Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 472

Ditolong Prabowo Lewat Abolisi dan Amnesti, Tom Lembong dan Hasto Bakal Segera Bebas

0

Bogordaily.net – Thomas Trikasih Lembong dan Hasto Kristiyanto bakal segera bebas dari vonis hakim.

Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk secara resmi memberikan abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong dan amnesti terhadap Hasto Kristiyanto.

Dengan adanya Keppres tersebut nantinya Tom Lembong akan secara resmi terbebas dari seluruh kasus hukumnya. Sementara Hasto akan resmi dapat pengampunan.

“Kalau kemudian nanti Presiden dengan atas dasar pertimbangan dari DPR itu kemudian menerbitkan keputusan Presiden ya,” kata Supratman usai Rapat Konsultasi bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Ia bersyukur pada malam ini DPR RI menyetujui permintaan Presiden RI soal abolisi terhadap Tom Lembong dan amnesti buat Hasto.

“Kita bersyukur malam ini karena pertimbangan DPR sudah disepakati oleh Fraksi-fraksi kita tunggu selanjutnya nanti keputusan Presiden yang akan terbit saya rasa itu masih baik,” katanya.

Sementara itu, alasan pemberian abolisi dan amnesti itu atas usulan dari Supratman.

“Jadi surat permohonan dari hukum kepada Bapak Presiden untuk pemberian amnesti dan abolisi saya yang tanda tangan. Nah, karena itu saya ingin sampaikan pertimbangannya sekali lagi dalam pemberian dan abolisi ataupun amnesti itu pasti pertimbangannya demi kepentingan bangsa dan negara berpikirnya tentang NKRI,” katanya.

Kemudian alasan kedua, kata dia, pemerintah ingin ada kondusivitas dan merajut rasa persaudaraan diantara semua anak bangsa.

“Jadi itu yang itu yang paling utama yang kedua adalah kondusivitas dan merajut rasa persaudaraan di antara semua anak bangsa. Dan sekaligus mempertimbangkan untuk membangun bangsa ini secara bersama sama dengan seluruh elemen politik kekuatan politik yang ada di Indonesia jadi itu,” katanya.

“Itu yang kami ajukan kepada bapak Presiden tentu dengan pertimbangan pertimbangan subjektif yang saya sampaikan bahwa yang bersangkutan juga punya apa namanya punya prestasi ataupun punya kontribusi kepada Republik,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan pertimbangan untuk memberikan hak abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong dan memberikan pertimbangan amnesti terhadap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

DPR RI pun menyetujui atas permintaan Presiden Prabowo tersebut.

Hal itu diketahui usai DPR RI bersama Pemerintah dalam hal ini Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Menteri Sekretatis Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar Rapat Konsultasi terkait adanya permintaan pertimbangan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Hari ini di DPR RI lakukan rapat konsultasi antara pemerintah dengan DPR RI terdiri dari unsur pimpinan dan fraksi-fraksi. Rapat konsultasi ini adalah dalam rangka membahas surat presiden RI kepada DPR RI untuk meminta pertimbangan. Dan tadi kani telah mengadakan rapat konsultasi. Dan hasil rapat konsultasi tersebut DPR RI telah memberikan pertimbangan dan persetujuan,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025) malam.

Dasco menyebut, jika DPR setuju terhadap pemberian abolisi terhadap Tom Lembong.

“Atas pertimbangan persetujuan DPR RI tentang pemeberian abolisi terhadap saudara Tom Lembong,” katanya.

Sementara itu, DPR juga memberikan persetujuan terhadap permintaan pertimbangan amnesti terhadap Hasto Kristiyanto dibarengi dengan ribuan orang yang telah terpidana.

“Kedua adalah pemberiam persetujuan atas dan pertimbangan atas surat presiden tangal 30 Juli 2025, tentang amnesti terhadap 1116 orang yang telah terpidana diberikan amnesti termasuk sodara Hasto Kristiyanto,” pungkasnya.***

Dedie Rachim Apresiasi Langkah Kejaksaan RI, Terapkan Pemantauan Dana Desa Real-Time

0

Bogordaily.net – Kepala daerah se-Jawa Barat bertolak ke Lembur Pakuan, Subang pada Selasa (29/7/ 2025). Termasuk Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Kehadiran mereka untuk menyaksikan secara langsung peluncuran aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding Dana Desa/Jaga Desa.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Kejaksaan RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel).

Dikembangkannya aplikasi ini sebagai upaya penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang secara resmi telah menerapkan aplikasi ini, salah satunya untuk pengawasan penggunaan Dana Desa.

Hadirnya aplikasi ini sebagai solusi dalam pemantauan real time pengelolaan Dana Desa dengan fitur yang memungkinkan pemetaan data permasalahan di setiap desa, serta menampung dan merespons pengaduan masyarakat secara cepat dan efisien.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan pengelolaan dana desa bisa transparan dan menyentuh masyarakat.

“Ini terkait pengelolaan dana desa dan kelurahan yang diharapkan bisa transparan lebih akuntabel dan tentu saja bisa menyentuh masyarakat,” ucap Dedie Rachim.

Sementara, dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penerapan aplikasi Jaga Desa merupakan langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pengelolaan dana desa.

“Banyak kepala desa harus memahami manajemen keuangan secara tepat, sehingga perlu penguatan kapasitas SDM dan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi menambahkan, bahwa pengawasan terhadap dana desa dan kelurahan harus dilakukan secara dini agar anggarannya tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kejaksaan Republik Indonesia melalui JAM-Intel, Reda Manthovani, menegaskan komitmen kuat dalam mengawal pengelolaan Dana Desa secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

JAM-Intel menegaskan bahwa penguatan desa merupakan amanat dari Asta Cita ke-6 Pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu membangun Indonesia dari desa untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Bangun Desa, Bangun Indonesia bukan sekadar slogan, tetapi sebuah gerakan strategis pembangunan nasional yang berakar dari desa,” ujar Reda Manthovani.

Untuk itu, Kejaksaan melalui Direktorat II JAM-Intel mengembangkan sistem Real Time Monitoring Village Management Funding Dana Desa/Jaga Desa, yang menjadi instrumen utama dalam memastikan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.

Sebagai informasi, peluncuran aplikasi ini diawali dengan penandatanganan naskah kerja sama dan komitmen bersama para kepala daerah serta kepala kejaksaan negeri se-Jawa Barat.***

Bupati Bogor Perkuat Sinergi Dengan KKP RI, Optimalkan Pengembangan Kawasan Minapolitan dan Raiser Ikan Hias

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, lakukan Rapat Percepatan Peningkatan Potensi Perikanan di Kabupaten Bogor dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono dan jajaran yang berlangsung di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (31/7/2025). Ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan minapolitan yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Perlu diketahui Kawasan minapolitan Kabupaten Bogor telah ditetapkan sejak tahun 2010 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan kini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan sektor perikanan terpadu yang berbasis wilayah.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan akan memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, terutama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha perikanan.

Sektor perikanan memiliki potensi besar di Kabupaten Bogor. Bupati Bogor ingin memastikan kawasan minapolitan ini dapat berkembang maksimal dengan dukungan infrastruktur, tata kelola, serta sinergi pusat dan daerah.

“Terima Kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, beserta jajaran atas perhatian dan dukungan nyata bagi pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Bogor,” ungkap Bupati Bogor.

Ia juga menjelaskan, kegiatan hari ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Bogor sengan Pemerintah Pusat dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Selain kawasan minapolitan, kegiatan ini juga membahas pemanfaatan dan pengelolaan fasilitas Raiser Ikan Hias yang berada di kawasan BRIN Cibinong.

Bupati Bogor akan mendorong fasilitas tersebut untuk dikembangkan sebagai pusat inovasi dan ekonomi kreatif berbasis perikanan hias yang dapat mendongkrak nilai tambah serta daya saing komoditas unggulan daerah.

Bupati Bogor berharap audiensi ini menjadi langkah awal dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan perikanan yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bogor didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang), Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kepala Dinas PUPR, serta Plt. Kepala DPKPP Kabupaten Bogor.***

Koperasi Kelurahan Merah Putih Sulit Berjalan tanpa Pendampingan

0

Bogordaily.net – Setelah dilaunching, koperasi merah putih seperti kehilangan arah. Ini karena kurangnya pemahaman mengenai bagaimana menjalankan usaha pada koperasinya dan kesulitan membuat proposal bisnis untuk pengajuan kredit ke Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

“Pendampingan saat penting untuk dilakukan agar mempermudah pengurus Koperasi menjalankan usaha koperasinya. Untuk itu pemerintah diharapkan untuk membentuk tim fasilitator,” ujar Syafei yang biasa dipanggil Kang Fhey, ketua Kolaborasi Inovasi Brilian (KIB) dan Waka Kadin Kota Bogor Bidang Industri, Koperasi dan UMKM yang didampingi Syahrul sebagai Komtap Ketahanan Pangan Kadin Kota Bogor.

Syafei pun saat ini mencoba melakukan pendampingan di Kecamatan Tanahsareal Kota Bogor yang memiliki 4 KKMP. Hasilnya para perwakilan pengurus meminta adanya pendampingan secara rutin dan berharap terbentuk tim fasilitator tingkat Kota Bogor.

“Program yang bagus kalau tidak didukung SDM yg profesional melalui pendampingan praktisi akan berakhir tidak optimal,” katanya.

Sebelumnya pada 21 Juli 2025,  68 Koperasi Merah Putih di Kota Bogor telah terbentuk dan pada 23 Juli 2025 akan diserahkan akta pendirian atau perubahan untuk segera didaftarkan kepada direktorat jenderal terkait.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan bahwa koperasi diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di wilayah, seperti judi online, pinjaman online, dan lainnya, melalui skema pinjaman dan penyaluran yang sesuai dengan ketentuan perbankan.

Untuk itu, koperasi harus menjalankan langkah-langkah secara profesional, mulai dari perekrutan anggota dan pengurus, hingga pengelolaan anggaran yang bersifat bankable, atau memenuhi syarat agar dapat diterima oleh sistem perbankan.

“Intinya harus profesional, karena ini betul-betul ekonomi kerakyatan yang dibangun. Jadi, tidak bisa main-main,” tegas Dedie Rachim.

Dedie Rachim juga menekankan bahwa 68 kelurahan di Kota Bogor yang memiliki koperasi harus memastikan keterlibatan anggota, karena mereka yang pertama akan menerima manfaat dari keberadaan koperasi. ***

Perkuat Fundamental Bisnis Melalui Transformasi, BRI Cetak Laba Rp 26,53 Triliun

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan kinerja positif dan resilien di tengah tantangan ekonomi global. Capaian positif tersebut ditunjukkan dari kemampuan BRI Group yang berhasil mencatatkan laba Rp26,53 triliun dengan aset mencapai Rp2.106,37 triliun atau tumbuh 6,52% secara year on year (yoy) hingga Triwulan II 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, yang juga dihadiri oleh Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto, Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dan Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom.

Pencapaian positif tersebut berhasil diraih BRI di tengah kondisi makroekonomi Indonesia yang menunjukkan tren stabil. Dari sisi moneter dan likuiditas, kondisi sistem keuangan menunjukkan pelonggaran yang lebih besar. Penurunan BI Rate menjadi 5,25% direspons positif oleh pasar dan secara bersamaan didukung oleh tren penguatan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa kinerja positif BRI akan terus diperkuat melalui ongoing transformation yang tengah dijalankan secara konsisten dan menyeluruh dan dinamakan “BRIVolution Reignite”.

“BRI akan melakukan perbaikan funding structure untuk pertumbuhan CASA yang sehat melalui segmentasi layanan simpanan, penyederhanaan produk, akselerasi giro, penguatan digital channel serta penguatan brand untuk memperkuat posisi di pasar ritel dan wholesale,” ujar Hery Gunardi. Sementara itu aspek kedua transformasi BRI akan berfokus pada perbaikan Core Business dan pengembangan New Growth Engine (New Core).

“BRI juga meninjau ulang model bisnis mikro serta penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kapabilitas mantri dan memperluas layanan gadai/bullion. Di sisi lain BRI juga akan memperkuat dominasi bisnis payroll, serta meningkatkan bisnis segmen menengah dan mengakselerasi pertumbuhan segmen commercial,” tambah Hery.

“Transformasi di dua area tersebut akan didukung dengan penguatan fondasi pada sisi organisasi, distribution dan operations, transformasi pada Human Capital, serta meningkatkan enterprise risk management,” imbuh Hery.

Selain transformasi bisnis, BRI juga melakukan transformasi budaya kerja. Transformasi ini diwujudkan melalui peluncuran BRILiaN Way pada 14 Juli 2025 lalu. “Peluncuran BRILiaN Way menjadi komitmen dalam menginternalisasi budaya kerja unggul dan berorientasi kinerja di lingkungan BRI. Terdapat lima nilai utama BRILiaN Way yakni Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer Focus yang ditetapkan”, jelasnya.

Di samping itu, untuk menghadapi dinamika bisnis dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan, BRI menjalankan inisiatif strategis yang diprioritaskan pada aspek penguatan retail funding dan peningkatan kualitas aset. Transformasi yang dilakukan BRI di sisi funding structure terus menunjukkan kinerja impresif, yang tercermin dari pertumbuhan positif dalam transaksi di berbagai kanal, baik untuk segmen ritel, merchant, maupun korporasi.

“Jumlah pengguna super app BRImo meningkat 21,2% secara tahunan (YoY) menjadi 42,7 juta user, sementara volume transaksinya naik 25,5% YoY menjadi Rp3.231,7 triliun. Qlola by BRI, platform digital bagi nasabah wholesale dan korporasi, turut mencatatkan peningkatan volume transaksi sebesar 33,9% YoY menjadi Rp5.970 triliun. Di sisi lain, volume transaksi bisnis merchant BRI meningkat 27,2% YoY menjadi Rp105,5 triliun. Sedangkan volume transaksi QRIS tumbuh signifikan sebesar 142,9% YoY menjadi Rp37,2 triliun, dengan jumlah transaksi meningkat 162,5% menjadi 313,7 miliar kali,” jelas Hery.

Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI pada paruh pertama tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, dengan penekanan pada strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang berhasil mendorong efisiensi biaya dana dan menopang fundamental bisnis perseroan.

Total aset BRI tumbuh 6,5% YoY, menjadi Rp2.106,4 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp1.416,6 triliun. Dari total kredit yang disalurkan tersebut, segmen UMKM mengambil porsi 80,32%.

Kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Total dana pihak ketiga secara konsolidasi tercatat tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp1.482,1 triliun. “Secara kualitas, komposisi dana mengalami perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 65,5% dari total DPK. Pertumbuhan CASA mencapai 10,6% YoY, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh 16,1% dan tabungan tumbuh 6,8% YoY”, jelas Hery.

Di samping itu, Pendapatan selain bunga (Fee & Other Operating Income) tumbuh 10,6% YoY, mencapai Rp26,7 triliun. PPOP (Pre-Provision Operating Profit) tercatat meningkat 2,2% YoY, menjadi Rp58,3 triliun, mencerminkan solidnya pendapatan operasional BRI.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp26,5 triliun hingga akhir Juni 2025”, jelasnya.

Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu mengungkapkan bahwa kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur pendanaan yang optimal. “Cost of Fund (CoF) tercatat membaik menjadi 3,6% pada akhir Triwulan II 2025. Di sisi lain, efisiensi pendanaan juga terlihat dari tingkat Cost of Deposit (CoD) yang berhasil dijaga di level 3,0%. Sementara itu, indikator likuiditas jangka pendek dan panjang BRI tetap kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang terjaga di 150,5% serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 125,6%,” jelas Viviana.

Perbaikan struktur pendanaan tersebut berdampak positif pada kondisi likuiditas BRI yang terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 84,97%. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Dari sisi permodalan, BRI memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,01%, salah satu yang tertinggi di antara perbankan nasional dan jauh di atas ketentuan minimum regulator. “Dengan kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat tersebut perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik di masa mendatang”, jelas Viviana.

Dari aspek kualitas aset, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom mengungkapkan bahwa hingga akhir Triwulan II 2025, rasio NPL (Non Performing Loan) BRI tercatat membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 3,04%. Perbaikan tersebut dicapai seiring dengan upaya pertumbuhan yang selektif, serta optimalisasi penagihan dan recovery.

“BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 188,84%. Rasio ini mencerminkan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian (prudential) yang tinggi dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan. Dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa untuk mendorong pelaku usaha tumbuh sehat dan berkelanjutan, BRI juga terus memperbaiki kualitas layanan di bisnis mikro agar prosesnya lebih cepat dan mampu menjawab kebutuhan nasabah.

“Salah satunya adalah dengan melakukan business process reengineering untuk bisnis mikro BRI, dimana inisiatif ini akan berfokus pada empat area utama yakni human capital, business process & model, product & policy enhancement, serta risk management & data capabilities”, jelasnya.

Sinergi strategis Holding Ultra Mikro (UMi) memberikan dampak positif dalam mendorong percepatan inklusi keuangan nasional. “Hingga akhir Triwulan II 2025, Holding Ultra Mikro telah menjangkau 34,7 juta debitur aktif dengan jumlah simpanan mikro mencapai 126 juta rekening”, ungkap Akhmad.

Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM.

Hingga akhir Juni 2025, BRI telah membina 4.625 Desa BRILian dan mengembangkan 41.217 klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku. “Lebih dari 12,9 juta pelaku UMKM juga telah memanfaatkan platform digital LinkUMKM untuk memperluas pasar dan mempercepat proses naik kelas. Selain itu, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan,” ungkap Agus.

Tak hanya itu, Agus menambahkan bahwa keberadaan AgenBRILink turut melengkapi inisiatif BRI, khususnya dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 22,60% secara yoy. Agen-agen tersebut tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri.

Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp843 triliun atau tumbuh 9,85% yoy. “Peran AgenBRILink tersebut kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider”, tambahnya.

Agus juga menegaskan bahwa BRI juga mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah yang menyasar perekonomian kerakyatan secara langsung. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp83,88 triliun kepada 1,8 juta debitur, termasuk UMKM yang menjadi supplier dalam program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah.

Selain itu, BRI juga berhasil menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2025 senilai Rp2,25 triliun kepada 3,7 juta rekening penerima yang dilakukan dalam 4 tahap. Hal ini merupakan peran aktif BRI turut serta menjaga daya beli Masyarakat yang menjadi fokus Pemerintah.

“Terkait dengan program 3 Juta Rumah, BRI telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 97.878 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp13,35 triliun atau tumbuh 19,51% yoy. Yang terbaru, BRI berkomitmen untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)”, tambahnya.

Menutup paparannya, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa kinerja keuangan BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga mendukung keberpihakan pada sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.

“Melalui program transformasi yang tengah dijalankan dan dengan dukungan seluruh insan BRILiaN serta kepercayaan masyarakat, BRI optimistis dapat menjaga kinerja positif dan berkelanjutan, serta tetap memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. ***

Menkop Optimis Kopdes/ Kel Merah Putih di Kabupaten Pati Mampu Dukung Target Swasembada Pangan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi kinerja seluruh pihak khususnya pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pati karena secara sigap mampu mencatat sejarah dengan mendirikan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih di Pati sebanyak 406 unit koperasi.

Terbentuknya Kopdes/ Kel Merah Putih di Pati dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergi yang erat dengan berbagai pihak.

Menkop Budi Arie meminta agar fase kedua setelah pembentukan resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 lalu dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan berbagai upaya percepatan agar operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih dapat lebih optimal. Di Kabupaten Pati, Menkop optimis akan berdiri koperasi-koperasi di sektor pertanian yang dapat mendukung pencapaian target swasembada pangan.

“Pati adalah lumbung pangan nasional, rumah bagi petani dan nelayan kecil, penghasil padi,  garam, ikan air tawar, tembakau dan kelapa. Potensi ekonomi yang dimiliki Pati sangat luar biasa, namun potensi besar saja tidak cukup jika tidak dikelola bersama,” ujar Menkop Budi Arie dalam acara Eksistensi dan Pengembangan Koperasi di Kabupaten Pati, Kamis (31/7).

Menkop juga menilai Pati sebagai salah satu kabupaten yang sigap dalam merespons instruksi pemerintah pusat dalam pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih. Saat ini seluruh Kopdes/ Kel Merah Putih di Pati yang berjumlah 406 unit tersebut telah memiliki Badan Hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Selanjutnya, Menkop mendorong agar Kopdes/Kel Merah Putih yang telah terbentuk tersebut dapat segera beroperasi dengan terus melakukan pemantapan / peningkatan kapasitas SDM pengelolanya agar Kopdes/ Kel Merah Putih di Pati benar-benar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Tercatat ada 406 Kopdes/Kel Merah Putih yang telah terbentuk. Ini capaian luar biasa dari Bupati beserta jajarannya. Sekarang tugas kita adalah menjadikan koperasi ini benar-benar hidup, beroperasi secara optimal, dan berkembang secara profesional,” katanya.

Dalam tahap dua pengembangan Kopdes, pemerintah akan fokus pada tata kelola kelembagaan dan usaha koperasi yang baik. Sehingga dibutuhkan SDM koperasi yang kompeten, baik pengurus, pengawas, maupun pengelolanya. Dinas pemerintah daerah dan gerakan koperasi diimbau untuk mendampingi Kopdes/Kel Merah Putih melalui pelatihan manajemen, digitalisasi pembukuan, hingga jejaring pemasaran.

Sebagai langkah awal aktivasi usaha, Menkop mendorong agar Kopdes/Kel Merah Putih diberi peran dalam penyaluran barang-barang subsidi pemerintah seperti gas LPG 3 kg, pupuk, dan beras. Dalam upaya memperkuat implementasi di lapangan, Menkop menginstruksikan pengembangan model koperasi percontohan.

Menkop mengajak seluruh pihak untuk menjadikan koperasi sebagai gaya hidup baru karena diyakini koperasi bukan sekadar badan usaha, namun dapat menjadi lembaga sosial tempat belajar dan bertumbuh bersama. Terlebih Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) telah menetapkan program Kopdes/ Kel Merah Putih menjadi salah satu program strategis nasional yang digadang-gadang dapat menjadi program unggulan di era Presiden Prabowo Subianto.

“Di 2026 Bappenas menetapkan sebagai program strategis nasional sehingga nanti semuanya akan terkopdes – kopdes. Sekarang adalah eranya rakyat untung duluan karena kopdes ini milik warga desa,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Pati Sudewo menyampaikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi Kopdes/ Kel Merah Putih di wilayahnya sebagai Kopdes yang tercepat dalam pembentukannya melainkan akan menjadi yang terbaik dalam pengembangannya dan operasionalisasinya.

Bupati Sudewo mengatakan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih, pihaknya akan fokus untuk mengintegrasikan berbagai potensi yang ada di daerahnya.

“Ke depan, kami berharap agar asistensi dan perhatian pemerintah pusat dapat terus diberikan kepada wilayah kami agar proses pengembangan dan operasionalisasi Kopdes dapat berjalan dengan baik,” ucapnya. ***

Penyanyi Angga Candra Luncurkan Single Terbaru “Pendengar Cerita”, Siap Jajaki Tour Bersama Bimo Maxim

0

Bogordaily.net – Penyanyi pop kebanggaan Indonesia, Angga Candra, secara resmi meluncurkan single terbarunya berjudul “Pendengar Cerita”, di Kopi Wangsa kota Bogor, pada Kamis 31 Juli 2025.

Dikenal sejak 2017 lewat lagu-lagu galau dan romantis yang menyentuh hati seperti “Sampai Tutup Usia”, “Semua Demi Kamu”, dan “Sekecewa Itu”, Angga Candra kini kembali dengan sebuah karya yang didedikasikan bagi mereka yang akrab dengan posisi “pendengar cerita” dalam kisah cinta, bukan sebagai pemeran utama yang dicintai.

Adapun, kolaborasi Strategis dan Potensi Tour Besar Bersama Bimo Maxim
Peluncuran “Pendengar Cerita” menjadi sorotan utama, tidak hanya karena kedalaman liriknya, tetapi juga karena kabar mengejutkan dari promotor kenamaan, Bimo Maxim.

Penyanyi pop kebanggaan Indonesia, Angga Candra, secara resmi meluncurkan single terbarunya berjudul “Pendengar Cerita”, di Kopi Wangsa kota Bogor, pada Kamis 31 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bimo Maxim secara eksplisit mengungkapkan bahwa Angga Candra tengah dipertimbangkan serius untuk menjadi opening performance atau pembuka dalam tur salah satu band terkenal di Indonesia.

“Ini adalah langkah strategis yang tengah kami matangkan. Kami melihat bahwa ‘Pendengar Cerita’ memiliki kekuatan emosional yang luar biasa, dan dikombinasikan dengan performa Angga Candra yang memukau, kami yakin dia akan sangat cocok untuk membuka panggung besar,” kata Bimo Maxim.

“Potensi untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas melalui tur ini sangat besar, dan kami optimis ini akan menjadi lompatan signifikan dalam karir Angga,” tambahnya.

Menurutnya, jika terealisasi, kesempatan ini tidak hanya akan memperkuat posisi Angga Candra di kancah musik nasional, tetapi juga membuktikan kualitas karyanya di hadapan penonton yang beragam.

Single “Pendengar Cerita” merupakan buah karya Dudu Yusuf, yang kemudian diproduksi secara apik oleh Angga Candra sendiri. Dalam prosesnya, Angga menggandeng Music Arranger Joel Christian, yang dikenal dengan sentuhan khas musik Koreanya, memberikan nuansa segar namun tetap sarat emosi pada lagu ini.

Angga Candra menjelaskan bahwa inspirasi utama lagu ini berasal dari kisah nyata yang seringkali dialami banyak individu: mencintai seseorang secara diam-diam, menjadi tempat curhat yang setia.

Namun tak pernah berani mengungkapkan perasaan, hingga akhirnya menyaksikan orang yang dicintai menikah dengan orang lain. Pengalaman pribadi Angga yang serupa dengan narasi lagu ini membuatnya dapat menghayati dan menyampaikan setiap lirik dengan emosi yang begitu mendalam.

Lirik-lirik “sakti” seperti “Ku tersisih bukanlah yang terkasih” dan “Aku pendengar cerita bukanlah yang kau cinta” diharapkan mampu menjadi suara bagi hati-hati yang selama ini hanya bisa menjadi saksi bisu kebahagiaan orang lain.

Aransemen musik yang menyayat hati, dipadukan dengan vokal penuh penghayatan Angga, dipastikan akan menyampaikan pesan lagu ini secara efektif kepada para pendengar.

Kualitas Produksi Idealistik dan Visualisasi Dramatis

Angga Candra dikenal sebagai musisi yang sangat idealis dalam setiap tahap produksinya sejak awal kariernya. Mulai dari penulisan lirik, mixing, mastering, hingga pengerjaan video klip, semua dilakukan dengan perhatian detail demi memastikan kualitas audio terbaik.

Untuk memperkuat pesan visual, video klip “Pendengar Cerita” juga telah dirilis di YouTube. Dibintangi oleh artis ternama Asyiraf Jamall (ATAP) dan Putri Ziani, bersama Angga Candra, video klip ini berhasil menghidupkan narasi lagu dengan visualisasi yang dramatis dan emosional, membuat pesan lagu semakin jelas dan menyentuh.

Sementara itu, Single “Pendengar Cerita” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital di Indonesia. Angga Candra berharap lagu ini tidak hanya menjadi hit, tetapi juga anthem bagi mereka yang pernah merasakan getirnya menjadi seorang “pendengar cerita” dalam kisah cinta tak berbalas.

Dengan dukungan kuat dari Bimo Maxim, Angga Candra bersiap melangkah ke panggung yang lebih besar, membawa karya-karya yang semakin matang dan menginspirasi.***

Albin Pandita

Pertama di Bogor, RSUD Bakti Pajajaran Hadirkan Layanan Instalasi Hiperbarik

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Bakti Pajajaran menghadirkan layanan instalasi Hiperbarik pertama di Bogor dengan berbagai keunggulan untuk pasien.

Adapun, instalasi Hiperbarik adalah fasilitas medis yang menyediakan terapi oksigen hiperbarik (TOHB), dimana pasien menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer normal. Terapi ini digunakan untuk berbagai kondisi medis dan rehabilitasi.

Manfaat dari adanya instalasi Hiperbarik diantaranya, mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan performa atlet, meningkatkan imunitas dan vitalitas, anti aging, dan membantu dalam terapi pasca stroke.

Dokter Anti Aging Medicine, Hiperbarik RSUD Bakti Pajajaran, dr Amelia Dwifika Putri, MKM., M.Biomed., AIFO-K menjelaskan bahwa, instalasi Hiperbarik menggunakan oksigen murni, dengan oksigen mendekati 100% pada ruangan bertekanan tinggi,

“Jadi nanti pasiennya seolah-olah berada di 14 meter di bawah laut Itu kalau di ini 2,4 atas satuannya,” kata dr Amelia Dwifika kepada wartawan, Kamis 31 Juli 2025.

Menurutnya, layanan Hiperbarik bisa digunakan untuk pasien dengan berbagai kondisi penyakit seperti stroke, diabetes, luka bakar, luka operasi maupun pegal pegal.

“Jadi penyakitnya itu seperti luka-luka operasi, post-stroke, atau diabetes gitu kan atau yang nggak sakit pun bisa, misalnya nggak bisa tidur dia insomnia, dikasih terapi oksigen,” jelasnya.

Kemudian, bisa juga untuk atlet yang ingin meningkatkan kondisi kebugaran, serta pasien yang memiliki riwayat kurang tidur dan lain sebagainya.

“Jadi kualitas tidurnya tuh lebih baik atau buat atlet yang overtraining gitu kan, overtraining kan biasanya pegel,” tambah dr Amelia.

Adapun, untuk penanganan pasien di layanan instalasi Hiperbarik per setiap sesi berlaku hingga durasi 1,5 jam. Dengan jumlah pasien sebanyak 7 orang per sesi.

“Rata-rata kita 3 sesi Jadi kan kita turun ke 14 meter nih 14 meter tuh kita usahakan 1 meter 1 menit Jadi 14 menit, nanti kita terapi 20 menit Istirahat 5 menit 20 menit,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk instalasi layanan Hiperbarik belum bisa dicover menggunakan BPJS, dan biaya layanan Hiperbarik di RSUD Bakti Pajajaran sebesar Rp.390.000.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran layanan instalasi Hiperbarik, bisa menghubungi nomor 085718518188.***

Albin Pandita

Yantie Rachim Deklarasikan Gerakan “Bogor Geulis” di Puncak HKG PKK ke-53

0

Bogordaily.net – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim secara resmi mendeklarasikan gerakan “Bogor Geulis” pada acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.

“Bogor Geulis” merupakan gerakan lintas generasi yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi dari berbagai kelompok usia, sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam pembangunan Kota Bogor.

Gerakan ini diinisiasi untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi antar generasi, sebagai akibat dari akselerasi transformasi yang terjadi karna tinggi nya laju pertumbuhan penduduk.

Yantie Rachim menyampaikan bahwa gerakan ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan bentuk pendekatan baru dalam membangun Kota Bogor yang seimbang, berdaya, dan inklusif.

“Bogor Geulis adalah gerakan moral dan sosial yang mendorong sinergi antara generasi tua dan muda. Kita ingin membangun kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tapi juga kuat secara nilai dan relasi sosial,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kebijaksanaan generasi terdahulu dan energi serta inovasi generasi muda perlu disatukan agar pembangunan yang dijalankan memiliki arah yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita ingin pemuda aktif di lingkungan, belajar dari tokoh-tokoh adat dan masyarakat. Sebaliknya, para senior juga bisa menjadi mentor dan pengarah. Kolaborasi ini adalah kunci agar pembangunan tidak timpang,” jelas Yantie Rachim.

“Bogor Geulis” juga diharapkan menjadi semangat baru dalam menjalankan program-program PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan, terutama dalam hal pelibatan lintas usia dalam kegiatan pemberdayaan keluarga, lingkungan hidup, dan sosial budaya.

Yantie Rachim berharap “Bogor Geulis” mampu memperkuat keterlibatan setiap generasi dalam berbagai aspek kehidupan dan terus menyebar ke seluruh wilayah Kota Bogor dan menjadi bagian dari identitas sosial yang mengakar di masyarakat.

“Gerakan ini dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan lingkungan terdekat. Kita tidak perlu menunggu arahan. Cukup bergerak bersama, dengan hati dan kesadaran untuk membangun Bogor yang lebih geulis, indah, anggun, dan bersatu,” katanya. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Operasi Pekat, Satpol PP Kabupaten Bogor Amankan 6 Wanita PSK dan 1 Pria Hidung Belang di Cibinong

Bogordaily.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama dengan Dinas Sosial dan Garnisun kembali melaksanakan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 30 Juli 2025.

Dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) tersebut jajaran Satpol PP berhasil mengamankan sebanyak 6 wanita diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 1 pria hidung belang.

Adapun, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) serta menjaga ketertiban dan moralitas di lingkungan masyarakat.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana menjelaskan bahwa, operasi ini dilakukan dalam rangka menjaga ketertiban umum dan moralitas di lingkungan masyarakat dan wujud tindak lanjut atas aduan dan keresahan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Kami bersama Dinsos, serta diperkuat oleh Garnisun, menargetkan kos-kosan ataupun Karaoke yang terindikasi dijadikan tempat prostitusi online yang berlokasi di Kecamatan Cibinong,” kata Anwar, Kamis 31 Juli 2025.

Menurut Anwar, hasilnya petugas mendapati enam orang wanita yang diduga sebagai wanita tuna susila dan satu pria hidung belang.

Kemudian, ketujuh orang tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Bogor untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan dan penindakan lebih lanjut oleh Dinas Sosial.

“Terduga wanita tuna susila dan pria hidung belang di serahkan kepada Dinas Sosial untuk di assessment lebih lanjut,” jelasnya.

“Enam orang wanita positif sebagai wanita tuna susila kemudian dikirim ke Panti Rehabilitasi di Cibadak Sukabumi dan satu orang pria yang diamankan membuat surat pernyataan,” tambah Anwar.***

Albin Pandita