Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 524

BAZNAS Kota Bogor dan Baznas Pusat Bagikan 1.500 Box Sajian Bergizi untuk Santri, Pelajar, dan Masyarakat Umum

0

Bogordaily.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Bogor dalam program sosial “Sajian Bergizi Berkah Baznas” dengan membagikan 1.500 box makanan siap saji bergizi kepada santri, pelajar, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini dipusatkan di Halaman Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Pajajaran, Baranangsiang, Bogor Timur, pada Kamis (17/7/2025) pukul 10.00–12.00 WIB.

Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, S.Ag, M.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan gizi masyarakat serta upaya meringankan beban mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, melalui kolaborasi BAZNAS Pusat dan BAZNAS Kota Bogor, kami dapat menyalurkan 1.500 sajian bergizi bagi santri, pelajar, dan masyarakat. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran BAZNAS untuk membantu dan mendukung ketahanan pangan warga Bogor,” ujar Subhan.

Ia juga menambahkan bahwa program serupa akan dilaksanakan di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Hari Ahad Tgl 20 Juli 2025, kegiatan ini terus diupayakan secara berkala untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di wilayah Kota Bogor.

Selain itu, Subhan menegaskan bahwa program Sajian Berkah Beegizi Baznas ini merupakan bentuk konkret dukungan terhadap program pemerintah yang menekankan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda seperti santri dan pelajar yang membutuhkan dukungan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Program Baznas ini tidak hanya bertujuan memberikan makanan sehat, tetapi juga menumbuhkan semangat memberi, kepedulian, dan keberkahan dari para muzaki kepada masyarakat yang membutuhkan.***

Pemkab Bogor Perkuat Pengawasan Cegah Peredaran Beras Oplosan

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terus memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pokok, khususnya beras, menyusul maraknya isu beras oplosan di sejumlah daerah. Untuk mencegah hal itu terjadi, Disdagin berkoordinasi dengan Perum Bulog dan Perumda Tohaga.

Pemkab Bogor juga menegaskan komitmen mendukung tindakan tegas terhadap pelaku kecurangan dalam distribusi bahan pangan, sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dan untuk menjaga stabilitas harga pasar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Arif Rahman menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran beras oplosan di pasar-pasar wilayah Kabupaten Bogor. Kami pun sudah berkoordinasi dengan Bulog dan Perumda Tohaga.

“Sampai saat ini belum ada laporan maupun temuan terkait beras oplosan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Bogor,” jelas Arif.

Arif menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala di pasar tradisional maupun modern, guna menjamin kualitas dan keamanan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Langkah ini juga merupakan bentuk antisipasi dan pencegahan sejak dini agar kepercayaan masyarakat terhadap distribusi pangan tetap terjaga,” tandas Arif.

Ia menambahkan, kami ingin memastikan rantai distribusi berjalan dengan baik dan bersih dari praktik kecurangan. Kalau ada pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku.

“Disdagin membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan atau peredaran beras yang mencurigakan. Kami mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan dugaan pengoplosan atau kecurangan lainnya di pasar,” tambah Arif. (*)

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi Destinator. SUV 7 Penumpang Terbaru, Bakal Dibanderol Rp 400–500 Juta

0

Bogordaily.net – Harga Mitsubishi Destinator langsung menjadi bahan obrolan para pecinta otomotif setelah Mitsubishi Motors Indonesia memperkenalkannya ke media nasional pada Rabu, 17 Juli 2025.

Mobil ini belum diluncurkan secara resmi ke publik, tapi nuansa dan bisikannya sudah membuat penasaran. Apalagi, ia disebut-sebut akan jadi bintang baru di GIIAS 2025.

Mitsubishi Destinator ini bukan mobil sembarangan. Ia bukan hanya lebih besar dari XForce, tapi juga lebih kompak dibanding Pajero Sport. Pas di tengah. Proporsional.

SUV ini dirancang untuk menampung tujuh orang penumpang, dengan tampilan depan yang tetap mengusung filosofi desain Dynamic Shield khas Mitsubishi.

Tapi yang paling menarik tentu soal harga Mitsubishi Destinator. Saat peluncuran internal itu, pihak Mitsubishi Motors sama sekali belum membuka informasi harga ke publik.

Jurnalis yang hadir pun hanya bisa menebak-nebak. Seorang tenaga penjual bernama Refli membenarkan bahwa mobil baru itu sudah bisa dipesan.

“Ya, Destinator sudah bisa inden dari sekarang,” kata Refli. Tapi ketika ditanya soal harga Mitsubishi Destinator, ia hanya mengangguk pelan. Belum ada kepastian.

Ia hanya memberi gambaran: kemungkinan di rentang Rp 400 juta sampai Rp 500 jutaan saat resmi meluncur di GIIAS nanti.

Sebagai informasi, Mitsubishi Destinator kabarnya akan menggunakan mesin yang sama dengan generasi terbaru dari Eclipse Cross, yaitu mesin 1.500 cc turbo.

Tenaganya 163 PS, dengan torsi puncak 250 Nm. Sistem penggeraknya roda depan, dan transmisinya CVT. Kombinasi yang halus, tapi tetap bertenaga untuk ukuran SUV keluarga.

Yang menarik dari harga Mitsubishi Destinator bukan hanya soal angka pastinya yang belum diumumkan, tapi juga bagaimana ia akan mengisi celah di antara SUV kompak dan SUV premium.

Jika benar harganya di bawah Rp 500 juta, maka pesaing langsungnya adalah Toyota Innova Zenix. Tapi dengan desain futuristik, kapasitas tujuh penumpang, dan embel-embel turbo, bisa jadi Destinator akan menciptakan pasarnya sendiri.

Kita tunggu saja akhir Juli nanti. GIIAS akan menjadi panggung pembuka. Dan harga Mitsubishi Destinator? Kita masih harus sabar, walau dompet sudah gatal untuk membuka tanda jadi.***

Pemilik Garena Free Fire Meninggal. Kabar Duka Atau Hoaks?

0

Bogordaily.net – Pemilik Garena Free Fire meninggal. Begitulah isi video yang mendadak viral di TikTok.

Diunggah oleh akun @manuminethsaranidedias, video tersebut menampilkan foto Forrest Li—pendiri Sea Group dan Garena—dengan tulisan “RIP Forrest Li” lengkap dengan narasi dalam beberapa bahasa asing.

Video berdurasi pendek itu langsung menggegerkan dunia maya. Pemilik Garena Free Fire meninggal, begitu cepat isu itu menyebar di kolom komentar dan grup-grup gamer.

Lebih dari 16 ribu suka dan ratusan komentar mengiringi unggahan tersebut. Sebagian percaya, sebagian lain memilih bertanya-tanya: benarkah?

“Free Fire tanpa Forrest Li bukan lagi Free Fire,” tulis @dayat_, salah satu warganet yang terhanyut dalam suasana haru.

Akun @KuyGaming bahkan menulis, “Kalau benar, terima kasih sudah membuat masa kecil kami bahagia.”

Pemilik Garena Free Fire meninggal—kalimat itu terus diulang, terus muncul, tapi belum ada satu pun media arus utama yang mengonfirmasi.

Tidak ada pernyataan resmi dari Sea Group. Tidak pula dari keluarga. Ini yang membuat sebagian netizen mulai ragu: jangan-jangan hanya kabar palsu?

Forrest Li, pria kelahiran Tianjin, Tiongkok, dan kini berkewarganegaraan Singapura, bukan hanya dikenal sebagai pendiri Garena dan pencipta Free Fire.

Ia juga CEO dari Sea Group—konglomerasi digital raksasa yang membawahi Shopee dan beberapa platform besar di Asia Tenggara.

Namanya harum di bidang teknologi. Ia adalah cerita sukses dari dunia startup regional.

Yang membuat berita ini terasa mengganggu adalah kecepatan viralnya dan lambatnya konfirmasi resmi.

Meninggalnya tokoh sebesar Forrest Li semestinya diberitakan luas oleh media kredibel jika memang benar adanya.

Tapi hingga tulisan ini dibuat, tak ada satupun kantor berita besar yang memberitakan.

Kabar Pemilik Garena Free Fire meninggal mungkin hanyalah bentuk lain dari kepanikan digital.

Dunia yang terlalu cepat membagikan, namun terlalu lambat mengonfirmasi. Dunia di mana kata “RIP” bisa lebih cepat menyebar ketimbang fakta.

Kita tidak tahu pasti: apakah benar Forrest Li telah tiada? Atau hanya sedang “dimatikan” oleh algoritma yang haus klik dan perhatian? Yang jelas, publik kini menanti satu hal: kejelasan.

Dan sebelum itu datang, bijaklah. Jangan sampai kesedihan kita menjadi bahan bakar berita palsu.***

Link Video Kendari 1 vs 7 Bikin Ambyar

0

Bogordaily.net – Link video Kendari 1 vs 7 sedang jadi buruan netizen. Di TikTok, di X, di Telegram. Tiga kata itu mendadak menghantui kolom pencarian. Banyak yang penasaran, banyak juga yang terjebak.

Judulnya memang bikin geger: “Kendari 1 vs 7 durasi 12 menit”.

Tapi benarkah ini kejadian nyata di Kendari, Sulawesi Tenggara?

Ternyata tidak.

Kata “Kendari” di situ bukan merujuk pada nama kota. Tapi hanya akronim atau plesetan dari kalimat: “Kendu bARu laRI”. Ya, sekadar mainan kata. Tipu-tipu algoritma supaya lolos dari sensor sistem TikTok.

Namun tetap saja, banyak pengguna yang terjebak. Mereka penasaran, mencari, lalu menemukan sesuatu yang tampak mencurigakan: link video Kendari 1 vs 7 beredar di berbagai kolom komentar, mengaku sebagai “video full”, “durasi lengkap”, atau “sudah ada di akun ini”.

Ironisnya, sebagian besar tautan itu justru membawa ke situs asing yang tidak jelas. Ada yang minta akses ke data pribadi, ada pula yang menyisipkan malware. Ini bukan hanya soal klik. Ini soal keamanan digital.

Fenomena seperti ini bukan pertama kali terjadi. Namun efeknya kali ini lebih luas. Karena nama Kendari yang digunakan, menimbulkan persepsi keliru seolah ada peristiwa tak senonoh di kota tersebut.

Padahal, ini murni jebakan. Dan jika terus dibagikan, bisa berdampak hukum—baik bagi penyebar maupun pengguna.

Link video Kendari 1 vs 7 menjadi contoh nyata bagaimana konten viral bisa berbahaya. Tidak hanya karena isi, tapi karena cara menyamarnya. Judul ambigu, dikemas dengan emoji, dipromosikan dengan akun palsu.

Apakah ini murni candaan?

Saya tidak yakin.

Karena setiap kali tautan mencurigakan dibuka, risikonya bukan lagi soal malu. Tapi bisa sampai pencurian data, pembobolan akun, bahkan eksploitasi konten ilegal.

Maka dari itu, kita harus lebih cerdas. Jangan sembarangan klik, apalagi membagikan ulang sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Ingat, tidak semua yang viral itu pantas dilihat. Tidak semua yang bikin penasaran itu aman.

Link video Kendari 1 vs 7 seharusnya jadi pelajaran. Bahwa kita butuh literasi digital yang lebih kuat, bukan sekadar penasaran yang tak terkendali.***

Dedie Rachim Dukung Strategi RUMAHKOE RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net -Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyatakannya dukungannya terhadap rancangan proyek perubahan strategi Rumah Sakit Melalui Konsultasi Online (RUMAHKOE) RSUD Kota Bogor, dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung.

Inovasi yang digagas Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir ini diharapkannya dapat mengurai beban kerja di RS.

Sehingga pasien tidak perlu datang langsung ke RSUD Kota Bogor, cukup melakukan konsultasi secara online.

Inisiatif ini dipandangnya sejalan dengan langkah digitalisasi yang sedang ditingkatkan Pemerintah Kota Bogor.

Dengan adanya layanan telemedicine, diharapkan pelayanan kesehatan akan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Ini bukan hanya tentang mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan,” ujarnya.

RUMAHKOE diharapkan juga dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Inovasi ini pun didorong agar dapat didukung oleh BPJS Kesehatan, sehingga jangkauan layanan kesehatan akan semakin luas serta memudahkan masyarakat.

Ilham menerangkan, layanan ini bertujuan memberikan akses dan efisiensi bagi masyarakat dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik. Terutama bagi pasien gangguan pada jantung.

Layanan ini disediakan karena penyakit antung merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2024.

Angka kematian yang tinggi disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap layanan rumah sakit.

“Saat ini, rata-rata waktu tunggu pasien BPJS di RSUD Kota Bogor untuk poli jantung dan pembuluh darah tercatat mencapai 2 jam 49 menit, dengan jumlah antrian mencapai 647 pasien. Penerapan telemedicine RUMAHKOE dapat membuat waktu tunggu pasien berkurang menjadi 60 menit saja,” ujar Ilham.***

Muhammad Irfan Ramadan

Dedie Rachim Dukung Strategi RUMAHKOE RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyatakannya dukungannya terhadap rancangan proyek perubahan strategi Rumah Sakit Melalui Konsultasi Online (RUMAHKOE) RSUD Kota Bogor, dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung.

Inovasi yang digagas Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir ini diharapkannya dapat mengurai beban kerja di RS.

Sehingga pasien tidak perlu datang langsung ke RSUD Kota Bogor, cukup melakukan konsultasi secara online.

Inisiatif ini dipandangnya sejalan dengan langkah digitalisasi yang sedang ditingkatkan Pemerintah Kota Bogor.

Dengan adanya layanan telemedicine, diharapkan pelayanan kesehatan akan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Ini bukan hanya tentang mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan, tetapi juga tentang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan,” ujarnya.

RUMAHKOE diharapkan juga dapat menjadi model pelayanan kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.

Inovasi ini pun didorong agar dapat didukung oleh BPJS Kesehatan, sehingga jangkauan layanan kesehatan akan semakin luas serta memudahkan masyarakat.

Ilham menerangkan, layanan ini bertujuan memberikan akses dan efisiensi bagi masyarakat dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik. Terutama bagi pasien gangguan pada jantung.

Layanan ini disediakan karena penyakit antung merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2024.

Angka kematian yang tinggi disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap layanan rumah sakit.

“Saat ini, rata-rata waktu tunggu pasien BPJS di RSUD Kota Bogor untuk poli jantung dan pembuluh darah tercatat mencapai 2 jam 49 menit, dengan jumlah antrian mencapai 647 pasien. Penerapan telemedicine RUMAHKOE dapat membuat waktu tunggu pasien berkurang menjadi 60 menit saja,” ujar Ilham. ***

Muhammad Irfan Ramadan

 

23 Bangunan Liar dan Toko Miras di Terminal Cibinong Dibongkar Satpol PP

Bogordaily.net – Satpol PP Kabupaten Bogor membongkar sebanyak 23 bangunan liar di kawasan Pasar hingga terminal Cibinong, Kabupaten Bogor pada 17 Juli 2025.

Plh Kasatpol PP Kabupaten Bogor Anwar Anggana menjelaskan bahwa,  pembongkaran bangunan liar tersebut dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Dishub Kabupaten Bogor untuk Penertiban Bangli area Terminal Cibinong yang akan direhabilitasi tahun 2025.

“Sebanyak 23 bangunan Liar yang ditertibkan, terdiri dari 22 bangunan semi permanen dan 1 bangunan permanen ditertibkan menggunakan beko yang disediakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor,” kata Anwar Kamis 17 Juli 2025.

Menurutnya, ada beberapa bangunan yang turut kedapatan menjual minuman keras dan langsung dibongkar paksa oleh petugas.

“Adanya dua warung penjual miras berbagai merek yang juga dibongkar dan selanjutnya tidak diberikan ruang lagi untuk membangun dan berjualan di lokasi yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan pembongkaran tersebut berlangsung aman dan kondusif. Serta sisa pembongkaran telah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Pembersihan sisa puing bongkaran akan dilaksanakan oleh armada Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan penertiban berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ungkap Anwar.

Albin Pandita

Adityawarman Wacanakan Wakaf Produktif Jadi Sumber PAD

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mewacanakan, kedepan wakaf produktif menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru.

Untuk menuju kesana, terlebih dahulu perlu dilakukan pengembangan ekonomi berbasis wakaf produktif.

Agar ekonomi berbasis wakaf produktif bisa dikembangkan, maka harus ada kepastian hukum atas tanah wakaf tersebut. Kepastian hukum itu adalah sertifikat atas tanah wakaf.

Adityawarman menyampaikan hal tersebut menanggapi Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor Akhyar Tarfi yang melaporkan kondisi terkini penanganan tanah wakaf. Akhyar dan rombongan belum lama ini berkunjung ke Kantor DPRD Kota Bogor.

Akhyar melaporkan, mempercepat sertifikasi tanah wakaf merupakan salah satu program kerja utama Kantor Pertanahan Kota Bogor. Ada 2500 tanah aset wakaf yang belum bersertifikat. Ini menjadi atensi karena berpotensi masalah di kemudian hari.

Untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf, pihak Kantor Pertanahan sudah berkomunikasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, melakukan sosialisasi dengan KUA dan penyuluh agama serta sosialisasi langsung ke masyarakat dengan melibatkan camat.

“Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan di Aula Kantor Camat Bogor Barat. Masyarakat sangat antusias. Ruangan tidak cukup”, papar Akhyar.

Akhyar menawarkan sosialisasi berkolaborasi dengan aleg di dapil masing-masing. Biaya gratis.

“Target tahun 2025 selesai sebanyak 300-500 sertifikat”, ucap Akhyar. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Pemkab Bogor Lanjutkan Pembangunan Jalan Bomang, Target Rampung 2025

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang). Proyek ini merupakan langkah nyata Pemkab Bogor dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kemacetan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penyelesaian proses pembebasan lahan serta pembangunan jalur lambat Jalan Bomang dapat tuntas pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bogor untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan komitmennya untuk memastikan kelanjutan pembangunan Jalan Bomang berjalan lancar yang saat ini memasuki tahap lelang, sebelum dilanjutkan ke pelaksanaan fisik.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan proyek ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral atas gagasan pemimpin-pemimpin Bogor sebelumnya.

“Bismillah, kita lanjutkan pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede–Kemang). Ini adalah ide dan gagasan dari pemimpin Bogor terdahulu. Tugas kami adalah melanjutkan segala program yang baik bagi masyarakat,” tutur Rudy Susmanto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, proses pembebasan lahan masih terus berlangsung dan tengah berada dalam tahap pemrosesan dokumen pengadaan.

“Pembebasan lahannya ditargetkan selesai tahun ini, yang saat ini masih dalam proses,” jelas Suryanto.

Suryanto juga menambahkan bahwa fokus pengerjaan tahun ini adalah pembangunan jalur lambat sebagai bagian dari proyek lanjutan yang sempat tertunda.

“Semua jalur lambat ditargetkan selesai tahun ini, di luar pembangunan jembatan. Kami masih menunggu prosesnya. Kalau sudah siap, pekerjaan fisik langsung dikerjakan,” lanjutnya.

Pembangunan Jalan Bomang diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga, mengurai kemacetan lalu lintas, serta membuka potensi ekonomi di sepanjang koridor Bojonggede hingga Kemang.

Pemkab Bogor optimistis, proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor. (*)