Home Blog Page 512

Terpilih Jadi Ketua Ardin Jabar, Raditya Dorong Optimalisasi Pengadaan Lokal Sesuai Inpres

0

Bogordaily.net — Ada yang menarik dari Musda Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) Jawa Barat, Sabtu (8/11/2025).

Bukan hanya karena lahirnya nahkoda baru, Tubagus Raditya Indrajaya. Tetapi karena satu kalimat yang ia ulang—dan seolah ingin ia titipkan kepada seluruh pejabat daerah: “Gunakan potensi lokal.”

Raditya resmi memimpin Ardin Jawa Barat untuk periode 2025–2030. Dan begitu terpilih, ia langsung bicara soal satu hal yang seharusnya sudah berjalan otomatis: penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang penggunaan produk dalam negeri.

Yang menarik, Raditya tidak mengucapkan itu sambil beretorika. Ia datang membawa angka.

“Dari total pengadaan barang dan jasa di Jawa Barat yang mencapai Rp13 triliun, baru sekitar Rp300 miliar yang benar-benar lewat toko daring lokal. Jauh dari 40 persen yang diwajibkan Inpres,” ujarnya.

Angka itu, bagi Raditya, sebuah ironi. Sebuah jurang yang memperlihatkan ketimpangan antara niat kebijakan dan kenyataan di lapangan.

Ardin Jabar Ingin Jadi Agregator UMKM

Di bawah kepemimpinannya, Ardin Jawa Barat ingin menjadi “agregator”—penghubung—antara UMKM lokal dan sistem pengadaan pemerintah. Raditya tahu permainan lama: kedekatan, jaringan, bahkan kebiasaan memilih penyedia dari luar daerah.

“Kami paham, barang dan jasa di kabupaten/kota hingga provinsi seringnya lewat aturan kedekatan. Dan kadang, bukan dari pengusaha lokal,” ujarnya lugas.

Narasinya sederhana, tapi dampaknya panjang: jika pemerintah daerah tidak membeli dari warga daerahnya sendiri, jangan berharap perekonomian lokal bergerak lebih cepat.

“Jadi kami dorong agar pemerintah daerah memakai potensi lokal. Agar pengadaan barang dan jasa itu benar-benar diperoleh pengusaha lokal,” tegas Raditya.

Bamsoet: Logistik Mahal, Industri Lokal Sulit Menang

Ketua Umum Ardin Indonesia, Bambang Soesatyo, hadir memberi dukungan. Ia melihat Ardin Jawa Barat punya “energi baru” untuk menjadi tulang punggung distribusi di provinsi dengan ekonomi terbesar kedua di Indonesia itu.

“Saya bangga melihat visi Ardin Jabar ini. Sangat strategis untuk menjadi ujung tombak antara industri, distribusi, dan pasar,” kata Bamsoet.

Namun ia juga mengingatkan satu persoalan klasik: biaya logistik Indonesia masih terlalu tinggi.

Tidak hanya soal pungutan liar di jalanan. Tetapi struktur distribusi darat yang berbiaya besar. Sebuah hambatan lama yang membuat produk lokal kalah bersaing dengan barang impor.

“Industri hilir kita bisa hebat. Tapi kalau logistik mahal, tetap tidak bisa bersaing,” ujarnya.

Bamsoet melihat satu tugas penting Ardin Jawa Barat: membedah dan menekan biaya logistik. Membantu pelaku usaha tumbuh lebih efisien.

Itulah misi besar yang menanti Tubagus Raditya Indrajaya. Membalik angka Rp300 miliar itu. Menjadikannya bukan sekadar statistik yang dibacakan di podium, tetapi bukti bahwa pengusaha lokal tidak lagi hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.***

Menteri Maman: Kopling 2025 Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya sinergi antara UMKM dan musisi sebagai kekuatan ekonomi kreatif, salah satunya melalui wadah berupa festival musik Koplo Keliling (KOPLING) 2025.

“Anak-anak bangsa, teman-teman UMKM, dan pegiat seni menginisiasi KOPLING 2025 untuk menunjukkan bahwa musik koplo identik dengan semangat UMKM kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Maman saat hadir di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu (8/11).

Dengan mengusung tema Goyang Ambyar UMKM Bersinar, KOPLING 2025 menjadi wadah kolaborasi antara pengusaha UMKM, seniman, dan mitra industri seperti Gajah Muda Entertainment, BRI, dan mitra lainnya.

Maman menilai, kegiatan ini menciptakan ekosistem baru yang mempertemukan para pengusaha UMKM dengan pelaku industri kreatif secara sinergis.

“Acara seperti ini membangun ekosistem baru. Kita berharap KOPLING dapat digelar setiap tahun di berbagai daerah, menjadi ruang kreatif bersama teman-teman UMKM,” katanya.

KOPLING 2025 yang berlangsung dua hari, 8–9 November 2025 di Gambir Expo, menampilkan 192 tenant UMKM serta lebih dari 30 musisi. Sejumlah nama besar seperti Maliq & D’Essentials, Danilla, Warga Koplo, The Changcuters, Della Monica, For Revenge, Guyon Waton, dan NDX AKA tampil memeriahkan panggung Ambyar dan Bersinar Stage. Sementara di Ngobrol Stage, digelar diskusi inspiratif bersama CNN, Rio Adiwardhana, dan Randa Oktovandy.

Maman menyebut, keberadaan musisi dan seniman, termasuk musisi koplo, merupakan bagian integral dari UMKM sektor ekonomi kreatif yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Musik tidak hanya karya seni dan hiburan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Ia membuka lapangan kerja, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Festival ini juga menggerakkan sektor lain seperti kru panggung, penata suara, perajin alat musik, penjual merchandise, hingga penyedia transportasi lokal, menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Selain memperkuat rantai ekonomi kreatif, KOPLING 2025 membuka akses pasar yang lebih luas bagi musisi dan pengusaha UMKM sekaligus memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa.

“KOPLING diharapkan menumbuhkan kebanggaan publik terhadap produk lokal, memperluas akses pasar UMKM, dan mengangkat budaya Indonesia melalui musik yang dekat dengan rakyat,” ujar Maman.

Ia menambahkan, penyelenggaraan perdana ini akan menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan ke depan. “Acara pertama tentu tidak langsung sempurna, tapi akan terus dievaluasi. Prinsipnya, KOPLING berikutnya akan menggabungkan lebih banyak pegiat UMKM dan musisi di seluruh Indonesia,” katanya.

Rangkaian kedua KOPLING 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22–23 November 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, menampilkan Maliq & D’Essentials, The Changcuters, Drive, Batas Senja, Ndarboy Genk, Aftershine, Om Abidin, dan Aldi Taher. Tiket tersedia di platform Goers dengan harga mulai Rp85.000 untuk kategori Festival dan Rp130.000 untuk VIP.***

Kementerian UMKM Dukung Pengembangan Usaha Tempe

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha tempe di Indonesia melalui pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor.

Salah satu contoh keberhasilan tersebut adalah PT Azaki Food Internasional, produsen olahan tempe asal Bogor yang kini mulai memperluas pasar ke mancanegara.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa keberhasilan UMKM termasuk PT Azaki menunjukkan potensi besar produk pangan lokal jika dikelola dengan inovatif dan konsisten.

“PT Azaki Food Internasional menjadi contoh inspiratif bagaimana usaha kecil dapat tumbuh melalui tata kelola yang baik dan inovasi berkelanjutan,” ujar Arif saat mengunjungi produsen olahan tempe yang telah menembus pasar ekspor, PT Azaki Food Internasional di Bogor, Sabtu (8/11).

Menurut Arif, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan usaha seperti Azaki, baik melalui pelatihan, akses pembiayaan, maupun perluasan jejaring pasar.

“Kami ingin memastikan UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas dan memperluas pasar, termasuk memanfaatkan sumber pembiayaan di luar perbankan,” katanya.

Ia menambahkan, Kementerian UMKM juga mendorong penguatan rantai pasok bahan baku kedelai dalam negeri agar industri tempe dapat tumbuh lebih berkelanjutan. “Kita ingin produk seperti tempe memberi manfaat yang lebih luas bagi petani dan pengusaha lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Ali, menyebut bahwa penguatan industri tempe perlu didukung kolaborasi riset dan inovasi.

“Kami akan terus memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha dengan lembaga riset agar tercipta inovasi produk turunan yang berdaya saing,” kata Ali.

Dari sisi pelaku usaha, CEO PT Azaki Food Internasional, Cucup Ruhiyat, mengapresiasi pendampingan pemerintah yang telah membantu peningkatan kapasitas usaha. “Kami berkomitmen terus mengembangkan produk olahan tempe agar semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia,” ujarnya.

Saat ini PT Azaki Food Internasional telah mengekspor produk olahan tempe ke 12 negara dan tengah menjajaki kerja sama dengan mitra baru di kawasan Asia. Pemerintah berharap kisah sukses Azaki dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk berinovasi, memperkuat kualitas, dan membawa kebanggaan produk Indonesia ke pasar global.***

Cuaca Bogor Hari Ini: Pagi Cerah, Siang Hujan, BMKG Ingatkan Warga Siaga Payung

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kota Bogor pada Minggu (9/11/2025).

Akhir pekan ini diprediksi berlangsung dinamis: cerah di pagi hari, namun berpotensi hujan pada siang hingga sore.

Pada pagi hari, cuaca Bogor tercatat cerah berawan dengan suhu berada di level 22–24°C dan kelembapan tinggi mencapai 85–90%. Kondisi tersebut membuat aktivitas luar ruang relatif nyaman untuk olahraga atau rekreasi ringan.

Memasuki siang hari, BMKG mencatat peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bogor Tengah dan Bogor Selatan.

Fenomena ini diperkirakan memicu hujan ringan hingga sedang pada rentang siang–sore. Suhu siang diproyeksikan meningkat hingga 26°C dengan angin barat laut bergerak 10–20 km/jam.

Pada malam hari, intensitas hujan diprediksi menurun meski langit masih didominasi awan. Suhu bakal turun ke sekitar 21°C, menghadirkan cuaca sejuk khas Bogor.

BMKG menegaskan bahwa pola cuaca hari ini masih konsisten dengan masa peralihan menuju musim penghujan, di mana potensi hujan setelah siang menjadi tren harian.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca cepat, terutama pengendara dan warga yang berencana beraktivitas di luar rumah pada siang hingga sore.***

Andi Maisara Ajukan Kasasi ke MA, Gugat Kewenangan Relatif Pengadilan Agama Pontianak

0

Bogordaily.net – Andi Maisara binti Andi Mahmud Sessu melalui kuasa hukumnya, Herwandy Baharuddin, S.H., M.H., resmi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas Putusan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Nomor 31/Pdt.G/2025/PTA.Ptk yang menguatkan putusan Pengadilan Agama Pontianak Nomor 251/Pdt.G/2025/PA.Ptk.

Langkah hukum ini diambil karena pihak pemohon menilai majelis hakim di tingkat pertama dan banding keliru dalam menerapkan hukum dan mengabaikan prinsip peradilan yang adil (fair trial). Salah satu poin utama keberatan adalah penentuan **kompetensi relatif** Pengadilan Agama Pontianak yang dinilai tidak tepat.

Dalam memori kasasinya, Andi Maisara menilai hakim Judex Facti, tidak mempertimbangkan kondisi psikologis termohon, yang disebut sedang mengalami trauma berat dan menjalani perawatan di sebuah pondok pesantren yang berfungsi sebagai tempat rehabilitasi.

Pemohon menyebut tempat tersebut juga dihuni oleh individu dengan gangguan jiwa, epilepsi, dan autisme.

Selain itu, pemanggilan sidang disebut dilakukan ketika termohon tidak dalam kondisi sadar penuh dan tidak mampu berkomunikasi normal, sehingga tidak bisa membela hak-haknya secara hukum. Hal ini, menurut pemohon, melanggar asas equality of arms dalam peradilan yang adil.

Lebih lanjut, Herwandy menilai Pengadilan Agama Pontianak, tidak memiliki kewenangan relatif untuk memeriksa perkara tersebut.

Berdasarkan bukti yang diajukan, akad nikah dan domisili termohon berada di Enrekang, Sulawesi Selatan, bukan di Pontianak.

“Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, perkara ini seharusnya tidak diperiksa di Pengadilan Agama Pontianak,” ujar Herwandy Baharuddin di Pontianak, Sabtu 8 November 2025.

Ia menambahkan, para saksi seperti Hj. Ernawati (ibu pemohon), Aldi (satpam), dan Dita (pegawai pemohon) memberikan keterangan konsisten bahwa pemohon dan termohon berdomisili di Bintaro, Jakarta, bukan di Kalimantan Barat.

“Kesaksian tersebut memperkuat dalil kami bahwa perkara ini tidak masuk dalam kewenangan relatif Pengadilan Agama Pontianak. Klien kami hanya menginginkan proses hukum yang objektif dan adil,” tegas Herwandy.

Pemohon mengacu pada Pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, yang telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 dan UU Nomor 50 Tahun 2009, di mana permohonan cerai talak harus diajukan di pengadilan yang mewilayahi tempat kediaman termohon.

Saat ini, berkas kasasi telah diteruskan ke Mahkamah Agung untuk menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. Kuasa hukum berharap MA dapat memeriksa perkara ini secara independen dan menegakkan keadilan sesuai dengan fakta hukum dan peraturan yang berlaku.***

Kopdes Merah Putih Hambalang Bangkitkan Ekonomi Melalui Kearifan Lokal

0

Bogordaily.net – Di tengah tantangan perekonomian global, hadirnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi cahaya harapan bagi masyarakat Desa Hambalang. Dipimpin oleh Cecep Muhtarudin, Kopdes ini berkomitmen untuk mengangkat taraf hidup petani lokal melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan inovatif.

Kopdes Merah Putih Hambalang lahir sesuai Inpres Nomor 9 tahun 2025 yang juga telah memiliki gerai lengkap seperti gerai sembako, apotek dan klinik desa, kantor, pergudangan. “Awalnya, saya menerima pesan dari Kementerian yang mengajak kami membentuk Koperasi Desa. Setelah kunjungan mereka ke desa kami, saya merasa ini adalah peluang yang tidak boleh di sia-siakan,” ungkap Cecep Ketua Kopdes Merah Putih Hambalang dalam keterangannya, Sabtu (08/11).

Amanah yang mengubah hidup seorang Cecep Muhtarudin, terpilih sebagai Ketua Kopdes melalui proses pemungutan suara yang turut melibatkan tokoh masyarakat. Cecep menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab demi ekonomi warga sekitar.

“Misi utama saya adalah memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, seperti ubi kayu atau singkong yang menjadi komoditas unggulan kami,” ungkapnya.

Kopdes Merah Putih Hambalang yang kini memiliki 108 anggota tentu tidak muncul secara instan. Hal ini berkat gotong-royong tekad kuat para pengurus serta antuasias warga desa.

Tidak hanya menyediakan akses mudah terhadap pupuk, tetapi Kopdes Merah Putih Hambalang juga memfasilitasi pemasaran hasil pertanian. “Kami ingin menjembatani petani dengan pasar. Dukungan dari kementerian sangat kami harapkan untuk membantu memasarkan produk kami,” tambahnya.

Membangun ekonomi yang berkelanjutan dengan omset mencapai Rp20 juta, Koperasi Desa Merah Putih Hambalang juga telah berhasil menyuplai kebutuhan pokok ke beberapa dapur SPPG di kota Depok, dan juga suplai air mineral ke beberapa Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Depok yang kini menjadi andalan.

“Kami baru saja menerima pesanan besar untuk air mineral. Ini adalah langkah positif untuk pertumbuhan koperasi kami,” kata Pak Cecep dengan penuh semangat.

Desa Hambalang juga dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik, menawarkan keindahan alam dan potensi pertanian yang kaya. Selain Ubi Kayu sebagai komoditas unggulannya, desa ini juga mempunyai program menanam pohon pisang kepok. Pisang kepok yang tidak hanya dinikmati untuk dikonsumsi langsung tetapi juga di suplai ke kios-kios sebagai pakan burung.

“Kami bercita-cita untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pertanian, menciptakan peluang baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dampak positif berdirinya Kopdes Merah Putih Hambalang bagi warga desa sangat dirasakan. “Salah satunya Kopdes ini mempermudah akses petani terhadap pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Kami bisa menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar,” jelas Cecep.

Harapan Cecep ke depan adalah agar Kopdes ini terus berkembang. “Kami percaya, dengan kolaborasi dan dukungan yang tepat dari pemerintah dan berbagai pihak, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi pilar ekonomi yang kuat di Desa Hambalaang,” tutupnya.***

Polsek Tanah Sareal Gagalkan Rencana Tawuran Pelajar, Empat Anak Ditangkap!

0

Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota melalui Polsek Tanah Sareal mengamankan empat pelajar SMP yang terlibat dalam kasus kepemilikan senjata tajam dan diduga akan melakukan aksi tawuran.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi di Mapolsek Tanah Sareal pada Sabtu 8 November 2025.

Kompol Doddy Rosjadi menyampaikan pengungkapan kasus ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan Unit Patroli KR Polsek Tanah Sareal.

Saat itu, petugas mendapat laporan dari warga dan Satgas Pelajar mengenai adanya sekelompok pelajar yang berkumpul dengan gelagat mencurigakan. Petugas kemudian langsung mendatangi lokasi dan mengamankan sebanyak 14 pelajar.

“Alhamdulillah, dari 14 orang yang diamankan, setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman, terdapat 4 anak yang terbukti terlibat dalam kepemilikan senjata tajam. Mereka adalah RA, MB, RW, dan MHY,” ujar Kompol Doddy.

Keempat pelajar tersebut dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Barang Bukti Diamankan Polisi

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam yang mereka bawa. Di antaranya celurit, gobang, hingga senjata berjenis gladiator. Senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.

Kompol Doddy menjelaskan, para pelajar ini melakukan komunikasi dan janjian tawuran melalui akun media sosial.

Doddy menambahkan, pola tawuran pelajar kini berubah. Jika sebelumnya dilakukan pada jam pulang sekolah dan menggunakan seragam, kini mereka mengganti modus dengan melakukan pertemuan pada malam hari tanpa identitas sekolah dan menggunakan identitas akun pribadi untuk menghindari pantauan Satgas Pelajar maupun kepolisian.

Selain kasus terbaru ini, Polsek Tanah Sareal juga sebelumnya telah melakukan beberapa penindakan terhadap aksi serupa pada 12 Oktober 2025 mengamankan 1 pelaku yang terlibat aksi tawuran.

17 Oktober 2025 mengamankan 7 remaja yang hendak melakukan tawuran pada dini hari.Semua kasus tersebut telah ditindaklanjuti dan sebagian ditangani oleh Polresta Bogor Kota.

Upaya pencegahan terus dilakukan, baik melalui patroli gabungan, edukasi ke sekolah, hingga koordinasi dengan RT/RW dan Satgas Pelajar.

“Para orang tua, guru, hingga masyarakat sudah lelah dengan tindakan seperti ini. Karena kalau terlibat tawuran, hanya ada dua kemungkinan jadi pelaku atau jadi korban. Maka semua elemen harus bergerak bersama,” tegas Kompol Doddy.

Ia menegaskan, Polsek Tanah Sareal tidak akan memberi ruang bagi aksi tawuran, geng motor, maupun bentuk kenakalan remaja yang sudah masuk ranah tindak pidana.

“Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban masa depan mereka sendiri. Jika ada yang melihat, mengetahui, atau mencurigai aktivitas kelompok remaja malam hari, segera laporkan. Kita jaga wilayah Tanah Sareal bersama,” ungkapnya.

(Ibnu Galansa)

 

Danesh Dario Akhiri Musim Kejurnas Autokhana 2025 di Posisi 7 Kelas F Non-Seeded

0

Bogordaily.net – Peslalom muda Kota Bogor Danesh Dario menutup musim Kejurnas Autokhana 2025 dengan pencapaian membanggakan, menempati posisi ke-7 di kelas F Non-Seeded pada seri final yang berlangsung di GOR Arcamanik, Bandung.

Ajang yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi panggung persaingan sengit antar pebalap muda berbakat.

Danesh yang membela tim U23 Academy tampil kompetitif menggunakan Honda Brio, menunjukkan performa konsisten dan semangat juang tinggi sepanjang seri final tersebut.

Tahun ini juga menandai berakhirnya masa kontrak Danesh dengan PT Sarana Muda Nusantara, yang menaungi dirinya selama satu musim penuh di tahun 2025.

Meski begitu, pada dua seri terakhir, Danesh mendapat kesempatan baru dengan dukungan PT UBI Royal Nata Nusantara, yang turut berperan dalam pencapaian hasil podium terbaiknya di penghujung musim.

“Saya beruntung mendapat dukungan dari PT UBI Royal Nata Nusantara untuk dua seri terakhir musim ini. Dukungan tersebut membuat saya bisa tampil maksimal dan meraih hasil terbaik. Harapan saya, tahun depan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi,” ujar Danesh Dario dengan senyum optimis usai lomba.

Dengan hasil ini, Danesh menutup musim Kejurnas Autokhana 2025 dengan catatan positif dan semangat baru untuk menatap musim kompetisi berikutnya.***

Pencuri Jebol Tembok Perumahan De Botanica, Berhasil Bawa Kabur Motor

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di Perumahan De Botanica, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Satu motor merk Honda Scoopy raib pada Selasa 4 November 2025 pagi dengan modus pembobolan tembok (panel) perumahan.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB hingga pukul 08.25 WIB. Saat itu, motor milik warga diparkir di area teras rumah yang berpagar dan tertutup rapat.

Pelaku diduga masuk dengan cara membobol tembok (panel) di area Taman Organik De Botanica, lalu membuat akses lain melalui Blok Y untuk membawa kabur motor ke arah pinggir Tol Jagorawi lewat jalan setapak di area kebun.

“Pagar rumah dalam kondisi tertutup, namun tidak digembok. Diduga pelaku melihat ada tiga unit motor di halaman dan memilih Scoopy karena dianggap paling mudah dibawa,” ungkap AS warga sekaligus pelapor,

Sayangnya, proses penyelidikan terkendala karena sebagian besar CCTV perumahan tidak berfungsi saat kejadian. Hal ini membuat petugas kesulitan memperoleh bukti visual pelaku di lokasi.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/366/XI/2025/SPKT/POLSEK BOGOR UTARA/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JAWA BARAT, yang dibuat pada Rabu 5 November 2025 korban mengalami kerugian materi sebesar Rp13 juta.

Diketahui, kasus pencurian motor di De Botanica dengan modus serupa sudah terjadi dua kali, di mana insiden pertama berlangsung sekitar satu setengah tahun lalu dengan kerugian dua unit motor.

Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Bogor Utara, dan pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

(Ibnu Galansa)

Tingkatan Ekonomi Masyarakat, Pemkab Bogor Buka Pendaftaran untuk 150 PKL di CFD

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi membuka pendaftaran bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ingin berjualan di kegiatan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman.

Adapun, keterlibatan PKL pada CFD ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Pendaftaran dilakukan secara online dengan memindai barcode yang tertera pada poster resmi CFD Tegar Beriman. Calon pedagang hanya perlu mengisi formulir pendaftaran melalui tautan yang muncul setelah melakukan pemindaian barcode.

Pendaftaran akan dibuka selama kuota lapak masih tersedia. Pendaftaran akan dibuka mulai pukul 07.30 s.d 16.00 atau akan kami tutup apabila kuota lapak sudah penuh.

Bagi pedagang yang lolos seleksi, akan menerima tanda pengenal resmi yang dikirimkan melalui email. Tanda pengenal tersebut wajib dicetak dan dibawa sebagai bukti verifikasi saat pelaksanaan Car Free Day.

Panitia CFD Tegar Beriman menegaskan bahwa pendaftaran ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Adapun syarat pendaftaran yang harus dipenuhi antara lain, memiliki email aktif, nomor telepon / whatsapp aktif, foto KTP, foto diri, KTP Kabupaten Bogor.

Bagi PKL yang berkesempatan berjualan pada hari minggu tanggal 09 november 2025 tidak akan bisa berjualan lagi pada kegiatan CFD hari minggu tanggal 15 november 2025 karena akan diberlakukan sistem rotasi pedagang untuk memberikan kesempatan bagi pedagang lain.

Dan baru bisa ikut pendaftaran lagi untuk CFD pada tanggal 22 november 2025.

Penataan PKL di CFD Tegar Beriman

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Melly Kamelia menjelaskan bahwa, terkait Car Free Day (CFD) Tegar Beriman pihaknya mendapat tugas mengelola dan menata pedagang PKL yang berjualan di sekitar lapangan Tegar Beriman.

“Antusias masyarakat khususnya pedagang sangat baik bahkan termasuk sangat tinggi. Hal ini terlihat dari data yang kami terima pada hari pertama uji coba terdapat sebanyak hampir 130 an pedagang PKL dan untuk minggu ini kami menambahkan kuota menjadi 150 untuk zona pedagang PKL,” kata Melly, Sabtu 8 November 2025.

Ia menjelaskan, pihakny memberlakukan sistem pendaftaran melalui barcode dengan tujuan untuk menjaga ketertiban calon pedagang PKL. Pedagang diprioritaskan yang ber KTP Kabupaten Bogor.

Selain itu tujuan dari sistem pendaftaran ini untuk menghindari praktik – praktik pungli atau percaloan bagi pedagang PKL.

“Soal penambahan kuota jumlah pedagang dan penambahan lokasi untuk PKL. Hal ini akan kami sampaikan dalam setiap rapat evaluasi sehingga semua warga Kabupaten Bogor bisa merasakan manfaat dari kegiatan Car Free Day ini,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor dalam menata dan memberdayakan pedagang kecil agar dapat beraktivitas dengan tertib dan nyaman di kawasan Car Free Day Tegar Beriman.

(Albin Pandita)