Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 492

Gerhana Matahari 2 Agustus, Bumi Gelap Total. Fakta atau Hoax?

0

Bogordaily.net — Gerhana Matahari 2 Agustus akan bikin Bumi gelap total? Hoax atau fakta? Pertanyaan itu menggantung di kepala banyak orang setelah jagat media sosial diramaikan klaim mengerikan: seluruh dunia akan gelap gulita pada 2 Agustus 2025.

Semua tergoda menelusuri kebenarannya. Sebab jika benar, ini bukan hal biasa. Ini bukan sekadar langit gelap sesaat. Tapi gelap total. Seperti akhir zaman.

Wajar saja, pencarian Google untuk kata kunci “gerhana 2 Agustus” dan “gerhana matahari 2 Agustus 2025” langsung melonjak sejak 23 Juli. Netizen panik, banyak yang percaya, banyak pula yang menyebar ulang tanpa mengecek ulang.

Tapi apa benar kita akan menyaksikan gerhana matahari total pada 2 Agustus tahun ini?

Ternyata, Tidak.

Yang benar: gerhana matahari total itu akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Masih dua tahun lagi. Artinya, kabar yang viral itu setengah benar, setengah hoax. Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya tepat.

Jadi, jangan buru-buru beli kacamata gerhana sekarang.

Gerhana Abad Ini

Menariknya, gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 memang bukan gerhana sembarangan. Ia dijuluki sebagai gerhana matahari total terlama di abad ke-21. Bayangkan, Matahari akan sepenuhnya tertutup Bulan selama 6 menit 22 detik.

Sebagai perbandingan, gerhana matahari total pada 8 April 2024 yang viral di Amerika Utara “hanya” berlangsung 4 menit 28 detik. Padahal itu saja sudah disebut dramatis.

Durasi 6 menit lebih itu akan memecahkan rekor yang sudah bertahan sejak 1991. Dan gelap total seperti itu tak akan terulang hingga tahun 2114. Bukan 100 tahun lagi, tapi 87 tahun lagi. Jadi, klaim “tak akan terjadi lagi dalam seabad” juga kurang tepat.

Melewati 11 Negara

Lantas, siapa yang beruntung menyaksikan gerhana superlangka ini?

Jalur totalitasnya akan melintasi 11 negara: Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, Somalia, dan bagian Afrika Utara lainnya. Gerhana ini akan menyapu jalur sejauh 15.227 km dengan lebar 258 km, mencakup area seluas 2,7 juta kilometer persegi.

Sementara sebagian wilayah Eropa, Afrika, dan Asia Selatan hanya akan mengalami gerhana sebagian.

Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam jalur gerhana total 2027. Tapi tenang. Kalau Anda tidak sabar, masih ada gerhana matahari sebagian yang akan terjadi pada 21 September 2025—walau hanya bisa diamati dari Australia, Fiji, Tahiti, Selandia Baru, dan Antartika.

Jangan Mudah Termakan Hoax

Kabar viral soal Bumi gelap total 2 Agustus 2025 karena gerhana matahari adalah tidak benar. Tapi bukan berarti tidak ada gerhana sama sekali. Gerhana matahari total memang akan terjadi, tapi pada 2 Agustus 2027.

Saat itu tiba, dunia akan menyaksikan pertunjukan kosmik terpanjang abad ini. Dan mungkin, jadi salah satu momen paling gelap yang pernah disaksikan generasi kita.***

Profil Thomas Alva Edisound, Bapak Horeg yang Bikin Sound System Berguncang

0

Bogordaily.net – Profil Thomas Alva Edisound jadi sorotan usai sound horeg jadi perbincangan.

Jika Anda pernah berada di sebuah karnaval atau hajatan di Jawa Timur, Anda pasti pernah merasakannya dentuman bass yang bukan hanya terdengar di telinga, tapi juga menggetarkan dada dan membuat tanah seolah bergoncang.

Fenomena itu dikenal sebagai “sound horeg”, sebuah kultur audio yang kini menjadi identitas dan kebanggaan. Namun, pernahkah Anda bertanya, siapa mastermind di balik guncangan dahsyat itu?

Jawabannya adalah seorang pria sederhana dari Malang, Jawa Timur, bernama Edi Susanto. Di kalangan komunitas audio, ia adalah seorang legenda hidup, seorang maestro yang dijuluki “Thomas Alva Edisound”.

Dialah sang pencipta sound horeg, sebuah inovasi yang lahir dari garasi rumahnya dan kini menjadi standar bagi ribuan sound system di seluruh Indonesia.

Siapa Sebenarnya Edi Sound, dan profil Sang ‘Thomas Alva Edisound’?

Istilah “horeg” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang kurang lebih berarti “bergoyang tak karuan” atau “gempar”.

Istilah ini sempurna menggambarkan efek audio ciptaan Edi sebuah suara menggelegar dengan frekuensi low-sub yang begitu kuat hingga mampu membuat penonton dan lingkungan sekitarnya bergetar hebat.

Edi Sound, sang “Thomas Alva Edison”-nya dunia audio, bukanlah produk sekolah teknik ternama. Ia adalah seorang jenius otodidak yang memulai perjalanannya pada tahun 1993.

Dengan rasa penasaran yang besar, ia membongkar dan memodifikasi berbagai perangkat elektronik, khususnya power amplifier, untuk mencari karakter suara yang belum pernah ada sebelumnya.

Eksperimennya selama bertahun-tahun berhasil melahirkan sebuah karakter suara khas yang menjadi cikal bakal sound horeg dentuman bass yang dalam, nendang, dan mampu membuat jantung berdebar.

Karya Edi Sound bukan sekadar membuat sound system menjadi lebih keras. Ia menciptakan sebuah standar baru. Sebelum eranya, sound system hajatan mungkin hanya terdengar “cempreng”. Edi mengubah semua itu dengan memperkenalkan frekuensi rendah yang solid dan bertenaga.

Fokus pada modifikasi power amplifier untuk menghasilkan tenaga super besar yang mampu mendorong speaker hingga batas maksimalnya.

Menciptakan frekuensi low-sub yang menjadi ciri khas utama sound horeg.

Karyanya dengan cepat menjadi kiblat bagi para pelaku usaha sound system di Jawa Timur dan menyebar ke seluruh Indonesia. Banyak yang mencoba meniru racikannya, menjadikannya standar de-facto untuk sebuah sound system yang “berkelas”.

Lebih dari Sekadar Musik: ‘Horeg’ Sebagai Fenomena Budaya

Apa yang diciptakan Edi Sound telah melampaui batas-batas teknis audio. “Horeg” telah menjelma menjadi sebuah fenomena budaya yang masif.

Komunitas dan Persaingan

Lahirnya komunitas “battle sound system”, sebuah ajang adu gengsi dan kreativitas di mana para pemilik sound system berlomba-lomba menyajikan suara paling horeg.

Atraksi Karnaval

Sound system dengan puluhan speaker yang ditumpuk menjulang tinggi kini menjadi bintang utama dalam setiap karnaval desa, menarik ribuan penonton.

Ekonomi Kreatif Lokal

Fenomena ini menggerakkan ekonomi lokal, dari penyewaan sound system, teknisi audio, hingga para kreator konten yang meliput setiap acara “check sound”.(suara.com)

Pemkab Bogor Dan Kemen LH Evaluasi KSO PTPN di Kawasan Puncak

0

Bogordaily.net — Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI menegaskan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan iklim investasi di kawasan puncak melalui evaluasi kerja sama operasional (KSO) dengan PTPN I Regional 2. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, di Cisarua pada Minggu (27/7/25).

Hal ini bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten dalam menindaklanjuti Pembongkaran MANDIRI EMPAT bangunan diduga melanggar aturan lingkungan di kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat dibongkar. Pembongkaran disaksikan langsung Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol dan Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian LH Irjen Pol. Rizal Irawan.

Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor hingga saat ini belum pernah mengeluarkan izin pembangunan terhadap empat lokasi yang dipersoalkan. Menurutnya, yang menjadi fokus saat ini adalah evaluasi dan peninjauan ulang terhadap KSO dengan PTPN, yang telah berjalan sesuai arahan sebelumnya.

“Kita berharap evaluasi ini menjadi langkah bersama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Tujuannya jelas, penyelamatan lingkungan tanpa mengorbankan kepastian investasi,” lanjutnya.

Terkait pencabutan sembilan izin persetujuan lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ajat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tengah melakukan proses evaluasi menyeluruh yang bersifat ilmiah dan bertahap.

“Prosesnya masih berjalan. Evaluasi tidak bisa instan. Persetujuan lingkungan yang dicabut itu harus melalui kajian detail dan koordinasi lintas lembaga. Saat ini kami sedang merampungkan evaluasi tersebut,” jelasnya.

Ajat menghimbau kepada para pengusaha hotel untuk tidak khawatiran terhadap dampak pencabutan izin terhadap iklim investasi di Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Puncak yang menjadi kontributor terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor hotel dan restoran.

“Puncak menyumbang hampir 50% PAD dari sektor wisata. Maka, kita harus bijak dan seimbang. Ekonomi tetap bergerak, tapi lingkungan tetap dijaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan pembenahan dan penataan kawasan Puncak agar tetap menjadi destinasi unggulan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Meski begitu, kewenangan pengaturan secara umum berada di pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Menanggapi pertanyaan soal penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Ajat menyebut hal itu sangat bergantung pada kebijakan provinsi dan pusat.

“RTRW Kabupaten mengikuti Perpres dan RTRW Provinsi Jawa Barat. Jika ada revisi dari provinsi atau pusat, maka kita otomatis menyesuaikan,” ujarnya.

Selanjutnya,

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol menjelaskan, hari ini pihaknya memastikan bahwa terkait dengan unit unit usaha yang menjadi kemitraan KSO PTPN telah melakukan pembongkaran.

“Ada 8 gazebo dan 1 restoran dan kita saksikan bersama sudah dilakukan pembongkaran. Kami mengapresiasi dan harapan kami pembongkaran ini bisa selesai satu bulan dari sekarang,” kata Hanif.

Hanif meminta semua unit usaha yang memiliki kerjasama atau KSO dengan PTPN dan diduga melanggar aturan lingkungan melakukan pembongkaran secara mandiri, paling lambat selesai akhir Agustus.

“Sekira akhir agustus semua kegiatan 13 KSO yang telah kita berikan sanksi dan telah habis masa tenggatnya, agar segera membongkar paling lambat Agustus akhir sudah selesai,” kata Hanif.

Hanif menambahkan, total ada 33 unit usaha yang memiliki kerjasama atau KSO telah dicabut izin lingkungannya. Ia meminta pemilik usaha membongkar bangunannya.

“Jadi total semuanya 33 KSO, namun ada 9 yang punya izin pun sudah kita cabut,seterusnya dan telah kami berikan sanksi administrasi untuk dibongkar juga.

ada 7 yang melakukan pembongkaran sendiri dan sisanya kami akan datangi untuk mengingatkan,” imbuhnya.***

Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-Bersih Sungai dan Kesadaran Pengelolaan Sampah

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional yang diperingati pada 27 Juli 2025, BRI Peduli melalui Program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” melaksanakan aktivasi bersih-bersih sungai dan edukasi lingkungan dalam rangka menjaga kelestarian sungai dan ekosistem lingkungan.

Salah satunya, BRI Peduli yang melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung yang berada di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Provinsi Bali yang juga berada di kawasan konservasi Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali. Aktivasi ini dliakukan di area sepanjang 70 meter dengan jumlah peserta 242 warga dan 200 warior (aktivis peduli sampah).

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa terdapat dua kegiatan utama dalam program ini, yaitu kegiatan pembersihan sungai dan edukasi sampah.

Dalam kegiatan pembersihan sungai, masyarakat bergotong rotong melakukan bersih-bersih di Tukad Badung sebagai upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ekosistem perairan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam.

Kegiatan Edukasi Sampah

Sementara itu, dalam kegiatan edukasi sampah, masyarakat mendapatkan edukasi pemilahan sampah dimana sampah yang diambil dari Sungai, dipilah menjadi sampah organik dan anorganik.

Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sungai.

Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas. Sedangkan sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat pencacah sampah dan hasilnya dijual ke pengepul sampah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif berperan serta sekaligus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam membersihkan sungai, memilah sampah, dan mengelola limbah secara bijak.

Untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan program tersebut, BRI Peduli menyalurkan berbagai bantuan peralatan seperti Trash Barrier, Sapu, Timbangan Sampah dan Gerobak Sampah.

“Peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembersihan sungai dapat berdampak kepada kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memiliki pengetahuan dan teknik yang benar dalam membersihkan sungai, memilah sampah, maupun mengelola limbah” ungkap Hendy.

BRI Peduli Jaga Sungai Jaga Kehidupan

Hasilnya, kegiatan BRI Peduli Jaga Sungai Jaga Kehidupan di Tukad Badung berhasil mengumpulkan 3.262 kg sampah anorganik dan berhasil menjaga tingkat kejernihan air sungai sebsar 69%. Aktivasi ini juga mampu menghasilkan potensi reduksi emisi karbon sebanyak 9,79 Ton CO2.

Hendy menambahkan, Program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” dilaksanakan sejak 2020 dan telah merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Sungai- sungai juga secara rutin dibersihkan melalui pemberdayaan masyarat berbasis padat karya.

Dalam pelaksanaanya, pada tahun 2025 ini BRI juga menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk melindungi dan menjaga kebersihan sungai-sungai di Indonesia dari pencemaran, terutama sampah plastik. Bersama Yayasan Sungai Watch, BRI Peduli telah mengumpulkan reduksi sampah anorganik sebanyak 35,20 Ton.

Mengusung semangat Pro Planet dan Pro People, BRI tidak hanya melakukan normalisasi, pembersihan, pengerukan sungai. Lebih dari itu, BRI juga membangun sejumlah sarana dan prasarana seperti taman, ruang terbuka hijau, dan area ramah anak, serta juga mengedukasi masyarakat mengenai pemeliharaan aliran sungai yang sehat yang bermanfaat bagi kehidupan. Tak sampai di situ, program ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

Sejak didirikan di tahun 2020, Sungai Watch telah berupaya memasang lebih dari 18 trash barriers (jaring sampah) di sungai-sungai pulau Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur, yang bertujuan untuk mencegah aliran sampah menuju laut.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, Sungai Watch bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta pemberdayaan berbasis padat karya.

KH Abdurrahim Sanusi Dikenang, PCNU Kabupaten Bogor Gelar Istighosah dan Ziarah di Cibungbulang

Bogordaily.net – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor kembali menggelar rangkaian kegiatan istighosah dan ziarah ke maqbaroh muassis serta masyayikh Nahdlatul Ulama.

Memasuki putaran ke-9, kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, bertempat di Komplek Pondok Pesantren Al Aulia, Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang penuh kekhusyukan ini juga sekaligus menjadi momen silaturahmi dan refleksi spiritual bersama para tokoh, santri, serta seluruh elemen jam’iyyah NU. Tak hanya warga NU dari sekitar Cibungbulang, hadir pula para alumni Pondok Pesantren Al Aulia dan tokoh masyarakat Kabupaten Bogor.

Ziarah ke Maqbaroh Ulama Besar Bogor

Acara utama dalam istighosah ini adalah ziarah ke maqbaroh Almaghfurlah KH Abdurrahim Sanusi, salah seorang ulama kharismatik Bogor yang dikenal sebagai pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al Aulia, sekaligus tokoh sentral dalam sejarah perkembangan NU dan MUI di Kabupaten Bogor.

Ziarah dipimpin langsung oleh Ajengan Ibnu Zaky, dan disambut hangat oleh Ajengan Helmi beserta keluarga besar Almarhum KH Abdurrahim Sanusi.

Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut, terlebih ketika para jamaah mengenang kiprah besar sang ulama dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menjelaskan bahwa istighosah ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan sarana penting untuk meneladani perjuangan para pendiri NU dan tokoh-tokoh pesantren terdahulu, termasuk KH Abdurrahim Sanusi.

“Kami semua bersyukur bisa bersilaturahmi dan ramah tamah langsung dengan zuriyah Almaghfurlah KH Abdurrahim Sanusi,” ujar Gus Abdul Somad.

Pada kesempatan istighosah dan ziarah ini kedua putra KH Abdurrahim Sanusi menyampaikan beberapa hal di antaranya pesan kepada NU sebagai organisasi para ulama harus senantiasa dijaga dan terjaga agar senantiasa menjadi pembimbing, pendidik dan pengayom umat serta mengembangkan NU di Kabupaten Bogor.

Selain memperkuat nilai spiritual, agenda ini juga dipandang sebagai sarana untuk membangun jaringan silaturahmi yang kokoh antara NU, pesantren, dan akar rumput masyarakat.

“Dengan acara ini kami yakin kami semua akan banyak mendapat hikmah dan pelajaran berharga untuk meneladani akhlak dan kiprah besar beliau semasa hidupnya, acara ini juga tentu saja sebagai manifestasi mahabbah kami kepada beliau juga akan menjadi tonggak penting bagi untuk memanifestasikan dalam harakah kami di Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor,” tutur Abdul Somad.

Sosok KH Abdurrahim Sanusi

Almaghfurlah KH Abdurrahim Sanusi, Lc, bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan cucu dari ulama besar Jawa Barat, yakni Mama Masturo, pendiri Pondok Pesantren Al-Masturiyah Sukabumi.

Semangat perjuangannya dalam membangun pendidikan Islam mendorong beliau mendirikan Pondok Pesantren Al Aulia yang kini menjadi salah satu pusat kaderisasi NU di Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor selama dua periode dan memiliki kontribusi penting dalam struktur kepengurusan MUI Kabupaten Bogor.

Pondok Pesantren Al Aulia kini terus berkembang di bawah kepemimpinan para putra dan keturunan KH Abdurrahim Sanusi. Pesantren ini telah melahirkan ratusan bahkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah, tak sedikit dari mereka yang kini berkiprah sebagai kiai, pendidik, tokoh masyarakat, bahkan pejabat publik.

“Pesantren yang telah didirikannya dan kini dipimpin dan dikelola oleh keturunannya ini telah melahirkan banyak alumni yang tersebar di daerah Bogor dan sekitarnya, banyak di antaranya bahkan menjadi tokoh-tokoh publik yang berkiprah di lembaga-lembaga negara selain menjadi kiai dan para pengayom umat,” demikian keterangan yang dilansir dari Instagram PCNU Kabupaten Bogor.

 

Hari Anak Nasional 2025, Savero Style Bogor Kunjungi SLB Negeri Dharma Wanita 

0

Bogordaily.net – Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2025 yang mengusung tagline “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, Savero Style Hotel Bogor melaksanakan aksi sosial penuh makna di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Dharma Wanita Kota Bogor pada 23 Juli 2025.

Kunjungan ini disambut hangat oleh keluarga besar SLBN Dharma Wanita Kota Bogor, khususnya para siswa berkebutuhan khusus yang tampak antusias dan ceria mengikuti rangkaian kegiatan.

Savero Style Hotel Bogor hadir untuk berbagi kebahagiaan melalui kegiatan interaktif, pemotongan tumpeng, pemberian sertifikat apresiasi untuk SLBN Dharma Wanita atas dedikasi yang penuh inspiratif, serta perhatian yang tulus bagi anak-anak yang luar biasa tersebut.

Hotel Manager Savero Style Hotel Bogor, Firman Anugrah dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional 2025 ini menjadi momentum penting agar bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat dalam belajar dan berkarya.

“Suatu kebanggaan bagi kami bisa memperingati Hari Anak Nasional kali ini bersama siswa-siswi yang luar biasa pantang menyerah dan para guru yang tidak pernah kenal Lelah. Kita semua disini semua sama, memberikan tanggung jawab agar anak-anak mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang cerah,” ujar Firman.

Plh Kepala SLBN Dharma Wanita Kota Bogor, Dahlan S.Pd M.M, mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Hari Anak Nasional 2025.

“Kami merasa sangat terharu atas perhatian luar biasa dari Hotel Savero Style Bogor karena Kehadiran mereka membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak kami,” tutur Dahlan.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama dalam rangka Hari Anak Nasional 2025, kemudian disambut oleh tarian khusus dari para sisw-siswi berprestasi serta nyanyian pembuka dari siswi level SD SLBN Dharma Wanita, dibalut dengan canda tawa riang anak-anak hebat dan rasa haru bagi para pendidik maupun dari pihak Hotel Savero Style Bogor.

“Puji Syukur kami ucapkan, karena kami diberikan kesempatan untuk menunjukkan kehebatan anak-anak kami di SLBN Dharma Wanita ini, bahwa ternyata anak-anak ini memiliki kesempatan yang sama dan kelebihan yang diberikan agar mereka tidak berkecil hati. Kami terus mengajarkan mereka bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan, dari mulai semangat hingga talenta yang mereka miliki,” ucap Bagian Kesiswaan Sekolah, Basaria Hutagalung S.Pd.

Diakhiri dengan menyanyi bersama, bermain games dan pembagian hadiah, serta ramah tamah dengan seluruh siswa-siswi serta para guru SLBN Dharma Wanita, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Firman berharap, kegiatan baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua pihak serta bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik.

“Karena ini bisa menjadi bukti nyata bahwa dukungan dan perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus adalah bagian penting dalam mewujudkan bahwa setiap anak tanpa terkecuali memiliki ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang hebat dan bermartabat,” pungkas Firman. ***

SMAN 4 Bogor Sukses Gelar Event Tahunan “Euforia” Siswa Antusias Unjuk Bakat

Bogordaily.net – SMA Negeri 4 Bogor sukses menggelar event tahunan yang bertajuk “Euforia” di halaman sekolah pada Minggu 27 Juli 2025.

Event ini merupakan ajang untuk para siswa menunjukan bakat-bakat mereka kepada para penonton yang hadir.

Para siswa menunjukan bakat mereka dalam event tersebut dalam bidang musik, tari tradisional, modern dance dan lainnya.

Ketua Pelaksana Event Euforia Sman 4 Bogor, Siti Assyifa Salsabillah, menjelaskan bahwa, event tersebut merupakan dies natalis yang ke 44 tahun.

“Ini pensi tahunan sekolah, namun karena ada covid, sempat tertunda acara ini,” ujarnya kepada Bogordaily.net

Ia menambahkan, OSIS MPK Sman 4 Bogor angkatan 2024/2025 kembali membangkitkan acara tahunan ini yang sempat terhenti karena pandemi.

Dengan penuh perencanaan dan juga berbagai persiapan yang matang, event tahunan tersebut akhirnya bisa terlaksana kembali dengan meriah dan sukses.

“Kita udah persiapan dari Januari lalu, mulai dari konsep dan sebagainya. Acara ini khusus untuk seluruh warga sekolah dan juga alumni Sman 4 Bogor, mereka sangat antusias tentunya dengan adanya event ini lagi,” katanya

Ia berharap event ini akan terus berlanjut untuk tahun yang akan datang. Karena kegiatan tersebut merupakan ajang untuk para siswa menunjukan bakat mereka.

“Semoga terus berlanjut, ini juga akan menjadi kenangan sewaktu kita masi sekolah dan juga mengasah keterampilan para siswa dalam berbagai bidang yang mereka senangi,” pungkasnya

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pesta Rakyat KDM di Bogor Ricuh, Dompet dan HP Warga Disikat Copet!

0

Bogordaily.net – Acara helaran pesta rakyat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang diselenggarakan di lapangan outdoor GOR Padjajaran pada Jum’at malam, 25 Juli 2025 menyisakan sekelumit cerita sedih bagi sebagian masyarakat Kota Bogor.

Acara budaya yang dihadiri oleh sejumlah tokoh, seniman ternama hingga ribuan warga Kota Bogor tersebut dinodai oleh aksi kriminal yang dilakukan oleh gerombolan copet.

Beberapa warga Bogor yang hadir pada acara tersebut dikabarkan kehilangan handphone hingga dompet.

Menanggapi peristiwa itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum  Pemuda (LBH) DPD KNPI Kota Bogor, Desta Lesmana, S.H sebut Panitia Acara Heleran Budaya KDM perlu dievaluasi.

“Pertama, kami sangat prihatin atas hilangnya sejumlah barang berharga milik warga Kota Bogor yang antusias mendatangi heleran budaya tersebut. Bagi kami, aksi kriminal itu sebenarnya bisa dimitigasi bilamana standar keamanan diterapkan dengan baik oleh panitia acara,” ucap Desta.

“Kedua, kami menilai komunikasi yang dibangun oleh Panitia Acara tersebut cukup buruk. Sejak panggung itu hendak dipasang di lapangan outdoor GOR Padjajaran, tidak ada satupun dari panitia yang mau bertamu ke kantor DPD KNPI Kota Bogor,” tambah Desta.

“Padahal posisi panggung yang mereka pasang itu tepat di sebelah kantor kami. Dan tidak ada satupun dari panitia acara yang mau berkunjung kesini,” ucap Desta.

Namun ketika acara berlangsung pada Jum’at malam, Desta menyebut bahwa halaman depan kantor DPD KNPI Kota Bogor tiba-tiba berubah jadi area parkir motor.

“Dalam hal ini kami ingin tegaskan, bahwa kami sangat terbuka kepada semua warga yang ingin memanfaatkan area kami untuk parkir kendaraan,” kata Desta.

“Tapi satu hal yang kami sangat sayangkan adalah buruknya komunikasi yang dibangun oleh panitia acara tersebut dengan warga sekitar, termasuk kami. Padahal tidak ada salahnya mereka datang kemari dan izin untuk memanfaatkan lahan kami untuk parkir kendaraan,” katanya.

Di akhir kesempatan, Desta Lesmana sebut LBH KNPI Kota Bogor siap mendampingi masyarakat yang menjadi korban copet di Heleran Budaya.

“Kami buka pintu selebar-lebarnya untuk warga yang menjadi korban copet. Kami siap dampingi dan perjuangkan sampai mereka kembali mendapatkan hak-haknya,” tegasnya.***

Egi Gunadhi Wibawa Apresiasi Kejurbar Petanque 2025 Piala Bupati Bogor, Siap Dukung Pembangunan Venue Baru

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Penasehat Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibawa, mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Petanque Tingkat Jawa Barat (Kejurbar) Tahun 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara FOPI Kabupaten Bogor dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Egi, Kejurbar Petanque 2025 tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

Pasalnya, kompetisi ini mempertandingkan 3 dari total 13 nomor cabang olahraga Petanque, dengan peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat.

“Ada 19 daerah dari 24 FOPI kota dan kabupaten se-Jawa Barat yang ambil bagian dalam Kejurbar Petanque Piala Bupati Bogor 2025,” ujar Egi Gunadhi Wibawa, Minggu 27 Juli 2025.

Sebagai Penasehat dan mantan Ketua Umum FOPI Kabupaten Bogor periode 2016–2021, Egi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya melalui Dispora.

Ia menyambut baik rencana pembangunan fasilitas lapangan Petanque yang lebih memadai di kawasan Pakansari dalam waktu dekat, dan menyatakan siap memberikan dukungan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD.

Sehari sebelumnya, Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, menjelaskan bahwa Kejurbar Petanque ini merupakan program Dispora yang berkolaborasi dengan FOPI Kabupaten Bogor.

Tujuannya adalah untuk semakin memperkenalkan olahraga Petanque kepada masyarakat luas di Kabupaten Bogor.

“Saya bangga, ada 19 daerah dari 24 daerah FOPI kota dan kabupaten se-Jabar yang ambil bagian dalam Kejurbar Petanque Piala Bupati Bogor 2025,” ungkap Asnan AP.

Lebih lanjut, Asnan menyatakan komitmennya untuk mendorong pembangunan venue Petanque indoor di belakang Lapangan Tenis Kapten Muslihat, sebagai bentuk keseriusan dalam membina olahraga ini.

“Petanque ini adalah cabor yang sudah dipertandingkan di Porprov, PON, hingga SEA Games. Saya ingin Petanque lebih memasyarakat lagi di Kabupaten Bogor. Karena itu, saya berencana membangun venue Petanque indoor di belakang Lapangan Tenis Kapten Muslihat,” pungkas Asnan.***

BSU Cluster Orchid, Aksi Nyata Atasi Sampah

0

Bogordaily.net – Kepedulian terhadap lingkungan menjadi landasan kuat lahirnya Bank Sampah Unit (BSU) Cluster Orchid di Perumahan Tamansari Persada, Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dimulai dari kegelisahan atas buruknya tata kelola sampah di lingkungan sekitar, sejumlah warga berinisiatif melakukan perubahan nyata.

Ketua RW 15 sekaligus penggerak utama BSU, Maria, menceritakan bahwa masalah sampah di lingkungan mereka sudah masuk kategori darurat.

Namun, ajakan untuk mulai peduli dan mengelola sampah tidak langsung disambut antusias oleh warga.

“Warga umumnya enggan mengelola sampah, apalagi di masa pandemi. Kekhawatiran tertular COVID-19 membuat sebagian orang memilih diam, bahkan untuk membuat kompos pun enggan,” ujar Maria pada Minggu 27 Juli 2025.

Meski begitu, Maria tidak menyerah. Bersama dua ibu rumah tangga lainnya, ia memulai gerakan kecil yang kemudian berkembang menjadi BSU Cluster Orchid.

Faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan. Harapan untuk mendapatkan “cuan” atau keuntungan dari pengelolaan sampah mulai menarik minat warga.

Awalnya, BSU bekerja sama dengan BASIBA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang kala itu memberikan harga cukup baik.

Sayangnya, keterbatasan layanan pengangkutan yang hanya dilakukan dua kali, membuat Maria mencari solusi lain.

“Saya kemudian terhubung dengan BSI lewat seorang teman di Cibinong. Pihak BSI, saat itu Pak Rahmat, bersedia mengambil sampah kami dengan harga yang lebih kompetitif. Dukungan ini membuat relawan bertambah, dari awalnya tiga orang menjadi enam belas orang,” lanjutnya.

Semangat Maria dan timnya mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 15, Ujang Sutisna, serta RT dan tokoh masyarakat lainnya. Dukungan dari DLH pun turut memperkuat keberadaan BSU Orchid.

Kini, BSU Cluster Orchid telah memiliki hampir 50 nasabah aktif. Per 26 Juli 2025, mereka telah melakukan sembilan kali pengangkutan sampah non-organik dengan total hampir 3 ton sampah berhasil dikumpulkan.

Jumlah ini belum termasuk sampah residu yang sebelumnya belum tercatat.

“Mulai pengangkutan ketujuh di bulan Juli, kami mulai mencatat jenis dan jumlah residu seperti kemasan sachet, plastik kresek, bubble wrap, dan lainnya. Totalnya mencapai 23 kilogram,” jelas Maria.

BSU Cluster Orchid bukan sekadar wadah pengelolaan sampah. Ia menjadi bentuk nyata kolaborasi warga yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Harapanny agar semakin banyak warga, baik dari Cluster Orchid maupun seluruh Tamansari Persada, turut serta dalam gerakan ini.

“Sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, masyarakat memiliki peran penting. Menyerahkan sampah ke lembaga yang berwenang adalah langkah awal membantu pemerintah mengatasi darurat sampah. Jangan biarkan sampah tercecer, mencemari air, dan akhirnya bermuara ke laut,” tutup Maria.(Ibnu Galansa)