Home Blog Page 676

Eksperimen Gunung Berapi Mini Bikin Siswa SD IT Ar-Rohmaniyah Antusias Belajar Sains

0

Bogordaily.net – Suasana belajar di kelas 3 Imam Hambali SD IT Ar-Rohmaniyah, Kelurahan Mekarwangi, hari ini penuh tawa dan antusiasme. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kelompok 3 menghadirkan kegiatan eksperimen sains bertema Volcano Eruption atau letusan gunung berapi mini.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep dasar gunung berapi secara interaktif dan menyenangkan. Menggunakan bahan sederhana seperti botol plastik, kardus, aluminium, soda kue, cuka, dan sabun cair, para siswa membuat simulasi letusan gunung berapi secara langsung.

“Seru banget! Ternyata gunung bisa meletus karena tekanan dari dalam,” ujar salah satu siswa dengan semangat setelah melihat lava buatan menyembur dari miniatur gunung hasil karya mereka. Sabtu 8 Agustus 2025.

Salah satu mahasiswa KKN, Febi, menjelaskan bahwa eksperimen ini bukan hanya memperkenalkan sains secara praktis, tetapi juga melatih kerja sama dan keterampilan berpikir kritis siswa.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami, khususnya dalam bidang IPA,” katanya.

Wali kelas 3 Imam Hambali turut mengapresiasi inisiatif tersebut.

“Anak-anak sangat senang. Ini pengalaman belajar yang tidak akan mereka lupakan. Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat mereka untuk mencintai ilmu pengetahuan sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN bertema “Edukasi dan Inovasi untuk Generasi Cerdas”.

Selain eksperimen sains, kelompok 3 KKN UIKA Bogor juga menyiapkan berbagai kegiatan lain seperti literasi, edukasi lingkungan, dan pembelajaran interaktif di sekolah-sekolah wilayah Kelurahan Mekarwangi.

Dengan eksperimen Volcano Eruption ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori dari buku, tetapi juga merasakan langsung proses ilmiah secara nyata dan menyenangkan.***

Penulis: Siti Nurlaila

Pagerawi 3 Kota Bogor Dorong Alumni Tetap Produktif Lewat Diskursus UMKM

0

Bogordaily.net – Paguyuban Alumni SMP PGRI 3 (Pagerawi 3) Kota Bogor menggelar kegiatan Diskursus UMKM dengan tema “Dari Berpenghasilan Tetap Menjadi Tetap Berpenghasilan” di D’Karamba Firs Farm, Griya Palem, Jalan Batu Hulung No. 7, Margajaya, Bogor Barat pada Sabtu 9 Agustus 2025.

Acara ini menghadirkan Owner Sipetek Food, Aang Permana, sebagai pembicara utama.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Aang mengangkat isu yang kerap dihadapi para alumni menjelang masa pensiun, yakni kekhawatiran akan hilangnya penghasilan tetap.

“Poin pembahasan utamanya adalah bagaimana caranya alumni yang sudah memasuki masa pensiun bisa tetap berpenghasilan. Entah melalui usaha, investasi, atau bidang lain yang sesuai minat dan pengalaman mereka,” ujar Aang.

Aang menekankan bahwa tidak ada usaha yang benar-benar “paling gampang” dijalankan. Menurutnya, peluang terbaik adalah bisnis yang dekat dengan minat, keterampilan, dan pengalaman pribadi.

Misalnya, jika seseorang memiliki latar belakang di bidang fashion, maka bisnis fashion akan lebih mudah dijalankan dibanding memulai usaha yang benar-benar baru.

Lebih lanjut, ia mendorong pentingnya membangun komunitas antar pelaku usaha.

“Banyak UMKM yang gulung tikar karena berjalan sendiri. Kalau ada komunitas, kita bisa saling sharing, berdiskusi, dan mencari solusi bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Aang juga memperkenalkan usahanya, Sipetek Food, yang bergerak di bidang olahan ikan dan lauk makan praktis.

Produk andalannya meliputi krispikan, abon tuna, abon ayam, hingga kentang mustofa.

Usaha ini berawal pada 2014 dari pengolahan ikan petek, hasil tangkapan Danau Cirata, Cianjur, yang sebelumnya sering terbuang.

“Awalnya saya melihat ikan petek dibuang begitu saja. Lalu saya coba olah jadi ikan crispy yang gurih dan bernilai jual. Kini penjualannya 95 persen dilakukan secara online dan menjangkau berbagai kota di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pagerawi 3, Ratih Widiastuti, yang mewakili Ketua Rizki Akbar, berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu kemajuan anggota yang memiliki usaha.

Ia juga memastikan bahwa diskursus UMKM akan menjadi agenda rutin tahunan Pagerawi 3.***

Ibnu Galansa

Wamendukbangga: 18 Ribu Kader Siap Jadi Ujung Tombak Distribusi MBG

0

Bogordaily.net – Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap jadi ujung tombak program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk Ibu Hamil, Ibu menyusui, Paud dan Balita terutama yang berusia di bawah 2 tahun.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat menghadiri acara diskusi Double Check yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) bekerjasama dengan Gempita, di Jakarta, (9/8).

Diskusi bertema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” ini juga menghadirkan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, dan Tenaga Ahli Utama PCO, Chacha Anisa.

Menurut Isyana, banyak langkah nyata yang telah dilakukan pemerintah untuk menyiapkan generasi emas 2045. Salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG).

“MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, juga anak balita dan paud. Itu yang tidak dihandle Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Isyana.

Di situlah peran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Karena programnya ada di BGN sementara Kemendukbangga punya kader yang siap digerakkan.

Selain kader PKB dan PLKB, Kemendukbangga juga kolaborasi dengan Kemenkes dan Kementerian Dalam Negeri membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur tenaga kesehatan (seperti bidan atau perawat), kader PKK, dan kader KB, yang jumlahnya mencapai 600 ribu se Indonesia

“Mereka ini ujung tombak distribusi MBG ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita terutama yang di bawah dua tahun,” ujar Isyana.

Pentingnya gizi untuk ibu hamil, menyusui dan balita terutama yang dibawah 2 tahun

Isyana juga mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang masuk dalam Asta Cita ke 4, memang harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga dan sedini mungkin.

Karena kebiasaan-kebiasaan itu dibangun dari keluarga, meski tiap keluarga punya dinamika yang berbeda” ungkapnya.

Isyana manambahkan, 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa krusial, yang sangat penting untuk mencegah stunting, dan 1.000 hari pertama itu tidak dimulai saat lahir tapi saat masih dalam kandungan. ***

Mahasiswa KKM IUQI Kelompok 24 Sukses Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzym dan Sabun Ramah Lingkungan di Desa Sadeng Kolot

Bogordaily.net — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Institut Ummul Quro (IUQI) Bogor, berhasil menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan eco enzym dan sabun ramah lingkungan di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan utama.

Kegiatan yang berlangsung pada, Sabtu, 9 Agustus 2025, dihadiri oleh ibu rumah tangga, ibu-ibu PKK dan kader Posyandu. Dalam pelatihan tersebut, para mahasiswa memberikan edukasi terkait pentingnya pengelolaan limbah organik dan nonorganik serta memperkenalkan cara pembuatan produk ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Materi pertama difokuskan pada pembuatan eco enzym, yaitu cairan serbaguna yang terbuat dari limbah kulit buah, gula, dan air, yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengharum ruangan. Selanjutnya, peserta juga diajarkan cara mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cair yang aman digunakan dan tidak mencemari lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat,” ujar ketua kelompok KKM.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja KKM IUQI yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi warga setempat.

Kesra Desa Sadeng Kolot, Ibu Wawah, menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar pelatihan semacam ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mahasiswa IUQI. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mudah diterapkan oleh warga kami,” ungkapnya.

Di akhir acara, peserta pelatihan diajak praktik langsung pembuatan eco enzym dan sabun, serta diberikan panduan tertulis agar dapat membuatnya kembali secara mandiri di rumah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sadeng Kolot dapat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah serta mampu mengembangkan produk ramah lingkungan secara mandiri sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan. ***

AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Kabupaten Gowa

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan melalui penguatan jaringan AgenBRILink di berbagai wilayah. Di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, AgenBRILink Podomoro Jaya yang dikelola oleh Syamsuardi sejak 2017 menjadi bagian dari jaringan BRI yang berperan aktif dalam menjembatani kebutuhan finansial masyarakat, terutama petani.

Syamsuardi sebelumnya berprofesi sebagai pelaut dan sempat merantau ke Jakarta. Setelah kembali ke kampung halamannya, ia melihat besarnya kebutuhan warga terhadap layanan keuangan yang mudah dijangkau. Melalui AgenBRILink Podomoro Jaya, ia mengembangkan usaha berbasis layanan perbankan yang terhubung dengan aktivitas harian warga, mulai dari transaksi setoran, penarikan tunai, pembayaran angsuran, hingga pembukaan rekening baru.

Layanan tersebut menjadi semakin penting saat musim panen tiba, ketika aktivitas ekonomi masyarakat melonjak. Syamsuardi mencatat peningkatan transaksi yang signifikan, terutama dari pelaku usaha lokal yang melakukan penarikan dalam jumlah besar.

“Kalau musim panen, transaksi di sini meningkat karena banyak pengepul gabah tarik tunai dalam jumlah besar, kadang bisa sampai seratus juta lebih sehari. Di luar itu, masyarakat juga rutin datang ke AgenBRILink untuk setor, tarik, bayar angsuran, bahkan buka rekening baru. Saya juga mulai arahkan untuk bertransaksi menggunakan kartu melalui EDC,” ungkap Syamsuardi.

Tak hanya fokus pada pelayanan, Syamsuardi juga memanfaatkan unit usahanya sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat yang baru tamat sekolah. Ia melihat pentingnya memberi pengalaman langsung bagi mereka yang ingin mulai mengenal dunia kerja.

“Anak-anak yang baru lulus SMA saya ajak belajar di tempat saya. Mereka bantu operasional, sambil saya ajarkan cara melayani, mengelola transaksi, dan bertanggung jawab. Biar mereka tahu dasar-dasarnya dulu dan terbiasa dengan lingkungan kerja,” tuturnya.

Selain menjalankan AgenBRILink, Syamsuardi juga berperan sebagai penyalur pupuk bersubsidi bagi petani di wilayahnya. Kombinasi dua peran ini memperluas kontribusinya, tidak hanya dalam mendukung aktivitas pertanian lokal, tetapi juga dalam memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga serta masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor produksi pangan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa salah satu kekuatan utama BRI adalah menjangkau lapisan masyarakat luas hingga plosok negeri melalui jaringan AgenBRILink.

“Hingga akhir Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 22,60% secara yoy. Agen-agen tersebut tersebar di 67 ribu desa, menjangkau seluruh penjuru negeri. Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp843 triliun atau tumbuh 9,85% yoy, menunjukkan peran yang vital dalam memberikan akses keuangan” jelas Akhmad. ***

Infrastruktur Jadi Prioritas, Camat Tanah Sareal Tinjau Proyek Pengaspalan

0

Bogordaily.net – Camat Tanah Sareal, Rokib Alhudry, melakukan diskusi sekaligus monitoring pelaksanaan pengaspalan jalan di Blok Sawo RW 13, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Jumat 8 Agustus 2025.

Kehadiran camat di lokasi pembangunan ini bertujuan memastikan kualitas pengerjaan jalan sesuai dengan rencana serta memberikan perhatian langsung terhadap aspirasi warga.

Rokib meninjau proses pengaspalan bersama perangkat Kelurahan, pengurus RW.

Rokib Alhudry menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas pemerintah Kecamatan untuk menunjang kelancaran mobilitas warga.

“Jalan lingkungan yang baik akan memberikan dampak positif pada perekonomian dan kenyamanan warga. Karena itu, kami ingin memastikan pengerjaan dilakukan sesuai standar dan tepat waktu,” ujarnya.

Proses pengaspalan di Blok Sawo ini merupakan bagian dari program peningkatan sarana prasarana wilayah di Kelurahan Sukadamai.

Selain memastikan kualitas lapisan aspal, monitoring juga mencakup ketepatan volume pekerjaan dan keamanan lingkungan selama proses berlangsung.

Rokib Alhudry menegaskan, pihaknya akan terus memantau pengerjaan hingga selesai, serta membuka ruang komunikasi bagi warga untuk menyampaikan masukan.

“Kami ingin semua program pembangunan berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tandasnya.***

Ibnu Galansa

Peraih Medali Emas SEA Games Beri Dukungan Penuh Revitalisasi GOR Pajajaran Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Dukungan terhadap pembangunan dan revitalisasi sarana olahraga di Kota Bogor terus mengalir dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari atlet kebanggaan Indonesia asli warga Kota Bogor David Sulaeman, peraih medali emas cabang olahraga Kempo pada ajang SEA Games 2013 di Myanmar.

David yang akrab disapa Senpai David ini menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana revitalisasi gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran Kota Bogor. Menurutnya, keberadaan GOR yang memadai dan representatif sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet dan meningkatkan budaya olahraga di kalangan generasi muda.

“Sebagai atlet yang tumbuh dari bawah, saya sangat memahami pentingnya fasilitas olahraga yang baik. Revitalisasi GOR Pajajaran Kota Bogor adalah langkah strategis dan harus mendapat dukungan penuh,” ujar David saat ditemui usai menghadiri pertemuan komunitas olahraga di Bogor, Kamis (8/8/2025).

Menurut David, banyak potensi atlet di Kota Bogor yang belum tergali secara maksimal karena terbatasnya fasilitas. Dengan adanya GOR Pajajaran yang lebih representatif, dia yakin akan lahir bibit-bibit unggul baru di berbagai cabang olahraga, termasuk Kempo.

“Kita tidak hanya bicara tentang prestasi, tapi juga bagaimana olahraga menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. GOR yang nyaman, modern, dan multifungsi akan menjadi pusat kegiatan yang positif bagi anak-anak muda,” tambahnya.

David juga mengajak para pemangku kebijakan di Kota Bogor, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, untuk mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana olahraga.

“Jangan tunda-tunda lagi. Kota Bogor punya sejarah panjang di bidang olahraga dan memiliki banyak talenta. Sudah saatnya kita bangun fondasi yang kokoh melalui fasilitas olahraga yang memadai,” tegasnya.

Selain sebagai atlet berprestasi, David juga aktif sebagai pelatih dan pembina di kegiatan olahraga bela diri KEMPO yang Tergabung dalam PERKEMI. Ia berharap keberadaan GOR baru nantinya bisa menjadi rumah bersama bagi seluruh cabang olahraga, bukan hanya untuk pertandingan tapi juga pembinaan, pelatihan, dan kegiatan komunitas.

“Revitalisasi GOR ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tapi tentang masa depan olahraga Kota Bogor. Saya pribadi siap terlibat dan mendukung semaksimal mungkin,” tutup Senpai David dengan semangat.

Rencana revitalisasi gedung GOR Pajajaran Kota Bogor sendiri kini tengah menjadi sorotan dan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya komunitas olahraga.

Dukungan dari tokoh-tokoh inspiratif seperti David Sulaeman diharapkan menjadi dorongan kuat agar pembangunan sarana olahraga ini segera terwujud demi kemajuan olahraga di Kota Hujan. ***

Saat UMKM Wastra Nusantara Jadi Penjaga Alam dan Penopang Ekonomi

0

Bogordaily.net – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melekat erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Para pengusaha UMKM pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi salah satu pilar penggerak penting bagi bangsa ini baik sebagai pelestari maupun penopang ekonomi.

Pengusaha UMKM berperan besar dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan bangsa. Pencapaian itu diwujudkan dua pengusaha UMKM, yakni Saree Ulos dan Batik Organik.

Saree Ulos dan Batik Organik punya semangat mengenalkan produk khas Indonesia berupa wastra Nusantara ramah lingkungan yang sekaligus mampu memberdayakan masyarakat.

Founder Saree Ulos Juliana Sianturi mulai berkecimpung dalam kreasi songket ulos dengan tekad memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan perajin tenun di Danau Toba.

Pada 2024, Juliana mengikuti program inkubasi Kementerian UMKM. Dari hanya fokus berjualan tenun, jiwa inovatif dalam diri Juliana tumbuh lewat program yang diinisiasi Kementerian UMKM.

Juliana mengkreasikan limbah pertanian menjadi bahan baku songket ulos dengan merek Saree Ulos. Limbah sawit, rami, pisang, dan nanas dimanfaatkan menjadi produk tenun yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi. Selembar tenun ini dihargai mencapai Rp9 juta.

Sebagai perintis songket ulos dari limbah sawit, Juliana memastikan para penenun mendapatkan keuntungan yang layak. Saree Ulos bermitra dengan 50 penenun. Mereka mendapatkan upah dari jasa tenun, serta jasa insentif sebesar 10 persen dari harga kain yang berhasil terjual.

“Ini kami aplikasikan ke songket ulos agar dapat dinikmati bukan hanya oleh masyarakat Batak, tapi juga semua kalangan,” ujar Juliana pada Kamis (7/8), dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta Internasional Convention Center, Jakarta.

Keunikan Saree Ulos membuat songket ulos dari limbah sawit menarik minat berbagai pihak, termasuk eksportir Indonesia yang biasa mengekspor produk ke Eropa dan Amerika.

Juliana kini punya tekad baru mengembangkan limbah pertanian menjadi bahan baku benang khas Indonesia untuk memproduksi berbagai wastra Nusantara. Dia berharap pemerintah bersinergi menghadirkan mesin pengolah limbah pertanian menjadi benang berkualitas. Kain alami dari limbah pertanian juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dalam rangka melindungi produk lokal.

“Kami berharap limbah pertanian bisa dimaksimalkan menjadi benang khas Indonesia yang dipasarkan ke dunia internasional, kemudian menjadi barang bernilai jual tinggi,” ujarnya dengan penuh harap.

Batik Organik

Senada, semangat melestarikan lingkungan dan menyejahterakan bangsa juga digaungkan pengusaha UMKM asal Bogor, Ana Khairani. Dia mendirikan usaha Batik Organik dengan konsep keberlanjutan pada 2013.

“Kami memiliki visi global ingin mendirikan pusat riset edukasi serat dan warna alam yang diwujudkan melalui kain batik,” tutur Ana yang turut menampilkan batiknya dalam ajang KKI 2025.

Ana bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berhasil mengekstrak daun, kulit buah, bunga, dan batang pohon menjadi pewarna alami batik. Batik Organik juga dibuat dengan kain dari serat alami kayu akasia, eucalyptus, katun, atau sutra eri. Serat ini bersifat biodegradable sehingga mudah terurai dalam tanah dan lebih ramah lingkungan.

Lewat Batik Organik, Ana juga membantu memberdayakan perempuan Indonesia. Batiknya menjadi karya inklusif buatan 54 ibu pembatik dari Desa Cipaku, Bogor. Para ibu mendapat edukasi, kaderisasi, dan pelatihan membatik.

Keberhasilan Ana menciptakan batik ramah lingkungan tak lepas dari dukungan Kementerian UMKM. Dia mengikuti program Entrepreneur Development yang memberikan pembinaan berupa peningkatan kapasitas produksi dan mentoring bisnis.

Menurutnya, Kementerian UMKM telah berperan penting dalam menumbuhkan semangat berinovasi, meningkatkan reputasi baik dan penjualan Batik Organik. Ana juga mendapat perlindungan legalitas, perluasan akses pasar, serta kesempatan tampil ke publik.

“Kami bersyukur program ini berkelanjutan dan masih menjadi ekosistem bisnis pendukung dalam berjejaring dan berkolaborasi dengan pihak lain,” ujar Ana.

Saree Ulos dan Batik Organik menjadi contoh UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya sekaligus mencintai lingkungan dan menyejahterakan bangsa Indonesia. ***

Chery Resmikan Dealer Ke-53 di Bogor, Targetkan Ekspansi Agresif Kuasai Pasar Otomotif Jawa Barat

0

Bogordaily.net – Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, terus menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jaringan penjualan dan layanannya di Indonesia.

Melalui PT Chery Sales Indonesia (CSI), Chery resmi membuka dealer baru di Kota Bogor pada Jumat, 8 Agustus 2025, bekerja sama dengan mitra strategisnya, PT Avante Eksa Mobilindo. Dealer yang diberi nama Chery Avante Bogor ini berlokasi di kawasan strategis Jalan Sholeh Iskandar, Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, dan menjadi dealer ke-53 secara nasional.

Peresmian dealer ini bukan hanya sekadar penambahan cabang, tetapi juga bagian dari strategi ekspansi agresif Chery untuk menjangkau pasar otomotif potensial di wilayah Jawa Barat, khususnya Bogor yang dikenal sebagai salah satu kota penyangga ibu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Fokus Strategis di Wilayah Padat dan Potensial

Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan, mengungkapkan bahwa hadirnya Chery Avante Bogor merupakan tonggak penting dalam roadmap ekspansi perusahaan di tahun 2025.

Dealer ini juga menjadi cabang keempat dari PT Avante Eksa Mobilindo setelah sebelumnya sukses mengoperasikan cabang di BSD City (Tangerang), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Kuta (Bali).

“Chery Avante Bogor hadir sebagai bentuk komitmen kami dalam membangun jaringan yang kuat dan menjangkau konsumen lebih dekat. Jawa Barat, khususnya Bogor, adalah pasar yang sangat dinamis dan berkembang pesat. Oleh karena itu, kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendekatkan diri dengan konsumen,” jelas Rifkie saat diwawancarai usai seremoni pembukaan dealer.

Rifkie menambahkan bahwa Kota Bogor dipilih karena letaknya yang strategis, berada di jalur penghubung utama antara Jakarta dan wilayah selatan Jawa Barat. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan karakteristik masyarakatnya yang aktif serta modern, dinilai sangat sesuai dengan segmen kendaraan yang ditawarkan oleh Chery.

“Bogor memiliki basis konsumen yang beragam, mulai dari keluarga muda hingga para profesional yang membutuhkan kendaraan dengan performa tinggi, desain stylish, dan fitur teknologi terkini. Kami yakin produk-produk Chery seperti Tiggo Series dan Omoda akan mendapat sambutan positif di sini,” lanjutnya.

Komitmen Pelayanan Prima dan Target 80 Dealer Nasional

Lebih jauh, Rifkie menegaskan bahwa kehadiran dealer baru ini tidak hanya fokus pada penjualan unit kendaraan, tetapi juga mengedepankan pelayanan menyeluruh kepada konsumen. Chery Avante Bogor akan dilengkapi dengan fasilitas penjualan (sales), layanan purna jual (after-sales service), hingga ketersediaan suku cadang (spare part) yang cepat dan terpercaya.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang menyenangkan dan bebas repot bagi pelanggan kami. Mulai dari proses pembelian yang transparan, konsultasi profesional, hingga layanan perawatan kendaraan yang memadai. Semua kami siapkan untuk membangun loyalitas jangka panjang,” ucapnya.

Dengan diresmikannya dealer ke-53 ini, Chery menargetkan pencapaian besar hingga akhir tahun 2025, yakni menghadirkan total 80 jaringan dealer di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung visi Chery dalam menempati posisi tiga besar merek otomotif terlaris di pasar nasional.

“Kami optimis bisa mencapai target tersebut. Apalagi tren permintaan kendaraan terus meningkat, dan Chery hadir dengan value yang sangat kompetitif. Kami akan terus berinovasi dan mendengarkan kebutuhan pasar,” pungkas Rifkie.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Chery juga menyatakan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekosistem otomotif lokal.

Dengan menggandeng mitra lokal seperti Avante Eksa Mobilindo, Chery berharap dapat menciptakan dampak ekonomi positif, termasuk membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor pendukung seperti bengkel, logistik, dan pelatihan teknisi otomotif bersertifikasi.

Dealer Chery Avante Bogor diharapkan tidak hanya menjadi pusat penjualan, tetapi juga ruang edukasi otomotif modern bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya.

One Way & Ganjil Genap Diterapkan, Ini Jadwal Buka Tutup Puncak Sabtu 9 Agustus 2025

0

Bogordaily.net – Polres Bogor kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak menjelang akhir pekan. Jadwal buka tutup Puncak Sabtu 9 Agustus 2025 resmi diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang kerap terjadi pada Sabtu dan Minggu.

Aturan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 84 Tahun 2021 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Selain itu, skema ganjil genap juga mulai diberlakukan pada Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 14.00 WIB dan berlaku hingga Minggu malam.

Jadwal One Way Jalur Puncak Sabtu 9 Agustus 2025

Untuk memecah kepadatan arus kendaraan, rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) akan diterapkan secara kondisional dengan jadwal sebagai berikut:

Arah Naik ke Puncak (dari Jakarta):

  • Pukul 07.00 – 12.00 WIB
  • Jalur Puncak dibuka satu arah menuju Puncak dari arah Jakarta.
  • Kendaraan dari arah atas (Puncak ke Jakarta) akan ditahan sementara.

Arah Turun ke Jakarta (dari Puncak):

  • Pukul 12.30 – 18.00 WIB
  • Jalur dibuka satu arah menuju Jakarta dari arah Puncak.
  • Kendaraan dari arah bawah (Jakarta ke Puncak) akan ditahan sementara.

Catatan: Jadwal one way dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Petugas berwenang menyesuaikan waktu pelaksanaan sesuai volume kendaraan atau kondisi darurat.

Jadwal Ganjil Genap di Jalur Puncak

Kebijakan ganjil genap berlaku mulai Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 10 Agustus 2025 pukul 24.00 WIB.

  • Pada tanggal ganjil (misalnya 9 Agustus 2025), hanya kendaraan dengan plat nomor ganjil yang boleh melintas.
  • Pada tanggal genap, hanya kendaraan dengan plat nomor genap yang diperbolehkan melintas.

Aturan ini berlaku di sepanjang Jalur Puncak, mulai dari Simpang Gadog hingga Tugu Lampu Gentur, Cianjur.

Tips Pengendara: Hindari Kemacetan

Masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata Puncak disarankan:

  • Mengecek jadwal buka tutup Puncak Sabtu 9 Agustus 2025 secara berkala di kanal resmi Satlantas Polres Bogor atau media sosial.
  • Mengatur waktu keberangkatan sesuai dengan arah one way.
  • Menyesuaikan nomor plat kendaraan dengan jadwal ganjil genap untuk menghindari tilang.

Penutup

Dengan penerapan jadwal buka tutup Puncak Sabtu 9 Agustus 2025 serta sistem ganjil genap dan one way, diharapkan arus lalu lintas tetap lancar dan aman bagi seluruh pengendara. Tetap ikuti arahan petugas di lapangan dan utamakan keselamatan dalam perjalanan.***