Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 469

Perkuat Ekosistem Pendidikan dan Kesehatan, Sinar Mas Land Dukung Program Inovasi Riset dari Monash University Indonesia

0

Bogordaily.net – Sinar Mas Land melalui Digital Hub terus memperkuat perannya sebagai katalisator inovasi dengan mengembangkan ekosistem di bidang pendidikan dan kesehatan bersama sejumlah partner strategis.

Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program Monash Velos Accelerator dari Monash University Indonesia dalam acara bertema “Innovation Across Borders”, yang berlangsung pada Kamis (31/7) lalu di Green Office Park (GOP) 9, BSD City.

Acara ini sukses diikuti 100 peserta, terdiri dari para profesional di bidang riset, tenaga kesehatan, hingga perusahaan yang berfokus pada inovasi dan organisasi penelitian klinis.

Velos bukan sekadar inkubator atau akselerator, melainkan sebuah platform sekaligus fasilitator kolaborasi antara peneliti, klinisi, startup, investor, serta pembuat kebijakan.

Tujuannya adalah menciptakan dampak nyata melalui inovasi riset maupun komersialisasi yang mampu mentransformasikan sistem layanan kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Velos juga menjadi penghubung bagi industri untuk mengakses riset dan uji klinis dari Monash University dan mitra-mitranya di sektor kesehatan. Program ini bekerja sama dengan Victorian Heart Institute & Hospital di Monash Technology Precinct, yang didukung lebih dari 110 peneliti dan 700 anggota aktif dengan fokus pada penyakit kardiovaskular, metabolik, ginjal, diabetes, dan lainnya.

Professor Matthew Nicholson, Monash University Indonesia Pro Vice-Chancellor & President mengatakan program Monash Velos Accelerator merupakan wujud nyata komitmen Monash University Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung secara global, serta menjembatani dunia riset, industri, dan pendidikan.

“Kami percaya inovasi yang berdampak lahir dari kolaborasi berbagai keahlian yang disatukan oleh tujuan yang sama. Melalui kerja sama dengan Sinar Mas Land dan jaringan riset global, kami mempersiapkan para pemimpin masa depan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadirkan solusi nyata di bidang kesehatan maupun sektor lainnya, demi kemajuan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land mengatakan pendidikan dan kesehatan adalah fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat di BSD City dan sekitarnya.

Melalui dukungan terhadap program Monash Velos Accelerator, Sinar Mas Land berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan terobosan di bidang kesehatan, sekaligus mendorong pengembangan pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga di kancah global.

Kolaborasi dengan Monash University Indonesia akan semakin memperkuat peran Digital Hub dalam memperkaya ekosistem di kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ), BSD City sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan kesehatan bertaraf internasional.

“Inisiatif ini sejalan dengan visi kami untuk membangun komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

Rangkaian acara Monash Velos Accelerator terdiri dari sesi pemaparan materi dan diskusi panel yang menghadirkan pakar industri kesehatan, pendiri startup, serta peneliti terkemuka. Tiga pembicara utama dalam sesi paparan materi adalah:

  • Professor Stephen Nicholls (Program Director, Monash Heart, Intensive Care and the Victorian Heart Hospital, Monash Health, Director Monash Velos Accelerator & Director Victorian Heart Institute, Monash University), with the topic “Enabling Innovations Across Borders.”
  • Abraham Auzan (Executive Director of Rabu Biru Foundation, Monash University Alumni), yang membawakan topik “Innovation Success Across Borders”.
  • Agustine Gunawan (Senior VP, Alodokter, and Monash University Alumni), yang membawakan topik “Health Tech Ventures: Challenges and Opportunities”.

Selain pemaparan materi, ada juga sesi diskusi panel dari sejumlah pembicara, di antaranya Professor Derek Chew (Service Director, Victorian Heart Hospital, Monash Heart & Director of Cardiac Informatics Research, Victorian Heart Institute, Monash University), Robby Hertanto (CEO Increase Laboratorium Indonesia), Charlie Hartono (AVPN Indonesia Country Director), Mulyawan Gani (Chief Transformation & Data Officer Sinar Mas Land), dan Adithia Kwee (Founder Kaiser Clinic).

Diskusi ini membahas berbagai topik strategis, mulai dari tantangan dan peluang sektor health tech di Indonesia, tren inovasi kardiovaskular di kawasan Asia Pasifik, serta potensi kolaborasi antara startup dan institusi riset global bertajuk “Next 5 Years in Cardiovascular Disease (CVD) Innovations”.

Semangat kolaboratif dalam Monash Velos Accelerator sejalan dengan upaya Sinar Mas Land dalam membangun ekosistem inovatif di Indonesia, yang sejak 2016 telah diwujudkan melalui transformasi digital dan pengembangan kawasan seperti Digital Hub di BSD City.

Sejak hadir pada 2016, Digital Hub dikembangkan menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan ekosistem startup, perusahaan multinasional, institusi pendidikan, serta pelaku di bidang teknologi, kesehatan, dan pendidikan.

Kini, Digital Hub bertransformasi menjadi business enabler yang dirancang untuk mendukung investasi, baik dari pelaku lokal maupun internasional di berbagai proyek Sinar Mas Land di Indonesia. Dikelilingi pusat inovasi seperti Digital Hub, Techpolitan, hingga institusi pendidikan ternama, BSD City menawarkan lingkungan yang mendukung pembelajaran maupun pengembangan karier.

Dari sisi akses, Monash University Indonesia memiliki jalur langsung menuju gerbang Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta – Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta – Kunciran – Serpong – Cinere – Cimanggis – Cibitung – Cilincing), Tol Japek dan Tol Jagorawi.

Mobilitas dari/ke Monash University Indonesia pun juga didukung dengan beragam pilihan transportasi umum mulai dari free shuttle bus BSD Link, feeder bus BSD City, dan kereta commuter line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City.

Ke depannya, konektivitasnya juga akan semakin optimal dengan hadirnya jalur tambahan kereta commuter line melalui Stasiun Jatake yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025. (*)

 

Sambut Bulan Kemerdekaan, Swiss-Belcourt Bogor Hadirkan Paket “Merdeka Escape”

0

Bogordaily.net – Swiss-Belcourt Bogor mempersembahkan paket Istimewa “Merdeka Escape”, sebagai penghormatan kepada semangat kemerdekaan Indonesia.

Promo ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan bernilai tambah bagi tamu yang ingin merayakan bulan kemerdekaan dengan penuh gaya dan keceriaan.

Merdeka Escape, promo 15% diskon untuk setiap pemesanan kamar melalui website, berlaku hingga tanggal 30 September 2025, sudah termasuk dengan sarapan pagi untuk 2 orang.

Promo ini berlaku untuk semua tipe kamar yang ada, mulai dari Superior Room, Junior Suite, Family Suite dan Executive Suite.

Marcom Manager Swiss-Belcourt Bogor, Rangga Cipta Bentala  ingin mengajak masyarakat untuk merayakan semangat kemerdekaan dengan cara yang berbeda, melalui pengalaman menginap yang menyenangkan.

“Dengan promo ini, kami berharap dapat memberikan pilihan menginap yang terjangkau namun tetap berkualitas,” katanya.

Hotel yang memiliki 225 kamar dengan 16 lantai ini memiliki fasilitas yang terbilang cukup lengkap, mulai dari kolam renang dewasa, kolam renang anak, restaurant & lounge, tempat untuk kegiatan pertemuan dengan kapasitas yang bisa menampung hingga 1000 orang, sarana kegiatan olahraga, kids playground dan juga kids club yang biasa diadakan di setiap akhir pekan dengan berbagai aktifitas anak.

Semua informasi terkini terkait promosi Swiss-Belcourt Bogor dapat Anda lihat di website swiss-belhotel.com atau Anda dapat menghubungi kami langsung melalui WhatsApp reservasi di nomor +62 811 8902 558. ***

Ketika TKA Digunakan Secara Bijak, Hasilnya Bisa Mendorong Perubahan

0

Bogordaily.net – Sistem pendidikan Indonesia membutuhkan instrumen yang objektif untuk menilai capaian akademik siswa. Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir menjawab kebutuhan ini.

Secara yuridis, filosofis, historis, dan sosiologis, keberadaan TKA penting karena memberikan standar evaluasi yang adil bagi semua siswa tanpa memandang asal sekolah.

TKA bukan sekadar alat ukur, melainkan bagian dari upaya untuk membangun kepercayaan terhadap sistem evaluasi capaian belajar yang selama ini terasa timpang antar-sekolah.

Selama ini, seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi banyak bergantung pada rapor. Padahal, nilai rapor kerap tidak bisa dibandingkan secara objektif antar-sekolah. Nilai 90 di satu sekolah bisa berbeda makna dengan nilai serupa di sekolah lain.

Ketidakseragaman ini menyulitkan perguruan tinggi maupun sekolah lanjutan dalam melakukan seleksi. TKA hadir untuk menutup celah tersebut.

Dengan instrumen nasional yang terstandar, hasil TKA memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan siswa. Ia berfungsi sebagai instrumen pengendali mutu yang memacu perbaikan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan menunjukkan adanya disparitas capaian akademik antarwilayah dengan deviasi nilai hingga 20 poin. Dengan adanya TKA, kesenjangan ini dapat ditekan. Siswa di Papua dan Aceh memiliki tolok ukur yang sama dengan siswa di Jakarta atau Bandung. Artinya, potensi terbaik dari seluruh pelosok negeri dapat terlihat tanpa tereduksi oleh keterbatasan standar lokal.

TKA sebagai Ruang Kolaborasi dan Kepemilikan Bersama

Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder lainnya. Karena itu, keberlanjutan dan partisipasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua merupakan keharusan.

Aspek positif lain dari kebijakan TKA adalah pendekatan kolaboratifnya. Untuk tingkat SMA/SMK, soal disusun oleh kementerian. Namun, di tingkat SD dan SMP, pemerintah pusat berbagi tanggung jawab dengan pemerintah daerah.

Ini bukan sekadar teknis pembuatan soal, tetapi upaya meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan evaluasi pendidikan yang bermutu.

Kolaborasi ini penting karena menumbuhkan rasa kepemilikan bersama. Selama ini, dominasi pusat dalam berbagai kebijakan pendidikan sering menimbulkan jarak dengan daerah.

Dengan dilibatkan sejak awal, pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga bagian dari perancang kebijakan. Pada saat yang sama, pusat mendapatkan masukan berharga dari perspektif lokal sehingga instrumen TKA lebih inklusif dan kontekstual.

Hasilnya, kebijakan tidak lagi terasa sebagai perintah sepihak, melainkan sebagai karya bersama. TKA dengan demikian menjadi instrumen yang memperkuat desentralisasi pendidikan sekaligus menjaga standar nasional.

Data Badan Pusat Statistik (2023) mencatat bahwa angka partisipasi murni (APM) SMA/SMK nasional berada di angka 60,2%. Namun, di beberapa daerah tertinggal, angka ini masih di bawah 50%. Dengan adanya TKA, potensi siswa dari daerah 3T tetap dapat teridentifikasi.

Siswa yang unggul secara akademik memiliki peluang lebih besar untuk bersaing, meski berasal dari sekolah dengan keterbatasan sarana.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan TKA lebih dari sekadar tes. Ia adalah simbol bahwa mutu pendidikan hanya bisa dicapai bila semua pihak bekerja bersama.

TKA sebagai Katalis Perubahan Budaya Belajar

Selain sebagai instrumen evaluasi, TKA memiliki peran strategis dalam mengubah budaya belajar. Selama ini, sebagian besar siswa terbiasa dengan model ujian berbasis hafalan. Data Kemendikbudristek tahun 2023 menunjukkan 67% siswa SMA/SMK masih mengandalkan hafalan, sementara hanya 33% yang terbiasa dengan soal berbasis penalaran.

Format TKA yang mengedepankan literasi, numerasi, dan penalaran logis mendorong perubahan pola belajar. Siswa tidak hanya mengejar nilai rapor, tetapi juga dituntut memahami konsep dan berpikir kritis. Bagi sekolah, hasil TKA bisa menjadi cermin integritas. Jika nilai ujian sekolah sejalan dengan TKA, maka kualitas evaluasi internalnya sehat. Namun, jika terjadi kesenjangan besar, itu menjadi alarm untuk memperbaiki metode pembelajaran.

Lebih dari sekadar alat seleksi, TKA berpotensi menjadi katalis peningkatan mutu ujian sekolah. Guru tetap berperan utama dalam menentukan kelulusan, karena TKA tidak bersifat wajib. Namun, data TKA memperkuat peran guru dengan memberikan perspektif yang lebih objektif.

Tentu saja, berbagai kekhawatiran publik perlu diperhatikan. Salah satunya adalah potensi TKA dianggap sebagai “Ujian Nasional” gaya baru. Karena itu, komunikasi publik yang jelas sangat penting. Penegasan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan harus terus disampaikan.

Kekhawatiran lain adalah ketimpangan akses. Murid dengan fasilitas lengkap lebih siap menghadapi TKA dibandingkan mereka yang terbatas. Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan dukungan memadai, seperti bank soal gratis, bimbingan teknis bagi guru, dan pemerataan infrastruktur digital.

Dengan demikian, TKA benar-benar berfungsi sebagai instrumen keadilan, bukan sumber ketimpangan baru.
Selama empat tahun terakhir, sistem pendidikan kita sudah mengenal dua instrumen evaluasi: Asesmen Nasional yang mengukur kinerja sistem, serta penilaian guru untuk capaian individu. TKA hadir untuk melengkapi keduanya, menjembatani skala makro dan mikro.

Penutup

Ketika digunakan secara bijak, TKA dapat menjadi lebih dari sekadar alat seleksi. Ia berfungsi sebagai cermin evaluasi pendidikan nasional, membuka ruang kolaborasi lintas sektor, sekaligus katalis perubahan budaya belajar di sekolah.

Dengan standar nasional yang objektif, TKA mampu mengungkap potensi siswa dari berbagai pelosok negeri. Dengan kolaborasi pusat dan daerah, ia memperkuat rasa kepemilikan bersama terhadap kebijakan pendidikan.

Dengan desain soal yang mendorong penalaran, ia memicu pergeseran paradigma belajar menuju generasi yang kritis dan adaptif.

Jika dilaksanakan dengan komunikasi publik yang jernih, dukungan infrastruktur yang merata, serta keberlanjutan program strategis, TKA dapat menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi unggul. ***

Penulis: Thoriq Anshorullah, Pengamat Ekonomi dan Pendidikan Mahasiswa Jabodetabek Raya

Lucky Cell Buka Promo Unik, Khusus Warga Bernama Agus Dapat Diskon 50% selama Agustus 2025!

0

Bogordaily.net – Memperingati Bulan Kemerdekaan RI ke-80, salah satu brand retail mobile shop Lucky Cell membuka promo unik selama Agustus 2025.

Lucky Cell memberi diskon harga 50% untuk all produk accesoris handphone dengan batasan diskon maksimal Rp25 ribu untuk semua outlet cabang Lucky Cell yang tersebar di 10 unit bisnis.

Lucky Cell berdiri sejak 2009 dengan basis utama market di Jakarta Timue. Tak hanya di Ciracas, saat ini Lucky Cell telah mengembangkan pangsa pasar hingga memiliki 10 titik retail penjualan di antaranya Lucky Cell Cibubur, Cilangkap, Cipayung, Lubang Buaya, Condet, Buaran, Cileungsi, Depok dan Sawangan.

“Sebagai salah satu brand retail One Stop Mobile Service Solution, kami berkomitmen memberi pelayanan terpadu kepada pengunjung. Ramah harga, ramah anak dan pastinya lokasi yang mudah dijangkau,” ujar Fredy, Direktur Utama Lucky Cell Group, Jumat (1/8/2025).(*)

Satu Dekade Festival Merah Putih, Dedie Rachim: Spirit Kebangsaan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya satu dekade Festival Merah Putih (FMP) yang telah menjadi ikon kebangsaan di Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Opening Ceremony FMP tahun 2025 di Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Jalan R.A. Fadhillah, Kemang, Kabupaten Bogor.

Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan FMP yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari 1 Agustus hingga 31 Agustus.

Dedie Rachim menyebut, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari cinta tanah air dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan.

“Hari ini kita kembali mengukir sejarah, kita kembali mengulang kejayaan para pendahulu kita yang sudah menanamkan nilai-nilai spirit kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme, yang bermula dari Kota Bogor. Alhamdulillah, itu direpresentasikan dengan Festival Merah Putih,” tuturnya.

Dedie Rachim juga mengatakan bahwa FMP ini termasuk salah satu festival kebangsaan langka di Indonesia.

Kota Bogor telah menyelenggarakannya dari tahun 2015 dan menjadikan festival ini sebagai festival untuk memberikan penghormatan penuh kepada Merah Putih selama satu bulan.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh partisipasi masyarakat dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih selama satu bulan penuh di rumah mereka masing-masing sebagai bentuk cinta kepada tanah air.

“Kita ramaikan festival Merah Putih ini, dengan mengibarkan bendera Merah Putih setiap hari selama bulan Agustus dan kita dukung kegiatan festival ini,” ujar Dedie Rachim.

Senada dengan itu, Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izzudin Karimi, menyampaikan bahwa Festival Merah Putih merupakan inisiatif masyarakat yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mewariskan semangat perjuangan dan patriotisme dari para pejuang bangsa kepada generasi penerus,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, siswa, dan keluarga besar di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor untuk turut hadir dan menyemarakkan rangkaian kegiatan FMP. ***

Muhammad Irfan Ramadan

LinkUMKM, Platform Digital BRI Yang Telah Dimanfaatkan 12,9 Juta UMKM Untuk Naik Kelas

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendorong UMKM naik kelas di Indonesia. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan dan pelatihan berbasis kebutuhan.

LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka.

Sejak diluncurkan, platform ini tumbuh menjadi pusat pemberdayaan digital bagi UMKM, yang kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta UMKM di seluruh Indonesia.

Salah satu fitur unggulan dalam platform ini adalah Self-Assessment Naik Kelas, alat bantu skoring digital yang membantu UMKM mengetahui kelas usahanya secara lebih objektif.

Dengan mengetahui hasil skoring, UMKM dapat mengikuti pelatihan yang tepat sasaran sesuai modul yang direkomendasikan.

Melalui LinkUMKM, pengusaha UMKM juga berkesempatan mendapatkan berbagai akses pembinaan, informasi, serta dukungan untuk mendorong bisnisnya naik kelas.

Hingga akhir Juni 2025, tercatat lebih dari 9,9 juta UMKM telah melakukan menggunakan fitur skoring digital melalui LinkUMKM untuk mengenali posisi usahanya mulai dari kategori UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM merupakan wujud konkret komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan.

“LinkUMKM kami kembangkan sebagai solusi digital yang menyeluruh. Tidak hanya memetakan posisi UMKM, tetapi juga mengarahkan langkah pengembangan melalui pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM,” ujar Akhmad.

“Transformasi UMKM bukan proses instan. Tapi dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi, kami memastikan setiap UMKM memiliki peluang yang sama untuk naik kelas,” tambahnya.

Tidak hanya menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas untuk memetakan tingkat kesiapan usaha, LinkUMKM juga menghadirkan beragam fitur pendukung yang saling terhubung. Salah satunya adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil skoring mandiri pengusaha.

Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan para mentor dan coach professional.

Selain itu juga terdapat fitur Etalase, yaitu etalase digital yang memperluas akses pemasaran produk UMKM ke segmen pasar yang lebih luas. Platform ini juga terhubung langsung dengan jaringan Rumah BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM.

LinkUMKM juga menyediakan fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar UMKM. Tak kalah penting, melalui kanal Media, LinkUMKM menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, dan infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mikro.

Pengusaha UMKM juga dapat mengikuti pelatihan daring maupun luring di LinkUMKM dengan materi pelatihan yang disusun berbasis kebutuhan nyata, lebih dari 690 modul pembelajaran tersedia untuk mendukung penguatan soft dan hard competency.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengusaha mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kelas dan kondisi usahanya. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih tepat sasaran, aplikatif, dan berdampak langsung pada kemajuan bisnis.

“Melalui LinkUMKM, BRI tidak hanya mendampingi pengusaha mengenali kapasitas dirinya, tetapi juga menyediakan jalur pertumbuhan yang nyata dari tradisional, menjadi berkembang, dan menuju modern.

Dengan fondasi ini, UMKM Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad. ***

Bawaslu RI Launching Program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di Kantor Bawaslu Bogor

Bogordaily.net – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) resmi melaunching program Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian) di kantor Bawaslu Kabupaten Bogor, pada Jumat 1 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri langsung perwakilan Bawaslu RI, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Dzaki Muhammad, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin, beserta jajaran struktural Bawaslu lainya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Dzaki Muhammad menjelaskan bahwa, program  Jum’at Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian) merupakan program dari Bawaslu RI yang dikhususkan kepada seluruh struktural Bawaslu baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Kegiatan tadi adalah inisiasi dari bawaslu republik indonesia secara kelembagaan yang memang melibatkan seluruh struktural bawaslu di daerah baik itu provinsi maupun kabupaten kota,” kata Dzaki kepada wartawan, Jum’at 1 Agustus 2025.

Menurut Dzaki, kegiatan Jumpa Berlian tersebut sudah ada sejak 2 tahun lalu, dan kembali dilaksanakan penanaman pohon serentak, yang merupakan salah satu program wajib Bawaslu.

Menanam Pohon Manggis

Kemudian, dalam konsep program tersebut,  struktural Bawaslu diwajibkan untuk menanam pohon integritas atau pohon manggis. Sebagai simbol filosofi tugas kelembagaan Bawaslu yang menjaga marwah demokrasi, soal integritas dan kualitas demokrasi.

“Sebetulnya kegiatan ini sudah diawali sejak 2 tahun yang lalu berkaitan dengan penanaman pohon integritas sebagai bagian dari simbol filosofi bahwa bawaslu secara kelembagaan merupakan bagian dari penyelenggara pemilu yang tidak terpisahkan dari UUD,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bawaslu turut mempunyai tugas serta prinsip keterbukaan untuk menyelenggarakan khususnya di bidang pengawasan, dalam konteks implementasi atas asas prinsip pemilu dan pemilihan soal Luber dan Jurdil.

“Nah itu kita pelihara dalam ruang filosofi menanam pohon integritas itu, mengutamakan kejujuran loyalitas, keterbukaan,” ujar Dzaki.

Selain itu, pihaknya turut berperan serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar baik ditingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota.

“Jadi kita ingin secara mental dan spiritual jadi filosofi bawaslu juga menjaga lingkungan itu bisa terimplementasikan seluruh struktural kelembagaan bawaslu baik itu di pusat di daerah provinsi kabupaten kota,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Upaya Peduli Terhadap Lingkungan, Bawaslu RI Launching Program Jumpa Berlian di Kantor Bawaslu Bogor

Bogordaily.net – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) resmi melaunching program Jum’at Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian) di kantor Bawaslu Kabupaten Bogor, pada Jum’at 1 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri langsung perwakilan Bawaslu RI, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Dzaki Muhammad, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin, beserta jajaran struktural Bawaslu lainya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Dzaki Muhammad menjelaskan bahwa, program  Jum’at Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian) merupakan program dari Bawaslu RI yang dikhususkan kepada seluruh struktural Bawaslu baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Kegiatan tadi adalah inisiasi dari bawaslu republik indonesia secara kelembagaan yang memang melibatkan seluruh struktural bawaslu di daerah baik itu provinsi maupun kabupaten kota,” kata Dzaki kepada wartawan, Jum’at 1 Agustus 2025.

Menurut Dzaki, kegiatan Jumpa Berlian tersebut sudah ada sejak 2 tahun lalu, dan kembali dilaksanakan penanaman pohon serentak, yang merupakan salah satu program wajib Bawaslu.

Kemudian, dalam konsep program tersebut,  struktural Bawaslu diwajibkan untuk menanam pohon integritas atau pohon manggis. Sebagai simbol filosofi tugas kelembagaan Bawaslu yang menjaga marwah demokrasi, soal integritas dan kualitas demokrasi.

“Sebetulnya kegiatan ini sudah diawali sejak 2 tahun yang lalu berkaitan dengan penanaman pohon integritas sebagai bagian dari simbol filosofi bahwa bawaslu secara kelembagaan merupakan bagian dari penyelenggara pemilu yang tidak terpisahkan dari UUD,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bawaslu turut mempunyai tugas serta prinsip keterbukaan untuk menyelenggarakan khususnya di bidang pengawasan, dalam konteks implementasi atas asas prinsip pemilu dan pemilihan soal Luber dan Jurdil.

“Nah itu kita pelihara dalam ruang filosofi menanam pohon integritas itu, mengutamakan kejujuran loyalitas, keterbukaan,” ujar Dzaki.

Selain itu, pihaknya turut berperan serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar baik ditingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota.

“Jadi kita ingin secara mental dan spiritual jadi filosofi bawaslu juga menjaga lingkungan itu bisa terimplementasikan seluruh struktural kelembagaan bawaslu baik itu di pusat di daerah provinsi kabupaten kota,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Cara Mengetahui Ban Motor yang Sudah Botak dan Harus Segera Diganti

0

Bogordaily.net – Ban motor adalah salah satu komponen paling penting dalam hal keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak pengendara yang cuek dan nggak sadar kalau ban motornya sudah botak alias aus parah.

Padahal, ban botak bisa bikin motor gampang selip, terutama saat jalanan basah atau licin.

Cara Mengetahui Ban Motor yang Sudah Botak

Nah, biar kamu nggak jadi korban ban botak, yuk simak beberapa cara gampang buat tahu kapan ban motor harus diganti:

1. Lihat Pola Alur Ban

Ban motor yang masih bagus biasanya punya alur atau pola yang cukup dalam dan jelas. Kalau kamu lihat alur ban sudah mulai tipis atau bahkan nyaris rata, itu tanda kuat ban sudah aus.

Apalagi kalau sudah sampai bald spot alias bagian licin tanpa alur udah nggak bisa ditawar lagi, harus ganti!

2. Perhatikan Tread Wear Indicator (TWI)

Setiap ban motor biasanya punya tanda batas keausan yang disebut Tread Wear Indicator atau TWI.

Bentuknya seperti benjolan kecil di antara alur ban. Kalau bagian ban sudah sejajar dengan TWI, itu artinya ban sudah mencapai batas aman dan harus segera diganti.

3. Sering Selip Saat Ngerem

Kalau kamu ngerem pelan tapi motor tetap nyelonong atau gampang selip saat belok, itu bisa jadi karena grip ban sudah menurun drastis.

Ban botak nggak punya daya cengkeram yang baik, apalagi di jalan basah. Ini jelas tanda bahaya yang nggak boleh diabaikan.

4. Terdengar Bunyi Aneh atau Terasa Goyang

Ban aus bisa bikin handling motor terasa aneh. Misalnya, motor terasa goyang padahal jalanan mulus, atau muncul suara-suara getaran dari bawah.

Ini bisa jadi karena ban sudah nggak seimbang atau permukaannya nggak rata.

5. Usia Ban Sudah Lebih dari 2 Tahun

Meski tampilan ban masih kelihatan oke, umur ban juga penting buat diperhatikan. Umumnya, ban motor disarankan diganti setiap 2 tahun, tergantung pemakaian.

Karet ban bisa mengeras seiring waktu, yang bikin daya cengkeramnya menurun meski alurnya masih kelihatan.

Jangan tunggu sampai terjadi kecelakaan baru sadar ban harus diganti. Periksa kondisi ban motor kamu secara rutin, terutama sebelum bepergian jauh atau saat musim hujan. Ingat, ban yang bagus dan perjalanan yang aman.***

Es Krim Legendaris Asal Purwokerto Ini Masuk Bogor, Ternyata Sudah Eksis Sejak 1968!

0

Bogordaily.net – Siapa sangka, es krim legendaris yang biasa ditemui di Purwokerto kini bisa kamu nikmati juga di Bogor.

Merek es krim “Brasil” ternyata sudah hadir di beberapa gerai seperti ADA Swalayan dan Lotte Mart di wilayah Bogor.

Uniknya, nama “Brasil” bukanlah terinspirasi dari negara sepak bola dunia, tapi merupakan plesetan dari kata “berhasil”.

Kisahnya berawal pada tahun 1968, saat seorang wanita bernama Winawaty memulai usaha dengan cara sederhana: menawarkan es mambo buatan sendiri ke tetangga, menggunakan termos es.

Karena rasanya yang enak dan segar, es buatan Winawaty pun semakin dikenal.

Ia pun mulai menjualnya keliling menggunakan gerobak. Lambat laun, bisnis rumahan ini berkembang menjadi usaha yang lebih besar.

Kini, “Brasil” memiliki pabrik sendiri yang memproduksi beragam es krim.

Meski sudah berkembang pesat, es-es klasik seperti es mambo rujak yang punya cita rasa unik dan menggugah selera masih terus diproduksi.

Bahkan, varian seperti es krim burger juga menjadi favorit banyak orang.

Kehadiran es krim “Brasil” di Bogor menjadi kabar gembira buat para pencinta jajanan jadul. Selain nostalgia, rasanya juga tetap otentik dan konsisten sejak dulu.***