Home Blog Page 643

Wamenkop: BUMN dan Swasta Siap Menambah Kegiatan Usaha Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Ferry Juliantono menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta khususnya produsen pangan menyatakan dukungannya dalam pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih melalui penambahan kegiatan usaha dengan menyuplai produk-produk unggulannya.

Adanya jaminan pasokan komoditas atau produk dari BUMN dan swasta tersebut diharapkan kegiatan operasional dari Kopdes/Kel Merah Putih dapat terus berlanjut dan akses masyarakat terhadap komoditas utama dapat lebih mudah dan harga lebih terjangkau.

Keterlibatan BUMN dan swasta terutama para produsen di sektor pangan akan semakin menyempurnakan ekosistem bisnis Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Harapan Pak Presiden yaitu barang-barang (produk dasar) bisa dijual ke masyarakat melalui Koperasi dengan harga yang lebih terjangkau, oleh sebab itu peluang ini bisa diisi oleh BUMN atau swasta melalui gerai-gerai yang ada di Kopdes Merah Putih,” kata Wamenkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Operasionalisasi dan Pengembangan Gerai Sembako Kopdes/ Kel Merah Putih bersama para Produsen Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (26/8).

Hadir dalam rapat, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Deputi Bidang Digitalisasi dan Kelembagaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono. Turut serta pula jajaran Kementerian/Lembaga dan pimpinan dari perusahaan swasta atau asosiasi terkait lainnya.

Ribuan Gerai Koperasi Mulai Aktif

Hingga 25 Agustus 2025 terdapat 7.905 gerai koperasi aktif dari 6.337 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah memiliki minimal satu unit usaha/ gerai yang siap disinergikan dengan BUMN atau swasta dalam hal penyediaan/ pengadaan produk atau komoditas pangan untuk diperjualbelikan melalui Kopdes/ Kel Merah Putih. Secara nasional pada Agustus – September 2025 sebanyak 15.000 – 25.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih sudah dapat beroperasi.

Dalam arahannya, Wamenkop Ferry menegaskan bahwa gerai usaha dari Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya menjadi tempat jual beli sembako saja, melainkan dapat berfungsi sebagai kantor pusat layanan publik di desa.

Salah satu target prioritas dari Kopdes/Kel Merah Putih yaitu dapat menjadi pusat penyaluran program pemerintah ataupun barang-barang yang disubsidi oleh negara seperti gas LPG 3 Kg, Pupuk Bersubdisi, Beras untuk masyarakat miskin dan lainnya hingga penyaluran bantuan sosial lainnya. Beberapa komoditi seperti benih, produk ayam olahan,teh, singkong, dan gula juga dapat menambah kegiatan usaha Kopdes/Kel Merah Putih.

“Fungsi Kopdes ini bisa menjadi ganda yaitu menjual barang, menyalurkan program pemerintah pusat, sekaligus berperan sebagai gudang dengan fasilitas dryer, cold storage, dan titik serah barang subsidi. Bahkan termasuk menampung hasil produksi pertanian dan kerajinan makanan lokal,” jelasnya.

Wamenkop kembali menegaskan bahwa ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih sangat terbuka bagi seluruh pihak baik BUMN atau Swasta untuk melakukan kemitraan atau kerjasama secara business to business (BtoB).

Keterlibatan BUMN

Terkait dengan keterlibatan BUMN sebagai produsen produk-produk yang disubsidi, Kopdes/ Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi agen atau sub distributor sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih bagi masyarakat maupun UMKM yang ada di desa.

“Kita tidak ingin Kopdes ini justru menciptakan persaingan dengan warung UMKM. Justru posisinya bisa menjadi agen sub distributor, sehingga membantu memperkuat jaringan distribusi,” katanya.

Dengan keterlibatan BUMN, swasta, dan asosiasi petani dan stakeholder lainnya, Wamenkop Ferry optimistis keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik. Rantai distribusi yang lebih sederhana diharapkan mampu menghadirkan barang subsidi tepat sasaran, sesuai harga ketentuan, dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Sehingga Wamenkop Ferry mengapresiasi komitmen dari BUMN, swasta, asosiasi dan stakeholder lainnya dalam upaya memaksimalkan proses operasi dari Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Kolaborasi ini sangat penting. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bapak-ibu semua untuk berpartisipasi membangun ekosistem Kopdes Merah Putih yang lebih baik,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mendukung penguatan model bisnis dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Menurutnya, pemangkasan rantai pasok akan membuat harga kebutuhan pokok lebih stabil di tingkat desa.

“Kopdes ini harus mampu menjadi distributor level akhir di desa agar masyarakat tertarik, dan barang tersedia tepat waktu dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmojo menekankan pentingnya peran Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai offtaker.

Dia berharap Kopdes dapat menjadi badan usaha yang langsung dapat menyerap hasil panen cabai dari para petani yang mayoritas merupakan anggota dari koperasi sehingga ada jaminan harga yang menguntungkan.***

Wamenkop: BUMN dan Swasta Siap Menambah Kegiatan Usaha Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Ferry Juliantono menyatakan bahwa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta khususnya produsen pangan menyatakan dukungannya dalam pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih melalui penambahan kegiatan usaha dengan menyuplai produk-produk unggulannya.

Adanya jaminan pasokan komoditas atau produk dari BUMN dan swasta tersebut diharapkan kegiatan operasional dari Kopdes/Kel Merah Putih dapat terus berlanjut dan akses masyarakat terhadap komoditas utama dapat lebih mudah dan harga lebih terjangkau.

Keterlibatan BUMN dan swasta terutama para produsen di sektor pangan akan semakin menyempurnakan ekosistem bisnis Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Harapan Pak Presiden yaitu barang-barang (produk dasar) bisa dijual ke masyarakat melalui Koperasi dengan harga yang lebih terjangkau, oleh sebab itu peluang ini bisa diisi oleh BUMN atau swasta melalui gerai-gerai yang ada di Kopdes Merah Putih,” kata Wamenkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Operasionalisasi dan Pengembangan Gerai Sembako Kopdes/ Kel Merah Putih bersama para Produsen Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2025.

Hadir dalam rapat, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Deputi Bidang Digitalisasi dan Kelembagaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono.

Turut serta pula jajaran Kementerian/Lembaga dan pimpinan dari perusahaan swasta atau asosiasi terkait lainnya.

Hingga 25 Agustus 2025 terdapat 7.905 gerai koperasi aktif dari 6.337 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah memiliki minimal satu unit usaha/ gerai yang siap disinergikan dengan BUMN atau swasta dalam hal penyediaan/ pengadaan produk atau komoditas pangan untuk diperjualbelikan melalui Kopdes/ Kel Merah Putih.

Secara nasional pada Agustus – September 2025 sebanyak 15.000 – 25.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih sudah dapat beroperasi.

Dalam arahannya, Wamenkop Ferry menegaskan bahwa gerai usaha dari Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya menjadi tempat jual beli sembako saja, melainkan dapat berfungsi sebagai kantor pusat layanan publik di desa.

Salah satu target prioritas dari Kopdes/Kel Merah Putih yaitu dapat menjadi pusat penyaluran program pemerintah ataupun barang-barang yang disubsidi oleh negara seperti gas LPG 3 Kg, Pupuk Bersubdisi, Beras untuk masyarakat miskin dan lainnya hingga penyaluran bantuan sosial lainnya.

Beberapa komoditi seperti benih, produk ayam olahan,teh, singkong, dan gula juga dapat menambah kegiatan usaha Kopdes/Kel Merah Putih.

“Fungsi Kopdes ini bisa menjadi ganda yaitu menjual barang, menyalurkan program pemerintah pusat, sekaligus berperan sebagai gudang dengan fasilitas dryer, cold storage, dan titik serah barang subsidi. Bahkan termasuk menampung hasil produksi pertanian dan kerajinan makanan lokal,” jelasnya.

Wamenkop kembali menegaskan bahwa ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih sangat terbuka bagi seluruh pihak baik BUMN atau Swasta untuk melakukan kemitraan atau kerjasama secara business to business (BtoB).

Terkait dengan keterlibatan BUMN sebagai produsen produk-produk yang disubsidi, Kopdes/ Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi agen atau sub distributor sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih bagi masyarakat maupun UMKM yang ada di desa.

“Kita tidak ingin Kopdes ini justru menciptakan persaingan dengan warung UMKM. Justru posisinya bisa menjadi agen sub distributor, sehingga membantu memperkuat jaringan distribusi,” katanya.

Dengan keterlibatan BUMN, swasta, dan asosiasi petani dan stakeholder lainnya, Wamenkop Ferry optimistis keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik.

Rantai distribusi yang lebih sederhana diharapkan mampu menghadirkan barang subsidi tepat sasaran, sesuai harga ketentuan, dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Sehingga Wamenkop Ferry mengapresiasi komitmen dari BUMN, swasta, asosiasi dan stakeholder lainnya dalam upaya memaksimalkan proses operasi dari Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Kolaborasi ini sangat penting. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bapak-ibu semua untuk berpartisipasi membangun ekosistem Kopdes Merah Putih yang lebih baik,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mendukung penguatan model bisnis dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Menurutnya, pemangkasan rantai pasok akan membuat harga kebutuhan pokok lebih stabil di tingkat desa.

“Kopdes ini harus mampu menjadi distributor level akhir di desa agar masyarakat tertarik, dan barang tersedia tepat waktu dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmojo menekankan pentingnya peran Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai offtaker.
Dia berharap, Kopdes dapat menjadi badan usaha yang langsung dapat menyerap hasil panen cabai dari para petani yang mayoritas merupakan anggota dari koperasi sehingga ada jaminan harga yang menguntungkan. ***

Lurah Pasirjaya Gelar Sosialisasi Penanganan Stunting dan ODF

0

Bogordaily.net – Lurah Pasirjaya, R. Giri Maya Yudistira, S.Kom, menggelar sosialisasi penanganan serta pencegahan stunting dan Open Defecation Free (ODF)/Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada Selasa 26 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua RT, Ketua RW, Ketua LPM, Ketua TP PKK, dan Ketua Posyandu se-Kelurahan Pasirjaya.

Dalam pemaparannya, Lurah Pasirjaya menekankan pentingnya peran bersama masyarakat dalam menekan angka stunting dan mempercepat pencapaian target bebas ODF.

Upaya yang dilakukan kelurahan sejauh ini dinilai telah menunjukkan hasil signifikan.

Data mencatat, pada Desember 2023 jumlah kasus stunting di Pasirjaya mencapai 58 anak dan terdapat 1.410 rumah yang belum memiliki septictank.

Namun hingga Agustus 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 38 anak penderita stunting dan 715 rumah yang belum memiliki septictank.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, kader posyandu, PKK, hingga masyarakat. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar target penurunan stunting dan eliminasi ODF bisa segera tercapai,” ujar Giri Maya Yudistira.(Ibnu Galansa)

Ratusan Karyawan Kehilangan Pekerjaan, Perusahaan E-Commerce Besar Gelar PHK Bertahap

0

Bogordaily.net – Kabar mengejutkan datang dari salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia Tokopedia. Dalam dua bulan terakhir, ratusan karyawan dilaporkan menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap.

Berdasarkan informasi yang diterima, setidaknya 420 karyawan terdampak hingga Agustus 2025 ini. Gelombang pertama PHK terjadi pada Juli lalu dengan jumlah sekitar 180 orang. Kemudian, pada Agustus jumlahnya meningkat signifikan hingga 240 orang.

PHK ini tidak hanya menimpa satu bidang, melainkan mencakup berbagai divisi penting. Mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim fulfillment dan gudang ikut terdampak kebijakan efisiensi tersebut.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, mengingat divisi-divisi tersebut merupakan tulang punggung operasional sebuah perusahaan e-commerce.

Sejumlah pihak menduga langkah PHK ini berkaitan dengan upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi biaya operasional di tengah ketatnya persaingan industri digital.

Namun, hingga saat ini pihak perusahaan terkait belum memberikan tanggapan resmi soal alasan di balik keputusan tersebut.

Laporan mengenai pemangkasan tenaga kerja di sektor teknologi belakangan ini memang semakin sering terdengar.

Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, serta pergeseran tren belanja online, kerap disebut menjadi faktor yang mendorong perusahaan-perusahaan digital melakukan langkah penghematan besar-besaran.

Kini, publik menantikan klarifikasi resmi dari perusahaan terkait. Sementara itu, kabar ini tentu menambah daftar panjang gelombang PHK di industri digital yang masih terus berlangsung hingga tahun 2025.***

Hanum Mega Dikabarkan Menikah Lagi, Unggahan Foto Bikin Publik Heboh

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali digegerkan dengan kabar terbaru dari selebgram populer Hanum Mega. Perempuan yang dikenal aktif membagikan aktivitas sehari-hari itu dikabarkan telah menikah lagi dengan pria pilihannya.

Kabar ini bermula dari unggahan terbaru Hanum Mega di akun media sosial pribadinya. Dalam postingan tersebut, tampak sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama seorang pria. Foto itu terlihat mirip dengan potret resmi yang biasanya digunakan sebagai syarat administrasi pernikahan.

Menariknya, Hanum Mega juga menuliskan kalimat bernuansa doa pada unggahan itu. Ia menuliskan, “Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” yang semakin memicu spekulasi publik bahwa dirinya memang baru saja melangsungkan akad nikah.

Meski begitu, hingga saat ini Hanum Mega belum memberikan keterangan resmi terkait kabar pernikahan tersebut. Netizen pun ramai memenuhi kolom komentar unggahannya, ada yang mengucapkan selamat, namun tak sedikit pula yang penasaran dengan kebenaran kabar ini.

Hanum Mega sendiri dikenal sebagai salah satu selebgram yang kerap mencuri perhatian publik dengan konten dan kehidupan pribadinya. Tak heran, isu pernikahan keduanya ini langsung jadi sorotan dan perbincangan hangat di dunia maya.***

Cara Membersihkan Jok Mobil Agar Tetap Bersih dan Nyaman

0

Bogordaily.net – Jok mobil adalah salah satu bagian interior yang paling sering terkena kotoran, baik dari debu, sisa makanan, hingga tumpahan minuman.

Jika dibiarkan, noda bisa menempel dan menimbulkan bau tak sedap. Karena itu, perawatan jok sangat penting agar tetap nyaman dan terlihat rapi.

Cara Membersihkan Jok Mobil

Berikut beberapa cara mudah membersihkan jok mobil sesuai dengan jenis materialnya:

1. Jok Kain atau Fabric

Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu dan kotoran kecil.
Untuk noda, siapkan larutan air hangat dan sedikit sabun cair, lalu gosok perlahan menggunakan sikat berbulu halus.
Setelah bersih, lap dengan kain microfiber agar cepat kering.

2. Jok Kulit Asli

Bersihkan debu dengan lap kering atau vacuum.
Gunakan pembersih khusus kulit agar material tidak cepat retak.
Setelah dibersihkan, oleskan pelembap atau conditioner kulit agar jok tetap lentur dan awet.

3. Jok Kulit Sintetis (Leatherette)

Gunakan lap basah microfiber untuk membersihkan noda.
Hindari cairan kimia keras yang bisa merusak permukaan.
Gunakan semprotan pembersih khusus jok sintetis untuk hasil maksimal.

4. Gunakan Cairan Pembersih yang Tepat

Jangan sembarangan memakai sabun atau deterjen. Pilih cairan pembersih khusus jok mobil sesuai jenis materialnya, agar tidak merusak permukaan.

5. Rutin Membersihkan

Lakukan pembersihan ringan setidaknya seminggu sekali. Jika ada noda baru, segera bersihkan sebelum menempel lebih kuat.***

Cek Harga Emas LM Antam di Pegadaian Selasa 26 Agustus 2025

0

Bogordaily.net – Harga emas logam mulia (LM) Antam yang dijual per gram pagi ini per gram, Selasa 26 Agustus 2025. Cek lebih jelasnya di bawah sini.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Selasa 26 Agustus 2025

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.016.000
Harga emas 1 gram: Rp 1.932.000
Harga emas 2 gram: Rp 3.804.000
Harga emas 3 gram: Rp 5.681.000
Harga emas 5 gram: Rp 9.435.000
Harga emas 10 gram: Rp 18.815.000
Harga emas 25 gram: Rp 46.912.000
Harga emas 50 gram: Rp 93.745.000
Harga emas 100 gram: Rp 187.412.000
Harga emas 250 gram: Rp 468.265.000
Harga emas 500 gram: Rp 936.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 1.872.600

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Selasa 26 Agustus 2025.***

Awas! Kecanduan Judi Masuk Kategori Gangguan Jiwa

0

Bogordaily.net – Indonesia kini menghadapi darurat judi online. Kasusnya semakin marak, menjalar ke semua lapisan masyarakat, dari remaja hingga orang dewasa. Tak hanya menguras isi dompet, kecanduan judi masuk kategori gangguan jiwa yang serius, bahkan setara dengan kecanduan narkoba.

Psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan kecanduan judi atau pathological gambling bukan lagi sekadar kebiasaan buruk. Kondisi ini merupakan bentuk adiksi perilaku yang menyebabkan seseorang kehilangan kendali, tidak mampu menghentikan dorongan untuk berjudi meski sadar dampak buruknya.

“Adiksi judi itu penyakit. Sama seriusnya dengan narkoba. Di otak, sirkuit sarafnya terganggu sehingga sangat sulit bagi penderita untuk berhenti,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Dampak yang ditimbulkan sangat luas. Bukan hanya soal kerugian finansial hingga kebangkrutan, tetapi juga gangguan mental emosional seperti depresi, kecemasan, hingga percobaan bunuh diri.

Hubungan keluarga pun hancur karena krisis kepercayaan, sementara di sisi sosial, penderita cenderung terisolasi dan tak jarang terjerumus ke perilaku kriminal, seperti berbohong, mencuri, atau melakukan kekerasan.

“Banyak pasien datang dengan kondisi rumah tangga porak-poranda, pekerjaan hilang, aset habis. Judi merusak bukan hanya dompet, tapi juga jiwa dan relasi sosial,” kata Lahargo.

Secara medis, adiksi judi mengacaukan keseimbangan zat kimia di otak, termasuk dopamin dan serotonin. Area otak yang bertugas mengatur kontrol diri, kemampuan mengambil keputusan, serta menilai risiko ikut terganggu.

Akibatnya, penderita semakin nekat mengambil risiko, terus berjudi meskipun kalah, bahkan merasa terdorong untuk bermain hanya karena pengalaman hampir menang.

Yang lebih mengkhawatirkan, kasus ini kian banyak menjerat anak dan remaja. Pada usia tersebut, otak masih dalam tahap perkembangan sehingga dampaknya bisa jauh lebih serius.

“Jika kecanduan judi terjadi di masa remaja, risikonya adalah gangguan kepribadian dan kejiwaan berat di kemudian hari,” tegas Lahargo.

Penanganan kecanduan judi, lanjutnya, tidak bisa hanya mengandalkan niat berhenti. Pasien membutuhkan pengobatan medis, termasuk penggunaan obat antidepresan dan terapi otak modern seperti Transcranial Magnetic Stimulation.

Psikoterapi juga berperan penting, misalnya melalui Cognitive Behavior Therapy dan Motivational Interviewing yang membantu penderita mengenali pola pikir keliru dan melatih cara baru menghadapi dorongan berjudi. Dalam banyak kasus, rehabilitasi baik rawat jalan maupun rawat inap dibutuhkan untuk memulihkan fungsi kehidupan dan menjauhkan penderita dari pemicu adiksi.

Ia menekankan, dukungan keluarga menjadi kunci. Penderita kecanduan judi tidak boleh dikucilkan, melainkan perlu pendampingan penuh kasih sayang dan lingkungan yang suportif. Di sisi lain, pemerintah dan pemangku kepentingan harus berani membuat regulasi yang tegas untuk menutup akses judi online dan menindak tegas para penyelenggaranya.

“Pasien butuh pengobatan, konseling, dan support system yang kuat. Jangan dihakimi, tapi dampingi. Negara juga harus hadir dengan aturan yang jelas untuk melindungi masyarakat dari darurat judi online ini,” kata Lahargo.***

Kementerian UMKM Dukung Industri Jasa Laundry Tingkatkan Daya Saing

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung industri jasa laundry untuk meningkatkan daya saing sehingga mampu menjadi salah satu bidang jasa layanan yang strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Temmy Satya Permana secara khusus berpesan kepada Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) agar semakin fokus memberdayakan segmen masyarakat menengah ke bawah untuk memperkuat fondasi perekonomian rakyat.

“Saat ini ASLI memiliki 21 DPD aktif yang tersebar di seluruh provinsi, dengan lebih dari 1.800 anggota resmi yang tergabung,” ujar Temmy saat membuka acara Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin (25/8).

Temmy mengatakan saat ini industri laundry yang tergabung dalam jaringan ASLI telah menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.

“Hal ini membuktikan bahwa usaha atau industri laundry bukan usaha sampingan semata, melainkan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional,” katanya.

Pertumbuhan sektor ini, kata Temmy melanjutkan, juga ditunjukkan dengan peningkatan keanggotaan rata-rata 20 persen setiap tahun. Hal ini mencerminkan daya tarik, kepercayaan, serta prospek usaha laundry sebagai sektor jasa modern.

“Dengan perkembangan ini industri laundry tidak hanya membuka peluang dan kesempatan, tetapi juga membangun ekosistem jasa yang berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Temmy, saat ini pengusaha laundry Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah, akses pembiayaan dan KUR yang inklusif, dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

“Melalui program seperti SBL (Sekolah Bisnis Laundry) saya melihat semangat besar untuk mengangkat usaha ini agar lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Kementerian UMKM, kata Temmy, siap bersinergi dengan ASLI dalam mendukung akses pembiayaan melalui skema KUR tanpa agunan bagi pengusaha UMKM, mendorong pengelolaan limbah laundry secara lebih ramah lingkungan melalui Unit Pengolahan Limbah bersama, dan mengintegrasikan digitalisasi laundry ke dalam ekosistem digital UMKM nasional.

“Hal ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang terkait UMKM, dimana pemerintah memiliki kewajiban untuk terus menghadirkan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM,” katanya.***

Kementerian UMKM Dukung Industri Jasa Laundry Tingkatkan Daya Saing

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung industri jasa laundry untuk meningkatkan daya saing sehingga mampu menjadi salah satu bidang jasa layanan yang strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Temmy Satya Permana secara khusus berpesan kepada Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) agar semakin fokus memberdayakan segmen masyarakat menengah ke bawah untuk memperkuat fondasi perekonomian rakyat.

“Saat ini ASLI memiliki 21 DPD aktif yang tersebar di seluruh provinsi, dengan lebih dari 1.800 anggota resmi yang tergabung,” ujar Temmy saat membuka acara Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025.

Temmy mengatakan saat ini industri laundry yang tergabung dalam jaringan ASLI telah menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.

“Hal ini membuktikan bahwa usaha atau industri laundry bukan usaha sampingan semata, melainkan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional,” katanya.

Daya Tarik Jasa Laundry

Pertumbuhan sektor ini, kata Temmy melanjutkan, juga ditunjukkan dengan peningkatan keanggotaan rata-rata 20 persen setiap tahun. Hal ini mencerminkan daya tarik, kepercayaan, serta prospek usaha laundry sebagai sektor jasa modern.

“Dengan perkembangan ini industri laundry tidak hanya membuka peluang dan kesempatan, tetapi juga membangun ekosistem jasa yang berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Temmy, saat ini pengusaha laundry Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah, akses pembiayaan dan KUR yang inklusif, dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

“Melalui program seperti SBL (Sekolah Bisnis Laundry) saya melihat semangat besar untuk mengangkat usaha ini agar lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Kementerian UMKM, kata Temmy, siap bersinergi dengan ASLI dalam mendukung akses pembiayaan melalui skema KUR tanpa agunan bagi pengusaha UMKM, mendorong pengelolaan limbah laundry secara lebih ramah lingkungan melalui Unit Pengolahan Limbah bersama, dan mengintegrasikan digitalisasi laundry ke dalam ekosistem digital UMKM nasional.

“Hal ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang terkait UMKM, dimana pemerintah memiliki kewajiban untuk terus menghadirkan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM,” katanya.***