Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 685

Masih Pakai Ban Biasa? Cek Dulu Keunggulan Ban Tubeless Ini!

0

Bogordaily.net – Banyak pengendara motor maupun mobil masih bingung saat memilih jenis ban untuk kendaraannya. Dua jenis ban yang paling umum digunakan adalah ban tubeless dan ban biasa (tube type).

Meski sekilas terlihat sama, keduanya punya perbedaan mendasar dari segi struktur, keamanan, hingga cara perawatan.

1. Struktur dan Komponen

Ban tubeless tidak memiliki ban dalam, karena bagian dalam ban dirancang khusus untuk menahan tekanan udara langsung.

Di sisi lain, ban biasa masih menggunakan ban dalam (tube), di mana udara disimpan dalam lapisan terpisah yang terpasang di dalam ban.

Strukturnya cenderung lebih modern dan simpel, sedangkan ban biasa lebih konvensional dan membutuhkan pemasangan dua komponen sekaligus ban luar dan ban dalam.

2. Keamanan dan Ketahanan Bocor

Keunggulan utama ban tubeless adalah ketahanannya terhadap kebocoran mendadak. Jika tertusuk benda tajam, udara akan keluar perlahan, memberi waktu pengendara untuk berhenti dengan aman.

Sementara itu, pada ban biasa, tusukan kecil saja bisa menyebabkan ban langsung kempis dan berisiko saat melaju dengan kecepatan tinggi.

3. Perawatan dan Penambalan

Tubeless jauh lebih praktis dalam hal penambalan. Anda cukup menggunakan cairan sealant atau alat tambal tubeless tanpa harus membongkar seluruh ban.

Sedangkan ban biasa umumnya harus dibuka dari pelek dan ban dalam harus ditambal secara manual.

Namun, ban biasa bisa lebih mudah diperbaiki di bengkel-bengkel kecil, terutama di daerah yang belum umum menggunakan teknologi tubeless.

4. Bobot dan Efisiensi Bahan Bakar

Karena tidak memakai ban dalam, tubeless lebih ringan, sehingga bisa membantu sedikit dalam efisiensi bahan bakar dan kinerja kendaraan.

Selain itu, gesekan antara ban dalam dan luar yang ada di ban biasa juga bisa menyebabkan panas berlebih dan mempercepat keausan ban.

5. Harga dan Ketersediaan

Dari segi harga, tubeless cenderung lebih mahal daripada biasa. Namun, dengan perawatan yang lebih mudah dan umur pakai yang umumnya lebih lama, ban tubeless bisa dianggap lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Sementara itu, ban biasa masih banyak digunakan oleh kendaraan di daerah pedesaan atau motor bebek lama karena harganya yang lebih terjangkau dan mudah didapatkan.

Jika kamu sering berkendara di perkotaan dengan kecepatan tinggi dan ingin praktis dalam perawatan, ban tubeless adalah pilihan terbaik.

Namun, jika kamu lebih sering melewati jalan rusak atau berada di daerah dengan fasilitas bengkel terbatas, ban biasa masih cukup layak digunakan.***

Cigudeg, Ditetapkan Jadi Calon “Ibu Kota Baru” Kabupaten Bogor Barat

0

Bogordaily.net – Pemekaran Kabupaten Bogor Barat menyala lagi.

Tiga puluh tahun. Waktu yang sangat cukup untuk membesarkan seorang anak jadi profesor.

Tapi ternyata, untuk melahirkan satu kabupaten baru, waktu selama itu pun belum cukup.

Baru kemarin. Tepatnya Kamis, 22 Mei. Ada angin segar bertiup dari Pendopo Bupati Bogor, Cibinong.

Bupati Rudy Susmanto akhirnya buka suara. “Mulai 2026, anggaran untuk membangun infrastruktur Bogor Barat akan kami siapkan,” katanya.

Lama dinanti. Diperjuangkan berkali-kali. Bahkan sempat dianggap mimpi yang layu sebelum berkembang. Tapi kini, sinyalnya lebih terang.

Cigudeg. Nama itu bukan lagi sekadar kecamatan di ujung barat Kabupaten Bogor. Ia akan jadi “Jakarta”-nya Bogor Barat. Pusat pemerintahan. Pusat administrasi. Mungkin juga nanti, pusat ekonomi.

“Sudah diputuskan. Cigudeg jadi ibu kota. Jangan ada lagi spekulasi,” ujar Rudy. Tegas. Singkat. Seolah ingin memotong rumor liar yang beredar di lapangan.

Tapi memang, belum semua jelas. Lokasi pusat pemerintahan misalnya. Masih akan dibicarakan. Luas lahan juga belum dipatok. Tapi semangatnya: mulai digarap tahun ini. Targetnya: legalitas tuntas sebelum 2025 tutup buku.

Lalu 2026, pembangunan dimulai. Dimulai dari yang paling penting: kantor bupati. Mungkin belum megah. Mungkin masih sederhana. Tapi cukup untuk jadi simbol: bahwa pemekaran bukan lagi wacana. Ini sudah masuk tahap nyata.

Infrastruktur dasar lain pun harus menyusul. Jalan. Kantor layanan. Cetak KTP. Cetak KK. Sederhana, tapi itulah denyut awal sebuah pemerintahan.

Masalahnya: moratorium. Pemerintah pusat masih menahan pembentukan daerah otonomi baru. Tapi Rudy tampaknya tidak ingin menunggu terlalu lama.

“Kalau pun moratorium belum dicabut, ya kantor itu bisa dipakai presidium dulu. Jadi pusat kegiatan,” katanya.

Logis. Daripada menunggu tak pasti, lebih baik siapkan semuanya dari sekarang. Kalau Jakarta nanti bilang “jalan!”, Bogor Barat sudah siap melaju.

Dan kantor-kantor itu, siapa tahu, bisa jadi embrio pertumbuhan ekonomi baru. Karena memang, semua kota besar—dulu—selalu bermula dari kantor dan pasar.

Tiga puluh tahun itu lama. Tapi 2026 tinggal dua tahun lagi. Waktu itu akhirnya datang juga. Cigudeg tinggal bersiap. Sejarah baru akan ditulis di sana.***

Viral, Netizen Resah Terima Uang dari Pinjol

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial tengah diramaikan keluhan dari sejumlah warganet yang mengaku menerima uang tiba-tiba dari aplikasi pinjaman online (pinjol) tanpa pernah mengajukan pinjaman.

Kasus ini pun langsung menjadi perhatian publik dan memicu kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan data.

Langkah OJK

Merespons fenomena tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat dengan memanggil PT Kredit Utama Fintech Indonesia, perusahaan penyelenggara layanan pinjaman online Rupiah Cepat, untuk dimintai klarifikasi.

Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyampaikan bahwa OJK telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait kejadian uang dari pinjol tanpa pinjam tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 22 Mei 2025, OJK menegaskan telah memanggil pihak Rupiah Cepat untuk memberikan penjelasan.

OJK juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menerima tawaran pinjaman dari entitas manapun.

Solusi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi seperti password dan one time password (OTP) agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa atau menemukan indikasi pelanggaran, OJK meminta agar segera melapor melalui layanan resmi seperti Kontak OJK 157, WhatsApp di nomor 081-157-157-157, atau Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa di era digital, menjaga keamanan data pribadi sama pentingnya dengan menjaga dompet fisik.***

“Nyaah Ka Indung”, Disdik Kota Bogor Tunjukkan Kepedulian pada Ibu Lansia

0

Bogordaily.net – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hendres Deddy Nugroho, melakukan kunjungan ke Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, sebagai bagian dari Program “Nyaah Ka Indung”.

Salah satu agenda kunjungan ini adalah menyambangi kediaman Ibu Rukiyati, seorang lansia yang tinggal di RT 02 RW 04.

Program “Nyaah Ka Indung” digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menumbuhkan kepedulian, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), terhadap kaum ibu yang telah lanjut usia.

Inisiatif ini bertujuan memberikan dukungan moral dan sosial bagi ibu-ibu yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Hendres menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya terbatas pada penyusunan kebijakan, melainkan juga melalui tindakan langsung yang menyentuh masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa negara hadir di tengah rakyatnya, terutama untuk menghargai peran para ibu dalam membentuk generasi penerus bangsa,” kata Hendres, Jum’at 23 Mei 2025.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Selain pemberian bantuan simbolis, momen tersebut digunakan untuk menyerap masukan dari masyarakat, khususnya para lansia perempuan, sebagai bahan pertimbangan dalam merancang program sosial dan pendidikan yang lebih merata.

Program “Nyaah Ka Indung” sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mendukung agenda Provinsi Jawa Barat, yang fokus pada peningkatan kebahagiaan dan kualitas hidup keluarga, dengan menempatkan ibu sebagai fondasi utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.***

(Ibnu Galansa)

Diskominfo Kota Bogor Gelar Bimtek KIM dan Pemanfaatan Medsos

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis 22 Mei 2025.

Acara yang dihadiri Ketua KIM di 68 kelurahan maupun yang mewakili dibuka Sekretaris Diskominfo Kota Bogor, Oki Tri Fasiasta Nurmala Alam didampingi Kepala Bidang IKP, Dian Intannia Lesmana.

Acara ini merupakan hari kedua dari rangkaian Bimbingan Teknis Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dalam laporannya, Kepala Bidang IKP, Dian Intannia Lesmana menyampaikan, dasar hukum pelaksanaan bimtek bagi KIM secara umum adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren di bidang komunikasi dan informatika.

Ia menekankan bahwa KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendiseminasikan informasi kepada masyarakat.

Di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial menjadi instrumen penting dalam mendukung penyebaran informasi secara cepat, luas, dan efektif.

Oleh karena itu, Diskominfo Kota Bogor mengadakan kegiatan Peningkatan Kemitraan Komunikasi dengan KIM dan Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk memperkuat kapasitas anggota KIM dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi publik.

Sekretaris Diskominfo Kota Bogor, Oki Tri Fasiasta Nurmala Alam menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan KIM sebagai mitra komunikasi publik, memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada anggota KIM dalam penggunaan media sosial, mendorong KIM menjadi agen informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kelompok atau komunitas informasi masyarakat yang produktif serta mampu merintis secara bertahap, mandiri, dan aktif di lingkungan masing-masing,” kata Oki dalam sambutannya.

Paparan materi disampaikan dua narasumber. Depi Agung Setiawan, dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat, yang membahas pentingnya pola kemitraan komunikasi antara pemerintah dan KIM sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi kepada Masyarakat.

Sementara itu, Febriula Sindisari, Manajer Produksi Harian Metropolitan, memberikan pelatihan praktis terkait pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram.

Materi meliputi tips membuat konten menarik dan informatif serta praktik penggunaan aplikasi desain grafis seperti Canva.***

Harvard Nobatkan Indonesia Negara Terbaik di Dunia

0

Bogordaily.net – Universitas Harvard nobatkan Indonesia sebagai negara terbaik di dunia.

Pasti kaget membaca ini, tapi juga senang dan juga curiga, tapi penobatan itu dari Universitas Harvard.

Ya. Harvard. Kampus yang hanya menyebut namanya saja sudah bikin orang mengangguk. Yang kuliah di sana bisa langsung naik harga dirinya.

Studi ini bukan main-main. Dilakukan di enam benua. 203.000 orang dari 40 bahasa dan budaya ikut menjawab.

Ini riset tentang kesejahteraan manusia. Bukan soal GDP. Bukan juga soal utang negara. Tapi soal: bahagia atau tidak.

Dan Indonesia? Nomor satu.

Di atas Israel. Di atas Meksiko. Bahkan jauh di atas Jepang.

Dan ternyata yang dinilai bukan hal-hal biasa. Tapi hal-hal yang sederhana tapi menentukan: Apakah Anda merasa hidup Anda bermakna? Apakah Anda merasa sehat, punya teman dekat, merasa aman secara finansial, dan merasa dekat dengan Tuhan?

Dari situ, Harvard menyimpulkan: orang Indonesia hidupnya lebih “berkembang” (flourishing) dibanding warga negara lain.

Profesor Tyler VanderWeele—yang memimpin studi ini—sampai mengaku kaget. Katanya, “Kondisi keuangan semata ternyata tidak menjamin kemakmuran.”

Penghasilannya mungkin tidak besar. Tapi setiap pagi tukang sayur di Indonesia selalu menyapa dengan senyum lebar. Tertawa. Bercanda.

Sedangkan Jepang. Negara kaya. Umur panjang. Teknologi tinggi. Tapi paling bawah di daftar ini.

Ternyata, kata Harvard, banyak orang Jepang yang menjawab tidak saat ditanya apakah mereka punya teman dekat.

Mereka tidak merasa hidupnya punya makna. Terlalu banyak bekerja, terlalu sedikit tertawa.

Sedangkan Indonesia? Walau kadang harus ngutang buat beli galon, tapi masih bisa ketawa waktu nonton TikTok. Masih punya waktu kumpul keluarga. Masih sempat kirim doa di grup WhatsApp alumni.

Harvard akhirnya bertanya juga: apakah model pembangunan selama ini salah arah?

Belum ada jawaban dari penelitian ini. Tapi tahu satu hal yang pasti: kalau orang Indonesia sudah bahagia seperti ini saat infrastrukturnya belum semua jadi, bagaimana kalau semua jalan sudah mulus, semua sekolah sudah bagus, dan semua pejabat berhenti korupsi?

Mungkin Indonesia bukan hanya jadi negara terbaik di dunia dalam bidang juara kesejahteraan. Mungkin juara dunia betulan.***

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian Jumat 23 Mei 2025

0

Bogordaily.net – Harga emas logam mulia (LM) Antam yang dijual per gram oleh Pegadaian pagi ini per gram semakin turun dibanding sebelumnya, Jumat 23 Mei 2025.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Jumat 23 Mei 2025

Segini harga emas produksi Antam :

Harga Emas Antam di Pegadaian 0,5 gram: Rp 1.050.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 1 gram : Rp 1.995.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 2 gram: Rp 3.927.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 5 gram: Rp 9.738.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 10 gram: Rp 19.418.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 25 gram: Rp 48.415.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 50 gram: Rp 96.747.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 100 gram: Rp 193.413.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 250 gram: Rp 483.258.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 500 gram: Rp 966.298.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 1000 gram: Rp 1.932.554.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Jumat 23 Mei 2025.***

Cegah Kasus Mama Khas Banjar Terulang, Kementerian UMKM Perkuat Koordinasi Legalitas dan Pelindungan Usaha Mikro

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan fasilitasi perizinan dan standardisasi produk melibatkan stakeholder terkait di antaranya Kementerian/Lembaga, Dinas yang membidangi UMKM, dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia untuk memperkuat legalitas dan pelindungan usaha mikro.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik saat memberikan sambutan dalam acara rapat koordinasi tersebut di Jakarta, Rabu (21/5) mengatakan, hingga saat ini banyak UMKM yang masih belum memiliki legalitas dan standardisasi produk sehingga cenderung tidak terlindungi secara hukum dengan memadai.

“Masih banyak pengusaha mikro yang rendah literasinya terkait legalitas usaha. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap persoalan hukum yang berpotensi mengancam kelangsungan usahanya,” kata Riza Damanik.

Riza mencontohkan kasus hukum “Mama Khas Banjar” yang menyeret pengusaha UMKM oleh-oleh di Banjarbaru, Kalimantan Selatan karena diduga tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa. Terkait hal tersebut, pemerintah berpandangan bahwa dalam penegakan hukum atas pelanggaran itu harus mengedepankan aspek pembinaan terhadap UMKM.

“Oleh karena itu dalam rangka melindungi konsumen sekaligus menumbuhkan dunia usaha, Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah akan terus memperkuat pembinaan terhadap UMKM,” kata Riza.

Selanjutnya, kata Riza, pemerintah juga mengimbau agar UMKM dalam menjalankan usahanya harus senantiasa mematuhi perizinan dan pemenuhan standardisasi produk sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Sebagai upaya pencegahan agar kasus tersebut tidak terulang, Kementerian UMKM, terus mendorong percepatan formalisasi usaha mikro melalui penyederhanaan perizinan berbasis risiko dan fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB),” kata Riza.

Lebih jauh, pihaknya juga menggelar kegiatan Festival Pelindungan dan Kemudahan Usaha Mikro sebagai bentuk nyata pelayanan terpadu dan pemberdayaan usaha mikro.

Festival ini menjadi ruang interaktif yang menjembatani pengusaha mikro dengan layanan pemerintah, edukasi hukum, dan dukungan pengembangan usaha di berbagai daerah dengan melibatkan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Festival ini menghadirkan layanan pendaftaran dan penerbitan NIB langsung di lokasi, klinik konsultasi hukum dan perizinan usaha, edukasi perlindungan konsumen dan standar keamanan produk, hingga dialog publik antara pengusaha mikro dan pemangku kebijakan.

“Ini merupakan salah satu langkah konkret untuk memastikan usaha mikro Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Legalitas bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi bagian dari pemberdayaan dan peningkatan produktivitas usaha,”kata Riza.

Ia berharap dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor dan layanan yang mendekat ke masyarakat, diharapkan usaha mikro dapat tumbuh dalam ekosistem yang terlindungi, berkelanjutan, serta memiliki daya saing untuk naik kelas.***

Atasi Sampah, Bupati Bogor Akan Ubah Pengelolaan Sampah di TPA Galuga dari Open Damping jadi Sanitary Landfill

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto akan optimalkan Penanganan Sampah dan Kolaborasi Pengelolaan TPA Galuga dengan mengubah sistem open dumping di Galuga menjadi pengelolaan berbasis sanitary landfill dan teknologi yang lebih modern bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Hal ini disampaikan Bupati saat melaksanakan kegiatan BBGRM di Kecamatan Citeureup pada Kamis (22/5/25).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor telah bersepakat untuk menyusun konsep bersama pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Bogor dan jajaran. Saat ini kita sedang menyusun konsep teknis bersama untuk mengubah sistem open dumping di Galuga menjadi pengelolaan berbasis sanitary landfill dan teknologi yang lebih modern,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bogor tidak hanya mengarah pada konsep waste to energy semata, tetapi fokus pada solusi yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Rudy Susmanto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menata wilayah, memperkuat kerukunan, serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Ini momentum kita merajut kebersamaan untuk menata wilayah, menata kota, dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penanganan sampah dan lingkungan ini dapat dilakukan dengan menggaungkan kembali budaya gotong royong yang dilaksanakan secara serentak di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Rudy Susmanto turut mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam melakukan perubahan signifikan di Pasar Citeureup. Menurutnya, perubahan ini dimulai dari kesadaran kolektif warga dan para pedagang yang aktif membersihkan lingkungan dan menata area pasar.

“Penataan ini bukan karena intervensi pemerintah, tetapi lahir dari semangat masyarakat yang ingin perubahan. Kami, pemerintah, hanya mendampingi dan memfasilitasi,” ungkapnya.

Sejumlah langkah penataan juga dilakukan, seperti relokasi PKL terutama di wilayah Kecamatan Citeureup dalam area pasar yang difasilitasi oleh Perumda Pasar Tohaga serta pembukaan akses jalan yang sebelumnya tertutup pedagang. Ke depan, aset ruko milik Pemkab Bogor akan disulap menjadi shelter angkutan umum dan sentra kuliner untuk mendukung UMKM lokal.

Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemkab Bogor akan merevitalisasi bangunan Ruko yang semula bernama Ruko Indah, dan rencananya akan diubah menjadi Ruko Pangeran Sake berdasarkan aspirasi masyarakat.

Selain itu, pemerintah sedang mengkaji pemasangan ornamen ikonik di Simpang Tiga depan Polsek Citeureup guna memperlancar arus lalu lintas dan mencegah kendaraan umum berhenti sembarangan (ngetem).

“Kita ingin pembangunan wilayah ini berangkat dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Ini bentuk partisipatif yang kami jaga dan dukung,” tutup Bupati Rudy.***

Dedi Mulyadi Balas Kritik Rocky Gerung Soal Politik Visual dengan Kedangkalan

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tampaknya tak tinggal diam menanggapi kritik tajam Rocky Gerung yang disampaikan dalam sebuah diskusi bersama Karni Ilyas.

Dalam perbincangan yang turut dihadiri sejumlah narasumber, Rocky Gerung menyebut politik Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—sebagai contoh dari apa yang ia sebut “kedangkalan”.

“Ada satu prinsip yang menerangkan bagaimana orang mengonsumsi kedangkalan, Society of the Spectacle. Gimana bahasa Indonesianya, masyarakat yang doyan nonton kedangkalan,” ujar Rocky, mengutip teori dari Guy Debord yang mengkritik budaya masyarakat modern yang lebih terpikat pada penampilan ketimbang makna.

Menurut Rocky, fenomena ini tampak jelas dalam pendekatan politik Dedi Mulyadi maupun Presiden Joko Widodo.

Bagi Rocky, keduanya bukan menjual gagasan, melainkan visualisasi yang membius publik.

“Jadi kita lagi menonton orang jualan komoditas yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi,” kata Rocky. Ia melanjutkan, “Tapi dalam politik, orang mau ukur visualisasi itu demi apa, kalau visinya dangkal.”

Dedi Mulyadi memilih untuk tidak menanggapi dengan panjang lebar. Lewat satu kalimat yang diunggah di akun Instagram resminya, Dedi memberi balasan yang bernuansa sindiran, namun terasa dalam.

“Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal tapi menghasilkan hamparan tanaman daripada mengaku pikirannya dalam hanya membuat banyak orang tenggelam,” tulisnya.

Pernyataan Dedi tampak seperti lebih dari sekadar pembelaan diri. Ia menggiring opini ke arah berbeda: dari perdebatan filsafat dan estetika menuju persoalan konkret yang bisa disentuh.

Di tengah sengkarut wacana politik yang kian abstrak, Dedi tampaknya ingin mengingatkan bahwa hasil nyata—seperti tanaman yang tumbuh—lebih penting ketimbang sekadar kedalaman pikiran yang membingungkan.

Dalam lanskap politik hari ini, mungkin publik tak hanya ingin berpikir. Mereka juga ingin melihat. Dan dalam hal ini, Dedi Mulyadi tahu betul cara tampil.***