Home Blog Page 672

Bupati Indramayu Lucky Hakim Lepas Ribuan Ular ke Sawah, Perang Lawan Hama Tikus

0

Bogordaily.net – Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali membuat langkah tak biasa demi melindungi hasil panen petani. Setelah sebelumnya sukses menggagas program Car Free Night dan Car Free Day tiga kali seminggu, kali ini Lucky mengumumkan perang besar-besaran terhadap hama tikus dengan cara yang unik: melepas ribuan ular ke sawah.

Aksi ini dilakukan bersama sejumlah YouTuber dan influencer sebagai bagian dari kampanye Gerakan Ular Sahabat Tani.

Jenis ular yang dilepas adalah Coelognathus radiatus atau lebih dikenal masyarakat lokal sebagai Ular Lanang Sapi. Hewan predator ini dikenal efektif memangsa tikus sawah yang populasinya kini tak terkendali di wilayah Indramayu.

“Ribuan Ular Lanang Sapi dan Ular Koros sudah kita lepas di lokasi-lokasi yang terserang hama tikus. Kasihan petani jadi gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus yang sangat banyak, ini namanya gerakan Ular Sahabat Tani,” katanya.

Menurutnya, hama tikus telah membuat resah para petani selama bertahun-tahun. Berbagai metode pemberantasan sudah dilakukan, mulai dari peracunan hingga penggropyokan massal, namun belum memberikan hasil signifikan. Bahkan, beberapa cara justru menimbulkan risiko baru.

“Petani resah, tikus diracun malah bahaya untuk hewan lain, digropyok warga sekampung ngejar-ngejar tikus, tapi tetap saja masih gagah si tikus ini sampai secara ilegal dipasang setruman malah yang kesetrum manusianya sendiri,” tambahnya.

Langkah pelepasan ular ini bukanlah program tunggal. Sebelumnya, Lucky juga melaksanakan program pusat dengan melepas burung hantu di area persawahan sebagai predator alami tikus.

Namun, melihat serangan hama yang kian masif, ia menilai perlu strategi lebih variatif dan komprehensif.

Dengan adanya gerakan ini, diharapkan populasi tikus bisa ditekan secara alami tanpa mengganggu ekosistem.

Pemanfaatan predator alami seperti ular dan burung hantu diyakini lebih aman bagi lingkungan dibanding penggunaan racun atau listrik bertegangan tinggi yang berpotensi membahayakan manusia.***

 

 

RSUD Kota Bogor Sediakan Spot Baca Bogor untuk Tunggu Antrian di Poliklinik

0

Bogordaily.net-Pengunjung dan pasien RSUD Kota Bogor kini tak perlu lagi bosan menunggu antrian di poliklinik.

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Bogor bersama RSUD setempat meresmikan Spot Baca Bogor, sebuah terobosan literasi digital yang memungkinkan akses bacaan berkualitas hanya dengan memindai QR code.

Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu dengan membaca, sekaligus mendorong minat literasi di tengah gempuran konten digital.

Spot Baca Bogor dirancang praktis. Pengunjung cukup memindai barcode yang terpasang di area poliklinik untuk mengakses koleksi buku digital. Tanpa perlu mendaftar atau mengunduh aplikasi, ratusan judul buku siap dibaca langsung melalui handphone.

“Kami ingin memastikan literasi mudah diakses siapa saja, termasuk mereka yang ingin menambah pengetahuan meski berada di rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik

Menurut Taufik, kehadiran Spot Baca Bogor bukan sekadar penyediaan bacaan, melainkan upaya mengubah waktu tunggu yang pasif menjadi produktif.

“Daripada sekadar scroll media sosial, lebih baik baca buku yang menambah wawasan. Cukup scan, tak perlu ribet,” tambahnya.

Dukungan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga datang dari RSUD Bogor.

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armein Sjuhary Rowi mengatakan fasilitas ini selaras dengan visi rumah sakit yang tak hanya menyembuhkan fisik, tapi juga menyehatkan pikiran.

“Rumah sakit kerap dianggap tempat yang menegangkan. Dengan Spot Baca, kami ingin ciptakan suasana lebih positif. Selain itu, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanat dari undang-undang yang harus dijalankan,” jelasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Satpol PP Luncurkan Inovasi Masgana Perkuat Kesiapsiagaan Linmas Hadapi Bencana

0

Bogordaily.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor meluncurkan inovasi unggulan bertajuk MASGANA (Linmas Siaga Bencana) sebagai upaya peningkatan kapasitas dan peran anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di wilayah Kabupaten Bogor.

Inovasi ini hadir sebagai bentuk respons atas tingginya potensi bencana alam di berbagai kecamatan, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Melalui MASGANA, para anggota Linmas dibekali pelatihan kesiapsiagaan, peralatan evakuasi, serta sistem komunikasi cepat berbasis wilayah.

Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Linmas, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat lokal dalam membangun sistem tanggap darurat yang lebih responsif dan efisien.

Para petugas Linmas di masing-masing desa kini telah memiliki alat kerja standar seperti HT (Handy Talky), rompi identitas, peluit, peta rawan bencana, serta form tanggap darurat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid menjelaskan MASGANA adalah bukti bahwa perlindungan masyarakat tidak bisa menunggu.

Kami ingin menjadikan Linmas sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di tingkat desa.

Melalui pelatihan, peralatan, dan koordinasi yang baik, kami optimis masyarakat akan merasa lebih aman dan terlindungi.

“Dengan inovasi ini, diharapkan setiap elemen masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi ancaman bencana, serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di tengah situasi krisis,” kata Cecep.

Cecep menyampaikan, MASGANA juga dirancang untuk dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, terutama daerah rawan bencana, sebagai bentuk penguatan sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.***

Saluran Air Kecil di Mulyaharja Sebabkan Rumah Warga Langganan Kebanjiran

0

Bogordaily.net – Warga Gg. Harapan 1, Jl. Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan kembali mengeluhkan permasalahan saluran air di lingkungan mereka.

Saluran yang ada dinilai terlalu kecil dan tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.

Akibatnya, setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, air dari saluran meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi ini tidak hanya membuat lantai rumah basah dan licin, tetapi juga berpotensi merusak perabotan serta menimbulkan risiko kesehatan akibat genangan yang bercampur dengan kotoran.

Menurut warga, masalah ini sudah terjadi berulang kali setiap musim hujan.

Ukuran saluran yang sempit membuat aliran air tersendat, apalagi jika tersumbat oleh sampah dan lumpur.

Ketika debit air meningkat, saluran tidak sanggup menyalurkan seluruhnya ke arah hilir, sehingga limpasan langsung mengarah ke permukiman.

Selain genangan air, banjir yang terjadi mendadak ini sering membuat warga kewalahan.

Mereka harus segera memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam.

Bagi rumah yang lantainya lebih rendah dari jalan, risiko kebanjiran menjadi jauh lebih besar.

Masyarakat setempat berharap pihak terkait, baik pemerintah kota maupun dinas teknis, segera turun tangan melakukan peninjauan.

Perbaikan yang diharapkan tidak hanya sebatas pembersihan saluran, tetapi juga pelebaran dan pendalaman agar kapasitasnya cukup untuk menampung air hujan deras.

Bagi warga Mulyaharja, langkah perbaikan ini penting dilakukan sebelum musim hujan puncak tiba.

Jika tidak, dikhawatirkan banjir akan semakin sering terjadi dan berdampak lebih parah bagi lingkungan sekitar.***

Benarkah Jessica Radcliffe Pelatih Lumba-Lumba Ditelan Paus Orca? Ini Penjelasan Faktanya

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang mengklaim seorang pelatih lumba-lumba bernama Jessica Radcliffe tewas mengenaskan setelah diserang dan ditelan hidup-hidup oleh seekor paus orca atau killer whale.

Dalam video tersebut, narator menyebutkan peristiwa terjadi saat pertunjukan berlangsung, di mana orca tiba-tiba menyerang Jessica.

Rekan-rekan kerja yang berada di lokasi sempat mencoba menyelamatkan wanita berusia 23 tahun itu, namun disebutkan nyawanya tak tertolong dan meninggal 10 menit setelah insiden.

Bahkan, dalam narasi yang beredar, serangan orca dikaitkan dengan darah menstruasi yang bercampur dengan air kolam, yang diklaim memicu perilaku agresif sang mamalia laut raksasa tersebut.

Namun, benarkah kejadian itu nyata?

Fakta Sebenarnya

Dilansir dari The Star Kenya, seluruh klaim dalam video tersebut tidak benar alias hoaks. Tidak ada bukti nyata bahwa insiden itu pernah terjadi, dan video yang beredar merupakan cerita fiksi semata.

Analisis menunjukkan suara narator dalam video tersebut merupakan artificially generated voice alias suara buatan berbasis teknologi AI.

Tidak ditemukan informasi kredibel terkait lokasi kejadian, pernyataan resmi dari taman laut, dokumen hukum, maupun berita kematian yang mengonfirmasi cerita tersebut.

Nama Jessica Radcliffe pun tidak terdaftar dalam basis data pelatih mamalia laut profesional di seluruh dunia.

The Star Kenya menyebut, cerita ini kemungkinan besar terinspirasi dari dua insiden nyata yang memang pernah terjadi:

  • 24 Desember 2009 – Alexis Martínez, pelatih asal Spanyol di Loro Parque, Tenerife, tewas setelah diserang oleh seekor orca bernama Keto.
  • 24 Februari 2010 – Dawn Brancheau, pelatih senior SeaWorld Orlando, meninggal akibat serangan orca bernama Tilikum.

Kedua insiden tersebut memang sempat menjadi sorotan dunia dan memicu perdebatan panjang soal keamanan pertunjukan mamalia laut.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial. Pastikan untuk memeriksa sumber berita, melakukan cross-check, dan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.***

Hanung Bramantyo Soroti Film Animasi Merah Putih One For All, Standar Ideal Minimal Rp 30 Miliar

0

Bogordaily.net – Sutradara ternama Hanung Bramantyo angkat bicara terkait polemik film animasi Merah Putih One For All yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.

Film produksi Perfiki Kreasindo ini awalnya diharapkan menjadi salah satu tontonan unggulan menjelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, namun justru menuai kritik pedas dari warganet.

Kritik bermula setelah trailer film dirilis di media sosial. Banyak netizen menilai kualitas visualnya terlihat kaku dan kurang maksimal, bahkan dibanding-bandingkan dengan karya animasi lokal lain seperti JUMBO yang dinilai lebih matang secara teknis. Kontroversi semakin memanas ketika terungkap biaya produksi film ini yang disebut mencapai Rp 6,7 miliar.

Hanung, melalui unggahan Insta Story pribadinya, menilai anggaran tersebut jauh dari cukup untuk menghasilkan film animasi berkualitas tinggi. Ia bahkan tak segan menyebut bahwa sekalipun dana itu tidak disalahgunakan, hasil akhirnya tetap sulit memuaskan.

“Rp 7 miliar untuk film animasi, potong pajak 13 persen kisaran Rp 6 miliar. Kalau toh tidak dikorupsi, hasilnya tetap jelek!” tulis Hanung itu.

Budget Ideal

Menurut sutradara Ayat-Ayat Cinta itu, standar ideal pembuatan film animasi yang layak bersaing di layar lebar minimal memerlukan biaya Rp 30 miliar untuk produksi, ditambah Rp 10 miliar khusus untuk promosi. Proses pengerjaan pun sebaiknya memakan waktu setidaknya lima tahun agar kualitas benar-benar matang.

“FYI, standar film animasi yang bagus minimal Rp 30 miliar plus Rp 10 miliar promosi. Dan dikerjakan dalam waktu 5 tahun,” tulisnya.

Tak hanya mengkritik, Hanung juga memberi saran konstruktif. Ia meminta agar penayangan Merah Putih One For All, yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus 2025, ditunda demi penyempurnaan. Bahkan, ia menyerukan Menteri Kebudayaan serta wakilnya, Fadli Zon dan Giring Ganesha, untuk turun tangan membantu.

“Fadli Zon dan Giring, bapak-bapak mohon ditunda penayangannya, dan dibantu menyelesaikan hingga menghasilkan karya yang bagus,” tutupnya.

Merah Putih One For All mengangkat kisah persatuan melalui petualangan delapan anak dari berbagai suku di Indonesia.

Film ini dijadwalkan tayang serentak pada 14 Agustus 2025, dengan harga tiket spesial Rp 17.000 pada 17 Agustus, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.***

 

TPA Galuga Longsor, Satu Nyawa Melayang Tertimbun Sampah

0

Bogordaily.net – TPA Galuga Longsor. Senin pagi 11 Agustus 2025, udara di Cibungbulang, Bogor, masih lembap sisa hujan malam sebelumnya. Tapi di sudut lain, di gunung sampah Galuga, hujan itu menyisakan petaka.

Tumpukan sampah yang menggunung itu tiba-tiba bergeser. Longsor. Satu nyawa tertelan di antara bau menyengat dan warna kusam yang tak lagi bisa dibedakan.

Polisi datang. Tim evakuasi juga. Kepala Seksi Humas Polres Bogor, Ipda Yulista, membenarkan kabar itu.

“Iya benar, korban satu orang,” katanya singkat. Identitas korban belum diumumkan. Yang jelas, tubuhnya ditemukan di bawah gundukan sampah yang runtuh. Langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk visum.

TPA Galuga Longsor kali ini terjadi di saat hujan deras sedang rajin-rajinnya mengguyur Bogor.

Di hari yang sama, BPBD mencatat 14 titik banjir, 5 longsor tanah, dan satu rumah ambruk. Galuga menjadi satu dari daftar bencana itu — hanya saja di sini, yang longsor bukan tebing tanah, melainkan tebing sampah.

Polsek Cibungbulang sudah mengamankan lokasi. Saksi-saksi dimintai keterangan. Penyebab pasti longsor? Masih diselidiki.

Tapi hujan dan beban tumpukan yang kian berat hampir pasti punya andil. Di TPA Galuga, gunung sampah memang tak pernah berhenti tumbuh.

Dan seperti semua gunung, jika terlalu tinggi, ia bisa runtuh — hanya saja di sini, yang menimpa bukan batu, tapi sampah.***

Formasi CPNS 2025: Jadwal, Syarat, dan Formasi yang Diproyeksikan

0
Bogordaily.net – Formasi CPNS 2025 menjadi perhatian besar para pencari kerja sektor publik. Pemerintah memastikan seleksi CPNS akan kembali digelar pada 2025—dengan target pengisian ribuan posisi yang belum terpenuhi dari periode sebelumnya.

Jadwal Pembukaan Pendaftaran CPNS 2025

Hingga 11 Agustus 2025, jadwal resmi pendaftaran formasi CPNS 2025 belum dirilis. Menurut keterangan resmi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rini Widyantini, pelaksanaan seleksi direncanakan dimulai setelah seluruh rangkaian seleksi CPNS 2024 selesai.

Kapan pendaftaran akan dibuka?

Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti. Namun mekanisme umum yang diikuti adalah:

  • Finalisasi jumlah formasi per kementerian/lembaga;
  • Penetapan dan persetujuan formasi oleh Presiden;
  • Pengumuman resmi melalui portal SSCASN dan website MenPAN-RB/BKN.
Estimasi jumlah formasi: Pemerintah memperkirakan kebutuhan antara 300.000 hingga 400.000 posisi, namun jumlah akhir bergantung pada persetujuan presiden dan kebutuhan instansi.

Syarat Pendaftaran CPNS 2025

Syarat umum diperkirakan mirip dengan seleksi sebelumnya. Persyaratan kunci meliputi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun (hingga 40 tahun untuk jabatan tertentu seperti dokter, dosen, atau peneliti).
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai kebutuhan jabatan.
  • Tidak pernah dijatuhi hukuman penjara 2 tahun atau lebih.
  • Tidak sedang berstatus sebagai CPNS/PNS/TNI/Polri.
  • Memenuhi kualifikasi pendidikan sesuai jabatan yang dilamar.
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia atau luar negeri sesuai kebutuhan instansi.

Perkiraan Formasi yang Akan Dibuka

Proyeksi awal menunjukkan formasi akan difokuskan pada kebutuhan strategis kementerian dan lembaga, antara lain:

  • Tenaga kesehatan (dokter, perawat, apoteker).
  • Tenaga pendidikan dan akademisi (guru, dosen).
  • Tenaga teknis dan infrastruktur (insinyur, analis data, pengelola TI).
  • Posisi administratif dan fungsional di kementerian/lembaga pusat.

Catatan penting

Penetapan akhir formasi CPNS 2025 menunggu pemetaan kebutuhan jabatan setiap instansi dan persetujuan Presiden. Oleh karena itu, angka-angka di atas bersifat indikatif.

Cara Memantau Informasi Resmi

Calon pelamar disarankan memantau pengumuman resmi melalui kanal berikut:

  • Portal SSCASN: https://sscasn.bkn.go.id
  • Website Kementerian PAN-RB: https://menpan.go.id
  • Website BKN: https://www.bkn.go.id
  • Akun Instagram resmi: @kemenpanrb dan @bkngoidofficial

Rangkuman & Rekomendasi

Ringkasan singkat: Pemerintah memastikan seleksi CPNS 2025 akan digelar, dengan estimasi kebutuhan besar di berbagai sektor. Namun, jadwal dan rincian formasi final belum diumumkan per 11 Agustus 2025.

Rekomendasi untuk pelamar: persiapkan dokumen identitas, ijazah dan transkrip, serta terus update informasi di portal resmi. Jika ingin panduan persiapan seleksi berbasis kompetensi, pertimbangkan mengikuti bimbingan belajar resmi atau modul persiapan SKB/SKR.

Cek Pengumuman Resmi di SSCASN

 

Jessica Dimakan Paus Orca, Heboh Video yang Ternyata Hanya Hoaks Ciptaan AI

0

Bogordaily.net – Nama Jessica dimakan paus orca mendadak jadi buah bibir di media sosial. Sebuah video dramatis, viral di TikTok dan Facebook, mengklaim seorang pelatih lumba-lumba bernama Jessica Radcliffe tewas ditelan hidup-hidup oleh paus orca di Kamogawa Sea World, Jepang.

Video itu terlihat meyakinkan. Awalnya, sang pelatih memandu atraksi dengan tenang. Lalu, tiba-tiba orca raksasa itu membuka mulutnya—lebar sekali—dan menelan sang pelatih.

Terdengar teriakan panik: “Tolong aku, aku mohon tolong!”
Adegan itu seperti potongan film horor laut. Hanya saja, ini bukan film. Atau lebih tepatnya, bukan kenyataan.

Melansir Hindustan Times, tidak ada yang bernama Jessica Radcliffe di dunia pelatihan mamalia laut. Video itu ternyata hasil rekayasa kecerdasan buatan.

The Star Kenya bahkan menegaskan: tidak ada obituari, tidak ada pernyataan resmi, tidak ada laporan kecelakaan kerja. Semua nihil.

Jessica dimakan paus orca hanyalah cerita digital yang diciptakan AI—lengkap dengan detail menegangkan yang memancing emosi.

Tentu, meski kasus Jessica hanyalah hoaks, sejarah pernah mencatat tragedi nyata. Tahun 2010, pelatih SeaWorld Orlando, Dawn Brancheau, tewas setelah diserang orca bernama Tilikum.

Tragedi itu diabadikan dalam film dokumenter Blackfish (2013), yang mengguncang pandangan dunia soal penangkaran paus orca.

Bedanya, peristiwa Dawn terekam fakta dan saksi. Sementara kisah Jessica dimakan paus orca hanya meninggalkan pelajaran: di era AI, mata kita bisa dibohongi, hati kita bisa dipancing, dan kebenaran bisa terkubur oleh cerita yang terlalu dramatis untuk dicek kebenarannya.***

Polres Bogor Pastikan Kesiapan Peralatan Penanggulangan Bencana

0

Bogordaily.net – Polres Bogor melakukan pengecekan Alat Khusus (Alsus) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Bogor, pada Senin 11 Agustus 2025.

Sejumlah peralatan yang diperiksa meliputi boots, chain saw (gergaji mesin), sekop, kano (perahu dayung), jas hujan, dan ransus dapur umum.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kelengkapan serta kelayakan penggunaan peralatan dalam penanganan bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Bogor menjaga kesiapsiagaan personel dan peralatan.

“Wilayah Kabupaten Bogor memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, sehingga kesiapan alat khusus dan personel menjadi prioritas agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat,” kata AKBP Wikha, Senin 11 Agustus 2025.

Selanjutnya, Polres Bogor mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan.

“Segera laporkan kepada pihak kepolisian, BPBD, atau aparat desa setempat apabila terjadi tanda-tanda bencana, serta selalu siapkan perlengkapan darurat di rumah untuk mengantisipasi situasi darurat,” ungkapnya.***

Albin Pandita