Home Blog Page 514

Kemenkop Sambut Dukungan DPR RI Pacu dan Kawal Operasional Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mempercepat operasionalisasi dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Kopdes Merah Putih.

Salah satu upaya menguatkan hal tersebut, Kemenkop turut mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Masa Persidangan II Tahun 2025-2026, bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), LDPB, Bank Mandiri, dan Bank BNI terkait percepatan implementasi dan kebijakan pembiayaan Kopdes Merah Putih.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop Henra Saragih menyampaikan, per 6 November 2025 telah terbentuk 82.426 unit Kopdes Merah Putih secara sah. “Dan telah memiliki Badan Hukum Koperasi, serta 1.189.651 anggota koperasi, kemudian sebanyak 688.639 warga desa yang menjadi Pengurus/Pengawas Koperasi,” ucapnya dalam keterangan, Jumat (7/11/2025).

Henra mengatakan, untuk mendukung Kopdes Merah Putih, Kemenkop juga telah mengangkat 8 ribu Business Assistant (BA) seluruh Indonesia untuk memberikan asistensi pengembangan usaha Kopdes Merah Putih.

“Hal itu meliputi pendampingan operasionalisasi, menyusun rencana bisnis dan proposal bisnis, pemenuhan kelengkapan administrasi untuk pengajuan pembiayaan, hingga pemanfaatan SIMKOPDES,” ujarnya.

Dalam Inpres No 17 Tahun 2025 juga menyebutkan langkah-langkah komprehensif yang terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melaksanakan percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdes Merah Putih.

“Selain itu, juga mengalokasikan dan menggunakan anggaran untuk kegiatan percepatan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih sesuai ketentuan,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendukung, dan akan mengawal secara penuh program Kopdes Merah Putih ini.

“Harapan kami, Kopdes Merah Putih tidak hanya sah secara badan hukum tapi bisa berdampak nyata ke masyarakat desa. Selain itu disampaikan pentingnya pendampingan dan pengawasan,” pungkasnya.***

Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar Dilantik, Dedie Rachim Dorong Pembentukan Karakter Siswa yang Baik

0

Bogordaily.net – Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dilantik di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, pada Jumat 7 November 2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi langkah penting dalam melengkapi formasi kepala sekolah di seluruh wilayah Kota Bogor sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan dasar.

Dedie Rachim juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian dan akhlak yang baik.

“Kepala sekolah harus mendorong pembangunan karakter anak-anak kita. Kita ingin anak-anak Bogor tumbuh bukan hanya sehat secara fisik, tapi juga punya wawasan luas, perilaku baik, tutur kata yang sopan, dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di Kota Bogor harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan kompetitif untuk menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin anak-anak Bogor menjadi generasi yang berakhlak karimah, saleh dan salihah, pintar, sehat, serta mampu bersaing. Itu keinginan kita agar mereka bisa menjadi generasi emas Indonesia 2045,” pungkas Dedie Rachim.

Selain itu, Dedie Rachim mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah, karena proses pengangkatan harus melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Ada beberapa PR untuk bisa melengkapi seluruh sekolah di Kota Bogor ini dengan kepala sekolah. Masih ada beberapa yang kosong, karena memang prosesnya sekarang harus ditempuh dengan koordinasi ke BKN dan Kemendikdasmen. Nah, itu proses yang sedang kita tempuh, jadi ini 22 dari sisa 46 yang masih harus kita selesaikan dan sedang berproses,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, dengan terisinya jabatan kepala sekolah, diharapkan manajemen sekolah dapat berjalan lebih baik dan program-program pendidikan bisa terlaksana secara lebih optimal.

“Kalau sudah lengkap, manajemen sekolahnya bisa berjalan dengan baik. Program di bidang pendidikan juga akan terlaksana secara lebih sempurna dibandingkan misalnya satu sekolah belum ada kepala sekolahnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dedie Rachim mengungkapkan bahwa tantangan dunia pendidikan di Kota Bogor tidak hanya terkait pengisian jabatan kepala sekolah, tetapi juga potensi kekurangan tenaga pengajar. Salah satu solusi yang saat ini ditempuh adalah melalui program merger sekolah.

Ia menjelaskan, kebijakan merger juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran pendidikan, karena penyalurannya berbasis data pendidikan pokok.

“Tantangan kita ke depan masih ada potensi kekurangan guru, makanya program merger masih akan menjadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan itu. Di sisi lain, merger ini juga dilakukan karena ada beberapa sekolah yang jumlah siswanya sedikit, jadi supaya lebih efektif,” jelasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Ketua Perbasi Kabupaten Bogor Dukung Penuh Klub Basket Bogor Hornbills Berlaga di IBL 2026

Bogordaily.net – Ketua Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bogor Nurunnisa Setiawan mendukung penuh klub Bogor Hornbills dalam berlaga di Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Hal tersebut ia disampaikan saat perkenalan tim basket Bogor Hornbills di Gor Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jum’at 7 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Nurunnisa Setiawan mengapresiasi langkah Rebranding Bogor Hornbills yang sebelumnya telah direncanakan sejak lama dan baru terealisasi pada tahun ini.

“Alhamdulillah dari awal sebetulnya kan ini sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu kebetulan rencananya tapi baru bisa direalisasikan untuk berganti nama dari Borneo hornbills menjadi Bogor Hornbills karena memang basenya disini,” kata Nurunnisa kepada wartawan, Jumat, 7 November 2025.

Menurut Nisa, Gor Laga Tangkas yang menjadi home base Bogor Hornbills telah berstandar nasional dan layak digunakan untuk ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

“Jadi sudah sekarang laga tangkas ini sudah menjadi sni standar nasional jadi bisa dipakai untuk timnas. Jadi banyaklah kontribusinya,” jelasnya.

Dukung Penuh Klub Basket Bogor Hornbills

Oleh karena itu, dirinya mengaku bangga dan mendukung penuh klub basket Bogor Hornbills untuk berlaga dalam ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2026 dan meriah hasil yang positif.

“Ini sudah cita2 dari lama sebelumnya, tapi karena kemarin itu dengan beberapa syarat karena kan mereka main di ILB, mereka karena bermain di IBL itu namanya borneo jadi baru bisa diganti musim besok sudah jadi Bogor,” ujar Nisa.

“Kalau saya sebagai ketua perbasi kita mempunyai kebanggaan aja, kaya Kabupaten Bogor kaya sepakbolanya kan ada Persikabo,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Bogor Hornbills Rivaldo Tandra Pangesthio menjelaskan bahwa, selain memperkenalkan nama klub baru, pihaknya turut memperkenalkan juga coach dan para pemain yang akan berlaga dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

“Jadi kita memperkenalkan juga coach baru dan juga pemain baru dan of course semangat dan juga kepindahan domisili dari Kalimantan ke Bogor,” ujar Rivaldo.

Rivaldo menyebut, antusiasme masyarakat dengan hadirnya Bogor Hornbills sangat baik. Hal tersebut menjadi salah satu peluang untuk membangkitkan kembali olahraga basket di Kabupaten Bogor.

“Kita kan tahun lalu memang memakai Gor Laga Tangkas ya menjadi home base kita dan kita lihat antusiasnya sangat baik dan juga Kabupaten Bogor adalah salah satu Kabupaten terbesar di Indonesia jadi kita melihat ada opportunity yaitu menjadi salah satu alasan juga kenapa kita memilih Bogor,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya menargetkan klub basket Bogor Hornbills yang akan berlaga di Indonesian Basketball League (IBL) 2026 dapat meraih hasil positif dalam setiap laga dan bisa mencapai babak Semifinal.

“Tahun ini kalau saya pribadi saya mau ke Semifinal karena dalam sejarah klub Borneo Hornbills, kita belum pernah ke Semifinal pernahnya playoff,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Korban KDRT Curhat Laporannya di Kepolisian Mandeg 5 Bulan

0

Bogordaily.net – Inisialnya AS. Perempuan. Seorang bangsawan Bugis, Raja Muda Kerajaan Addatuang Sidenreng ke-25. Tapi gelar kebangsawanan tidak membuatnya kebal dari luka bernama kekerasan rumah tangga.

Tidak tahan dengan kekerasan yang sudah berlangsung kurang lebih 13 tahun. Akhirnya AS, melapor ke polisi. Lima bulan lalu. Tepatnya 15 Juli 2025. Nomor laporannya jelas: TBL/B/1128/V/2025. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak penegak hukum.

Yang dilaporkan, suaminya sendiri, NA.
Tapi laporan itu kini seperti perahu yang kehilangan angin tidak bergerak. Mandeg. Lima bulan terkatung-katung tanpa kepastian hukum.

“Sampai sekarang belum ada perkembangan berarti,” begitu curhat AS, kepada bogordaily.net.

Padahal cerita di balik laporan itu tidak ringan. Menurut pengacaranya, Dita Aidiya, AS tidak saja mengalami kekerasan ekonomi—tidak dinafkahi—tapi juga mengalami kekerasan fisik yang membuat telinga sebelah kirinya tuli, yang diduga  akibat hantaman keras pada bagian telinga oleh sang suami.

Selain mengalami kekerasan fisik yang berakibat cacat pada Telinga, Korban juga mengalami trauma psikis yang membuat jiwanya remuk.

Lebih kejam lagi, ia sempat diasingkan dengan cara dikurung menyerupai sebuah sel tahanan, di sebuah tempat yang mengklaim  sebagai pesantren. Empat bulan lamamanya di Majalengka, Jawa Barat, ia dipaksa ‘Nyantri’.

“Saya dikurung 4 bulan, dari anggap 15 November 2024 hingga 15 april 2025” Kata Dita.

Motifnya, katanya lagi, diduga ekonomi. Suami ingin menguasai harta istrinya.

Kejadian ini bermula di rumah mereka, di Cluster Emerald View, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Tempat yang mestinya jadi sarang cinta, berubah menjadi arena luka.

Kini AS hanya ingin satu hal: keadilan.
Dan kejelasan—kenapa laporannya diam mengendap seperti batu tenggelam di dasar sungai.

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan itu. Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Muhamad Agil, mengatakan bahwa penyidik masih bekerja: “Kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti petunjuk,” katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Jawaban yang terdengar formal, tapi bagi korban seperti AS, lima bulan itu terasa panjang.

Terlalu panjang untuk sekadar menunggu kata “keadilan”.

Sementara itu, hidupnya terus berjalan—pelan, penuh luka, dan berharap laporan bernomor panjang itu akhirnya punya arti.***

Denny Mulyadi Dorong Regenerasi Pramuka, Kwarcab Kota Bogor Harus Lebih Maju dan Inovatif

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, bertemu dengan para calon pengurus Kwarcab periode 2025-2030 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat 7 November 2025.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk saling mengenal antarcalon pengurus, mengingat susunan calon pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor Periode 2025–2030 menggambarkan kolaborasi dan sinergi antara jajaran Pemkot Bogor, kalangan profesional, swasta, serta sebagian pengurus sebelumnya.

Selain menyampaikan rasa syukur, Denny Mulyadi juga mengharapkan dukungan dari jajaran pengurus dalam mengemban amanah sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor.

Ia berharap dalam rentang lima tahun ke depan, Kwarcab Kota Bogor lebih maju dan memiliki lebih banyak aktivitas, sehingga bisa meraih prestasi yang lebih baik.

“Saya sangat mengharapkan bantuan dan kolaborasi dari bapak-ibu, karena saya tidak bisa melaksanakan amanah ini sendiri. Intinya, kita ingin Kwarcab Kota Bogor dalam lima tahun ke depan lebih maju dan memiliki lebih banyak aktivitas, sehingga bisa meraih prestasi yang lebih baik, minimal mempertahankan yang sudah ada,” ucap Denny Mulyadi.

Selain itu, Denny Mulyadi juga mengajak pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor untuk berinovasi agar kehadirannya semakin dirasakan masyarakat, terutama saat pemerintah membutuhkan dukungan terhadap program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Ke depan, “kabinet” Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor diminta untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai elemen di Kota Bogor, sekaligus mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

“Setelah pertemuan ini saya akan melaporkan susunan calon pengurus kepada Pak Wali Kota selaku Mabicab, sebelum nanti diterbitkan surat keputusan dari Kwarda Jawa Barat dan dilakukan pelantikan oleh Mabicab,” pungkas Denny Mulyadi.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Bogor Hornbills Resmi Diperkenalkan, Pemkab Bogor Dukung Penuh Kemajuan Olahraga Basket

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan dukungan terhadap rebranding Borneo Hornbills menjadi Bogor Hornbills yang resmi diperkenalkan pada Media Day dan Konferensi Pers di Gor Laga Tangkas, Cibinong, Jum’at 7 November 2025.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Asnan menegaskan komitmen Pemkab Bogor untuk terus mendorong kemajuan olahraga basket di Kabupaten Bogor.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, pihaknya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik rebranding Borneo Hornbills menjadi Bogor Hornbills.

“Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga membawa semangat baru Kabupaten Bogor untuk tampil di kancah nasional,” kata Asnan.

Menurutnya, rebranding ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem olahraga di Kabupaten Bogor, khususnya dalam membangkitkan potensi dan prestasi bola basket di Bumi Tegar Beriman.

“Kami berharap kehadiran Bogor Hornbills di ajang Indonesia Basketball League (IBL) dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga basket dan berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berbagai pertandingan IBL yang nantinya diselenggarakan di Gedung Laga Tangkas tentu akan menjadi motivasi bagi anak-anak muda Kabupaten Bogor. Dari sini kita berharap lahir bibit-bibit atlet basket potensial yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Kami berharap Bogor Hornbills dapat menjadi simbol semangat sportivitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor, dan dapat meraih kejayaan serta prestasi gemilang di kompetisi IBL tahun 2026,” ujar Asnan.

Sementara itu, Presiden Indonesia Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah rebranding Hornbills Basketball menjadi Bogor Hornbills Basketball, yang kini resmi mewakili Kabupaten Bogor dalam kompetisi basket profesional Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Klub Hornbills yang hari ini berubah identitas menjadi mewakili Kabupaten Bogor. Ini langkah penting, karena tantangan utama liga adalah bagaimana klub berkomitmen membesarkan bola basket di wilayahnya masing-masing,” ujar Junas.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa format kompetisi IBL yang kini berubah dari series menjadi home and away menuntut setiap klub untuk lebih serius memperkuat basis penggemar dan pembinaan di daerah.

“Format ini bukan hanya untuk menentukan siapa yang terbaik di lapangan, tetapi juga mendorong klub agar berperan aktif dalam membangun ekosistem olahraga di luar lapangan,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

BPBD Kota Bogor Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Bencana Meningkat Akibat Curah Hujan Tinggi

0

Bogordaily.net  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat adanya peningkatan intensitas kejadian bencana selama bulan Oktober 2025.

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Niko, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menjadi faktor utama munculnya berbagai bencana di sejumlah wilayah.

“Cuaca di bulan Oktober ini sangat tinggi. Jenis bencana yang sering terjadi di antaranya pohon tumbang, atap rumah dan bangunan roboh, tanah longsor, serta amblasnya bangunan akibat hujan ekstrem,” jelasnya.

Menurut beliau, bencana tersebar hampir merata di seluruh kecamatan di Kota Bogor, salah satunya di kawasan Bondongan, Bogor Selatan, yang mengalami dampak cukup signifikan.

Meski demikian, hingga awal tahun 2025 tidak ada korban jiwa akibat bencana alam, kecuali beberapa kasus insiden non-alam seperti tenggelam dan kebakaran tabung gas di wilayah Gang Tijan dan Gedung Waringin.

Peningkatan Bencana dan Faktor Penyebabnya

Dibanding bulan sebelumnya, jumlah kejadian bencana meningkat pada bulan Oktober, dan diperkirakan masih akan tinggi hingga Maret mendatang. “Faktor utamanya adalah anomali cuaca dan kondisi hidrometeorologi yang tidak menentu,” ujar Dimas.

BPBD Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya penanggulangan melalui tiga tahapan utama: mitigasi, penanganan saat kejadian, dan penanganan pascabencana.
“Bulan Oktober kami jadikan momentum pengurangan risiko bencana, di antaranya lewat kegiatan donor darah, gerakan bersih-bersih aliran sungai, serta penanaman pohon sebagai bentuk mitigasi terstruktur,” terangnya.

Selain itu, BPBD juga menginisiasi program inovatif seperti ‘Dapur Kebencanaan’ dan podcast keliling, yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Respons Cepat dan Koordinasi Antarinstansi

Dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan, BPBD bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, TNI, Polri, PMI, dan relawan masyarakat.
“Ketika ada laporan bencana, tim langsung berangkat ke lokasi. Respons kami cepat, hanya terkendala kondisi medan atau kemacetan,” jelasnya.

Koordinasi antarinstansi dilakukan melalui grup komunikasi khusus dan kegiatan apel bersama untuk memastikan sinergi di lapangan berjalan efektif.

Meski koordinasi berjalan baik, BPBD masih menghadapi kendala seperti medan sulit dan akses jalan yang padat.

Sementara itu, sistem Early Warning System (EWS) sudah diterapkan di beberapa wilayah seperti Kelurahan Panaragan, Cibuluh, dan Tanah Baru, meski sebagian perangkat mengalami kerusakan akibat banjir.

Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

BPBD aktif melakukan edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Sosialisasi juga dilakukan di sejumlah kelurahan rawan seperti Tanah Baru, Cibuluh, dan Baranangsiang, melalui simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Masyarakat cukup antusias dan aktif dalam kegiatan mitigasi. Rasa ingin tahu mereka besar, dan ini menjadi modal penting dalam kesiapsiagaan bersama,” ujar Dimas.

Untuk korban terdampak, BPBD bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan hunian sementara, terpal, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Pemprov Jawa Barat, PLN, dan organisasi sosial.

Dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, BPBD menyesuaikan langkah dengan hasil asesmen di lapangan.

“Kami menggunakan anggaran BTT (Bantuan Tidak Terduga) dari Pemkot Bogor. Untuk jangka panjang, tahun 2026 nanti akan dilakukan pemindahan zona hitam di daerah aliran sungai (moving zona hitam) agar risiko bencana dapat ditekan,” ungkapnya.

 

Kementerian UMKM Fasilitasi Pedagang Beralih ke Produk Lokal Usai Larangan Thrifting Ilegal

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya membatasi penjualan baju bekas impor atau thrifting ilegal di platform e-commerce, dengan tetap memastikan keberlanjutan usaha para pedagang dalam negeri.

“Masuknya baju bekas impor mematikan pasar domestik. Kami ingin melindungi produsen lokal dan memastikan e-commerce menutup akses terhadap penjualan ilegal,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Jakarta, Jumat 7 November 2025.

Menteri Maman menekankan larangan hanya berlaku bagi pakaian bekas impor ilegal. Barang bekas produksi dalam negeri tetap diperbolehkan untuk diperjualbelikan.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan agar pedagang baju bekas impor dapat beralih menjual produk lokal melalui kemudahan akses pembiayaan dan penurunan biaya produksi sehingga harga jual tetap terjangkau.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menambahkan platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia telah sepakat mematuhi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 yang melarang jual-beli barang dan atau jasa yang dilarang atau dibatasi perdagangannya salah satunya pakaian bekas impor.

“Platform wajib menertibkan penjual yang masih menjajakan barang yang ilegal. Penegakannya kami lakukan secara bertahap dan terukur agar tidak mematikan usaha para penjual yang taat aturan,” kata Temmy usai rapat terbatas dengan perwakilan e-commerce di Jakarta.

Ia menegaskan, pembatasan tidak berarti pemblokiran massal. Barang preloved lokal maupun produk bekas pakai pribadi tetap diperbolehkan dijual.

Sebagai solusi, Kementerian UMKM akan menghubungkan pedagang dengan ratusan brand pakaian lokal agar mereka bisa menjadi reseller, distributor resmi, maupun yang bermaksud membangun brand sendiri.

“Kami tidak akan membiarkan teman-teman UMKM kehilangan penghasilan. Kami siapkan skema kolaborasi antara brand lokal, platform e-commerce, dan pedagang agar tetap bisa berjualan produk legal,” ujar Temmy.

Ia menambahkan, pedagang baju bekas di Pasar Senen telah menyatakan kesiapannya untuk beralih ke produk dalam negeri. Langkah ini juga didukung pemerintah daerah sebagai bentuk transformasi usaha yang berkelanjutan.

“Dengan skema ini diharapkan mereka akan tetap berusaha,” katanya.

Komitmen serupa juga datang dari para pelaku e-commerce. Deputy of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menyatakan pihaknya menjalankan penertiban akun penjual baju bekas impor dengan pendekatan humanis.

“Prosesnya dilakukan satu per satu oleh tim manusia, bukan mesin, agar tetap adil dan berkeadilan bagi para penjual,” ujarnya.

Sementara itu, Lead of Public Policy Tokopedia, Richard Anggoro, menegaskan komitmen Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia untuk mematuhi aturan pemerintah dalam melarang penjualan pakaian bekas impor.

Hal senada disampaikan Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, yang memastikan Lazada mendukung penuh kebijakan nasional terkait pelarangan baju bekas impor.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto turut menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah.

Ia menilai kebijakan ini penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan daring yang sehat dan mendukung pertumbuhan industri fesyen lokal.***

Pemkab Bogor Berencana Perpanjang Rute KRL Commuter Line Hingga ke Jasinga

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana memperpanjang rute KRL Commuter Line hingga ke wilayah Jasinga.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang) Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji.

Adapun, perpanjangan rute nantinya akan menghubungkan Stasiun Tenjo menuju Stasiun Jasinga, dan Stasiun Parung Panjang menuju Stasiun Jasinga.

“Jadi kita itu sedang merencanakan atau mengkaji jalur kereta api dari Tenjo ke Jasinga, dan dari Parung Panjang ke Jasinga,” kata Bambam, Jum’at 7 November 2025.

Menurut Bambam, saat ini pihaknya sedang mengajukan usulan rute tersebut ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan juga Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Intinya sedang diajukan ke kereta api, ke Kemenhub jalur kereta api dari Jasinga ke Tenjo atau dari parung panjang ke jasinga,” tambahnya.

Ia menambahkan, dengan adanya perpanjangan rute menuju ke Jasinga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian baru, khususnya di wilayah Bogor Barat.

“Karena diharapkan dengan misalnya jalur kereta api atau jalur angkutan masyarakat pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat ya, developer bangun perumahan besar bisa sama soalnya seperti sekarang di Tenjo kan sudah ada grup podomoro kan di sana kan,” ujar Bambam.

Kemudian, rute baru tersebut dapat mempercepat mobilitas masyarakat Bogor yang bekerja di Jakarta agar lebih mudah.

“Jadi diharapkan ada jalur kereta api itu bisa lebih cepat beda dengan jalur kendaraan biasa, karena kan skrg pekerja di jakarta itu kan mengandalkan kereta api buat kepastian mereka bisa sampai di lokasi itu dengan tepat waktu,” katanya.

Selain itu, kehadiran rute baru tersebut nantinya dapat digunakan untuk kereta angkutan tambang. Sehingga tidak terpacu melalui jalan raya.

“Jadi nanti bisa lebih tidak terlalu membebani jalan raya kita untuk angkutan tambang. Tapi ini kan projectingnya 5 tahun kedepan,” ungkap Bambam.(Albin)

Menkop dan MenPU Lakukan Harmonisasi Langkah Percepatan Pembangunan Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan bahwa pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo untuk mempercepat proses pembangunan fisik gudang, gerai, dan sarana kelengkapan lain dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Hal itu menindaklanjuti dari Inpres 17/2025, dimana masing-masing kementerian mendapatkan tanggungjawab untuk percepatan pembangunan fisik gudang, gerai, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Oleh karena, kita lakukan harmonisasi dan penyelarasan,” papar Menkop, usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenkop dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang dihadiri PT Agrinas Pangan Nusantara, di Jakarta, Jumat 7 November 2025.

Dalam Inpres 17/2025, KemenPU melakukan penetapan standar bangunan, dan sebagainya. “Kemenkop tidak memiliki kapasitas untuk itu, maka kita melibatkan Kementerian PU,” kata Menkop.

Saat ini, Menkop menambahkan, proses pembangunan fisik tersebut sedang dalam pelaksanaan yang dijalankan PT Agrinas. Pertemuan ini untuk menyempurnakan butir-butir dari nota kesepahaman kedua kementerian.
“Dalam melaksanakan supervisi pembangunan tersebut, kita dibantu Kementerian PU,” imbuh Menkop.

Menurut data Kemenko Pangan, ada 11 ribu titik yang telah terinventarisir.

“Dari data itu, kita lakukan verifikasi faktual, kesesuaian lahan, kemudian status, dan lain sebagainya,” kata Menkop.

Sehingga, setelah verifikasi faktual dilakukan, maka proses pembangunan gudang dan gerai Kopdes Merah Putih bisa berjalan.

“In Syaa Allah, pada Maret 2026 pembangunan fisik Kopdes Merah Putih bisa diselesaikan di seluruh Indonesia,” ucap Menkop.

Dari data sementara, sebanyak 7.923 unit bangunan sedang dalam tahap konstruksi. Menurut Menkop, angka ini termasuk pembangunan yang ditangani PT Agrinas, dengan sebagian sudah menerima pembayaran uang muka.

“Yang sedang dibangun itu dari pihak Agrinas, terkonfirmasi dari yang sudah dibayarkan sebagian DP dan lain sebagainya,” kata Menkop.

Hingga Maret 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 80 ribu gerai dan gudang koperasi dapat diselesaikan secara keseluruhan. Menkop menambahkan, pada November ini, pemerintah berharap jumlah tanah yang siap dibangun mencapai 40 ribu lokasi.

“Dari 40 ribu tanah itu, kita targetkan 20 ribu sedang dibangun di November. Kemudian Desember kita percepat antara 40 ribu sampai 50 ribu,” ucap Menkop optimistis.

Menkop menjelaskan, seluruh lahan yang sudah diverifikasi akan mulai dibangun pada Januari 2026. Dengan begitu, diharapkan pada Maret 2026 seluruh infrastruktur koperasi seperti gudang, gerai, dan sarana pendukung telah rampung.

“Salah satu aspek penting dalam pembangunan ini adalah supervisi teknis dari Kementerian PU. Kami tidak memiliki kapasitas teknis dalam pembangunan fisik, sehingga pelibatan PU menjadi mutlak,” terang Menkop.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan bahwa pihaknya hanya akan menyiapkan desain prototype, sedangkan PT Agrinas yang akan mengerjakan pembangunan fisiknya.
“Seperti biasa, prototype itu akan mengacu pada kualitas bangunan sesuai dengan kondisi daerah, seperti harus tahan gempa, dan sebagainya,” ucap MenPU.

Namun, MenPU mengakui, tidak semua tempat mempunyai bahan-bahan yang bisa masuk ke dalam kategori tahan gempa.

“Maka, nantinya, dalam pembangunan tersebut akan ada kearifan lokal. Kita akan intens berkoordinasi lewat Balai Cipta Karya dan Balai Bina Konstruksi yang ada di daerah-daerah,” kata MenPU.

MenPU menyatakan kesiapan dan dukungan penuh pada program strategis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang dalam hal ini diarahkan Menkop. “Kita sudah mengerjakan pembangunan dapur MBG dan sekolah rakyat, dan sekarang Kopdes Merah Putih,” ujar MenPU.***