Home Blog Page 600

Kesal Banyak Truk Tambang Yang Melintas, Warga Tangerang Geruduk Petugas Dishub Kabupaten Bogor di Parungpanjang

0

Bogordaily.net – Aksi sejumlah warga Tangerang menggeruduk petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor di sebuah warung kopi Kecamatan Parungpanjang, viral di media sosial pada Selasa 16 September 2025.

Berdasarkan video dari instagram @parungpanjang.id terlihat sejumlah warga yang mengenakan pakaian Karang Taruna itu mendatangi sebuah warung kopi, dan juga kontrakan tempat beristirahat para petugas Dishub Kabupaten Bogor.

Mereka datang dan menegur para Anggota Dishub Kabupaten Bogor yang sedang beristirahat pada waktu siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB

Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah warga akibat kekesalan karena pengawalan jam operasional truk tambang yang tak beraturan.

Sehingga masih banyak truk tambang yang masih melintas dan menimbulkan kemacetan di jam jam masyarakat tengah beraktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto membenarkan adanya aksi tersebut.

Menurut Bayu, para anggotanya itu sedang beristirahat setelah sebelumnya melaksanakan pengawalan lalu lintas.

“Itu kan lagi jam istirahat, ada yang lagi sholat ada yang lagi mau makan,” kata Bayu saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 16 September 2025.

Ia menjelaskan, para warga diduga kesal karena banyak truk yang melintas, dan menimbulkan kemacetan.

“Iya dia merasa dengan adanya truk itu jadi macet,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bayu menegaskan bahwa para anggotanya itu sudah bertugas mengatur lalu lintas di jalan tersebut sejak pukul 03.00 WIB.

“Iya sementara kan petugas dari jam 3 subuh sudah mengatur lalin di sana di parung panjang,” ungkap Bayu.***

Albin

Atasi Masalah Sampah di Bali, BRI Peduli Beri Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata dapat membantu mengatasi masalah sampah di berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’.

Kali ini, kegiatan BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ dilakukan melalui Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pudak Mesari, Badung, Provinsi Bali pada Sabtu (30/08). TPS3R sendiri merupakan tempat pengolahan sampah yang menerapkan prinsip Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang) sampah pada skala komunal atau kawasan.

Dalam kegiatan ini, BRI Peduli menghadirkan para pemateri atau narasumber dari Petani Muda Keren dengan peserta yang terdiri dari seluruh pengurus dan anggota TPS3R Pudak Mesari yang memiliki peranan penting dalam sistem kelola sampah.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengurus inti, operator, dan penyuluh TPS3R Pudak Mesari dalam mengelola sampah organik menjadi produk pupuk kompos yang memiliki nilai tambah.

Dengan fokus pada diversifikasi produk, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pupuk, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi melalui peningkatan nilai jual produk kompos. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini bermanfaat untuk menjawab tantangan kelembagaan TPS3R, yaitu bagaimana mengubah paradigma dari sekadar unit pengelolaan sampah menjadi sentra inovasi berbasis ekonomi sirkular”, ungkapnya.

Dhanny juga menambahkan, TPS3R Pudak Mesari memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk turunan dari kompos, seperti pupuk organik cair, pupuk granul, atau media tanam siap pakai yang memiliki pasar luas, baik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun urban farming.

Selain itu, mutu kompos yang dihasilkan juga perlu diperkuat agar sesuai dengan standar kualitas, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga layak dipasarkan secara lebih profesional.

“Ini adalah bentuk upaya nyata BRI dalam mengatasi persoalan sampah dan menjadi kolaborasi nyata BRI dengan berbagai pihak terkait, agar pengelolaan sampah dan diversifikasi produk pupuk kompos bisa membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian desa”, imbuh Dhanny.

Setelah pemaparan materi dari para narasumber dilakukan, para peserta juga langsung mengimplementasikan ke tempat produksi pupuk kompos, dimana peserta dapat melihat penerapan mesin-mesin tersebut dalam proses produksi.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengamati secara detail bagaimana mesin digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan kompos yang efisien.

Pupuk kompos yang dihasilkan dari pelatihan ini nantinya dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dengan memperbaiki struktur tanah, mengurangi erosi, dan meningkatkan kesuburan secara alami.

Selain itu, penggunaan bahan organik lokal yang diolah dengan cara yang lebih baik dapat mengurangi limbah dan polusi, serta mendukung prinsip pertanian berkelanjutan.

A.A. Gede Agung Wedhatama P. selaku pemateri dari Petani Muda Keren menambahkan bahwa pelatihan ini tentunya sangat penting dilakukan terutama dalam hal inovasi pembuatan pupuk kompos untuk meningkatkan nilai jual dan memperkenalkan produk yang bervariasi kepada masyarakat.

“Harapannya kolaborasi kami dengan BRI dalam pelatihan ini nantinya dapat diimplementasikan oleh peserta terutama tentang berbagai teknik, alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos yang lebih efisien dan ramah lingkungan”, ujarnya.

Gede menambahkan bahwa program ini juga menjadi contoh konkret tentang penerapan sistem pengolahan sampah yang berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memberikan dampak positif, baik untuk lingkungan maupun perekonomian desa.

BRI Peduli “Yok Kita Gas” secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Hal ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi dan Pilar Pembangunan Lingkungan.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ telah dilaksanakan di 41 (empat puluh satu) lokasi di Indonesia yang terdiri dari 5 (lima) lokasi di Pasar Tradisional dan 36 (tiga puluh enam) lokasi di lingkungan masyarakat.***

Wamen Helvi: Transformasi Legalitas UMKM untuk Perluas Lapangan Kerja

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengatakan transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sektor informal menjadi formal sangat potensial memperluas lapangan kerja.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang berlangsung di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/9), menyampaikan bahwa UMKM berperan sangat besar dalam menyerap tenaga kerja nasional.

“Dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja oleh UMKM yang mencapai 97%, terbukti UMKM menjadi fondasi kokoh bagi perekonomian bangsa. Namun, hingga saat ini masih banyak usaha mikro yang berada di sektor informal,” kata Wamen Helvi.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka pengangguran. Untuk itu, diperlukan pembaruan instrumen kebijakan yang mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Sebagaimana diatur dalam PP 7/2021, pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas UMKM dengan mendorong percepatan transformasi usaha mikro dari informal ke formal.

“Kemudahan dan simplifikasi perizinan menjadi kunci dalam pemberdayaan UMKM, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas,” kata Wamen UMKM.

Selain transformasi usaha, Helvi menambahkan, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi usaha, hingga memperbesar akses pasar.

“Dengan peran strategis UMKM dalam penyerapan tenaga kerja, pemerintah berupaya membangun ekosistem terpadu yang memperkuat daya saing UMKM,” kata Wamen Helvi.

Ia juga berharap, ketika UMKM tumbuh dan menjadi kuat, mereka dapat lebih banyak membuka lapangan kerja berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk naik kelas dan semakin berdaya saing.

“Ajang ini melibatkan banyak pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, mulai dari masalah dasar hingga strategi untuk berkembang lebih tinggi,” kata Muhaimin.

Ia juga mengajak para pengusaha UMKM agar menyiapkan diri menghadapi persaingan, baik di tingkat domestik maupun global.***

DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Segera Sosialisasi Waktu Car Free Night

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor meminta kepada Pemkot Bogor agar segera mensosialisasikan waktu car free night di Kota Hujan.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menjelaskan bahwa, setidaknya ada survei terlebih dahulu yang dilakukan Pemkot Bogor mengenai lokasi yang akan dijadikan car free night.

“Saya sepakat jika lokasinya ditinjau dulu,” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil

Adityawarman turut mendukung terkait pelaksanaan car free night, hanya saja dirinya meminta kepada Pemkot Bogor untuk tidak mengenyampingkan beberapa aspek yang dipandangnya krusial.

Pertama yaitu aspek lalu lintas, Adityawarman menegaskan jangan sampai pelaksanaan car free night menimbulkan persoalan baru yakni kemacetan.

“Petugas diminta untuk stand by mengatur rekayasa lajur kendaraan ketika car free night diberlakukan di Kota Bogor,” jelasnya

Kemudian, kata Adit, aspek berikutnya yakni kemananan dan kenyamanan untuk warga, apalagi kalau malam, mangkanya itu tadi survei lokasi jadi hal yang tidak boleh dilupakan

Politikus PKS itu menggaransi akan ikut terlibat saat pelaksaan car free night berlangsung, bahkan pihaknya membuka ruang jika teknis pelaksanannya dikaji secara bersama-sama.

“Dan tentu mudah-mudahan jadi, salah satu manfaatnya kan buat kesehatan, buat wisata, buat penguatan UMKM lokal, jadi menurut saya ini program yang baik, DPRD akan ikut mengawasi,” ujar Adityawarman.***

Muhammad Irfan Ramadan

Heboh Bayi Laki-Laki Ditemukan di Paledang Bogor, Tinggalkan Surat Haru

0

Bogordaily.net – Suara tangis membelah dini hari di Kota Bogor. Waktu masih menunjukkan pukul 04.20 WIB, Selasa 16 September 2025.

Di Jalan Kantor Batu, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, warga terperanjat. Tangis itu ternyata berasal dari seorang bayi laki-laki.

Ia tidak ditemukan telanjang. Sudah berpakaian. Terbungkus selimut. Dengan popok yang masih bersih.

Lengkap. Rapi. Seakan orang yang meninggalkannya ingin memastikan sang bayi nyaman.

Ada yang lebih mengejutkan. Secarik kertas kecil ikut ditinggalkan. Tulisan tangan. Sederhana.

Di situ, sang penulis—diduga orang tuanya—menitipkan pesan. “Terima kasih untuk siapa pun yang menolong. Tolong beri nama bayi ini: Jenuswar.”

Warga setempat kaget sekaligus haru. Mereka segera menghubungi pihak kepolisian.

Tak lama, bayi itu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bogor. Polisi memastikan ia mendapatkan pemeriksaan medis.

Fenomena ini menambah daftar panjang kisah bayi yang ditinggalkan. Tapi berbeda dengan biasanya, ada kesan: sang bayi bukan ditelantarkan. Seolah memang “dititipkan.” Pesan itu, singkat namun penuh makna.

Kini, publik menunggu. Siapa orang tua bayi ini? Mengapa ia memilih meninggalkan anaknya di jalan, bukan di pintu rumah sakit atau panti asuhan?

Polisi masih menyelidiki. Yang jelas, bayi mungil bernama “Jenuswar” itu kini aman, berada di tangan negara, setelah sempat menangis sendirian di dinginnya dini hari Bogor.***

Kolaborasi dengan IPB University, Sentul City Wujudkan Hunian Berkelanjutan Berbasis Lingkungan

0

Bogordaily.net – PT Sentul City Tbk berkolaboasi dengan Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam rangka mewujudkan hunian berkelanjutan berbasis lingkungan.

Adapun, wujud dari kolaborasi itu diperkenalkan dalam acara bertajuk “Sentul City’s Commitment to Ozone Protection” dengan agenda Expose Hasil Pemetaan Jasa Lanskap Berbasis i-Tree Eco, yang berlangsung di Saffron Apartemen, Sentul City, pada Selasa 16 September 2025.

Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto mengatakan bahwa, kolaborasi yang juga melibatkan SUA LAAB (Satuan Usaha Akademik Landscape Architecture Business Unit), ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan sebagai green developer dalam mendukung perlindungan lingkungan global.

Untuk penelitiannya, kata dia, pengembangan ini melibatkan i-Tree Youth Community, mahasiswa, dan dosen IPB University. Sehingga tercipta kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan praktisi.

“Kerja sama ini semakin menegaskan posisi Sentul City sebagai green developer pertama di Indonesia yang mengedepankan pendekatan ilmiah dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Tjetje Muljanto, Selasa 16 September 2025.

Menurutnya, kajian ini sendiri dilakukan pada periode Juni hingga Juli 2025 menggunakan perangkat i-Tree Eco dari US Forest Service yang diakui secara global.

Penelitian di Tiga Cluster Sentul City

Ada tiga cluster ruang terbuka hijau privat (RTH Privat) di kawasan  hunian Sentul City, yaitu Cluster Argenia, Cluster BGH, dan Cluster Northridge yang dilakukan penelitian.

Ketiga lokasi dipilih sebagai model awal pengukuran jasa lanskap berbasis data karena memiliki karakter lanskap yang
berbeda.

Di antaranya, Cluster Argenia. Cluster ini merepresentasikan hunian padat dengan vegetasi terbatas.

Kemudian Cluster BGH yang berada di area berbukit dengan vegetasi dinamis. Dan Cluster Northridge yang didominasi pepohonan tinggi dengan tutupan kanopi lebat sebagai penyangga ekologis.

Hasil penelitian menunjukkan masing-masing cluster memiliki keunggulan ekologi berbeda.

Lebih lanjut, Tjetje Muljanto menjelaskan, Cluster Northridge unggul dalam produksi oksigen sekaligus memiliki fungsi hidrologi optimal.

Cluster BGH berperan sebagai carbon bank dengan kemampuan penyimpanan karbon jangka panjang lebih tinggi dibandingkan rata-rata taman kota di Eropa.

Sementara Argenia berkontribusi besar dalam pemurnian udara dengan menyerap polutan berbahaya seperti NO₂, SO₂, O₃, dan PM2.5, yang dikenal sebagai gas buang kendaraan, debu halus, dan ozon berlebih.

“Secara keseluruhan, manfaat ekologis pohon dan vegetasi di tiga cluster ini bernilai ekonomi lebih dari Rp9,6 miliar, menunjukkan bahwa ruang hijau bukan hanya aset lingkungan tetapi juga modal sosial-ekonomi yang meningkatkan daya saing kawasan hunian,” jelasnya.

Hari Perlingungan Lapisan Ozon

Adapun, kegiatan expose yang juga bertepatan dengan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional itu menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Melalui momentum ini, kami ingin menegaskan bahwa pembangunan kawasan Sentul City berlandaskan  pada prinsip keberlanjutan,” ujar Tjetje.

Ia menambahkan bahwa, data i-Tree Eco menjadi bukti ilmiah bahwa ruang hijau privat khususnya di kawasan Sentul City mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Hunian hijau bukan hanya sebuah tren, melainkan kebutuhan masa depan, dan komitmen ini akan terus kami wujudkan agar Sentul City menjadi contoh nyata kota mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Langkah ini selaras dengan visi perusahaan untuk menghadirkan kualitas hidup terbaik melalui lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, ia berharap kolaborasi dengan IPB University ini menjadi role model dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan modern dan kelestarian lingkungan.*

(Albin Pandita)

Aktivis Desak Golkar Kota Bogor Pecat Desy yang Diduga Bolos Kerja Enam Bulan

0

Bogordaily.net – Aktivis Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) DPW Bogor Raya, mendesak kepada DPD Golkar Kota Bogor untuk memecat atau PAW Desy Yanhti Utama karena diduga bolos kerja di DPRD selama enam bulan.

Ketua Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) DPW Bogor Raya, Hanif Abdullah, menegaskan bahwa, partai politik pengusung wajib bertanggung jawab.

“Partai politik pengusung wajib bertanggung jawab dan segera melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu) atau pemecatan sesuai mekanisme jika terbukti mangkir atau bolos kerja,” tegas Hanif.

‎Ia mengatakan, bahwa harus ada audit forensik terhadap gaji, tunjangan, dan fasilitas anggota DPRD yang mangkir.

“Jika terbukti tetap menerima hak tanpa menjalankan kewajiban, itu sama dengan perampokan uang rakyat secara legalistik,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, jikalau kasus ini tidak segera ditindaklanjuti dengan tegas dan transparan, maka gelombang besar aksi mahasiswa dan rakyat Kota Bogor akan bergerak turun ke jalan.

Ini bukan ancaman kosong, melainkan peringatan bahwa kesabaran publik ada batasnya.

‎Menurutnya kursi dewan bukan kursi empuk untuk tidur dan liburan. Itu amanah rakyat yang dibeli dengan pajak dan keringat warga Bogor.

“DPRD yang absen dan hanya pandai berdalih sakit tapi sehat saat berlibur, sesungguhnya telah melukai demokrasi, menodai konstitusi, dan merampas hak rakyat atas wakil yang bekerja,” tutup Hanif.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, melalui pesan whatsapp mengenai pernyataan sikap dari DPD, belum ada respon atau susah dihubungi dari Senin 15 September 2025 sampai berita ini diterbitkan.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Desy Yanthi Utama diduga sudah enam bulan terakhir bolos kerja dan sebanyak 12 kali tidak mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Bogor.

Desy Yanthi Utama tercatat absen dalam sejumlah rapat pembahasan di DPRD Kota Bogor dengan jumlah yang cukup banyak.

Wanita yang akrab dipanggil Teh Dea, merupakan wakil dari Partai Golkar di DPRD Kota Bogor di daerah pemilihan (Dapil) I yang mencakup Bogor Timur dan Tengah.***

Muhammad Irfan Ramadan

BK DPRD Kota Bogor Klarifikasi Absennya Desy Yanthi Utami di Paripurna

0

Bogordaily.net – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor memberikan pernyataan terkait tidak hadirnya anggota DPRD Desy Yanthi Utami dari Fraksi Partai Golkar dalam beberapa kali agenda rapat paripurna DPRD Kota Bogor.

Ketua BK DPRD Kota Bogor Safrudin Bima mengungkapkan, bahwa Desy Yanthi Utami beberapa kali tidak mengikuti sidang paripurna DPRD dikarenakan sakit.

“Kami sudah mendapatkan keterangan surat sakit dari Desy , jadi yang bersangkutan itu lagi sakit dan sedang pemulihan. Sehingga beberapa kali tidak mengikuti sidang paripurna DPRD,” ungkap Safrudin saat dikonfirmasi Bogordaily.net pada Selasa 16 September 2025.

Selanjutnya, kata politisi PAN yang akrab disapa SB ini, Badan Kehormatan juga sudah memanggil Ketua Fraksi Partai Golkar untuk dimintai keterangan.

Hasil yang didapatkan memang betul bahwa yang bersangkutan tidak mengikuti kegiatan di DPRD karena sakit.

“Kata temen-temen Golkar bu Desy sedang sakit, karena sakit, kita mengundang pimpinan fraksi dan DPD Golkar nya untuk memberikan penjelasan dan saat itu menyodorkan surat keterangan sakit,” jelasnya.

“Saya pikir orang sakit kan tidak mungkin ya hadir saat rapat paripurna,” tambahnya.

Ketika ditanyakan terkait pelanggaran karena tidak hadir dalam rapat paripurna tetapi yang bersangkutan menyerahkan surat keterangan sakit, SB menegaskan bahwa akan dilakukan rapat lanjutan bersama BK DPRD.

“Saya tidak mendefesinikan sampai kesana (pelanggaran) yaa, nanti BK akan rapat kembali,” tutupnya.

(Ibnu Galansa)

Harga Daging Ayam di Pasar Cibinong Tembus Rp40 Ribu, Pedangan dan Pembeli Mulai resah

0

Bogordaily.net – Harga daging ayam di Pasar Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor mengalami kenaikan pada Selasa 16 September 2025.

Salah satu pedagang di Pasar Cibinong Madun (19) mengungkapkan bahwa, kenaikan harga daging ayam tersebut sudah terjadi sekitar 5 hari lalu.

Adapun, kenaikan harga tersebut mencspai Rp. 5 ribu rupiah, dari sebelumnya Rp. 35 menjadi Rp.40 ribu perkilo.

“Udah naek dari lima hari kemarin, Rp. 35 ribu ke Rp.40 ribu perkilo,” kata Madun kepada wartawan, Selasa 16 September 2025.

Menurut dia, banyak pembeli yang mengeluh terkait kenaikan daging ayam. Adapun, jenis ayam yang mengalami kenaikan yakni ayam negeri.

“Ayam negeri, udah banyak keluhan dari pembeli dari kemarin,” jelasnya.

Pedagang lainya, Aris menyebut, kenaikan terjadi dikarenakan harga bahan pokok lainya mengalami kenaikan. Sehingga daging ayam turut mengalami dampak kenaikan.

“Karena bahan pokok lain naik, jadi ayam ikut naik,” ujar Aris.

Lebih lanjut, ia berharap kenaikan harga daging ayam terseut tidak berlangsung lama dan kembali stabil.

“Ya semoga ajah naikny ga lama, biar pembeli ngga makin ngeluh,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

 

Selama Sakit, Desy Yanthi Utami Tetap Berkontribusi dan Tampung Aspirasi Warga

0

Bogordaily.net – Sejak April 2025, Anggota DPRD Kota Bogor, Desy Yanthi Utami, mengalami sakit sehingga tidak menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di gedung DPRD Kota Bogor.

Namun demikian, kendati sedang sakit, seluruh aktifitas rutin kepada masyarakat serta konstituen khususnya di Dapil 1 Bogor Timur-Tengah, tetap dijalankan.

Staf Tenaga Ahli Desy Yanthi Utama Arief Muhammad Rivai, menerangkan bahwa walaupun Desy Yanthi Utami sedang dalam keadaan sakit, namun aktifitas rutin kepada masyarakat terus dilakukan.

Kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan maupun kontribusi kepada masyarakat tetap berjalan.

Lanjut Rivai, pada bulan Juni, Desy melakukan kegiatan reses bertemu dengan warga di kediamannya.

Kegiatan jumat berkah yang menjadi rutinitas dilakukan Desy juga tetap dilaksanakan dari sejak sakit April hingga September 2025 saat ini, walaupun srikandi Partai Golkar itu sedang terbaring sakit.

Pada tanggal 7 Juli, dilaksanakan juga kegiatan bakti sosial santunan anak yatim, yang menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Muharram.

“Kegiatan rutin seperti jumat berkah terus dilakukan oleh tim, walaupun ibu Desy sedang sakit. Kegiatan jumat berkah juga dilakukan keliling di 6 Kecamatan se-Kota Bogor. Jadi, Ibu Desy memang tidak beraktifitas di DPRD, tetapi kegiatan maupun kontribusi ke masyarakat terus berjalan oleh tim Ibu Desy setiap minggu hingga saat ini,” jelasnya, Selasa 16 September 2025.

Kegiatan sosial lainnya yang rutin dilakukan oleh Desy Yanthi Utami adalah memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke posyandu-posyandu khususnya di wilayah Kecamatan Bogor Timur dan Tengah.

Kontribusi di HUT RI

Belum lagi saat perayaan HUT RI bulan Agustus kemarin, banyak kontribusi atas kegiatan warga yang dilaksanakan.

“Kegiatan PMT terus berjalan dan rutin tiap minggu, memberikan PMT ke posyandu-posyandu. Ketika ibu Desy sehat, maka beliau yang menyerahkan langsung PMT, tetapi karena sekarang sedang sakit, maka tim Ibu Desy yang turun ke warga. Semua kegiatan itupun ada dokumennya, bahkan ditayangkan juga di Media Sosial (Medsos) milik Ibu Desy ataupun HWK Kota Bogor,” tandasnya.

Rivai juga meminta doa kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar Desy Yanthi Utami bisa diberikan kesembuhan sehingga bisa segera kembali beraktifitas di DPRD Kota Bogor.

“Kondisi sakitnya memang disarankan oleh Dokter agar Ibu Desy beristirahat, tidak kecapean dan tidak melakukan aktifitas berat. Semua soal surat keterangan sakit hingga cuti hamil sudah diserahkan ke DPRD, ke BK, Pimpinan Partai Golkar hingga Sekretaris DPRD Kota Bogor,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengungkapkan bahwa salah satu anggota DPRD Kota Bogor, Desy Yanthi Utami, tidak bisa mengikuti beberapa kali agenda sidang paripurna DPRD Kota Bogor, dikarenakan sakit. “Sakit, ada surat sakitnya,” ungkap Safrudin Bima.

(Ibnu Galansa)