Home Blog Page 524

Nama Sabrina Alatas Melejit di Tengah Isu Raisa–Hamish, Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Siapa Sabrina Alatas tiba-tiba menjadi nama yang ramai dicari. Siapa Sabrina Alatas juga menjadi awal dari banyak percakapan yang penuh tanda tanya.

Bahkan, Siapa Sabrina Alatas kini berubah menjadi semacam pintu menuju drama besar yang melibatkan nama besar: Raisa Andriana dan Hamish Daud.

Siapa Sabrina Alatas, sebenarnya?
Begitu kira-kira pertanyaan yang bergema. Nama itu muncul begitu cepat, secepat isu itu merebak. Seorang chef muda. Seorang pengusaha kuliner. Seseorang yang barangkali tidak pernah membayangkan hidupnya akan ditarik masuk ke pusaran gosip nasional.

Ia disebut baru 22 tahun. Terlatih secara profesional. Dan yang paling khas: berani. Berani pergi jauh dari rumah untuk belajar kuliner di Prancis. Berani bekerja di dapur-dapur yang katanya keras—keras seperti barak militer, begitu ia pernah menggambarkannya.

Sabrina—atau Sasha, begitu ia dipanggil—tak hanya pandai memasak. Ia juga mendirikan Manje Restaurant, usaha kuliner yang membuatnya mulai dikenal di lingkaran pecinta makanan. Semua itu berangkat dari hobinya saat SMA. Hobi yang kemudian berubah jadi profesi.

Yang unik, jalur hidup itu bukan rencana awalnya. Ia dulu sempat ingin masuk ke dunia teknik sipil atau arsitektur. Tapi hidup, seperti biasa, punya jalannya sendiri.

Lalu tibalah badai itu.
Bukan karena makanannya. Bukan karena prestasinya. Melainkan karena rumor.

Rumor itu berawal dari jejak digital di Pinterest. Sebuah board kolaboratif bernama Future House. Berisi inspirasi rumah masa depan. Diduga dibuat bersama oleh Hamish Daud dan Sabrina. Ditambah fakta bahwa keduanya saling mengikuti di Instagram. Lalu ada foto kebersamaan mereka di sebuah acara.

Internet, seperti yang sering terjadi, mendidih.

Bahkan namanya ikut terangkat dalam pemberitaan soal retaknya rumah tangga Raisa–Hamish. Satu jejak digital kecil berubah menjadi bola salju besar.

Sekarang, pertanyaan itu mengalir ke mana-mana:
Siapa sebenarnya Sabrina?
Seorang chef muda dengan mimpi besar?
Atau sosok yang sedang nasibnya dibentuk ulang oleh arus gosip?

Waktu yang akan menjawab. Namun hari ini, satu hal sudah pasti: nama Sabrina Alatas sedang berada di tengah badai—badai yang mungkin tak pernah ia pesan.***

Ruangberbagi.ku Ajak Anak Muda Bergerak Lewat Kegiatan Sosial “Canvas of Expression: Dunia Cerita di Atas Totebag”

0

Bogordaily.net — Komunitas sosial Ruangberbagi.ku menggelar kegiatan sosial bertajuk “Canvas of Expression: Dunia Cerita di Atas Totebag” di Desa Kedung Badak, Cilebut, Kota Bogor, pada Minggu (2/11).

Kegiatan ini diikuti oleh 17 relawan muda yang antusias menuangkan kreativitas dan semangat kemanusiaan melalui media lukis totebag.

Melalui kegiatan ini, para relawan tidak hanya diajak berkreasi, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk berbagi cerita dan inspirasi.

Aktivitas melukis totebag menjadi simbol ruang berekspresi sekaligus wujud nyata dari nilai empati dan kepedulian sosial.
Selain memberikan dampak sosial, kegiatan ini juga memberikan berbagai manfaat bagi para peserta, mulai dari e-sertifikat, relasi dan teman baru, hingga pengalaman yang berharga.

Sebagai komunitas sosial yang baru berdiri pada tahun 2025, Ruangberbagi.ku hadir dengan visi menciptakan wadah bagi siapa pun yang ingin berkontribusi bagi sesama.

Dengan keyakinan bahwa “sekecil apa pun, memiliki daya untuk menggerakkan kemanusiaan,” Ruangberbagi.ku terus berupaya menghadirkan gerakan kebaikan yang hangat, kreatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan “Canvas of Expression” menjadi langkah awal dari rangkaian program sosial Ruangberbagi.ku yang berfokus pada pemberdayaan, edukasi, dan kegiatan kemanusiaan. Melalui semangat #RuangBerbagiKu, #HumanityInAction, dan #GerakanKebaikanNyata, komunitas ini berharap semakin banyak anak muda yang tergerak untuk berbuat kebaikan mulai dari hal-hal sederhana.

Tentang Ruangberbagi.ku

Ruangberbagi.ku adalah komunitas sosial yang berdiri pada tahun 2025 dengan misi menghadirkan ruang bagi setiap individu untuk menebar kebaikan.

Didorong oleh keyakinan bahwa setiap tindakan kecil memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan kemanusiaan, Ruangberbagi.ku aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kolaboratif untuk membangun kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.***

Dukung FLOII Expo 2025, BRI Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia ke Pasar Global

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau dan pemberdayaan sektor riil nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif BRI dalam ajang Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2025, pameran tanaman hias berskala internasional terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, pada 23–26 Oktober 2025 lalu.

Mengusung tema “The Botanical Futures”, FLOII Expo 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku industri hortikultura nasional untuk menampilkan potensi kekayaan hayati Indonesia di kancah global. Pameran ini menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 20 negara dan menampilkan beragam koleksi tanaman hias, mulai dari anggrek eksotis hingga bonsai langka karya seniman terbaik Indonesia.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi Republik Indonesia, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya menjadikan kekayaan hayati sebagai kekuatan ekonomi baru yang berdaya saing global.

“FLOII Expo hadir tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai upaya nyata mendorong industri tanaman hias agar semakin kuat, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sebagai mitra strategis FLOII Expo 2025, BRI menghadirkan solusi pembayaran digital terintegrasi melalui QRIS BRI untuk memudahkan transaksi seluruh peserta dan pengunjung. Langkah ini sejalan dengan komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan dan mempercepat transformasi digital di sektor pertanian dan hortikultura.

Selain dukungan layanan digital, BRI juga membuka booth interaktif yang menghadirkan beragam produk dan layanan unggulan seperti BRImo, serta edukasi keuangan berkelanjutan melalui program BRI Green Financing. Di booth ini, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli BRI mengenai akses pembiayaan, pemberdayaan UMKM, dan promo menarik bagi nasabah baru.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa partisipasi BRI di FLOII Expo merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi hijau. “Melalui dukungan BRI di FLOII Expo, kami ingin mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi hijau yang berbasis masyarakat. Sektor hortikultura memiliki potensi besar tidak hanya dalam aspek estetika, tetapi juga sebagai sumber ekonomi baru bagi pelaku UMKM. Kami berharap ajang ini dapat memperluas akses pasar bagi petani, pelaku usaha dan komunitas tanaman hias Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, BRI juga berperan aktif dalam kegiatan Business Matching Global yang mempertemukan eksportir dan calon pembeli dari berbagai negara. Pengunjung pun dapat mengikuti berbagai sesi inspiratif seperti Business Forum, Talk Show, dan Kompetisi Tanaman Hias Internasional yang menampilkan inovasi anak bangsa.

FLOII Expo 2025 resmi menutup rangkaian penyelenggaraannya dengan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kesuksesan acara. Presiden Direktur Dyandra Event Solutions, Michael Bayu Sumarijanto, menyampaikan, “FLOII Expo 2025 mencatat capaian positif dengan total 14.112 pengunjung,” ujarnya.

Melihat antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan FLOII Expo 2025, industri hortikultura dalam negeri saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang cukup signifikan, didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat tanaman dan konsep keberlanjutan. FLOII Expo 2025 memainkan peran penting dalam menghubungkan breeder lokal baru maupun yang berpengalaman dengan breeder dan pasar internasional dengan hadirnya pelaku industri internasional sebanyak 22 peserta dari Amerika Serikat, Ekuador, Filipina, Jepang, Singapura, Thailand, dan Taiwan.***

Bupati Bogor Ikuti CFD Bersama Masyarakat, Janjikan Akan Jadi Agenda Rutin Setiap Minggu

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama masyarakat Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu 2 November 2025.

Diketahui, CFD berlangsung pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, mulai dari Gerbang CCM hingga Hutan Kota Bambu.

Adapun, kegiatan CFD Tegar Beriman diisi dengan berbagai aktivitas masyarakat, seperti olahraga bersama, pertemuan komunitas, pentas seni dan musik, serta kuliner dan jajanan khas daerah.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga menyediakan layanan publik dan melakukan uji coba Zona Kuliner sebagai langkah awal dalam menata kawasan Tegar Beriman menjadi ruang publik yang lebih tertib dan nyaman bagi warga.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa, kegiatan CFD ini mendapat sambutan positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menjadikan CFD Tegar Beriman sebagai kegiatan rutin setiap minggu, dengan evaluasi dan penyesuaian yang akan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Karena itu, kami akan membahas kemungkinan menjadikan CFD Tegar Beriman sebagai kegiatan rutin setiap minggu,” kata Rudy.

“Tentu kita akan menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana serta mempertimbangkan kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya.

Menurut Rudy, CFD bukan hanya ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pembatasan kendaraan bermotor selama beberapa jam, udara menjadi lebih bersih dan kawasan sekitar dapat beristirahat sejenak dari aktivitas transportasi harian.

“Bukan hanya masyarakat yang butuh berolahraga, alam pun perlu istirahat. Dengan menutup jalan sementara, pohon-pohon dapat menghasilkan oksigen lebih banyak tanpa terganggu polusi kendaraan,” ungkap Rudy.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFD Tegar Beriman, termasuk skema penutupan jalan, jalur evakuasi darurat, dan pengaturan pedagang.

Tentunya untuk  memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

(Albin Pandita)

Dedie A. Rachim Tutup Polpat Cup 2025, Ajang Lahirkan Bibit Unggul Basket Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menutup turnamen bola basket Polisi Empat (Polpat) Cup 2025 yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga pelajar di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, Polpat Cup 2025 sudah selesai. Ini merupakan bagian dari pembinaan olahraga di Kota Bogor yang dimulai sejak sekolah dasar,” ujar Dedie pada Minggu 2 November 2025.

Ia berharap melalui ajang seperti Polpat Cup, para pelajar memiliki semangat juang dan konsistensi dalam menekuni olahraga agar lahir bibit unggul yang mampu mewakili Kota Bogor di berbagai kompetisi.

“Proses ini harus terus dilakukan, dan Pemkot Bogor akan selalu mendukung,” tambahnya.

Polpat Cup menjadi agenda rutin pembinaan olahraga yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah.

Turnamen ini juga menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan karakter sportivitas generasi muda.

Penanggung jawab turnamen, Purwana Ryadi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung hingga kegiatan berjalan lancar.

“Kami sependapat dengan Wali Kota bahwa pembinaan atlet usia dini perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Adapun para juara Polpat Cup 2025 sebagai berikut:

* SD kelas 1–2 Mix: Juara 1 SD Pertiwi, Juara 2 Polpat White, Juara 3 Polpat Blue

* SD kelas 3–4 Mix: Juara 1 SDN Sukadamai 3, Juara 2 Polpat White, Juara 3 Polsat

* SD kelas 5–6 Putri Elite: Juara 1 Polpat, Juara 2 Polsat, Juara 3 Pertiwi

* SD kelas 5–6 Putra Elite: Juara 1 Polsat, Juara 2 SD Kesatuan, Juara 3 Polpat Blue

* SMP Putri: Juara 1 SMP 1, Juara 2 SMP 5, Juara 3 SMP 2

* SMP Putra: Juara 1 SMP 2, Juara 2 SMP 1, Juara 3 SMP 5

Dengan berakhirnya turnamen Polpat Cup 2025, harapan besar muncul agar kegiatan serupa terus digelar secara konsisten.

Selain memperkuat ekosistem olahraga pelajar, ajang ini juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat positif anak muda Bogor yang siap mengharumkan nama kotanya di kancah olahraga nasional.

(Ibnu Galansa)

 

 

Milad ke-4 IDC Pusat, Empat Tahun Menebar Ilmu dan Cinta Dakwah bagi Generasi Muda

0

Bogordaily.net – Suasana penuh semangat mewarnai perayaan Milad ke-4 Intelligence Dakwah Community (IDC) Pusat yang digelar dengan khidmat di Gedung Cendekia K.H. A. Azhar Basyir, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Sabtu, 1 November 2025.

Dengan mengusung tema Energi Muda, Sinergi Berkarya. Bersama Kita Tumbuh, Bersama Kita Menginspirasi, acara ini menjadi momentum penting bagi IDC untuk menegaskan kembali komitmennya dalam membina generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan bermanfaat bagi umat.

Intellegence Dakwah Community (IDC) adalah beasiswa program 1000 Da’i yang lahir pada 22 Oktober 2021. Program ini telah memberikan beasiswa kepada sekitar 1.288 mahasiswa selama 4 tahun. Kampus yang mendapat beasiswa diantaranya UIN Syarifhidayatullah Jakarta, UIKA, UMJ, IUQI, dan UIT Lirboyo.

Acara tersebut dihadiri oleh Dewan Syariah BAMUIS BNI, UPZ BAZNAZ BNI, Direktur Eksekutif BAMUIS BNI, Dewan Pengawas IDC BAMUIS BNI, Wakil Ketua Bidang Penyaluran, Dewan Pelaksana IDC Pusat, Pembina IDC Kampus, dan Anggota IDC.

“Empat tahun telah berjalan, IDC menjadi bukti nyata bahwasanya organisasi yang hebat bukan hanya tentang usia, tapi tentang seberapa besar ia bermanfaat bagi umat manusia” ucap Fajri Ilham, IDC korwil UIN Jakarta, selaku ketua pelaksana dalam sambutannya.

Makna Tema Milad IDC

Fajri mengajak untuk tetap memberi dan mengasihi kepada sesama tanpa melihat masa lalu, karena di dunia ini bukan menjadi siapa dia hidup, namun bagaimana dia hidup.

Sopa, Dekan Fakultas Agama Islam UMJ menyatakan sangat antusias dan tersanjung karena telah menjadi tuan rumah dalam perayaan milad IDC ke4. Mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang telah mendapat beasiswa tersebut sangat berpotensi menjadi pemimpin yang baik di masa depan.

Dengan program ini, mahasiswa dapat belajar dan mengajar ajaran islam dengan 4 sifat Rasulullah yakni, Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.

Ketua Badan Pelaksana IDC Pusat, Lukman Nur Hakim, S.E, M.M berharap IDC dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk beraspirasi dan berinovasi, serta dapat mempererat hubungan antar mahasiswa dan kampus.

Para alumni penerima beasiswa juga diharapkan dapat tetap menyiarkan ajaran agama islam di Musthofa atau masjid tempat mereka berasal.

Kalimat Sayyid Ali Ibnu Abi Thalib ra. ‘Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tiada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan’ terkutip oleh Drs. Sudirman, MBA selaku Direktur Eksekutif BAMUIS BNI, sebagai pengingat anggota untuk selalu membantu dan menginspirasi umat.

“Semoga lebih kreatif untuk bekarya dan bermanfaat bagi anggota dan umat manusia” Ungkap Sudirman.

Para anggota IDC selalu berusaha untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan semangat generasi muda, mereka siap untuk belajar menjadi insan yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

(Salma Nur Zahro M)

Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor Hadir dengan Nuansa Warm Natural Escape

0

Bogordaily.net – Raindear Group, perusahaan food & beverage yang dikenal kreatif, kembali memperluas jaringannya dengan membuka gerai keempat, Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor.

Mengusung tagline “Taste You Trust”, Raindear Coffeehouse hadir tidak hanya sebagai tempat menikmati kopi dan hidangan lezat, tetapi juga sebagai ruang yang menawarkan pengalaman rasa, suasana, dan kebersamaan yang dapat diandalkan, sejalan dengan semangat Raindear yang telah berkembang bersama pelanggan selama hampir tujuh tahun.

Berbeda dari tiga cabang sebelumnya yang mengusung gaya modern-industrial, Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor tampil dengan konsep yang lebih inklusif dan ramah keluarga (family friendly).

Desainnya mengadopsi tema “Warm Natural Escape”, memadukan kehangatan interior kayu, pencahayaan lembut, dan sentuhan hijau alami yang mencerminkan keindahan dan kesejukan kota Bogor.

Ruangannya dirancang fleksibel, dengan area indoor yang nyaman untuk bekerja atau mengadakan rapat kecil, serta area outdoor dengan pemandangan hijau yang menenangkan, ideal untuk bersantai bersama keluarga.

Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor menyajikan menu andalan kopi spesial racikan barista terbaik Raindear, yang dikenal dengan nama Es Kopi Bogor.

Selain kopi, tersedia juga beragam hidangan comfort food dengan sentuhan khas nusantara modern. Untuk menambah pengalaman bersantap, Raindear juga menawarkan live music dan penampilan DJ setiap hari.

Pengunjung dapat menikmati musik akustik atau chill electronic yang dirancang untuk menciptakan suasana hangat dan menyenangkan.

Filosofi “Taste You Trust”

Tagline “Taste You Trust” bukan hanya sekadar promosi, melainkan filosofi yang telah tumbuh bersama Raindear sejak tahun 2018.

Raindear meyakini bahwa kepercayaan terhadap rasa bukan hanya tentang cita rasa kopi atau makanan, tetapi juga tentang konsistensi pelayanan, kejujuran produk, dan hubungan emosional dengan pelanggan.

“Grand Opening ini bukan sekadar membuka cabang baru. Kami ingin memperluas makna Taste You Trust, menghadirkan Raindear di lebih banyak momen hidup pelanggan, dari yang sederhana hingga yang paling berkesan,” ujar Zury Muliandari, Marketing Manager Raindear Group, Sabtu 1 November 2025.

Zury menambahkan bahwa kehadiran cabang baru di Summarecon Bogor merupakan langkah strategis Raindear untuk menjangkau lebih banyak segmen keluarga dan komunitas lokal.

Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor mengusung desain arsitektur yang menggabungkan elemen modern tropis dan lokalitas Bogor.

Setiap sudut ruang dirancang dengan makna tersendiri oleh tim desain interior ternama. Selain itu, tersedia area bermain (playground) yang aman dan interaktif untuk anak-anak, menjadikan Raindear Coffeehouse pilihan ideal bagi keluarga muda yang ingin menikmati waktu berkualitas tanpa khawatir.

Aroma kopi yang khas berpadu dengan musik ambient menciptakan suasana seperti di rumah sendiri, mendukung produktivitas sekaligus relaksasi.

Selain fokus pada pengalaman pelanggan, Raindear juga berkomitmen pada keberlanjutan (sustainability) dan pemberdayaan lokal.

Raindear Group bekerja sama dengan petani kopi lokal dan UMKM daerah untuk memastikan rantai pasokan yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Grand Opening Raindear Coffeehouse Summarecon Bogor akan diadakan pada Sabtu, 1 November 2025, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB, dengan dukungan dari Bank BRI.

Rangkaian acara menarik meliputi Ribbon Cutting Ceremony bersama manajemen Raindear Group, Manual Brew Experience: kelas mini tentang seni meracik kopi oleh barista Raindear, Spinning Pizza Show, Live Acoustic & DJ Night dan Playground Family Time dengan aktivitas edukatif anak.

Tentang Raindear Group

Didirikan pada tahun 2018, Raindear Group adalah perusahaan F&B lokal yang berfokus pada pengalaman kuliner autentik dan ramah komunitas.

Dengan tiga cabang sebelumnya di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, Raindear telah berkembang menjadi brand kopi dan lifestyle yang dikenal karena kualitas rasa, pelayanan hangat, serta atmosfer ruang yang nyaman.

Melalui filosofi Taste You Trust, Raindear tidak hanya menjual kopi, tetapi menciptakan ruang kolaboratif bagi ide, rasa, dan cerita. Raindear percaya bahwa “coffee brings people together”, dan setiap gelas kopi dapat menjadi awal dari koneksi yang berarti.

(Ibnu Galansa)

E-Commerce Cerdas, Konsumen Cermat: Tantangan Komunikasi di Era Kecerdasan Buatan

0

Bogordaily.net – Kecerdasan Buatan Mengubah Wajah E-Commerce. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa e-commerce ke tingkat efisiensi baru. Sistem cerdas kini mampu membaca pola belanja, merekomendasikan produk, bahkan menjawab pertanyaan pelanggan dalam hitungan detik. E-commerce menjadi semakin personal, efisien, dan cepat. Namun di balik kemudahan itu, muncul tantangan baru dalam komunikasi digital, bagaimana menjaga hubungan yang manusiawi antara konsumen dan sistem yang digerakkan oleh algoritma?

Komunikasi di Era AI lebih Cepat, Tepat, tapi Kurang Empati
AI memungkinkan personalisasi pesan dengan presisi tinggi. Chatbot menggantikan peran manusia dalam melayani pelanggan, dan algoritma menentukan produk mana yang “paling sesuai” dengan minat konsumen. Sayangnya, komunikasi yang dihasilkan AI sering kali terasa mekanis dan tanpa emosi. Dalam perspektif ilmu komunikasi, keberhasilan interaksi tidak hanya ditentukan oleh ketepatan pesan, tetapi juga oleh emotional connection dan empati antara pengirim dan penerima pesan. Ketika faktor ini hilang, komunikasi berubah menjadi transaksi informasi semata, bukan hubungan bermakna.

Literasi Digital sebagai Kunci
Di tengah dominasi teknologi, konsumen perlu menjadi subjek aktif, bukan sekadar objek data. Literasi digital menjadi kemampuan penting agar konsumen mampu memahami cara kerja algoritma, mengenali strategi komunikasi pemasaran, dan menghindari manipulasi informasi. Konsumen yang cermat tidak hanya melihat harga dan promo, tetapi juga menilai transparansi, etika, dan keaslian komunikasi yang disampaikan oleh platform e-commerce. Dalam konteks ini, kesadaran komunikasi menjadi bentuk empowerment di tengah dunia yang dikuasai oleh kecerdasan buatan.

Tantangan Etika dan Kepercayaan
AI memang cerdas, tetapi tidak netral. Algoritma dikendalikan oleh data dan kepentingan tertentu. Ketika data pribadi dikumpulkan tanpa transparansi, kepercayaan konsumen pun terancam. Etika komunikasi digital menuntut adanya kejujuran dan perlindungan privasi. Pelaku e-commerce harus menyadari bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kepercayaan publik yang dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab.

Menyatukan Teknologi dan Kemanusiaan
Ilmu komunikasi memiliki peran strategis dalam menjembatani kecerdasan buatan dan nilai-nilai kemanusiaan. Komunikasi bukan hanya soal mengirim pesan, tetapi juga menciptakan makna. Oleh karena itu, strategi komunikasi di e-commerce era AI perlu dirancang dengan prinsip human centered communication menggunakan teknologi tanpa menghilangkan empati, memahami data tanpa mengabaikan perasaan.

Penutup: Menyeimbangkan Cerdasnya Sistem dan Cermatnya Manusia
E-commerce akan terus berkembang seiring kemajuan AI, tetapi kualitas komunikasi tetap ditentukan oleh manusia. Sistem boleh semakin cerdas, tetapi konsumen juga harus semakin cermat. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana teknologi memahami perilaku manusia, tetapi bagaimana manusia memahami kembali makna komunikasi di tengah dunia digital yang serba otomatis. Kecerdasan sejati dalam komunikasi bukan pada algoritma, melainkan pada kesadaran untuk tetap manusiawi di tengah derasnya inovasi teknologi.***

Oleh: Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi

Menafsir Ulang Sumpah Pemuda: Komunikasi Persatuan di Era Disrupsi Digital

0

Oleh: Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi

Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai simbol lahirnya kesadaran nasional dan semangat kolektif untuk bersatu. Namun, sembilan dekade lebih sejak ikrar itu diucapkan, konteks komunikasi bangsa telah berubah drastis. Dari pertemuan fisik di Kongres Pemuda II tahun 1928, kini ruang komunikasi berpindah ke layar gawai, ke ruang maya yang tanpa batas dan tanpa jeda.

Di era disrupsi digital, semangat persatuan tidak lagi cukup dimaknai hanya sebagai kenangan sejarah. Ia harus dihidupkan kembali melalui cara kita berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun makna bersama di ruang digital. Karena sejatinya, Sumpah Pemuda bukan hanya peristiwa politik, melainkan juga peristiwa komunikasi yang mengubah arah bangsa.

Komunikasi Sebagai Ruh Persatuan
Sumpah Pemuda 1928 adalah bukti historis bahwa komunikasi dapat menjadi kekuatan pemersatu. Para pemuda kala itu datang dari latar budaya, bahasa, dan daerah yang berbeda. Namun mereka berhasil membangun kesamaan makna melalui proses komunikasi yang penuh dialog, empati, dan kesadaran bersama.

Dalam teori komunikasi, proses itu disebut komunikasi transkultural yaitu kemampuan menyatukan perbedaan dengan membangun persepsi dan simbol yang dapat diterima bersama. Bahasa Indonesia kemudian menjadi simbol komunikasi persatuan. Ia bukan sekadar alat berbicara, melainkan identitas dan representasi kesetaraan antar anak bangsa.

Persatuan yang lahir dari komunikasi pada 1928 menunjukkan bahwa keberhasilan membangun bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik atau ekonomi, melainkan oleh kemampuan berkomunikasi untuk membangun makna yang sama.

Era Disrupsi Digital: Dari Dialog ke Kebisingan
Kini, ruang komunikasi kita telah berubah. Media sosial menjadi ruang publik baru bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri, berdiskusi, bahkan berdebat. Namun, bersamaan dengan itu, muncul pula gejala “kebisingan digital” ketika informasi datang tanpa henti, namun makna menjadi kabur.

Kebebasan berekspresi yang seharusnya menjadi wadah untuk saling memahami justru sering menjadi ajang polarisasi. Kita bisa melihat bagaimana ruang digital kerap menjadi arena pertarungan opini, tempat hoaks berkembang, dan ujaran kebencian bertebaran.

Di sinilah tantangan komunikasi persatuan muncul. Sumpah Pemuda dulu menegaskan “satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.” Namun kini, tantangannya bukan lagi menyatukan bahasa, melainkan menyatukan cara berbahasa di ruang digital bagaimana kita bisa berkomunikasi tanpa saling meniadakan, bagaimana menyampaikan kritik tanpa melukai, dan bagaimana membangun kesadaran tanpa menebar kebencian.

Pemuda dan Literasi Komunikasi Digital
Dalam perspektif ilmu komunikasi, generasi muda hari ini berperan sebagai aktor utama dalam konstruksi makna digital. Mereka tidak hanya penerima pesan, tetapi juga produsen dan pengelola informasi. Karena itu, penting bagi pemuda untuk memiliki literasi komunikasi digital kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menganalisis, dan memproduksi pesan secara etis dan bertanggung jawab.

Literasi komunikasi bukan sekadar soal kemampuan teknologi, tetapi juga tentang etika dan empati. Di tengah arus informasi yang cepat, kemampuan memilah mana pesan yang bermakna dan mana yang menyesatkan menjadi bentuk baru dari perjuangan. Pemuda perlu sadar bahwa setiap unggahan, komentar, atau konten yang mereka bagikan mencerminkan nilai dan identitas bangsa.

Dalam konteks ini, Sumpah Pemuda versi digital bukan lagi berbentuk ikrar formal, melainkan praktik komunikasi sehari-hari. Ia hadir dalam cara kita menghormati perbedaan, merespons isu publik, dan menggunakan media sosial untuk memperkuat solidaritas, bukan perpecahan.

Membangun Komunikasi Persatuan di Era Digital
Komunikasi persatuan di era digital harus dibangun melalui tiga pilar utama: dialog, literasi, dan kolaborasi.

Dialog, karena perbedaan pandangan hanya dapat dijembatani dengan percakapan yang terbuka dan berempati.
Literasi, karena masyarakat yang cerdas berkomunikasi tidak mudah terprovokasi oleh hoaks dan ujaran kebencian.

Kolaborasi, karena semangat persatuan hanya bisa tumbuh jika setiap individu merasa memiliki ruang yang sama untuk bersuara dan berkontribusi.

Institusi pendidikan, media, dan pemerintah juga perlu berperan aktif dalam menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat. Kampanye publik tentang toleransi digital, pelatihan literasi media, hingga kolaborasi lintas komunitas pemuda menjadi langkah konkret untuk menjaga semangat Sumpah Pemuda tetap hidup dalam konteks kekinian.

Menjaga Ruh Sumpah Pemuda
Menafsir ulang Sumpah Pemuda bukan berarti mengganti makna lamanya, melainkan memperluas relevansinya. Semangat “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa” kini dapat diterjemahkan menjadi “satu semangat, satu jaringan, satu komunikasi yang beretika.”

Pemuda 1928 berjuang dengan pena dan kata, sedangkan pemuda masa kini berjuang dengan unggahan dan narasi. Keduanya memiliki misi yang sama: menyatukan bangsa melalui komunikasi.

Di tengah derasnya arus informasi, Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa persatuan bukan hasil dari keseragaman, tetapi dari kemampuan berkomunikasi dengan saling menghargai.

Jika pemuda dahulu menyatukan bangsa lewat bahasa, maka pemuda hari ini harus menyatukan bangsa lewat komunikasi digital yang cerdas, beretika, dan membangun empati.***

Gali Jejak Pajajaran Lewat Penelitian Situs Lembur Sawah

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Diseminasi Hasil Penelitian Potensi Warisan Budaya Kampung Lembur Sawah di Saung Eling, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (31/10/2025).

Sebelum melakukan diskusi, Dedie Rachim bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, TACB Jawa Barat serta para peneliti, wilayah, sesepuh, inohong serta warga sekitar melihat langsung keberadaan situs Embah Jangkung dan Situs Kabayan. Melewati permukiman penduduk yang memiliki suasana masih asri serta lembahan dan perbukitan dengan latar belakang Gunung Salak.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama bagi Kota Bogor dalam menggali peninggalan sejarah.

Pada kesempatan ini, Dedie Rachim juga menyampaikan beberapa hal tentang Kerajaan Pajajaran dengan sejarah dunia.

Penelitian ini, lanjut Dedie Rachim juga sebagai rangkaian dari lompatan besar Kota Bogor, umumnya Jawa Barat, yang akan memiliki Museum Pajajaran dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

“Kolaborasi dan sinergi ini lompatan besar bagi Jawa Barat dengan latar belakang Pajajaran yang ke depan akan memiliki museum Pajajaran,” ujarnya.

Ia pun berharap dari penelitian dua situs ini juga memiliki kajian timeline, story line, sehingga tidak hanya mengkaji berkaitan dengan kepurbakalaan saja.

Ketua TACB Kota Bogor, Taufik Hassunna, mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan dengan metode holistik, penelitian langsung di lapangan berkaitan dengan arkeologis, dan wawancara penduduk.

“Pada intinya kami ingin memahami bagaimana warga lembur sawah berkaitan dengan pemahaman terhadap wilayah mereka tinggal. Ini juga sebagai dasar penelitian,” ujarnya.

Dalam penelitian ini dihasilkan laporan setebal 140 halaman yang kemudian berbagai poinnya dijelaskan secara singkat kepada Dedie Rachim dan warga.

Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, mengatakan ia sangat senang melihat Kota Bogor yang kemajuan pembangunannya pesat, namun masih tertata dan menyimpan kearifan lokal, bahkan menjaga berbagai peninggalan situs.

Sehingga, menurutnya simpul-simpul itu harus terus dibuka melalui kajian dan penelitian lebih lanjut.

“Seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, bagaimana hubungannya dengan sejarah dunia internasional. Itu harus mulai dibangun. Karena mungkin sekarang kita hanya melihat puzzle, sedikit tapak-tapaknya,” katanya.

Bahkan, ia menduga bisa jadi tempat lokasi situs tersebut dahulunya merupakan permukiman atau tempat tinggal sesepuh terdahulu.

“Itu bisa diteliti lebih lanjut. Keberadaan permukiman tertua di situ. Dilihat dari lokasinya pun sangat bagus. Terlebih juga ditemukan pecahan-pecahan tembikar gerabah yang mungkin pernah ada di permukiman wilayah situ,” ujarnya.

Ia juga memberikan masukan agar juga dilakukan studi demografi untuk melihat secara keseluruhan posisi lembur sawah serta nama pada masa lalu seperti apa.

“Itu penting untuk bisa membaca permukiman sekarang itu apakah kultur baru, apakah memang sudah ada, dan Alhamdulillah tradisi kultur yang ada di sini masih dilanjutkan,” ujarnya.***