Home Blog Page 469

PLN UP3 Bogor Junjung Tinggi Profesionalisme, Hadirkan Pelayanan PS4 untuk Seluruh Pelanggan

0

Bogordaily.net – PLN UP3 Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sebagai wujud peningkatan kualitas interaksi dan kepuasan pelanggan, setiap masyarakat yang mendatangi kantor PLN UP3 Bogor akan mendapatkan layanan PS4 (Senyum, Sapa, Salam, dan Santun) sebagai standar budaya pelayanan yang telah diterapkan secara konsisten.

Pelayanan PS4 memastikan setiap pelanggan memperoleh pengalaman yang ramah, profesional, serta solutif sejak pertama kali memasuki kantor pelayanan. Budaya pelayanan ini tidak hanya mencerminkan profesionalisme petugas, tetapi juga menjadi wujud nyata dari upaya PLN dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Manajer UP3 Bogor, Grahaita Gumelar menyampaikan bahwa budaya layanan PS4 merupakan elemen penting dalam menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan.
“Kami ingin setiap pelanggan merasakan kenyamanan dan kepedulian ketika datang ke kantor PLN. Melalui budaya PS4, kami memastikan seluruh pegawai melayani dengan sepenuh hati dan profesional,” ujarnya.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo turut memberikan apresiasi atas konsistensi PLN UP3 Bogor dalam menerapkan budaya layanan tersebut.
“Pelayanan berkualitas tidak hanya terlihat dari kecepatan, tetapi juga dari sikap dan etika dalam melayani. Saya berharap budaya PS4 ini terus dipertahankan dan menjadi identitas pelayanan PLN di seluruh Jawa Barat,” ungkapnya.

PLN UP3 Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi, sikap proaktif, dan budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan penerapan PS4 yang sudah berjalan baik, diharapkan dapat menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman, cepat, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.***

Bangun Kepemimpinan Berbasis Empati, Pengurus ISPA & ISPI UQI Ikuti Pelatihan Emotional Awareness

0

Bogordaily.net — Para pengurus ISPA & ISPI mengikuti Seminar On Emotional, Awareness, and Empathy yang digelar di basement Masjid Ummul Quro Al-Islami, Sabtu (29/11/2025).

Ketua pelaksana, Usth. Cucu Handrika, menjelaskan bahwa tujuan utama seminar adalah membangun pola kepengurusan yang lebih dewasa secara emosional.

“Untuk membentuk kepengurusan yang baik, setiap pengurus harus mampu mengendalikan emosi serta memiliki kesadaran bahwa ia memegang amanah untuk mengatur anggota,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa seminar ini dilaksanakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kepengurusan pada periode sebelumnya, khususnya terkait pengelolaan emosi, dan tanggung jawab sebagai pengurus.

Persiapan acara dimulai dengan diskusi intensif bersama CEO Sakola Diplomasi. Tim kemudian menggelar forum khusus untuk menentukan tema yang paling relevan, hingga akhirnya dipilih tema tentang pengendalian emosi, isu yang dinilai paling mendesak dan dibutuhkan oleh para pengurus.

“Untuk persiapan kita mulai dari diskusi terutama dengan CEO Sakola Diplomasi, lalu kita membuat forum untuk mendiskusikan tema dari seminar ini dan pada akhirnya kami mengangkat tema pengendalian emosi yang juga cocok untuk para pengurus,” tuturnya.

Tidak hanya persiapan yang panjang, beliau selaku pembimbing acara, juga menambahkan beberapa kendala yang dialami selama persiapan seminar.

“Kendala pertama adalah waktu dan jarak, karena tim kami tidak semuanya berasal dari Ummul Quro. Kendala kedua, acara ini berdekatan dengan waktu ujian sehingga perlu koordinasi dengan pihak madrasah dan dewan pendidikan,” jelasnya.

Materi utama dalam seminar ini disampaikan langsung oleh psikolog, Ibu Retno Lelyani Dewi, S.Psi., M.Pd. Beliau menegaskan pentingnya kemampuan mengelola emosi dalam dunia organisasi.

“Sabar itu bukan dari hati, tapi dari otak. Otak menetralisir sehingga menimbulkan positive thinking atau sabar. Kalau seseorang sedang emosi, logika tidak akan jalan. Kalau kalian bisa mengendalikan emosi, 80% masalah bisa selesai.” Pungkasnya.***

PLN UP3 Bogor Jalin Sinergi dan Kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Bogor

0

Bogordaily.net — Manajemen PLN UP3 Bogor menjalin sinergi dan kolaborasi strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dalam rangka memperkuat dukungan hukum, meningkatkan kepastian pelayanan publik, serta menjaga keberlanjutan operasional kelistrikan di wilayah Bogor.

Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Kejari Kota Bogor dan dihadiri oleh Manager PLN UP3 Bogor beserta jajaran, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor beserta jajaran struktural.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk memperkuat koordinasi, khususnya dalam aspek pendampingan hukum, pengamanan aset negara, percepatan penyelesaian permasalahan hukum terkait kelistrikan, serta edukasi bersama kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman dan sesuai ketentuan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan PLN di wilayah Bogor.

“PLN sangat membutuhkan sinergi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap layanan dan aset negara yang kami kelola terlindungi secara hukum. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperlancar tugas PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat, sekaligus memberikan kepastian dan keamanan bagi seluruh proses operasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Agung Arifianto, S.H., M.H. menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen kejaksaan dalam mendukung pelayanan publik.

“Kami siap mendukung PLN UP3 Bogor melalui pendampingan hukum dan kerja sama yang konstruktif. Sinergi ini penting agar pelayanan listrik kepada masyarakat dapat berjalan optimal serta mencegah potensi permasalahan hukum di kemudian hari. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menyambut baik atas pertemuan 2 lembaga ini yang harus selalu berkolaborasi untuk kepentingan bangsa & negara.

“PLN selalu membina hubungan baik kepada siapapun apalagi dengan lembaga negara yang berperan sangat penting untuk pengakan hukum di Indonesia. Hari ini melalui PLN UP3 Bogor kami menyampaikan pesan bahwa Kejaksaan Negeri merupakan mitra strategis kami untuk menjalankan proses bisnis kami yang bersih dan berkeadilan,” tambah Sugeng.

Kerja sama antara PLN UP3 Bogor dan Kejari Kota Bogor ke depan akan diimplementasikan melalui kegiatan pendampingan hukum, diskusi teknis, serta program edukasi bersama mengenai kepatuhan hukum dan keselamatan ketenagalistrikan. Dengan terjalinnya sinergi ini, diharapkan pelayanan kelistrikan di Kota Bogor dapat semakin aman, transparan, dan andal.***

Ketika Diksi Membunuh Empati: Saatnya Bangsa Ini Berani Memahami daripada Berkata “ Tidak”

0

Bogordaily.net – Slogan “Say No to Drugs”, ini terdengar gagah dan moralistis. Ia menghiasi tembok sekolah, spanduk pemerintah, bahkan baliho di jalanan. Namun di balik kesederhanaannya, terdapat kekeliruan mendasar yang jarang dikoreksi: diksi, drugs dalam bahasa Inggris berarti obat, bukan narkotika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drugs adalah obat-obatan. Tapi di Indonesia, istilah ini digeneralisasi secara keliru hingga identik dengan narkotika dan zat terlarang. Kekeliruan linguistik ini tidak berhenti di ranah bahasa tapi berlanjut menjalar menjadi kesalahan kebijakan, cara pandang, hingga stigma sosial yang menindas.

Akibat generalisasi ini, publik diajak percaya bahwa semua “drugs” adalah musuh. Padahal tanpa obat, dunia medis tidak akan pernah maju. Obat bius memungkinkan operasi tanpa derita, antibiotik menyelamatkan nyawa, dan obat psikiatri membantu orang dengan gangguan mental untuk tetap stabil menjalani hidup. Apakah kita ingin mengatakan kepada mereka: “Say No to Drugs”? Kesalahan ini tampak sederhana, tapi dampaknya luar biasa luas. Ia menumbuhkan stigma dan diskriminasi terhadap siapa pun yang berurusan dengan zat kimia, termasuk mereka yang menggunakan narkotika karena ketergantungan atau kebutuhan medis. Mereka yang seharusnya mendapat layanan kesehatan justru dikriminalisasi dan diusir dari ruang kemanusiaan.

Perang terhadap narkotika terbukti tidak pernah menyelesaikan persoalan akan tetapi justru memperumitnya.

Pendekatan represif yang mengandalkan penangkapan massal, hukuman berat, dan penjara sebagai Solusi hanya menciptakan lingkaran penderitaan tanpa ujung terhadap rakyat yang membayar pajak.

Kebijakan ini tidak menurunkan angka penggunaan narkotika, melainkan memperluas dampak sosialnya: penjara penuh, stigma melekat, akses kesehatan tertutup dan yang paling memprihatinkan adalah maraknya transaksional di penanganan kasus narkotika.

Ironisnya, di saat negara asal pencetus War on Drugs yakni Amerika Serikat dan negara maju mulai beralih ke pendekatan kesehatan dan harm reduction, Indonesia masih teguh memeluk strategi lama yang gagal. Kita masih percaya bahwa ketakutan bisa menggantikan pemahaman, dan hukuman bisa menggantikan perawatan. Padahal, pendekatan represif tidak pernah menyembuhkan, namun hanya memindahkan masalah dari jalanan ke balik jeruji. Sudah saatnya kita mengakui: perang ini bukan melawan zat, tapi melawan manusia. Dan setiap kebijakan yang menindas atas nama perang, sejatinya sedang berperang melawan kemanusiaan itu sendiri.

Di sinilah pentingnya perubahan arah. Dari “Say No to Drugs” yang lahir dari ketakutan, menuju “Say Know to Drugs” yang berangkat dari pengetahuan. “Say Know to Drugs” mengajak masyarakat untuk mengenal zat, memahami risikonya, dan menggunakan informasi sebagai dasar kebijakan yang berkeadilan.

Say Know to Drugs menolak kebodohan yang lahir dari propaganda, dan menggantinya dengan empati yang berakar pada ilmu pengetahuan dan empiris dari para penyintas. Sudah waktunya bangsa ini berhenti berperang dengan kata-kata yang salah.

Karena bahasa yang keliru melahirkan kebijakan yang menindas rakyatnya sendiri. Bangsa yang cerdas bukan bangsa yang Say No to Drugs, melainkan bangsa yang berani Say Know to Drugs dan berani memahami sebelum menghukum.

Kolom Say Know to Drugs hadir sebagai ajakan untuk berpikir jernih. Tan Malaka pernah menulis bahwa pembebasan hanya mungkin lahir dari kepala yang Merdeka dan itu pula yang ingin kami tawarkan: ruang untuk memahami sebelum menghakimi. Di sini, mitos akan dibongkar, fakta dipertajam, dan persoalan NAPZA dibicarakan apa adanya, bukan sebagaimana propaganda menampilkannya.

Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) membuka kolom ini sebagai ruang aman untuk publik. Anda dapat bertanya, berkonsultasi, atau mencari arahan terkait berbagai persoalan terkait NAPZA. Layanan yang tersedia meliputi Konsultasi Hukum khusus Narkotika, akses Rehabilitasi, konseling mandiri , pendampingan terkait dampak penggunaan NAPZA hingga kekerasan berbasis gender yang sering tidak terlihat namun nyata menghantam banyak orang.

Jika Anda membutuhkan bantuan atau sekadar ruang untuk memahami situasi Anda, FARI siap mendampingi. Pengetahuan adalah langkah pertama menuju perubahan dan ruang ini adalah titik berangkatnya.***

Forum Akar Rumput Indonesia

Hotline : +6281 8055 1127
Email : [email protected]

Sekretariat :

Jl Kolonel Enjo Martadisastra No 24 RT 02 RW 12 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor 16164

Kalender Libur Nasional 2026: Tahun dengan Long Weekend Terbanyak, Ini Daftar Lengkapnya

0

Bogordaily.net – Kalender Libur Nasional 2026 selalu punya cara sendiri menggoda imajinasi orang Indonesia.

Bahkan sebelum tahun berganti, masyarakat sudah menatap jauh ke depan, ke halaman-halaman kosong dalam agenda mereka, seolah hendak menuliskan cerita liburan yang lebih panjang dari biasanya.

Kalender Libur Nasional 2026 memang muncul di awal segala perencanaan: dari rencana kerja, mudik, hingga sekadar mencari jeda dari hiruk pikuk hidup kota.

Itu sebabnya, ketika pemerintah merilis daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 lewat SKB Tiga Menteri pada 19 September 2025, jagat dunia maya langsung gaduh.

Ternyata benar: Kalender Libur Nasional 2026 kali ini memberi banyak ruang bernapas. Bahkan ada beberapa long weekend yang panjangnya seperti liburan sekolah mini.

Pemerintah menetapkan 17 Hari Libur Nasional dan tambahan 8 hari cuti bersama. Totalnya: 25 hari libur resmi—di luar Sabtu dan Minggu. Jumlah yang membuat para pekerja mengintip kalender lebih sering daripada membuka laporan kerja.

Berikut daftar Hari Libur Nasional 2026:

* 1 Januari: Tahun Baru 2026
* 16 Januari: Isra Mikraj
* 17 Februari: Tahun Baru Imlek
* 19 Maret: Hari Suci Nyepi
* 21–22 Maret: Idulfitri 1447 H
* 3 April: Wafat Yesus Kristus
* 5 April: Paskah
* 1 Mei: Hari Buruh
* 14 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
* 27 Mei: Idul Adha
* 31 Mei: Hari Raya Waisak
* 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
* 16 Juni: Tahun Baru Islam
* 17 Agustus: HUT RI
* 25 Agustus: Maulid Nabi
* 25 Desember: Natal

Adapun cuti bersama yang ditetapkan:

* 16 Februari (Imlek)
* 18 Maret (Nyepi)
* 20, 23, 24 Maret (Idulfitri)
* 15 Mei (Kenaikan Yesus Kristus)
* 28 Mei (Idul Adha)
* 24 Desember (Natal)

Dengan paket libur seperti ini, tahun depan bukan hanya ramah keluarga, tapi juga ramah biro perjalanan dan hotel—yang tentu sudah mulai mengatur strategi harga.

Tahun 2026 juga disebut-sebut sebagai tahun paling dermawan untuk long weekend. Ada sembilan rangkaian libur panjang. Beberapa bahkan membentang hampir seminggu.

1. Long weekend Isra Mikraj
16 Januari (Jumat) – 18 Januari (Minggu)

2. Long weekend Imlek
14 Februari (Sabtu) – 17 Februari (Selasa)

3. Long weekend Nyepi + Idulfitri
18 Maret (Rabu) – 24 Maret (Selasa)
Ini salah satu libur terpanjang. Tujuh hari penuh.

4. Long weekend Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus
3–5 April (Jumat–Minggu)

5. Long weekend Hari Buruh
1–3 Mei (Jumat–Minggu)

6. Long weekend Kenaikan Yesus Kristus
14–17 Mei (Kamis–Minggu)

7. Long weekend Waisak – Hari Lahir Pancasila
30 Mei – 1 Juni (Sabtu–Senin)

8. Long weekend Hari Kemerdekaan**
15–17 Agustus (Sabtu–Senin)

9. Long weekend Natal
24–27 Desember (Kamis–Minggu)

Dengan rangkaian long weekend seperti itu, 2026 seperti mengirim pesan: “Istirahatlah. Hidup ini bukan sekadar kerja.” Pemerintah mungkin tidak mengatakannya secara langsung, tetapi kalender mengatakannya dengan sangat jelas.

Dan lagi-lagi, semua ini berawal dari tiga kata yang membuat jutaan orang tersenyum: Kalender Libur Nasional 2026.***

Motor Pengunjung Hilang di Taman Heulang, Terungkap Sudah Tiga Kasus Serupa

0

Bogordaily.net – Kasus kehilangan sepeda motor itu lagi. Kali ini terjadi di Taman Heulang, Kota Bogor. Lokasinya indah, tamannya rapi, tapi bencana kecil bernama motor hilang seperti tidak mau pergi dari area itu.

Kejadian terbaru menimpa seorang pengunjung, Minggu, 30 November 2025. Ia hanya meninggalkan motornya—Honda Beat Deluxe 2023, biru, F 3510 FIU—tidak sampai dua jam. Dua jam yang ternyata cukup untuk membuat sebuah kendaraan lenyap tanpa jejak.

Yang membuatnya heran, bahkan sedikit kesal, adalah pesan dari tukang parkir: jangan kunci stang. Alasannya klasik—agar mudah dipindah kalau ada motor lain mau keluar. Sebuah kalimat yang kini terasa seperti awal dari malapetaka.

Ketika kembali, tukang parkir bilang motornya dipindahkan ke seberang area parkir. Tapi seberang mana? Yang jelas, bukan seberang yang ditemukan korban. Motor itu tidak ada. Hilang seperti ditelan tanah Taman Heulang.

Korban lalu melapor ke polisi. Di situlah fakta kecil yang lebih menakutkan muncul: ternyata sudah tiga motor hilang di lokasi yang sama. Sebuah angka yang tidak besar, tapi cukup untuk membangun rasa curiga, bahkan kemarahan.

Ia pun menyentil pengelola parkir. Masa tukang parkir ada di tempat, tapi motor tetap hilang? Masa ada pengawasan, tapi tidak ada yang benar-benar mengawasi?

“Setelah saya lapor, ternyata sudah ada tiga laporan kehilangan motor di situ,” katanya—sebuah kalimat yang terdengar seperti alarm darurat untuk semua orang.

Ia berharap kejadian ini tidak berulang. Setidaknya, menjadi pengingat: bahwa tempat yang ramai belum tentu aman, dan parkir yang berbayar belum tentu bertanggung jawab.

Taman Heulang tetap indah. Tapi di balik keindahannya, ada cerita kecil yang tidak indah sama sekali. Motor hilang—dan rupanya, bukan yang pertama.***

PLN UP3 Bogor Siagakan Keandalan Listrik untuk Sukseskan Pertandingan Persahabatan Indonesia U-22 vs Mali U-22 di Stadion Pakansari

0

Bogordaily.net — PLN UP3 Bogor sukses memastikan keandalan pasokan listrik dalam mendukung penyelenggaraan pertandingan persahabatan internasional Indonesia U-22 melawan Mali U-22 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong.

Guna menjamin kelancaran acara, PLN menyiagakan personel lengkap serta UPS berkapasitas 250 kVA dan 500 kVA sebagai sumber listrik tambahan untuk menjaga kontinuitas listrik selama pertandingan berlangsung.

Pengamanan sistem kelistrikan dilakukan secara berlapis melalui penyediaan suplai utama dari gardu induk terdekat, ditambah penyulang cadangan, serta peralatan back-up UPS yang memastikan tidak terjadi gangguan meski terjadi kondisi darurat pada pasokan utama. Tim engineering, pelayanan teknik, hingga PDKB juga disiagakan di lokasi untuk respons cepat apabila diperlukan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa dukungan keandalan listrik pada kegiatan berskala internasional seperti ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Pertandingan ini melibatkan perhatian publik yang sangat luas. Karena itu kami memastikan seluruh sistem dan personel disiagakan maksimal. Kehadiran UPS 250 kVA dan 500 kVA menjadi salah satu kunci mitigasi agar pasokan listrik tetap stabil selama acara berlangsung,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi kinerja seluruh tim dilapangan yang berhasil menjaga mutu layanan kelistrikan.

“PLN siap mendukung setiap kegiatan nasional maupun internasional yang membutuhkan keandalan tinggi. Kehadiran PLN di Stadion Pakansari menunjukkan kesungguhan kami dalam memastikan layanan listrik aman, andal, dan tanpa kedip sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan sukses,” ujarnya.

PLN akan terus mempertahankan kesiapsiagaan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap kemajuan olahraga nasional serta penyelenggaraan event besar di wilayah Jawa Barat. Dengan kolaborasi dan kesiapan teknis yang matang, PLN UP3 Bogor berkomitmen menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat dan seluruh pelaku kegiatan.***

Ramalan Cuaca 1 Desember 2025: Bogor Berpotensi Diguyur Hujan

0

Bogordaily.net – Simak ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Senin 1 November 2025 diperkirakan hujan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Senin 1 November 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-28°C
Kelembapan: 62–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 61–93%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 58-92%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 58–91%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 60–91%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24–31°C
Kelembapan: 51–91%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Senin 1 November 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Lestarikan Budaya Lokal, Batik Siger Terus Berkembang Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

0

Bogordaily.net – Di sebuah rumah batik di sudut Kota Bandar Lampung, tangan-tangan kreatif para pengrajin tampak sibuk memainkan canting di atas selembar kain.

Di antara kesibukan itu, Laila Al Khusna menjadi sosok nyata cerminan perempuan berdaya masa kini. Ia adalah pendiri Batik Siger yang telah lebih dari satu dekade menenun semangat pemberdayaan dan pelestarian budaya lewat kain batik khas Lampung.

Tumbuh dari keluarga pengusaha batik, hal ini turut memupuk kecintaan Laila terhadap wastra nusantara. Ketika UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2009, semangatnya semakin berkobar.

Apalagi, pemerintah daerah menyerukan agar setiap provinsi memiliki batik khas sebagai pakaian wajib ASN dan BUMN.

“Saya melihat peluang itu. Tapi saat itu, tidak ada pembatik di Lampung karena mayoritas berasal dari Jawa,” ujarnya.

Bermodal ilmu yang diwariskan orang tuanya, Laila mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Siger pada 2008. Dari situlah cikal bakal Batik Siger lahir dan tumbuh menjadi salah satu ikon budaya Lampung. Ia ingin batik Lampung dikerjakan oleh tangan-tangan masyarakat Lampung sendiri.

Laila mengaku bahwa perjalanan awal tidak mudah. Pada awalnya, ia sulit mencari peserta karena sudah mendatangi RT, kelurahan, dan kumpulan ibu-ibu arisan, tetapi tidak ada yang mau hingga akhirnya ada yang berminat.

“Motivasi utama saya adalah agar ilmu orang tua bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Lampung, dan dapat mengangkat martabat daerah,” katanya.

Kini, banyak alumninya yang sukses mendirikan usaha batik sendiri. Ia bangga karena Batik Siger tidak hanya menciptakan perajin, tetapi juga membuka jalan ekonomi baru bagi masyarakat. Batik Siger hadir dengan misi memperkenalkan keindahan budaya Lampung lewat motif-motifnya. Sekitar 80% penjualannya berada di Lampung, sementara sisanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia melalui e-commerce.

Tak hanya memberdayakan masyarakat, Batik Siger juga dikenal dengan konsep ramah lingkungan. Laila berusaha menerapkan konsep zero waste dengan memanfaatkan sisa kain untuk membuat produk lain. Ia menjelaskan bahwa sekitar 70% produksi sudah menggunakan pewarna alami, sedangkan untuk pewarna sintetis telah diterapkan sistem penyaringan limbah agar air buangan tetap netral.

Ia menambahkan bahwa mereka berupaya semaksimal mungkin mengurangi penggunaan pewarna sintetis demi menjaga lingkungan, serta memiliki sistem penyerapan limbah agar air yang terbuang tidak mencemari lingkungan. Komitmen ini mengantarkan Batik Siger meraih penghargaan Upakarti pada 2014 karena dampak positifnya terhadap lingkungan dan sosial.

Laila mengakui bahwa perkembangan Batik Siger tak lepas dari peran Program Rumah BUMN BRI. Ia bercerita bahwa awal mula berkenalan dengan Rumah BUMN BRI adalah karena adanya imbauan dari pemerintah daerah agar UMKM di Lampung mengikuti program pembinaan demi perkembangan usahanya.

“Jadi saya mulai aktif di Rumah BUMN BRI ini memang sejak lama, mungkin sekitar tahun 2011 atau 2012. Saya juga bergabung menjadi UMKM binaan BRI. Waktu itu kami diarahkan untuk mengisi produk di bandara. Lalu bergabung di grup WhatsApp juga untuk berbagi ilmu,” ungkapnya.

Ia mengaku banyak manfaat yang dirasakan sejak bergabung di Rumah BUMN BRI untuk kemajuan Batik Siger. Melalui Rumah BUMN BRI, ia diajarkan cara mengatur manajemen, strategi pemasaran agar produk diminati, penerapan digital marketing, serta pemanfaatan e-commerce.

Selain itu, ketika usaha kekurangan dana, ia juga diajarkan cara meminjam ke bank, memahami prosedur, serta mengetahui risiko positif dan negatifnya. Semua hal tersebut, menurutnya, bertujuan untuk memperkuat kemampuan para pelaku UMKM.

Ia menilai bahwa Program Rumah BUMN BRI sangat baik untuk pengembangan UMKM, dan seluruh ilmu yang diperolehnya selalu diterapkan di perusahaannya. Laila menegaskan bahwa peran dan dukungan dari program tersebut sangat besar dan benar-benar membantu UMKM seperti mereka untuk naik kelas.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa BRI terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi UMKM agar dapat naik kelas dan terus berkembang melalui program-program pemberdayaan seperti Rumah BUMN BRI.

BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, pendampingan bisnis, hingga membuka peluang jejaring pasar dan go global.

“Strategi ini sejalan dengan upaya BRI untuk memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Dengan kombinasi literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah di pasar,” tegasnya.***

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Jalin Kolaborasi dengan SOGO

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Terbaru, BRI menyelenggarakan Grand Launching UMKM BRI x SOGO di SOGO Central Park Jakarta (28/11).

Hadir dalam acara tersebut Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, CEO SOGO Indonesia Handaka Santosa, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, dan Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris. Momentum ini menandai dimulainya kolaborasi BRI dan SOGO dalam menampilkan produk UMKM binaan di ritel modern.

Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman menyampaikan apresiasi terhadap langkah BRI dan SOGO yang memberikan ruang bagi pengusaha UMKM untuk menembus pasar modern dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“BRI menurut saya adalah salah satu bank yang paling berani mengambil positioning sebagai banknya UMKM di seluruh Indonesia. Kalau tidak ada BRI, mungkin banyak UMKM yang tidak bisa dijembatani akses pembiayaannya,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, BRI memberikan kesempatan bagi UMKM terpilih untuk menghadirkan produknya secara langsung kepada konsumen. Saat ini terdapat 26 UMKM binaan BRI yang menjual produknya di gerai SOGO Central Park Jakarta. Ke depan, kolaborasi ini akan diperluas dengan melibatkan hingga 50 UMKM dan menjangkau gerai SOGO lainnya, seperti Lippo Mall Puri, Summarecon Mall Kelapa Gading, Emporium Pluit Mall, dan Tunjungan Plaza. BRI menargetkan lebih dari 200 UMKM dapat bergabung dalam program ini pada tahun 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata BRI dalam memperluas peluang pasar bagi pengusaha UMKM. Menurutnya, kerja sama dengan SOGO menjadi bukti konsistensi BRI dalam mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

“Kami sadari bahwa UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Segmen ini berkontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia sekaligus menyerap sebagian besar tenaga kerja. Oleh karena itu, bagi BRI, pemberdayaan UMKM bukan hanya program, melainkan bagian dari misi untuk menjaga ketahanan ekonomi bangsa. Melalui kolaborasi ini, UMKM binaan BRI kini memiliki kesempatan untuk masuk ke pangsa pasar urban yang lebih besar, lebih modern, dan lebih kompetitif,” ujar Hery Gunardi.

Program ini mengusung tema Wastra Nusantara, yang menampilkan kain dan busana warisan Indonesia dari berbagai daerah. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan filosofi, kearifan lokal, dan nilai tradisi yang tetap relevan di masa kini. Tema ini dipilih untuk menempatkan produk wastra Indonesia pada etalase utama, agar kekayaan budaya lokal dapat lebih mudah dijangkau dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Peserta program juga memperoleh dukungan promosi dari SOGO serta pemberdayaan lanjutan dari BRI.

CEO SOGO Indonesia Handaka Santosa mengatakan bahwa kolaborasi antara SOGO dan BRI merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pemasaran bagi pengusaha UMKM nasional.

“SOGO dan BRI berkomitmen penuh mendukung program pemerintah untuk mendorong industri UMKM. Kami sangat mengapresiasi upaya BRI dalam melakukan kurasi dan memilih seluruh anggota UMKM. Dengan inisiatif kerja sama ini, UMKM dapat hadir di department store, dan kami yakin produk-produk dari UMKM ini mampu bersaing di pasar,” ujarnya.

Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI akan terus memperkuat peran UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan kolaborasi ini, kami berharap UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan kapasitas produksi, membangun brand yang lebih kuat, serta meraih daya saing yang lebih tinggi. Ke depan, BRI akan terus mendampingi UMKM melalui berbagai inisiatif pembiayaan, pemberdayaan, digitalisasi transaksi, dan pengembangan pasar, sehingga UMKM mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Hery Gunardi.***