Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 691

Dua Kendaraan Adu Banteng di Jalan Raya Padjajaran, Mobil Terbalik Usai Tabrakan

Bogordaily.net – Dua kedaraan roda empat adu bantreng di Jalan Raya Padjajaran, tepatnya di depan restoran Midori, kawasan Kecamatan Bogor Tengah, pada Rabu pagi, 21 Mei 2025, sekitar pukul 07.40 WIB.

Akibat kecelakaan ini, satu unit mobil terbalik dan beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kejadian ini sontak menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang tengah melintas di jam sibuk. Berdasarkan informasi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor, kecelakaan tersebut melibatkan dua mobil jenis Daihatsu Ayla.

Satu mobil berwarna hitam dengan nomor polisi F 1412 RH, sementara kendaraan lainnya berwarna merah dengan nomor polisi B 1743 KRV.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, AKP Santi, menjelaskan bahwa insiden ini diduga disebabkan oleh kelalaian pengemudi.

“Kedua kendaraan datang dari arah Marwan menuju arah Warung Jambu. Diduga pengemudi mobil Daihatsu Ayla hitam kurang hati-hati dan tidak mengantisipasi kondisi lalu lintas di depannya sehingga menabrak bagian samping kiri belakang mobil Daihatsu Ayla merah yang berada di depannya,” jelas AKP Santi kepada Bogordaily.net.

Akibat tabrakan itu, mobil berwarna hitam kehilangan kendali dan akhirnya terguling di badan jalan.

Beberapa penumpang yang berada di dalam mobil tersebut mengalami luka ringan hingga sedang, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Azra oleh warga sekitar dan petugas kepolisian untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

“Selain menyebabkan korban luka, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan cukup serius di bagian bodi,” katanya.

Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan selama beberapa waktu, terutama karena posisi mobil yang terbalik menghalangi sebagian jalur.

Petugas kepolisian bersama tim Satlantas segera melakukan evakuasi kendaraan serta pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.

(Ibnu Galansa)

DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Visi Berantas Minol Ilegal

0

Bogordaily.net – Menjamurnya penjualan minuman beralkohol (minol) ilegal di Kota Bogor semakin meresahkan masyarakat. Selain menjadi akar permasalahan dari berbagai tindakan kejahatan, penjualan minuman haram ini bahkan sampai memakan korban jiwa.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor sepakat untuk memberantas peredaran minol ilegal.

Hal ini digambarkan dengan gencarnya dilakukan penindakan berupa penyitaan sampai penyegelan kios-kios yang kedapatan menjual minol ilegal.

Tak sampai situ saja, Komisi I DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Wakil Wali Kota Bogor menggelar rapat terpadu dengan agenda menyusun strategi pemberantasan minol di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis 17 Mei 2025.

Berdasarkan hasil rapat, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar, menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor berkomitmen untuk memberantas peredaran minol ilegal.

Dengan adanya Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Perwali nomor 121 tahun 2022, menurut Karnain sudah cukup untuk menjadi pedoman pemberantasan minol ilegal.

“Pak Wakil Wali Kota dan DPRD Kota Bogor melalui Komisi Satu sepakat bahwa semua peredaran minol yang ilegal, yang di luar ketentuan perizinan dari regulasi yang kita miliki semua harus ditindak dengan penertiban yang konsekuen dan konsisten,” kata Karnain.

Karnain mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima oleh Komisi I DPRD Kota Bogor, sejauh ini hanya ada empat hotel yang mengantongi izin untuk menjual minuman beralkohol golongan B dan C.

Sehingga ia juga meminta ke Pemerintah Kota Bogor untuk melakukan sosialisasi aturan yang ada kepada setiap pelaku usaha dan masyarakat luas.

Sehingga, setiap penjual minol harus mengantongi legalitas dan masyarakat berperan aktif dalam mengontrol lingkungan dari kegiatan penjualan minol ilegal.

Dengan sosialisai yang merata, diharapkan tidak ada lagi peredaran minol ilegal dan Pemerintah Kota Bogor dapat mengawasi secara utuh penjualan minol.

“Kami ingin menciptakan kondisi masyarakat Kota Bogor yang tertib, aman, tenang dan nyaman. Sehingga aturan yang sudah jelas dan ada harus disosialisasikan, agar pengusaha-pengusaha pun bisa mematuhinya,” ungkap Karnain.

Dalam rapat tersebut, Karnain pun menyerahkan data yang berisikan lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan minol ilegal di seluruh Kota Bogor.

Informasi itu berhasil dihimpun oleh Komisi I DPRD Kota Bogor melalui kerjasama dengan aparatur wilayah yang melakukan pemetaan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa Pemkot Bogor tidak melarang penjualan minol di Kota Bogor, asalkan para pelaku usaha memenuhi syarat perizinan yang sudah diatur didalam Perda dan Perwali yang ada. Sebab didalam aturan yang ada, menurutnya sudah mencakup semua persyaratan.

“Ini aturan sudah jelas. Kami pun sepakat bahwa minol di Kota Bogor bukan dilarang tapi diatur. Sehingga penjualan di warung, kios, kantin, PKL dan tempat sejenis itu tidak diperbolehkan,” kata Jenal.

Keberadaan penjualan berbasis online juga tidak luput dari sorotan Pemerintah Kota Bogor. Jenal mengaku akan membuka komunikasi dengan penyedia jasa aplikasi penjualan minol secara online.

Tak hanya itu, para distributor gelap juga akan ditindak oleh Pemkot Bogor, sehingga penindakan tidak hanya di hilir tetapi sampai ke hulu.

“Dewan dan Pemkot jadi kita sama-sama jaga, kita sama-sama ikhtiarkan untuk kita jalankan,” pungkasnya.***

Suami Najwa Shihab Sakit Apa: Cerita Lengkap di Balik Kepergian Sang Pengacara Low Profile

0

Bogordaily.net – Suami Najwa Shihab sakit apa? Pertanyaan itu bergema di tengah kabar duka yang menyelimuti dunia hukum dan media hari ini, Selasa 20 Mei 2025.

Ibrahim Sjarief Assegaf, pengacara terkemuka sekaligus komisaris utama Narasi, telah meninggal dunia pada pukul 14.29 WIB di RS PON, Jakarta Timur.

Pengacara yang satu ini tidak pernah tampil di televisi. Tidak seperti istrinya, yang bahkan kadang disebut terlalu sering muncul.

Dia justru sebaliknya. Nyaris tak ada jejak digital yang menonjol. Bahkan, istrinya sendiri, Najwa Shihab, pernah mengaku harus izin dulu kalau ingin mengunggah foto sang suami.

“Dia nggak mau di-posting,” kata Najwa, dalam sebuah podcast yang kini banyak dibagikan ulang.

Lalu publik pun bertanya: suami Najwa Shihab sakit apa sebenarnya?

Jawabannya datang dari Gus Ulil Abshar Abdalla. Tokoh NU itu membenarkan bahwa Ibrahim Sjarief meninggal karena stroke.

Sakit itu sudah lama menggerogoti tubuhnya. Mungkin itu pula alasan ia makin menghilang dari ruang publik.

Padahal kiprahnya di dunia hukum korporasi sangat kuat. Ia adalah mitra utama di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, dan juga direktur di Hukumonline.

Semua mencoba mengingat, kapan terakhir kali mendengar namanya. Mungkin saat nama perusahaannya mencuat dalam kasus merger besar-besaran beberapa tahun lalu.

Tapi sosoknya? Tidak pernah tampil. Tidak seperti pengacara-pengacara lain yang tampil bak selebritas.

Itulah kenapa, saat kabar duka ini muncul, orang banyak yang baru sadar: “Oh, ini toh suami Najwa Shihab?”

Dan pertanyaan itu kembali mengemuka: suami Najwa Shihab sakit apa?

Stroke, jawabannya. Tapi bukan hanya itu yang membuat orang bungkam.

Kepergian ini menyingkap sisi manusiawi seorang jurnalis yang selama ini dikenal kuat, lugas, dan penuh kendali.

Najwa kini menjadi istri yang ditinggal. Ibu dari seorang anak laki-laki, Izzat Ibrahim Assegaf, yang beberapa bulan lalu masih mengunggah momen bersama ayahnya saat ulang tahun.

Hari ini, tak ada unggahan baru dari Izzat. Tapi foto terakhir mereka masih tersimpan di Instagram ibunya. Dalam momen Idulfitri. Serba putih. Serba bahagia.

Ibrahim dimakamkan hari Rabu besok, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut. Pukul 10 pagi. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, menyampaikan duka. Ia menyebut Ibrahim sebagai pribadi baik dan rendah hati.

Dan di sanalah kita melihat kembali sisi yang tak banyak orang tahu. Bahwa lelaki kelahiran Surakarta ini sempat menempuh studi hukum hingga ke Harvard dan Melbourne.

Ia bahkan menerima beasiswa dari pemerintah Australia. Tapi semua itu tak pernah ia bawa untuk tampil atau pamer. Ia lebih memilih duduk di belakang. Mendampingi. Membimbing. Diam-diam.

Termasuk dalam pernikahannya dengan Najwa. Mereka menikah di usia muda, setelah hanya enam bulan berpacaran.

Ia menjadi teman diskusi, penyeimbang, dan—dalam banyak hal—tulang punggung emosional Najwa Shihab.

Kini tulang punggung itu telah pergi. Dunia bertanya: suami Najwa Shihab sakit apa hingga meninggal dunia secepat itu?

Tapi keluarga tahu. Keluarga menerima. Dan publik, yang biasanya hanya mengenal Najwa Shihab sebagai jurnalis tajam, kini melihatnya sebagai istri yang kehilangan.

Seorang ibu yang harus menguatkan anak, dan perempuan yang mungkin malam ini menangis diam-diam.

Sebab, kesedihan yang paling dalam memang tidak bersuara.***

Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Kota Bogor, DPRD Kota Bogor Keluarkan Rekomendasi LKPJ 2024

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor resmi mengeluarkan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor tahun anggaran 2024. Hal tersebut disampaikan pada rapat paripurna yang diselenggarakan pada, Rabu 14 Mei 2025.

Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan LKPJ digunakan sebagai acuan Pemerintah Kota Bogor dalam melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap kegagalan dan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

DPRD Kota Bogor selaku mitra Pemerintah Kota Bogor menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bogor selama tahun 2024 diantaranya mendapatkan Opini Wajar tanpa Penegecualian (WTP) dari BPK, untuk kedelapan kalinya, dan telah menerima sebanyak 104 penghargaan dari berbagai instansi dan lembaga.

“Terlepas dari itu semua, guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan serta dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya, DPRD Kota Bogor merasa perlu memberikan catatan-catatan yang dituangkan dalam bentuk Rekomendasi DPRD Kota Bogor,” kata Adit.

Berdasarkan laporan tim panitia khusus LKPJ 2024, Adityawarman menjelaskan terdapat dua garis besar evaluasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Bogor.

Yakni evaluasi umum terhadap program prioritas dan evaluasi umum terhadap pelaksanaan pemerintahan tahun 2024.

Dari enam program yang diusung oleh Pemerintahan Bima Arya dan Dedie A. Rachim selama periode 2019 – 2024, DPRD Kota Bogor memberikan rekomendasi agar pelaksanaan program pemerintah Kota Bogor kedepannya harus lebih terukur dan rasional serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Salah satunya program Bogor Lancar, dimana penyelesaian masalah kemacetan belum terselesaikan. Proses peralihan Biskita, pengurangan angkot dan penataan terminal di batas kota masih belum terlaksana dengan baik,” jelas Adit.

Kemudian untuk evaluasi umum, tercatat ada 23 rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor.

Adit berharap rekomendasi ini bisa menjadi landasan perbaikan pelaksanaan pemerintahan Kota Bogor di periode 2025-2030.

“Semoga LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2024 dapat diterima dengan catatan Rekomendasi DPRD Kota Bogor serta memasukan program yang belum terealisasi ke dalam RPJMD 2024-2029, guna menjamin keberlanjutan pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan daerah secara menyeluruh sebagaimana telah ditetapkan dalam Perda RPJDP,” tutup Adit.***

Mobil Terbalik di Bogor, Siswi Menuju Perpisahan Sekolah Terluka

0

Bogordaily.net – Sebuah mobil yang membawa siswa yang hendak perpisahan di sekolah terbalik di Bogor pada Rabu, 21 Mei 2025. Arus lalu lintas di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah itupun, tersendat.

Sebuah mobil berwarna hitam terguling di sisi kiri jalan, tepat di depan SMA Pembangunan.

Kaca pecah berserakan, bagian depan mobil ringsek. Di dalamnya, seorang pelajar perempuan bersimbah luka di dagu. Ia tengah bersiap merayakan hari istimewa: perpisahan sekolah.

Mobil nahas itu adalah taksi online jenis Toyota Agya yang dikemudikan Rudi, 35 tahun. Ia melaju dari arah Tugu Kujang menuju Simpang Jambu Dua. Di tikungan sebelum lampu lalu lintas Simpang Bangbarung, insiden terjadi.

“Di depannya ada kendaraan yang melakukan pengereman mendadak. Pengemudi taksi online tak sempat mengerem sempurna, menyenggol bagian kiri belakang kendaraan di depan, lalu membanting setir,” kata Iptu Edi Susilo, Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota.

Hasilnya fatal. Mobil oleng dan terbalik. Sejumlah petugas kepolisian segera dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.

Pelajar perempuan yang menjadi satu-satunya penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia diketahui tengah mengenakan kebaya, bersiap menghadiri acara perpisahan sekolahnya.

“Luka di dagu, sudah ditangani. Korban satu orang, perempuan, penumpang,” ujar Susilo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan dan kondisi pengemudi.

Yang pasti, kecelakaan mobil terbalik yang terbalik di Jalan Pajajaran Kota Bogor itu jadi kenangan buruk bagi korban.

Momen yang seharusnya menjadi kenangan manis bagi seorang siswi SMA justru berubah jadi kisah luka di tengah hiruk pikuk jalan raya.***

Viral Dosen di NTB Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap 7 Mahasiswi, Korban Berani Lapor Usai Nonton Walid

0

Bogordaily.net – Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang oleh skandal dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda) NTB setelah sejumlah mahasiswi melaporkan perilaku tak senonoh yang dilakukan oleh pelaku yang juga menjabat sebagai kepala asrama putri di kampus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Komisaris Besar Syarif Hidayat, memastikan bahwa laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dan tengah memasuki tahap penyelidikan intensif.

“Betul, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Pencabulan yang dilakukan pelaku, tutur Joko, mulai dari mencium, meraba, hingga meminta korban melakukan tindakan seksual tertentu.

“Kejadiannya di ruang asrama. Ada yang malam hari (kejadiannya), (korban) disuruh tidur di salah satu tempat, terus melakukannya (pencabulan),” lanjutnya dikutip dari detik, Rabu, 21 Mei 2025.

Joko menyebutkan tidak ada ancaman langsung yang dilakukan pelaku. Namun, para korban takut menolak karena posisi pelaku yang memiliki jabatan di asrama.

“Tidak ada (ancaman), lebih ke manipulasi korban. Korban juga ketakutan (beasiswa) dicabut meskipun dia (pelaku) tidak melakukan secara langsung (ancaman mencabut beasiswa bidikmisi),” kata Joko.

Awal Mula Kasus Terungkap

Laporan tersebut pertama kali diajukan oleh dua orang mahasiswi aktif, yang didampingi langsung oleh Koalisi Stop Kekerasan Seksual (KSKS) NTB.

Mereka juga membawa seorang saksi untuk memperkuat bukti awal dalam proses investigasi. Ketiga pelapor telah diperiksa secara resmi oleh penyidik dari Subdirektorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTB.

Menurut perwakilan KSKS NTB, Joko Jumadi, jumlah korban dalam kasus ini diyakini lebih dari yang dilaporkan. Berdasarkan pendataan internal KSKS, terdapat sedikitnya tujuh orang mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen tersebut.

Namun, sejauh ini baru lima di antaranya yang bersedia memberikan keterangan secara resmi kepada pihak berwenang.

“Korban berasal dari berbagai angkatan. Ada yang masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif, ada juga yang sudah menjadi alumni. Mereka masih mengalami tekanan psikologis dan kekhawatiran akan dampak sosial dari pengakuan ini,” ujar Joko.

Lebih memilukan lagi, dugaan tindak pelecehan tersebut disebut-sebut telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga awal 2024 dan terjadi di lingkungan Asrama Putri UIN Mataram.

Sang dosen yang memiliki otoritas sebagai kepala asrama diduga memanfaatkan kedudukannya untuk melakukan tindakan amoral terhadap para mahasiswi yang seharusnya ia lindungi.

Lakukan Ancaman Terhadap Korban

Berdasarkan kesaksian korban, tekanan psikologis yang dialami begitu besar. Sebagian dari mereka merasa terpaksa menuruti permintaan pelaku karena takut kehilangan hak atas beasiswa bidikmisi yang menjadi sumber utama pendanaan kuliah mereka.

Dosen tersebut diduga menggunakan ancaman administratif untuk menekan korban agar tidak melaporkan tindakannya.

“Kalau sampai saat ini, perbuatannya masuk kategori tindakan cabul. Tidak ada korban yang mengalami persetubuhan,” jelas Joko.

Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran komunitas pendamping korban, termasuk Sahabat Saksi dan Korban serta aktivis KSKS NTB, yang memberikan dukungan psikologis dan hukum kepada para penyintas.

Para korban mengaku mendapat keberanian untuk melapor setelah menonton film dokumenter berjudul ‘Bidaah Walid’ yang mengangkat isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Joko menegaskan bahwa laporan ini merupakan langkah awal untuk membuka tabir dugaan pelecehan lain yang selama ini mungkin tersembunyi di balik dinding kampus.

Ia berharap kasus ini menjadi momentum penting untuk membongkar pola kekuasaan yang sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di lingkungan akademik.

“Kami berharap semua korban berani bersuara. Ini bukan hanya soal harga diri, tapi juga demi keadilan,” pungkas Joko.***

RSUD Cibinong Siap Dukung Kesehatan Tubuh Pasien dengan Layanan Akupuntur

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong dengan terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk mendukung kesehatan dan keseimbangan tubuh pasien melalui Layanan Akupuntur.

Layanan Akupuntur di RSUD Cibinong dibarengi dengan tenaga medis yang profesional dibidangnya. Sehingga pasien tak perlu khawatir lagi untuk mencoba terapi tersebut.

Adapun, layanan akupuntur yang tersedia di RSUD Cibinong diantaranya, akupuntur terapi kesehatan, akupuntur kecantikan, akupuntur pelangsingan, hingga akupuntur infertilitas.

Diketahui, terapi akupuntur atau terapi tradisional asal tiongkok ini menggunakan jarum jarum kecil yang ditusukan secara lembut ke titik-titik tertentu di tubuh, untuk membantu mengatur sistem tubuh secara alami.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus menyatakan komitmen sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan.

Kemudian, sanggup dan bersungguh-sungguh akan memberikan prioritas layanan terhadap kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, wanita hamil, dan menyusui serta anak).

Serta memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban serta akan melakukan perbaikan secara terus menerus, siap menerima sanksi dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar.

Untuk informasi lebih seputar pelayanan hiperbarik bisa menghubungi nomor whatsapp di 0811862508.(Albin Pandita)

Percepat Penyembuhan Luka, RSUD Cibinong Hadirkan Layanan Hiperbarik

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong menghadirkan layanan terbaru yakni terapi Hiperbarik untuk pasien yang memiliki luka.

Layanan Hiperbarik dengan teknologi modern siap membantu mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh, performa atlet, hingga membantu terapi pasca stroke hingga anti aging.

Adapun, dengan harga mulai dari Rp300.000/sesi, pasien sudah bisa merasakan manfaat terapi oksigen murni untuk bantu pemulihan dan kebugaran tubuh.

Hiperbarik RSUD Cibinong. (istimewa/Bogordaily.net)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong hadirkan layanan Gerak Antar Secepatnya, Pelayanan Obat Langsung (GASPOL) yang memastikan kebutuhan obat pasien sampai dengan cepat dan tepat tanpa menunggu lama.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus menyatakan komitmen sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan.

Kemudian, sanggup dan bersungguh-sungguh akan memberikan prioritas layanan terhadap kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, wanita hamil, dan menyusui serta anak).

Serta memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban serta akan melakukan perbaikan secara terus menerus, siap menerima sanksi dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar.

Untuk informasi lebih seputar pelayanan Hiperbarik di RSUD Cibinong bisa menghubungi nomor whatsapp di 085718518188.(Albin Pandita)

Megawati Hangestri Pertiwi Curhat Blak-blakan Kenapa Tak Maksimal di Final Four Proliga 2025

0

Bogordaily.net – Banyak orang bertanya-tanya: kenapa Megawati Hangestri Pertiwi seperti bukan Megawati yang biasanya saat tampil di final four Proliga 2025?

Mega adalah ikon. Pukulan kerasnya itu, yang kadang tak bisa dikejar bahkan oleh mata, telah membuat jutaan anak-anak muda Indonesia jatuh cinta pada voli.

Tapi di final four, dia nyaris seperti bayangan dirinya sendiri. Bukan karena tak ingin hebat. Tapi karena tubuhnya berkata: sudah cukup.

Baru kemarin misteri itu terjawab. Saat ia duduk di hadapan Deddy Corbuzier. Wajahnya datar. Suaranya tak dibuat dramatis.

Tapi apa yang ia ceritakan seperti sedang mendengar kisah seorang pejuang yang pulang dengan luka-luka—dan tetap ingin bertarung.

Mega cedera. Betisnya robek. Bukan sobek kecil. Tapi 22 sentimeter. Overuse. Terlalu sering dipaksa bekerja tanpa sempat benar-benar pulih.

“Itu sudah terasa sejak leg pertama final liga Korea, lawan Pink Spiders,” katanya.

Mega menjelaskannya cukup untuk membuat bergidik. Di leg kedua, ia tetap main. Katanya, “masih bisa lompat, masih bisa main, ya saya teruskan.”

Bayangkan: betis sudah robek, lutut bengkak, paha atas tertarik, tapi ia masih main. Lima set. Tanpa obat penghilang rasa sakit.

Orang mungkin melihatnya seperti keras kepala. Tapi, itu keteguhan seorang anak muda yang tidak ingin mengecewakan siapa pun. Tidak negaranya. Tidak klubnya. Tidak para penggemarnya.

Termasuk ketika ia diminta memperkuat Gresik Petrokimia di final four Proliga. Saat itu, ia belum cedera. Dan ia bilang ya. Tapi ketika cedera datang, ia sempat ingin membatalkan.

“Saya bilang ke manajer, batalin saja kontraknya,” ucapnya. Tapi pihak Petrokimia bilang: tetap datang saja.

Mega datang. Tapi hanya tampil beberapa saat.

Betapa galaunya perasaan seorang atlet yang tahu bahwa tubuhnya sudah tidak bisa, tapi tetap ingin memberi yang terbaik.

Tidak semua orang bisa seperti itu. Banyak yang memilih mundur. Tapi Mega memilih hadir. Meski tahu dirinya tak akan bisa tampil maksimal.

Ini bukan pertama kalinya Mega bermain sambil membawa rasa sakit. Ia juga pernah melakukannya di SEA Games. Dan di liga Korea.

Bukan karena gila bermain, tapi karena terlalu banyak yang menaruh harapan padanya. Terlalu banyak yang ingin melihatnya memukul bola keras itu—yang selalu membuat penonton bersorak.

Kadang, semua lupa. Di balik seragam atlet yang basah keringat itu, ada manusia. Yang bisa sakit. Yang bisa lelah. Tapi tetap datang ke lapangan dengan senyum.

Mega akan memperkuat timnas lagi di AVC 2025. Tapi tidak ada yang tahu apakah ia akan benar-benar pulih. Tapi l kalau ia main, itu bukan karena tubuhnya sudah 100 persen siap. Tapi pasti karena hatinya yang siap lebih dulu.

Dan mungkin, karena ia tahu: bangsa ini selalu menunggu pukulannya.

Pukulan yang datang dari seorang Megawati Hangestri Pertiwi —yang betisnya pernah robek 22 cm, tapi tetap ingin main lima set tanpa obat penghilang rasa sakit.***

Bank Kota Bogor Sabet Penghargaan “The Best Regional Champion 2025” Predikat Sangat Baik

0

Bogordaily.net – Perumda BPR Bank Kota Bogor sebagai salah satu BUMD kebanggaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mendapatkan penghargaan di awal kuartal tahun ini.

Perumda BPR Bank Kota Bogor berhasil meraih penghargaan  “The Best Regional Champion 2025” dengan predikat Sangat Baik (Excellent) dalam capaian kinerja keuangan tahun 2024 untuk kategori asset Rp 250 Miliar sampai dengan Rp 500 Miliar.

Penghargaan diterima langsung  Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, pada gelaran Forum “The Asian Post The Best Regional Champion 2025” yang diselenggarakan oleh The Asian Post, Grup Media Infobank, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Jumat 16 Mei 2025 lalu.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan kajian The Asian Post bertajuk “Rating BUMD Keuangan 2025” yang dilakukan The Asian Post Research dengan fokus rating kepada bank-bank milik pemerintah daerah seluruh Indonesia, yang terdiri atas BPD, BPR, dan BPRS.

Dalam helaran pemberian penghargaan bergengsi itu dibuka dengan diskusi panel bertema “Masa Depan BUMD di Tangan Kepala Daerah Baru: Pengawasan Tata Kelola Bank Daerah”.

Sebagai informasi, diskusi panel dihadiri oleh Narasumber Fathan Subchi, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK); Achmad Syamsudin, Sekjen Asbanda; Afandi Nugroho, Sekjen Perbamida; Ria Norsan.

Kemudian, Gubernur Kalbar Horas Mauritz Panjaitan, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan Ria Prastiani, Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus dan Pengawasan Perbankan Daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(Albin Pandita)