Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 661

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Selasa 27 Mei 2025, Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah

Bogordaily.net – Berikut prakiraan cuaca di Kota Bogor hari ini Selasa, 27 Mei 2025. Sebagian besar wilayah Kota Bogor diperkirakan akan diguyur hujan ringan.

Berdasarkan prakiraan cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Kota Bogor diperkirakan akan diguyur hujan ringan secara merata dari pagi hingga malam hari.

BMKG melalui laman resminya www.bmkg.go.id dan kanal media sosial Instagram, Twitter, serta Telegram, terus memberikan pembaruan informasi cuaca yang dapat diakses masyarakat secara real-time. Ini penting mengingat cuaca di Bogor kerap berubah secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.

Menurut informasi terbaru dari BMKG, seluruh kecamatan yang ada di Kota Bogor hari ini diperkirakan akan mengalami cuaca berawan disertai hujan ringan.

Suhu udara akan terasa sejuk dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, kondisi yang umum terjadi pada musim pancaroba.

Untuk mendukung aktivitas masyarakat agar tetap berjalan dengan nyaman dan aman, BMKG mengimbau agar warga selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung ketika bepergian.

Cuaca hujan ringan yang turun secara merata di berbagai wilayah bisa datang sewaktu-waktu, terutama menjelang siang hingga malam.

Detail Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini Selasa, 28 Mei 2025

Berikut rincian prakiraan cuaca berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Bogor:

1. Bogor Selatan

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 22–28 °C

Kelembapan: 67–89%

2. Bogor Timur

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 22–29 °C

Kelembapan: 65–88%

3. Bogor Tengah

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 23–30 °C

Kelembapan: 64–87%

4. Bogor Barat

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 23–30 °C

Kelembapan: 66–89%

5. Bogor Utara

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 23–30 °C

Kelembapan: 64–88%

6. Tanah Sareal

Cuaca: Berawan

Suhu Udara: 24–30 °C

Kelembapan: 66–90%

Dengan mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG, Anda bisa mendapatkan data real-time tentang potensi hujan, suhu harian, kelembapan udara, serta kecepatan angin yang bisa berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan saat beraktivitas.

Demikian ulasan lengkap tentang prakiraan cuaca Kota Bogor hari ini, Selasa, 28 Mei 2025. Semoga informasi ini bermanfaat untuk membantu Anda merencanakan kegiatan harian secara lebih baik dan efisien.

Tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan selalu prioritaskan keselamatan saat berada di luar rumah.***

Menkop Budi Arie dan Puan Maharani Sepakat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Hadir untuk Rakyat

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Ketua DPR RI Puan Maharani sepakat, bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai upaya mengurangi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan menghilangkan kemiskinan.

“Koperasi adalah alat perjuangan rakyat untuk mencapai tujuan mulia. Yakni, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perubahan positif dalam perekonomian Indonesia yg lebih progresif dan berkeadilan,” kata Menkop Budi dalam sambutan di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia), Jakarta, Senin (26/5/2025).

Menkop menegaskan, koperasi adalah wujud ideologi ekonomi negara yg harus terus diperkuat dan menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam memajukan kesejahteraan dan keadilan sosial yg lebih subtantif bagi seluruh rakyat Indonesia. ” Ini menjadi tugas sejarah kita bersama, ” ujar Budi Arie.

Dia mengatakan, ada tiga hal yang menjadi musuh besar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yaitu, ketakutan, kecurigaan, dan keraguan.

Sehingga, melalui dukung berbagai pihak termasuk Dekopin, memainkan peran yang sangat vital dalam mengawal dan melaksanakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menkop menilai, keterlibatan aktif Dekopin dianggap sebagai tugas sejarah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Sejarah panjang koperasi yang terpinggirkan dalam ekonomi Indonesia, menjadi latar belakang penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan gerakan koperasi ini,” ujarnya.

Dia menilai, selama ini keberadaan koperasi sudah lama terpinggirkan dari praktek ekonomi Indonesia. Hal tersebut terlihat dari outstanding kredit perbankan sebesar Rp7.000 triliun, hanya 0,2 persen untuk koperasi atau sebesar Rp15 triliun. Dan kontribusi ekonomi desa hanya menyumbang sebesar 14 persen dari ekonomi nasional.

“Ketidakseimbangan ini menjadi sorotan penting yang perlu diselesaikan melalui upaya bersama, dengan membangun dan memperkuat gerakan koperasi,” imbau Budi.

Dirinya turut mengapresiasi peran strategis Dekopin sebagai mitra Pemerintah, sehingga diharapkan mampu mendukung keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memiliki keanggotaan dari 80.000 koperasi nantinya.

Menkop menegaskan, kolaborasi yang kuat antara Dekopin, Pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan perubahan yang nyata dalam masyarakat Indonesia.

“Terutama dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan menghilangkan kemiskinan,” katanya.

Hadir di kesempatan yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, saat ini sudah banyak praktik koperasi yang bagus di berbagai negara. Keberadaan Dekopin, sambung Puan, diharapkan bisa memperbaiki kondisi koperasi yang kurang baik di Indonesia.

Sehingga ke depan, koperasi mampu menyejahterakan rakyat, bukan hanya anggota saja, tetapi juga lingkungan sekitar.

“Hari ini, saya hadir di sini karena saya ingin bagaimana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lahir untuk bangsa Indonesia. DPR tidak hanya untuk membangun membantu indonesia, tapi juga koperasi termasuk Dekopin,” ucapnya.

Puan juga mengingatkan, dalam kesiapan menjalankan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, harus dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengurus dan mengedepankan tata kelola koperasi secara baik.

“Termasuk bentuk usaha yang berkelanjutan, anggota koperasi, modal koperasi dan mitigasi risiko yang baik pula. Saya mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” tegas Puan.

Dia menyampaikan, dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, anggota koperasi merupakan pemilik koperasi, sehingga memiliki hak dan tanggung jawab yang sama terhadap koperasi. ***

Malika Abiya, Penyanyi Cilik Rilis Single Terbaru Berjudul ‘Senyum Ibu’

0

Bogordaily.net – Penyanyi cilik Malika Abiya resmi merilis single terbaru berjudul Senyum Ibu. Malika Abiya berusia 10 tahun yang memiliki hobi menyanyi dan melukis ini pernah tampil di hadapan Presiden Jokowi dan mengikuti ajang kompetisi menyanyi Internasional.

Lagu ini menjadi pemanasan menjelang rilisnya single kedua Malika. Bersamaan dengan rilis lagu, Malika juga memperkenalkan video clip yang bisa disaksikan di Instagram @malikaabiya_28 dan kanal YouTube resmi DNAMusic2022.

Malika menggandeng sejumlah nama terkenal di dunia musik Indonesia pada single ini, Etta Herawati atau yang lebih dikenal dengan Bertha sebagai pencipta lagu sekaligus vocal director. Ia juga bekerjasama dengan Hendy HS sebagai Music Arranger.

Bertha menyatakan dirilisnya single ini untuk menjawab keresahan banyak pihak mengingat betapa kurangnya lagu anak-anak yang muncul belakangan ini di dunia musik tanah air. Sehingga lagu ini diharapkan dapat menjadi kebangkitan dari lagu anak-anak.

Lagu ini menggambarkan bahasa cinta yang tak pernah pudar dari seorang Ibu yang akan selalu ada untuk anak-anaknya sepanjang masa. Liriknya bercerita mengenai kasih sayang seorang Ibu yang tak terbatas.

“Aku sangat menyukai lagu ini karena melihat perjuangan Mama yang membesarkan aku. Seletih apapun keadaannya setiap pulang bekerja, Mama selalu tersenyum. Mama merupakan sumber kekuatan dan inspirasi bagi aku,” kata Malika.

Saat ini, Senyum Ibu sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Lagu ini diharapkan menjadi pengantar menuju karier menyanyi Malika di dunia musik tanah air. ***

Ketum Kadin Anindya Bakrie Perkuat Posisi Agung Suryamal dan Maryati Dona Hasanah Anindya Bakrie

0

Bogordaily.net – Ketua Umum Pusat Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Anindya Bakrie kembali menegaskan kepengurusan sah Kadin Jabar yang dikomandoi Agung Suryamal Sutisna.

Penegasan itu disampaikan Anindya Bakrie melalui Surat Keputusan nomor SKEP/030/DP/IV/2025. Hal tersebut terungkap dalam konsolidasi Jajaran Kadin Creteker Jawa Barat yang berlangsung di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (26/05/2025).

Wakil Ketua Umum Kadin Creteker Jawa Barat, Ali Said menegaskan, konsolidasi bersama para ketua Kadin se Jawa Barat tersebut untuk mensosialisasikan adanya SK perpanjangan Agung Suryamal Sutisna sebagai Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat yang selanjutnya akan melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) para pengurus Kadin di Jawa Barat.

“Kami ingin semua pengurus Kadin di tiap wilayah se Jawa Barat nyaman dalam menjalankan roda organisasi. Maka setelah ini kami akan menyosialisasikan SK ini kepada Forkominda Provinsi Jawa Barat dan seluruh Walikota dan Bupati serta unsur Forkominda se Jawa Barat,” ujar Ali Said.

Terkait pelaksanaan Musprov, jajaran Creteker Jawa Barat akan terlebih dahulu melakukan perapihan di tiap Kadin se Jawa Barat. “Kalau sudah rapi semua, baru gelar Musprov Kadin Jabar,” kata Ali.

Ali juga menegaskan, kedudukan kantor Kadin Jawa Barat merupakan hak dari para pengurus Creteker Kadin Jawa Barat yang dibentuk Anindya Bakrie.

“Adanya yayasan yang dibentuk pengurus sebagai pengelola. Kadin creteker Jawa Barat yang harus memanage gedung itu,” tandasnya.

Sementara menurut Zulkifli M. Adam, salah satu anggota bidang umum Kadin Creteker Jabar, mengungkapkan, ada dua surat yang disampaikan kepada seluruh Kadin di wilayah Jawa Barat, untuk selanjutnya juga disampaikan kepada masing-masing kepala daerah dan stakeholder.

Selanjutnya, jelas Zulkifli, creteker Kadin Jawa Barat juga diberi kewenangan untuk menggelar Muskab dan Muskot di wilayah yang belum melaksanakan ataupun yang telah berakhir masa kepengurusan.

“Dalam surat tersebut, kami juga diperintahkan Kadin Indonesia untuk melaksanakan musyawarah provinsi (Musprov) dengan agenda pemilihan Ketua Kadin Jawa Barat. Semua dalam proses,” jelasnya.

Menurut Zulkifli, dengan terbitnya surat dari Kadin Indonesia, pihaknya berharap tidak ada lagi ada dualisme kepemimpinan Kadin di Jawa Barat.

“Semua harus menginduk kepada pengurus Kadin yang di SK kan dan diakui oleh Kadin Indonesia yakni kepemimpinan Agung Suryamal. Kami mengajak agar rekan-rekan di wilayah tunduk dan patuh. Tidak ada lagi dualisme,” tandasnya.

Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah mengakui telah menerima surat bernomor 055/DP-CAR/V/2025 dan 056/DP-CAR/V/2025 yang menjadi penguat jajaran Kadin Kota Bogor di bawah kepemimpinannya.

“Surat ini selanjutnya akan disampaikan kepada Walikota Bogor dan seluruh unsur Forkominda Kota Bogor,” ujar Dona, sapaan akrab Maryati Dona Hasanah.

Dona berharap, dengan adanya surat, jajaran Kadin Kota Bogor dibawah komando Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal dapat melaksanakan tugas dan tata laksana organisasi dengan maksimal sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Kadin.

Konsolidasi tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus dan para Ketua Kadin se Jawa Barat serta perwakilan Anggota Luar Biasa (ALB) dari berbagai organisasi pengusaha di Jawa Barat. (*)

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor : Hadiah Persib Celah Korupsi dari Instruksi Emosional

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor Restu Kurniawan Wibawa soroti Instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat patungan memberikan hadiah sebesar Rp1 miliar kepada para pemain Persib Bandung bukan hanya mengejutkan, tetapi juga mencemaskan.

Menurutnya, meski maksudnya tampak baik untuk memotivasi insan olahraga, instruksi ini membuka celah rawan lahirnya budaya manipulatif dalam birokrasi, yang bisa merusak tatanan etika pemerintahan dan menjadi preseden buruk bagi daerah lain di Indonesia.

Instruksi Emosional, Konsekuensi Rasional

Pertama, perlu memahami bahwa sistem pemerintahan kita bekerja berdasarkan aturan dan prinsip profesionalisme, bukan berdasarkan emosi atau euforia sesaat. Jika seorang kepala daerah dapat dengan mudah menginstruksikan penggunaan dana pribadi yang notabene berasal dari pejabat publik yang digaji negara tanpa kerangka regulasi yang jelas, maka kita tengah membuka pintu terhadap pembentukan “kebiasaan buruk” dalam birokrasi.

“Bayangkan jika pejabat di setiap level merasa wajar mengakomodasi permintaan pribadi atasan demi menjaga loyalitas. Ini bukan lagi semangat gotong royong, tapi bentuk tekanan sistematis yang bisa melahirkan budaya baru: patungan paksa yang berujung pada penyimpangan anggaran,” kata Restu, 26 Mei 2025

Potensi Pembiaran Korupsi Struktural

Menurut dia, poin kritisnya adalah bagaimana para pejabat akan memenuhi instruksi ini. Gaji dan tunjangan pejabat pemerintah provinsi bukan tanpa batas. Jika setiap pejabat harus menyumbang Rp10 juta hingga Rp20 juta secara tiba-tiba, dari mana mereka mengambil dana tersebut? Bukan mustahil mereka akan “ngakal-ngakalin” laporan keuangan, melakukan mark-up, atau bahkan melakukan pungutan liar pada rekanan dan pihak ketiga.

“Inilah yang disebut dengan korupsi struktural terjadi bukan semata karena niat jahat, tapi karena tekanan sistem dan budaya kepatuhan buta terhadap atasan. Instruksi ini bisa jadi bom waktu. Dan ironisnya, semua terjadi di balik jargon-jargon nasionalisme dan loyalitas terhadap olahraga daerah,” jelasnya.

Bahaya Budaya Simbolik dalam Pemerintahan

Kemudian, jika dibiarkan, tindakan ini akan menjadi budaya baru yang berbahaya. Bisa jadi kelak kita akan menyaksikan kepala daerah memerintahkan patungan untuk perayaan ulang tahun dirinya, pembangunan taman atas nama warisan pribadi, atau membiayai hajatan-hajatan lain yang tidak ada dalam RKPD.

“Apakah bangsa sebesar Indonesia ingin terjebak dalam gaya kepemimpinan simbolik yang mendorong pengkultusan figur dan pengaburan fungsi birokrasi?,” tegasnya.

Budaya simbolik ini hanya akan menggerus profesionalisme birokrasi. Alih-alih bekerja sesuai target pembangunan, pejabat akan sibuk memenuhi ekspektasi personal pemimpinnya. Akibatnya, pengelolaan keuangan daerah menjadi tidak sehat, dan integritas birokrasi makin rapuh.

Jalur Formal dan Transparan

Apresiasi terhadap atlet dan tim olahraga tentu penting. Namun caranya harus melalui jalur yang formal dan transparan. Jika ingin memberi hadiah kepada Persib, buatlah surat keputusan resmi, ajukan penggalangan dana publik secara terbuka, atau dorong sektor swasta dan sponsor untuk ambil bagian. Tak perlu melibatkan pejabat dengan cara yang berpotensi menjerumuskan.

“Apalagi, penting diingat bahwa Persib adalah klub profesional, bukan institusi sosial atau milik publik murni. Mereka sudah memiliki struktur keuangan, sponsor, dan dukungan dari komunitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, jika ingin memberi dukungan terhadap dunia olahraga, lebih bijak mengalokasikan dana dan perhatian kepada sekolah-sekolah sepak bola, program pembinaan usia dini, atau fasilitas olahraga di desa-desa yang terbengkalai.

Etika Kepemimpinan Adalah Tiang Negara

Bangsa ini telah banyak belajar dari kasus-kasus korupsi yang bermula dari hal-hal kecil. Banyak kepala daerah yang awalnya ingin terlihat dekat rakyat, justru terjerembab karena mengaburkan batas antara kebijakan dan kepentingan pribadi. Oleh karena itu, kita harus menolak keras segala bentuk instruksi yang tak berbasis regulasi.

“Kepemimpinan bukan hanya soal memberi perintah, tapi soal memberi teladan. Pemimpin yang bijak tak boleh menormalisasi praktik tekanan birokrasi, meskipun dibungkus dengan semangat nasionalisme atau cinta olahraga. Kalau kita biarkan hal ini terus terjadi, maka negeri ini akan terbiasa dengan cara-cara di luar aturan, yang perlahan tapi pasti, menggerogoti fondasi negara hukum,” tuturnya.

Semua Harus Kembali Pada Aturan Main

Selain itu, instruksi untuk patungan bukan sekadar wacana teknis. Ini menyangkut nilai, prinsip, dan masa depan tata kelola pemerintahan kita. Jika kita ingin mencetak birokrasi yang kuat, bersih, dan profesional, maka kita harus berani berkata tidak pada instruksi yang tidak sehat. Indonesia tak boleh terbiasa dengan budaya manipulatif yang dibungkus dalam balutan nasionalisme semu.

“Mari kita rawat negeri ini dengan keberanian untuk menjaga integritas, bukan dengan membiarkan euforia sesaat menjadi alasan pembenaran atas praktik yang berpotensi merusak. Karena pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukan hanya kemenangan di lapangan bola, tapi juga kemenangan nilai-nilai dalam pemerintahan yang adil dan bersih,” ungkap Restu.***

Albin Pandita

Raih Opini WTP, Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Kerja Keras Jajaran Pemerintah Daerah

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

Opini WTP yang diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, diterima oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Jabar, Bandung.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengapresiasi capaian tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi seluruh jajaran Pemkab Bogor.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi,” ujar Sastra Winara, Senin, 26 Mei 2025.

Menurutnya, raihan opini WTP ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bogor dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pembangunan yang merata serta berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Opini WTP ini merupakan capaian penting setelah tiga tahun berturut-turut (2021–2023) Pemkab Bogor hanya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Terakhir kali Pemkab Bogor memperoleh opini WTP pada LKPD Tahun 2020.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah mendukung pencapaian tersebut.

“Setelah terakhir tahun 2020 kita memperoleh opini WTP, kemudian sempat mendapatkan WDP secara berturut-turut, alhamdulillah hari ini kita kembali meraih WTP. Ini membuktikan semangat dan keseriusan kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme,” ujar Rudy.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara OPD, ASN, DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bogor.

Dengan diraihnya kembali opini WTP, Pemkab Bogor berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang profesional dan mendorong pelayanan publik yang semakin baik ke depannya.***

Albin Pandita

Pemkab Bogor Sukses Raih Opini WTP, Inspektorat Pegang Peran Strategis 

Bogordaily.net – Inspektorat Kabupaten Bogor memegang peran strategis dalam mengawal akuntabilitas, pengawasan internal dan pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Inspektorat Kabupaten Bogor memegang peran strategis dalam mengawal akuntabilitas dan pengawasan internal, memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Sigit Wibowo, Senin 26 Mei 2025.

Kemudian, kolaborasi antara Inspektorat, BPKAD, dan seluruh OPD menjadi pondasi utama dalam meraih kembali opini WTP ini.

Adapun, dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Jawa Barat, Bandung, Senin 26 Mei 2025.

Hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala BPKAD, serta Inspektur Kabupaten Bogor.

Diketahui, Opini WTP merupakan opini tertinggi yang diberikan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah. Predikat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disusun secara wajar sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.

Pemkab Bogor terakhir meraih opini WTP pada LKPD Tahun 2020. Dalam tiga tahun berturut-turut (2021–2023), Pemkab hanya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade, Pemkab Bogor kembali berhasil meraih opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2024.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN, rekan-rekan DPRD Kabupaten Bogor, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa.

“Setelah terakhir tahun 2020 kita memperoleh opini WTP, kemudian sempat mendapatkan WDP secara berturut-turut, alhamdulillah hari ini kita kembali meraih WTP. Ini membuktikan semangat dan keseriusan kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme,” ungkap Rudy Susmanto.***

Albin Pandita

Ketua TP PKK Kota Bogor Ajak Kader Posyandu Edukasi Cegah Stunting

0

Bogordaily.net – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim mengajak jajarannya dan kader posyandu di seluruh Kota Bogor untuk meningkatkan edukasi masyarakat melalui pentingnya “ABCDE” pencegahan stunting.

A, adalah Aktif minum Tablet Tambah Darah untuk remaja putri dan ibu hamil.
B, adalah Bumil rutin periksa kehamilan minimal 6 kali, termasuk 2 kali pemeriksaan USG oleh dokter.

C, adalah Cukupi konsumsi protein hewani harian, terutama untuk bayi di atas 6 bulan.
D, adalah Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan tumbuh kembang.

E, adalah Eksklusif ASI selama 6 bulan, dilanjutkan dengan MPASI bergizi setelahnya.

Stunting, jelas Yantie Rachim, adalah masalah serius dan menjadi perhatian pemerintah pusat karena dapat memengaruhi masa depan generasi penerus.

Anak stunting mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, yang berdampak pada rendahnya kemampuan belajar, kesehatan jangka panjang, hingga produktivitas di masa depan.

“Saya berharap kegiatan sosialisasi hari ini dapat memperkuat komitmen kita bersama dan menambah pengetahuan untuk diterapkan di wilayah masing-masing. Mari kita terus bergerak bersama, berkolaborasi, dan bekerja keras demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik,” kata Yantie Rachim di Aula TP PKK Kota Bogor, Senin 26 Mei 2025.

Yantie Rachim menambahkan bahwa berdasarkan data prevalensi stunting Kota Bogor tahun 2023 sebesar 18,2 persen, menurun dibandingkan tahun 2022.

“Ini adalah hasil kerja keras kita semua, tetapi masih banyak yang harus kita lakukan agar angka ini semakin turun menuju target Zero Stunting. Melalui program seperti pemberian makanan tambahan, pembagian telur, dan edukasi gizi, kita berharap setiap anak di Kota Bogor dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” tegas Yantie Rachim.

Yantie Rachim menyoroti bahwa penyebab stunting tidak hanya soal kekurangan makanan, tetapi juga pola asuh yang kurang tepat, kesehatan ibu sejak remaja, jarak kelahiran yang terlalu dekat, hingga kondisi sanitasi dan lingkungan.

Oleh karena itu, ia berharap pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu melalui peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Peran posyandu sangat penting, dan para kadernya merupakan garda terdepan,” tutupnya. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Self Motivation: Kunci Anak Muda Menghadapi ‘Burnout’ di Tengah Tren Hustle

0

Bogordaily.net – Anak muda jaman sekarang hidup di tengah perubahan yang sangat cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi mudah didapat, dan persaingan di dunia kerja maupun pendidikan semakin ketat. Tidak heran, banyak anak muda merasa harus terus bekerja keras, bahkan sampai kelelahan. Fenomena ini dikenal dengan istilah ‘burnout’, yaitu kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres yang berkepanjangan. Salah satu faktor yang memperparah burnout adalah ‘hustle culture’.

Apa Itu Tren Hustle Culture?

Hustle culture adalah budaya atau gaya hidup yang menganggap bahwa untuk menjadi sukses, seseorang harus bekerja keras tanpa henti, bahkan sampai mengorbankan waktu istirahat dan kehidupan pribadi. Dalam hustle culture, produktivitas tinggi dianggap sebagai kunci utama menuju kesuksesan, sehingga banyak orang yang merasa harus selalu sibuk dan produktif setiap saat. Mereka yang terjebak dalam hustle culture sering merasa bersalah jika beristirahat atau mengambil waktu untuk diri sendiri.

Menurut psikolog, hustle culture adalah budaya yang membuat seseorang menganut workaholism atau gila kerja, di mana tidak ada hari tanpa bekerja dan kehidupan pribadi sering terabaikan. Bahkan, ada anggapan bahwa hanya dengan mendedikasikan hidup untuk pekerjaan dan bekerja sekeras-kerasnya, seseorang bisa mencapai sukses. Hustle culture juga sering dipicu oleh media sosial, di mana banyak orang memamerkan kesibukan dan pencapaian mereka, sehingga membuat anak muda lain merasa harus terus bekerja keras agar tidak tertinggal.

Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout adalah sindrom yang dipahami sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola. Burnout ditandai dengan perasaan kelelahan atau kehabisan energi, meningkatnya jarak mental dari pekerjaan, serta berkurangnya efektivitas profesional.

Di tengah tren hustle culture yang semakin populer, banyak anak muda merasa harus bekerja tanpa henti agar tidak ketinggalan. Padahal, tanpa istirahat dan keseimbangan, risiko burnout justru semakin besar.

Penyebab Burnout di Kalangan Anak Muda

Ada beberapa hal yang membuat anak muda rentan mengalami burnout:

Tekanan Akademik dan Profesional:

Banyak mahasiswa dan pekerja muda yang harus membagi waktu antara kuliah, kerja, dan aktivitas lain. Tuntutan untuk mendapat nilai bagus, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan bersaing dengan teman sebaya membuat hidup jadi penuh tekanan.

Ekspektasi Sosial dan Budaya Hustle:

Media sosial memperparah situasi karena menampilkan standar sukses yang tinggi. Budaya hustle culture membuat banyak anak muda merasa harus terus bekerja keras tanpa jeda.

Ketidakpastian Masa Depan:

Banyak anak muda yang khawatir akan masa depan karir dan keuangan. Hal ini membuat mereka memaksakan diri untuk bekerja lebih keras, tanpa memperhatikan kesehatan mental mereka sendiri.

Dampak Burnout pada Anak Muda

Burnout tidak hanya membuat badan lelah, tapi juga berpengaruh pada kesehatan mental dan kualitas hidup. Gejala umumnya adalah kelelahan berkepanjangan, susah tidur, susah konsentrasi, serta munculnya rasa cemas dan depresi. Jika tidak diatasi, burnout bisa membuat seseorang kehilangan motivasi, produktivitas menurun, bahkan merasa putus asa.

Self-Motivation: Kunci Bertahan di Tengah Burnout

Untuk menghadapi burnout, self-motivation atau motivasi dari dalam diri sangat penting. Self-motivation adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, menemukan tujuan, dan tetap berjalan meski tantangan membelit. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan anak muda untuk membangun self-motivation dan mencegah burnout:

Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Realistis

Tentukan target yang spesifik dan bisa dicapai. Dengan tujuan yang jelas, energi dan fokus bisa diarahkan dengan lebih baik.

Manajemen Waktu dan Prioritas

Atur waktu dengan baik dan tentukan mana tugas yang paling penting. Teknik seperti time management matrix atau metode Eisenhower bisa membantu mengatur prioritas.

Membangun Ketahanan Mental

Melatih diri untuk tetap kuat menghadapi tantangan dan kegagalan. Meditasi, mindfulness, dan olahraga teratur bisa meningkatkan ketahanan mental.

Membangun Dukungan Sosial yang Positif

Bergaul dengan teman atau mentor yang suportif sangat membantu menjaga motivasi dan kesehatan mental. Berbagi pengalaman dan masalah bisa memberi solusi baru dan membuat kita merasa tidak sendiri.

Refleksi Diri dan Evaluasi Berkala

Lakukan evaluasi diri secara berkala. Dengan begitu, kita bisa tahu kelebihan, kekurangan, dan hal apa saja yang perlu diperbaiki.

Membuat Batasan yang Sehat

Jangan takut untuk mengatakan “tidak” jika beban sudah terlalu berat. Membuat batasan antara waktu kerja dan waktu istirahat sangat penting untuk mencegah burnout.

Melakukan Aktivitas yang Disukai

Jangan lupa untuk melakukan hal-hal yang disukai di luar pekerjaan atau kuliah. Hobi, olahraga, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman bisa membantu mengisi ulang energi dan semangat.

Merayakan Keberhasilan Kecil

Jangan ragu untuk merayakan keberhasilan kecil. Setiap langkah yang berhasil dijalani patut diapresiasi, karena ini bisa membantu menjaga motivasi dan rasa percaya diri.

Peran Lingkungan dalam Mencegah Burnout

Selain motivasi dari dalam diri, dukungan dari lingkungan juga sangat penting. Sekolah, kampus, dan tempat kerja bisa membantu dengan memberikan pelatihan keterampilan hidup, konseling psikologis, serta program kesehatan mental. Tempat kerja juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan hidup dan kesehatan mental karyawan.

Penutup

Burnout adalah masalah nyata yang dihadapi anak muda di tengah tren hustle culture yang semakin populer. Namun, dengan membangun self-motivation melalui penetapan tujuan, manajemen waktu, ketahanan mental, dukungan sosial, refleksi diri, dan batasan yang sehat, anak muda bisa bertahan dan berkembang di tengah tekanan yang kian meningkat.

Dengan pendekatan yang seimbang dan dukungan dari lingkungan, anak muda tidak hanya mampu bertahan dari burnout, tetapi juga meraih potensi terbaik mereka secara berkelanjutan. ***

Penulis: Galuh Nandita Putri (Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)

IUQI Bogor Gelar Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Bogordaily.net– Senin, 26 Mei 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan kegiatan yaitu Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, kegiatan Seminar ini dilangsungkan di auditorium gedung C Institut Ummul Quro Al Islami Bogor (IUQI BOGOR).

Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Ummul Quro Al Islami Bogor mengusung tema “Peran Wakaf Produktif dalam Mengembangkan Jiwa Entrepreneur dan Strategi Ekspor Impor di Era Digital”.

Adapun tujuan Kegiatan seminar Nasional ini untuk memberikan wawasan dan inspirasi kepada mahasiswa, dosen, mengenai pentingnya pengelolaan wakaf secara produktif sebagai pendorong jiwa kewirausahaan serta pemahaman terhadap strategi ekspor-impor di tengah era digital.

Seminar ini dihadiri oleh para narasumber yang kompeten di bidang kewirausahaan, wakaf, dan perdagangan internasional. Adapun peserta seminar terdiri dari mahasiswa, dosen, akademisi, pelaku usaha, serta undangan umum lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Ummul Quro Al Islami Bogor Dr. H. Saiful Falah, M.Pd.I dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber, sesi diskusi, serta tanya jawab interaktif.

Adapun Seminar berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta.

M.alfi alhubufillah, S.E,Sy.,M.M selaku kaprodi sekaligus ketua pelaksana dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa Seminar ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik ekonomi Islam, serta mendukung penguatan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa dan generasi muda, terutama melalui optimalisasi wakaf dan potensi digitalisasi perdagangan global.

Dekan FEBI IUQI Bogor, Dr.c Jamaluddin MEI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa entrepreneurship merupakan kebutuhan diera digital bagi mahasiswa Febi, setidaknya mahasiswa harus memiliki 4 kemampuan interpersonal skill, pertama kreatif dan inovatif, kedua mampu beradaptasi ketiga mampu kolaboratif dan keempat mampu memperhatikan kondisi lingkungan. ***