakan akan membongkar habis praktik korupsi, tapi ternyata ada pejabat yang malah ditangkap. Ini sangat ironis,” ucapnya.

Ia menjelaskan, langkah OTT oleh KPK tidak mungkin dilakukan tanpa proses penyelidikan mendalam.

“Biasanya, OTT sudah diawali dengan penyadapan dan pengumpulan data cukup lama. Kita hanya tinggal menunggu perkembangan status hukumnya,” jelas Yenti.

Lebih jauh, ia menilai kejadian ini menjadi alarm bahwa praktik korupsi masih merajalela dan perlu evaluasi serius.

“Kenapa masih banyak pejabat yang berani melakukan korupsi? Artinya, hukuman yang ada belum menimbulkan efek jera,” katanya.

Yenti menyinggung beberapa hal yang membuat pemberantasan korupsi kurang efektif, antara lain ringannya hukuman, pemberian remisi, hingga tetap adanya hak politik bagi terpidana.

“Faktor-faktor inilah yang menjadi akar persoalan, sehingga upaya penjeraan bisa dikatakan gagal. Semua celah itu harus segera ditutup,” tegasnya.

Ia menekankan, selain penindakan, upaya pencegahan juga harus diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Yang terpenting, setiap penanganan kasus korupsi harus memberi efek jera, baik bagi pelaku maupun calon pelaku lainnya. Pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan,” pungkas Yenti.

(Ibnu Galansa)

Prabowo Resmi Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Ditangkap KPK

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah tegas setelah Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui keputusan resmi yang diteken pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, Noel diberhentikan dari jabatannya sebagai pejabat publik.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, tidak lama setelah KPK mengumumkan status tersangka Noel.

“Kami berharap ini jadi pembelajaran bagi kita semuanya, terutama bagi seluruh anggota kabinet Merah Putih,” kata Prasetyo Hadi.

Menurut Prasetyo, langkah Presiden merupakan bentuk konsistensi pemerintahan dalam menjaga integritas dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, KPK secara resmi mengumumkan penetapan Noel sebagai tersangka pada Jumat sore, 22 Agustus 2025.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa Noel diduga menerima uang sebesar Rp 3 miliar dan sebuah motor gede merek Ducati. Gratifikasi tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Uang itu diterima pada akhir tahun lalu, atau sekitar dua bulan setelah Noel menjabat,” ungkap Setyo.

Fakta ini mengejutkan publik karena Noel dikenal sebagai aktivis yang cukup vokal sebelum masuk ke lingkaran kekuasaan.

KPK kini masih terus mendalami aliran dana Rp 3 miliar yang diterima Noel. Tidak menutup kemungkinan, penyidik akan mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri apakah ada pihak lain yang terlibat.***

AMKB Siap Gerakkan Massa Jika Pelaku Vandalisme Balaikota Tak Segera Ditangkap

0

Bogordaily.net – Aliansi Masyarakat Kota Bogor (AMKB) yang terdiri dari 27 kelompok, mulai dari organisasi masyarakat hingga elemen komunitas warga, mengecam keras aksi vandalisme yang terjadi di Gedung Balaikota Bogor pada Kamis 21 Agustus 2025.

Gedung Balaikota yang merupakan cagar budaya dan aset sejarah Kota Bogor didapati menjadi sasaran aksi perusakan saat unjuk rasa yang berlangsung sehari sebelumnya.

AMKB menilai tindakan tersebut sebagai perilaku tidak terpuji dan bentuk pelecehan terhadap warisan sejarah yang dilindungi oleh undang-undang.

Perwakilan AMKB, Saepul menyampaikan harapannya agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami berharap kepada Kapolresta Bogor Kota untuk segera menangkap para pelaku. Hal ini agar menjadi peringatan dan kami minta segera dilakukan prosedur hukum terhadap pelaku vandalisme tersebut,” tegas Saepul, Jumat 22 Agustus 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Umar Dani dari AMKB membacakan pernyataan sikap resmi, yang berisi:

1. Menyikapi aksi unjuk rasa kemarin yang mengakibatkan tindakan vandalisme pada objek cagar budaya yang dilindungi undang-undang.

2. Meminta aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku vandalisme sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.

3. Akan mengawal proses penegakan hukum ini selama 3×24 jam.

4. Jika tuntutan tidak segera dilaksanakan, AMKB akan menggerakkan massa secara besar-besaran untuk mencari dan memastikan pelaku diproses.

AMKB juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilaksanakan dengan etika dan tidak merusak fasilitas publik, terlebih gedung yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Unjuk rasa adalah hak yang dijamin, tetapi tidak dibenarkan jika dilakukan dengan cara merusak. Balaikota adalah simbol pemerintahan sekaligus cagar budaya yang wajib kita jaga bersama,” ujar Umar Dani.

AMKB menambahkan, untuk saat ini penyampaian aspirasi diwakili oleh sejumlah perwakilan kelompok agar tidak mengganggu aktivitas Polresta Bogor.

Selanjutnya, mereka memastikan akan membuat laporan resmi agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Aliansi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku ditangkap dan diproses hukum, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk ikut menjaga aset cagar budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan kota.*

(Ibnu Galansa)

Amaroossa Royal Bogor x RS PMI Bogor Gelar Aksi Donor Darah di Hari Kemerdekaan

0

Bogordaily.net – Wujud Nyata Kepedulian Sosial di Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Hotel Amaroossa Royal Bogor bekerja sama dengan RS PMI Bogor menyelenggarakan kegiatan aksi donor darah yang diikuti oleh para karyawan serta tamu hotel.

Bertempat di area Samudera – Meeting Room Amaroossa Royal Bogor, kegiatan ini berlangsung pada pagi hingga siang hari, dengan antusiasme yang tinggi dari peserta.

Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada tim medis dari RS PMI Bogor, yang menjadi mitra resmi dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Amaroossa Royal Bogor, yang secara konsisten menghadirkan aksi-aksi sosial untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya aksi ini, kami mengharapkan bisa membantu stok darah di Kota Bogor, terlebih sebagai aksi nyata di momen penting seperti HUT RI.

Selain donor darah, suasana HUT RI di Amaroossa Royal Bogor juga diramaikan dengan berbagai kegiatan perlombaan antar karyawan, mengusung semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Amaroossa Royal Bogor berharap dapat terus menjadi bagian dari komunitas yang peduli, tidak hanya dalam memberikan pelayanan perhotelan terbaik, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang membangun.***

Lurah Pasirjaya Raih Predikat Lulusan Terbaik Diklat Kepemimpinan Jabar 2025

0

Bogordaily.net – Lurah Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, R. Giri Maya Yudistira, S.Kom, berhasil meraih predikat lulusan terbaik pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat tahun 2025.

Dalam pelatihan tersebut, Giri menyajikan laporan aksi perubahan berjudul “Percepatan Penanganan Stunting Melalui Pembangunan Ekosistem Pentahelix di Kelurahan Pasirjaya Bogor Barat.”

Inovasi ini dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap upaya percepatan penanganan stunting di wilayahnya.

Prestasi ini kian membanggakan karena Giri harus bersaing dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Pencapaiannya sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan aparatur di tingkat kelurahan.

“Predikat ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga motivasi bagi kami di Kelurahan Pasirjaya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan masyarakat,” ujar Giri usai menerima penghargaan.

Dengan penghargaan ini, diharapkan upaya penanganan stunting melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat dapat menjadi model pengembangan di wilayah lain di Jawa Barat.***

Ibnu Galansa

Wamenkop: Harmonisasi Aturan Pembiayaan Kopdes Rampung, Juklak-Juknis Segera Terbit Pekan Depan

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan proses harmonisasi aturan pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) telah selesai. Ditargetkan pekan depan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) bisa diterbitkan sehingga Kopdes dapat segera mengakses pembiayaan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono yang juga sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih mengatakan harmonisasi diperlukan karena seluruh prosedur pembiayaan Kopdes/Kel Merah Putih didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49/2025 Tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Kopdes dan juga Peraturan Menteri (Permen) Desa dan PDT Nomor 10/2025 Tentang Mekanisme Persetujuan dari Kepala Desa dalam Rangka Pembiayaan Kopdes.

“Kita akan segera keluarkan Juklak dan Juknis dari Satgas Nasional untuk digunakan oleh Koperasi Desa Merah Putih dan menjadi pedoman kepada Satgas di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota,” kata Wamenkop Ferry saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Kementerian/Lembaga dan BUMN terkait Skema dan Mekanisme Pembiayaan Kopdes/ Kel Merah Putih di Jakarta, Jumat (22/08).

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad P. Bolombo, dan sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya serta pimpinan perwakilan Bank Himbara.

Keberadaan Juklak dan Juknis ini menjadi pedoman dasar dan penting untuk mempercepat operasionalisasi ribuan Kopdes di seluruh Indonesia. Aturan teknis yang akan diterbitkan tersebut sekaligus menjawab masukan dari DPR maupun perbankan terkait kriteria dan prosedur dasar Kopdes/ Kel penerima pinjaman.

“Hasil RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi VI ada rekomendasi masing-masing bank Himbara membuat aturan teknis terhadap Kopdes yang akan disalurkan. Kami pahami itu karena kita juga sedang menunggu PMK soal penempatan dana pemerintah di Bank Himbara,” jelas Ferry.

Terbitnya juklak dan juknis, sebanyak 7.000an dari 16.000 Kopdes yang sudah terdaftar melalui microsite diproyeksikan dapat segera mengakses pembiayaan ke Bank Himbara untuk tahap awal. Tahap awal ini akan difokuskan pada Kopdes/ Kel yang telah memiliki sarana fisik yang memadai dan juga ekosistem bisnis yang sudah berjalan.

“Mereka bisa mengakses (pembiayaan) untuk tahap awal, mulai dari akhir Agustus-September ini secara bertahap. Verifikasi terhadap Kopdes/ Kel yang memenuhi kriteria sedang kita lakukan,” kata Wamenkop Ferry.

Dalam rakor ini, Wamenkop Ferry mengapresiasi inisiatif dari seluruh anggota Bank Himbara yang sigap menyusun aturan teknis mandiri terkait skema penyaluran pembiayaan bagi Kopdes/ Kel Merah Putih untuk menyempurnakan aturan teknis yang akan ditetapkan oleh Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Penyusunan aturan teknis dari setiap anggota Himbara ini sebenarnya cantolannya adalah tetap PMK Nomer 49/ 2025. Kemudian Peraturan Menteri Desa dan Peraturan Menteri (10/2025) untuk prosedur penyaluran,” kata WamenKop.

Di dalam juklak dan juknis tersebut memuat beberapa aspek penting yang perlu dilakukan Kopdes/ Kel Merah Putih untuk mengakses pembiayaan ke Bank Himbara seperti prosedur pengajuan proposal dan aspek teknis lainnya. Dikatakan Wamenkop Ferry bahwa salah satu kendala yang akan dihadapi untuk percepatan penyaluran pembiayaan kepada Kopdes/ Kel adalah keterbatasan penyusunan proposal dan minimnya kapasitas pengurus menjadi salah satu fokus pemerintah.

Oleh karena itu, Kemenkop mengambil peran sebagai penanggung jawab pelatihan pembuatan proposal bisnis agar koperasi siap secara administratif maupun manajerialnya. Dengan adanya aturan yang lebih sederhana, pengawasan yang kuat, serta pelatihan yang terintegrasi, pemerintah optimistis pembiayaan Kopdes/ Kel Merah Putih oleh Himbara dapat berjalan efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, mengingatkan agar seluruh Kementerian/ Lembaga (K/L) yang terlibat untuk terus menjalin koordinasi yang erat dan saling gotong royong.

“Ini etape berikutnya yang lebih sulit karena yang kita kerjakan ini bisnis yang harus untung. Jadi semua K/L harus merasa saling memiliki terhadap program Kopdes/ Kel Merah Putih ini dan jangan hanya menganggap sebagai pelengkap saja,” ujar Riza. Dalam memperkuat fungsi pengawasan, Riza mengusulkan adanya satgas di tingkat kecamatan. Hal ini diperlukan agar tingkat kegagalan dari Kopdes/ Kel Merah Putih dapat ditekan.***