Home Blog Page 561

Ketan Mansour Hadir di Loji, Angkat Citra Ketan Jadi Kudapan Kekinian

0

Bogordaily.net – Kuliner berbahan dasar ketan kini tampil dengan sentuhan modern melalui hadirnya Ketan Mansour, usaha yang digagas oleh pasangan Ariefa Syafitri dan suami.

Gerai kedua mereka resmi dibuka di kawasan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, setelah sebelumnya sukses dengan cabang pertama di Air Mancur sejak Desember 2024.

Ariefa menuturkan, nama Ketan Mansour memiliki makna yang unik.

“Alhamdulillah ini bisnis sendiri. Namanya Mansour itu singkatan dari mantap surantap, karena kami orang Sunda. Tapi selain itu, arti Mansour sendiri juga berarti ‘pemenang’ dan ‘membawa berkah’, jadi kami pilih nama itu agar usahanya membawa kebaikan,” ungkapnya.

Terinspirasi dari kecintaannya pada ketan dan pengalaman kuliah di bidang tata boga, Ariefa mulai bereksperimen dengan berbagai varian menu. Ia menuturkan bahwa ide menu muncul secara alami.

“Awalnya kami ingin buka usaha seperti kedai ketan di Jakarta yang kami suka. Tapi setelah melihat selera pasar Bogor yang lebih menyukai rasa manis, kami berinovasi bikin menu yang manis tapi gak giung. Dari situ lahir menu sop tansu,” ujarnya.

Menu sop tansu (singkatan dari sop ketan susu) menjadi andalan Ketan Mansour. Hidangan ini memadukan ketan dengan potongan buah naga, mangga, dan nangka, kemudian disiram susu segar sehingga menghadirkan sensasi segar dan mengenyangkan.

“Kita ingin ketan naik kelas. Kita sajikan dalam pirek, tempat yang biasanya buat spaghetti, biar tampilannya lebih estetik,” tambah Ariefa.

Untuk harga, Ketan Mansour menawarkan kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per porsi. Setiap menu disajikan dengan topping buah yang melimpah dan porsi ketan sekitar 100 gram.

Gerai ini buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 11.00 hingga 23.00 WIB, dengan hari Senin sebagai hari libur.

Di momen pembukaan cabang barunya, Ketan Mansour menghadirkan promo menarik, yakni pembelian satu sop tansu gratis satu raspberry tea.

“Dengan harga Rp22 ribu, sudah bisa dapat makanan dan minuman,” kata Ariefa.

Ariefa berharap, kehadiran Ketan Mansour bisa membawa citra baru bagi kuliner tradisional.

“Ketan itu makanan tradisional, tapi kami ingin tampilkan dalam bentuk yang lebih modern – mahal dari rasa dan tampilan, tapi tetap terjangkau dari segi harga,” tutupnya.***

49 Kepala Sekolah Dilantik, Dedie Rachim Tekankan Jaga Integritas

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik 42 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 7 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dalam amanatnya Dedie Rachim menitipkan pesan agar kepala sekolah menjaga integritas.

Pelantikan gelombang pertama ini merupakan proses rotasi kepala sekolah SD dan SMP seperti halnya proses birokrasi dalam penyegaran organisasi atau sekolah.

“Sekolah yang sudah baik yang sudah biasa berprestasi, mengukir torehan juara mungkin nanti diberikan kesempatan juga untuk kepala sekolahnya mengampu dan memberikan arahan kepada sekolah lain demikian juga sebaliknya. Jadi ini adalah proses penyegaran,” ucap Dedie Rachim di SMPN 8 Kota Bogor, Sabtu 11 Oktober 2025.

Proses penyegaran ini juga merupakan bagian dari strategi untuk pembenahan semua sekolah secara merata sebagai bagian dalam meningkatkan pembangunan manusia.

Selanjutnya, secara bertahap akan kembali dilakukan pelantikan untuk para calon dari kepala sekolah dan juga untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang telah dilakukan merger.

Saat ini, tantangan utama Kota Bogor adalah kurangnya jumlah guru yang disebabkan adanya guru yang pensiun tidak berbanding lurus dengan penerimaan jumlah guru.

Selain itu, ke depan, lanjut Dedie Rachim Pemkot Bogor juga secara bertahap akan memperbaiki jumlah rasio sebaran sekolah yang belum merata.

Di antaranya adalah dengan melakukan merger sekolah untuk mengatasi kekurangan guru dan juga sebaran dan pemerataan sekolah di samping juga terus dilakukan pembangunan sekolah baru di Kota Bogor.

Pada kesempatan ini, Dedie Rachim juga mengingatkan bahwa tentang Nawa Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan manusia unggul Generasi Emas Indonesia

“Sehingga pendidikan ini bisa membentuk bangsa yang kuat, hebat dan mampu berkompetisi di tingkat nasional dan global tidak hanya otak yang cerdas tapi fisik yang kuat ditambah punya karakter yang baik dengan nilai keimanan yang tinggi,” ujarnya.

Hal itu tersebut ditekankam Dedie Rachim merupakan tugas bersama yang harus dijalankan sebaik-baiknya dengan dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa.

Dalam pelantikan ini juga hadir Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi.***

Ibnu Galansa

KUA Jadi Pusat Gerakan Ekonomi Umat, Program PEU dan Kampung Zakat 2025 Resmi Diluncurkan di Bogor

0

Bogordaily.net – Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA dan Kampung Zakat 2025, sukses digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Program ini menjadi tonggak penting transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) dari lembaga pelayanan keagamaan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis umat.

Melalui inisiatif ini, KUA diarahkan untuk berperan aktif dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat lewat kolaborasi, pelatihan, serta distribusi zakat produktif.

Jika dulu KUA dikenal sebagai tempat administrasi pernikahan dan layanan keagamaan, kini lembaga tersebut mulai melahirkan pusat pelatihan usaha mikro, pendampingan wirausaha, dan program modal usaha berbasis zakat.

Peluncuran tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Jawa Barat, serta perwakilan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan berbagai lembaga sosial keagamaan. Acara juga terhubung dengan Kick Off Nasional yang dilakukan secara daring oleh Kementerian Agama RI, melibatkan puluhan KUA dari berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan mencakup penyerahan bantuan simbolis Kampung Zakat, distribusi modal usaha produktif, hingga pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas.

Tak hanya itu, Bazar UMKM juga digelar, menampilkan berbagai produk hasil dampingan LAZ Rabbani dan KUA setempat.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Zaenal Ashari, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

Menurutnya, PEU Berbasis KUA dan Kampung Zakat menjadi wujud nyata upaya pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan umat dan memperkuat peran zakat sebagai alat pemerataan ekonomi.

“Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah sasaran Kampung Zakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan peran KUA di tingkat kecamatan akan membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja baru, sehingga ekosistem zakat dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Semoga manfaat program ini dapat dirasakan lebih dari enam juta warga Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menegaskan bahwa perubahan fungsi KUA ini merupakan bentuk nyata semangat berta’awun fil khair bekerja sama dalam kebaikan.

“KUA dan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat inspirasi untuk membangun ekonomi yang berkeadilan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., yang menyebut model PEU Berbasis KUA akan menjadi contoh nasional pengelolaan zakat produktif.

“KUA menjadi simpul penghubung antara ibadah dan aksi sosial dari masjid menuju pasar, dari dakwah menuju kemandirian,” ujarnya.

Ketua LAZ Rabbani, Muhammad Faried, juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kekuatan kolaborasi.

“Setiap KUA memiliki potensi besar sebagai titik awal perubahan. Kami hadir untuk mendampingi dan memotivasi penerima manfaat agar semangat ta’awun benar-benar memberikan hasil ekonomi yang nyata,” katanya.

Program ini membawa pesan bahwa ibadah tak berhenti di sajadah, tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan produktif di pasar, sawah, dan usaha masyarakat. Inilah dakwah bil amal dakwah melalui tindakan nyata.

Seorang penerima manfaat, ibu rumah tangga peserta program PEU 2025, mengungkapkan rasa syukurnya karena modal usaha yang diterimanya telah menghidupkan kembali usahanya yang sempat terhenti.

“Kami bukan hanya diberi modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan cara mengembangkan usaha. Alhamdulillah, sekarang kami lebih mandiri,” ungkapnya haru.

Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, Program PEU dan Kampung Zakat 2025 diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi umat serta memperkuat solidaritas sosial di seluruh penjuru negeri.***

Ibnu Galansa

Merawat Tradisi Serentaun Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam

0

Bogordaily.net – Jawa Barat merupakan salah satu propinsi terbesar di Indonesia.

Dengan berbagai macam keunikannya masyarakat jawa barat dikenal juga ramah dan santun terhadap siapapun yang singgah diwilayahnya.

Di zaman kerajaan di Nusantara Wilayah propinsi jawa barat merupakan tanah pasundan atau tanah pajajaran, yang terkenal dengan sebutan Rajanya Prabu Siliwangi.

Banyak sekali para ahli sejarah yang menulis kisah hebat dan kuatnya Kerajaan Pajajaran dimasa jayanya.

Dan banyak pula penelitian yang membahas tentang masyarakat adat di wilayah jawa barat sebelum dan sesudah runtuhnya kerajaan Pajajaran.

Dan masih ada juga warisan tanah adat dan kampung adat di beberapa wilayah jawa barat sampai perbatasan wilayah propinsi lain, yang sampai sekarang dilestarikan terus menerus secara turun temurun oleh keturunan kampung adat tersebut.

Mulai dari Kampung Adat Kampung Naga di Tasik, Kampung Urug di Sukajaya Bogor, Kampung Baduy Luar dan Dalam, Kampung Adat Kasepuhan Ciptarasa, dan Kasepuhan Adat Ciptagelar yang saat ini telah berubah nama menjadi Kasepuhan Gelar Alam di wilayah Perbatasan Sukabumi Banten Kidul.

Masyarakat Kasepuhan Adat Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, setiap tahun menggelar tradisi adat tahunan yang bernama Serentaun. Untuk tahun ini Serentaun telah digelar di Kasepuhan Gelar Alam yang ke-658 pada tanggal 2–5 Oktober 2025 lalu.

Perayaan ini menjadi salah satu upacara adat terbesar di Tatar Sunda yang telah ada sejak tahun 1368, yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen padi. Filosofinya Bagi masyarakat Kasepuhan Gelar Alam, padi bukan sekadar bahan pangan, melainkan simbol kehidupan yang harus dijaga. Karena itu, tradisi Serentaun digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar panen tahun berikutnya lebih berlimpah.

Selain ritual adat, masyarakat dan pengunjung juga akan disuguhi berbagai penampilan kesenian tradisional seperti wayang golek, calung, dog-dog lojor, seni jipeng, debus, dan hiburan lainnya yang menambah semarak perayaan serentaun yang ke 658 ini.

Padi dan Leuit
Masyarakat adat kasepuhan gelar alam setiap panen, mereka menyisihkan sebagian hasil panen untuk disimpan di leuit, karena itulah, stok pangan di desa ini selalu surplus.

Bahkan kini ada padi yang tersimpan usianya mencapai puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

Keyakinan ini melahirkan aturan adat bahwa beras tidak boleh diperjualbelikan, karena dianggap sama dengan menjual kehidupan. Filosofi tersebut menjadi pondasi kokoh kehidupan masyarakat yang seluruh siklusnya berpusat pada padi.

Meski teguh menjaga adat, masyarakat Gelar Alam tidak menutup diri dari perkembangan zaman disekitar kampung adat kasepuhan gelar alam sudah terpasang perangkat jaringan internet Wifi untuk memudahkan mereka berkomunikasi dengan siapapun khususnya pemerintah daerah dan untuk kemudahan pengunjung mengakses segala bentuk informasi terkait sejarah kasepuhan gelar alam.

Disisi lain mereka selalu membuka ruang diskusi dan obrolan bagi setiap tamu pengujung yang datang untuk bersilaturahmi, bahkan banyak penelitian ilmiah mulai dari skripsi, tesis, disertasi dan puluhan tulisan jurnal ilmiah yang mengkaji kehidupan kampung adat kasepuhan gelar alam dari berbagai kampus diseluruh indonesia hingga luar negeri.

Tradisi perayaan Serentaun Gelar Alam kini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga magnet budaya yang menarik perhatian wisatawan, peneliti, hingga budayawan dari berbagai daerah.

Perayaan Serentaun Tahun 2025 ini, Penulis beserta Rombongan Fananie Center dan ketua lembaga lainnya joint patner (FDIKOM, PK2M, Queena Travel, Aodya Pala Indonesia Art Center, Wonderfull Visit Indonesia) menghadiri perayaan Serentaun secara langsung di kampung adat kasepuhan gelar alam, rombongan melakukan titik kumpul (tikum) di Akademi Perawat Prima Husada Cilendek, Crew dan rombongan terdiri dari Dr. Muhammad Ismail (Mbah Mail), Ustadz Tavip Ahmad Budiman (Yai Tavip) Habib RDM (Habib Dhonus) Habib Yan (Tim Medis Tibbunabawi) Kak Kusna Sanjaya (Pelukis Nu Agung) dan Mayor Teddy (Kang Dekan), Keberangkatan dimulai tepat pukul 19.45WIB langsung menuju Citepus Pelabuhan Ratu dengan menggunakan satu unit kendaraan Pajero Sport yang sudah teregister di Komunitas Pajero Sport Adventure Indonesia.

Rombongan dipimpin langsung RDM Habib Dhonus sekaligus Driver ditemani Habib Yan sebagai Navigator Driver, tepat pukul 23.10WIB rombongan tiba ditempat peristirahatan sementara dekat Pantai Citepus, esok hari pagi melakukan mapping rute track perjalanan melalui tarck jalur cikakak keatas dengan tujuan agar bisa kumpul sesama pengunjung di kampung adat Ciptarasa, yang pastinya akan menuju ke acara serentaun dikampung adat kasepuhan gelar alam.

Tepat Pukul 10.10WIB rombongan tiba dikampung adat Ciptarasa berkumpul dengan sesama rombongan lainnya, seperti Indonesia Overland, Ves Community, Fortuner Community, dan Pajero Sport Adventure Indonesia.

Selang beberapa menit seluruh rombongan sepakat untuk melanjutkan konvoi perjalanan menuju kampung adat kasepuhan gelar alam dengan melalui track menyisir pinggir hutan gunung halimun rombongan terdiri dari 15 unit mobil gabungan dari berbagai komunitas adventure dan offroad. Tepat pukul 12.21WIB rombongan kami, akhirnya tiba di kampung adat kasepuhan gelar alam dengan selamat, dilokasi parkir sudah dipenuhi berbagai kendaraan komunitas adventure dan offroad dari berbagai daerah dari luar jawa barat.

Suasana kampung adat kasepuhan gelar begitu ramai dipadati pengunjung dan masyarakat sekitar yang ikut terlibat meramaikan acara serentaun ke 658 kasepuhan gelar alam.

Pada kesempatan tahun ini rombongan kami di sambut hangat langsung oleh Mamah Dedeh isteri dari Abah Ugie selaku Kepala Adat Kasepuhan Gelar Alam Banten Kidul.

Hakikatnya perayaan Serentaun yang setiap tahun di rayakan kasepuhan gelar alam mengandung pesan penting bagi kita semua agar manusia senantiasa menjaga dan bersahabat dengan alam dengan cara melestarikan alam secara berkesinambungan untuk bekal kehidupan manusia yang akan datang yaitu anak cucu keturunan kita selanjutnya.

Dengan digelar kembali acara serentaun di setiap tahunnya akan selalu menjadi ajang mempertemukan tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan setiap komunitas adventure dan penggiat kebudayaan dalam satu perhelatan budaya besar yang masih terawat secara turun temurun.***

Asesmen Lapangan Prodi Baru Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab IUQI Bogor

0

Bogordaily.net – Institut Ummul Quro Al Islami Bogor (IUQI BOGOR), telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Baru Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab yang bertempat di Ruang Rapat Rektorat, Gedung B IUQI Bogor.

‎Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembukaan program studi baru di tingkat Pascasarjana.

‎Tim asesor yang hadir dalam kegiatan ini yaitu : prof. Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M. Ag., M.SI. Dari UIN sunan gunung Djati Bandung, dan Dr. Hj. Ainin Nurhayati, M.Pd.I. Dari UIN Sayyid Ali Tulungagung.

‎Kehadiran kedua asesor disambut langsung oleh rektor IUQI Bogor, jajaran pimpinan universitas, serta tim penyusun proposal program studi baru.

‎Dalam kegiatan ini tim asesor melakukan peninjauan terhadap aspek penting seperti kurikulum, sumber daya dosen, sarana prasarana, dan kelayakan akademik program studi yang di usulkan.

‎Rektor IUQI Bogor Dr. Syamsul Rizal, S.H.I., M.Pd.I dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran tim asesor yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta masukan berharga untuk pengembangan program studi baru ini.

‎Beliau juga berharap agar kehadiran Program Magister Pendidikan Bahasa Arab dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak pendidik dan akademisi profesional yang berkompeten di bidang bahasa Arab dan pendidikan Islam.

‎Dengan terlaksananya asesmen lapangan ini, diharapkan prodi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab IUQI Bogor segera mendapatkan izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sehingga dapat segera membuka penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik mendatang.***

Permata CERITA 2025: Dorong Budaya Menabung dan Cinta Lingkungan Sejak Usia Sekolah

0

Bogordaily.net – Permata Bank kembali menghadirkan program Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) yang digelar serentak di 23 kota di Indonesia sebagai bagian dari ke berlanjutan inisiatif Permata Hati – CSER & Sustainability for Social Impact.

Tahun 2025 ini, lebih dari 500 karyawan Permata Bank yang tergabung sebagai Employee Volunteers (EVO) menjadi penggerak utama kegiatan.

Melalui program ini, Permata CERITA berkomitmen untuk mendorong budaya menabung sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan bagi siswa mulai dari tingkat TK hingga SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan adanya kenaikan indeks literasi keuangan nasional menjadi 66,46%, serta indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.

Namun, kesenjangan masih terjadi di kelompok usia 15 – 17 tahun yang mencatatkan tingkat literasi keuangan terendah di Indonesia 1.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli , mengungkapkan , “Program Permata CERITA ini merupakan bentuk nyata antusiasme Empl oyee Volunteer Permata Bank dalam berpartisipasi aktif untuk mendorong pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Selain mendukung program dari OJK dan Bank Indonesia, CERITA kami harapkan dapat memberikan nilai tambah dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan ke uangan yang memadai sejak dini serta kesadaran dalam melestarikan lingkungan dan yang terpenting mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari -hari.”

Permata Bank menghadirkan Permata CERITA sebagai upaya strategis mendukung implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51 Tahun 2017 tentang Keuangan Berkelanjutan.

Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingku ngan (TJSL) Permata Bank untuk memperluas akses literasi keuangan sejak dini, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya dalam membangun ekonomi berkelanjutan.

 

Melalui program ini, para siswa dibekali dengan panduan MODul finansiAL (MODAL) yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan usia mereka. Panduan ini memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan dan perbankan secara sederhana dan relevan dengan keseharian mereka.

Tidak hanya belajar teori, para siswa juga diajak bermain mela lui Permainan Simulasi Ular Tangga, sehingga konsep keuangan dapat dipahami dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti.

Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, Permata CERITA menghadirkan sesi khusus yang mengangkat kisah seekor gajah yang kehilangan habitatnya. Melalui cerita tersebut, para siswa diajak bermain Gajah Tangga —permainan edukatif y ang mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari -hari.

“Dengan diselenggarakannya Permata CERITA di Bogor , kami sangat mengapresiasi kerja sama dan minat para mitra kami terutama para siswa -siswi dalam mengikuti kegiatan literasi keuangan yang kami hadirkan di sekolah mereka. Kami berharap kontribusi Permata Bank dalam program CERITA kali ini dapat sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh siswa -siswi dan para guru di sekolah yang kami datangi .” tutup
Suryadi Ong, Chief of Treasury Permata Bank .

Permata CERITA 2025 hadir sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Permata Bank ke -23, membawa semangat untuk mendorong literasi keuangan sejak dini sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Ayo Menabung dari Bank Indonesia dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK.

Program ini bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan gerakan bersama yang telah menjangkau ribuan pelajar di seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2024, lebih dari 3.500 Employee Volunteers telah ambil bagian dalam mengedukasi lebih dari 7.000 siswa dari 376 sekolah, membangun pondasi generasi muda yang lebih cerdas mengelola keuangan dan siap menghadapi tantangan ekonomi
masa depan.***

DPRD dan Pemkot Bogor Evaluasi Perda Transportasi

0

Bogordaily.net-Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan evaluasi atas pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Perumda Trans Pakuan dan Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Transportasi.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Jatirin, mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua perda tersebut belum sepenuhnya dilengkapi dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai petunjuk pelaksana maupun petunjuk teknis.

“Perwali yang sudah diterbitkan baru dua, masing-masing perda baru memiliki satu perwali. Ini harus segera ditindaklanjuti,” jelas Jatirin

Terkait Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Perumda Trans Pakuan, Jatirin menyebutkan bahwa Direksi Perumda Trans Pakuan meminta Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Namun, permintaan itu belum disetujui DPRD karena harus menunggu kajian ekonomi serta rencana bisnis yang jelas.

“Harapan PTP, Pemkot Bogor bisa memberikan PMP. Tapi harus ada kajian ekonomi dan rencana bisnis yang detail,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, menyoroti Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Transportasi. Ia menilai perda tersebut perlu dilakukan perubahan karena terdapat banyak substansi yang tidak lagi relevan dengan aturan turunan undang-undang maupun perkembangan transportasi di Kota Bogor.

“Ada 11 poin catatan untuk perubahan Perda Transportasi. Jika substansi perubahan mencapai lebih dari 50 persen, maka harus dibuat perda baru,” jelas Endah.

Ia menambahkan, evaluasi perda ini juga menjadi bagian dari penyesuaian terhadap RPJMD dan RPJPD Kota Bogor.

“Pemkot menekankan bahwa layanan transportasi yang nyaman, aman, dan lancar menjadi target sesuai RPJMD. Sejalan dengan visi Kota Bogor, yaitu ‘Bogor Lancar’, maka komitmen Pemkot juga harus jelas dalam hal ini,” pungkasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Kunjungi Dashat, Jenal Mutaqin Harap Zero Stunting di Kelurahan Sindangsari

0

Bogordaily.net-Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunjungi kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Jumat 10 Oktobet 2025.

Setiap dua pekan sekali, anak-anak di bawah usia lima tahun yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diberikan asupan bergizi dari dapur tersebut.

Di antaranya berupa paket makanan empat sehat lima sempurna, satu pak telur ayam, susu, dan dua ekor ayam potong beku.

“Dua minggu sekali memang dirasa kurang cukup untuk mengurangi risiko stunting. Namun edukasi yang diberikan puskesmas atau posyandu tentang menu sehat ke depannya bisa lebih maksimal dilakukan,” ujar Jenal Mutaqin.

Program Dashat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk menekan angka stunting.

Di Kelurahan Sindangsari sendiri, hingga saat ini masih terdapat sekitar delapan balita yang berstatus stunting. Kedelapan balita tersebut masih terus mendapatkan intervensi dan treatment sesuai kebutuhan.

“Butuh kolaborasi dan kerja sama para orang tua dalam menerapkan pola asuh terhadap balitanya. Jika orang tua ragu harus bagaimana, silakan bertanya kepada pendamping dari puskesmas atau posyandu,” terangnya.

Jenal Mutaqin juga mengapresiasi warga Sindangsari yang rela rumahnya dijadikan sebagai dapur Dashat.

Hal ini menjadi bentuk kepedulian warga untuk bersama-sama mengentaskan kasus stunting di Kota Bogor.

“Dan saya hadir di sini juga untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari para warga, apa pun itu, termasuk yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah,” tandas Jenal Mutaqin.***

Muhammad Irfan Ramadan

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Modest Fashion Nasional Lewat IN2MOTIONFEST 2025

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat ekosistem modest fashion nasional melalui ajang IN2MOTIONFEST 2025 sebagai bagian dari strategi memperluas pasar UMKM kreatif sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan industri modest fashion di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya minat konsumen terhadap gaya busana yang elegan, nyaman, dan sesuai nilai-nilai budaya.

“Hal ini menjadi peluang besar bagi UMKM di bidang modest fashion untuk memperluas akses pasar,” ujar Sesmen UMKM Arif saat membuka Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10).

Festival hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM dan Bank Indonesia ini berlangsung hingga 12 Oktober 2025. IN2MOTIONFEST tidak hanya menjadi ajang afirmasi dan branding Indonesia di kancah global, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi syariah nasional.

Arif menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan IN2MOTIONFEST mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, asosiasi fesyen, dan para pelaku usaha.

“Ekosistem modest fashion tidak bisa tumbuh sendiri. Diperlukan kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen bahan baku, perajin, desainer, hingga pengusaha ritel,” jelasnya.

Tahun ini, Parade 6 IN2MOTIONFEST 2025 menghadirkan karya dari 12 desainer nasional. Di antaranya lima desainer binaan Kementerian UMKM, yakni Tepa Selira, Netaly, Selira, Intresse, Meta Fauzan, dan Lia Afif; empat desainer binaan Bank Indonesia; serta tiga desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Arif menambahkan bahwa pengembangan ekosistem modest fashion merupakan bagian dari implementasi Asta Cita 3, yang mencakup peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, serta keberlanjutan infrastruktur.

“Parade fesyen IN2MOTIONFEST adalah bukti nyata kolaborasi antara Kementerian UMKM, Bank Indonesia, para desainer, dan UMKM. Melalui karya kreatif ini, Indonesia membuktikan kemampuannya menembus pasar global,” ungkapnya.

Menurut Arif, komitmen Indonesia untuk menjadi pusat modest fashion dunia semakin diakui secara internasional. Sejumlah merek fesyen Tanah Air telah masuk ke pasar mancanegara, sementara pusat perdagangan seperti Thamrin City dan Pasar Tanah Abang semakin sering dikunjungi wisatawan asing, terutama dari Malaysia.

“Ini membuktikan produk fesyen kita telah dipercaya pasar luar negeri. Ke depan, ekosistem modest fashion Indonesia harus diarahkan pada produk premium bernilai tambah tinggi agar lebih berdaya saing,” katanya.

Kementerian UMKM optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan peningkatan kapasitas pengusaha, industri modest fashion akan menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi kreatif nasional.

Melalui IN2MOTIONFEST 2025, Indonesia tidak hanya menampilkan karya terbaik desainer dan pengusaha UMKM, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pusat modest fashion dunia yang berakar pada budaya, kolaborasi, dan pemberdayaan ekonomi nasional.***

Remaja Hilang di Hambalang Bogor Ditemukan Tewas setelah Empat Hari Pencarian

0

Bogordaily.net – Tim SAR berhasil menemukan Remaja yang sempat hilang saat sedang memancing di danau desa Hambalang, ‎Kecamatan Citeureup, ‎Kabupaten Bogor, pada Jum’at 10 Oktober 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, korban yakni O (17) dinyatakan hilang sejak Selasa 7 Oktober 2025 lalu saat sedang memancing.

Awalnya, kata Adam, korban berpamitan kepada ibunya untuk pergi memancing di danau tidak jauh dari rumahnya.

Setelah waktu senja tiba korban tidak pulang kerumah, lalu pihak keluarga mencari dan menanyakan ke tetangga dan tidak ada yang mengetahuinya.

“Hingga malam si anak tidak pulang. pihak keluarga menyatakan kehilangan anaknya,” kata Adam kepada wartawan, Jum’at 10 Oktober 2025.

Adapun, korban yang memiliki tinggi badan kurang lebih 150 cm, kulit sawo matang, dan memakai kaos bola merah putih dan celana pendek ditemukan tak bernyawa oleh warga di sekitaran danau pada Jum’at 10 Oktober sekitar pukul 06.00 WIB.

“‎Korban ditemukan oleh warga yang ingin pergi di kebun pada pukul 06:00 WIB dan langsung melaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan evakuasi,” jelasnya.

Kemudian, tim TRC BPBD yang sebelumnya telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, langsung mengevakuasi korban untuk segera dibawa ke kediamannya di desa Hambalang.

“Korban langsung dibawa ke kediamannya untuk dilakukan pemakaman,” ungkap Adam.***

Albin